Anda di halaman 1dari 22

Abdul majid

Phone 0812 4444 2114


Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

BUDIDAYA BURUNG PUYUH


( Coturnix-coturnix Japonica )

1. SEJARAH SINGKAT
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil,
berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-
Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang
pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke
penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak
akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di
Indonesia.

2. SENTRA PETERNAKAN
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa
Timur dan Jawa Tengah

3. JENIS
kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. MANFAAT
1) Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
2) Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
3) Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan
sebagai pupuk tanaman

5. PERSYARATAN LOKASI
1) Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
2) Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur
pemasaran
3) Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
4) Bukan merupakan daerah sering banjir
5) Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

1|abdul majid phone 0812 4444 2114


Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga)


unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan)
dan feeding (makanan ternak/pakan)
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

1. Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang
yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar
30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan
malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata
letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam
kandang.

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem
litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2
dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10
hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa
bertelur.

Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:

a. Kandang untuk induk pembibitan


Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan
menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan
digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu
ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.
b. Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini
mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan
kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
c. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai
umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi
untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap
terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu
dilengkapi alat pemanas.
Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm,
tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).
d. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6
minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur.
Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

2.

2|abdul majid phone 0812 4444 2114


Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

3. Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan
tempat obat-obatan.

6.2. Peyiapan Bibit


Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3
(tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan
pengelolaan usaha peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga)
macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau
bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik
produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar
dapat menjamin telur tetas yang baik.

6.3. Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif


Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan
lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini
mungkin.

2. Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang
kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan
petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry
Shoup.

3. Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk,
yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil
memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk
pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan
siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari
yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-
menerus.

4. Pemberian Vaksinasi dan Obat


Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam.
Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).
Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan

3|abdul majid phone 0812 4444 2114


Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry
Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

7. HAMA DAN PENYAKIT


7.1. Penyakit

1. Radang usus (Quail enteritis)


Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga
timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berk yang
membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan
mengandung asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh
yang sehat dari yang telah terinfeksi.

2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)


Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata
ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya
gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus,
binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan
ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang
mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada
obatnya.
3. Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut
dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.
4. Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam
menggigil kedinginan.
Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2)
dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet
dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
5. Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki,
mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan
mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

4|abdul majid phone 0812 4444 2114


Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

6. Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata
dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak
terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.
7. Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih
menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.
8. Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga
kebersihannya.

8. PANEN
8.1. Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi
telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.
8.2. Hasil Tambahan
Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan
bulu puyuh.

9. PASCA PANEN
---
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Usaha Budidaya

1) Investasi
a. kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m
(1 jalur + tempat makan dan minum)
Rp. 2.320.000,-
b. kandang besar Rp. 1.450.000,-

2) Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)


a. ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
b. Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
c. Pakan (selama 60 hari)
Jumlah biaya produksi
Keadaan puyuh:
- Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina)

5|abdul majid phone 0812 4444 2114


Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

- Resiko mati 5%, sisa 1900


- Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
- Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina dan Rp 725 jantan
- Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan
Minus Rp. 2.981.200,-
Rp. 4.722.200,-

Rp. 4.408.000,-
Rp. -314.200,-

3) Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)


- 200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
- Obat (vitamin dan Vaksinasi) Rp. 290.000,-
- Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan layak bibit)
Rp. 5.264.051,-
Jumlah biaya produksi Rp. 8.173.576,-

Keadaan puyuh:
- Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlah telur 1373
butir
- Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
- Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
- Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
- Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-

4) Keuntungan dari hasil penjualan Rp. 5.618.924,-

5) Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan)


a. Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

6) Pendapatan
a. Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
b. Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
c. Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
d. Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-

7) Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur, baru

6|abdul majid phone 0812 4444 2114


Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

kemudian puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. Analisa usaha dihitung
berdasarkan harga-harga yang berlaku pada tahun 1999.
10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
---

11. DAFTAR PUSTAKA


1. Beternak burung puyuh, 1981. Nugroho, Drh. Mayen 1 bk. Dosen umum Ternak
Unggas Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Udayana.
2. Puyuh, Tatalaksana Budidaya secara komersil, 1992. Elly Listyowati, Ir. Kinanti
Rospitasari, Penebar Swadaya, Jakarta.
3. Memelihara burung puyuh, 1985. Muhammad Rasyaf, Ir. Penerbit Kanisius (Anggota
KAPPI), Yogyakarta.
4. Beternak burung puyuh dan Pemeliharaan secara komersil, tahun 1985. Wahyuning
Dyah Evitadewi dkk. Penerbit Aneka Ilmu Semarang

12. KONTAK HUBUNGAN


1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS
Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan
Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340,
Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web:
http://www.ristek.go.id

