Anda di halaman 1dari 86

SISTEM MANAJEMEN K3 LINGKUNGAN (SMK3L)

JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA


TUJUAN PEMBELAJARAN
UMUM
 Setelah selesai sesi ini mahasiswa mampu menjelaskan
Sistim Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(SMK3), Jaminan Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan
Kerja.
TUJUAN PEMBELAJARAN
KHUSUS
 Setelah selesai sesi ini mahasiswa mampu
menjelaskan Sistim Manajemen Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (SMK3), Jaminan
Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Kerja.
 Apa latar belakang dibuatnya SMK3 ?
 Apa dasar SMK3 ini disusun?
 Apa dasar Hukum SMK3 ini disusun?
 Bagaimana Globalisasi & tantangan masa depan ?
 Mengapa diperlukan SMK3 ?
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

 Apa Latar Belakang dibuatnya SMK3 ?


 Apa Dasar SMK3 ini disusun?
 Apa Dasar Hukum SMK3 ini ?
 Bagaimana Globalisasi & tantangan masa depan ?
 Mengapa diperlukan SMK3 ?
Latar belakang sejarah
BAHAYA ?
RISIKO ?
Selamat & Sehat

Cepat

Mengurangi
Kecelakaan &
Penyakit Akibat
Kerja

Tepat
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

No Negara Asal Jumlah


Perusahaan
1 Jepang 36
2 USA 19
3 Australia 19
4 Perancis 3
5 Korea 5
6 Swiss 2
7 Jerman 5
8 Belgia 1
9 UK 2
10 Belanda 1
11 Swedia 1
12 Malaysia 1
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Latar belakang sejarah

Salah satu kajian yang dilakukan oleh Lembaga Penerbangan


Sipil Kanada (Transport Canada Civil Aviation) pada tahun
1991 mengenai “Keselamatan Penerbangan” menyimpulkan
bahwa : satu - satunya “cara efisien” untuk meningkatkan
keselamatan penerbangan adalah : “mengadop pendekatan
system u/ mengelola keselamatan penerbangan” yang
dikenal sebagai “Aviation Safety Management System”
(ASMS)
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Latar belakang sejarah


1. Remote areas do not provide resources with adequate safety background -System
2. Mine Operation experiences HE & LV Interaction –Rules & Obedience
3. Labor Intensive –Training
4. Traditional safety custom vs. Industrial environment –Culture
5. Leadership skill of supervision level –Role
6. Mine Operation is highly influenced by weather -Technical knowledge & attitude
7. OHMS menjadi kunci sebagai strategi pencegahan pada pertengahan tahun 80-an.
8. Dimulai pada Desember 1984, Tragedi Bhopal : Kebocoran tanki bahan kimia methyl
isocyanate yang membunuh sekitar 2500 orang.
9. Hasil investigasi mengindikasikan faktor yang berkontribusi terhadap kejadian tsb
adalah kurangnya perhatian terhadap:
1. Disain dan proses plant
2. Maintenance dan plant testing serta alat pengaman
3. Training dan emergency planning
4. Sistem proteksi terhadap lingkungan penduduk di sekitar pabrik
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Latar belakang sejarah

10. Kelamatan dan Kesehatan kerja harus dikelola sebagaimana dengan


aspek lainnya dalam perusahaan seperti operasi, produksi, logistic,
sumber daya manusia, keuangan dan pemasaran.
11. Aspek K3 tidak akan berjalan seperti apa adanya tanpa adanya
intervensi dari manajemen berupa upaya terencana untuk
mengelolanya.
12. Hal inilah yang mendorong lahirnya berbagai konsep mengenai
manajemen K3 (Safety Management).
13. Semua system Manajemen K3 bertujuan untuk mengelola risiko K3 yang
ada dalam perusahaan agar kejadian yang tidak diinginkan atau dapat
menimbulkan kerugian dapat dicegah.
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Latar belakang sejarah


