Anda di halaman 1dari 2

Kombinasi Linear, Bebas Linear, dan Basis

Kombinasi Linear
Penjelasan berikut, akan membantu pembaca dalam memahamai kombinasi linear. Misalnya
V = { 𝑣1 , 𝑣2 }; maka persamaan yang memiliki bentuk 𝒘 = 𝑘1 𝒗𝟏 , dalam hal ini 𝒘 ditulis
sebagai kombinasi linear dari 𝒗𝟏 . Vektor 𝑢 = 𝑘1 𝒗𝟏 + 𝑘2 𝒗𝟐 merupakan kombinasi linear dari
𝒗𝟏 dan 𝒗𝟐 ; atau sering disebut vektor 𝑢 sebagai kombinasi linear dari V.

Definisi
Jika 𝒘 adalah vektor pada ruang vektor V, maka 𝒘 merupakan kombinasi linear dari vektor
𝑣1 , 𝑣2 , . . . , 𝑣𝑟 dalam V jika 𝒘 dapat dinyatakan dalam bentuk
𝒘 = 𝑘1 𝑣1 + 𝑘2 𝑣2 +· · · +𝑘𝑟 𝑣𝑟
dengan 𝑘1 , 𝑘2 , . . . , 𝑘𝑟 adalah skalar. Skalar ini disebut koefisien kombinasi linear.

Contoh (kombinasi linear)


Perhatikan vektor 𝒖 = (1,2,-1) dan 𝒗 = (6,4,2) di R3. Tunjukkan bahwa 𝒘 = (9,2,7) adalah
kombinasi linear dari 𝒖 dan 𝒗 dan bahwa 𝒘’= (4,-1,8) bukan kombinasi linear dari 𝒖 dan 𝒗.

Penyelesaian:
Agar 𝒘 = (9,2,7) dapat ditulis sebagai kombinasi linear dari 𝒖 dan 𝒗, harus ada skalar k1 dan
k2 sehingga memenuhi
w= 𝑘1 u + 𝑘2 𝒗;
itu adalah,
(9,2,7) = 𝑘1 (1,2, −1) + 𝑘2 (6,4,2) = (𝑘1 + 6𝑘2 , 2𝑘1 + 4𝑘2 , −𝑘1 + 2𝑘2 )
Dengan menyamakan komponen yang sesuai memberikan
𝑘1 + 6𝑘2 = 9
2𝑘1 + 4𝑘2 = 2
−𝑘1 + 2𝑘2 = 7
Selanjutknya, memecahkan sistem ini dengan menggunakan eliminasi Gauss, diperoleh nilai
𝑘1 = −3, 𝑘2 = 2, jadi
𝒘 = −3𝒖 + 2𝒗.
Jadi 𝒘 = (9,2,7) adalah kombinasi linear dari 𝒖 dan 𝒗.
Demikian pula untuk 𝒘′ apakah daapat ditulis sebagai kombinasi linear dari u dan v, harus ada
skalar 𝑘1 dan 𝑘2 sedemikian rupa sehingga 𝒘′ = 𝑘1 𝒖 + 𝑘2 𝒗 yaitu,
(4, −1,8) = 𝑘1 (1,2, −1) + 𝑘2 (6,4,2) = (𝑘1 + 6𝑘2 , 2𝑘1 + 4𝑘2 , −𝑘1 + 2𝑘2 )
Menyamakan komponen yang sesuai memberikan
𝑘1 + 6𝑘2 = 4
2𝑘1 + 4𝑘2 = −1
−𝑘1 + 2𝑘2 = 8
Sistem persamaan ini tidak konsisten (jelaskan!), jadi tidak ada skalar 𝑘1 dan 𝑘2 . Jadi, 𝒘′
bukan kombinasi linear dari u dan v.

Beri Nilai