Anda di halaman 1dari 21

CERITICAL BOOK RIVEW

Mata Kuliah Media Pendidikan Sains Fisika

“MEDIA PEMBELAJARAN”

DOSEN PENGAMPU:

Drs. Juniar Hutahean M.Si

DISUSUN OLEH :

Maulana Tri Agung (4161121015)

PENDIDIKAN FISIKA B 2016

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur diucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
karunia yang senantiasa diberikan sampai saat ini sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas ini dengan baik.
Terima kasih kepada ibu dosen yang telah memberikan tugas ini. Dengan
diberikannya tugas ini mengajarkan penulis untuk bertanggung jawab dalam
menyelesaikn tugas ini dan membantu penulis dalam memahami materi hakekat
kurikulum.
Tugas ini masih jauh dari kata sempurna. Besar harapan penulis bagi pembaca
yang ingin memberikan kritik dan saran, penulis menerima dengan lapang dada.
Semoga tugas dapat membantu pembaca dalam menyelesaikan tugasnya. Terimakasih

Medan, Maret 2018

Maulana Tri Agung


NIM : 4161121015
IDENTITAS BUKU

BUKU 1
Judul Buku : Media Pendidikan Sains Fisika
Penulis : Ratna Tanjung
Tahun Terbit : 2018
Penerbit : Unimed Press
Kota terbit : Medan
ISBN : 978 – 602 – 1313 – 55 – 8

BUKU 2
Judul Buku : Media Pembelajaran Manual dan Digital
Penulis : Kustandi dan Sutjipto
Tahun Terbit : 2011
Penerbit : Ghalia Indonesia
Kota terbit : Bogor
ISBN :-
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Balakang Masalah

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang


mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pemanfaatan
media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru dalam setiap
kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru/fasilitator perlu mempelajari bagaimana
menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan
pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Dalam makalah ini penulis lebih
mengkhususkan pembahasan mengenai media pembelajaran berbasis internet, dimana
dalam proses pembelajaran seorang guru memanfaatkan fasilitas yang ada diinternet
untuk menjadi jalan atau bahan pembelajaran didalam kelas.

Namun pada kenyataan yang kita lihat dilapangan masih banyak guru yang tabu
akan computer apalagi berhubungan dengan internet. Oleh sebab itu penulis akan
mencoba menjelaskan tentang media berbasis internet ini secara ringkas.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian media pembelajaran berbasis internet?

2. Apa saja karakteristik e-learning?

3. Apa Kelebihan dan kekurangan media berbasis internet?

4. Bagaimna langkah-langkah penyusunan program sistem pembelajaran berbasis E-


Learning?

1.3 Tujuan penulisan

1. Untuk mengetahui karakteristik e-learning,

2. Untuk serta kelebihan dan kelemahannya

4. Untuk mengetahui langkah-langkah penyusunan program sistem pembelajaran


berbasis E-learning.
BAB II
PEMBAHASAN
BUKU 1

2.1 Pengertian Media Pembelajaran Berbasis E-learning

Salah satu kosa kata yang muncul dan populer bersamaan dengan hadirnya TIK
dalam dunia pembelajaran adalah e-learning. E-learning merupakan kependekan dari
elektronik learning. Secara generik e-learning berarti belajar dengan menggunakan
elektronik. Kata elektronik sendiri mengandung pengertian yang spesifik yakni
komputer atau internet, sehinga E- Learning sering diartikan sebagai proses belajar yang
menggunakan komputer atau internet.

Sistem pembelajaran elektronik adalah cara baru dalam proses belajar


mengajar. E-learning merupakan konsekuensi logis dari teknologi komunikasi dan
infortmasi. Dengan e-learningpeserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk di
kelas untuk menyimak setiap ucapa guru secara langsung. E-learning juga dapat
mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya
yang harus dikeluarkan program studi atau program pendidikan.

E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang


memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning
memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-
masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-
Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang
bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning
tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet,
distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning.
Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan
didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan
CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
2.2 Karakteristik E-Learning

Karakteristik e-learning antara lain adalah:

a. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; dimana guru dan siswa, siswa dan
sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah
dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokelor;

b. Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di


komputer sehinga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja dan
yang bersangkutan memerlukanya; dan

c. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-


hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

2.3 Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

Menyadari bahwa melalui internet dapat ditemukan berbagai informasi yang


dapat diakses secara mudah, kapan saja dan dimana saja, maka pemanfaatan internet
menjadi suatu kebutuhan. Bukan itu saja, pengguna internet bisa berkomunikasi dengan
pihak lain dengan cara yang sangat mudah melalui teknik e-moderating yang tersedia
diinternet. Dari berbagai pengalaman dan juga dari berbagai informasi yang tersedia di
literatur, memberikan petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khususnya da-lam
pendidikan terbuka dan jarak jauh, antara lain dapat disebutkan sebagai berikut.

