Anda di halaman 1dari 6

Tingkat Tingkat

Potensi Bahaya
Risiko Risiko
(Fisik, Kimia, Biologi, PotensiKejadian / Resiko Pengendalian / Mitigasi Bahaya
Langkah-LangkahPekerjaan Sebelum Setelah
Psikososial, Ergonomi, Dll) **)Catatan 2 **)Catatan 3
Mitigasi Mitigasi
*) Catatan 1
(L,M,H) (***) (L,M,H) (***)
5. Mengaktifkan mesin las dan 5.1 Fisik 5.1.1 Terjatuh karena kabel yang tidak L 5.1.1.1 Mengatur kabel dan tingkatkan L
mengatur ampere beraturan konsentrasi pada saat bekerja

 TAHAP PENGELASAN

1. Tahap pengelasan 1.1 Fisik 1.1.1 Terbakarketubuhpekerja M 1.1.1.1 Selalu gunakan pelindung muka, L
1.2 Kimia safety shoes, lidah sepatu, lapis dada,
1.3 Ergonomi 1.1.2 Asap H sarung tangan, menggunakan vacum
pembakaranterkurungruangandanterhirup machine untuk mengeluarkan uap
para pekerja pengelasan di dalam area, selalu koordinasi
H dengan K3 dan menggunakan fan untuk
1.1.3 Terkenaradiasisinar ultraviolet pekerja agar tidak kepanasan,
daninframerah menggunakan pakaian untuk menutupi
H semua badan, periksa dan koordinasi pihak
1.1.4 Terdapatkandungan gas dan di area K3 akan kandungan gas yang mudah
sehinggaterbakarakibatterkenapercikanapi terbakar dan berpotensi menimbulkan
pengelasan ledakan dari aktivitas pengelasan di dalam
M area, tingkatkan pengontrolan oleh safety
1.1.5 Pekerjaterkenakabellas yang patrol, dan diperlukan pengecekan rutin
terkelupas terhadap mesin dan alat sehingga menjadi
M lebih aman
1.1.6
Pekerjamengalamipanasdalamruangantert
2. Mendinginkan material 2.1 Fisik utup M 2.1.1.1 Gunakan sarung tangan, pastikan L
(pemeriksaan) material sudah dingin
2.1.1 Tangan tersentuh logam panas
3. Membersihkan material dengan 3.1 Fisik L 3.1.1.1 Gunakan sarung tangan, tingkatkan L
palu terak konsentrasi pekerja saat memalu terak
3.1.1 Tangan terpukul palu terak M

4.Mematikan listrik pada mesin las 4.1 Fisik 3.1.2 Tangan tergores material tajam L 4.1.1.1Mengatur posisi kabel, tingkatkan L
kewaspadaan pekerja
 TAHAP PENGHALUSAN 4.1.1Terjatuh karena kabel yang tidak
beraturan
1. Menghaluskan material dengan
gerinda 1.1 Fisik M 1.1.1.1 Menggunakan sarung tangan dan L
baju tahan api, genggam erat gerinda saat
1.1.1 Terkena serpihan api akibat gerinda mengoperasikannya
Tingkat Tingkat
Potensi Bahaya
Risiko Risiko
(Fisik, Kimia, Biologi, PotensiKejadian / Resiko Pengendalian / Mitigasi Bahaya
Langkah-LangkahPekerjaan Sebelum Setelah
Psikososial, Ergonomi, Dll) **)Catatan 2 **)Catatan 3
Mitigasi Mitigasi
*) Catatan 1
(L,M,H) (***) (L,M,H) (***)
2. Membersihkan dan merapihkan 2.1Fisik 2.1.1 Tertusuk jari tangan atau kaki akibat M 2.1.1.1 Gunakan safety shoes dan sarung L
area kerja serpihan material sisa pengelasan yang tangan
tajam

