Anda di halaman 1dari 9

PETA KONSEP

SAP 3

“SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KONSEP DASAR AKUNTANSI”

KONSEP DASAR GAMBARAN UMUM JOINT PROJECT


PATTON DAN LITTLETON KONSEP DASAR FASB-IASB
OLEH FASB

Patton dan Littleton pada Financial Accounting Standard Adalah Proyek Kerangka
tahun 1970 mengemukakan Board (FASB) menjabarkan Konseptual Gabungan (The

konsep - konsep dasar kerangka kerja konseptual dengan Joint Conceptual Framework
menerbitkan enam statemenet of Project) yang dilakukan FASB-
akuntansi yang terdiri dari :
financial accounting concept yang IASB
1. Entitas Bisnis Atau berhubungan dengan pelaporan
Kesatuan Usaha keuangan entitas bisnis yaitu :
TUJUAN JOINT PROJECT
2. Konsep 1. SFAC no. 1, tujuan dan
FASB-IASB
Kelangsungan Usaha sasaran akuntansi
3. Penghargaan 2. SFAC no.2, karakteristik
Sepakatan yang membuat informasi
4. Kos Melekat akuntansi bermanfaat  Memperbaharui dan
5. Upaya dan Capaian 3. SFAC no.3, definisi pos- merapikan konsep-konsep
(Hasil) pos laporan keuangan yang telah ada
6. Bukti Terverifikasi 4. SFAC no.5, pengakuan  Menciptakan dasar guna
dan Objektif pengkuran serta pedoman standar akuntansi di masa
7. Asumsi informasi mendatang yang berbasis
5. SFAC no. 6, perluasan prinsip, konsisten secara
SFAC no.3 dengan internal dan diterima
tambahan organisasi secara internasional
nirlaba
6. SFAC no.7, kerangka
kerja pemakaian arus kas
masa depan
1
1.1 Konsep Dasar oleh Paton dan Littleton
Konsep dasar akuntansi menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam Kerangka Dasar
Penyajian dan Pelaporan Keuangan (KDPPLK) paragraf 22 dan 23 menyatakan bahwa asumsi
dasar akuntansi berdasarkan dasar akrual dan kelangsungan usaha (going concern). Menurut
International Financial Reporting Standards (IFRS) pada The Conceptual Framework for
Financial Reporting paragraf 4.1, sebagai asumsi dasar akuntansi adalah hanya kelangsungan
usaha. Sedangkan menurut Paton dan Littleton yang dikutip Suwardjono (2005), konsep dasar
akuntansi terdiri dari, konsep kesatuan usaha (Entity Theory), kontinuitas usaha (Going
Concern), penghargaan sepakatan, kos melekat (Cost Attach), upaya dan hasil (Effort and
Accomplishment), bukti terverifikasi dan objektif, dan asumsi.
Adapun penjelasan dari konsep dasar akuntansi yang dikemukakan oleh Paton dan
Littleton yaitu :
1. Entitas Bisnis atau Kesatuan Usaha (The Business Entity)
Dalam konsep ini bisnis perusahaan sebagai suatu organisasi bisnis diperlakukan
berbeda atau secara hukum terpisah dengan pemilik dari bisnis tersebut. Hal ini
termasuk bahwa transaksi-transaksi dalam bisnis tersebut harus dijaga secara
keseluruhannya agar terpisah dari urusan pribadi dari seorang pemiliknya. Namun,
diperbolehkan bagi seorang pemilik untuk dapat memperoleh informasi yang benar
mengenai kondisi perusahaannya. Meskipun antara perusahaan dengan pemiliknya
terpisah, namun pemilik tetap berhak atas keuntungan yang harus diberikan oleh
perusahaan dalam bentuk dividen.
2. Konsep Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Konsep ini menyatakan bahwa jka tidak ada tanda-tanda atau rencana pasti di masa
datang bahwa kesatuan usaha akan dibubarkan atau dilikuidasi maka akuntansi
menganggap bahwa kesatuan usaha tersebut akan terus menerus ada sampai waktu
yang tidak terbatas.
3. Penghargaan Sepakatan
Konsep ini meyatakan bahwa jumlah rupiah (agregat-harga) atau penghargaan
sepakatan yang tidak terlibat dalam tiap transaksi atau kegiatan pertukaran
merupakan bahan olah dasar akuntansi yang paling objektif terutama dalam
menukur sumber ekonomi yang keluar.

