Anda di halaman 1dari 6

NAZIK AL-MALAIKAH (‫)نازك المالئكة‬

Tugas Mata Kuliah Studi Tokoh Sastra Arab

DosenPengampu:

Dr.Ridwan, S.Ag. M.Hum.

Disusunoleh:

Lailiyatus Shobicha 16110012

Addin Sholikha 16110085

Fikri Ghazali 16110092

BAHASA DAN SASTRA ARAB

FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS ISLAM SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

2019

1
A. Kelahiran dan Keluarga

Nazik al-Malaikah memiliki nama lengkap Nazik Shadiq Ja’far al-Malaikah


yang lahir pada tanggal 23 Agustus 1923 di Baghdad. Ia merupakan anak tertua dari
empat bersaudara. Ketika kecil, ia dipanggil Nazik Alabed,Alabed seorang pahlawan
yang telah memimpin serangkaian revolusi melawan tentara pendudukan Prancis di
Suriah pada tahun 1923. Ia tumbuh dalam lingkungan yang mencintai ilmu dan sastra.
Ibunya, bernama Salma Abdul Razaq, seorang penyair yang memiliki antologi puisi
‫أنشودة المجد‬. Nazik dan ibunya menerbitkan puisi di majalah dan koran atas nama sastra
Irak dengan nama samaran “Um Nizar al-Malaikah”. Ayah Nazik, bernama Shadiq al-
Malaikah, seorang penyair juga guru bahasa dan sastra Arab. Ayah nazik
meninggalkan karya-karya yang paling penting dari Guinness Ensiklopedia dalam dua
puluh jilid. Sehingga tidak heran jika ia sudah mulai menyentuh sastra klasik dari
kecil. Ia menguasai ilmu nahwu, membaca dan mempelajari sumber-sumber warisan
bangsa Arab, baik dalam bidang bahasa maupun sastra. Ia juga sungguh-sungguh
dalam mempelajari bermacam-macam bahasa, seperti bahasa Inggris, Prancis, Jerman,
dan Latin. Dirinya sangat antusias dalam belajar hingga ia membaca buku ‫البيان والتبيين‬
yang ditulis oleh al-Jahizh hanya dalam waktu delapan hari, sementara pada saat itu
kondisi matanya sudah tidak membaik. Dirinya sangat merasakan ketakutan ketika ia
tidak membaca buku selama delapan jam dalam satu hari.
Pada tahun 1964,ia menemukan pujaan hatinya yaitu seorang doktor yang
bernama Dr. ‘Abd al-Hadi Mahbubah yang juga seorang rekkor pada Universitas
Basrah. Ia mempunyai satu anak yang diberi nama Abdul Hadi Buraq al-Mahbubah.
Sepeninggalan suaminya pada tahun 2001, Nazik al-Malaikah hidup dalam
kegoncangan dan ketidaktentuan. Sampai-sampai sebagian surat kabar ada yang
memberitakan tentang kematiannya meski ia masih hidup. Ia telah memperoleh
beberapa penghargaan atas prestasinya. Puisi terakhir yang ia tulis adalah puisi yang
berjudul ‫أنا وحدي‬yang merupakan puisi duka atas kepergian sang suami. Nazik al-
Malaikah meninggal saat usia 83 tahun, pada tanggal 20 Juni 2007 di Kairo, Mesir.

B. Pendidikan, pernikahan, dan Karir


Pendidikan Nazik al-Malaikah ditempuh pada Fakultas Tarbiyah di Teacher’s
Training College dan lulus pada tahun 1994dengan gelar BA. Ia aktif menulis sejak
dibangku kuliah, karya-karyanya banyak dimuat di media-media baik surat kabar
maupun majalah. Setelah selesai dari strata satu, lantas ia melanjutkan program
magisternya di Amerika Serikat dengan fokus mengambil program studi Sastra
Inggris dengan beasiswa di Universitas Princeton, New Jersey dan selesai pada tahun
1950 dengan fokus studi sastra bandinganbergelar MA.
Pada tahun 1954 ia melanjutkan studinya di Amerika Serikat untuk meraih gelar
doktor di Universitas Wisconsin sebagai utusan dari Universitas Irak. Setelah lulus ia
menjadi pengajar di Universitas Irak sebelum dia akhirnya berpindah menjadi staf
pengajar di Universitas Basrah.
Pada tahun 1959-1960 Nazik meninggalkan Irak dan menetap di Beirut.
Ditempat inilah karya-karyanya muncul dan kritiknya yang amat terkenal. Empat
tahun setelahnya yaitu pada tahun 1964 ia kembali ke Irak dan menjadi pengajar di
Universitas Basrah.
Nazik yang memiliki gangguan pada matanya, akhirnya mendapat bantuan
yang berupa sebuah tanda mata untuk bantuan pengobatannya dari Universitas Kuwait
tempat ia mengajar setelah meninggalkan Irak untuk yang kedua kalinya. Tepatnya
pada tahun 1985, setelah itu ia langsung kembali ke Irak dankarena Irak kekurangan
dalam bidang medis dikarenakan blokade dari Amerika Serikat pada waktu itu.
Akhirnya ia bertolah ke mesir untuk berobat, dan ia menetap disana dengan sang
suami selama-lamanya.

