Anda di halaman 1dari 3

LANDASAN HUKUM KESEHATAN DAN KEPERAWATAN

1. HUKUM TERTULIS DALAM KESEHATAN


Dari beberapa pandangan seperti dikemukakan tersebut, undang undang merupakan
hukum tertulis.
Contoh :
A. UUD 1945 28H Ayat 1
B. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan
C. Pasal 32 (i) UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit mengatakan bahwa
hak pasien untuk mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita
termasuk data-data medisnya
D. PP Nomor 32 Tahun 1996 Tentang Tenaga Kesehatan

2. YURISPRUDENSI
Kedudukan peraturan perundang-undangan, saat ini menjadi penting baik untuk
negara yang menganut sistem kontinental maupun negara yang menganut sistem
anglo sakson. Sistem anglo sakson tidak menjadikan peraturan perundang-undangan
sebagai sendi utama sistemnya sendi utamanya adalah pada yurisprudensi. Sistem
hukum anglo sakson berkembang dari kasus-kasus konkrit dan dari kasus konkrit
tersebut lahir berbagai kaidah dan asas hukum. Karena itu sistem hukum ini sering
disebut sebagai sistem hukum yang berdasarkan kasus (case law system). Dalam
perkembangan, perbedaan dasar antara sistem kontinental dan sistem anglo sakson
makin menipis. Pada sistem kontinental, yurisprudensi makin penting sebagai sumber
hukum. Jadi Yurisiprudensi adalah sistem sendi utamanya sistem angklo sakson
Contoh :
A. Pencurian arus listrik
B. Perkara perceraian
C. Pewarisan harta gono gini
D. Perjanjian internasional
E. Keputusanperdamaian
3. DOKTRIN
Dari pandangan dal lingkup hukum kesehatan yang tergambar di atas, doktrin
merupakan salah satu sumber dari hukum kesehatan juga disamping peraturan
perundang-undangan.
Contoh :
Doktrin mengenai ajaran agama tertentu, yang mana pada beberpaa kasus hal seperti
in justru mengarah kepada sebuah ajaran uyang radikal. Seperti Doktrin Islam liberal

4. TRAKTAT
Secara umum, pengertian traktat adalah suatu perjanjian internasional antarnegara
yang dibuat oleh dua negara atau lebih dalam bentuk tertentu dengan tujuan untuk
mengatur hal tertentu untuk kepentingan bersama negara-negara yang mengadakan
perjanjian. Jadi, traktat yang dibuat harus melibatkan lebih dari satu negara, biasanya
untuk kepentingan bersama yang sangat penting untuk hubungan negara-negara yang
mengadakan perjanjian. Traktat biasanya mengatur hal-hal seperti batas negara,
hubungan ekonomi, perjanjian ekstradisi, perjanjian kerja sama di bidang pertahanan,
dan lain-lain sebagainya.
Contoh traktat perjanjian yang dibuat untuk kepentingan negara sendiri antara lain
adalah perjanjian batas negara, sedangkan contoh traktat yang dibuat untuk
kepentingan dunia adalah perjanjian yang dibuat pasca perang. Berikut ini adalah
contoh-contoh traktat yang pernah ada dan yang masih berlaku.

A. Perjanjian linggar jati dan perjanjian Roem Royen, adalah contoh


perjanjian internasional yang dibuat oleh pemerintah Indonesia dengan
Kerajaan Belanda perihal wilayah NKRI pasca kemerdekaan.

B. Perjanjian Versailess antara Jerman dan sekutu pasca kalahnya Jerman


dalam Perang Dunia I, yang salah satu isinya membatasi angkatan perang
Jerman guna mencegah perang lainnya.

C. Perjanjian San Fransisco yang berisi pernyataa menyerahnya Jepang atas


sekutu pada PD II.

D. Perjanjian ekstradisi untuk memulangkan pelaku criminal antarnegara-


negara ASEAN.

E. Perjanjian kerja sama di bidang pertahanan dan ideologi, seperti NATO.


F. Perjanjian antara pemerintah RI dan Tiongkok mengenai
dwikewarganegaraan.

G. Perjanjian kerjasama ekonomi antarnegara anggota APEC.

H. Perjanjian kerjasama antar negara anggota Uni Eropa.

5. KONVENSI
Konvensi berasal dari kata convention merupakan suatu aturan yang didasarkan pada
kebiasaan. Pengertian konvensi dalam kebiasaan ini timbul dan dipelihara dengan
baik dalam praktik ketatanegaraan suatu negara. Dalam pelaksanaannya, suatu
konvensi tidak diatur dalam sebuah konstitusional. Dengan kata lain, konvensi
merupakan suatu aturan yang diterima secara hukum oleh suatu negara dan dilakukan
secara berulang-ulang meskipun tidak tertulis. Konvensi dilakukan untuk mengisi
kekosongan hukum. Kekosongan yang dimaksud disini adalah mengatur atau
memberikan arahan terkait penyelenggaraan negara dimana prosedur, kekuasaan atau
suatu kewajiban belum ada dalam undang-undang tertulis.
Contoh :
KOMPETENSI PERAWAT HASIL KONVENSI – PPNI & BNSP (Jakarta, 1 – 2
JUNI 2006)

6. KONSENSUS
Wikipedia : Konsensus adalah sebuah frasa untuk menghasilkan atau menjadikan
sebuah kesepakatan yang disetujui secara bersama-sama antarkelompok atau individu
setelah adanya perdebatan dan penelitian yang dilakukan dalam kolektif intelijen
untuk mendapatkan konsensus pengambilan keputusan.
KBBI : kon·sen·sus /konsénsus/ n kesepakatan kata atau permufakatan bersama
(mengenai pendapat, pendirian, dsb) yg dicapai melalui kebulatan suara
Contoh :
A. Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Mesti Konsensus Nasional (Antaranews,
22 Juni 2015)
B. Konsensus Nasional Butuh Tokoh Bangsa (Kompas, 13 April 2015