Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRE PLANING MENU MAKANAN DIET GLUTEN UNTUK

ANAK AUTIS

oleh

Verina Sari Rahmadiar NIM 142310101068


Eka Marta Trisnawati NIM 142310101108

PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2018
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Analisa Situasi

Makanan anak autis pada umumnya sama dengan makanan untuk anak

normal lainnya, yaitu harus memenuhi gizi seimbang dan tetap harus

memperhatikan aspek pemilihan makanan. Sebagian besar anak autis memiliki

status gizi normal, namun juga ditemukan anak autisme memiliki resiko

kekurangan gizi yang diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain terapi diet

ketat, gangguan perilaku makanan (picky eaters) seperti kesulitan menerima

makanan baru, pengetahuan gizi orang tua dan pengaruh obat-obatan (Winarno

dkk., 2009).

Konsumsi gluten dan kasein perlu dihindari karena penderita autis

umumnya tidak tahan terhadap gluten dan kasein. Gluten dan kasein dapat

mempengaruhi sistem susunan syaraf pusat, dapat menimbulkan diare, dan dapat

meningkatkan hiperaktivitas yang berpengaruh pada tingkah laku mereka

(Mashabi dan Tajudin, 2009). Salah satu cara mengontrol konsumsi gluten pada

anak autis yaitu dengan melakukan diet Diet Gluten Free Casein Free (GFCF).

Penerapan diet bebas gluten dan kasein dianggap dapat meringankan kondisi anak

autisme, namun hal ini dapat dikaitkan dengan risiko kesehatan, yaitu

peningkatan gizi kurang yang dikarenakan bahan makanan anak autis yang sudah

dibatasi sejak kecil harus bebas gluten bebas kasein.


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan analisa situasi di atas, maka perumusan masalah dalam kegiatan
yang akan dilakukan ini adalah menu makanan diet gluten untuk anak autis.
BAB 2. TUJUAN DAN MANFAAT

2.1 Tujuan

2.1.1 Tujuan Umum

Setelah orang tua mengetahui tentang definisi, manfaat, tujuan, cara dan
contoh menu makanan bebas gluten untuk anak autis, diharapkan mampu
menerapkan dalam pemenuhan gizi anak autis sehari-hari.

2.1.2 Tujuan Khusus

1. Orang tua mampu mengetahui diet diet gluten untuk anak autis

2. Orang tua mampu mengetahui contoh menu makanan diet gluten


untuk anak autis

3. Orang tua mampu mengetahui cara pelaksanaan menu makanan


diet gluten untuk anak autis

2.2 Manfaat

1. Orang tua mengetahui diet diet gluten untuk anak autis

2. Orang tua mengetahui contoh menu makanan diet gluten untuk


anak autis

3. Orang tua mengetahui cara pelaksanaan menu makanan diet


gluten untuk anak autis
BAB 3. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH

3.1 Dasar Pemikiran

Anak autis memiliki batasan-batasan untuk membantu diri mereka agar

lebih terkontrol dengan baik. Batasan yang diberikan tidak hanya dalam hal

bermain, beraktivitas, namun juga dalam hal makanan. Aspek pengaturan pola

makanan sedemikian penting bagi anak autis karena suplai makanan merupakan

bahan dasar pembentuk neurotransmitter. Efeknya, zat-zat makanan yang

seharusnya membentuk neurotransmitter yang membantu kerja syaraf, diubah

menjadi zat yang dapat meracuni saraf atau neurotoksin. Jika saraf mengalami

kerusakan maka akan membuat gangguan tingkah laku yang tidak normal yang

disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan

perhatian atau hiperaktif.

Gluten dan kasein merupakan peptida yang mampu mempengaruhi

neurotransmitter di susunan saraf pusat. Gluten dan kasein mampu menembus

sawar darah akibat terabsorbsi dari usus yang mengalami defisiensi enzim

sulfotransfase. Gluten dan kasein yang beredar di sirkulasi menduduki reseptor

opioid, menyebabkan serabut saraf pusat terganggu. Serabut saraf pusat ini

mengatur fungsi persepsi, kognitif, emosi dan tingkah laku. Sehingga,

mengakibatkan anak dengan autis akan mengalami hiperaktif akibat diet gluten

dan kasein yang tidak terkontrol.