Sumber :
Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

7|abdul majid phone 0812 4444 2114


Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

Tips Merawat dan Memelihara Puyuh Petelur Agar


Tetap Berproduksi dengan Maksimal

Sebelum melanjutkan posting yang ke sekian kali mengenai per-puyuh-an, perlu saya
tekankan sekali lagi bahwa semua tulisan saya sejak pertama merupakan “murni hanya
bercerita” pengalaman. Jadi harap maklum kalau banyak kekurangan di sana sini
terutama mengenai tata cara beternak atau budidaya burung puyuh petelur, karena sama
sekali tidak ada dasar disiplin keilmuan peternakan khususnya ternak unggas maupun
dasar pengalaman mengikuti peternak besar yang sudah maestro. Maka, sekiranya ada
diantara pembaca yang ahli di bidang ternak unggas atau yang sudah lebih
berpengalaman, dimohon untuk memberikan masukan-masukan, kritikan, ataupun
nasehat yang tentu akan sangat berharga buat saya.

Setelah 20 hari masa pembesaran, sudah saatnya burung puyuh dipindah ke kandang
teluran. Sebenarnya 20 hari hari juga hanya patokan saja, sebab ada yang mindahnya
setelah burung puyuh berumur 25 hari atau bahkan 30 hari baru dipindah.
Pada saat memindahkan berarti juga tiba saatnya untuk memberi vaksin flu burung.
Penting nggak penting pemberian vaksin ini relatif diperlukan. Ingat dengan merebaknya
flu burung beberapa saat yang lalu ternyata memang merepotkan peternak-peternak
unggas.
Biaya vaksinasi cukup murah, sudah termasuk vaksin dan jasa berkisar Rp 80 ribu untuk
1000 populasi.

Masa burung puyuh berproduksi adalah masa-masa keemasan bagi peternak setelah
melewati masa pembesaran yang rasanya melelahkan. Melihat telur-telur yang
menggelinding di strimin kandang bagian depan, ada kepuasan tersendiri yang hanya
dimiliki oleh sang peternak.
Seperti pepatah Cina mengatakan: lebih mudah membuka toko daripada mempertahankan
agar toko tetap buka.
Demikian juga dengan masa burung puyuh bertelur adalah masa yang cukup panjang.

8|abdul majid phone 0812 4444 2114


Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

Banyak nantinya aral melintang dan hambatan yang mengganggu si cantik-cantik ini
berproduksi (mereka betina kan? Jadi cantik-cantik…). Bagaimana tips agar produksi
tetap bertahan dalam hitungan “bagus” dan “memuaskan” hingga mengantar mereka
untuk mengembalikan modal kita ? Nah, berikut akan saya sampaikan beberapa tips yang
sebenarnya sederhana dan biasa saja. Para peternak tentu sudah biasa menjalankan, hanya
mungkin tidak sempat menuliskannya.

Produksi telur burung puyuh sudah dalam keadaan stabil maksimal, tetapi kemudian ada
penurunan produksi (beberapa ada yang bahkan cukup signifikan). Kaget itu tentu saja.
Nah, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi hal yang demikian adalah:

1. Burung puyuh sering dalam keadaan kelaparan.


Wah, sebaiknya jangan terlalu menerapkan prinsip ekonomi dengan modal sekecil-
kecilnya untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Jatah pemberian pakan
memang diperlukan untuk mengatur pengeluaran. Tapi pembatasan yang berlebihan demi
untuk penghematan tentu akan dibalas juga dengan penghematan produksi telur. Sayang
kan ?!

2. Rumah induk yang terlalu gelap.


Burung puyuh suka dengan cahaya terang. Maka pemberian lampu sebaiknya siang dan
malam. Salah satunya saya buktikan di beberapa kandang adanya pemusatan telur
mengumpul di satu sisi yang paling terang. Tapi bisa saja apabila penerangan kurang
memadai, burung puyuh akan jarang makan, sehingga otomatis produksi telurnya juga
jarang.

3. Periksa kondisi lingkungan.


Terutama dengan suara-suara yang mengagetkan. Biasanya akan berpengaruh dan
membuat stres sehingga produksi menurun. Kejadian ini juga bisa disebabkan saat
rutinitas “nimpal” atau membersihkan kotoran jaga jangan burung-burung puyuh ini
“grobyakan”, apalagi yang berlebihan. Untuk ini ada vitamin yang perlu diberikan untuk
mengantisipasi hal-hal yang demikian, yaitu vitamin ANTISTRES.

