Anda di halaman 1dari 6

KARAKTERISTIK INOVASI PENDIDIKAN

Pendahuluan
Di dalam pelaksanaan inovasi pendidikan membutuhkan proses usaha yang
sungguh-sungguh agar hasil yang diperolah dapat bermanfaat bagi pengembangan
pendidikan yang ada di Indonesia. Salah satu langkah yang harus dikerjakan adalah
dengan melihat situasi pendidikan yang ada di Indonesia, apakah perlu inovasi atau
sudahkah tidak memerlukan inovasi terhadap sistem pendidikan yang ada? Apakah
sistem pendidikan tidak memerlukan pengembangan agar lebih baik dan mengikuti
perkembangan dan kecanggihan teknologi pada abang ke-21?
Adakah keuntungan dalam pelaksanaan inovasi pendidikan atau adakah dampak
buruk yang terjadi? Bagaimana karakteristik inovasi pendidikan? Maka perlu
diperhatikan bahwa pendidikan di Indonesia memiliki berbagai konteks dan
keberagaman, untuk itu diperlukan proses untuk melaksanakan inovasi pendidikan
ke arah yang lebih baik.
Pendidikan merupakan salah satu dari beberapa faktor penting dalam usaha
pembangunan yang dilakukan oleh suatu Negara. Pendidikan merupakan upaya
pengembangan potensi manusiawi dari para peserta didik, baik berupa fisik, cipta
maupun karsa agar potensi tersebut menjadi nyata dan dapat berfungsi bagi
kehidupan (Salahuddin, 2011). Namun tidaklah cukup hanya sampai di situ saja,
karena praktisi dan akademisi harus berupaya untuk melakukan inovasi dalam
mengembangkan pendidikan, Inovasi pendidikan haruslah didasarkan pada tujuan
pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang akan mencerdaskan
kehidupan bangsa dan membentuk manusia yang kompetitif dan bermartabat.
Inovasi merupakan suatu ide, praktek ataupun objek yang dianggap sebagai
sesuatu yang baru oleh seseorang, sehingga inovasi tersebut dapat dipandang
sebagai usaha untuk mencapai suatu tujuan. Santoso S. Hamijoyo berpendapat
bahwa inovasi pendidikan merupakan suatu perubahan baru yang berbeda dari
sebelumnya, dan sengaja diupayakan untuk meningkatkan kemampuan guna
4
mencapai suatu tujuan dalam dunia pendidikan (Salam, 1997). Sehingga suatu
inovasi pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah usaha mengadakan suatu
perubahan dengan tujuan demi memperoleh hal yang lebih baik dalam bidang
pendidikan (Sa’ud, 2010).
Inovasi pendidikan dilakukan agar masalah-masalah kependidikan dapat
terpecahkan. Inovasi pendidikan merupakan suatu ide, barang atau metode yang
dirasakan/ diamati sebagai suatu hal baru bagi seseorang atau kelompok/
masyarakat, yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk
memecahkan masalah pendidikan baik yang berupa hasil inversi (penemuan baru)
atau discoveri (baru ditemukan orang) (Ihsan, 1995). Berdasarkan uraian tersebut,
karakteristik inovasi pendidikan sangatlah berperan penting dalam dunia
pendidikan
yang menjadi tujuan dari sebuah inovasi pendidikan dapat terwujud. Dalam dunia
pendidikan ini, inovasi merupakan hal yang mutlak dilakukan karena tanpa inovasi
maka dunia pendidikan tidak akan berkembang yang kemudian berdampak pada
elemen kehidupan yang lain seperti politik, ekonomi, sosial dan lain sebagainya.
