Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jamban merupakan fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk memutuskan mata

rantai penularan penyakit. Penggunaan jamban tidak hanya nyaman melainkan juga turut

melindungi dan meningkatkan kesehatan keluarga dan masyarakat. Dengan bertambahnya

jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan area pemukiman yang ada, masalah mengenai

pembuangan kotoran manusia menjadi meningkat, dilihat dari segi kesehatan masyarakat,

masalah pembuangan kotoran manusia merupakan masalah pokok untuk sedini mungkin

diatasi (Notoatmodjo, 2003).


Berdasarkan milestone Sustainable Development Goal’s (SDGs) setiap negara

diharapkan dapat mewujudkan 100% akses sanitasi untuk penduduknya sebagaimana

tercantum pada tujuan ke-6 pada tahun 2030. RPJMN 2014-2019 menargetkan bahwa pada

akhir tahun 2019, Indonesia harus mencapai Universal Access (UA). Artinya, pada tahun

2019 masyarakat Indonesia yang tinggal di perkotaan maupun perdesaan sudah memiliki

akses 100% terhadap sumber air minum aman dan fasilitas sanitasi yang layak.
Berdasarkan data yang diperoleh dari STBM, akses jamban tahun 2018 di Jawa timur

sekitar 72.4%, lebih spesifiknya di Kab. Probolinggo hanya memiliki akses jamban 59.31%,

dan tercatat 132.996 KK yang masih BAB sembarangan. Hal ini menjadi permasalahan yang

harus segera diselesaikan untuk mencapai Universal Access tahun 2019.


Banyak di antara warga yang merasa sudah buang air besar tidak disembarang tempat,

namun mereka tidak menyadari bahwa saluran dari water closet (WC) mereka mengalir

langsung menuju saluran air drainase/badan air tanpa adanya tempat penampungan tinja

berupa tangki septik atau cubluk. Hal ini merupakan permasalahan yang cukup menantang,

khususnya bagi pemerintah daerah. Berdasarkan data dari Smart Sanitarian Kabupaten

1
Probolinggo tahun 2019 tercatat 9.795 KK yang berada di wilayah Pajarakan memiliki akses

jamban sekitar 80.80%.


Berdasarkan data inilah penulis tertarik untuk mengambil judul Plan of Action (PoA)

mengenai peningkatan pengetahuan melalui simulasi permainan ular tangga tentang

penggunaan jamban sehat di Desa Sukomulyo.

1.2 Permasalahan

Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:

a. Bagaimanakah pengetahuan warga Desa Sukomulyo tentang jamban sehat ?


b. Tindakan apakah yang paling sesuai dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan para

warga Desa Sukomulyo tentang pentingnya penggunaan jamban sehat ?

1.3 Rumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan bahwa diperlukannya suatu metode baru

yaitu dengan metode simulasi permainan ular tangga untuk meningkatkan pengetahuan

masyarakat tentang permasalahan jamban sehat di Desa Sukomulyo, Kec. Pajarakan, Kab.

Probolinggo.

BAB II

RANCANGAN INOVASI

2
2.1 Metode

Metode pada minipro ini menggunakan metode pengajaran melalui simulasi

permainan ular tangga yang diikuti dengan materi penyuluhan tentang jamban sehat.

Pengumpulan data pada kegiatan mini project ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data

primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui kuisioner yang dibagikan sebelum

intervensi. Kuisioner berisi tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai pengetahuan tentang

jamban sehat. Sehingga dapat diketahui bagaimana tingkat pengetahuan warga Desa

Sukomulyo yang datang pada penyuluhan, selain itu juga digunakan untuk pembuatan

pertanyaan pada simulasi ular tangga. Sedangkan data sekunder didapatkan dari laporan dan

catatan mengenai data sanitasi Desa Sukomulyo selama periode tahun 2018 yang terdapat di

Puskesmas Pajarakan.
Instrumen yang digunakan pada miniproyek ini :
a. PPT penyuluhan tentang Jamban Sehat
b. Kuisioner tentang pengetahuan Jamban sehat
c. Pre dan Post Test
d. Permainan Ular tangga

2.2 Tujuan Penelitian

a. Untuk menambah pengetahuan warga mengenai jamban sehat dengan metode

penyuluhan, simulasi permainan ular tangga kepada warga dan kader desa sehingga

dapat menyampaikan yang diketahuinya setelah penyuluhan ini kepada warga Desa

Sukomulyo.
b. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai resiko bahaya penggunaan

jamban tidak sehat yang bisa menyebabkan berbagai penyakit di Desa Sukomulyo.