4. Perubahan cuaca dan iklim.


Biasanya dalam masa pancaroba hawa terasa kurang nyaman. Burung-burung puyuh
seakan juga merasakan hal yang sama. Apabila produksinya menurun saat pergantian
musim (pancaroba), berarti burung puyuh memang sedang tidak enak badan. Selain
pemberian antistres dan vitamin C selama tiga hari berturut-turut, untuk memberi energi
pada sore harinya perlu juga pemberian gula pasir untuk minum. Dosis pemberian gula
pasir ialah satu sendok makan untuk 10 liter air (tentu diencerkan terlebih dahulu di air
panas).

5. Pemberian obat perangsang telur.


Banyak manfaat dari obat perangsang telur ini. Selain merangsang produksi, juga

9|abdul majid phone 0812 4444 2114


Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

memperbaiki kondisi telur supaya tidak terlalu kecil atau kerabang tipis. Tapi segera
hentikan jika sudah terlalu banyak telur yang besarnya di luar ukuran biasa.

6. Periksa kebersihan tempat minum.


Kalau tempat minum sudah terlalu kotor, biasanya burung puyuh jadi agak enggan
meminumnya. Otomatis produksi ikut menurun.

7. Rumah induk terlalu pengap.


Karena khawatir kedinginan, kadang ada yang menutup rapat-rapat rumah induk. Ini
tidak baik. Seperti kita juga tidak akan sehat tinggal di rumah yang tidak berventilasi.
Maka beri angin-angin yang menyegarkan hawa di dalam rumah induk. Beri suasana
yang nyaman dengan sirkulasi udara yang cukup untuk burung puyuh tersayang.

8. Adanya penyakit yang menyerang.


Penurunan produksi yang signifikan bisa disebabkan ternyata burung puyuh sedang
terserang penyakit. Tentu memanggil dokter PT Peksi Gunaraharja adalah solusinya.
Atau sebelumnya diberi obat “trimecyne” dulu apabila terlihat burung-burung puyuh
dalam kondisi layu, pucat, dan kotoran yang buruk (berak putih atau berak hijau). Untuk
yang ini saya tidak bisa menceritakan lebih lanjut, karena hanya berdasar mendengarkan
keterangan dan pengalaman peternak lain. Penulis jangan mengalaminya ya………
hehehe.

9. Terus menerus produksi menurun atau bahkan berhenti dibarengi dengan banyak
kematian yang di atas normal. Padahal sudah ditangani dokter PT. Solusinya hanya satu;
segera saja diapkirkan. Beres.

Jika segala usaha mempertahankan produksi telur sudah dilakukan dan ternyata tidak
juga meningkat. Bisa jadi itu merupakan penurunan yang wajar; apabila seiring dengan
berkurangnya populasi setelah jangka waktu yang berjalan.
Berkurangnya populasi yang wajar dapat ditandai dengan ukuran standar kematian.
Ukuran kematian ini sejumlah 0,8 ekor per-hari per-1000 populasi. Itu normal (apabila
kematian di bawah 0,8 ekor, berarti bagus).

Kalau keadaan populasinya memang sudah berkurang, untuk tetap menstabilkan


penghasilan, maka jatah pakan juga sudah saatnya untuk dikurangi. Mudah kan ?

10 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

Budi Daya Burung Puyuh.

Burung puyuh adalah sejenis ternakan yang mudah dipelihara berdasarkan kepada
perkara berikut:-

• Tidak memerlukan modal permulaan yang besar


• Boleh dipelihara oleh anggota keluarga di perkarangan rumah
• Cepat dapat hasil iaitu 6 minggu
• Memerlukan makanan yang kurang iatu 780 – 1 kg (6 minggu)
• Tidak banyak masalah penyakit
• Daging puyuh dan telur mengandungi zat yang tinggi
• Jarak generasi pendek (5 – 6 pusingan setahun).

Perancangan Projek

• Kos/Modal
• Ladang
• Pengurusan
• Pasaran

Keempat-empat perkara ini sentiasa bergandingan bagi mencapai kejayaan disamping


sikap dan kesanggupan penternak itu sendiri. Jika salah satu daripada perkara ini
diabaikan besar kemungkinan usaha menternak akan menemui kegagalan.

Kos/Modal

Diperlukan untuk:-

• Kos tetap iaitu Reban/bangsal, peralatan makan minum, alat pemanas dan
sebagainya.
• Kos berulang iaitu Makanan, air, gas/letrik , ubatan dan sebagainya.