2
4. Kos Melekat
Bahwa kos melekat pada objek yang dipresentasinya hingga kos bersifat mudah
bergerak dan dapat dipecah-pecah atau digabung-gabungkan kembali mengikuti
objek yang didekati. Berbagai kos mempunyai daya saling mengikat antara yang
satu dan yang lainnya ikatan objek-objek yang disimbolkannya. Bila berbagai
komponen digabungkan menjadi suatu objek atau barang baru, gabungan kos yang
baru semata-mata merupakan penggabungan berbagai kos yang melekat pada tiap
komponen tanpa memperhatikan nilai ekonomik baru yang melekat pada barang
baru.
5. Upaya Dan Capaian (Hasil)
Konsep ini meyatakan bahwa biaya merupakan upaya dalam rangka memperoleh
hasil berupa pendapatan. Dengan kata lain tidak ada hasil (pendapatan) tanpa upaya
biaya.
6. Bukti Terverifikasi dan Objektif
Konsep ini menyatakan bahwa informasi keuangan akun mempunyai tingkat
kebermanfaatan dan tingkat keterandalan yang cukup tinggi apabila terjadinya data
keungan didukung oleh bukti-bukti yang objektif dan dapat diuji kebenarannya.
Setiap transaksi keuangan harus didukung oleh bukti transaksi yang kuat dan sah.
7. Asumsi
Contoh asumsi yang menjadi landasan penalaran dalam memilih konsep yang
relevan.
 Kontinuitas usaha. Penerapan konsep ini harus tetap mempertimbangkan
dalam proses pelaporan
 Perioda satu tahun. Pelaporan periodik dengan waktu sebagai wadah
pengukuran adalah salah satu kebiasaaan penting dalam akuntansi
 Kos sebagai bahan olah. Penghargaan sepakatan yang menjadi bahan oleh
akuntansi didasarkan atas asumsi bahwa kos factor produksi yang diperolah
perusahan menunjukkan nilai wajar pada saat terjadinya.
 Daya beli uang usaha. Konsep bahwa jumlah rupiah yang tercatat akan tetap
menunjukkan nilai dilandasi asumsi bahwa daya beli uang adalah stabil
sepanjang waktu.

3
 Tujuan mencari laba. Konsep pendapatan dan biaya sebagai aliran jumlah
rupiah yang ditandingkan sebenarnya mengandung asumsi bahwah
pendapatan adalh objek yang dituju oleh upaya yang diukur dengan kos.
1.2 Gambaran Umum Konsep Dasar Oleh FASB

Tujuan Pelaporan Keuangan (SFAC No 1 dan SFAC No 4)

Kriteria Kualitas Informasi (SFAC No 2)

Pengukuran dan Pengakuan (SFAC No 5 dan SFAC No 7)

Memenuhi kriteria
pengakuan

Elemen Statemen Keuangan (SFAC No 6)

Informasi lain-lain
Media Pelaporan Statemen Keuangan Informasi
Keuangan Lainnya Pelengkap

Catatan Statemen Keuangan

Berdasarkan gambar diatas, tujuan pelaporan keuangan merupakan proses yang paling
menentukan dalam perekayasaan akuntansi. Tujuan pelaporan keuangan menentukan
konsep dan prinsip yang relevan dalam penyusunan statemen laporan keuangan. Selain itu
tujuan pelaporan keuangan diharapkan mampu memberikan informasi kepada para
pemakai dengan berbagai kepentingan, serta mencapai tujuan ekonomi sosial negara.
Dengan adanya informasi tersebut maka akan dapat mempengaruhi pengambilan
keputusan oleh pihak yang berkepentingan.
Informasi tentunya akan dipakai bila terdapat kebermanfaatan keputusan bagi si
pemakai. FASB telah merumuskan kualitas mengenai kriteria informasi yang terdiri dari
dua unsur utama yaitu keberpautan (relevance) keterandalan (reliability). Kualitas

