Anda di halaman 1dari 5

“BAHAN AJAR”

TEKNIK DASAR MEMANAH

1. Metode dorong tarik (push pull)

Metode ini dipakai pada busur yang lurus dan melengkung. Tali dipasang secara tepat di dalam notch
dari sisi busur sebelah bawah yang dibiarkan tenang. Tangan yang satu menarik bagian tengah bususr
keluar, sedangkan tangan yang lain mendorong untuk memaksa sisi busur kearah bawah. Ketika
lengkungan diperoleh, jari harus menyumbat ujung tali dalam penakik busur atas (notch). Tali yang
sudah dipasang harus diperiksa yaitu dalam keadaan lurus dengan busur.

Pemanah harus hati-hati dalam menggunakan metode ini, karena jika saat mendorong tidak hati-hati
tangan bisa tergelincir, akibatnya bususr bisa terbang ke depan dan dapat memukul wajah.

2. Metode Tindak Langkah

Menempatkan sayap bawah di depan salah satu kaki dan tali bususr berada diantara kaki yang lain.
Pemanah manarik sayap bagian atas maju di atas paha dan masukkan tali sampai takik pada ujung sayap.
Kelemahan metode ini pemanah cenderung sering menarik sayap bagian atas kea rah badan menjadi
suatu garis lurus dengan tali bususr dan busur melengkung secara alami.

Teknik memanah bagi pemula pada dasarnya ada sembilan langkah, yaitu :

1. Sikap Berdiri (stand)

Sikap berdiri (stand), menurut Damiri, “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik
ditandai oleh: (1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara seimbang, (2) tubuh tegak,
tidak condong ke depan atau ke belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri.” Terdapat empat
macam sikap kaki dalam panahan, yaitu open stand, square stand, close stand, dan oblique stand, yang
kebanyakan dipakai oleh pemanah pemula adalah sikap square stand atau sikap sejajar.
1. Sejajar (square stance)

 Posisi kaki pemanah terbuka selebar bahu dan sejajar dengan garis tembak.
 Pemahan pemula disarankan untuk mempergunakan cara ini 1 sampai 2 tahun, selanjutnya baru
beralih ke terbuka (open stance)
 Cara berdiri sejajar mudah dilakukan untuk membuat garis lurus dengan sasaran, namun dalam
hal ini perlu diingat, yaitu pada waktu menarik dan holding cenderung badan bergerak.
1. Terbuka (open stance)
 Posisi kaki pemanah membuat sudut 450 dengan garis tembak.
 Pada saat menarik, posisi badan lebih stabil.
 Posisi leher atau kepala akan lebih rileks dan pandangan pemanah lebih mudah untuk focus
kedepan.
 Cara berdiri seperti ini dianjurkan untuk pemanah lanjutan, katena pada tarikan penuh akan
banyak space room pada bahu.

2. Memasang Ekor Panah (nocking)

Memasang ekor anak panah (nocking), menurut Damiri, “Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor
panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran
anak panah (arrow rest). Kemudian diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap
menarik tali.” Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah
penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah
anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.

3. Mengangkat Lengan Busur (extend)

Mengangkat lengan busur (extend), menurut Damiri, “Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow
arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.” Hal-hal yang harus diperhatikan,
yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis.
Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap
telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk
(lengan penahan busur), penulis memperjelas dengan memberikan gambar seperti dibawah ini :
4. Menarik Tali Busur (drawing)

Menarik tali busur (drawing), menurut Damiri, “Gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir dan
atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.” Ada tiga fase
gerakan menarik, yaitu pre-draw, primary draw dan secondary draw. Pre-draw adalah gerakan tarikan
awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci.Primary-draw atau
tarikan utama adalah gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan
sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi
penjangkaran. Secondary-draw atau tarikan kedua adalah gerakan menahan tarikan pada posisi
penjangkaran sampai melepas tali (release).

Didalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP
yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak (wirst), dan lengan bawah. Ketiga
bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang. Kebanyakan
pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan
otot-otot yang seharusnya dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan pada halaman-halaman
sebelumnya, di bawah ini adalah gambar menarik busur :

5. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)

Menjangkarkan lengan penarik (anchoring), menurut Damiri, “Gerakan menjangkarkan tangan penarik
pada bagian dagu.” Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat penjangkaran tangan penarik tali harus
tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali
pada busur (string alignment). Ada dua jenis penjangkaran, yaitu penjangkaran di tengah dan
penjangkaran di samping. Pada penjangkaran di tengah, tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir
dan hidung serta tangan penarik menempel di bawah dagu. Pada penjangkaran di samping, tali
menyentuh pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan penarik menempel di bawah dagu.
6. Menahan Sikap Panahan (tighten)

Menahan sikap panahan (tighten), menurut Damiri, adalah: Suatu keadaan menahan sikap panahan
beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada saat ini otot-otot lengan
penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan
dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap
dipertahankan.

7. Membidik (Aiming)

Membidik (aiming), menurut Damiri: “Gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik
(visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.” Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan
tidak berubah, kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik,
dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.

8. Melepas Tali/Panah (release)

Melepas tali/panah (release), menurut Damiri: “Gerakan melepas tali busur, dengan cara merilekskan
jari-jari penarik tali.” Ada dua cara melepaskan anak panah, yaitu dead release dan active release. Pada
dead release setelah tali lepas, tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas.
Pada active release, setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan
leher pemanah.
Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah
dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan,
yang akan menyebabkan panah berputar. Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah,
mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap sasaran.

9. Menahan Sikap Panahan (after hold)

Menahan sikap panahan (after hold), menurut Damiri, “Suatu tindakan untuk mempertahankan sikap
panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan busur. Tindakan ini dimaksudkan
untuk memudahkan pengontrolan gerak panahan yang dilakukan.”

Di dalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SMA after hold
adalah Tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus kearah sasaran dan tetap ditahan hingga
dua detik setelah panah menyentuh permukaan sasaran.

Sumber : Buku Noerbaí (Teknik Memanah Dasar), Buku Denny Trisyanto (Ayo memanah), PB
PERPANI,