Hasil studi tersebut menyimpulkan sebagai berikut:
1. Sebagian besar kecelakaan penerbangan bersumber dari manusia
(human error).
2. Kesalahan manusia ini mengindikasikan adanya factor carelessness
atau kurang kompeten dalam melakukan pekerjaan namun hal ini tidak
sepenuhnya benar,
3. Faktor manusia hanyalah mata rantai paling ujung dari proses
terjadinya kecelakaan,
4. Kecelakaan tidak dapat dicegah dengan mengganti manusia, tetapi
hanya dapat dicegah dengan menghilangkan penyebab tidak langsung
sebagai penyebab tidak langsung sebagai penyebab dasar suatu
kecelakaan,
5. Sebagian besar mata rantai kecelakaan berada dibawah kendali
organisasi yang disebut organizational accident .
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Latar belakang sejarah


1. K3 masih belum mendapatkan perhatian yang memadai semua
pihak
2. Kecalakaan kerja yang terjadi masih tinggi
3. Pelaksanaan pengawasan masih bersifat parsial dan belum
menyentuh aspek manajemen
4. Relatif rendahnya komitment pimpinan perusahaan dalam hal
K3
5. Kualitas tenaga kerja berkorelasi dengan kesadaran atas K3
6. Tuntutan global dalam perlindungan tenaga kerja yang
diterapkan oleh komunitas perlindungan hak buruh
internasional
7. Desakan LSM internasional dalam hal hak tenaga kerja untuk
mendapatkan perlindungan
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

K3 belum mendapatkan perhatian yang memadai semua pihak :

1. Masalah K3 masih belum menjadi prioritas program


2. Tidak ada yang mengangkat masalah K3 menjadi issue nasional baik secara
politis maupun sosial
3. Masalah kecelakaan kerja masih dilihat dari aspek ekonomi, dan tidak
pernah dilihat dari pendekatan moral
4. Tenaga kerja masih ditempatkan sebagai faktor produksi dalam perusahaan,
belum dirtempatkan sebagai mitra usaha
5. Alokasi anggaran perusahaan untuk masalah K3 relatif kecil
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Masih rendahnya komitment pimpinan


perusahaan terhadap K3

1. Dari jumlah perusahaan 160.041 (1995) menurut data UU No.7/1981,


13.381 merupakan perusahaan dengan tenaga kerja lebih dari 100
orang ( wajib mempunyai P2K3 sesuai pasal 10 UUKK No.1/1970)
2. Jumlah P2K3 yang ada kurang dari 13.000
3. Dari P2K3 yang ada 10-12 % yang berfungsi
4. Menunjukan komitment pimpinan perusahaan terhadap K3 masih
rendah
5. Perusahaan yang mempunyai dokter perusahaan (pasal 8
6. UUKK No.1/1970) tercatat 1.155 orang
7. Program pemeriksaan kesehatan tenaga kerja tidak jalan
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Dasar Sistem SMK3 ini disusun mengacu pada :


1. The DNV International SEQ Rating System (DNV–ISRS–
6th revised edition 1994)
2. National Occupational Safety Association –Five Star
System (NOSA 5 Star revised July 1997)
3. International Standard (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS
18001)
4. UU No. 1 Th. 1970 KeselamatanKerja
5. UU No. 23 Th. 1997 Lingkungan Hidup
6. KEPMEN 555K/26/M.PE/1995 K3 Pertambangan Umum
7. Permenaker 05, 1996 SMK3
8. Regulasi Nasional lainnya yang terkait
9. Customer Requirements
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Dasar Hukum SMK3 ini


1. Pasal 87 Undang-undang No. 13 Tahun 2003
1.Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 yang
terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan
2.Ketentuan mengenai penerapan SMK3 akan diatur
dengan Peraturan Pemerintah

2. PP 50 Tahun 2012
1.Setiap perusahaan dengan lebih dari 100 pekerja wajib
menerapkan SMK3 yang terintegrasi dengan sistem
manajemen perusahaan
2.Mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

MENGAPA DIPERLUKAN
SMK3

A. Kecelakaan Kerja disebabkan karena:


Kesalahan Faktor Manajemen,
manusia dan teknis
B. Tuntutan produk berkualitas dikaitkan
dengan hambatan teknis dalam era
globalisasi perdagangan
C. Perlu peningkatan penerapan K3
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Bagaimana kerugian terjadi ?