Ladang

11 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

Pemilihan kawasan:-

• Keluasan tanah
• Saliran yang sempurna. Tidak mudah banjir
• Jauh dari kawasan perumahan/perindustrian
• Jauh dari kawasan penternakan lain
• Mempunyai kemudahan jalanraya, bekalan letrik dan air
• Berdekatan dengan pengguna/mempunyai pasaran

Sistem dan Bentuk Perumahan:-

• Sistem Lantai Atas : Menggunakan sangkar bertingkat


• Sistem Lantai Bawah : Menggunakan bangsal/reban

Bangsal/Reban
Mestilah mempunyai ciri-ciri berikut:-

• Peredaran udara yang sempurna


• Saiz yang bersesuaian dengan jumlah yang hendak dipelihara. 1 ekor = 20 ”
persegi
• Kedudukan reban sebolehnya ditempat sunyi (tiada ganguan), terlindung dari
matahari terik (arah Timur-Barat), cuaca buruk dan musuh.

Peralatan

• Bekas makanan ( dulang dan palung untuk anak serta bekas makanan yang boleh
digantung
• Bekas minuman
• Tirai/Bidai
• Alat pemanas. Hover ( 1 utk 1000 ekor) atau Bal eletrik (15 watt – 1 utk 50 ekor)
atau
lampu minyak.
• Habok papan (kasar) atau sebagainya (jika menggunakan lantai bawah.
• Kertas untuk alas lantai (semasa perindukan jika menggunakan lantai atas)
• Alat pembentung (lantai bawah)
• Guli atau batu (untuk dimasukkan dalam bekas minum untuk mengelakkan anak
puyuh masuk)

Pengurusan

* Baka

12 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

Jenis Asal Umur Jualan


Bob White US 6-16 minggu
Contrunix Japonica Japan 6 minggu
Cross bred Tempatan 6 minggu
IKTA JPH 6 minggu

Pemakanan

Jenis makanan yang boleh digunakan ialah:-

• Quail Starter Mash serta Quail Finisher Pellet atau


• Broiler Starter Mash atau Broiler Starter Crumblers atau Broiler Finisher Pellet

Keperluan Zat Makanan Untuk Puyuh Pedaging:

• Tenaga = 2600 – 3200 ME


• Protin Kasar = 24 – 25 %

Cara Pemberian

Cara Pertama

• 1 hari – 14 hari – Quail starter Mash


• 15 hari hingga jual – Quail Finisher Pellet

Cara Kedua

• 1 hari hingga jual – Broiler Starter Mash/Crumbles atau


• - Quail Starter Mash

Cara Ketiga

• 1 hari hingga 21 hari – Broiler Starter Mash


• 22 hari hingga jual – Broiler Finisher Pellet

Perindukan

Pastikan anak puyuh diberi keperluan seperti berikut:-

• Haba. Minggu 1 suhu 95 F (35 C) dan minggu 2 suhu 90 F (32 C) atau lihat
taburan anak puyuh
• Pasangkan bidai padaa waktu siang dan malam sehingga umur 1 minggu. Minggu
2 pada waktu malam atau hujan sahaja
13 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

• Sediakan lampu pada masa perindukan dan waktu malam


• Bekas makanan/minuman mencukupi dan pastikan makanan/air sentiasa ada
• Selalu ganti alas lantai yang basah atau kotor
• Buang alas lantai apabila kaki anak puyuh tidak bolos dilantai perindukan (jika
lantai atas)
• Pindahkan anak puyuh ke sangkar membesar pada umur 2 minggu (jika
menggunakan kotak perindukan)
• Besarkan pembentung pada minggu 2 supaya kawasan anak puyuh tidak sempit
• Sediakan rekod dan rekodkan semua aktiviti harian.

Membesar

• Keluarkan semua punca haba, bidai dan pembentung


• Pastikan air/makanan sentiasa ada
• Naikkan bekas makanan sama paras dengan belakang puyuh untuk mengelakan
pembaziran
makanan
• Elakkan sebarang kematian berpunca daripada pemangsa jenis dan pengurusan
• Jual pada umur yang ditetapkan
• Rekod semua aktiviti harian.

Pengurusan Rekod

Terdapat 2 jenis rekod iaitu Rekod Pengurusan dan Rekod Kewangan

Rekod Pengurusan

Catatkan yang perlu ada antaranya:-

• Kumpulan pemeliharaan – kali ?


• Baka
• Punca penetasan/tempat dibeli
• Pengeluar makanan/jenis makanan, jumlah dibeli
• Tarikh terima/beli puyuh
• Bilangan yang dibeli
• Tarikh/bilangan dijual
• Berat puyuh dijual
• Bilangan mati
• Lain-lain.

