Anda di halaman 1dari 5

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN PERKEBUNAN

MANAJEMEN PERKEBUNAN (POAC)

Disusun Oleh:

Bagus Pradhana Krisnamukti 175040100111098

Kelas: D
Program Studi: Agribisnis

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS PERTANIAN
MALANG
2018
MANAJEMEN PERKEBUNAN (P.O.A.C.)

1. Pengertian Manajemen Perkebunan dan Ciri – cirri Manajemen


Manajemen sangat penting bagi setiap aktivitas individu atau
kelompok dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen
berorientasi pada proses yang berarti hal tersebut meliputi pengetahuan
tentang apa yang harus dilakukan, menetapkan cara bagaimana
melakukannya, memahami bagaimana mereka harus melakukannya dan
mengukur efektivitas dari usaha-usaha yang telah dilakukan. Manajemen
menurut Torang (2013) adalah ilmu dan seni untuk mengatur proses
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber - sumber lainnya secara
efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan
Perkebunan menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun
2004 tentang Perkebunan, adalah segala kegiatan yang mengusahakan
tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalam
ekosistem yang sesuai. Dari beberapa pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa manajemen perkebunan merupakan ilmu yang
mempelajari cara mengatur dan mengelola pelaksanaan proses/ kegiatan-
kegiatan dalam perkebunan untuk mencapai keuntungan atau tujuan yang
di harapkan secara efektif dan efisien
Manajemen mempunyai ciri – ciri dalam kegiatannya, antara lain:
1. Manajemen digunakan terhadap usaha –usaha kelompok, bukan
usaha individu (perseorangan) tertentu.
2. Tujuan merupakan sasaran menajemen dan manajemen
berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Dalam mencapai tujuan terdapat penyatuan pikiran, perasaan,
kemauan, tenaga,
4. Manajemen adalah suatu hal yang dapat dipelajari
5. Terdapat pembagian kerja secara jelas dan tegas
2. Fungsi Manajemen
Dalam menjalankan sistem maka dilakukan manajemen untuk
mencapai tujuan perusahaan dengan melakukan planning, organizing,
actuating dan controlling pada berbagai aspek yang ada.
1. Planning (Perencanaan)
Planning (perencanaan) merupakan penetapan pekerjaan yang harus
dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan.
Planning mencakup kegiatan pengambilan keputusan, karena termasuk
dalam pemilihan alternatif-alternatif keputusan. Adapun tujuan dari
perencanaan yaitu untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer
maupun karyawan non-manajerial, untuk mengurangi ketidakpastian,
untuk meminimalisasi pemborosan dan untuk menetapkan tujuan dan
standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya. Perencanaan
mempunyai tipe – tipe yang terinci seperti perencanaan jangka panjang
untuk jangka waktu 5 tahun atau lebih, lalu perencanaan jangka pendek
untuk jangka waktu 1 s/d 2 tahun, kemudian perencanaan strategi, yaitu
kebutuhan jangka panjang dan menentukan komprehensif yang telah
diarahkan, selanjutnya ada perencanaan operasional, kebutuhan apa
saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan
strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut, dan perencanaan
tetap, digunakan untuk kegiatan yang terjadi berulang kali (terus-
menerus), serta perencanaan sekali pakai, digunakan hanya sekali
untuk situasi yang unik.
2. Organizing (Pengorganisasian)
Organizing (Pengorganisasian) merupakan pengelompokan kegiatan
kegiatan untuk mencapai tujuan-tujuan dan penugasan setiap 13
kelompok kepada seorang manajer. Pengorganisasian dilakukan untuk
menghimpun dan mengatur semua sumber-sumber yang diperlukan,
termasuk manusia, sehingga pekerjaan yang dikehendaki dapat
dilaksanakan dengan berhasil
3. Actuating (Pelaksanaan)
Actuating (Pelaksanaan) merupakan usaha menggerakkan anggota-
anggota kelompok sedemikian rupa, hingga mereka berkeinginan dan
berusaha untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan bersama.

Faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan yaitu:


1. Leadership (Kepemimpinan)
2. Attitude and morale (Sikap dan moral)
3. Communication (Tatahubungan)
4. Supervision (Supervisi)
5. Discipline (Disiplin)
4. Controlling (Pengawasan)
Controlling atau pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan
alat untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan dalam mencapai tujuan. Adapun fungsi
utama dari pengawasan yaitu Controlling memiliki beberapa fungsi utama
yaitu untuk mencegah terjadinya penyimpangan, memperbaiki kelemahan
dan kesalahan, serta menindak penyalahgunaan dan penyelewengan,
memperkuat rasa akan tanggung jawab tiap individu, mengambil tindakan
korektif jika pelaksanaan menyimpang dari perencanaan atau standar
yang telah ditetapkan.
Suatu kegiatan dalam bidang perkebunan yang menerapkan
manajemen dengan melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan, fungsi
pengorganisasian, fungsi pengarahan dan pengendalian dan fungsi
pengawasan dan pengendalain dengan menggunakan sumber daya
yang tersedia untuk menghasilkan produk pertanian dan keuntungan yang
maksimal. Dalam Manajemen Perkebunan P.O.A.C. membutuhkan
beberapa sistem, seperti sistem input untuk menghasilkan barang-barang
sebagai modal kegiatan pertanian, lalu sistem proses yaitu kegiatan yang
menggunakan barang-barang modal dan sumberdaya alam untuk
menghasilkan komoditas pertanian, selanjutnya ada sistem produksi untuk
mengolah komoditas pertanian menjadi produk olahan berupa produk
antara dan produk akhir, dan sistem pemasaran untuk aliran produk dari
produsen melalui pedagang perantara ke konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, 2004. Statistik
Perkebunan Indonesia (Kakao) 2001 - 2003. Direktorat Jenderal Bina
Produksi Perkebunan, Departemen Pertanian, Jakarta.
Torang, Syamsir, 2013. Organisasi dan Manajemen (Perilaku, Struktur,
Budaya & Perubahan Organisasi. Alfabeta. Bandung.