Anda di halaman 1dari 7

Load Balance Mikrotik 2 Line Speedy

Winbox 2.9.27 version


Posted by Gewzr@2010

Sumber : http://www.forummikrotik.com/beginner-basics/2345-tutorial-mikrotik-load-
balancing-winbox-version.html

Preparation
1. Configure modem-modem yg ada dengan IP management seperti yang ada di topologi
• Modem 1 : 192.168.1.1 / 24
• Modem 2 : 192.168.2.1 / 24

2. Configure PC Workstation yang ada di dalam jaringan dengan IP sebagai berikut :


• IP : 192.168.0.X ( X, dari 2 – 254, karena 1 untuk gateway)
• Netmask : 255.255.255.0
• Gateway : 192.168.0.1

Set IP Address Interface Mikrotik (IP > Address)


Konfigurasi IP address mikrotik dengan IP sebagai berikut :
Ether1 (speedy-1) : 192.168.1.2 /24 (interface ke modem 1)
Ether2 (speedy-2) : 192.168.2.2/24 (interface ke modem 2)
Ether3 (Local) : 192.168.0.1/24 (interface ke Jaringan Local)

Note :
Setelah melakukan konfigurasi IP Address pada mikrotik, cek kembali konektifitas antara
modem dengan mikrotik.
ping 192.168.1.1
ping 192.168.2.1
Set DNS (IP > DNS)

Karena di sini kita menggunakan Speedy maka untuk DNS nya kita isikan:
202.134.1.10 (primary)
202.134.0.155 (secondary)

1. Setting
 Primary DNS : 202.134.1.10
 Seconday DNS : 202.134.0.155
 Allow Remote Request : yes

Mangling (IP > Firewall > Mangle)


Mangle adalah proses pemisahan. Pada proses mangle, sebenarnya tidak terjadi perubahan apa-
apa pada paket atau data yang akan kita kirimkan, tapi pada proses ini paket hanya di berikan
tanda.

A. Connection Mark
Pertama kita akan lakukan connection mark.
1. General
• Chain : prerouting
• In Interface : Local (interface jaringan local)
• Connection State : new
2. Extra - nth
• Nth
a. Every : 1
b.Counter : 1
c. Packet : 0 ;

note!
Ketika membuat mark conection 2 (conn-2), untuk packet isikan nilainya: 1

3. Action
• Action : mark connection
• New Connection mark : conn-1
• Passtrough : yes

Note :
Pada bagian ini kita akan memberi nama koneksi kita. Conn-1 adalah koneksi pertama, Conn-2,
untuk koneksi kedua.
B. Route Mark
4. General
• Chain : prerouting
• In Interface : Local (interface jaringan local)
• Connection mark : conn-1

5. Action
• Action : mark routing
• New routing mark : conn-1
• Passtrough : no

Note :
Lakukan mark routing ini sebanyak 2 kali untuk conn-2
NATTING (IP > Firewall > NAT)

NAT, Network Address Translation, adalah suatu proses perubahan pengalamatan. Ada
beberapa jenis NAT, yang akan digunakan pada proses ini adalah src-nat (source nat).

Src-nat adalah perubahan pada bagian source dari suatu paket.

1. General
• Chain : srcnat
• Out Interface : Speedy-1 (interface Modem1)

2. Action
• Action : masquerade

Note :
Lakukan src-nat ini sebanyak 2 kali Untuk Koneksi ke Modem1 dan Modem2
Routing Policy (IP > Route)
Routing policy adalah bagian pengaturan routing. Pada bagian ini diatur gateway atau jalur
keluar untuk setiap group

1. General
> gateway : 192.168.1.1
> Distance : 1
> Mark : conn-2
> Comment : Route-1

Note :
Lakukan Routing policy ini sebanyak 2 kali dengan rule sebagai berikut :
== > 192.168.1.1
== > 192.168.2.1
>> Jangan lupa buatkan rule untuk defaultnya
> gateway : 192.168.1.1
> Distance : 1
> Mark : kosong
> Comment : Default
Setelah selesai semua setting di atas, silahkan Reboot/ restart system mesin router
anda dan buka New Terminal : ketik >> ping 202.134.1.10
Kalau ada reply berarti mesin Router anda siap di gunakan

GOOD LUCK !!!!!!!