Anda di halaman 1dari 8

FAKTOR PENTING DALAM BUDIDAYA TANAMAN JERUK KEPROK

Oleh
KELOMPOK 9

Titania Agustina D. 161510501007


Ulin Nuha Soraya 161510501210
Antin Ekana Dewi 161510501246
Rika Ningtias 161510501247
Ike Noviana 161510501252

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tanaman jeruk merupakan tanaman yang berasal dari daerah Asia bagian
selatan yaitu India Timur Laut dan Myanmar Utara. Budidaya jeruk pertama kali
dilakukan di Negara Cina dan menyebar ke Indonesia karena Belanda mendatangkan
tanaman jeruk dari Amerika dan Itali. Jeruk merupakan salah satu tanaman unggulan
nasional yang keberadaan menyebah hampir diseluruh Indonesia. Jeruk yang
berkembang di Indonesia selama ini adalah jeruk siam/keprok dan jeruk besar dengan
lokasi sentra yang berbeda. Sentra jeruk siam/keprok di Indonesia adalah provinsi
Sumatera Utara dan Jawa timur. Sementara sentra jeruk besar ada di provinsi
Sulawesi Selatan dan Jawa Timur (Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.,
2016).
Tahun 2016 produksi jeruk di Indonesia diperkirakan mencapai 2,64 juta ton
dan terus meningkat hingga tahun 2020 dengan perkiraan produksi sebesar 3,25 juta
ton. Rata-rata peningkatan produksi jeruk tahun 2016 sampai 2020 diperkirakan
sebesar 4,93% per tahun (Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian., 2016).
Pencapaian proyeksi produksi jeruk di Indonesia tersebut harus didukung dengan
produksi jeruk yang tinggi.
Berdasarkan jenisnya budidaya jeruk memiliki spesifikasi lahan yang berbeda –
beda. Oleh karena itu budidaya jeruk harus disesuaikan dengan kebutuhan
pertumbuhannya sehingga dapat berproduksi secara maksimal. Salah satu kondisi
lingkungan yang menjadi kunci produksi dalam budidaya jeruk adalah topografi
lahan tanah, dan jenis tanah. Apabila tanaman jeruk tidak diibudidayakan pada daerah
yang sesuai , maka akan berpegaruh terhadap pertumbuhan tanaman jeruk,
pemeliharaan, dan produksi. Produksi tanaman jeruk dapat menurun tidak hanya dari
segi spesifikasi lahan, melainkam juga faktor karena gangguan dari hama dan
penyakit. Penyakit yang menyerang tanaman jeruk dapat disebabkan karena beberapa
hal misalnya lingkungan yang tidak sesuai, tertular dari tanaman lain dan lain – lain.
PEMBAHASAN

2.1 Alasan Jeruk Keprok Cocok dibudidayakan di Dataran Tinggi

Gambar 1. Keprok Batu 55 Gambar 2. Keprok Berstepu

Tanaman jeruk dapat di tanam pada berbagai ketinggian, mulai dari dataran
rendah sampai dataran tinggi, tergantung dari varietasnya. Namun jenis jeruk keprok
memiliki pertumbuhan yang optimal apabila di tanam pada dataran tinggi.
Tabel 1. Kandungan Jeruk Keprok Berdasarkan Ketinggainnya.