C. Karya dan Pemikiran Nazik Al Malaikah


Nazik Al-Malaikah termasuk pembaharu pertama dalam puisi Arab modern yang
didominasi dengan liriknya yang elegi. Elegi adalah sajak lirik yang berisi kesedihan
dan ratapan kematian seseorang yang banyak bertemakan tentang kematian,
kesedihan, kekecewaan, putus asa, melankolis, ratapan, keheningan malam, dan rasa
duka yang mendalam. Nazik lebih banyak menulis tentang dirinya sendiri sebab ia
sadar dengan kondisi psikologinya. Ia mencoba menunjukan rasa kegundahan, depresi
, dan duka cita yang dialaminya, yang kemudian sangat mempengaruhi karya-karya
puisinya.
Pada tahun 1947 Nazik menulis puisinya yang berjudul ‫ ( الكوليرا‬kolera). Yang
mana pada tahun itu Mesir terserang wabah kolera yang menelan korban tiga ratus
jiwa per harinya. Penyakit kolera adalah penyakit infeksi saluran usus yang bersifat
akut yang disebabkan oleh Vibrio cholera. Dalam puisinya tersebut Nazik

3
menggambarkan penderita kolera yang tersiksa, merintih, menangis, dan kesakitan.
Begitu banyak yang meninggal, begitu banyak yang ditinggalkan.
Munculnya puisi‫الكوليرا‬ini bersamaan dengan puisinya Badr Syakir as-Sayyab
yang berjudul ‫هل كان حبا‬. Sehingga puisi tersebut juga dianggap sebagai pendobrak
pertama gerakan pembaharuan puisi Arab modern atau yang biasa disebut dengan
puisi bebas (al-Syi’ir al-Hurr). Karya tesebut memunculan kontrofersi atau
permasalahan yang tidak mudah diterima. Nazik lahir dan dibesarkan di dunia sastra
yang terikat cara-cara lama yang memandang eksperimen sebagai antitesis tradisi.
Menurut Abd Alqadar Aljanabi. Al-Malaika dihadapkan dengan pedang bermata dua,
walaupun lingkungan intelektual Nazik membuka pintu bagi inovasi, karakter
masyarakat yang konservatif tidak mendukung suatu gerakan modernis.
Nazik al-Malaikah telah menulis beberapa antologi puisi, kritik sastra, dan karya
ilmiah diantaranya:
Antologi puisi
1. ‫ ( عاشقة الليل‬1947)
2. ‫ ( شظايا ورماد‬1949)
3. ‫ ( قرارة الموجه‬1957)
4. ‫( شجرة القمر‬1968)
5. ‫ ( مأساة الحياة وأغنيةلالنسان‬1970)
6. ‫( للصالة والثورة‬1978)
7. ‫( ديوان نازك المالئكة‬1971)

Kritik sastra

1. ‫( قضايا الشعر المعاصر‬1962)


2. ‫األدب والغزو الفكري‬
3. ‫محاضرات في شعر علي محمود طه‬

Studi Ilmiah

1. ‫التجزيئية فى المجتمع العربي‬


2. ‫( سيكولوجيا الشعر‬1993)

Karya terakhir yang ditulis Nazik al-Malaikah adalah ‫ أنا وحدي‬yaitu sebuah puisi
duka yang ditulisnya atas kepergian suaminya, Dr. Mahbubah.
Nazik Al Malikah adalah seorang modernis yang kemudian membuatnya menjadi
inspirasi bagi perempuan Arab. Dia adalah seorang pemikir independen, seorang
sarjana yang disegani dan seorang penulis yang produktif yang mengekspresikan
dirinya dengan fasih. Dia berusaha unggul di negara yang didominasi pria. Yang
mana perempuan Arab pada masa itu hidup dalam tekanan dan sulit berekspresi.
Dalam surat kabar Al Mustaqbal Shawqi Bzai menuliskan bahwa, “Nazik
berkontribusi besar pada wanita Arab yang membuktikan bahwa mereka memiliki
peran dalam bahasa. Dia datang untuk feminisasi modernisme, memecahan hambatan
antara penulis pria dan wanita, dan dia membuka jalan bagi penyair masa depan.

5
DAFTAR PUSTAKA

Fathoni, Achmad Atho’illah. 2007. Leksikon Sastrawan Arab Modern Biografi dan

Karyanya. Yogyakarta: DATAMEDIA

https://id.search.yahoo.com/yhs/search?hspart=iba&hsimp=yhs-

1&type=bcds_6056_CHW_ID&p=Ejournal.uin-

suka.ac.id%2Fadab%2FAdabiyyat%2Farticle%2Fview%2F650

https://www.aljadid.com/content/nazik-al-malaika-1923-2007-iraqi-

woman%E2%80%99s-journey-changes-map-arabic-poetry

http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-05/S54833-Nurfitri

https://docslide.net/documents/pembahasan-puisi-nazek-malaikat-belum-sisp-

569e48f68bfb9.html