Anda di halaman 1dari 5

MTBS

( Manajemen Terpadu Balita


Sakit)

Fatma Zulaikha
SEJARAH MTBS

 revisi MTBS tahun 2015 menambahkan HIV dan


pencegahan cidera pada anak, hal ini bertujuan
agar dapat dideteksi secara dini kejadian HIV
pada anak dan pengasuh semakin berhati – hati
menjaga balitanya agar terhindar dari
kecacatan dan kematian
SEJARAH MTBS

 Diperkirakan 6,6 juta anak meninggal sebelum mencapai


usia 5 tahun, di Indonesia ada sekitar 552 balita
meninggal setiap harinya ( SDKI, 2012).
 Penyebab kematian terbesar pada balita yaitu penyakt
diare,pneumonia, malaria dan campak, serta penyakit
kombinasi yang disebabkan akibat adanya kondisi
kurang gizi/ malnutrisi
 WHO mengembangkan MTBS guna mengurangi angka
kematian pada balita
 Indonesia mengadopsi MTBS sejak tahun 1997
 MTBS merupakan tata laksana yang terdiri dari
pengobatan, pelayanan preventif dan pelayanan promotif
PENERAPAN MTBS

 Terdiri dari 3 komponen yaitu :


a. Memperkuat sistem pelayanan
kesehatan agar penanganan balita
sakit lebih efektif
b. Meningkatkan pelayanan balita sakit
c. Menngkatkan peran keluarga dan
masyarakat dalam hal perawatan
balita sakit, deteksi dini dan pola
pencarian pertoongan segera ke
tenaga kesehatan.