Anda di halaman 1dari 6

Persamaan dan Perbedaan; Proses Penelitian dan Perancangan

Pengertian Metode Penelitian dan Perancangan


Metode penelitian adalah suatu bentuk sistem yang digunakan dalam penelitian. Ini
memiliki pengertian berupa sebuah pedoman untuk penelitian dan bagaimana tahapan
pelaksanaannya. Ini menggambarkan dan menjelaskan metode analisis, memberikan
keterangan pada keterbatasan dan sumber daya mereka, prakiraan dan konsekuensi, serta
potensi – potensi yang ada
Metode perancangan merupakan cara berpikir dengan menyesuaikan rumusan masalah
dan tujuan perancangan hingga mampu menghasilkan sebuah produk berupa hasil rancangan.
Dengan metode perancangan , maka akan mampu memudahkan seorang perancang dalam
tahapan merancang
Persamaan dan Perbedaan :
Kesamaan dari pengertian metode penelitian dan perancangan terletak dari bagaimana
suatu input data diproses melalui tahapan – tahapan tertentu dan kemudian setelah melalui
beberapa tahapan berpikir menghasilkan suatu produk dalam bentuk penelitian yang matang
bagi metode penelitian dan hasil rancangan bagi metode perancangan. Untuk perbedaan dari
kedua aspek ini, terletak dari perbedaan hambatan yang dilalui baik dalam tahapan awal
ataupun tahapan pengolahan data menjadi suatu produk final. Ini disebabkan output yang
dihasilkan oleh kedua metode ini berbeda sehingga tahapan – tahapn yang dilalui tentu juga
berbeda.

Keuntungan dari Metode Penelitian dan Perancangan


Berikut ini adalah keuntungan dari metode penelitian:
1. Pengembangan pengayaan ilmu bagi peneliti
2. Penyediaan alat-alat untuk melaksanakan penelitian
3. Pengembangan sikap ilmiah dan kritis serta disiplin berpikir untuk pengamatan
4. Pengayaan proses penelitian dan penyediaan kesempatan bagi kajian mendalam dan
pengertian akan subjek penelitian
5. Hasil penelitian bisa membantu menanamkan kemampuan untuk mengevaluasi,
menggunakan hasil penelitian dengan keyakinan, dan dalam juga mengembangkan
keyakinan dalam pembuatan keputusan
6. Mengakomodasi kemampuan untuk belajar membaca dan berpikir kritis.
Berikut ini adalah keuntungan dari metode perancangan ( dalam arsitektur ):
1. Memperdalam dan memahami tentang cara suatu produk dirancang dan dibangun
2. Mengenal, mengerti, dan pada akhirnya memahami tahap demi tahap dari uraian dan
jabaran, yang merupakan kronologi atau urutan proses cara merancang sebuah produk.
3. Meningkatkan kemampuan merancang dengan mengikuti latihan-latihan dari metode
perencanaan dan perancangan produk.
4. Mengetahui bagaimana pola pikir perancangan terbentuk, yaitu melalui tahapan
penyusunan mengenai cara memperoleh permasalahan pokok, menguraikan dan
menganalisis, menyimpulkan dan menyintesiskan.
5. Mampu mencari cara pemecahan dan alternatif solusi yang berupa konsep - konsep
perancangan.

Persamaan dan Perbedaan :


Kesamaan dari keuntungan yang diperoleh dari kedua aspek penelitian dan perancangan
yaitu subjek pelaksana akan dapat memperkaya pengalaman ataupun ilmu dari sejak proses
pengumpulan data, tahap pengolahan data, hingga hasil output terakhir berupa laporan
penelitian fina ataupun hasil karya rancangan. Sedangkan perbedaan dari kedua metode ini
terletak dari bagaimana cara keuntungan didapat dimana dari sisi penilitian, hal ini didapat
dari ketelitian dan kecermatan dari subjek peneliti dalam berpikir kritis terhadap data yang
didapat dengan cara membaca dan melakukan kajian mendalam terhadap segala proses yang
dilakukan. Dari segi perancangan kecermatan ini memiliki bentuk berbeda yaitu mengambil
keputusan dari seluruh iterasi konsep – konsep yang didapat dari proses pengolahan data –
data.

Tahapan dari Metode Penelitian dan Perancangan


Tahapan Metode Penelitian :
1. Identifikasi Masalah
Berisikan pernyataan yang bersifat umum terhadap permasalahan yang diamati. Tidak semua
masalah penting untuk di pecahkan, tetapi ketika kita menemukan masalah dan merasa hal ini
harus di pecahkan maka masalah tersebut memiliki nilai penelitian yang tinggi. Cara
mengidentifikasi masalah bisa Anda baca pada tulisan saya satu ini.