Pembelajaran jarak jauh, e-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba


ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas.

Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang
dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet.

Baik guru maupun siswa dapat melaksanakan diskusi melalui internet yang
dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu
pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif .

Relatif lebih efisieN

Dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran.

Selain memiliki beberapa keunggulan, pemanfaatan e-learning pun memiliki


beberapa kekurangan yakni :

Terutama dari sisi kebutuhan investasi jaringan pendukung dengan perangkat


lunaknya. Untuk dapat memperoleh manfaat yang optimal dari e-learningdibutuhkan
dukungan jaringan yang tepat dan stabil.

Bagi orang yang gagap teknologi, sistem ini belum bisa diterapkan

Keterbatasan jumlah Komputer yang dimiliki oleh Sekolah.

Kehadiran guru sebagai makhluk yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para
murid telah menghilang.

Kurangnya penguasaan komputer

Proses belajar dan mengajarnya cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.

2.4 Langkah-langkah Penyusunan Program Sistem Pembelajaran Berbasis E-


Learning

1. Perencanaan Awal

a) Mengidentifikasi tujuan, kebutuhan dan masalah yang muncul dalam


pembelajaran.

b) Analisis karakteristik siswa yang akan menggunakan dan pelajari materi yang
akan dikembangkan.

c) Mempertimbangkan strategi pembelajaran.

2. Menyiapkan Materi
a) Menguasai materi dan metodologi pengajaran.

b) Menguasai prosedur pengembangan media.

c) Menguasai teknik pemograman komputer.

d) Mengetahui keterbatasan komputer.

3. Mendesain Paket Program Pembelajaran

Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah memperkenalkan materi baru untuk
melengkapi atau menguatkan pelajaran yang telah berlangsung dengan media lain.

4. Menvalidasi Paket Program Pembelajaran

Memvalidasi paket program membuktikan validitasnya secara empiris lewat uji


lapangan pada paket program yang dikembangkan. Paket program diuji cobakan dengan
memilih sampel yang representatif.

Dalam program pembelajaran perlu diperhatikan :

a. Kebenaran bahan ajar.

b. Ketepatan antara program dengan populasi penggunaan.

c. Kesederhanaan program.

d.Efisiensi penggunaannya.

e.Reliabilitas

Menurut Onno W. Purbo ada lima aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk
keperluan pendidikan, yaitu :

1. Electronic mail (e-mail)

Mulai diperkenalkan tahun 1971. Fasilitas ini sering disebut sebagai surat elektronik,
merupakan fasilitas yang paling sederhana dan mudah digunakan. Dalam survei yang
dilakukan sebuah lembaga riset Amerika Serikat (Graphics, Visualization and Usability
Center) diketahui bahwa 84% responden memilih e-mail sebagai aplikasi terpenting
internet, lebih penting daripada web.

2. Mailing List

Mulai diperkenalkan setelah e-mail yaitu sejak tahun 1972. Ini merupakan salah satu
fasilitas yang dapat digunakan untuk membuat kelompok diskusi atau penyebaran
informasi. Cara kerja mailing list adalah pemilik e-mail dapat bergabung dalam sebuah
kelompok diskusi, atau bertukar informasi yang tidak dapat diintervensi oleh orang di
luar kelompoknya. Komunikasi melalui fasilitas ini sama seperti e-mail bersifat tidak
langsung (asynchronous)

3. News group

News group fasilitas internet yang dapat dilakukan untuk komunikasi antar dua orang
atau lebih secara serentak atau bersifat langsung (synchronous). Bentuk pertemuan ini
sering disebut sebagai konferensi, dengan fasilitas video conferencing, atau text saja,
atau bisa audio dengan menggunakan fasilitas chat (IRC).

4. Melalui fasilitas File Transfer Protocol (FTP)

Seseorang dapat menstransfer data atau file dari satu komputer ke internet (up-load)
sehingga bisa diakses oleh pengguna internet di seluruh pelosok dunia. Di samping itu
fasilitas ini dapat mengambil file dari situs internet ke dalam komputer pengguna
(down-load).

