Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

ELEKTIF (KEPRIBADIAN)

CITRA DIRI

KELAS 4-C SEMESTER VIII

DI SUSUN OLEH KELOMPOK 20 :

1. PUTRI WAHYUNINGSIH (201401126)


2. RUCHUS ADHI PRADANA (201401137)

PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

BINA SEHAT PPNI

MOJOKERTO

2018
MAKALAH

ELEKTIF (KEPRIBADIAN)

CITRA DIRI

KELAS 4-C SEMESTER VIII

DI SUSUN OLEH KELOMPOK 20 :

1. PUTRI WAHYUNINGSIH (201401126)


2. RUCHUS ADHI PRADANA (201401137)

PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

BINA SEHAT PPNI

MOJOKERTO

2018

ii
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberi
rahmad dan hidayah-Nya, sehingga Makalah ini dapat diselesaikan dengan baik
dan tepat waktu. Tidak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Allah SWT yang selalu bersama dalam segala hal dan atas petunjuk serta
restu-Nyalah laporan Makalah ini bisa terselesaikan.
2. Lembaga Pendidikan Stikes Bina Sehat PPNI
3. Ibu Raras Merbawani. Skep.Ns.,M.HKes, yang telah membimbing kami
dalam mengerjakan tugas Makalah ini.
4. Ayah dan Ibu yang tak pernah lelah mendoakan, memberikan support dan
materi untuk serta mencurahkan kasih sayangnya.
5. Sahabat sekelas dan seperjuangan, kekompakan kalian yang membuat
bangga.
6. Dan yang terakhir, untuk seseorang yang selalu menemani dan mendukung
dalam proses penyelesaian Makalah ini.

Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas Elektif (Kepribadian).


Kami menyusun sebagai bahan ajar yang diharapkan dapat memberikan
pemahaman dan perhatian serta kemampuan terhadap ilmu pengetahuan tentang
“CITRA DIRI”.

Semoga dengan adanya makalah ini diharapkan dapat memberikan


pengetahuan dan manfaat bagi pembaca. kami sadar dalam makalah kami
memiliki kekurangan. Oleh karena itu kami akan memperbaiki makalah ini, kami
mengharapkan masukan saran dan kritik untuk lebih dapat menyempurnakan
makalah ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Mojokerto, Maret 2018

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

Halaman Sampul .............................................................................................. ii


Kata Pengantar ................................................................................................. iii
Daftar Isi........................................................................................................... iv
BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG .............................................................................. 1
1.2 RUMUSAN MASALAH .......................................................................... 2
1.3 TUJUAN ................................................................................................... 2
1.4 MANFAAT ............................................................................................... 2

BAB 2 : TINJAUAN TEORI


2.1 PENGERTIAN ......................................................................................... 3
2.2 KOMPONEN CITRA DIRI ...................................................................... 4
2.3 CITRA DIRI YANG POSITIF DAN NEGATIF ..................................... 4
2.4 HUBUNGAN CITRA DIRI DENGAN KEPRIBADIAN ....................... 5
2.5 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI .................................................... 6
2.6 CARA MEMBENTUK CITRA DIRI YANG BAIK ............................... 7
2.7 MANFAAT CITRA DIRI YANG POSITIF ............................................ 8

BAB 3 : PENUTUP
3.1 KESIMPULAN ......................................................................................... 9
3.2 SARAN ..................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 10