2. Perumusan Masalah
Pikirkan dan cari beberapa contoh pertanyaan yang memerlukan jawaban secara ilmiah.
Semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan melakukan penelitian untuk memberikan
jawaban dan fakta-fakta yang didukung oleh teori dan data yang akurat serta dapat dipercaya
kebenaran nya.
3. Penelusuran Pustaka
Mencari semua teori atau model untuk mencari solusi permasalah yang biasanya didapat dari
buku teks ilmiah, tesis, karangan ilmiah, dsb. Penelusuran pustaka dilakukan oleh peneliti
untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan masalah yang sedang atau akan di teliti.
Jika usaha kita dalam penelusuran pustaka tidak maksimal maka informasi yang kita
kumpulkan juga tidak akan maksimal. Hal tersebut tidak menjamin kesuksesan hal yang di
teliti.

4. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian berisikan pengetahuan, algoritma, metode, produk(sistem) atau model
untuk menunjang penelitian. Bila ingin melakukan penelitian, maka objek serta variabel yang
di teliti harus jelas. Contoh, bila kita ingin membangun sistem informasi bagi pasien di rumah
sakit , tetapi yang di interview bukan pasien melainkan para staff rumah sakit. Hal ini berarti
objeknya tidak tepat atau tidak sesuai dengan apa yang diteliti.

5. Pengumpulan Data
Setiap penelitian harus ada data kuantitatif, data kualitatif serta data kombinasi. Kumpulkan
data dalam bentuk tabel, grafik, gambar, dsb. Bila perlu susun dan kategorikan berdasarkan
waktu, produktivitas ataupun divisi. Teknik dalam pengumpulan data bermacam-macam, yaitu
observasi, wawancara, kuesioner, dan sebaginya.

6. Pengolahan atau Analisis Data


Analisis data dipilih sesuai dengan data yang kita dapatkan. Bila sampelnya representatif bisa
digunakan uji-uji tertentu. Terdapat 7 tahapan dalam pengolahan atau analisis data, yaitu :
editing data, pengembangan variabel, pengkodean data, cek kesalahan, membuat struktur data,
cek preanalisis komputer dan tabulasi. Interpretasikan data sebelum dilakukan penelitian dan
sesudah dilakukan nya penelitian.

7. Penyimpulan Hasil
Dalam menulis laporan penelitian atau laporan akhir, kita harus berani mengemukakan dan
menuliskan apa yang kita dapatkan selama melakukan penelitian tersebut (objektif).
Sebaiknya mengemukaan statement berupa pertanyaan-pertanyaan saja bila hasilnya tidak
pasti. Selain itu, biasanya terdapat aturan-aturan penulisan laporan yang terkait dengan jenis
dan bentuk laporan itu sendiri agar dapat dimengerti oleh orang yang membaca nya.
Tahapan Metode Penelitian ( dalam arsitektur ) :

1. Penyusunan program
Penyusunan program merupakan persyaratan untuk rancangan bangunan adalah tugas dari
arsitek, dan ini merupakan hal yang paling penting sebelum merancang. Hal ini dilakukan oleh
pemrogram. Pemrogram dan perancang merupakan spesialis-spesialis yang berbeda, karena
keduanya memerlukan kemampuan yang berlainan. Pemrogram untuk analisis, sedang
perancang untuk sintesis.Hal – hal yang harus dilakukan pemrogram adalah : mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang tepat pada saat yang tepat, memisahkan keinginan sendiri dari
kebutuhan klien, bersikap obyektif dan analitik

2. Mengevaluasi informasi
Pada perancang umumnya bersifat subyektif, intuitif dan fasih dalam konsep-konsep fisik.
Namun perancang dapat juga memrogram, ia harus memiliki dua pikiran dan
menggunakannya secara berganti-ganti, dan selalu dilatih dalam memrogram.