Berdasarkan hasil penelitian, anak autis yang mengikuti program diet bebas

gluten dan bebas kasein mengalami perbaikan yang signifikan dalam perilaku.

Meskipun penerapan dari diet ini cukup sulit karena adanya kendala untuk

menghindari makanan barat yang amat populer di kalangan anak-anak seperti

fried chicken, hamburger, dan pizza yang sebagian besar banyak mengandung

gluten. Ice cream dan susu coklat perlu di hindari karena mengandung kasein.

3.2 Kerangka Penyelesaian Masalah

Salah satu upaya untuk mengontrol keparahan anak dengan autis yaitu

dengan diet. Diet yang cocok dan mudah untuk dilakukan yaitu diet gluten. Orang

tua memilih menu-menu makanan untuk anak autis yang sesuai dengan tata cara

diet gluten.
BAB 4. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Realisasi PenyelesaianMasalah


Diet gluten untuk anak autis ini dilakukan supaya orang tua mampu

mengontrol keparahan keterlambatan perkembangan dan keparahan hiperaktif

pada anak dengan autis.

4.2 Khalayak Sasaran


Khalayak sasaran pada kegiatan pendidikan kesehatan ini adalah orang

tua dengan anak autis di SLB-B & Autis TPA Jember.

4.3 Metode yang Digunakan


1. Jenis model pembelajaran : Demonstrasi
2. Landasan teori : Demonstasi
3. Langkah pokok
a. Menciptakan suasana pertemuan yang baik
b. Menjelaskan Tujuan dan Manfaat dari diet gluten
c. Menjelaskan mengenai contoh menu makanan diet gluten
d. Menjelaskan mengenai cara pelaksanaan menu makanan diet
gluten
e. Evaluasi

= Sasaran

= Pemateri
MENU MAKANAN DIET GLUTEN UNTUK ANAK AUTIS

1. Autis
Kata autis berasal dari kata Auto dalam bahasa Yunani yang artinya

sendiri (Huzaemah, 2010). Definisi dari autis yaitu gangguan

perkembangan dimana anak mengalami penurunan fungsi sosial, gangguan

bahasa dan komunikasi, pikiran dan perilaku yang tampak sebelum usia

tiga tahun (Anurogo, 2016). Autis menurut para ahli dari National Society

for Children and Adult with Autism adalah gejala kelainan perilaku yang

manifestasinya muncul sebelum usia 30 bulan dengan karakteristik

gambaran: 1) gangguan pola dan kecepatan perkembangan; 2) gangguan

respon terhadap berbagai stimuli sensori; 3) gangguan bicara, bahasa,

kognisi dan komunikasi nonverbal; dan 4) gangguan dalam kemampuan

mengenal orang, kejadian dan objek (Tsai et al, 2001).


2. Pengertian Diet Gluten

Gluten merupakan campuran bentuk yang tidak beraturan dari protein

yang secara alami ada di dalam hampir semua serealia atau biji-bijian.

Kandungan gluten dapat mencapai 90% dari total protein dalam tepung,

8% lemak dan 2% karbohidrat. Sebuah penelitian menemukan adanya

hubungan antara gluten, perilaku individu dan autisme. Tubuh anak yang

menderita autisme, metabolisme glutennya berbeda dengan orang biasa.

Tubuh mereka tidak bisa mencerna gluten dengan sempurna dan

menghasilkan enzim protein yang mirip morfin. Hal ini membuat perilaku

mereka menjadi hiperaktif atau terlalu senang. Tapi karena masuknya

gluten lewat saluran pencernaan, maka efek yang ditimbulkan kebanyakan


juga terjadi pada saluran cerna seperti kembung dan diare. Karena itulah

gluten disinyalir memperberat gejala autism. Salah satu cara menghindari

gejala agar tidak lebih berat pada anak autis adalah dengan mengeliminasi

atau meniadakan gluten dalam makanan yang akan dikonsumsi anak.