Rekod Kewangan

Catatan yang perlu ada antaranya:-

14 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

• Hasil/Jualan
-Tarikh, bilangan, berat, harga,pendapatan
• Perbelanjaan Operasi
- Kos anak puyuh, makanan, ubatan, gas/minyak/letrik, air, upah, faedah bank,
susut
• nilai bangunan dan peralatan
• Keuntungan/Kerugian
- Hasil (pendapatan)/Perbelanjaan

Pemasaran

Strategi Pemasaran

Terdapat empat faktor yang penting yang perlu dilakukan oleh penternak di dalam urusan
perniagaan

• Tempat
- Menguntungkan jika berdekatan dengan kawasan pasaran
- Tiada masalah kemudahan air dan letrik
- Dapat mengkaji persaingan di antara penternak dan potensi pasaran
- Ada kemudahan peti sejuk dan mesin memproses
• Pengeluaran
- Boleh dijual dalam bentuk hidup dan telah diproses
• Harga
- Harga berbeza mengikut kawasan, pasar, restorn, hotel dan lain-lain
- Rangkaian pasaran biasanya ialah penternak, pemborong, peruncit dan
pengguna. Setiap proses ini akan mempengaruhi harga jualan. Untuk
mendapatkan harga yang tinggi , penternak perlu mengurangkan rangkaian ini.
• Pengiklanan/Promosi
- Boleh dilakukan melalui media cetak dan sebagainya bertujuan memberitahu
barangan yang hendak dijual.

Aktiviti Pemerosesan ” Down Stream”

• Puyuh Siap Diproses – dipek dan disejukbeku


• Pemotongan
- Dipotong memanjang kepada 2 bahagian
- Dipotong memanjang dari belakang atau dada tetapi tidak dicerai
- Dipotong mengikut permintaan

Puyuh hendaklah dipotong selepas menjalani “kekejongan” (4 – 24 jam selepas


disembelih) untuk mengelakkan karkas menjadi liat dan menjaga kualiti karkas.

15 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

• “Breading “
- Saiz penting untuk mudah melekat dan rupa
- Biasanya halus atau sederhana
- Penambahan paprika atau rempah lain menambah rasa dan rupa
• “Predust”
- Cara melekatkan ‘breading’ ke kulit
- Puteh telor kering, tepong beras, wheat gluten
- jangan terlalu tebal kerana susah untuk membasahi dan melekat ke karkas
• “Batter”
- Diperbuat dari tepong gandum, air garam dan lada hitam
- kepekatan penting untuk penerimaan kelekatan bahan breading (1 tepung + 1
air)

Contoh formulasi pakan untuk puyuh yang sudah berproduksi/bertelur per 100 kg : jagung 36,6
kg; sorgum 6,7 kg; bekatul 24,25 kg; tepung gaplek 2,25 kg; tepung daun pepaya 4,55 kg; bungkil
kedelai 9,15 kg; tepung daging bekicot 11,9 kg; tepung daun ubi kayu 4,6 kg. Produk NASA untuk
ayam petelur, gunakan POC NASA dan VITERNA yang dicampur jadi satu dulu, dosis : 1 tutup
botol campuran dari 2 produk tersebut per 10 liter air minum diberikan 3 hari sekali.

Syarat-syarat yang Diperlukan dalam Budidaya


Burung Puyuh Petelur
Syarat-syarat dalam memelihara burung puyuh ini bukan merupakan syarat teknis.
Namun tidak apa-apa lah sekedar untuk mengetahui. Sebab syarat-syarat non teknis ini
hanya rekaan penulis yang jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah apakah
ada hubungan antara syarat-syarat ini dengan maju mundurnya usaha budidaya puyuh
petelur.

Bagi yang berkeinginan terjun dalam usaha budidaya burung puyuh petelur, sebaiknya
memperhatikan syarat-syarat berikut:

Syarat pertama adalah kasih sayang.


Bagaimanapun mereka tetap hewan. Secara logika burung-burung puyuh itu tidak akan
mengerti biarpun kita bilang beribu-ribu kata sayang. Apakah sayang itu berbentuk selalu
mengelus-elus mereka atau ikut tidur di dalam kandang ?
Bukan sayang seperti itu yang mereka inginkan. Tapi rasa sayang yang diwujudkan
dengan memberi perhatian.
Tak kenal maka tak sayang, benar juga untuk diterapkan dalam budidaya beternak burung
puyuh. Mengenal apa saja yang burung puyuh butuhkan, kemudian memberi perhatian.
Di sini lah ada semacam ikatan batin antara kita dan burung puyuh; bahwa mereka bukan
sekedar mesin pencetak uang.

16 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

Syarat kedua adalah adalah disiplin.


