Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PENGANGGARAN MODAL

(Capital Budgetting)

Disusun Oleh
Vikha Sulaini (178330001)
Aulina (178330002)
Tasha Hasibuan (178330064)
Dewi Pratiwi (178330070)
Roro Marina Irianti (178330093)

1
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga
terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-
natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu
berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan
pembuatan makalah sebagai tugas akhir dari mata kuliah Akuntansi Manajemen Lanjutan dengan
judul “Investasi Dalam Aktiva Tetap (Penganggaran Modal)”.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik
serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah
yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis
mohon maaf yang sebesar-besarnya.

2
DAFTAR ISI
Halaman Judul..........................................................................................................................................i
Kata Pengantar..............................................................................................................................................ii
Daftar Isi.......................................................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................................................2
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................................................3
1.3 Tujuan……………………………………………………………………………………………………………………………………………..3

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………………………………………………4

2.1 Capital Budgeting……………………………………………………………………………………………………………………….

2.2 Resiko Penganggaran Modal…………………………………………………………………………………………………....

2.3 Keseluruhan Peranan Capital Budgeting............................................................................

2.4 Metode Keputusan Penganggaran Modal........................................................................

BAB III PENUTUP............................................................................................................................11

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………………………………..

DAFTAR ISI........................................................................................................................................12

BAB I

3
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Di sebagian besar perusahaan, capital budgeting adalah salah satu sumber utama

keuntungan perusahaan tersebut. Karena dengan adanya capital budgeting mereka dapat

menghitung tingkat keuntungan yang akan mereka dapatkan pada jangka panjangnya

Penganggaran modal adalah istilah yang sering kita dengar pada saat berhubungan dengan

uang. Tapi seringkali istilah penganggaran modal disalah tafsirkan sebagai alat untuk menghitung

keuntungan saja, padahal penganggaran modal (capital budgeting) bukan hanya sekedar itu saja.

Pada umumnya, proyek menggunakan penganggaran modal sebagai dasar untuk mengambil

keputusan investasinya, seperti mengganti mesin produksi atau mengganti sistem pembuangan limbah

pabrik.

Keputusan dalam penganggaran modal akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap

kesehatan keuangan perusahaan dalam waktu jangka panjang. Sebuah proyek yang dibuat berdasarkan

pada keputusan penganggaran modal akan dapat berjalan lancar dan akan mendorong pemasukan

perusahaan jangka panjang. Namun sebaliknya, penggangaran modal yang tidak tepat akan mengakibatkan

proyek perusahaan mengalami kerugian atau kebangkrutan. Selain itu, keputusan penganggaran modal

juga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan seperti jenis barang atau jasa apa yang

akan dibuat? Bagaimana menjualnya pada pelanggan? Bagaimana menjualnya ke pasar? Pada prinsipnya

penganggaran modal memiliki arti yang sangat penting dalam hal: 1. Penganggaran modal merupakan

keputusan jangka panjang, 2) Dalam melakukan investasi dibutuhkan dana yang besar

1.2. Rumusan Masalah


4
Perumusan masalah bertolak dari latar belakang di atas Apa itu Capital Budgeting (Penganggaran

Modal) dan Bagaimana keseluruhan peranan Capital Budgeting bagi perusahaan.

1.3. Tujuan

Tujuan dari pembahasan rumusan masalah dari makalah ini yaitu untuk mengetahui lebih

jelas lagi apa itu capital budgeting, manfaat, peranan, serta teknik yang berhubungan dengan

penganggaran modal.

BAB II

5
PEMBAHASAN

2.1. Capital Budgeting ( Penganggaran Modal )


Penganggaran Modal (Penganggaran Modal) Istilah penganggaran modal digunakan untuk

melukiskan tindakan perencanaan danpembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian

equipmen baru untukmemperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.

Dalam operasional sebuah perusahaan, perusahaan akan melakukan investasi dalam aktiva
tetap dengan harapan untuk mendapatkan kembali dana yang diinvestasikan tersebut seperti pada
aktiva lancar.