3. Keluar dari area pengelasan 3.1 Fisik 3.1.1 Bagian tubuh terbentur area kerja L 3.1.1.1 Tingkatkan konsentrasi pada L
pekerja, menggunakan safety shoes, safety
3.1.2. Terpeleset ketika keluar area kerja L helmet. Apabila gelap gunakan alat
penerangan atau senter
Deskripsi Pekerja : Disi dengan penjelasan pekerjaan yang dilakukan (misalnya pemeriksaan pasien dengan ECG, mengoperasikan alat Rontgen, melakukan analisa
komposisi Gas dengan Gas Chromatography, memperbaiki Turbin, menyalakan flare, melakukan isolasi pipa, melakukan pengecekan fire
extinguisher, dsb)
Wilayah dan Bagian : Diisi dengan wilayah : KMT atau Arar.
Bagian : Production, Medical, F&S, Enviro, Maintenance, dsb
Nomor Tag / Deskripsi Peralatan : (Bisa pilih salah satu): disi dengan Nomor Tag masing-masing alat (misalnya: P-05 Turbin Generator ,T-04 Tangki Kondensat, alat ECG, Fire
Extingusher, dsb)
Referensi : Diisi dengan referensi yang digunakan (misalnya: P&ID, SOP, Buku Manual, Jadwal Pemeliharaan, dsb)
PPE Yang Digunakan : Diisi dengan PPE umum dan spesifik sesuai yang dipersyaratkan untuk melakukan pekerjaan tersebut (misalnya: Coverall, Helmet, Safety Shoes,
Rubber Boot, Masker Debu, Masker Cartridge, Hand Gloves Chemical Resistant, Hand Gloves untuk listrik, dsb...)
Langkah-Langkah Pekerjaan : Diisi dengan tahap-tahapan yang dilakukan dalam satu pekerjaan. Lihat contoh berikut:
Deskripsi Pekerjaan: Pemeriksaaan Pasien dengan ECG
Langkah-langkah Pekerjaan:
1. Mempersiapkan Peralatan ECG
2. Menentukan titik untuk pemasangan elektroda ECG di tubuh atau badan pasien
3. Memasang eletroda di tubuh / badan pasien pada titik yang telah ditentukan
4. Menyalakan alat ECG dan mulai melakukan pengukuran
5. Merecord hasil pengukuran dengan ECG dan mematikan peralatan ECG
6. Mencabut elektroda dari tubuh pasien dan selesai pekerjaan
Potensi Bahaya : Diisi dengan potensi bahaya dari masing-masing langkah pekerjaan berdasarkan hasil analisa resiko
Potensi bahaya dapat dilihat di catatan 1
Potensi Kejadian / Resiko : Disi dengan potensi kejadian / resiko yang mungkin terjadi dari masing-masing langkah-pekerjaan tersebut
Potensi Kejadian / Rsiko dapat dilihat di catatan 2
Tingkat Resiko Sebelum Mitigasi : Diisi dengan tingkat resiko sebelum dilakukan kendaliuntuk masing-masing langkah pekerjaan dengan angka dan hurup (L jika Low, M jika
Medium, H jika High) berdasarkan hasil risk assessment menggunakan Risk Matrix di catatan 4. Contoh : 12 (M)
Pengendalian / Mitigasi Bahaya : Diisi dengan Pengendalian Bahaya atau Mitigasi Bahaya yang akan dilakukan untuk masing-masing langkah kerja.
Pengendalian / Mitigasi Bahaya dapat dilihat di catatan 3
Tingkat Resiko Sesudah Mitigasi : Diisi dengan tingkat resiko sesudah dilakukan kendali untuk masing-masing langkah pekerjaan dengan angka dan hurup (L jika Low, M jika
Medium, H jika High) berdasarkan hasil risk assessment menggunakan Risk Matrix di catatan 4. Contoh : 4 (L)
CATATAN - 1:
Beberapa ContohPotensi Bahaya: (Berdasarkan NIOSH dan OSHA)
 Bahaya Fisik: Mesin, Listrik, Radiasi Elektromagnetik, Radiasi Radioaktif,Temperatur Panas (Heat Stress),Temperatur Dingin (Cold Stress), Bising, Getaran (Vibrasi) mekanik, Tekanan (Pressure),
Pencahayaan, Benda Jatuh, Ruang Terbatas (Confined Space), Cuaca, Ketinggian, Kendaraan, Alat Berat, Perkakas Tangan, Hidrolik.
 Bahaya Kimia: Gas Beracun, HidrogenSulfida, Merkuri,Asam, Bensin, Toluene, Xylene,Hidrokarbon, Debu, Fume, Uap Berbahaya dan Beracun, Cairan Beracun, Bahan Korosif, Bahan Iritan, Bahan
Mudah Terbakar, Bahan Mudah Meledak, Asap Las (Welding Fume), Debu Silica, Serat Asbes, Bahan Organik Mudah Menguap (VOC), Asap Knalpot, Logam Berat, Bahan Kimia Karsinogen
(penyebab kanker), Bahan Kimia penyebab Asma, Neurotoksin, Bahan Penyebab Dermatitis, Racun Sistemik, Racun Reproduksi, Sensitizers (bisa dilihat di MSDS
 Bahaya Biologis: Jamur, Virus, Bakteri, Tanaman, Binatang Buas,Anthrax, Serangga, Ular, Kalajengking, Laba-laba beracun
 Bahaya Psikososial: Stres, Fobia(Worker Phobias), Kelelahan(Fatigue), Kekerasan, Pengucilan, Intimidasi, Emosi Negatif
 Bahaya Ergonomi: Gerakan Berulang Canggung, Postur / Posisi Kerja, Pengangkutan Manual, Disain Tempat Kerja, Disain Alat, Disain Mesin

