Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN OBSERVASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN

Tugas ini disusun untuk memenuhi presensi

mata kuliah Teknologi Informasi dalam Pendidikan

Dosen Pengampu:

Novi Qonitatin, S.Psi., M.A.

Muhammad Zulfa A., S.Psi., M.A.

Disusun Oleh:

Alfio Santos 15010116120021

Ridhwan Ammar Jatmiko 15010116130122

Safira Dzaky 15010116130150

Bahtera Sidabutar 15010116140080

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2019
A. METODE OBSERVASI
Metode observasi yang digunakan adalah observasi dan wawancara.
1. Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin


melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yana harus diteliti, dan juga
apabila peneliti ingin mengetahui ha-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah
respondennya sedikit (Sugiyono, 2011). Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data
pendahuluan yang harus diteliti. Selain itu, hasil dari wawancara akan mendapatkan informasi
yang lebih mendalam. Dalam penelitian ini metode wawancara yang digunakan adalah in-
depth interview. Wawancara In-Depsth interview bertujuan untuk mengumpulan informasi
yang kompleks, dimana sebagian besar berisi pendapat, sikap, dan pengalaman pribadi.
Menurut Boyce & Neale (dalam Linawarti, Fathoni & Minarsih, 2016) in-depth interview
merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab
sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai,
dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara.

Wawancara dilakukan terhadap mahasiswa semester 6 yang mengikuti mata kuliah X.


Wawancara dilakukan setelah pembelajaran berlangsung. Pertanyaan berisi seputar proses
pembelajaran, metode yang digunakan untuk menyampaikan materi, evaluasi pembelajaran
dan proses pengelolaan kelas.
Pedoman wawancara yang digunakan adalah sebagai berikut.

PEDOMAN WAWANCARA

Hari/Tanggal :

Pewawancara :

Pukul :

Subjek : Mahasiswa di Kelas

1. Bagaimana pendapatmu tentang pembelajaran di kelas?


2. Metode pembelajaran apa yang sering digunakan dalam pembelajaran?
3. Bagaimana pendapatmu tentang cara/ metode dosen dalam mengajar?
4. Sumber belajar apa saja yang biasanya digunakan dalam pembelajaran?
5. Bagaiamana tanggapan kamu tentang metode pembelajaran yang sering digunakan oleh
dosen?
6. Pernahkah dosen menerapkan model pembelajaran yang berbeda?

2. Observasi

Observasi dilakukan pada hari Rabu, 28 Maret 2019 pukul 14.00-15.28 di Aula SM F.
Psikologi Undip. Observasi dilakukan pada mata kuliah X yang diampu oleh dosen XX.
Tujuan dilakukannya observasi adalah untuk melihat proses dan aktivitas pembelajaran yang
terjadi serta bagaimana guru melakukan manajemen terhadap kelas.

Observasi yang digunakan adalah observasi non partisipan, dengan peneliti yang tidak
terlibat langsung dan berfungsi sebagai pengamat. Peneliti hanya dapat mengamati peristiwa
yang terjadi secara alamiah di lingkungan sekitar subjek.

Pedoman observasi yang digunakan adalah sebagai berikut.

LEMBAR OBSERVASI

PEMBELAJARAN DI KELAS & AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA

Nama observer :

Hari/Tanggal :

Tempat :

Pukul :

No. Aspek yang Diamati Deskripsi Hasil Pengamatan


A. Perangkat Pembelajaran
1. Silabus
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
B. Proses Pembelajaran
1. Membuka pembelajaran
2. Penyajian materi
3. Metode pembelajaran
4. Penggunaan bahasa
5. Penggunaan waktu
6. Gerak
7. Cara memotivasi mahasiswa
8. Teknik bertanya
9. Teknik penguasaan kelas
10. Penguasaan media
11. Bentuk dan cara evaluasi
12. Menutup pembelajaran
C. Perilaku Siswa
1. Perilaku siswa di dalam kelas
2. Perilaku siswa di luar kelas
3.
B. HASIL OBSERVASI DAN WAWANCARA