Diet bebas gluten adalah terapi bagi anak autis yang dilaksanakan

dengan mengontrol menu makanan untuk anak autis, disini orang tua

berupaya menghindari makanan yang mengandung gluten. Diet Gluten

adalah terapi yang dilaksanakan dari dalam tubuh dan apabila

dilaksanakan dengan terapi lain, seperti terapi perilaku, terapi wicara, dan

terapi okupasi yang bersifat fisik akan lebih baik. Setelah mengikuti dan

menjalani diet gluten banyak anak autisme mengalami perkembangan

pesat dalam kemampuan bersosialisasi dan mengejar ketinggalan dari

anak-anak lain (Danuatmaja, 2003).

3. Makanan Diet Gluten


a. Menu makanan yang harus dihindari karena mengandung

gluten yaitu: pizza, biskuit, roti, kue tart, spagetti, mie instan,

bakso, sosis, cake, susu coklat, keju, es krim, permen, puding,

teh, soft drink, kepiting, udang, kerang, makanan mengandung

MSG, tepung terigu, tepung roti, mentaga.


b. Makanan yang dapat dikonsumsi oleh anak autis yaitu: Susu

kedelai, tepung tapioka, tepung jagung, tepung maizena, sagu,

gula jagung, gula aren, sari kacang hijau, sari beras merah.

Buah yang disarankan adalah nanas dan pepaya.


c. Makanan yang dapat dikonsumsi oleh anak autis yaitu:
Susu kedelai, tepung tapioka, tepung jagung, tepung maizena,

sagu, gula jagung, gula aren, sari kacang hijau, sari beras

merah. Buah yang disarankan adalah nanas dan pepaya.


4. Strategi Pelaksanaan Diet Gluten
a. Membuat jadwal makan yang terstruktur
b. Memberi instruksi visual (tulisan, gambar, foto dll) untuk

menjelaskan jadwal kapan, dimana, dan apa yang akan dimakan.


c. Kreatif dalam memberi motivasi terhadap anak Anda untuk

mengonsumsi jenis makanan lain, seperti membuat permainan,

menulis cerita unik, menggambar makanan yang disukai dll.


d. Selalu baca label pangan sebelum membeli.
e. Mengidentifikasi kondisi lingkungan yang sesuai agar anak dapat

makan dengan tenang.


f. Segera deteksi adanya gangguan yang dapat mempengaruhi

kemampuan makan anak, seperti gangguan pada gigi atau

gangguan pencernaan (Winarno dkk., 2009).

DAFTAR PUSTAKA

Anurogo, D. 2016. The Art Of Medicine Seni Mendeteksi, Mengobati Dan


Menyembuhkan 88 Penyakit Dan Gangguan Kesehatan. Gramedia Pustaka
Utama.

Huzaemah. 2010. Kenali Autisme Sejak Dini. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.
Winarno, W. Agustinah, dan R. Sanyoto. 2009. Pemberian Makanan Sehat, Lezat,
Dan Tepat Bagi Anak Dengan Autis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Daftar Lampiran:
Lampiran 1 : Berita Acara
Lampiran 2 : Daftar Hadir
Lampiran 3 : Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
Lampiran 4 : Standar Operasional Prosedur (SOP) bila ada
Lampiran 5 : Materi
Lampiran 6 : Media Leaflet

Jember, 18 Juli 2018

Pemateri

Verina Sari Rahmadiar


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
PROGRAM SARJANA ILMU KEPERAWATAN
T.A 2018/2019

BERITA ACARA

Pada hari ini ................, 2018 jam .....WIB bertempat di SLB-B & Autis TPA
Jember Jember. Pendidikan Kesehatan Menu Makanan Diet Gluten Untuk Anan
Autis yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Keperawatan Universitas Jember yang
diikuti oleh orang tua dari anak autis (daftar terlampir)

