Anda di halaman 1dari 8

MODUL 2

LADDER DIAGRAM DAN FUNCTION BLOCK

LAPORAN PRAKTIKUM
TME 246 – PRAKTIKUM MEKATRONIKA

Nama : Josef William


NIM : 2015-041-062
Kelompok : MA-1
Tanggal Praktikum : 24 Februari 2019
Asisten : Jordy

LABORATORIUM MEKATRONIKA, ROBOTIKA DAN OTOMASI


PRODI TEKNIK MESIN - FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA
JAKARTA
2019
I. TUJUAN
Tujuan dari modul project board adalah :
• Memahami gerbang logika dan aplikasinya dalam ladder diagram maupun
function block.
• Memahami penggunaan latching, sequence pada ladder diagram dan
function block.
• Memahami pengaplikasian ladder diagram dan function block dalam sistem
kontrol.

II. TEORI DASAR


Ladder diagram telah dan terus menjadi cara tradisional untuk
merepresentasikan urutan operasi listrik. Diagram ini mewakili keterkaitan
perangkat bidang sedemikian rupa sehingga aktivasi, atau pengaktifan satu
perangkat akan mengaktifkan perangkat lain sesuai dengan urutan peristiwa yang
telah ditentukan. Pada gambar 2.1 dapat dilihat contoh ladder diagram sederhana.

Gambar 2.1 Contoh ladder diagram [1]


Pelaksanaan proses dilakukan berdasarkan penekanan saklar yang
dilakukan (masukkan yang diberikan). Ladder diagram memiliki persyaratan yang
harus dipenuhi dalam meletakkan komponen yang ingin digunakan yaitu saklar
pada bagian kiri, dan pada bagian kanan diletakkan relay, output, timer, dan
counter.
Pada ladder diagram terdapat beberapa simbol dasar yang harus diperhatikan
seperti yang dapat dilihat pada gambar 2.2.
Gambar 2.2 Defisisi dan Interpretasi Simbol [1]
Diagram blok fungsional (Function Block Diagram) adalah pemrograman
berbasis aliran data secara grafis. Diagram blok fungsional banyak digunakan untuk
tujuan kontrol proses yang melibatkan perhitungan-perhitungan kompleks dan
akuisi data analog. Diagram fungsi blok adalah salah satu dari lima bahasa untuk
logika atau kontrol konfigurasi didukung oleh standar IEC 61131- 3 untuk sistem
kontrol seperti Programmable Logic Controller (PLC) atau Distribution Control
System (DCS). Selain didukung oleh standar IEC 61131-3, diagram fungsi blok juga
didukung oleh gerbang logika berbasis ladder diagram seperti pada gambar 2.2.
III. TUGAS DAN PERTANYAAN
1) Buatlah ladder diagram sebuah rangkaian, dengan ketentuan: (tidak
sequence)

• Jika saklar 1 aktif, maka lampu A & B menyala dan lainnya mati.

• Jika saklar 2 aktif, maka lampu B menyala dan lainnya mati.

• Jika saklar 3 aktif, maka lampu A &C menyala dan lainnya mati.

• Jika saklar 4 akif, maka semua lampu mati.


2) Buatlah ladder diagram sebuah rangkaian, dengan ketentuan: (sequence)

• Jika saklar 1 aktif, maka lampu A & B menyala dan lainnya mati.

• Jika saklar 2 aktif, maka lampu B menyala dan lainnya mati.

• Jika saklar 3 aktif, maka lampu A & C menyala dan lainnya mati.

• Jika saklar 4 aktif reset aktif maka semua lampu mati (reset).

3) Buatlah ladder diagram rangkaian dengan menggunakan 1 saklar dan 1


lampu dengan
ketentuan sebagai berikut:
• Jika saklar ditekan 1x, maka lampu menyala selama 2 detik.
• Jika saklar ditekan 2x, maka lampu menyala selama 4 detik.
• Jika saklar ditekan 3x, maka lampu menyala selama 6 detik.
4) Buatlah ladder diagram rangkaian parker mobil yang menggunakan 2 buah
sensor (saklar push button), dengan ketentuan:
• Ketika sensor 1 (S1) mendeteksi mobil masuk maka palang pintu
(Q1) akan naik (aktif).
• Jumlah maksimum mobil dalam lahan parkiran adalah 10 mobil.
• Jika masih ada lahan parkir, maka lampu hijau (Q2) akan aktif.
• Jika lahan parkir sudah penuh maka lampu 1 (Q3) dan lampu 2 (Q4)
akan menyala bergantian setiap 1 detik.
• Ketika sensor 2 (S2) mendeteksi mobil keluar maka nilai counter
akan berkurang dan kembali pada keadaan lahan parkir masih
tersedia.
IV. ANALISIS
Praktikum ladder diagram dan function block menggunakan program
LOGO!Soft untuk membuat rangkaian listrik. Pada program tersebut rangkaian
yang akan dibuat dapat dibuat pada sebuah ladder diagram. Penggambaran
rangkaian menggunakan LOGO!Soft pada ladder diagram akan lebih mudah
apabila rangkaian telah digambar terlebih dahulu dalam bentuk diagram elektrik.
Pada ladder diagram sumber tegangan VCC harus disambungkan tetapi kutub
negatif GROUND sudah secara otomatis tersambung.
Pada praktikum ini, digunakan saklar input, saklar relay, saklar timer dan
saklar counter, sedangkan untuk outputnya digunakan relay, timer, counter, dan
lampu. Untuk membuat saklar relay, saklar timer dan saklar counter, perlu dibuat
outputnya terlebih dahulu karena tanpa output, saklarnya tidak dapat dibuat. Dan
jika output dihapus, saklar yang berkaitan dengan output juga akan terhapus.Untuk
saklar, sebelum simulasi dilakukan dapat dipilih jika ingin menggunakan saklar
push button atau switch button.
Untuk mengaktifkan relay, counter dan timer perlu menggunakan saklar.
Untuk counter, ketika ingin menghitung mundur (saklar disambungkan ke dir)
maka perlu diberikan dua saklar yang mana salah satunya disambungkan ke dir.

V. SIMPULAN
• Pada ladder diagram, sumber tegangan VCC harus disambungkan
sedangkan kutub negatif GND sudah secara otomatis tersambung.
• Untuk membuat saklar relay, saklar timer dan saklar counter, perlu
dibuat outputnya terlebih dahulu karena tanpa output, saklarnya tidak
dapat dibuat.
VI. DAFTAR PUSTAKA
[1] Bryan, L.A., Bryan, E.A. (1997) Programmable Controllers Theory
and Implementation 2"# Edition. Atlanta : Industrial Text Company
[2] Erickson, K.T. (2011) Programmable Logic Controllers: An
Emphasis on Design and Application 2"# Edition. Marietta : Dogwood
Valley Press