Seperti halnya beternak ayam pedaging, apabila terlambat memberi pakan biasanya bobot
akan menyusut. Demikian juga dengan burung puyuh petelur, terlalu lama terlambat
memberi pakan dan minum berarti siap-siap saja akan berkurang jumlah telur yang
dikeluarkan.

Syarat ketiga adalah teliti dan cermat.


Ini penting. Dalam satu tingkat kandang ada 100 ekor. Bisa dibayangkan bagaimana
mereka berdesak-desakan. Maka ketelitian memeriksa dan mengawasi sangat diperlukan.
Adakah yang bertingkah aneh-aneh atau yang kelihatan pucat, lesu, tembolok kosong,
atau kepalanya menunduk-nunduk dan muter-muter. Maka sempatkan untuk meneliti
kondisi mereka. Dan keluarkan dari dalam kandang apabila ada yang tidak beres atau
yang sudah mati.

Syarat keempat adalah jangan terlalu pelupa.


Terutama dalam memberi makan dan minum. Jangan ada yang terlewatkan. Sepele tapi
bisa fatal akibatnya.

Syarat ke lima adalah ketekunan.


Saat burung puyuh dalam kondisi baik produksinya tentu kita akan senang dan semangat.
Itu juga harus diterapkan apabila datang suatu masa produksi burung puyuh sedang tidak
baik. Harus tetap senang.

Syarat keenam adalah menjaga kebersihan dan kenyamanan.


Jangan biarkan begitu banyak orang begitu saja masuk dan berlalu lalang di dalam
kandang. Apalagi kalau tidak ada keperluan. Jaga juga untuk menutup mulut saat bersin
(apalagi kalau kita lagi flu). Meludah sembarangan sebaiknya tidak di dalam kandang.
Barangkali tidak ada pengaruhnya untuk kondisi burung-burung puyuh, tapi tidak ada
salahnya toh untuk berhati-hati.

Ada tambahan syarat-syarat yang lain ????

17 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

Kiat Meningkatkan Keuntungan dalam Beternak Burung Puyuh Petelur dengan


Mencampur Pakan (tidak Berlaku untuk Kemitraan)

Dengan asumsi bahwa tiap 1000 populasi membutuhkan PYP sebanyak 3 sak pakan
(150kg) per-minggu. Akan didapat hasil “bersih” rata-rata Rp 200.000 per-minggu
selama bulan produktif.
Perhitungan itu dengan didasari jumlah produksi telur yang dihasilkan 800 butir per-hari
dan didasari juga dengan harga PYP rata-rata berbagai merk sekitar Rp 205.000/sak.
Perhitungan keuntungan bersih tersebut dihitung dalam bulan-bulan harga baik. Tapi
bagaimana apabila memasuki bulan-bulan harga buruk telur puyuh, sedangkan harga
pakan jelas tidak ikut turun?
Demikian beberapa kiat mencampur pakan telur puyuh agar dapat mempertahankan
penghasilan.

Mengadaptasi dari pemberian pakan dalam beternak ayam petelur yang mandiri, ada
beberapa cara pencampuran pakan agar tidak membutuhkan penuh 3 sak PYP (1 sak=50
kg), antara lain :

1. dicampur dengan 1 sak dedak halus/bekatul (2 sak PYP ditambah 1 sak dedak halus/
bekatul).
Hasil: telur cenderung kecil-kecil, banyak yang kerabangnya kasar dan tipis, otomatis
banyak yang mudah pecah dan tidak awet.

2. dicampur dengan setengah sak jagung giling dan setengah sak bekatul/dedak halus.
Hasil: sama dengan pencampuran yang nopmer 1.

3. dicampur dengan 1 sak jagung giling (2 sak PYP ditambah 1 sak jagung).
Hasil: telur cenderung normal/besar-besar, kerabang/cangkang juga normal, tetapi bobot
cenderung ringan (di bawah standar).
Solusi: dicampur lagi dengan 1 kg mineral ditambah dengan vitamin egg yang
kualitasnya bagus, asal teratur bisa me-normal-kan bobot telur.

4. dicampur dengan nasi aking (nasi sisa yang dikeringkan).


Hasil: telur cenderung normal, baik kerabang, bobot, dan ukuran.

Pencampuran-pencampuran tersebut relatif tidak mempengaruhi jumlah produksi


bertelurnya.