iv
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Keindahan ataupun penampilan ragawi yang menarik, merupakan
salah satu aspek penting dalam membuat kesan pertama dan juga bisa
membuat orang lain tertarik pada diri kita. Sekalipun penilaian seperti ini
tentulah sangat dangkal dan terkesan tidak melihat 'isi' ataupun hal-hal lain
di luar penampilan, tetapi tidak bisa disangkal bahwa orang memang
cenderung melihat penampilan fisik ataupun tampilan luar saja.
Citra diri berasal dari istilah self concept, atau kadang-kadang disebut
self image. Istilah ini merujuk pada pandangan atau pengertian seseorang
terhadap dirinya sendiri. Menurut Pietrofesa (1978) secara singkat
menuliskan, “ The self-Concept includes feeling about self-both physical self
and psychological self-in relation to the environment “. Artinya bahwa
Konsep Diri meliputi perasaan tentang diri secara fisik dan diri psikologis
dalam hubungan dengan lingkungan. Dari pernyataan di atas bahwa citra
diri itu berkenaan dengan pandangan seseorang terhadap dirinya baik
tentang fisik maupun psikisnya; dan pandangan terhadap diri ini adalah unik
sifatnya. Dengan kata lain, ada kekhasan dari orang ke orang dalam citra
dirinya secara fisik dan citra dirinya secara psikologis, dan hal demikiian ini
tidak lepas dari pandangan lingkungan terhadap diri seseorang (Mappiare,
2010: 73).
Pandangan seseorang ke diri nampak seperti suatu faktor kuat penentu
perilaku, pengambilan keputusan pribadi, dan cita-cita untuk masa depan.
Jadi tidak ada keraguan bahwa citra diri sangat menentukan tingkah laku
individu sekarang dan masa depan, serta menentukan pembuatan keputusan
dan aspirasi–aspirasi individu bagi masa depannya (Mappiare, 2010: 77).

1
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Citra Diri?
2. Apa saja komponen Citra Diri?
3. Apa saja perbedaan citra diri positif dan negatif?
4. Apa saja faktor yang mempengaruhi citra diri?
5. Bagaimana membentuk citra diri yang baik?
6. Apa saja manfaat dari citra diri yang positif?
1.3 TUJUAN
1.3.1 Umum
Memahami tentang tentang citra diri.
1.3.2 Khusus
1. Mengetahui tentang Citra Diri
2. Mengetahui komponen Citra Diri
3. Mengetahui perbedaan citra diri positif dan negative
4. Mengetahui faktor yang mempengaruhi citra diri
5. Mengetahui membentuk citra diri yang baik
6. Mengetahui manfaat dari citra diri yang positif
1.4 MANFAAT
1.4.1 Teoritis
Memberikan pengetahuan tentang konsep Citra Diri
1.4.2 Praktis
Menumbuhkan motivasi bagi tenaga pelaksana untuk menambah
pengetahuan dalam bidang/pelajaran kepribadian.

2
BAB 2

TINJAUAN TEORI

2.1 PENGERTIAN
Citra diri merupakan gabungan dari gambaran, fantasi, dan pemaknaan
individu tentang bagian dan fungsi diri yang dimiliki yang merupakan bagian
dari komponen gambaran diri dan dasar representasi diri (Cash dan
Pruzinsky, 1990).
Citra diri adalah sikap atau cara pandang seseorang terhadap dirinya secara
sadar dan tidak sadar. Sikap ini mencakup persepsi dan perasaaan tentang
ukuran, bentuk, fungsi penampilan dan potensi diri saat ini dan masa lalu
(Stuart dan Sundeen, 2001)
Citra diri adalah gambaran mental yang kita miliki tentang diri kita.
Gambaran mental ini meliputi dua komponen, yaitu komponen perseptual
(ukuran, bentuk, berat, karakteristik, gerakan, dan performansi diri) dan
komponen sikap (apa yang kita rasakan tentang diri kita dan bagaimana
perasaan ini mengarahkan pada tingkah laku) (Rudd dan Lennon, 2000).
Citra diri membentuk persepsi seseorang tentang diri, baik secara internal
maupun eksternal. Persepsi ini mencakup perasaan dan sikap yang ditujukan
pada diri. Citra diri dipengaruhi oleh pandangan pribadi tentang karakteristik
dan kemampuan fisik dan oleh persepsi dari pandangan orang lain (Potter &
Perry, 2005).
Menurut Mubarak, Wahit & Chayatin (2008), citra diri adalah:
1. Fokus individu terhadap bentuk fisiknya.
2. Cara individu memandang dirinya berdampak penting terhadap aspek psikologis
individu tersebut.
3. Citra diri seseorang sebagian dipengaruhi oleh sikap dan respon orang
lain terhadap dirinya, dan sebagian lagi oleh eksplorasi individu terhadap dirinya.
4. Gambaran yang realistis tentang menerima dan menyukai bagian diri akan
memberi rasa aman serta mencegah kecemasan dan meningkatkan harga diri.