A. Pengertian Karakteristik Inovasi Pendidikan
Dalam perkembangannya inovasi memiliki karakteristik yang dapat dilihat di
dalam pengembangn pendidikan dan kegiatan belajar mengajar. Menurut Rogers
menawarkan bahwa karakteristik inovasi pendidikan bertujuan untuk mengurangi
ketidakpastian inovasi dan membantu menentukan setiap invidu menerima inovasi
yang ada (Sholahuddin, 2017:7). Untuk dapat mengurangi ketidapastian dalam
berinovasi maka diperlukan penjelasan terhadap karakteristik inovasi yang dapat
membantu setiap invidu untuk menerima sebuah inovasi yang baru. Menurut
Kristiawan mengartikan karakteristik adalah ciri khas yang dimiliki oleh setiap
individu, sedangkan inovasi adalah ide suatu ide yang diamati oleh sekelompok
orang yang digunakan untuk mencapa tujuan di dalam pendidikan (Kristiawan,
2017:
26). Sejalan dengan pendapat itu maka Sugandini memperjelas bahwa inovasi
5
merupakan sebuah ide dan juga praktek yang dapat diadopsi oleh sekelompok
masyarakat (Sugandini, tt:1). Sedangkan menurut Rusdiana menuturkan tujuan
inovasi adalah untuk memecahkan permasalahan di dalam pendidikan (Rusdiana,
2014: 46). Dari penjelasn tentang karakteristik ini dapat dipahami bahwa
karakteristik inovasi pendidikan membutuhk sebuah ide, gagasan dan juga praktek
yang dapat dilakukan agar dapat membantu masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan
penjelasan dalam jurnal Education Innovation and Research bahwa inovasi ialah
innovation as the implementation not just of new ideas, knowledge and practices
but
also of improved ideas, knowledge and practices (Kostoff, 2003). Sehingga bukan
hanya sekedar teori, dan ide yang dapat digagas oleh individu dan ditawarkan
kepada masyarakat atau suatu kelompok untuk dilihat dan dinikmati, melainkan
dalam karakteristik inovasi diperlukan peningkatan dan tidak mengalami stagnasi
atau kemandekan.
Dari beberapa penjelasan ini diperlukan usaha dan pikiran agar dapat
menghasilkan sebuah hasil yang bermanfaat dan up-date sesuai dengan
perkembangan zaman. Memang di dalam hal ini dalam proses pelaksanaannya
membutuhkan proses yang lama. Dari proses terlihat keuntungan relative inovasi
yang bermanfaat bagi masyarakat atau pendidikan.
a. Keuntungan Relatif Inovasi
Keuntungan Relatif merupakan sejauh mana suatu inovasi dapat
memberikan manfaat/ keuntungan bagi penerimanya (Rogers, 1993:14-16).
Manfaat
atau keuntungan tersebut dapat diukur berdasarkan nilai ekonominya, prestise
sosial, kenyamanan, kepuasaan atau karena mempunyai komponen yang sangat
penting. Maka semakin menguntungkan bagi pengguna akan semakin cepat
tersebar inovasi. Salah satu contoh adalah penggunaan power point di kelas yang
dapat menarik minat siswa untuk belajar, jika sebelumnya hanya menggunakan
lembaran kertas atau papan tulis saja. Jadi di dalam penggunaan power point dapat
ditambahkan audio-visual, gambar yang memberikan kemudahan bagi siswa untuk
6
mengerti (Adhi, 2013 http://danangadhi.esy.es/2013/11/analisis-salah-satu-
contohinovasi-tp-berdasarkan-5-karakteristik-inovasi/).
Cepat atau lambatnya penerimaan suatu inovasi oleh masyarakat luas dapat
dipengaruhi oleh karakteristik inovasi itu sendiri. Everett M. Rogers (1993)
mengemukakan karakteristik inovasi yang dapat mempengaruhi cepat/ lambatnya
penerimaan suatu inovasi.
b. Kompatibel/ Compatibility
Kompatibel merupakan tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (values),
pengetahuan lalu, dan kebutuhan dari penerima (Rogers, 1993). Inovasi yang
kurang sesuai dengan nilai dan norma yang diakui oleh penerima maka tidak akan
diterima secepat inovasi yang sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam
masyarakat. Misalnya penyebarluasan inovasi penggunaan alat kontrasepsi di
masyarakat yang mempunyai keyakinan agamanya melarang penggunaan alat
tersebut, maka hal itu tentu akan menghambat penyebaran inovasi. Sedangkan di
dalam pendidikan adalah melarang penggunaan handphone ketika melaksanakan
perhitungan matematika disebabkan siswa kurang kreatif dalam melaksanakan
perhitungan dan penjumlahan atau perkalian dan pengurangan. Ada guru-guru
tertentu melarang siswanya untuk melaksanakan perhitungan dengan manual dan
sesuai dengan langkah-langkahnya.
c. Kompleksitas
Kompleksitas merupakan tingkat kesukaran untuk memahami dan
menggunakan suatu inovasi. Suatu inovasi yang mudah dimengerti dan mudah
digunakan oleh penerima maka akan cepat tersebar, sedangkan suatu inovasi yang
sulit dimengerti atau sulit digunakan oleh penerima maka proses penyebarannya
akan lebih lambat. Misalnya masyarakat pedesaan yang tidak mengetahui tentang
teori penyebaran bibit penyakit melalui kuman, ketika dalam penyuluhan kesehatan
diberitahu agar membiasakan memasak air yang akan diminum, karena air yang
7
tidak dimasak jika diminum dapat menyebabkan sakit perut. Tentu saja ajakan itu
sulit dimengerti. Semakin mudah dimengerti suatu inovasi maka semakin mudah
diterima oleh masyarakat.