Berdasarkan data tabel tersebut dapat dilihat tanaman jeruk keprok yang
ditanam di ketinggian lebih dari 1000 mdpl memiliki kandungan yang juice, serat dan
kadar air yang lebih rendah, sedangkan tanaman jeruk keprok yang di tanam di
ketinggian kurang dari 1000 mdpl memiliki kandungan juice, air, yang lebih tinggi.
Tinggi rendahnya suatu tempat sangat mempengaruhi karateristik jeruk, misal pada
Jeruk Keprok Batu 55 mempunyai cita rasa manis, sedikit masam dan segar dengan
tingkat kemanisan 10-12° brix, bentuk buah bulat, ukuran buah sedang, warna kulit
buah kuning-oranye, warna daging buah orange dan produktivitasnya antara 40-60
kg/pohon/tahun. Area pengembangannya di dataran tinggi antara 700-1200 m dpl.
Jeruk Keprok Brastepu mempunyai cita rasa manis segar dengan tingkat
kemanisan 9,0-11,0° brix, Bentuk buah bulat sedikit pipih, Ukuran buah sedang,
Warna kulit buah kuning-oranye, Warna daging buah orange dan Produktivitasnya
antara 20-30 kg/pohon/tahun.Area pengembangannya di dataran tinggi antara 800-
1400 m dpl. Kemudian alasan tanaman jeruk keprok sesuai dibudidayakan pada
daerah dataran tinggi, karena jenis jeruk tersebut memerlukan suhu yang lebih dingin
20o C dan dengan tanaman jeruk tersebut di tanam pada dataran tinggi dapat
memperoleh penyinaran yang lebih optimal, karena jeruk termasuk tanaman yang
tidak menyukai naungan.

2.2 Alasan jenis jeruk yang lain cocok dibudidayakan di Dataran Rendah
Tanaman jeruk bisa ditanam di berbagai ketinggian, salah satunya bisa ditanam
di dataran rendah. Tanaman jeruk yang bisa ditanam di dataran rendah tergantung
varietas jeruk, karena apabila tanaman jeruk tidak sesuai dengan ketinggian maka
bisa berpengaruh dengan kualitas buah jeruh yang dihasilkan. Contohnya varietas
jeruk yang ditanam di dataran rendah yaitu jeruk siam yang memiliki daging yang
lunak dan segar, serta rasanya yang manis, sedangkan apabila ditanam di dataran
tinggi akan berasa masam. Tanaman jeruk yang tidak cocok dengan dataran tinggi
juga akan menyebabkan pertumbuhan kurang optimal dan pembentukan bunga tidak
akan menjadi buah. Ketinggian tempat tanam buah juga akan mempengaruhi suhu
yang berada di suatu daerah, sehingga bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman
jeruk. Suhu yang cocok untuk tanaman jeruk yaitu sekitar 25-30oC (Naila, 2009).
Gambar 3. Jeruk Siam