3
5. Individu yang stabil, realistis dan konsisten terhadap citra dirinya dapat mencapai
kesuksesan dalam hidup.

2.2 KOMPONEN CITRA DIRI


Ada beberapa ahli yang mengemukakan mengenai komponen citra diri. Salah
satunya adalah Cash (2000) yang mengemukakan adanya lima komponen citra diri,
yaitu :
1. Appearance Evaluation (Evaluasi Penampilan), yaitu penilaian individu
mengenai keseluruhan diri dan penampilan dirinya, apakah menarik atau tidak
menarik, memuaskan atau tidak memuaskan.
2. Appearance Orientation (Orientasi Penampilan), perhatian individu terhadap
penampilan dirinya dan usaha yang dilakukan untuk memperbaiki dan
meningkatkan penampilan dirinya.
3. Body Areas Satisfaction (Kepuasan terhadap Bagian Diri), yaitu kepuasan
individu terhadap bagian diri secara spesifik, seperti wajah, rambut, payudara,
diri bagian bawah (pinggul, pantat, kaki), diri bagian tengah (pinggang, perut),
dan keseluruhan diri.
4. Overweight Preocupation (Kecemasan Menjadi Gemuk), yaitu kecemasan
menjadi gemuk, kewaspadaan individu terhadap berat badan, melakukan diet
ketat, dan membatasi pola makan.
5. Self-Clasified Weight (Persepsi terhadap Ukuran Diri), yaitu persepsi dan
penilaian individu terhadap berat badannya, mulai dari kekurangan berat badan
sampai kelebihan berat badan.
2.3 CITRA DIRI YANG POSITIF DAN NEGATIF
1. Citra diri yang positif
a. Memiliki rasa percaya diri yang kuat
b. Berorientasi pada ambisi yang kuat dan mampu menentukan sasaran
hidup
c. Terorganisir dengan baik dan efisien (tidak terombangambing lagi tanpa
tujuan dari hari ke hari).
d. Bersikap mampu
e. Memiliki kepribadian yang menyenangkan
f. Mampu mengendalikan diri.

4
2. Citra diri yang negatif
a. Merasa rendah diri
b. Kurang memiliki dorongan dan semangat hidup
c. Lebih suka menunda waktu.
d. Memiliki landasan yang pesimistik dan emosi negatif
e. Pemalu dan menyendiri (karena mendapat kritik dari orang lain, hinaan
dan ejekan dari teman).
f. Hanya memiliki kepuasan sendiri

2.4 HUBUNGAN CITRA DIRI DENGAN KEPRIBADIAN


Citra diri, yaitu perasaan individu yang bersifat subjektif terhadap diri diteorikan
sebagai komponen utama kepribadian (Freud dalam Rierdan & Koff, 1997). Citra
diri dianggap sebagai dasar dari perkembangan kepribadian. Hal ini menyebabkan
variasi dalam citra diri dihubungkan dengan perbedaan individu dalam hal
kepribadian dan pengalaman hidup.
Peto (dalam Rierdan & Koff, 1997), sebagai contoh, mengemukakan teori bahwa
perbedaan citra diri dihubungkan dengan perbedaan tingkat harga diri dan tingkat
depresi individu. Individu yang memiliki citra diri positif cenderung memiliki harga
diri yang lebih tinggi serta kecenderungan depresi yang lebih rendah dibandingkan
dengan individu yang memiliki citra diri negatif.
Sejalan dengan itu, Keliat (1992) menyatakan bahwa citra diri berhubungan
dengan kepribadian. Cara individu memandang dirinya mempunyai dampak yang
penting pada aspek psikologisnya. Pandangan yang realistis terhadap diri serta
kemampuan menerima keadaan diri akan membuat individu terhindar dari rasa
cemas dan meningkatkan harga diri individu. Pernyataan ini dikuatkan dengan
penelitian oleh Casper & Offer (1990) bahwa pada wanita, keinginan untuk
mengubah diri dan penampilan diasosiasikan dengan menurunnya tingkat harga diri.
Hal ini bisa mendorong munculnya gangguan makan.
Dalam beberapa kasus, gangguan ini bisa berkembang menjadi patologis, seperti
anorexia atau bulimia (Casper & Offer, 1990). Persepsi negatif terhadap diri
membuat wanita tidak bisa menghargai diri mereka sendiri. Wanita yang fokus
hanya fokus pada dirinya tidak akan mampu menggunakan energinya untuk aspek
lain dalam hidupnya. Usaha yang terus menerus untuk mencapai diri yang ideal bisa

