Anda di halaman 1dari 4

Sistem Integumen

a) Kulit Sirkulasi darah pada kulit meningkat selama kehamilan dan memicu aktivitas kelenjar
keringat dan sebasea. Wanita hamil merasa lebih kepanasan dan trimester akhir. Peningkatan
aktivitas kelenjar sebasea menyebabkan wajah berminyak dan dapat dikurangi dengan
membersihkan wajah setiap hari dan terjadi hiperpigmentasi dan perubaharı vasku ar pada kulit.

Hipermegmentasi : peningkatan pigmentasi mulai lebih awal yaitu pada bulan kedua kehamilan
ketika esterogen dan progesteron menyebabkan peningkatan jumlah Melanocyte Stimulating
Hormone (MSH). Kadang kadang terjadi deposit pigmentasi pada dahi, pipi dan dahi dikenal
dengan kolasma gravidarum. Terdapat juga Hiperpegmentasi pada daeral areola mamae. Linea
alba menjadi hitam disebut linea nigra, tidak jarang dijumpai kulit abdomen, seolah retak retak,
warnanya berubah agak hiperemik dan kebiruan disebut striae livide. Setelah Partus striae livide
ini beeubah warnanya menjadi putih disebut striae albicans.

Sistem Muskuloskeletal

a) Perubahan Pestur hormon

Terjadi pada trimester II ketika hormon ibu seperti progesteron, Relaxin dan lain-lain
menyebabkan pelembutan pada ligamen pelvis dan sendi untuk memfasilitasi jalan lahir melalui
panggul pada persalinan. Relaksasi pada sendi pelvis membuat instabilitas pada pelvis. Pada
trimester Il, wanita hamil harus mengatur posisinya ke belakang untuk mempertahankan
keseimbangannya. Keadaan ini dapat menyebabkan lordosis, ketegargan otot dan ligamen pada
punggung akan menyebabkan nyeri pada punggung

b) Dinding Abdomen

Kehamilan akan mermpengaruhi otot abdornen yang teregang akibat embesaran uterus pada
trimester III, hal ini akan mengakibatkan otot rektus abdominis terpisah. Keadaan ini disehut
diastasis rectiabdomen.

Sistem Endoktrin

a) Kelenjar Pituitari
Harmon yang dihasilkan oleh kelenjar putuitari umumnya ditekan selama kehamilan. Hormon
FSH (Folical Stimulating Hormone) dan LH (Luitenizing Harmone) yang normalnya diproduksi
untuk merangsang terjadinya ovulasi pada wanita tidak hamil, tetapi hormon ini tidak diperlukan
selama kehamilan dan pengeluaran hormon dari kelenjar ptiutari anteriar juga mengalami
penurunan selama kehamilan. Tetapi proklatin meningkat untuk menyiapkan mamae proses
laktasi. Kelenjar pitiutari anterior mensekresi oksitosin, hormon kedua yang mempengaruhi
laktasi, Oksitosin merangsang refleks pengeluaran air susu setelah persalinan, tetapi hal ini
dihambat selama kehamilan oleh progesteron. Setelah persalinan, jumlah progesteron menurun
dan oksitosin berperan untuk menjaga kontraksi uterus dan mencegah terjadinya pendarahan
berlebihan.

b) Kelenjer Tiroid

Awal trimester I, terjadi peningkatan T4 (total tiroksin). Perubahan ini terjadi karena
pembesaran kelenjer tiroid dan peningkatan BMR (basal metabolic rate). BMR meningkat 20 -
25% selama kehamilan, normal dalam beberapa minggu persalinan.

c) Kelenjer Paratiroid

Metabolisme kalsium dan fosfat tergantung pada sekresi hormon paratiroid selama kehamilan.
Kebutuhan janin akan kalsium dan foafat meningkat menyebabkan kelenjer paratiroid ibu
memproduksi lebih banayak hormon paratiroid. Hormon paratiroid bekerja untuk meningkatkan
absorbsi kalsium dari usus, penurunan kehilangan kalsium dari ginjal dan memindahkan kalsium
dari tulang. Pada kehamilan tida terjadi kehilangan densitas tulang apabila aktifitas para tiroid ini
meningkat. Rangka tubuh dilindungi oleh peningkatan jumlah kalsitonik dan esterogen yang
bekerjasama dengan hormone paratiroid.