Penganggaran modal atau capital budgeting merupakan keseluruhan proses perencanaan


dan pengambilan keputusan terkait dana dimana jangka waktu pengembalian dana tersebut
melebihi waktu satu tahun.

2.2. Resiko Dalam Penganggaran Modal

Ada 3 (tiga) jenis dalam proses penggaran moda. Masalahnya adalah sulit untuk mengukur

resiko-resiko tersebut secara tepat. Kelemahan ini menyebabkan perhitungan resiko dalam

keputusan penganggaran modal menjadi sulit. Pada dasarnya ada 2 (dua) metode untuk

memasukkan pertimbangan risiko kedalam keputusan penganggaran modal, yaitu :

A. Metode Certainly Equivalent (CE)

Konsep Certainty Equivalent adalah merubah sesuatu yang tidak pasti menjadi sesuatu yang

pasti. Pada umumnya metode ini semakin tinggi resiko maka semakin kecil certainly

equivalentnya. Metode ini memasukkan unsur resiko pada arus kas proyek dan tidak pada tingkat

diskonto. Metode CE sangat sederhana dan mudah dimengerti, namun kelemahan dari metoda ini

adalah faktor subyektif dalam menentukan CE sangat tinggi karena setiap orang punya pandangan

6
dan keengganan terhadap risiko yang berbeda. Kelebihan CE adalah kita dapat

mempertimbangkan resiko yang tidak sama setiap tahun.

B. Metode Risk Adjusted Discount Rate (RADR)

Metode Risk Adjusted Discount Rate (RADR) memasukkan unsur risiko kedalam Discount

rate. Menurut metoda ini untuk menghitung NPV suatu proyek, kita tetap menggunakan arus kas

yang diharapkan. Arus kas yang diharapkan ini lalu didiskontokan dengan discount rate yang

sudah disesuaikan dengan resiko proyek. Metoda CE sangat sederhana dan mudah dimengerti,

namun RADR lebih sering digunakan karena lebih mudah diperkirakan berdasarkan data yang

ada pada pasar daripada menentukan arus kas CE.

2.3. Keseluruhan Peranan Capital Budgeting


A. Pentingnya Penganggaran Modal
1. Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangkaw aktu panjang.
2. Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang akan

datang.
3. Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar.
4. Kesalahan dalam pengambilan keputusan pengeluaran modal tersebut akan berakibat panjang dan

sulit diperbaiki.
5. Penganggaran modal yang efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan

aktiva.
6. Pengeluaran modal sangatlah penting
B. Klasifikasi Proyek
1. Replacement: perawatan bisnis
Mengganti peralatan yang rusak
2. Replacement: pengurangan biaya
Mengganti peralatan yang sudah ketinggalan jaman sehingga mengurangi biaya
3. Ekspansi produk atau pasar yang sudah ada
Pengeluaran2 untuk meningkatkan output produk yang sudah ada atau menambah toko.
4. Ekspansi ke produk atau pasar yang baru
5. Proyek keamanan atau lingkungan
6. Penelitian dan pengembangan
7
7. Kontrak jangka panjang, Kontrak untuk menyediakan produk atau jasa pada kustomer tertentu
8. Lain-lain. (Bangunan kantor, tempat parkir, pesawat terbang perusahaan.)

C. Tahap – Tahap Penganggaran Modal


1. Biaya proyek harus ditentukan
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yang diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir

aktiva
3. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran kas)
4. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukan biaya modal (cost of

capital) yang tepat untuk mendiskon aliran kas proyek.


5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk

memperkirakan nilai aktiva.


6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yang diharapkan dibandingkan dengan biayanya

D. Manfaat Penganggaran Modal


1. Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka

waktunya lebih dari satu tahun.


2. Agar tidak terjadi over invesment atau under invesment
3. Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar.
4. Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.