Jember, 18 Juli 2018


Mengetahui,
Dosen Pembimbing

(...............................)
Lampiran 2: Daftar Hadir

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
PROGRAM SARJANA ILMU KEPERAWATAN
T.A 2017/2018

DAFTAR HADIR
Kegiatan Pendidikan Kesehatan Menu Makanan Diet Gluten Untuk Anak Autis
pada orang tua pada: ........ bertempat di SLB-B & Autis TPA Jember Jember.
NO NAMA ALAMAT TANDA TANGAN
1. Verina Sari R. Jl. Manggar
2. Eka Marta T. Jl. Brantas VI
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Jember, 18 Juli 2018


Mengetahui,
Dosen Pembimbing

(..................................)
Lampiran 3: Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik : Menu makanan diet gluten untuk anak autis


Sasaran : Orng tua anak dengan autis
Waktu : 08.00-08.10 WIB (10 menit)
Hari/Tanggal : ..............................,2018
Tempat: SLB-B & Autis TPA Jember

1. Standar Kompetensi
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang menu makanan diet
gluten untuk anak autis pada orang tua, sasaran akan dapat mengerti,
memahami, dan mampu menerapkan setiap hari.
2. Kompetensi Dasar
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang menu makanan diet gluten
untuk anak autis pada orang tua selama 10 menit sasaran akan mampu:

a. mengetahui tanda gejala hipertensi

b. mengetahui dampak hipertensi

c. mengetahui cara mngatasi atau mengontrol hipertensi


d. Pokok Bahasan
Hipertensi dan senam hipertensi
e. Subpokok Bahasan
a. Pengertian Autis
b. Pengertian Diet gluten
c. Contoh Menu makanan diet bebas gluten
d. Strategi pelaksanaan diet gluten
f. Waktu
1 x 10 menit

g. Bahan/Alat yang diperlukan


a. Materi
b. Leaflet
c. Power Point / Laptop
h. Model Pembelajaran
a. Jenis model penyuluhan: Pertemuan pemberi materi dan orang tua dengan
anak autis
b. Langkah pokok:
1) Menciptakan suasana ruangan yang baik
2) Mengajukan masalah
3) Membuat keputusan nilai personal
4) Mengidentifikasi pilihan tindakan
5) Memberi komentar
6) Menetapkan tindak lanjut
i. Setting Tempat
Keterangan:
1. Pemateri

2. Peserta

3. Fasilitator

4. Dosen

j. Persiapan
Penyuluh menyiapkan materi tentang autis dan diet gluten, kemudian
membuat media pembelajaran yaitu leaflet dan menyiapkan power point
untuk melakukan pendidikan kesehatan.

k. Kegiatan Pendidikan Kesehatan


Tindakan
Proses Waktu
Kegiatan Pemateri Kegiatan Peserta
Pendahuluan a. Salam pembuka Memperhatikan 2 menit
b. Memperkenalkan
diri
c. Menjelaskan
tujuan umum dan
tujuan khusus
Penyajian 1. Menjelaskan Memperhatikan dan 4 menit
tentang: mengikuti
a. Pengertian
Autis
b. Pengertian
diet gluten
c. Makanan diet
gluten
d. Strategi
pelaksanaan
diet gluten
Penutup a. Menyimpulkan Memperhatikan dan 4 menit
materi yang telah menanggapi
diberikan
b. Mengevaluasi
hasil pendidikan
kesehatan
c. Memberikan
leaflet
d. Salam penutup

e. Evaluasi
Evaluasi Struktur
Materi yang akan disajikan terkait menu makanan diet gluten untuk anak
autis pada orang tua
a. Tempat yang akan digunakan untuk melakukan di SLB-B & Autis TPA
Jember
b. Persiapan mahasiswa telah dilakukan
c. Persiapan orang tua dengan anak autis telah dilakukan
Evaluasi Proses
a. Proses penyuluhan menu makanan diet gluten untuk anak autis pada orang
tua berjalan dengan lancar mulai dari awal hingga akhir sesuai dengan
yang diharapkan
b. Orang tua dengan anak autis dan pihak sekolah kooperatif selama
penyuluhan
c. Tujuan umum dan tujuan khusus tercapai