Karena :
1. Lack of Control
2. Basic Causes
3. Immediate Causes
4. Incident
5. Loss
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Bagaimana SMK3 Menolong Anda ?


1. Melibatkan Seluruh Aspek (Manusia, Bahan, Mesin dan Peralatan,
Produk, Proses Dan Faktor Lingkungan) yang mempengaruhi K3
di tempat kerja
2. Mencakup Seluruh Fungsi Manajemen (Planning, Organaizing,
Actuating dan Controlling)
3. Mencakup Kegiatan yang bersifat (Preventif, Kuratif,
Rehabilitatif, dan Promotof)
4. Mendorong Peran Aktif seluruh tingkatan manajemen dan tenaga
kerja.
5. Menjamin Pemenuhan terhadap Peraturan perundang-undangan,
Standar Nasional dan Internasional.
6. Terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan.
7. Menjamin proses Peningkatan Berkelanjutan.
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

TUJUAN PENERAPAN SMK3


1. Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan harkat dan
martabatnya sebagaoi manusia (pasal 27 ayat 2 UUD 1945)
2. Meningkatkan komitment pimpinan perusahaan dalam melindungi
tenaga kerja
3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja untuk menghadapi
kompetisi perdagangan global
4. Proteksi terhadap industri dalam negeri
5. Meningkatkan daya saing dalam perdagangan internasional
6. Mengeliminir boikot LSM internasional terhadap produk ekspor
nasional
7. Pelaksanaan pencegahan kec. masih bersifat parsial
8. Perlunya upaya pencegahan terhadap problem sosial dan
ekonomi yang tekait dengan penerapan K3
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

SMK3 MEMBANGUN BUDAYA K3

Reactive Dependent Independent Interdependent


• Management • Personal Knowledge,
• Safety by Natural
Commitment Commitment, and • Help Others Conform
Instinct • Condition of • Others’ Keeper
• Compliance is the Standards
Employment
• Internalization • Networking Contributor
Goal • Fear/Discipline
• Personal Value • Care for Others
• Delegated to Safety • Rules/Procedures
• Care for Self • Organizational Pride
Manager • Supervisor Control,
• Lack of Management Emphasis, and Goals • Practice, Habits
Involvement • Value All People • Individual Recognition
• Training

Engineering OSH - MS Behavioral


Control Safety
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

ARAH KEBIJAKAN K3 • Aman


• Sehat
TERSELENGGARANYA • Ramah lingkungan
• Nihil Kecelakaan

Peningkatan
produktifitas
Di Tempat Kerja
29
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

SISTEM MANAJEMEN •Pengembangan


KESELURUHAN
•Penerapan
SMK3 •Pencapaian
1. STRUKTUR ORGANISASI •Pengkajian
2. PERENCANAAN •Pemeliharaan
3. TANGGUNG JAWAB •Kebijakan K3
4. PELAKSANAAN
5. PROSEDUR & PROSES
6. SUMBER DAYA

Pengendalian Risiko
Kegiatan Kerja
TEMPAT KERJA :
• AMAN
• TERTIB
• EFISIEN
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Tempat Kerja : 1. Produksi &


• Aman Produktifitas
• Nyaman
• Sehat 2. Kelangsungan
• Bebas Polusi Usaha
• Nihil Kec. & PAK