5. World Wide Web (www)

World Wide Web atau sering disebut Web mulai diperkenalkan tahun 1990-an. Fasilitas
ini merupakan kumpulan dokumentasi terbesar yang tersimpan dalam berbagai server
yang terhubung menjadi suatu jaringan (internet). Dokumen ini dikembangkan dalam
format hypertext. Dengan menggunakan Hypertext Markup Language (HTML). Melalui
format ini dimungkinkan terjadinya link dari satu dokumen ke dokumen/bagian lain.
Selain itu fasilitas ini bersifat multimedia, yang terdiri dari kombinasi unsur teks, foto,
grafika, audio, animasi, dan juga video.
Teknologi internet pada hakekatnya merupakan perkembangan dari teknologi
komunikasi generasi sebelumnya. Media seperti radio, televisi, video, multi media, dan
media lainnya telah digunakan dan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan.
Apalagi media internet yang memiliki sifat interaktif, bisa sebagai media massa dan
interpersonal, dan gudangnya sumber informasi dari berbagai penjuru dunia, sangat
dimungkinkan menjadi media pendidikan lebih unggul dari generasi sebelumnya.

BUKU 2

A. Definisi E-Learning

Banyak pakar yang menguraikan definisi E-Learning dari sudut pandang yang
berbeda. Secara garis besar banyak orang mengatakan E-Learning adalah sistem atau
konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar
mengajar.
Beberapa pakar menguraikan definisi E-Learning sebagai berikut:
 E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan
tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet,
intranet atau media jaringan komputer lain (Hartley, 2001).
 E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik
untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer,
maupun komputer standalone (LearnFrame.Com, 2001)
 E-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam
menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya
penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players. Juga
penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-
ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs,
wikis, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi, permainan,
perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan lain-
lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang
berbeda (Thomas Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia).
 E-learning terdiri dari dua bagian yaitu e- yang merupakan singkatan dari
elektronika dan learning yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti
pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika,
khususnya perangkat komputer. (Maryati S.Pd.,)
 E-Learning adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi (TIK) secara sistematis dengan mengintegrasikan semua
komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran lintas ruang dan
waktu, dengan kualitas yang terjamin.( Prof. Dr. Sulistyoweni Widanarko
(BPMA).
 E-learning adalah sebuah rancangan aplikasi untuk pengelolaan dan
pendistribusian materi pendidikan dan latihan melalui berbagai media
elektronik, seperti Internet, LAN, WAN, broadband, wireless, dan
sebagainya. (Novira Putri Ayuningtyas).
 E-learning tidak hanya merupakan materi training yang di-online-kan tetapi
meliputi proses distribusi informasi, komunikasi, edukasi, pelatihan, dan
manajemen pengetahuan.
 E-learning merupakan sistem berbasis web (internet) yang memungkinkan
informasi dan pengetahuan dapat diakses oleh siapa saja yang berhak serta
kapan saja dan dimana saja.
 E-learning memberikan perangkat baru untuk memberikan nilai tambah pada
berbagai model pendidikan tradisional di kelas, buku pelajaran, CD-ROM, serta
pelatihan berbasis komputer lainnya.
 E-learning merupakan suatu proses belajar mengajar yang memanfaatkan
teknologi informasi (dalam hal ini internet) sebagai sarana efektif dan
memperluas pengetahuan sesuai dengan perkembangan ilmu secara real-time. E-
learning tidak akan menggantikan pertemuan di kelas tetapi meningkatkan dan
mengambil manfaat dari materi-materi dan teknologi pengiriman baru untuk
mendukung proses belajar mengajar. Dengan e-learning, para siswa akan lebih
diberdayakan, karena kini proses belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada guru
tetapi beralih ke siswa.
 Matthew Comercherodalam E-Learning, Concepts and Techniques
( Bloomsburg,2006 )mendefinisikan: E-learningadalah sarana pendidikan yang
mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada
keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap
termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-
pergi.Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang
dapat diakses dariterminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan
sarana teknologi lainnya yang dapatmengakses jaringan atau Internet. Dari
definisi-definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep
pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar
mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning(Wahono, 2005, p. 1).
 Menurut Allan J. Henderson, E-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang
menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning
Question and Answer Book, 2003). Henderson menambahkan juga bahwa e-
learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat
mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di
kelas.
 E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah
satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan
dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan
dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan
komputer yang lebih luas yaitu internet, inilah makanya system e-learning
dengan menggunakan internet disebut juga internet enabled learning. Penyajian
e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informasi
perkuliahan juga bisa realtime. Begitu pula dengan komunikasinya, meskipun
tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan
secara online dan real time. System e-learning ini tidak memiliki batasan akses,
inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu.
(Nugraha,2007).
 William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran
berbasis web (yang bisa diakses dari Internet). Terdiri dari beberapa kata
kunci ; Pembelajaran jarak jauh. E-learning memungkinkan pembelajar untuk
menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas.Pembelajaran dengan
menggunakan media elektronik. E-learning, seperti juga namanya “Electronic
Learning” disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung
dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit komputer di
seluruh dunia yang terkoneksi dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa
menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan).Pembelajaran
formal vs. informal. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran
yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun
informal.Pembelajaran yang di tunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Dari berbagai komentar yang dilontarkan, ada tiga persamaan dalam
hal manfaat yang bisa dinikmati dari e-learning yaitu Fleksibilitas,“Independent
Learning”.
E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga
pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di
berbagai bidang terkait. Bagaimana memanfaatkan e-learning secara optimal? Seperti
halnya pembelajaran dengan cara lain, e-learning bisa memberikan manfaat yang
optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi, diantaranya:
 Tujuan
 Pembelajar
 Dukungan
 Media lain
 Pilih yang perlu
Komponen E-Learning mencakup:
 Perangkat keras
 Infrastruktur/jaringan
 Perangkat lunak
 Materi/Isi
 Strategi interaksi
 Pemeran(dosen,dll)
Skenario e-Learning memungkinkan mahasiswa dapat kontak langsung dengan:
Mahasiswa lain, Dosen, Berbagai materi dan sumber belajar dalam bentuk elektronik.
Materi yang dimaksud bisa dalam bentuk bahan ajar, materi tugas, soal ujian/tes
maupun bentuk linkages.