d) kelenjer pangkreas
perubahan pancreas pada kehamilan menyebabkan terjadinya perubahan jumlah glukosa darah
ibu dan fluktuasi produksi insulin. Janin mengambil glukosa dari persediaan ibu. Selain itu janin
juga mengambil asam amino dari sirkulasi darah ibu dan akan menghambat kemampuan ibu
untuk mensintesa glukosa. Pada trimester I terjadinya peningkatan kebutuhan glukosoleh janin
dan penurunan suplai glukosa menyebabkan jumlah gula darah ibu menurun. Pada trimester II,
sensitivitas jaringan ibu terhadap insulin mulai menurun, disebabkan efek hormone seperti
hormone plasenta lactogen, prolactin, progesterone dan kortisol. Pada trimester III, produksi
insulin meningkat 30% dari biasa. Produksi insulin yang tidak adekuat menyebabkan diabetes
gastasional.

e) kelenjer adrenal
kelenjer adrenal membesar selama kehamilan, perubahan terjadi pada dua hormone adrenal yaitu
kortisol dan aldosterone. Kortisol mengatur metabolisme karbohidrat dan protein dan juga
merangsang gluconeogenesis (pembentukan glikogen dari sumber non karbohidrat seperti asam
amino dan asam lemak). Aldosterone mengatur absorbs sodium dari tubulus ginjal. Produksi
aldosterone meningkat selama kehamilan untuk mengatasi sampah garam efek dari progesterone.

f) perubahan hormonal
1) Human Chorionic Gonadotropin (hCG)
Salah satu cara mendeteksi kehamilan yang popular saat ini di masyarakat awam adalah
dengan mendeteksi adanya hormone HcG. Hormone ini dihasilkan oleh trophoblast (cikal
bakal plasenta), yang kemudian disekresikan kedalam aliran darah, sehingga nanti dapat
terdeteksi melalui air seni. Seiring dengan semakin tuanya usia kehamilan, kosentrasi
hormone ini di dalam darah ibu akakn semakin berkurang.
Pada awal kehamilan, hCG diproduksi oleh sel trophoblast. Fungsi utama hCG pada awal
kehamilan adalah merangsang korpus luteum untuk memproduksi progesteron dan
esterogen sehingga plasenta terbentuk. Hormone ini menyebabkan uji kehamilan positif.
2) Esterogen
Esterogen diproduksi oleh ovarium selama siklus menstruasi dan oleh korpus luteum pada
awal kehamilan, setelah 6-7 minggu esterogen diproduksi oleh plasenta.
Fungsi esterogen pada kehamilan adalah :
1. Merangsang pertumbuhanuterus dan meningkatkan suplai darah ke pembuluh darah
uterus
2. Membantu perkembangan system ductus pada mamae untuk persiapan laktasi
3. Menyebabkan hiperpigmentasi, perubahan vascular pada kulit, meningkat aktivitas
kelenjer saliva dan hipermia paa gusi dan membrane mukosa hidung.
3) Progesterone
Adalah hormone yang amat penting dalam mempertahankan kehamilan. Progesterone akan
terus menerus di produksi oleh korpus luteum (sisa dari folikel de graff yang telah
melepaskan ovumnya) untuk mencegah myometrium mengalami kontraksi. Selanjutnya,
pada saat plasenta janin mulai terbentuk, maka tugas korpus luteum untuk memproduksi
hormone progesterone kemudian digantikan olh plasenta. Hal inilah yang memungkinkan
janin dapat bertumbuh dan berkembangsampai mencapai kematangannya dengan baik di
dalam uterus yang terus mengalami perbesaran.
Fungsi progesterone kehamilan adalah :
1. Mempertahankan lapisan endometrium untuk implantasi setelah konsepsi
2. Mencegah abortus spontan dengan merelaksasikan otot polos uterus
3. Merangsang perkembangan lobus dan lobulus mamae untuk persiapan laktasi
4. Sumber deposit lemak ibu untuk persiapan energy selama kehamilan dan laktasi
Progesterone tidak hanya merelaksasi otot polos uterus tetapi otot polos yang lain. Hasilnya
progestero menyebabkan penurunan motilitas usus, dilatasi pada ureter dan peningkatan
kapasitas kandung kemih. Progesterone meningkatkan sensitivitas pernafasan terhadap CO2
dan merangsang peningkatan ventilasi.
4) Human placenta lactogen (HPL)
HPL ditemukan pada awal kehamilan dan meningkat seiring dengan usia kehamilan.
Fungsi utamanya meningkatkan ketersedian glukosa untuk janin yang membutuhkan suplai
tetap untuk pertumbuhan dan perkembanagn. HPL bekerja menurunkan sensitivitas sel ibu
terhadap insulin yang menurunkan metabolism glukosa. HPL juga merangsang metabolism
asam lemak bebas untuk menghasilkan energy bagi ibu.
5) Relaxin
Relaxin diproduksi oleh korpus luteum dan plasenta. Fungsi relaxin adalah mengatur
aktivitas uterus, melembutkan jaringan ikatpada serviks, merelaksasikan sendi pelvis dan
merangsang pertumbuhan mamae.