5
menimbulkan obsesi terhadap makanan. Selain itu, timbul masalah psikologis
lainnya, seperti mudah marah, merasa gagal dan inferior, masalah ingatan,
kecemasan, dan gangguan penyesuaian (Barnard, 1992).
Berscheid (Papalia & Olds, 2004) menyatakan bahwa wanita yang memiliki
persepsi positif terhadap citra diri lebih mampu menghargai dirinya. Individu
tersebut cenderung menilai dirinya sebagai orang degan kepribadian cerdas, asertif,
dan menyenangkan. Dacey dan Kenny (1994) mengemukakan bahwa persepsi
negatif remaja terhadap citra diri akan menghambat perkembangan kemampuan
interpersonal dan kemampuan membangun hubungan yang positif dengan remaja
lain.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa citra diri individu memiliki
pengaruh terhadap kepribadian. Individu yang memiliki citra diri positif cenderung
memiliki kepribadian sehat yang diasosiasikan dengan peningkatan kualitas hidup,
seperti peningkatan harga diri, kepercayaan diri, dan kesehatan mental. Sebaliknya,
individu yange memiliki citra diri negatif cenderung mengembangkan kepribadianya
yang tidak sehat, seperti penurunan harga diri, kemampuan interpersonal yang buruk,
bahkan dalam banyak kasus berkembang menjadi patologis, seperti anorexia dan
bulimia.

2.5 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


Menurut Rosenbaum (2012: 71-72) dalam bukunya menyatakan bahwa
empat “E” yang paling mempengaruhi pembentukan citra diri adalah:
1. Experience atau pengalaman: pengalaman sehari-hari yang dilakukan
atau telah dilakukan.
2. Exposure atau keterbukaan: bagian lain dari pembentukan diri adalah
keterbukaan untuk orang lain; keterbukaan untuk ide-ide baru.
3. Education atau pendidikan: bagian dari pengalaman dan keterbukaan.
4. Environment atau lingkungan: gaya hidup yang diadopsi sebagai milik
sendiri. (Dachyang, M. 2012).

6
Menurut Perry & Potter (2005), Citra diri dipengaruhi oleh:
1. Pertumbuhan kognitif dan perkembangan fisik
a. Perubahan perkembangan yang normal mempunyai efek yang lebih
besar pada diri dibandingkan dengan aspek lainnya dari konsep diri.
Citra diri anak sekolah berbeda dengan bayi. Perubahan ini tergantung
pada kematangan fisik.
b. Perubahan hormonal yang terjadi selama masa remaja dan pada akhir
tahun kehidupan, misal menopause.
c. Penuaan, mencakup penurunan ketajaman penglihatan, pendengaran
dan mobilitas.
2. Sikap dan nilai kultural dan sosial
Muda, cantik dan utuh adalah hal-hal yang ditekankan dalam
masyarakat Amerika. Dalam kultur timur penuaan dipandang secara
positif karena orang dengan usia tua lebih dihormati. Kultur barat
terutama di Amerika Serikat telah terbiasa untuk takut terhadap proses
penuaan yang normal. Misalnya menopause dalam kultur yang lain
dipandang sebagai waktu di mana wanita mencapai kekuasaan dan
kebijaksanaan. Sedangkan dalam kultur barat menopause adalah ketika
wanita kurang disenangi secara seksual. Namun demikian, sekarang ini
hal tersebut bukan lagi keyakinan yang umum, wanita menopause dan
postmenopause mempetahankan rasa tentang diri mereka dan
ketertarikan mereka sendiri bahkan lebih kuat.