LEMBAR OBSERVASI

PEMBELAJARAN DI KELAS & AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA

Nama observer : Bahtera Sidabtuar

Hari/Tanggal : Rabu, 17 Maret 2019

Tempat : Aula Lt. 1 Psikologi Universitas Diponegoro

Pukul : 13.30

No. Aspek yang Diamati Deskripsi Hasil Pengamatan


A. Perangkat Pembelajaran
1. Silabus Rencana pembelajaran telah
diberikan dengan baik dari dosen
masing masing kelas, sehinggga
secara keseluruhan mahasiswa
terlihat sudah siap ketika
menghadapi pelajar yang akan
diberikan saat kuliah umum
penggambungan beberapa kelas.
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana pelaksanaan
pembelajaran telah diterima oleh
masing masing mahasiswa pada
awal kuliah, informasi ini
diberikan dalam bentuk
presentasi sekaligus software
yang dapat disimpan.
B. Proses Pembelajaran
1. Membuka pembelajaran Dosen membuka perkuliah
dengan menggunakan salam
walaupun tidak menggunakan
mic mengetahui bahwa ketika
perkuliahan baru saja akan
dimulai terjadi keadaan
padamnya listrik.
2. Penyajian materi Pada hari biasa dosen biasanya
menyajikan materi dengan PPT
sekaligus ceramah, tetapi karena
sebuah keadaan dosen
memberikan materi tanpa
menggunakan PPT.
3. Metode pembelajaran Mengingat keadaan mati lampu
sebagian besar pembelajaran
terjadi hanya perbedoman dari
tanya jawab antara dosen dengan
mahasiswa dan ceramah.
4. Penggunaan bahasa Dosen yang menghadiri
menggunakan Bahasa yang dapat
dimengerti para mahasiswa yang
menghadiri kegiata belajar.
5. Penggunaan waktu Pembelajaran dilakukan dengan
efisien maka dari itu waktu yang
dipakai hanya sebatas 70% dari
total total yang bias digunakan.
6. Gerak Tidak terdapat banyak gerakan
yang terjadi ketika dalam
pembelajaran dikelas, hanya
dosen yang memberikan gerakan
guna membantu memberikan
materi.
7. Cara memotivasi mahasiswa Dosen secara umum hanya
memperhatikan mahasiswa yang
terlihat aktif dalam perkuliahan
dengan cara memberikan
perhatiannya terhadap murid
yang dituju.
8. Teknik bertanya Dosen mempersilahkan
mahasiswa yang bertanya
dengan mengangkat tangan dan
memberikan pertanyaan yang
ingin diajukan
9. Teknik penguasaan kelas Mengingat kegiatan perkuliahaan
menggambungkan beberapa
kelas maka mahasiswa yang
hadir berjumlah banyak, terlihat
dosen tidak dapat memberikan
perhatian kepada setiap murid
yang berada perkuliahan.
10. Penguasaan media Penyampaian materi dari dosen
hanya bias dilakukan dengan
ceramah karena keadaan padam
listrik tetapi terlihat bahwa dosen
dapat mengunakan cara itu
dengan maksimal.
11. Bentuk dan cara evaluasi Evaluasi biasanya dilakukan
dosen diakhir dari semester
dimana informasi didapatkan
dari response mahasiwa dalam
sebuah website.
12. Menutup pembelajaran Pembelajaran pada kuliah umum
diselesaikan dengan dosen
bertanya apakah ada materi yang
kurang jelas ketika dalam
pembelajaran dan ditutup dengan
salam.
C. Perilaku Siswa
1. Perilaku siswa di dalam kelas Tidak semua siswa dalam kelas
terlihat memperhatikan dosen
yang memberika materi di
depan. Hal ini mungkin
dikarenakan keadaan padamnya
listrik yang menyebabkan kelas
tidak kondusif seperti biasa.
Dilain sisi tidak sedikit pula
mahasiswa yang memperhatikan
dosen berbicara di depan.
2. Perilaku siswa di luar kelas Perilaku mahasiswa diluar kelas
bevariasi. Terdapat mahasiswa
yang mengerjakan tugas,
berbicara sati sama lain,
melaksanakan ekstrakulikuler,
dan sekedar beristirahat.

HASIL WAWANCARA

Hari/Tanggal : Rabu, 17 Maret 2019

Pewawancara : Bahtera Sidabutar

Pukul : 16.00

Subjek : Salah Satu Mahasiswa di Kelas

1. Bagaimana pendapatmu tentang pembelajaran di kelas?


2. Metode pembelajaran apa yang sering digunakan dalam pembelajaran?
3. Bagaimana pendapatmu tentang cara/ metode dosen dalam mengajar?
4. Sumber belajar apa saja yang biasanya digunakan dalam pembelajaran?
5. Bagaiamana tanggapan kamu tentang metode pembelajaran yang sering digunakan oleh
dosen?
6. Pernahkah dosen menerapkan model pembelajaran yang berbeda?
Tanggapan Subjek :

Subjek merasa tidak terlalu nyaman ketika berada dikelas dengan kondisi padamnya
listrik. Dia berkata tidak bias memahami secara maksimal apa yang disampaikan oleh dosen saat
perkuliahan berlangsung. Subjek juga merasa tidak nyaman ketika harus berfokus pada
pembelajaran tanpa adanya PPT yang biasanya menemaninya ketika dalam proses pembelajaran.
Kondisi mati lampu membuat subjek terbebani dan membuat pembelajaran tidak seperti biasanya.
Subjek juga menyampainkan bahwa metode pembelajaran dosen kali ini kurang dapat diterima
karena hanya berpedoman dengan ceramah tanpa adanya power point. Lanjutnya subjek berkata
secara keseluruhan sumber pembelajaran kali ini hanya berasal dari dosen yang memberikan
materi bukan dari sumber lain seperti buku maupun internet. Subjek mengaku tidak terlalu suka
dengan metode pembelajaran yang dosen terapkan, tetapi ia mencoba untuk bisa beradaptasi
dengan bagaimana dosen mengajar sehinnga ia merasa mulai suka dengan metode
pembelajarannya. Terakhir subjek memberikan response bahwa dosen pernah mecoba mengganti
metode pembelajarannya, tetapi hasilnya berkata negative.
C. EVALUASI DAN FOLLOW UP (SOLUSI)