Menjawab Tantangan &


Meraih Peluang

1. Globalisasi/Perdag. Bebas;
2.
3.
HAM;
Standar Internasional;
Daya saing
4. Green Productivity; (Lokal, Regional,
5. Global warming; Global)
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Pengertian Manajemen
Suatu set aktivitas yang meliputi :
planning and decision making, organizing, leading, and controlling
yang diarahkan oleh organization’s resources yang meliputi :
human, financial, physical, and information
untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan effisien.
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Bagian sistem manajemen secara keseluruhan


yang meliputi:
 Struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab,
pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya
Yang dibutuhkan bagi:
 Pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian
dan pemeliharaan kebijakan K3
Dalam rangka pengendalian resiko yang
berkaitan dengan kegiatan kerja, guna
terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan
produktif.
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

TINGKATAN DALAM MANAJEMEN


SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

KERANGKA PROSES MANAJEMEN


Planning
and decision Organizing
making
Inputs from the environment
• Human resources Goals attained
• Financial resources • Efficiently
• Physical resources • Effectively
• Information resources

Controlling Leading

ASPEK K3
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

TUJUAN DASAR

EFISIEN
Penggunaan sumber daya secara
optimal
Dan

EFISIEN
Dalam pengambilan keputusan
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Integrasi ???
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Pada kenyataannya, integrasi tersebut tidak mudah untuk


mencapai dan isu-isu penting dalam pelaksanaan sistem
manajemen terpadu adalah sebagai berikut:

1. Komitmen
Departemen ini mengadopsi proses top-down untuk
mengembangkan rasa staf komitmen terhadap kualitas,
perlindungan K3

2. Tanggung Jawab
Garis tanggung jawab manajemen yang jelas dan
didokumentasikan sehingga kualitas, perlindungan K3
Lingkungan dikelola dalam wilayah operasi mereka.
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

3. Consultation and Communication


 Staf kunci yang berpartisipasi dan memberikan kontribusi terhadap
perkembangan bahwa dokumen tertentu

4. Incentive Scheme
 Manajemen telah sepenuhnya mendukung stafnya dalam upaya mereka
untuk mencapai perbaikan terus-menerus. Melalui skema saran staf,
penghargaan diberikan pada akhir setiap bulan kepada individu atau
kelompok yang telah membuat kontribusi untuk perbaikan terkait dengan
mutu, K3 LH.
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

5. Documentation
 Prosedur dan instruksi kerja telah disusun harus dilaksanakan secara
bertanggung jawab, dan karena itu yang paling jelas tentang, proses kerja
dan kegiatan

6. Translation
 Bila diperlukan dilakukan penterjemahan untuk memahami apa yang
diinginkan oleh standar.
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

7. Internal Audit
 Tujuan audit harus menjawab pertanyaan "Apakah kita telah melakukan
sesuatu dengan benar?".
 Ini adalah alat manajemen untuk memastikan apakah kegiatan sesuai dengan
pengaturan yang direncanakan dan untuk menentukan efektivitas sistem
manajemen
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

SMK3 dalam PP tersebut


1. Penetapan Kebijakan K3
2. Perencanaan K3
3. Pelaksanaan Rencana K3
4. Pemantauan dan Evaluasi Knerja K3
5. Peninjauan dan Peningkatan Kinerja K3
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Tahapan Pengelolaan K3
Continuous
Improvement
 Budaya K3

Menerapkan
sistim
manajemen K3

Memenuhi syarat-
syarat K3 pekerjaan
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Peningkatan Komitmen
Berkelanjutan dan
Peninjauan Kebijakan
Ulang &
Peningkatan
Perencanaan
oleh manajemen
SMK3

Pengukuran
dan Penerapan
Evaluasi SMK3
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