d. Trialability
Trialabilitas merupakan dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh
penerima. Suatu inovasi yang dapat dicoba akan lebih cepat diterima oleh
masyarakat daripada inovasi yang tidak dapat dicoba terlebih dahulu. Misalnya
penyebarluasan penggunaan bibit unggul padi gogo akan lebih cepat diterima jika
masyarakat dapat mencoba menanam dan dapat melihat hasilnya.
e. Dapat Diamati (Observability)
Observabilitas merupakan mudah tidaknya suatu inovasi diamati proses dan
juga hasilnya. Suatu inovasi dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat jika
inovasi tersebut dapat diamati hasil serta prosesnya, sebaliknya sutu inovasi akan
lambat dan sukar untuk diterima masyarakat jika inovasi tersebut sukar diamati
hasil
serta prosesnya. Misalnya penyebarluasan penggunaan bibit unggul padi, karena
petani yang menggunakan bibit unggul tersebut dapat dengan mudah melihat hasil
dan prosesnya maka inovasi tersebut akan lebih mudah disebarluaskan dan
diperkenalkan (Ibrahim, 1988). Adapun beberapa kemampuan bidang yang dapat
diamati, diantaranya 1) manajemen pendidikan, 2) metodologi pengajaran, 3) media
pembelajaran, 4) sumber belajar, 5) pelatihan guru, 6) implementasi kurikulum. Di
dalam pelaksanaan pengamatan perlu pemahaman yang akurat dan dapat
dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Salah satunya adalah penelitian
lapangan atau dalam bentuk karya ilmiah.
8
C. Penutup
Everett M. Rogers mengemukakan bahwa karakteristik inovasi yang dapat
mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan suatu inovasi adalah sebagai
berikut a. Keuntungan relatif yaitu sejauh mana inovasi dapat memberikan manfaat
atau keuntungan, bagi penerimanya; b. Kompatibel (Compatibility) yaitu tingkat
kesesuaian inovasi dengan nilai (value), pengalaman lalu, dan kebutuhan dari
penerima; c. Kompleksitas (complexity) yaitu tingkat kesukaran atau kerumitan
untuk
memahami dan menggunakan inovasi bagi penerima; d. Trialabilitas (Trialability),
yaitu dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima; e. Dapat diamati
(Observability) yaitu mudah atau tidaknya diamati suatu hasil inovasi.
9
DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim. (1988). Inovasi Pendidikan. Jakarta: PPLPTK, Ditjen Depdikbud.
Ihsah, F. (1995). Dasar-Dasar Pendidikan . Jakarta: Rineka Cipta.
Kostoff. (2003). Education Innovation and Research. Neterlands: ICW Press.
Kristiawan, d. (2018). Inovasi Pendidikan. Ponorogo: Wade Group.
Research, E. I. (2016). Centre For Educational Research And Innovation. Paris:
OECD Publishing.
Rogers E, M. (1993). Difussion of Innovation. New York: The Free Press.
Rusdiana. (2014). Konsep Inovasi Pendidikan. Bandung: CV. Setia Pustaka.
Salahuddin, A. (2011). Filsafat Pendidikan . Bandung: Pustaka Setia.
Salam, B. (1997). Pengantar Pedagogik (Dasar-Dasar Ilmu Mendidik). Jakarta :
Rineka Cipta.
Sa'ud, U. (2010). Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sholahuddin. (2012). Pengaruh Karakteristik Inovasi Terhadap Nilai Mengadopsi
Solopos Epaper. Surakarta: Sekolah Pasca Sarjana Univ Muhammadiyah Surakarta.
Sugandini, D. (n.d.). Karakteristik Inovasi, Pengetahuan, Komunikasi
Pemasaran,Persepsi Risiko Dan Stockout Dalam Keputusan. (p. 5). Yogjakarta:
Universita Gadjah Mada.
Adhi, 2013 http://danangadhi.esy.es/2013/11/analisis-salah-satu-contoh-inovasi-
tpberdasarkan-5-karakteristik-inovasi/ diakses tanggal 18 September 2018, Pukul
12.04