2.3 Sasaran

Sasaran pada mini project untuk meningkatkan pengetahuan tentang jamban sehat

pada warga dan kader yang hadir pada penyuluhan di Balai Desa Sukomulyo. Dengan

harapan memberikan pengetahuan kepada warga dan kader maka diharapkan ilmu tersebut

bisa ditularkan kepada seluruh masyarakat Desa Sukomulyo.

3
2.4 Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 20 Maret 2019 pukul 07.00 WIB sampai pukul

10.45 WIB.

2.5 Lokasi

Lokasi pelaksanaan dilakukan di Balai Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan

Kabupaten Probolinggo.

BAB III

PELAKSANAAN INOVASI

3.1 Pembagian Kuisioner

4
Pembagian kuesioner pada kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu 20 Maret 2019 di

Desa Sukomulyo. Kuesioner berisi tentang pengetahuan awal warga mengenai jamban sehat

dan sikap dari tiap warga untuk penggunaan jamban sehat. Kuisioner dibagikan pada 45

warga desa Sukomulyo dan dipilih secara acak terutama pada warga yang tinggal di daerah

dekat aliran sungai.

Isi kuesioner yang dibagikan diantaranya sebagai berikut :

Identitas Responden

1. Nomor Responden : 7. Pekerjaan


2. Nama : a. Petani
3. Jenis Kelamin : L / P b. Pedagang
4. Umur : c. Buruh
5. Jumlah Anggota Keluarga : d. Wiraswasta
Rumah Sendiri atau bersama e. PNS
6. Pendidikan Terakhir : 8. Pendapatan per kapita
a. Tidak sekolah/tidak tamat SD a. < Rp. 1.000.000
b. Rp. 1.000.000- 2.000.000
b. Tamat SD
c. > Rp. 2.000.000
c. Tamat SLTP
d. lain-lain, sebutkan ...
d. Tamat SLTA
e. Perguruan Tinggi

Pengetahuan Responden :

1. Menurut anda apakah penting buang air besar di jamban?


a. Penting, alasan ...
b. Tidak penting, alasan...
2. Apakah anda tahu syarat-syarat jamban yang sehat?
a. Ya, sebutkan . . .
b. Tidak
3. Darimana anda mengetahui syarat-syarat jamban yang sehat? (untuk yang tahu)
a. Keluarga c. Media
b. Teman d. Lain-lain
4. Apakah jarak jamban dengan sumber air anda lebih dari 10 m?
a. Ya
b. Tidak
5. Apakah jamban yang anda miliki menimbulkan bau yang tidak sedap?
a. Ya
b. Tidak
6. Menurut Saudara, apakah bahaya yang dapat terjadi pada sekitar jika tidak BAB di
jamban?
a. terjadi penyakit, misalnya cacingan dan diare

5
b. tidak terjadi apa-apa
c. susah BAB
7. Menurut Saudara, apakah bisa BAB tidak dijamban membuat sumber air menjadi
tidak bisa dipakai?
a. Bisa, karena……..
b. Tidak bisa
c. Tidak tahu
8. Menurut Saudara, bagaimana air sungai yang bersih?
a. Air sungai yang jernih, tidak berwarna, tidak berasa, belum tercemar benda
lain dan tidak menyebabkan keluhan kesehatan jika digunakan
b. Air yang jernih dan tidak berbau
c. Tidak tahu
d. Lain-lain
Sikap Responden