TEKNIS OPERASIONAL K3

Management SDM

BAHAN LINGKUNGAN KERJA

Risk SAFE
Analysis Risk PROSES Risk Risk Risk PRODUCTION

PERALATAN SIFAT PEKERJAAN

CARA KERJA
KECELAKAAN

ANALISIS
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

VARIABEL YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO K3

PAK TENAGA KEC. KERJA


Kesehatan KERJA Keselamatan
APD APM
PROSES

BAHAN ALAT
POLUSI
LINGKUNGAN
NAB
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Wajib

dilaksanakan oleh perusahaan disemua sektor


dan terintegrasi dgn sistem Manajemen
Perusahaan

Harus Memenuhi Persyaratan Minimum :


- 5 prinsip dasar
- 12 elemen

Untuk perusahaan-2 di sektor kegiatan usaha tertentu dapat menambah


sesuai jenis dan tingkat resiko bahaya yg ada atas persetujuan Menteri

SMK3 : SBG STANDAR MINIMAL PELAKSANAAN MANAJEMEN K3


SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

SMK3 : SBG STANDAR MINIMAL PELAKSANAAN MANAJEMEN K3


Dilaksanakan oleh perusahaan disemua
sektor dan terintegrasi dgn sistem
Manajemen Perusahaan

Harus Memenuhi Persyaratan


Minimum :
- 5 prinsip dasar
- 12 elemen
Untuk perusahaan di sektor kegiatan usaha tertentu
dapat menambah sesuai jenis dan tingkat resiko bahaya yg
ada
atas persetujuan Menteri
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Penetapan
Kebijakan Pembangunan dan pemeliharaan komitmen
HUBUNGAN 5 PRINSIP SMK3 DENGAN

Perencanaa
n Strategi Pendokumentasian
Peninjauan ulang perancangan (design) kontrak;
Penerapa Pengendalian dokumen ; Pembelian: Keamanan
n bekerja berdasarkan sistem manajemen K3 ;
12 ELEMEN AUDIT

Pengelolaan material dan perpindahannya

Pengukuran Standar pemantauan; Pengumpulan dan penggunaan


data; Audit SMK3

Kaji Ulang Pelaporan dan perbaikan kekurangan; Pengembangan


Manajemen ketrampilan dan kemampuan
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Penetapan
Kebijakan

Kaji Ulang
Perencanaan
Manajemen

Pengukuran
Penerapan
kinerja
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

12 ELEMEN SMK3 (PP No.50 Tahun 2012)


1. Pembangunan dan pemeliharaan komitmen
2. Strategi pendokumentasian
3. Peninjauan ulang Perancangan (desain) dan kontrak
4. Pengendalian Dokumen
5. Pembelian
6. Keamanan bekerja berdasarkan SMK3
7. Standar Pemantauan
8. Pelaporan dan perbaikan kekurangan
9. Pengelolaan Material dan Perpindahannya
10.Pengumpulan dan penggunaan data
11.Audit SMK3
12.Pengembangan ketrampilan dan kemampuan
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Culture
Accidents

Contributing Factors to
Training Incidents

Inefficiencies
Personal
factors

Human Error
Human errors

Other factors

Procedures
Design
Organizational

Source: FAA 1998


SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Characteristics of an SMS
An SMS is different from other safety programs because of:
• Corporate management ownership
• A risk-based approach and it is integrated into the business system

Corporate Management
Risk-based Ownership Integrated
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

 Regardless of how an SMS is structured and


organized, an SMS contains four functional elements:
SMS Functional Elements

Documentation

Program
Planning
Surveillance
and Control
Safety
Oversight/Risk
Management
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

This function: SMS Functional Elements (continued)


• Identifies hazards within the operation
• Evaluates the hazards for risk(s)
• Provides management with information regarding the levels of risks and potential strategies for
managing those risks

Reactive
hazard Safety Oversight/Risk Management
identification

Risk
Predictive
Risk management
hazard
assessment strategies
identification
SMS program
Proactive surveillance
hazard & control
identification
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Where Is Your Airline on the Safety Performance Spectrum?