Pertimbangan juga sebagai contoh yang di campur dengan jagung:

Apabila penuh memberi 3 sak PYP, berarti membutuhkan pakan sebanyak:


Rp 205.000 x 3 : Rp 615.000,-
Apabila dicampur dengan jagung giling + mineral + vitamin egg berarti membutuhkan

18 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

pakan sebanyak:
(Rp 205.000 x 2) + Rp 110.000,- + Rp 3500,- + Rp 12.000,- : Rp 535.500,-

Selisih antara yang dicampur jagung giling dengan yang penuh 3 sak PYP :
Rp 615.000,- – Rp 535.500,- : Rp 79.500,- per-minggu per-1000 populasi dengan harga
jagung giling sekarang Rp 2200,- per-kg.

Lumayan juga kan ada tambahan penghasilan?

Dalam kemitraan jelas tidak boleh ada pencampuran seperti itu alias tidak memenuhi
standar keloyalan dengan PT. Dapat dilihat dari pengambilan pakan dan jumlah telur
yang disetorkan. Selain dari jumlah telur yang disetorkan, juga dapat dilihat dari kondisi
telur.
Untuk yang di-indikasi mencampur tersebut, PT memberi potongan harga pembelian
dilihat terutama dari berat telur yang di bawah standar.
Namun penulis juga menemukan ada peternak yang memberi pakan penuh 3 PYP tetapi
bobot telurnya kurang, tetep kena potong juga oleh PT. Kasihan ya… Mungkin karena
kondisi burung puyuhnya yang kurang bagus sehingga menghasilkan telur yang tidak
baik kondisinya walaupun pakannya bagus alias tidak dicampur.

Terlepas dari pencampuran pakan dalam beternak burung puyuh petelur demi untuk
meningkatkan penghasilan, ternyata dalam kemitraan ayam pedaging-pun penulis juga
menemukan ada peternak yang jelas kemitraan ternyata mencampur pakannya dengan
jagung giling. Biasanya dilihat dari kondisi ayam yang sudah bagus kemudian
diperkirakan pakan sudah mencukupi, biasanya sisa pakan dari PT (biasanya Comfeed) 2
atau 3 sak dijual ke pasar terus dibelikan jagung giling sama 2 atau 3 sak, tentu harganya
bisa separonya sendiri (penulis tidak tahu teknisnya). Katanya lumayan nambah
penghasilan yang nyata-nyata memang minim sekali untuk ternak ayam pedaging.

3 hari Beberapa hal yang di perhatikan puyuh

Selama beberapa kali membesarkan DOQ Burung Puyuh Petelur, ada beberapa hal yang
penting diperhatikan. Karena ketidakhati-hatian, kadang bisa menyebabkan kematian
massal. Terutama pada 3 hari pertama, yang boleh dianggap masa kritis. Tentu terlepas
dari penyebab penyakit yang dibawa sejak pengiriman (namun penyebab penyakit ini
sangat jarang terjadi, jikapun terjadi biasanya merata se-periode pengiriman).
Selepas 3 hari, bolehlah berlega-lega. Walaupun tidak seenaknya begitu saja. Jaga
semaksimal mungkin dan jangan sampai teledor yang mengakibatkan kematian massal.

Hal ini saya tulis karena saya sendiri pernah merasakan kematian massal, langsung 150
DOQ tidak terselamatkan karena kebanjiran. Nah, saya ingin kesalahan tersebut tidak
terulang terutama pada yang baru pertama kali membesarkan DOQ.

19 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

Walaupun untuk yang sudah biasa membesarkan DOQ tentu hal-hal yang akan saya
utarakan bukan lagi hal mengejutkan, atau merupakan tips rahasia. Memang bukan.
Hanya untuk yang baru pertama kali membesarkan DOQ kadang kurang memperhatikan
hal-hal yang kadang dianggap sepele tapi bisa berakibat fatal.

Untuk itu saya akan coba menuliskan urutan-urutannya saja sejak persiapan sebelum
kedatangan sampai 3 hari pembesaran. Nanti diantara urutan-urutan tersebut ada bagian-
bagian yang penting diperhatikan terutama kalau dilewatkan bisa berpotensi menjadi
sebab kematian massal.

1. Untuk 1000 populasi karena nantinya membutuhkan 4 kandang, biasanya sudah saya
tumpuk terlebih dahulu (tidak berlaku untuk yang lahannya luas). Nanti kalau sudah
saatnya pemencaran, masing-masing kandang diisi 250 ekor. Namun untuk hari pertama
sampai kira-kira hari ke-10, hanya dua kandang yang diisi, masing-masing 500 DOQ.

2. Bagian samping, belakang, atas dan bawah biasanya sudah rapat. Bagian belakang dan
samping rapat dengan triplek / karton juga bisa. Bagian atas ditutup dengan terpal (untuk
murahnya pakai terpal bagor saja). Bagian bawah sudah rapat dengan alas (saya biasa
pakai sak semen yang dipotong rapi 3 lembar). Yang bagian depan untuk 3 hari pertama
sebaiknya juga dalam keadaan rapat. Biasa pakai bagor yang dilipat rapi selebar muka,
dan dipaku atas bawah.