1. Apakah anda setuju desa anda dijadikan contoh menjadi desa stop buang air besar
sembarangan ?
a. Ya, alasan ...
b. Tidak, alasan ...
2. Jika ada warga sekitar yang masih BAB sembarangan apakah yang akan anda
lakukan?
a. Memberitahukan tentang apa yang seharusnya dilakukan dan juga memberi
penjelasan tentang bahaya-bahaya BAB sembarangan
b. Diamkan saja karena itu hak mereka
3. Apakah keluarga Saudara memilki jamban sendiri?
a. Tidak
b. Ya
4. Dimana anda biasa BAB?
a. Jamban c. Sawah
b. Sungai d. Lain-lain
5. Apakah saudara selalu cuci tangan dengan sabun setelah BAB?
a. Ya
b. Tidak
6. Bila sudah memiliki & BAB di jamban, bagaimana tempat penampungan tinja jamban
tersebut?
a. Septic tank
b. Ke kali
c. Tidak tahu
d. Lainnya, sebutkan………
7. Bila belum memiliki dan/atau tidak BAB jamban, apa alasannya?
a. Biaya
b. lahan
c. Lainnya, sebutkan………………………
8. Bagi yang belum memiliki jamban, apakah anda ingin memiliki jamban sehat sendiri?
a. Ya
b. Tidak

6
9. Apakah keluarga Saudara menggunakan air sumur sebagai sumber air bersih?
a. Tidak
b. Ya
10. Apabila air sumur sedang kotor, apakah keluarga Saudara tetap menggunakan air
sumur untuk keperluan sehari-hari?
a. Tidak
b. Ya
11. Apakah keluarga Saudara buang air besar di sungai?
a. Tidak
b. Ya
Peran Pamong dan Petugas Kesehatan
1. Apakah anda pernah mendapatkan penyuluhan tentang larangan buang air besar
sembarangan?
a. Ya
b. Tidak
2. Apakah Pamong Desa/Petugas Kesehatan pernah menyampaikan informasi mengenai
jamban?
a. ya
b. tidak
3. Apakah anda memahami materi penyuluhan buang air besar yang disampaikan Pamong
Desa/petugas kesehatan?
a. Ya
b. Tidak
4. Apakah Pamong Desa/petugas kesehatan sudah menjelaskan bahaya dari buang air
sembarangan ?
a. Ya
b. Tidak
5. Apakah setelah mengikuti penyuluhan tersebut, anda berkeinginan untuk membuat
jamban/wc?
a. Ya
b. Tidak
6. Berapa kali penyuluhan jamban sehat dalam setahun?
a. tidak ada
b. satu kali
c. 2-3 kali
7. Apakah oleh Pamong Desa/petugas kesehatan, anda dimotivasi untuk membuat
jamban/wc untuk buang air besar?
a. Ya
b. Tidak
Warga diberikan kuisioner diatas dengan dipandu oleh dokter internship serta kader

desa. Pengisian kuisioner ini diharapkan dapat menggambarkan pengetahuan warga tentang

jamban sehat serta sebagai bahan pertanyaan untuk simulasi permainan ular tangga.
3.2 Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan penyuluhan dan simulasi dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Maret 2019 pukul

07.00 WIB – 11.00 WIB. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan

7
Prolanis. Warga yang hadir terdiri dari warga prolanis, warga yang tidak memiliki jamban,

serta kader desa. Total warga yang hadir 25 orang.


Intervensi dilakukan dengan memberikan 2 sesi penyuluhan secara langsung dan

dilanjutkan simulasi permainan ular tangga antara penyaji materi (Dokter Internship) di Balai

desa Sukomulyo.
Pemberian Materi dan diskusi
Sebelum dimulai penyuluhan, warga diberikan pertanyaan pretes dan selama proses

pengerjaan pretest, warga juga dipandu untuk pengisiannya. Setelah selesai pengerjaan

pretest dilanjutkan dengan pemberian materi tentang jamban sehat. Materi penyuluhan yang

disajikan antara lain mengenai definisi jamban sehat, jenis-jenis jamban, syarat jamban sehat,

pemeliharaan jamban, hingga penyakit-penyakit yang bisa timbul akibat penggunaan jamban

tidak sehat. Untuk pertanyaan pretest terdapat 15 pertanyaan diantaranya sebagai berikut:

Pre dan Post test Penyuluhan Jamban Sehat


1 . Apakah yang dimaksud dengan jamban
A. Alam terbuka (sungai, kebun) B. Tempat Jongkok C. Tempat Membuang Kotoran

2. Manakah dari berikut ini yang merupakan pilihan jamban paling sehat
A. Jamban empang di kolam B. Jamban leher angsaC. Jamban cubluk di tanah

3. Apakah fungsi jamban bagi keluarga


A. Melindungi dari serangga B. Mencegah pencemaran air
C. Tempat buang air besar yang melindungi keluarga dari penyakit

4. Manakah yang termasuk syarat utama jamban sehat


A. Tidak berbau B. Tidak mencemari sumber air C. Di sungai yang
alirannya deras

5. Manakah yang termasuk syarat utama jamban sehat (2)


A. Lantai bersih & terdapat alat pembersih B. Jarak jamban tak tertentu
C. Terdapat air

8
6. Manakah gejala yang bisa ditimbulkan akibat pemakaian jamban tidak sehat
A. Penyakit kulit B. Penyakit Pencernaan C. Semua macam penyakit bisa
terjadi

7. Apakah penyakit tersebut dapat menular


A. Ya B. Tidak

8. Apakah penyakit tersebut dapat mengancam nyawa


A. Ya B. Tidak

9. Mana yang termasuk pemeliharaan jamban yang benar


A. Menjaga selalu ada air B. Lantai bersih tidak terlihat kotoran
C. Tidak perlu perawatan selama jamban tertutup

10. Berapakah jarak yang aman antara resapan jamban dengan sumber air
A. 2 meter B. 5 meter C. 10 meter

11. Apa yang anda lakukan jika ingin BAB namun tidak memliki jamban
A. BAB di sungai B. BAB di WC umum C. BAB di Sembarang tempat

12. Apakah BAB sembarangan dapat mencemari sumber air anda


A. Tidak, karena tidak kontak langsung dengan kotoran
B. Ya, karena BAB sembarangan dapat mencemari air disekitar melalui resapan
C. Ya, karena BAB sembarangan dapat terbawa oleh aliran sungai, mengendap dan
mencemari sumber air, terutama yang berdekatan dengan sumber air.

13. Apakah yang dimaksud dengan diare


A. Nyeri perut, mulas B. BAB cair >5x C. Muntah dan BAB cair

14. Apakah anda sudah memahami apa yang di sampaikan oleh para fasilitator/pemateri
melalui media simulasi permainan, poster dan leaflet
A. Ya B. Tidak

15. Media apa yang paling anda sukai untuk pemahaman materi

9
A. Poster B. Simulasi ular tangga C. Leaflet/brosur
D. Penyuluhan/presentasi

Antusias peserta di materi ini cukup baik, karena banyak dari peserta yang

mendapatkan info baru mengenai sarat-sarat yang harus dipernuhi tentang jamban sehat.

Selain itu antusiasme perserta juga ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan

pada sesi ini, diantaranya:


1. Bagaimana jika sudah terlanjur membuat septictank namun jarak dengan sumber air

tidak terpenuhi?
2. Penggunaan jamban yang paling bagus pakai jamban apa?
3. Jika jamban sering mengeluarkan bau tidak sedap, apa yang harus dilakukan?
Pada sesi pemberian materi berlangsung kurang lebih 30 menit.
Simulasi Permainan Ular Tangga
Simulasi permainan ular tangga dibuat aturan dimana setiap kotak berisi tanda tanya

atau kepala ular yang terdapat pertanyaan mengenai jamban sehat. Simulasi permainan ini

dilakukan berkelompok, terdapat 5 kelompok yang memainkannya. Setiap kelompok akan

mewakilkan anggotanya masing-masing untuk mengambil bola yang berisi angka-angka.