4
informasi akan jauh lebih bernilai lagi apabila terdapat unsur-unsur (1) keterpahaman, (2)
keberpautan, (3) nilai prediktif, (4) nilai balikan, (5) ketepatan waktu, (6) keterandalan, (7)
ketepatan penyimbolan, (8) keterujian, (9) kenetralan, (10) keterbandingan, dan (11)
materialitas.
Elemen statemen keuangan merupakan bahan pembentuk informasi yang
dikandung dalam statemen keuangan. Penyajian elemen statemen keuangan tidak cukup
hanya memenuhi definisi tetapi harus memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran.
Terdapat sepuluh elemen pelaporan keuangan yang didefinisikan dalam rerangka
konseptual yaitu aset, kewajiban, ekuitas, investasi, distribusi ke pemilik, laba
komprehensif, pendapatan, biaya, untung, dan rugi.
Pelaporan keuangan dan statemen keuangan meruapakan dua definisi yang
memiliki tujuan yang sama, namun memiliki komponen yang berbeda. Pelaporan keuangan
(financial reporting) adalah penyampaian informasi yang wajib dan sukarela. Wajib disini
mempunyai implikasi bahwa pelaporan harus mengandung statemen keuangan (financial
statement) yaitu media utama pelaporan keuangan serta sukarela mencakup segala
informasi yang yang diberikan oleh manajer agar bermanfaat bagi pemakai pelaporan
keuangan.
Elemen dalam statemen keuangan tersebut kemudian akan menjadi lingkup
pengukuran dan pengakuan. Atribut pengukuran yang harus dilekatkan pada suatu elemen
untuk merepresenatsikan secara tepat yang ingin diungkapakan dalam pelaporan keuangan
misalnya penggunaan kos historis, kos sekarang, nilai pasar sekarang, nilai terealisasi, nilai
diskunan. Sedangkan pengakuan berarti bahwa pencatatan resmi (penjurnala) suatu entitas
(jumlah rupiah) hasil pengukuran dalam sautu sistem akuntansi, sehingga jumlah rupiah
tersebut dapat mempengaruhi statemen keuangan. FASB menetapkan empat criteria
pengakuan meliputi definisi, keterukuran, keberpautan dan keterandalan.
1.3 Joint Project FASB – IASB
FASB dan IASB memulai proyek agenda baru bersama untuk meninjau kembali kerangka
konseptual mereka untuk akuntansi keuangan dan pelaporan, dimana setiap dasar keputusan
standar akuntansi sebagian besar didasarkan atas tujuan, karakteristik, definisi, dan kriteria
yang ditetapkan pada kerangka konseptual yang ada. Tujuan dari proyek baru ini adalah untuk
membangun kerangka kerja dengan cara mempersempit, memperbaharui, menyelesaikan dan

5
mengkonvergenkan ke dalam kerangka kerja umum. Tujuan lain dari FASB dan IASB adalah
untuk menyatukan standar mereka diantaranya:
1. Alasan standar berbasis prinsip memerlukan kerangka kerja konseptual karena untuk
menjadi standar berbasis prinsip tidak hanya dapat mengumpulkan konversi melainkan
harus berakar pada dasar.
2. Pentingnya IASB dan FASB berbagi kerangka konseptual umum adalah dengan
terciptanya konvergensi berarti bahwa FASB dan IASB akan terus bekerja sama untuk
mengembangkan kualitas tinggi, kompatibel standar akuntansi dari waktu ke waktu.
Konvergensi juga bermanfaat dalam cara sebagai berikut :
 Meningkatkan efisiensi pasar modal global dengan cara meningkatkan
perbandingan dan transparansi dari satu negara ke negara lain.
 Mengurangi beban administrasi pada MNE yang saat ini diperlukan untuk
menyiapkan laporan keuangan dalam beberapa metode akunting.
 Memungkinkan perusahaan untuk mengakses pasar modal di luar amerika serikat
tanpa memerlukan pertimbangan pelaporan keuangan standar internasional US
GAAP.
3. Karena kerangka kerja konseptual akan meningkatkan pemahaman dan kenyataan pemakai
laporan keuangan atas pelaporan keuangan dan akan menaikkan komparabilitas antar
laporan keuangan.
4. Cross-cutting issue adalah isu-isu yang berdampak lebih dari suatu bidang karena kekayaan
suatu negara umumnya dipengaruhi oleh serangkaian faktor yang saling berhubungan.
Cross-cutting issue yang ditetapkan dalam sejumlah konvensi internasional adalah
deklarasi dan perjanjian pembangunan yang mengikat negara-negara terkait.

6
DAFTAR PUSTAKA

Astika,Dr, I.B.Putra SE., Msi., AK. 2011. Konsep-Konsep Dasar Akuntasi Keuangan. Denpasar :
Udayana Press.

Winwin Yadiati. 2010. Teori Akuntansi : Suatu Pengantar. PT Kencana : Jakarta

http://bujang4lawang.blogspot.co.id/2013/05/konsep-dasar.html

https://www.academia.edu/4523723/TEORI_AKUNTANSI

http://www.fasb.org/intl/convergence_iasb.shtml

7
TEMU 3

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KONSEP DASAR AKUNTANSI

KELOMPOK 5

I MADE ARYA PARTAYADNYA 11

I MADE ADITYA PRAMARTHA 13

I GEDE ADHI ADNYANA 35

PROGRAM REGULER

2016/2017

8
Daftar Isi

Peta Konsep .....................................................................................................................1

Konsep Dasar Patton dan Littleton ..................................................................................2

Gambaran Umum Konsep Dasar Oleh FASB .................................................................4

Joint Project FASB-IASB ................................................................................................5

Daftar Pustaka ..................................................................................................................7