2.3 Pengaruh Ketinggian Budidaya Tanaman Jeruk Keprok Terhadap


Produktivitas Tanaman
Tanaman Jeruk keprok merupakan salah satu tanaman jeruk yang di tanam di
ketinggian 700-1200 mdpl. Sebagian besar tanaman jeruk keprok menyukai kondisi
iklim yang memiliki kecepatan angin 40-48%, suhu yang di perlukan antara 23-30oC,
kelembapan Optimum 70-80% (Azhari dkk, 2014).. Tanaman jeruk keprok apabila di
tanamn sesuai dengan kecocokan iklim atau syarat tumbuh tersebut maka akan
menghasilkan buah yang memiliki kualitas dan produktivitas yang tinggi. Keadaan
iklim tersbut dapat mendukung pertumbuhan tanaman jeruk agar dapat tumbuh
dengan optimal, sehingga dapat dijadikan pedoman yang pas untuk penanaman jeruk
keprok yang optimal dengan melihat syarat tumbuh tersebut. Salah satu yang sangat
mempengaruhi produktivitas tanaman jeruk keprok adalah ketinggian tempat.
Ketinggian tempat menjadi faktor yang sanagt mempengaruhi dikarenakan ketinggian
tempat dapat memiliki spesifikasi iklim yang berbeda tiap ketinggiannya sehingga
dapat mempengaruhi produktifitas tanaman jeruk.
Tanaman jeruk keprok yang ditanam pada ketinggian kurang atau lebih dari
syarat tanam tanaman jeruk dapat menurunkan produktivitas tanaman jeruk. Pada
tanaman jeruk yang ditanam pada ketinggian kurang dari 700 mdpl akan menurunkan
produktivitas tanaman jeruk yang di pengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor kecepatan
angin, pada ketinggian kurang dari 700 mdpl atau pada wilayah dekat dengan pantai
maka kecepatan angin semakin meningkat yang mengakibatkan kerontokan pada
bunga tanaman jeruk keprok sehingga tanaman jeruk keprok produksinya menurun
(Azhari dkk, 2014). Faktor serangan hama, serangan hama pada tanaman jeruk keprok
di bawah ketinggian 700 mdpl akan mengalami seranggan hama yang lebih tinggi, hal
tersebut dikarenakan hama atau serangga tidak banyak yang tahanė dan tinggal di
daerah dataran tinggi sehingga populasi hama semakin tinggi sehingga dapat
menurunkan produktivitas tanaman.
Penanaman tanaman jeruk keprok pada ketinggian yang melebhi batas syarat
tumbuh juga akan mempengaruhi produktivitas tanaman jeruk. Pada tanaman jeruk
yang ditanam di ketinggian lebih dari 1200 mdpl suhu akan semakin rendah, makan
akan mengganggu proses pembungaan tanaman jeruk sehingga dapat mengurangi
bakal bunga dan produktifitas tanaman jeruk, selain itu suhu yang terlalu tinggi pada
tanaman jeruk keprok yang di tanam kurang dari 700 mdpl juga mempengaruhi
pembungaan tersebut (Wayik dan Arifin, 2018). Ketinggian tempat juga
mempengaruhi kelembapan lingkungan budidaya tanaman jeruk keprok. Tanaman
jeruk keprok merupakan tananam yang sensitif terhadap kelembapan karena pada
kelembapan yang kurang dari syarat tumbuh atau lebih akan mempengaruhi proses
pembunganan dan keluar nya cairan dalam tanaman. Kelembapan yang terlalu tinggi
juga dapat menyebabkan penularan penyakit CVDV semakin meluas (Wahyuningsih,
2009).
KESIMPULAN

Tanaman jeruk keprok merupakan tanaman yang banyak dikembangkan di


Indonesia. Tanaman jeruk di indonesia sangat berotensi karena dapat berproduksi
dengan baik. Terdapat faktor yang paling penting dalam budidaya tanaman jeruk
keprok, faktor tersebut adalah ketinggian budidaya tanaman jeruk keprok. Ketinggian
lokasi budidaya tanaman jeruk dapat mempengaruhi kualitas dan produksi buah jeruk,
seperti rasa buaj jeruk, ukuran buah jeruk dan banyaknya buah jeruk. Selain itu faktor
ketinggian budidaya dapat menyebabkan kendala dalam budidaya seperti adanya
serangan hama dan penyakit, dan kerontokan bunga. Sehingga diperlukan syarat
tumbuh yang sesuai dalam budidaya tanaman jeruk keprok.
DAFTAR PUSTAKA

Azhari, H., Zainuri, H., Arry, S. 2014. Kajian Dampak Iklim Ekstrim Curah Hujan
Tinggi (La-Nina) Pada Jeruk Siam (Citrus Nobilis var. Microcarpa) Di
Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Lumajang. Planta Tropika. 2(1): 49-55.

Naila, A. 2009. Perbanyakan Tanaman Jeruk Keprok (Citrus nabilus Lour) dengan
Teknik Okulasi. Skripsi. Diterbitkan. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas
Maret: Surakarta

Soelarso, B. 1996. Budidaya jeruk Bebas Penyakit.Yogyakarta: Kanisisus.


Kementrian Pertanian. 2016. Outlook Jeruk. Pusqta Data Dan Informasi
Pertanian.

Wahyuningsih. 2009. CVPD Pada Jeruk (Citrus Spp.) dan Upaya Pengendaliannya.
Vis Vitalis. 2(2): 65-73

Wayik, M, A dan Arifin. 2018. Hubungan Unsur Iklim pada Tanaman Jeruk Batu 55
(Citrus spp.) di Kota Batu. Produksi Tanaman. 6(6): 1034-1041.

http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/jeruk-dataran-tinggi/