Kemudian menjalankan bidaknya sesuai angka yang muncul, apabila mengenai kotak berisi

tanda tanya atau kepala ular, maka peserta akan diperbolehkan mengambil kertas yang berisi

pertanyaan, jika peserta tidak bisa menjawab, maka bidaknya akan turun sesuai ekor ular.

Sedangkan untuk bidak yang berhenti di tanda tanya, memiliki kesempatan untuk mengambil

kartu yang berisi pertanyaan atau dorprize. Setiap pertanyaan akan dijelaskan jawabannya

oleh pembimbing (dokter internsip) setelah peserta selesai memberikan jawabannya sehingga

peserta tidak asal jawab. Selain pertanyaan, juga disertakan kotak yang berisi doorprize atau

kegiatan lain seperti menari atau menyanyi untuk menambah keseruan acata.
Pelaksanaan simulasi permainan ular tangga ini dilaksanakan dengan sangat meriah.

Banyak peserta yang ingin ikut dan mengambil sendiri bola undiannya. Diantara 5 kelompok,

semuanya saling berkompetisi dan saling membantu apabila ada anggota kelompoknya ada

yang tidak bisa menjawab. Diakhir permainan hanya ada 1 pemenang, yang berhasil

10
menyelesaikan permainan dan berhak membawa sejumlah hadiah doorprize. Untuk

pelaksanaan simulasi permainan ini berlangsung kurang lebih 1 jam.

Gambar 3.1 Papan Ular Tangga

BAB IV

HASIL ATAU OUT PUT

4.1 Hasil Kuisioner

Berdasarkan dari hasil kuisioner yang dibagikan pada 45 responden, indentitas


responden yang mengisi kuisioner yaitu laki-laki sebanyak 20 orang dan perempuan
sebanyak 25 orang. Sedangkan mayoritas pendidikan yaitu lulusan SMA sebanyak 18 orang,
SMP 12 orang dan SD 10 orang sisanya tidak tamat SD sebanyak 5 orang. Untuk pendapatan
rata-rata banyak warga yang meiliki peghasilan 1-2 juta yaitu sebanyak 28 orang, sedangkan
gaji <1 juta sebanyak 10 orang dan sisanya tidak menjawab.

Dari data pengetahuan responden, semua warga menyatakan pentingnya jamban dengan
alasan kesehatan. Sebanyak 41 warga yang memiliki jamban tidak memiliki permasalahan
bau pada jambannya. Sebagian besar warga masih banyak yang belum tahu mengenai sarat
jamban sehat yaitu sebanyak 23 warga sedangkan sisanya tahu tentang sarat jamban sehat
namun hanya bisa menyebutkan satu sarat saja. Untuk dampak dari BABS sediri sebagian

11
warga mengerti dampaknya namun banyak yang tidak mengerti tentang pengertian diare
sendiri.

Dari data sikap responden, semua warga setuju jika desanya menjadi desa ODF. Namun
kebanyakan warga sebanyak 30 responden menyikapi BABS dengan
membiarkan/mendiamkan orang BABS karena sudah hak mereka. Hampir seluruh warga
sudah memiliki jamban dan septic tank sendiri, kecuali 4 warga. Warga juga banyak yang
mengerti tentang efek dari BABS terhadap pencemaran sumber air.

Dari data peran pamong dan petugas kesehatan, masih banyak warga yaitu 20
responden yang mengaku masih belum mendapatkan penyuluhan atau edukasi masalah
jamban sehat. Hal ini diduga masih kurangnya partisipasi dari para warga sendiri untuk
menghadiri acara penyuluhan di masing-masing desa. Sedangkan responden yang aktif dalam
kegiatan prolanis atau posbindu ataupun kegiatan warga, banyak dari mereka menjawab telah
mendapatkan penyuluhan tentang jamban sehat.