3. Pemasangan lampu masing-masing kandang saya memakai 3 lampu, per-lampu 100


watt. Jadi untuk 1000 DOQ pertama kali membutuhkan 600 watt. Karena dengan system
manual, standar suhu diukur dari perilaku. Apabila DOQ mengumpul di bawah lampu,
berarti kurang panas, tapi bila DOQ menyebar dan merapat di dinding, berarti terlalu
panas. Untuk yang kurang panas, tentu ditambah lampu, demikian juga sebaliknya.

4. Sebaiknya sebelum DOQ datang, lampu dihidupkan terlebih dahulu untuk


penghangatan ruangan. Waktunya hanya kira-kira saja, pengukurannya dengan
memasukkan tangan ke dalam kandang pembesaran.
20 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

5. Pakan disebar terlebih dahulu juga di hamparan alas kandang (belum memakai
nampan). Untuk BR ini, walaupun dari dari PT sudah termasuk lembut, tapi harus
digilingkan juga biar seperti tepung. Untuk 1000 DOQ cukup digiling 1 sak saja.

6. Setelah DOQ datang dan dituang ke dalam kandang, langkah selanjutnya memberi
minuman. Masing-masing kandang diberi 3 galon minuman yang sudah diberi vitamin
DOQ.

7. Dalam memberi minuman harus berhati-hati, tiap galon cukup di isi setengahnya saja.

8. Galon juga harus diberi batu (lihat gambar), agar tidak kejadian DOQ yang masih
sangat kecil-kecil itu tenggelam di tempat minuman.

9. Peletakan galon diberi alas kayu dengan luasan sama dengan lingkaran gallon. Tetapi
jangan terlalu tinggi.

10. Penempatan galon harus hati-hati jangan sampai banjir / air meluap terus. Ini perlu
dikontrol sewaktu-waktu. Jika meluap, diputar-putar mencari posisi yang tepat.

11. Setelah satu malam, jika dalam ruangan kandang terlalu panas, bagian atas bisa
dibuka sedikit untuk fentilasi udara. Namun jangan bagian depan dulu. Hal ini juga
penting untuk menjaga keawetan panas kalau sampai terjadi mati listrik.

12. Mati listrik pada 3 hari pertama merupakan hal yang mengkhawatirkan. Apabila mati
listrik, solusinya dengan menyewa diesel.

21 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4
Abdul majid
Phone 0812 4444 2114
Jln Tolada No 4 Sumber Wangi Mappedeceng Luwu Utara

13. Solusi selain menyewa diesel, menunggu dahulu selagi dalam kandang masih cukup
panas suhunya. Namun terpaksanya tidak menyewa diesel, yang penting dijaga agar
DOQ tidak menumpuk. Biasanya kematian massal karena mati listrik disebabkan DOQ
menumpuk.

14. Karena pakan masih disebar (belum ditaruh di nampan), jaga DOQ dari kelilipan atau
bahkan matanya tertutup pakan. Jika ada yang demikian, segera dibersihkan pakai air.

15. Untuk 3 hari pertama ini sebaiknyalah sering-sering menengok kandang. Mengontrol
dan meneliti bagaimana kondisi DOQ. Apabila ada ketidakberesan, segera dibenahi.

Demikian langkah-langkah atau beberapa hal yang penting diperhatikan pada 3 hari
pertama pembesaran DOQ burung puyuh petelur yang merupakan hari-hari
mengkhawatirkan. Apabila nanti ternyata ada yang terlewatkan, tentu postingan ini saya
tambah sebagai editingnya.

Artikel ini merupakan penjelasan lebih detil dari postingan terdahulu. Untuk gambar-
gambarnya juga bisa dilihat lebih lengkap pada artikel tersebut.
Mudah-mudahan bermanfaat.

“apabila ada diantara pengunjung pembaca yang faham mengenai GASOLET (saya
tidak tau nulisnya bagaimana), sangat berterima kasih jika berkenan berbagi informasi,
sebab saya ingin mengetahui atau bahkan memakai GASOLET untuk pembesaran DOQ
ini.
Menurut info sementara, GASOLET ini biasa dipakai pada pembesaran ayam potong.
Tanpa memerlukan listrik dan otomatis bisa membesarkan DOQ dalam jumlah besar.
Terima kasih sebelumnya.

22 | a b d u l m a j i d p h o n e 0 8 1 2 4 4 4 4 2 1 1 4