Safety Management
Processes

Reactive Proactive Predictive


Opportunities

Accident Incident Normal Efficient

Hazards

Outcomes
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

PENCAPAIAN
1. Penghargaan Emas
 Untuk tingkat pencapaian keberhasilan penerapan 85-100 %
dari kriteria audit

2. Penghargaan Perak
 Untuk tingkat pencapaian keberhasilan penerapan 60-84 % dari
kriteria audit

3. Tindakan Pembinaan
 Untuk tingkat pencapaian keberhasilan penerapan 0-59 % dari
kriteria audit
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Sanksi Adminsitrasi sesuai Pasal 190 UU No.13 Th 2003


berupa Sanksi Administratif yaitu :
1. Teguran
2. Peringatan Tertulis
3. Pembatasan kegiatan usaha
4. Pembekuan kegiatan usaha
5. Pembatalan persetujuan
6. Pembatalan pendaftaran
7. Penghentian sementara, sebahagian atau
seluruh alat produksi
8. Pencabutan ijin
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Continuous Improvement
 Audit sistim manajemen K3 untuk menjalankan
proses peningkatan yang berkelanjutan.

Policy
Planning
Implementatio
n
Evaluation
Review

59
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Continual improvement of the quality management system

Customers Customers
(and other Management (and other
interested responsibility interested
parties) parties)

Resource Measurement,
management analysis and Satisfaction
improvement
Requirements

Input
Product Output
Key:
Value adding activity realisation Product
information flow

Source: BS EN ISO 9001:2000


SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Fire drill
Pelatiha Pemeriks
n K3 aan
P3K Pengujia
Kesehatn
n
Ergonom Work Bahan
i permit Kimia
Bahaya
Pelaporan Mekanik
Perundanga
n K3
Komunikasi Risk
K3 Assessment
Pembelian
Pmrksaan
Dokume Lingkungan
ntasi K3 Audit K3
Pengelolaan
B3
Manual Komunikasi
Promosi K3
K3
P2K3

Problem: tanpa sistim manajemen


SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Failure of management
Sistim Management K3
Yang Efektif
Five reasons why OSHMS succeed

1. Keberadaan SMK3 menjadi sarana utama untuk sistim


pengelolaan, keberadaannya bukan pada posisi sekunder.
2. Senior manajer atau pemilik / operator praktek
mengetahui apa yang mereka putuskan dalam pengendalian
bahaya dan risiko.
3. Supervisor dan karyawan memahami peran mereka dalam
sistem management dan terlibat dalam pengembangan dan
penerapan.
4. Sistem yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan
organisasi.
5. Keberadaan SMK3 dapat merespon berbagai pertanyaan dan
ulasan dari semua orang yang terlibat.
Five reasons why OHSMS fail
1. Irregular and inconsistent dukungan dari
manajemen.
2. SMK3 diperlakukan sebaga “paper warfare” hanya
menyenangkan pimpinan tanpa evaluasi
efektifitasnya.
3. SMK3 dibuat hanya untuk merespon tuntutan luar
4. SMK3 diterapkan tanpa proses partisipasi
berbagai pihak yang melakukannya.
5. Upaya yang dibangun tidak diarahkan/disesuaikan
pada Budaya yang berlaku di tempat kerja.
Beberapa alternatif perbaikkan
 Langkah 1. KOMITMEN (Leadership & Culture oriented)
 Langkah 2. KETERLIBATAN (Strong involvement and
participation)
 Langkah 3. KOMUNIKASI (Effective Communication)
 Langkah 4. KOORDINASI (Coordination)
 Langkah 5. PROGRAM DAN PELATIHAN (Program and
Training)
 Langkah 6. PROMOTION & SOSIALISASI (Promosi dan
Sosialisasi)
 Langkah 7. INSENTIF (Reward and Punishment)
Jaminan Kesehatan dan Keselamatan kerja

Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin


keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani
maupun rohani tenaga kerja

Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam


usaha mencegah kemungkinan terjadinya
kecelakaan dan penyakit akibat kerja
Jaminan Kesehatan kerja

Kewajiban pengusaha dalam hal kesehatan


pegawai meliputi:
1. Segala urusan yang bersifat preventif
2. Segala urusan yang bersifat kuratif
3. Segala usaha yang menyangkut faktor lingkungan
kerja guna mewujudkan kesehatan dan
keselamatan lingkungan kerja.
Jaminan Keselamatan kerja

Ganti Rugi
1. Tunjangan selama tidak mampu bekerja selama
120 hari adalah 100% dari upah, selanjutnya 50%
dari upah.
2. Cacat total/sebagian dibayar sekaligus (lump
sum)
3. Kematian dibayar sekaligus (lump sum)
4. Uang kubur
Jaminan Kecelakaan kerja

Pengobatan/Perawatan
1. Ongkos pengangkutan 100%
2. Obat 100%
3. Dokter 100%
4. Operasi 100%
5. Rontgen/laboratorium 100%
6. Perawatan puskesmas 100%
7. Gigi 100%
8. Lain‐lain 100%
Jaminan Kecelakaan kerja

Penyakit Akibat Hubungan Kerja


1. Jaminan ganti rugi dan pengobatan/perawatan
sama dengan butir a dan b Batas Maksimum
2. Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk satu
peristiwa kecelakaan
Persentase Tunjangan Cacat Tetap
1. Lengan kanan dari sendi bahu ke bawah 40%
2. Lengan kiri dari sendi bahu ke bawah 35%
3. Kedua belah mata 70%
4. Sebelah Mata 30%
5. Ibu jari tangan kanan 15%
6. Ibu jari tanagan kiri 12%
Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)

Jamsostek adalah singkatan dari jaminan sosial


tenaga kerja, dan merupakan program publik yang
memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk
mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu dan
penyelenggaraannya menggunakan mekanisme
asuransi sosial. Sebagai Badan Usaha Milik Negara
yang bergerak dalam bidang asuransi sosial. PT
Jamsostek (Persero) merupakan pelaksana undang
undang jaminan sosial tenaga kerja.
Hak dan kewajiban dalam Jamsostek

1. Sebagai program publik, Jamsostek memberikan hak dan


membebani kewajiban secara pasti (compulsory) bagi
pengusaha dan tenaga kerja berdasarkan Undang undang
No.3 tahun 1992 mengatur Jenis Program Jaminan
Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan
Kematian (JKM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
(JPK).
2. Sedangkan kewajiban peserta adalah tertib administrasi
dan membayar iuran.
Peraturan tentang Jamsostek

1. Pengaturan program kepesertaan jamsostek adalah wajib melalui


Undang‐Undang No.3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga
Kerja. Pengaturan tentang pelaksanaannya jamsostek dituangkan
dalam:
1. Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 1993, tentang
penyelenggaraan program Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
2. Keputusan Presiden No.22 Tahun 1993, tentang penyakit yang
timbul karena hubungan kerja.
3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per‐12/Men/VI/2007, tentang
petunjuk teknis pendaftaran kepesertaan, pembayaran iuran,
pembayaran santunan, dan pelayanan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja.
PRINSIP KESEHATAN KERJA

PENYERASIAN

Kapasitas Kerja: Beban Kerja: Lingkungan Kerja:


-Status Kes & Gizi - Beban Fisik: -Bising,panas,
-Sex - Mengangkat, getaran, radiasi
-Umur - Mendorong,dll -Debu, uap, larutan
-Pendidikan -Beban Mental -Bakteri, virus
-Keterampilan -dll
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

PELAYANAN KESEHATAN KERJA

Adalah : Program pelayanan paripurna terdiri dari :


1. Pelayanan promotif,
2. Pelayanan preventif,
3. Pelayanan kuratif
4. Pelayanan rehabilitatif
Yang dilaksanakan dlm suatu sistem terpadu
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