2.6 CARA MEMBENTUK CITRA DIRI YANG BAIK


1. Mengenal diri sendiri dan gaya kepribadiannya sendiri
2. Mengenal orang lain dan gaya kepribadiannya atau kecerdasan
interpersonal sering di sebut kemampuan sebagai kemampuan sosial
3. Kemampuan untuk beradaptasi dengan orang lain atau lingkungan sosial
4. Kemampuan membangun kerjasama dengan berbagai pribadi yang
berbeda beda.

7
2.7 MANFAAT CITRA DIRI YANG POSITIF
1. Membawa Perubahan Positif
Orang yang memiliki citra diri positif senantiasa mempunyai inisiatif
untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya.
Mereka tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik,
sebaliknya, mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan
menjadi lebih baik.
2. Mengubah Krisis Menjadi Keberuntungan
Selain membawa perubahan positif, orang yang memiliki citra positif
juga mampu mengubah krisis menjadi kesempatan untuk meraih
keberuntungan. Citra diri yang positif mendorong orang untuk menjadi
pemenang dalam segala hal. Menurut orang-orang yang bercitra diri
positif, kekalahan, kegagalan, kesulitan dan hambatan sifatnya hanya
sementara. Fokus perhatian mereka tidak selalu tertuju kepada kondisi
yang tidak menguntungkan tersebut, melainkan fokus mereka diarahkan
pada jalan keluar.

8
BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Citra diri adalah bagaimana cara individu mempersepsikan dirinya, baik
secara sadar maupun tidak sadar yang meliputi ukuran, fungsi, penampilan,
dan potensi diri berikut bagian-bagiannya. Dengan kata lain, citra diri adalah
kumpulan sikap individu, baik yang disadari ataupun tidak yang ditujukan
terhadap dirinya.
3.2 SARAN
Setiap orang harus bisa menerima apapun yang ada pada dirinya,
sehingga jika ada ketidakpuasan persepsi terhadap dirinya tidak membuat
individu merubah dirinya kearah yang negatif. Maka ketika individu
berhasil untuk menerima dirinya sendiri dan bisa mencapai sesuatu hal
tersebut. Dan pada akhirnya pandangan manusia dalam mendeskripsikan
pandangan terhadap citra dirinya bukan malah memburuk tetapi berharap
lebih baik.
Dengan adanya tugas ini penulis lebih memahami tentang bagaimana
membuat citra diri yang baik dan positif, serta dapat memperaktekan dalm
kehidupan sehari – hari. Dengan adanya hasil makalah ini di harapkan dapat
di jadikan sebagai bacaan untuk menambah wawasan dari ilmu yang telah
didapatkan dan lebih baik dari sebelumnya.

9
DAFTAR PUSTAKA

Dachyang, Mursalin. (2012). Hubungan Antara Citra Diri dan Persepsi Diri dengan
Kemampuan Akademik Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Angkatan 2012. Jurnal. (Hlm 130 – 140)

Indri, W.M., dkk. (2014). Makalah Konsep Citra Diri .


https://www/scribd.com/document/191239294/KONSEP-CITRA-DIRI. (Diakses
pada Tanggal 22 – 02 – 2018; 08.00 WIB)

(n.d). Makalah Citra Diri. https://www.scribd.com/document/243356355/Makalah-citra


diri-docx. (Diakses pada Tanggal 22 – 02 – 2018; 08.05 WIB)

(n.d). Bab 2-4. http://digilib.uinsby.ac.id/13731/6/Bab%202.pdf. (Diakses pada Tanggal


22 – 02 – 2018; 08.08 WIB)

Potter, Patricia A. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan
Praktik Edisi 4. EGC : Jakarta

Stuart GW., Sundeen SJ,. (2001). Principles and Practice of Psychiatric Nursing Fifth
Edition. St. Louis : Mosby

10