Dari pembagian kuisioner kepada warga didapatkan 4 warga yang tidak memiliki
jamban, dan masih menggunakan sungai untuk BAB. Terdapat 1 orang yang sudah memiliki
jamban namun masih menggunakan sungai sebagai tempat BAB dikarenakan warga tersebut
merasa lebih nyaman saat BAB di sungai. Dari 4 warga tersebut menyebutkan kendala dari
biaya pembuatan jamban dan kebanyakan warga dengan tingkat pendidikan <SD.

4.2 Hasil Pretest dan Post test

Dari penelitian yang dilakukan pada para warga Desa Sukomulyo diperoleh bahwa

pentingnya meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya penggunaan jamban

sehat. Setelah dilakukan penyuluhan dan simulasi permainan beserta sesi tanya jawab, warga

diberikan kuisioner untuk mengetahui peningkatan pengetahuan warga sekaligus untuk

mengevaluasi keberhasilan penyuluhan beserta diskusi ini. Dari nilai pre-test didapatkan rata-

rata 9.68 dari 25 warga. Kemudian dari hasil data nilai kuisioner yang dibagikan setelah

penyuluhan (post test) didapatkan rata-rata 10.11 dari 23 warga. Hal ini menunjukkan

peningkatan pengetahuan para warga tentang jamban sehat setelah dilakukan penyuluhan dan

simulasi permainan. Untuk perbedaan jumlah warga dari pretest dan post test diduga ada

warga yang pulang seblum acara selesai. Khusus untuk warga yang tidak memiliki jamban

12
sebanyak 4 warga, mereka mendapatkan rerata 7.5 untuk nilai pretest dan meningkat menjadi

9.8 untuk nilai posttest.

4.3 Hasil Inovasi

Dari hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan simulasi ular tangga, didapatkan

peningkatan pengetahuan oleh para warga dan kader tentang jamban sehat. Hal ini sesuai

dengan data pretest dan posttest dimana didapatkan peningkatan hasil yang cukup signifikan.

Rata-rata data pretest didapatkan hasil benar sebanyak 9.68 dari total 25 responden, dan hasil

posttest didapatkan peningkatan rata-rata sebanyak 10.11 dari 25 responden. Sebagian besar

warga memilih media ular tangga sebagai sarana penyuluhan atau edukasi yang disukai. Hal

ini disebabkan oleh metode yang mengajarkan warga dengan permainan lebih disukai dan

mudah untuk dimengerti oleh warga.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

a) Dari nilai pre-test didapatkan rerata 9.68 jawaban benar dari 13 pertanyaan.
b) Dari nilai post-test didapatkan
c) rerata 10.11 jawaban benar dari 13 pertanyaan.
d) Bila dibandingkan nilai pre-test dan posttes, hal ini mengindikasikan pengetahuan &

kesadaran warga meningkat setelah diberikan penyuluhan dan simulasi permainan..


e) Penyuluhan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif terhadap

pengetahuan para warga dan kader tentang pentingnya tidak BABS..

5.2 Saran

13
Perlunya pemantauan dari para kader terutama bagi warga yang tidak memiliki

jamban, agar tidak BABS.

Agar kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan deklarasi desa ODF (Open Defecation

Free), dibutuhkan kerjasama yang baik dengan desa siaga serta aparat pemerintahan

desa setempat

Dan semoga kegiatan serupa yang bertujuan membuat masyarakat tidak BABS dapat

dilaksanakan di seluruh wilayah kecamatan Pajarakan dan selanjutnya menuju sanitasi

total.

LAMPIRAN 1

Pre dan Post test Penyuluhan Jamban Sehat

1 . Apakah yang dimaksud dengan jamban


A. Alam terbuka (sungai, kebun) B. Tempat Jongkok C. Tempat Membuang Kotoran

2. Manakah dari berikut ini yang merupakan pilihan jamban paling sehat
A. Jamban empang di kolam B. Jamban leher angsaC. Jamban cubluk di tanah

3. Apakah fungsi jamban bagi keluarga


A. Melindungi dari serangga B. Mencegah pencemaran air
C. Tempat buang air besar yang melindungi keluarga dari penyakit

14
4. Manakah yang termasuk syarat utama jamban sehat
A. Tidak berbau B. Tidak mencemari sumber air C. Di sungai yang
alirannya deras