Evaluasi Hasil
Setelah mendapatkan asuhan keperawatan pasien dan keluarga mampu:
a. Menjelaskan pentingnya untuk melakukan diet gluten untuk anak autis
b. Mengetahui dan mampu menerapkan menu-menu makanan diet gluten
untuk anak autis
c. Melakukan konseling dan pengecekan keparahan hiperaktif dan
keterlambatan perkembangan terhadap anak autis.
Lampiran 5: Materi

SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA

1. Pengertian Hipertensi
Autis yaitu gangguan perkembangan dimana anak mengalami
penurunan fungsi sosial, gangguan bahasa dan komunikasi, pikiran dan
perilaku yang tampak sebelum usia tiga tahun (Anurogo, 2016).
2. Definisi Diet Gluten
Gluten merupakan campuran bentuk yang tidak beraturan dari
protein yang secara alami ada di dalam hampir semua serealia atau biji-
bijian. Kandungan gluten dapat mencapai 90% dari total protein dalam
tepung, 8% lemak dan 2% karbohidrat. Sebuah penelitian menemukan
adanya hubungan antara gluten, perilaku individu dan autisme. Tubuh
anak yang menderita autisme, metabolisme glutennya berbeda dengan
orang biasa. Tubuh mereka tidak bisa mencerna gluten dengan sempurna
dan menghasilkan enzim protein yang mirip morfin. Hal ini membuat
perilaku mereka menjadi hiperaktif atau terlalu senang. Tapi karena
masuknya gluten lewat saluran pencernaan, maka efek yang ditimbulkan
kebanyakan juga terjadi pada saluran cerna seperti kembung dan diare.
Karena itulah gluten disinyalir memperberat gejala autism. Salah satu cara
menghindari gejala agar tidak lebih berat pada anak autis adalah dengan
mengeliminasi atau meniadakan gluten dalam makanan yang akan
dikonsumsi anak.
Diet bebas gluten adalah terapi bagi anak autis yang dilaksanakan
dengan mengontrol menu makanan untuk anak autis, disini orang tua
berupaya menghindari makanan yang mengandung gluten. Diet Gluten
adalah terapi yang dilaksanakan dari dalam tubuh dan apabila
dilaksanakan dengan terapi lain, seperti terapi perilaku, terapi wicara, dan
terapi okupasi yang bersifat fisik akan lebih baik.

3. Makanan Diet Gluten


a. Menu makanan yang harus dihindari karena mengandung

gluten yaitu: pizza, biskuit, roti, kue tart, spagetti, mie instan,
bakso, sosis, cake, susu coklat, keju, es krim, permen, puding,

teh, soft drink, kepiting, udang, kerang, makanan mengandung

MSG, tepung terigu, tepung roti, mentaga.


b. Makanan yang dapat dikonsumsi oleh anak autis yaitu:
Susu kedelai, tepung tapioka, tepung jagung, tepung maizena,

sagu, gula jagung, gula aren, sari kacang hijau, sari beras

merah. Buah yang disarankan adalah nanas dan pepaya.


c. Strategi Pelaksanaan Diet Gluten
a. Membuat jadwal makan yang terstruktur
b. Memberi instruksi visual (tulisan, gambar, foto dll) untuk

menjelaskan jadwal kapan, dimana, dan apa yang akan dimakan.


c. Kreatif dalam memberi motivasi terhadap anak Anda untuk

mengonsumsi jenis makanan lain, seperti membuat permainan,

menulis cerita unik, menggambar makanan yang disukai dll.


d. Selalu baca label pangan sebelum membeli.
e. Mengidentifikasi kondisi lingkungan yang sesuai agar anak dapat

makan dengan tenang.


Lampiran 6 Leaflet/