3. Analisis dan sintesis


Proses perancangan meliputi dua tahap: analisis dan sintesis. Pada analisis bagian-bagian dari
masalah perancangan dipisah-pisahkan dan dikenali. Pada sintesis bagian-bagian tersebut
digabungkan bersama guna membentuk suatu pemecahan perancangan yang bertalian.
Penyusunan program adalah analisis dan perancangan adalah sintesis. Perancang yang kreatif
akan menunda penilaian, menahan pemecahan-pemecahan yang diyakini sebelumnya untuk
mensintesakan sebelum informasi didapat, mengetahui masalah klien. Ia meyakini bahwa
perlu analisis menyeluruh sebelum sintesis

4. Perancangan dan proses perancangan arsitektur


Perancangan adalah hasil proses perencanaan. Perancangan arsitektur meliputi tahap
penyusunan pemrograman dan perancangan. Penyusunan program adalah penyelusuran
masalah (problem seeking), perancangan adalah pemecahan masalah (problem solving).
Perancangan arsitektur adalah penggabungan berbagai unsur ruang untuk menampung suatu
proses kegiatan sehingga menghasilkan suatu keseluruhan yang lebih kaya dan bermakna.
Proses perancangan arsitektur dimulai dari mengetahui jenis bangunan yang akan dirancang,
pemakainya dan bagaimana keinginan pemakainya, kegiatannya, ruang-ruang yang
dibutuhkan, bagaimana tapak dimana bangunan tersebut akan dibangun, bagaimana jenis
konstruksi dan bahan yang akan digunakan, dilanjutkan dengan melakukan analisis mengenai
sifat dan syarat setiap kebutuhan lalu dikelompokkan, dihubungkan, digabungan sehingga
menghasilkan suatu rancangan arsitektur.

Tahapan tahapan tersebut diringkas sebagai berikut


a. Perencanaan/ pemrograman
Suatu proses dalam menyiapkan seperangkat keputusan mengenai tindakan dikemudian hari
yang ditujukan untuk mencapai tujuan-tujuan dengan menggunakan cara-cara yang optimal.
Tindakan – tindakan ni dicapai dari masalah – masalah yang diketahui sebelumnya.

b. Analisis
Analisis merupakan suatau cara pemecahan masalah ke dalam bagian-bagian spesifik sehingga
bisa diketahui lebih lanjut solusi optimal yang diterapkan kepada produk rancangan dimana
produk ini harus mampu mengatasi masalah – masalah yang diketahui dan juga yang bersifat
tak terduga.

c. Sintesa
Sintesa merupakan proses penggabungan analisis dan mengumpulkan bagian-bagian tersebut
ke dalam sebuah cara baru dimana masing – masing elemen analisis yang saling berkaitan
diusahakan untuk dapat diselesaikan dengan seefisien mungkin dengan memberi satu solusi
untuk beberapa masalah secara simultan.

d. Zoning
Zoning adalah peta atau pemaparan ringkasan dari seluruh hasil sintesa, yang memberikan
masukan pada konsep desain. Peta ini memberikan gambaran bagaimana solusi tersebut
diterapkan kepada calon produk rancangan.

e. Konsep
Suatu rumusan cara-cara memecahkan masalah, dimana dari hasil output masalah yang
diselesaikan, maka akan mendapatkan solusi desain yang jika telah digabungkan akan menjadi
produk rancangan desain.

Persamaan dan Perbedaan :


Kesamaan tahapan dari aspek metode penelitian memiliki beberapa tahapan yang kurang lebih
sama, yaitu proses identifikasi masalah , dimana pada metode perancangan masuk kedalam
bagian programming yang juga terdapat tahapan perumusan masalah, rancangan penelitian,
serta pengumpulan data. Kemudian kedua metode diatas melakukan tahapan analisa terhadap
data yang telah diperoleh sebelumnya. Kemudian di tahap akhir akan mengeluarkan hasil
berupa laporan penelitian atau karya rancangan desain. Perbedaan dari kedua metode ini
adalah umumnya pada metode perancagan data pustaka yang diperlukan umumnya tidak
banyak karena data telah diperoleh dari masalah yang didapat.

Sumber Referensi Literatur :


Kothari, C.R. 2004. Research Methodology : Methods and Techniques ( Second Revised
Edition). New Delhi: New Age International (P) Ltd, Publishers
Ratodi, Muhamad. 2014. Metode Perancangan Arsitektur Edisi 1. Nulisbuku
Gulo, W. 2000. Metodologi Penelitian. Penerbit Grasindo
Siyoto, Sandu. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Karanganyar : Literasi Media Publishing
Mishra, Shanti B & Alok, Shashi. 2017. Handbook of Research Methodology : A
Compendium for Scholars & Researchers. New Delhi :Educreation Publishing
Laksito, Boedhi. 2014. Metode Perencanaan & Perancangan Arsitektur. Cibubur : Griya
Kreasi ( Penebar Swadaya Grup )

Nama : Putu Genta Ananda Este Bagus


NIM : 1605521033
Jurusan : Teknik Arsitektur Reguler
Semester / Tahun : VI ( Genap ) / 2018 - 2019