5. Manakah yang termasuk syarat utama jamban sehat (2)


A. Lantai bersih & terdapat alat pembersih B. Jarak jamban tak tertentu
C. Terdapat air

6. Manakah gejala yang bisa ditimbulkan akibat pemakaian jamban tidak sehat
A. Penyakit kulit B. Penyakit Pencernaan C. Semua macam penyakit bisa
terjadi

7. Apakah penyakit tersebut dapat menular


A. Ya B. Tidak

8. Apakah penyakit tersebut dapat mengancam nyawa


A. Ya B. Tidak

9. Mana yang termasuk pemeliharaan jamban yang benar


A. Menjaga selalu ada air B. Lantai bersih tidak terlihat kotoran
C. Tidak perlu perawatan selama jamban tertutup

10. Berapakah jarak yang aman antara resapan jamban dengan sumber air
A. 2 meter B. 5 meter C. 10 meter

11. Apa yang anda lakukan jika ingin BAB namun tidak memliki jamban
A. BAB di sungai B. BAB di WC umum C. BAB di Sembarang tempat

12. Apakah BAB sembarangan dapat mencemari sumber air anda


A. Tidak, karena tidak kontak langsung dengan kotoran

15
B. Ya, karena BAB sembarangan dapat mencemari air disekitar melalui resapan
C. Ya, karena BAB sembarangan dapat terbawa oleh aliran sungai, mengendap dan
mencemari sumber air, terutama yang berdekatan dengan sumber air.

13. Apakah yang dimaksud dengan diare


A. Nyeri perut, mulas B. BAB cair >5x C. Muntah dan BAB cair

14. Apakah anda sudah memahami apa yang di sampaikan oleh para fasilitator/pemateri
melalui media simulasi permainan, poster dan leaflet
A. Ya B. Tidak

15. Media apa yang paling anda sukai untuk pemahaman materi
A. Poster B. Simulasi ular tangga C. Leaflet/brosur
D. Penyuluhan/presentasi

LAMPIRAN 2

IDENTITAS RESPONDEN

1. Nomor Responden : 7. Pekerjaan


2. Nama : a. Petani
3. Jenis Kelamin : L / P b. Pedagang
4. Umur : c. Buruh
5. Jumlah Anggota Keluarga : d. Wiraswasta
Rumah Sendiri atau bersama e. PNS
6. Pendidikan Terakhir : 8. Pendapatan per kapita
a. Tidak sekolah/tidak tamat SD a. < Rp. 1.000.000
b. Rp. 1.000.000- 2.000.000
b. Tamat SD
c. > Rp. 2.000.000
c. Tamat SLTP
d. lain-lain, sebutkan ...
d. Tamat SLTA
e. Perguruan Tinggi

Pengetahuan Responden :

1. Menurut anda apakah penting buang air besar di jamban?

16
a. Penting, alasan ...
b. Tidak penting, alasan...
2. Apakah anda tahu syarat-syarat jamban yang sehat?
a. Ya, sebutkan . . .
b. Tidak
3. Darimana anda mengetahui syarat-syarat jamban yang sehat? (untuk yang tahu)
a. Keluarga C. Media
b. Teman D. Lain-lain
4. Apakah jarak jamban dengan sumber air anda lebih dari 10 m?
a. Ya
b. Tidak
5. Apakah jamban yang anda miliki menimbulkan bau yang tidak sedap?
a. Ya
b. Tidak
6. Menurut Saudara, apakah bahaya yang dapat terjadi pada sekitar jika tidak BAB di jamban?
a. terjadi penyakit, misalnya cacingan dan diare
b. tidak terjadi apa-apa
c. susah BAB
7. Menurut Saudara, apakah bisa BAB tidak dijamban membuat sumber air menjadi tidak bisa
dipakai?
a. Bisa, karena……..
b. Tidak bisa
c. Tidak tahu
8. Menurut Saudara, bagaimana air sungai yang bersih?
A. Air sungai yang jernih, tidak berwarna, tidak berasa, belum tercemar benda
lain dan tidak menyebabkan keluhan kesehatan jika digunakan
B. Air yang jernih dan tidak berbau
C. Tidak tahu
D. Lain-lain
Sikap Responden