B. Manfaat E-learning
Seperti sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu
pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah
interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan
dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi
informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang,
dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan
penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi
berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru
adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents
writer", designer e-learning dan pemrogram komputer.

Dengan adanya e-learning para guru/ dosen/ instruktur akan lebih mudah :
 melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya
sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir
 mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan
wawasannya
 mengontrol kegiatan belajar peserta didik.
Ada beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning yang lain,
diantaranya adalah:
 Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
 Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau
instruktur.
 Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).
 Mempermudahpenyempurnaandanpenyimpananmateripembelajaran (easy
updating of content as well as archivable capabilities).

Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang :


a. Manfaat bagi siswa
Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang
tinggi. Artinya, kitadapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-
ulang. Selain itu kita juga dapat berkomunikasi dengan guru/dosen setiap saat, misalnya
melalui chatting dan email. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara
elektronik dan tersedia untuk diakses melalui internet, maka kita dapat melakukan
interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja, juga tugas-tugas
pekerjaan rumah dapat diserahkan kepada guru/dosen begitu selesai dikerjakan.
b. Manfaat bagi pengajar
Dengan adanya kegiatan e-Learning manfaat yang diperoleh guru/dosen antara lain
adalah bahwaguru/dosen/ instruktur akan lebih mudah melakukan pembaruan materi
maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang
terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya. Pengalaman
negara lain dan juga pengalaman distance learning di Indonesia ternyata menunjukkan
sukses yang signifikan, antara lain:
Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara
langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-
learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus.
Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning
(belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.
E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi
pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen/guru/instruktur
maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau
pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan
pengembangan diri peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan
belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di
dalam web untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan,
guru/instruktur dapat pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh
peserta didik sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula (Website Kudos,
2002).
Secara lebih rinci, manfaat e-Learning dapat dilihat dari 2 sudut, yaitu dari sudut
peserta didik dan guru:
1. Dari Sudut Peserta Didik
Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar
yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan instruktur setiap saat.
Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan
penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Manakala fasilitas infrastruktur tidak
hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan
pedesaan, maka kegiatan e-Learning akan memberikan manfaat (Brown, 2000) kepada
peserta didik yang ;
 belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti mata
pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya,
 mengikuti program pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) untuk
mempelajarii materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para
orangtuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang komputer,
 merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit
maupun di rumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan
pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang
berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri, dan tidak
tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.
2. Dari Sudut Instruktur (guru)
Dengan adanya kegiatan e-Learning (Soekartawi, 2002a,b), beberapa manfaat yang
diperoleh instruktur antara lain adalah bahwa instruktur dapat:
 lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi
tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang
terjadi.
 mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya
karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.
 mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan instruktur juga dapat
mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa
lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang.
 mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah
mempelajari topik tertentu.
 memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta
didik.
Sedangkan manfaat pembelajaran elektronik menurut A. W. Bates (Bates, 1995) dan K.
Wulf (Wulf, 1996) terdiri atas 4 hal, yaitu:
1. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru
atau instruktur (enhance interactivity). Apabila dirancang secara cermat,
pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik
antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun
antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda
halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta
didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau mempunyai
kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya
di dalam diskusi. Mengapa? Karena pada pembelajaran yang bersifat
konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur
untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya kesempatan yang
terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat
tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini tidak akan terjadi pada
pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau
kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan
maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau
mendapat tekanan dari teman sekelas (Loftus, 2001).
2. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja
(time and place flexibility). Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas
secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet,
maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan
saja dan dari mana saja (Dowling, 2002).
C. Keuntungan Menggunakan E-learning
Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya sebagai
berikut (Wahono,2005,p.2):
a. Fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe
pembelajaran yang berbeda-beda.
b. Menghemat waktu proses belajar mengajar.
c. Mengurangi biaya perjalanan.
d. Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-
buku).
e. Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.[3]