1. Evaluasi

Pada observasi ini, kami melakukan observasi pada kuliah umum dengan mata kuliah
asesmen dan intervensi klinis yang bertempat di Aula lantai satu Fakultas Psikologi
Universitas Diponegoro Tembalang Semarang Jawa Tengah, Indonesia.

Pada awal perkuliahan, seharusnya sudah dipersiapkan alat-alat penunjang kegiatan


perkuliahan tersebut. Proyektor harus sudah dipasang pada tempat yang sudah disediakan di
depan dan menghadap ke papan proyektor. Kemudian mic sound harus sudah dipersiapkan di
dekat meja pemateri sehingga suara pemateri dapat didengar dengar oleh para audien.
Selanjutnya untuk mengantisipasi listrik mati, maka sudah disediakan diesel agar
pembelajaran tetap dapat dilanjutkan meskipun dalam kondisi listrik mati.

Pada beberapa posisi terdapat posisi yang tidak menguntungkan bagi audiens, seperti
tiang pondasi bangunan yang besar dan menghalangi audien melihat pemateri yang sedang
menyampaikan materi. Selanjutnya, pada posisi audien seharusnya diposisikan terlebih
dahulu, sehingga kursi bagian depan tidak kosong dan suasana perkuliahan lebih kondusif.
Pemateri diharapkan bisa menaikkan volume suara.

2. Solusi

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sapto Haryoko berjudul “Efektivitas Pemanfaatan
Media Pembelajaran Audio-Visual Sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran”.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media audio-visual lebih
baik dibanding dengan pembelajaran melalui pendekatan konvensional dan menunjukkan ada
perubahan paradigma dalam proses pengajaran. Sehingga dalam kegiatan kuliah umum,
sebaiknya dilakukan dengan menggunakan audio-visual ini, agar audien dapat terfokus dengan
materi dan tidak bosan dengan penyampaian materi tanpa adanya alat peraga atau alat
pendukung dalam menyampaikan materi.

Kemudian pada penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Rahmatullah berjudul


“Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran Film Animasi Terhadap Hasil Belajar”. Hasil
Penelitian menunjukan bahwa penggunaan media film animasi ada perbedaan signifikan hasil
belajar siswa antara kelas yang menggunakan dan tidak menggunakan media pembelajaran
film animasi setelah perlakukan dan ada peningkatan hasil belajar siswa antara kelas yang
menggunakan dan tidak menggunakan media pembelajaran film animasi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa menggunakan media pembelajaran dalam proses


pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Bahkan dalam
penelitian yang dilakukan diatas, terdapat peningkatan dan perbedaan yang signifikan antara
kelompok yang diberikan perlakuan dan tidak diberikan perlakuan. Semakin baik metode atau
media pembelajaran yang digunakan, maka semakin baik dan meningkat pula hasil belajar yang
akan ditunjukan oleh para murid yang mengikuti materi perkuliahan.
DAFTAR PUSTAKA

Haryoko, S., (2009). Efektivitas pemanfaatan media audio-visual sebagai alternatif


optimalisasi model pembelajaran. Jurnal Edukasi@elektro, Vol. 5, No. 1, 1 - 10.
Diakses pada 30 Maret 2019 pukul 23.00 di http://jurnal.upi.edu/penelitian-
pendidikan/view/646/PENGARUH%20PEMANFAATAN%20MEDIA%20PEMBEL
AJARAN%20FILM%20ANIMASI%20TERHADAP%20HASIL%20BELAJAR%20(
Studi%20Eksperimen%20pada%20Mata%20Pelajaran%20IPS%20Siswa%20Kelas%
20VII%20SMPN%206%20Banjarmasin).

Linarwati, M., Fathoni, a., & Minarsih, M. M. (2016). Studi deskriptif pelatihan dan
pengembangan sumberdaya manusia serta penggunaan metode behavioral event
interview dalam merekrut karyawan baru di Bank Mega cabang Kudus. Jurnal
Managemen, 2(2)

Rahmattullah, M., (2011). Pengaruh pemanfaatan media pembelajaran film animasi terhadap
hasil belajar. Edisi Khusus No. 1, 178 - 186. Diakses pada 30 Maret 2019 pukul 22.50
di http://www.academia.edu/download/39899592/972-3008-1-PB.pdf.

Sugiyono. (2011). Mengenal penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitati, dan


R&D. Bandung: Alfabeta.