2.4. Metode Keputusan Penganggaran Modal


A. Payback periode
Jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam,

semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil/

dihadapi (periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan bisa

kembali).
· Kebaikan : Sangat mudah diterapkan
· Kelemahan : Tidak memperhatikan time of money value, tidak memperhatikan cash in flow

setelah masa payback sehingga tidak bisa digunakan sebagai alat ukur.
· Rumus:

Payback periode = jumlah investasi * 1 tahun

Proceed

8
jika payback periode > umur ekonomis, investasi ditolak

jika payback periode < umur ekonomis, investasi diterima

B. Net Present Value (NPV)

Metode penilaian investasi yang menggunakan discounted cash flow. (mempertimbangkan

nilai waktu uang pada aliran kas yang terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima

pada masa yang akan datang).

· Rumus :

NPV = PVNCF – PVNOL

· Langkah – langkah :
1) Tentukan discount rate yang digunakan berdasarkan biaya modal atau Required Rate Of Return.
2) Menghitung present value dari net cash flow.
3) Menghitung present value dar net outlay.
4) Menghitung present value dengan mengurangkan PVNCF dengan PVNOL.
5) Kriteria = * jika NPV (+), investasi diterima. Jika NPV (-), investasi ditolak.
· Kebaikan : Memperhitungkan time value of money, Memperhitungkan seluruh cash flow

selama usia investasi.


· Kelemahan : Dalam membandingkan dua investasi yang sama modalnya, nilai tunai netto tidak

dapat digunakan sebagai pedoman.

C. Internal Rates Of Return (IRR)

Tingkat pengembalian yang dihasilkan atas suatu investasi atau discount rate yang

menunjukkan present value cash flow = present value outlay. IRR yang didapat dibandingkan

dengan biaya modal yang ditanggung perusahaan.

· Rumus :
P2-P1
IRR = P1-C1

C 2-C1

Dimana :
9
P = Discount rate

C = NPV

Jika IRR > P, investasi diterima. Jika IRR < P, Investasi ditolak.

D. Profitability Index

Membagi nilai antara sekarang arus kas masuk yang akan datang diterima diwaktu yang

akan datang dengan arus kas keluar.

· Rumus :

Profitability Index = PV. Proceed

PV. Outlay

Jika PI > 1, investasi diterima

Jika PI < 1, investasi ditolak

E. Accounting Rate of Return

Mendasarkan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku/reported acc.Income. Metode

ini menilai suatu dengan memperhatikan rasio antara rata-rata dengan jumlah modal yang ditanam

(initial investment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata-rata modal yang ditanam.

· Kebaikan : terletak pada kesederhanannya yang mudah dimengerti karena menggunakan data

akuntansi yang tersedia.


· Kelemahan : Tidak memperhatikan time of money value, Untuk proyek yang ada rata-rata laba

bersihnya
· Rumus :
ARR = Jumlah EAT * 100%

Jika ARR > 100%, investasi diterima


10
Jika ARR < 100%, investasi ditolak

BAB III

PENUTUP
3.1. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, Penganggaran Modal (capital budgeting) sangatlah penting dalam

menentukan alur kas,investasi dan penanaman saham. Dimana bila perhitungan atau keputusan

untuk pengambilan penganggaran modal tepat, maka keuntungan bagi perusahaan akan

meningkat sesuai dengan perhitungan. Dan sangatlah penting bagi manajer keuangan untuk

sangat hati-hati dalam mengambil keputusan dengan keadaan keuangan suatu perusahaan.

11
DAFTAR PUSTAKA

 http://blogdeta.blogspot.co.id/2009_09_01_archive.html

 http://feuh-kel11.blogspot.co.id/2013/10/penganggaran-modal.html
 www.library.upnvj.ac.id/pdf/s1manajemen09/205111068/skripsi.pdf
 https://ughytov.wordpress.com/2011/05/15/anggaran-modal-capital-bugdeting/
 Kaplan, Robert S, Akuntansi Manajemen, 1982.
 Buku Akuntansi Manajemen : konsep, manfaat dan rekayasa,1997.

12