1. Apakah anda setuju desa anda dijadikan contoh menjadi desa stop buang air besar
sembarangan ?
a. Ya, alasan ...
b. Tidak, alasan ...
2. Jika ada warga sekitar yang masih BAB sembarangan apakah yang akan anda lakukan?
a. Memberitahukan tentang apa yang seharusnya dilakukan dan juga memberi
penjelasan tentang bahaya-bahaya BAB sembarangan
b. Diamkan saja karena itu hak mereka
3. Apakah keluarga Saudara memilki jamban sendiri?
A. Tidak
B. Ya
4. Dimana anda biasa BAB?
a. Jamban C. Sawah
b. Sungai D. Lain-lain
5. Apakah saudara selalu cuci tangan dengan sabun setelah BAB?

17
a. Ya
b. Tidak
6. Bila sudah memiliki & BAB di jamban, bagaimana tempat penampungan tinja jamban
tersebut?
a. Septic tank
b. Ke kali
c. Tidak tahu
d. Lainnya, sebutkan………
7. Bila belum memiliki dan/atau tidak BAB jamban, apa alasannya?
a. Biaya
b. lahan
c. Lainnya, sebutkan………………………
8. Bagi yang belum memiliki jamban, apakah anda ingin memiliki jamban sehat sendiri?
a. Ya
b. Tidak
9. Apakah keluarga Saudara menggunakan air sumur sebagai sumber air bersih?
A. Tidak
B. Ya
10. Apabila air sumur sedang kotor, apakah keluarga Saudara tetap menggunakan air
sumur untuk keperluan sehari-hari?
A. Tidak
B. Ya
11. Apakah keluarga Saudara buang air besar di sungai?
A. Tidak
B. Ya

Peran Pamong dan Petugas Kesehatan


1. Apakah anda pernah mendapatkan penyuluhan tentang larangan buang air besar
sembarangan?
a. Ya
b. Tidak
2. Apakah Pamong Desa/Petugas Kesehatan pernah menyampaikan informasi mengenai
jamban?
a. ya
b. tidak
3. Apakah anda memahami materi penyuluhan buang air besar yang disampaikan Pamong
Desa/petugas kesehatan?
a. Ya
b. Tidak
4. Apakah Pamong Desa/petugas kesehatan sudah menjelaskan bahaya dari buang air
sembarangan ?
a. Ya
b. Tidak
5. Apakah setelah mengikuti penyuluhan tersebut, anda berkeinginan untuk membuat
jamban/wc?
a. Ya

18
b. Tidak
6. Berapa kali penyuluhan jamban sehat dalam setahun?
a. tidak ada
b. satu kali
c. 2-3 kali
7. Apakah oleh Pamong Desa/petugas kesehatan, anda dimotivasi untuk membuat jamban/wc
untuk buang air besar?
a. Ya
b. Tidak

19
LAMPIRAN 3

LEMBAR KOMITMEN KELUARGA SEHAT

Setelah diberi penjelasan tentang maksud, tujuan dan manfaat dari pentingnya menggunakan
dan memiliki jamban sehat untuk keluarga, maka dengan ini kami:

Nama Kepala Keluarga :

Alamat :

Dengan ini saya menyatakan peduli terhadap pencemaran limbah jamban terhadap sumber air
demi keberlangsungan kesehatan keluarga dan anak cucu kelak dan saya bangga menjadi bagian
keluarga dengan jamban sehat. Demikian bentuk komitmen keluarga kami untuk menciptakan
keluarga yang sehat, keluarga yang peduli terhadap lingkungan.

Demi air bersih untuk keluarga dan


anak cucu kelak

Jombang, September 2018

Responden

(……………………………..)

Nama Terang & Tanda Tangan

20
LAMPIRAN 4

21