Anda di halaman 1dari 18

SEJARAH PROMOSI

KESEHATAN
DI INDONESIA DAN DI DUNIA

VIVIEN DWI PURNAMASARI, S.KM., M.Kes.


SEJARAH PROMOSI KESEHATAN DI
INDONESIA
1. Sebelum Tahun 1965 (sebelum sampai awal kemerdekaan)
- Istilah dahulu Pendidikan Kesehatan
- Dalam program-program kesehatan Pendidikan Kesehatan
hanya sebagai pelengkap pelayanan kesehatan, terutama
pada saat terjadi keadaab kritis seperti wabah pxt,
bencana, dsb
- Sasarannya perseorangan (individu), dengan sasaran
program lebih kepada perubahan pengetahuan seseorang

2. Periode Tahun 1965-1975


- Sasaran kepada masyarakat
- Saat itu juga dimulainya peningkatan profesional tenaga
melalui program Health Educational Service (HES)
- Tetapi intervensi program masih banyak yang bersifat
individual walau sudah mulai aktif ke masyarakat
- Perubahan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
3. Periode Tahun 1975-1985
- Penyuluh Kesehatan
- Di Tingkat Departemen Kesehatan ada Diterektorat PKM
- PKMD menjadi andalan program sebagai pendekatan Community
Development
- Saat itu program UKS di SD diperkenalkannya Dokter Kecil
- Sudah mulai aktif membina dan mem- berdayakan masyarakat
- Saat itulah Posyandu lahir sebagai pusat pemberdayaan dan mobilisasi
masyarakat
- Sasaran program adalah perubahan perilaku masyarakat tentang
kesehatan
- Deklarasai Alma Ata.
4. Periode Tahun 1985-1995
- Direktoral Peran Serta Masyarakat (PSM), yang diberi tugas
memberdayakan masyarakat
- Sirektoral PMK berubah menjadi Pusat PKM, yang tugasnya penyebaran
informasi, komunikasi, kampanye dan pemasaran sosial bidang kesehatan
- Saat itu pula PKMD menjadi Posyandu
- Tujuan dari PKM dan PSM saat itu adalah perubahan perilaku. Pandangan
(Visi) mulai dipengaruhi oleh ’Ottawa Charter’ tentang Promosi Kesehatan
5. Periode Tahun 1995-Sekarang

- Istilah PKM menjadi Promosi Kesehatan


- Bukan saja pemberdayaan kearah mobilisasi massa yang
menjadi tujuan, tetapi juga kemitraan dan politik kesehatan
(termasuk advokasi)
- Sehingga sasaran Promosi Kesehatan bukan saja perubahan
perilaku tetapi perubahan kebijakan atau perubahan menuju
perubahan sistem atau faktor lingkungan kesehatan
- Pada Tahun 1997 diadakan konvensi internasional Promosi
Kesehatan dengan tema ”Health Promotion Towards The
21’stCentury, Indonesian Policy for The Future” dengan
melahirkan ‘The Jakarta Declaration’.
- Pada tahun 1986 sudah dicetuskan Promotion
(Promosi Kesehatan)
- ketika diselenggarakannya konfrensi
Internasional pertama tentang Health Promotion
di Ottawa, Canada pada tahun 1965. Pada waktu
itu dicanangkan ”the Ottawa Charter”, yang
didalamnya memuat definisi serta prinsip-prinsip
dasar Health Promotion
- Pada masa itu, istilah yang cukup terkenal
hanyalah penyuluhan kesehatan, dan disamping
itu pula muncul dan populer istilah-istilah lain
seperti KIE (Komunikasi, Informasi, dan
Edukasi), Social Marketing (Pemasaran Sosial),
Mobilisasi Sosial dan lain sebagainya.
- Pada tahun 1994, Dr.Ilona Kickbush yang pada saat
itu sebagai Direktur Health Promotion WHO
Headquarter Geneva datang melakukan kunjungan ke
Indonesia
- Sebagai seorang direktur baru ia telah berkunjung
kebeberapa negara termasuk Indonesia salah
satunya. Pada waktu itu pula Kepala Pusat
Penyuluhan Kesehatan Depkes juga baru diangkat,
yaitu Drs. Dachroni, MPH., yang menggantikan Dr.IB
Mantra yang telah memasuki masa purna bakti
(pensiun)
- Dalam kunjungannya tersebut Dr.Ilona Kickbush
mengadakan pertemuan dengan pimpinan Depkes
pada waktu itu baik pertemuan internal penyuluhan
kesehatan maupun eksternal dengan lintas program
dan lintas sektor, termasuk FKM UI, bahkan sempat
pula Kickbush mengadakan kunjungan lapangan ke
Bandung.
- Dari serangkaian pertemuan yang telah dilakukan
serta perbincangan selama kunjungan lapangan ke
Bandung, Indonesia banyak belajar tentang Health
Promotion (Promosi Kesehatan)
- Barangkali karena sangat terkesan dengan
kunjungannya ke Indonesia kemudian ia
menyampaikan suatu usulan
- Usulan itu diterima oleh pimpinan Depkes pada saat
itu Prof. Dr. Suyudi
- Kunjungan Dr. Ilona Kickbush itu kemudian
ditindaklanjuti dengan kunjungan pejabat Health
Promotion WHO Geneva lainnya, yaitu Dr.Desmonal O
Byrne, sampai beberapa kali, untuk mematangkan
persiapan konfrensi Jakarta
- Sejak itu khususnya Pusat Penyuluhan Kesehatan
Depkes berupaya mengembangkan konsep promosi
kesehatan tersebut serta aplikasinya di Indonesia
- perkembangan dunia Internasional
- Nama unit Health Education di WHO baik di
Hoodquarter, Geneva maupun di SEARO,
India juga sudah berubah menjadi unit
Health Promotion
- Nama organisasi profesi Internasional juga
mengalami perubahan menjadi International
Union For Health Promotion and Education
(IUHPE)
- Istilah promosi kesehatan tersebut juga
ternyata sesuai dengan perkembangan
pembangunan kesehatan di Indonesia
sendiri, yang mengacu pada paradigma sehat
Deklarasi Alma Ata ( 1978 )
Basic Six:

Menghasilkan strategi Promosi Kesehatan

utama dalam Kesehatan


pencapaian Kesehatan Lingkungan
Bagi Semua (Health Pemberantasan
For All ) melalui Penyakit
pelayanan kesehatan Kesehatan Keluarga
dasar (Primary Health & Reproduksi
Care). Perbaikan Gizi
masyarakat

Pelayanan
Kesehatan
“ Health for all by the year 2000 ”

Terdapat 8 pelayanan dasar:

1. Health education
2. Promotions of food supply of safe water and basic
sanitation
3. Adequate supply of safe water and basic sanitation
4. Maternal and child care, icluding family planning
5. Immunization against the major infectious diseases
6. Prevention and control of locally endemic diseases
7. Appropiate treatment of common diseases and
injuries
8. Provision essential drugs
Deklarasi Jakarta, 1997
 Promosi kesehatan adalah investasi utama yang
memberikan dampak pada determinan kesehatan,
dan memberikan manfaat kesehatan terbesar pada
masyarakat.
 Promosi kesehatan memberikan hasil positif yang
berbeda dibandingkan upaya lain dalam
meningkatkan kesetaraan bagi masyarakat dalam
kesehatan. Lima prinsip Deklarasi Ottawa merupakan
kunci strategi untuk sukses.
 Promosi kesehatan perlu disosialisasikan dan harus
menjadi tangungjawab lintas sektor.
Deklarasi Jakarta: prioritas
promosi kesehatan abad 21
 Meningkatkan tanggung jawab sosial
dalam kesehatan,
 Meningkatkan investasi untuk
pembangunan kesehatan,
 Konsolidasi dan perluasan kemitraan
untuk kesehatan,
 Meningkatkan kemampuan masyarakat
dan pemberdayaan individu serta
menjamin tersedianya infrastruktur
promosi kesehatan.
The Bangkok Charter for Health
Promotion in a globalized world, 2005
Penegasan kembali peran promkes:
1. PBB mengakui bahwa kesehatan adalah hak
dasar setiap manusia yg hrs dapat diperoleh
tnpa diskriminasi
2. Promkes dilakukan berdasarkan pemenuhan
HAM serta mencakup berbagai upaya
meningkatkan kualitas hidup, serta mencakup
pula upaya meningkatkan kesh serta mencakup
pula upaya meningktkan kesh mental dan
spiritualnya
3. Promkes adlh proses mbntu masy utk
mningkatkan kontrol atas determinan
kesehtannya.
The Bangkok Charter for Health
Promotion in a globalized world, 2005

1. Perlu strategi dan komitmen untuk


menghadapi berbagai faktor yang
berpengaruh terhadap kesehatan di dunia
global, serta kebijakan dan kemitraan untuk
memberdayakan masyarakat untuk
memperbaiki kualitas kesehatan (termasuk
ketidakmerataan bidang kesehatan) menjadi
fokus pembangunan nasional dan global.
The Bangkok Charter for Health
Promotion in a globalized world, 2005
2. Salah satau hak asasi setiap manusia adalah untuk
memperoleh kualitas kesehatan yang setinggi-tingginya.
Promosi kesehatan didasari hak asasi ini, menawarkan konsep
sehat yang positif dan inklusif yang merupakan faktor
mempengaruhi kualitas hidup kesehatan mental dan spiritual.
Promosi kesehatan merupakan fungsi inti kesehatan
masyarakat, yang memberikan sumbangan dalam mengatasi
penyakit menular dan tidak menular serta ancaman terhadap
kesehatan, dan merupakan investasi efektif untuk
meningkatkan kesehatan dan pembangunan manusia serta
mengurangi ketidakmerataan/ketidaksamaan dibidang
kesehatan dan jender.
The Bangkok Charter for Health
Promotion in a globalized world, 2005

3. Perkembangan menuju dunia yang lebih


sehat memerlukan keterlibatan politik yang
kuat, peranserta lebih luas dan advokasi
yang berkesinambungan.
Vancouver- Canada (2007)
 Hasil konferensi :
◦ Mempengaruhi peningkatan kemitraan dan
advokasi.
◦ Mengembangkan sains dan teknologi dalam
mendukung promosi kesehatan.
◦ Mengembangkan innovasi baru dalam pertukaran
dan penerapan sains dan teknologi promosi
kesehatan melalui berbagai pendekatan
kebudayaan dan region (regional).
Conclusion:

HEALTH
PROMOTION