CATATAN - 2:
BeberapacontohPotensi Kejadian Resiko
 Fisik : Terbentur, terjepit, terjerembab, terjatuh dari ketinggian yang sama, terjatuh dari ketinggian berbeda, terpeleset, tertabrak, tertusuk benda tajam, terpotong, Heat Stroke, Kram, Ruam,
Kehilangan Pendengaran,Hypotermia, Radang Dingin, Dehidrasi, Tersengat Listrik, Naik Tekanan Darah, Kematian
 Kimia: Iritasi kulit, Gangguan Organ Pernapasan, Penyakit Jantung Paru, Stroke, Dermatitis, Kanker, Asma, Ganguan Saraf, Keracunan, Kematian, Silicosis, Asbestosis.
 Biologi: Iritasi, Kontak Dermatitis, Penyakit yang ditularkan melalui darah, Penyakit akibat virus, Hepatitis A, Hepatitis B, Keracunan, Malaria,
 Ergonomik: cedera tulang belakang, cedera lutut, cedera leher, cedera otot.

CATATAN 3 - 3
Beberapacontoh Pengendalian / Mitigasi Bahaya
 Eliminasi :Penambahan Udara (oksigen), Isolasi, Penggantian mesin, Pembersihan untuk menghilang sumber bahaya, menghilangkan sumber kebisingan dan getaran, menggunakan peralatan
yang tertutup, dsb
 Substitusi: Penggantian dengan bahan kimia yang kurang bahaya, Penggunaan bahan yang slury mengganti bahan yang powder, pengantian alat (ukuran, ketajaman, berat), pengangkatan
menggunakan alat mekanis menggantikan yang manual), Penggunaan peralatan yang sudah dicek, dsb
 Engineering:Pemasangan Ventilasi, Isolasi, Pemasangan Penghalang, Sistem HVAC, rekayasa disain alat, mekanik dan proses, dsb
 Administratif: Pre Job Safety Meeting, Ijin Kerja, Pekerja yang terlatih, pengecekan gas secara kontinyu, pelatihan, SOP, sertifikasi alat dan pekerja, pengaturan jam kerja, pemasangan rambu-
rambu peringatan, dsb
 PPE (Alat Pelindung Diri): Penggunaan alat pelindung diri khusus
CATATAN - 4:
RISK MATRIK
TABEL RISK MATRIK

Tingkat Keparahan (Severity) Kekerapan (Likelihood)

1 2 3 4 5
Tingkatan

Orang Lingkungan Aset Reputasi Tidak pernah Pernah


Pernah terjadi Pernah terjadi Pernah terjadi
mendengan mendengar di
di fasilitas di Divisi di lokasi
di O & G O&G
Kerusakan
1 Cidera Ringan(FAC) Dampak Ringan Dampak Ringan L L L L L
Ringan
Dampak Kerusakan
2 Cidera Sedang (MTC) Dampak Sedang L L L M M
Sedang Sedang
Cidera Berat (RWDC/LTI/
3 Dampak Berat Kerusakan Berat Dampak Berat L L M M H
LWDC)
Kematian 1 Orang Dampak Sangat Kerusakan Dampak Secara
4 L M M H H
(FAT atauTPD) Berat Sangat Berat Nasional
Kematian > 1 Orang Dampak Secara
5 Dampak Masif Kerusakan Total M M H H H
(Multiple Fatalities) Internasional

Anda mungkin juga menyukai