PELAYANAN KESEHATAN KERJA


Pelayanan Paripurna :
1. Pelayanan Promotif
2. Pelayanan Preventif
3. Pelayanan Kuratif
4. Pelayanan Rehabilitatif

1. Pelayanan Promotif
 Pendidikan dan penyuluhan kesehatan kerja
 Pemeliharaan berat badan ideal
 Perbaikan gizi menu seimbang dan makanan sehat
 Pemeliharaan tempat, cara dan lingkungan kerja yang sehat
 Konsultasi untuk perkembangan kejiwaan yang sehat
 Olah raga fisik dan rekreasi
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

2. Pelayanan Preventif
 Pemeriksaan kesehatan awal, berkala dan khusus
 Imunisasi
 Kesehatan lingkungan kerja
 Perlindungan diri terhadap bahaya pekerjaan
 Penyerasian pekerja dengan mesin, alat kerja
 Pengendalian bahaya lingkungan kerja (fisik,
kimia, biologi, ergonomi)
 Suplemen gizi
 Survailance kesehatan kerja
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

3. PELAYANAN KURATIF
 Pelayanan diberikan pada pekerja yang sudah mengalami
gangguan
 Pelayanan diberikan meliputi pengobatan terhadap penyakit
umum maupun penyakit akibat kerja

4. PELAYANAN REHABILITATIF
 Latihan dan pendidikan pekerja untuk dapat menggunakan
kemampuannya yang masih ada secara maksimal
 Penempatan kembali pekerja yang cacat secara selektif
sesuai kemampuannya
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

PELAYANAN RUJUKAN

 Rujukan Medik :
- Pengobatan dan rehabilitasi
- POS UKK ---- Puskesmas ---- BKKM ---- RSU/RSK

 Rujukan Kesehatan
- Pemeriksaan sampel lingkungan --- ke BTKL
- Kasus Pencemaran ---- Kab/kota.
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

ELEMEN KUNCI LAYANAN KESEHATAN KERJA

1. Promosi Kesehatan Pekerja


2. Penempatan Calon Pekerja
3. Surveilance Kesehatan Kerja
4. P3K & Evakuasi
5. Kompetensi pekerja
6. Kepatuhan kepada peraturan perundangan
7. Pengembangan organisasi dan budaya kerja
8. Perlindungan mutu Produksi dari segi K3/Perlindungan
konsumen
Kesja Konstruksi Kesja Transportasi Kesja.Perkantoran
Kesja Maritim
Kesja Pariwisata Kesja
RS/Sarkes

Kesja Pertambangan Kesja Pertanian


Kesja Perkebunan

Kes.Industri Formal & Kes. Matra D/L/U


informal
Kesehatan & Keselamatan Kerja
SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Daftar Bacaan
 National Examination Board of Occ. Safety and Health, NEBOSH,
2008, London
 LEES, F. P. 1995. Loss Prevention in the Process Industries (2nd ed.) (3
vols.)
 Petersen, D., 2001, Safety Management : a human approach,
American Society of Safety Engineers, Illinois.
 Suardi, R., 2005, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja :OHSAS 18001 & Permenake 05/1996, PPM, Jakarta
 ISO 14001 Handbook, 2004, Whitelaw K
 Step-by step to ISO 14001 – Certification Process, 2006, Edward, AJ
 Framework for Integrated Management System, PAS 99, 2006, BSI
Pengumuman Dept. Pertanian
(Agriculture Dept. Announcement)
Bagaimana Cara mengenali Penyakit Sapi Gila???.
(How to identify a mad cow disease)

Tidak berpenyakit Berpenyakit


(Normal) (with mad cow disease)

PERBEDAAN SUARA LENGUHAN ANTAR KEDUANYA:


Silakan klik kedua gambar “Speaker” di atas...!
(Double click on sound button)