D. FiturE-learning
E-learningmemilikifitur-fitursebagaiberikut(Clark & Mayer, 2008, p. 10):
a. Konten yang relevan dengan tujuan belajar.
b. Menggunakan metode instruksional seperti;contoh dan praktek untuk membantu
belajar.
c. Menggunakan elemen media seperti;kalimat dan gambar untuk mendistribusikan
konten dan metode belajar.
d. Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara ind
ividu
e. Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.

E. Elemen E-learning
Definisi e-learning memiliki beberapa elemen tentang apa, bagaimana,
dan mengapadari e-learning(Clark & Mayer, 2008, p. 10):
1. Apa.E-learning memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode
instruksional, yang mana teknik, untukmembantu orang mempelajari konten
belajar.
2. Bagaimana.E-learning didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat
dan gambar. Pendistribusiannya dapat dalam bentuk gambaryang didesain untuk
belajar secara individu dan dalam media videoyang didesain dengan bimbingan
dari instruktur secara langsung.
3. Mengapa.E-learning ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan
belajarnya atau melakukan pekerjaannya.[4]

F. Aspek Penting dalam E-learning


1. E-learning menciptakan solusi belajar formal dan informal. Salah satu kesalahan
berpikir tentang e-learningadalahe-learning hanya menciptakan sistem belajar secara
formal, seperti dalam bentuk kursus. Namun faktanya adalahsaat ini 80% pembelajaran
didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas sehari-hari dan menghadapi
suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam hal ini, e-learning haruslah
memiliki karakteristik berikut.
2. E- learning menyediakan akses keberbagai macam sumber pembelajaran baik
itu konten ataupun manusia.
3. E-learning mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama.E-
learningbukan aktivitas individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang atau
grup untuk belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu, dan
membentuk sebuah komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung
(synchronous) atau tidak langsung (asynchronous).
4. E-learning membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran.
Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk
mencari pembelajaran mereka sendiri.Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull
Model of Learning(Knight, 2005, p. 11).
BAB III
PERBANDINGAN ISI BUKU
BUKU 1
 Kelebihan
1. Pada buku 1 pengembangan media yang dijelaskan sudah cukup lengkap, baik dari
materi maupun langsung pada pengembangan
2. Penjelasan yang disampaikan menggunakan bahasa yang cukup di mengerti oleh
pembaca
3. keterkaitan antara materi 1 sampai 4 sangat berkaitan sehingga mudah untuk di
padukan
 Kelemahan
1. Materi yang di sampaikan sudah cukup jelas namun contoh dari setiap media masih
urang lengkap

BUKU 2
 Kelebihan
1. Pada buku 2 ini menurut saya materi yang disampaikan penulis sudah cukup lengkap
juga dimana penjelasan di jelaskan hampir detail meliputi pembagiannya juga
2. Untuk pengaplikasiannya juga mudah untuk di ikuti
 Kelemahan
1. sama seperti halnya buku 1.pada buku
2 ini masih kurang contoh yang diberikan mengenai pengembangan media nya
BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Sistem pembelajaran elektronik adalah cara baru dalam proses belajar


mengajar. E-learning merupakan konsekuensi logis dari teknologi komunikasi dan
infortmasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk di
kelas untuk menyimak setiap ucapa guru secara langsung. E-learning juga dapat
mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya
yang harus dikeluarkan program studi atau program pendidikan.

E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang


memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning
memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-
masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas.

3.2 Saran

Dalam penerapan media pembelajaran berbasis E-learningt ini, hendaknya seorang


guru melihat terlebih dahulu karakteristik para siswanya dan fasilitas yang dimiliki
disekolah, jika memungkinkan lebih baik untuk diterapkan dan diawasi secara baik
dalam penerapannya.

DAFTAR PUSTAKA

Kustandi dan Sutjipto (2011). Media Pembelajaran Manual dan Digital.Bogor,


Ghalia Indonesia.
Tanjung, Ratna ( 2018 ) . Media Pendidikan Sains Fisika. Medan , Unimed Press
YYUU