Anda di halaman 1dari 15

BAHAN PEMBELAJARAN

JUDUL BAHAN PEMBELAJARAN : KEPEMIMPINAN PERUBAHAN


NAMA PENYUSUN : YULI CAHYONO/JOKO PRIYADI/TOTO BASUKI

PENJELASAN UMUM
A. Pengantar bahan pembelajaran
Bahan pembelajaran ini akan memberikan pemahaman kepada peserta diklat mengenai
apa itu kepemimpinan perubahan, mengapa perlu kepemimpinan perubahan, dan
bagaimana melakukan kepemimpinan perubahan di sekolah agar proses pembelajaran di
sekolah menjadi lebih baik.
B. Hasil yang Diharapkan
Dari kegiatan pembelajaran kepemimpinan perubahan hasil yang diharapkan adalah:
1. Peserta diklat menjelaskan konsep kepempinan perubahan
2. Peserta diklat mendeskripsikan karakteristik dari kepemimpinan perubahan
3. Peserta diklat menjelaskan konsep kepemimpinan pembelajaran di sekolah
4. Peserta diklat mendeskripsikan karakteristik kepemimpinan pembelajaran di sekolah
5. Peserta diklat menentukan tindak perubahan di sekolah
C. Tagihan
Secara keseluruhan ada 4 tagihan dalam mata diklat kepemimpinan perubahan, yakni:
1. Hasil kajian tentang studi kasus permasalahan di sekolah (LK 01)
2. Hasil kajian tentang video kepemimpinan perubahan (LK 02)
3. Hasil diskusi tentang konsep dan karakteristik kepemimpinan pembelajaran (LK 03)
4. Hasil kerja mandiri melakukan tindakan kepemimpinan perubahan di sekolah (LK 04)
D. Ruang lingkup materi
1. Pembahasan tentang konsep kepemimpinan perubahan
2. Pembahasan tentang karakteristik kepemimpinan perubahan
3. Pembahasan tentang konsep kepemimpinan pembelajaran
4. Pembahasan tentang karakteristik kepemimpinan pembalajaran
5. Pembahasan tentang tindakan kepemimpinan perubahan di sekolah
E. Langkah-langkah pembelajaran
Kegiatan pembelajaran kepemimpinan perubahan meliputi tiga kegiatan pembelajaran
yaitu: kegiatan pembelajaran 1 konsep dan karakteristik kepemimpinan perubahan,
kegiatan pembelajaran 2 konsep dan karakteristik kepemimpinan pembelajaran, dan
kegiatan pembelajaran 3 strategi implementasi kepemimpinan perubahan di sekolah.

1
Kegiatan pembelajaran 1 konsep dan karakteristik kepemimpinan perubahandisajikan
melalui: 1) brainstorming secara kelompok dengan anggota 5-6orang; 2) brainwriting
secara individu melalui tayangan video dengan alokasi waktu 1 JP (45 menit. Kegiatan
pembelajaran 2 konsep dan karakteristik kepemimpinan pembelajaran disajikan melalui
jigsaw secara kelompok heterogen dengan alokasi waktu 1 JP (45 menit; 3) kegiatan
pembelajaran 3 strategi implementasi kepemimpinan perubahan di sekolah disajikan
melalui project work membuat tindak perubahan secara individu dengan alokasi waktu 3
JP (130 menit).

Adapun langkah-langkah penyajian materi kepemimpinan perubahan mengikuti langkah-


langkah berikut:
a. MT membuka pembelajaran mata diklat kepemimpinan perubahan dengan
menyampaikan salam, apersepsi, tujuan, ruang lingkup, hasil yang diharapkan, nilai
karakter yang ditanamkan dan tagihan yang harus dihasilkan;
b. peserta belajar melalui brainstorming secara kelompoktentang konsep/pengertian
kepemimpinan perubahan menggunakan studi kasus yang diambil dari berita
website kemdikbud LK:01;
c. MT melakukan penguatan tentang konsep kepemimpinan perubahan
d. peserta belajar melaluibrainwriting secara individu tentang karakteristik
kepemimpinan perubahan menggunakan tayangan video tentang kepemimpinan
perubahan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) LK:02;
e. MT melakukan penguatan tentang karakteristik kepemimpinan perubahan
f. peserta belajar melalui jigsaw kelompok heterogententang konsep dan karakteristik
kepemimpinan pembelajaran menggunakan LK:03;
g. MT melakukan penguatan tentang konsep dan karakteristik kepemimpinan
pembelajaran
h. peserta belajar melalui project worksecara individu tentang strategi implementasi
kepemimpinan perubahan di sekolah menggunakan LK:04;
i. Peserta mempresentasikan project work tindak perubahan yang dibuat untuk
mendapatkan feedback dari peserta lain dan dari MT;
j. MT memberikan penguatan dan simpulan dari seluruh kegiatan pembelajaran yang
telah dilakukan dan rekomendasi substansial secara detail;
k. MT memberikan kesan secara umum dan menutup pembelajaran mata diklat
kepemimpinan pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. Kegiatan Pembelajaran 1
Topik: Konsep Kepemimpinan Perubahan

2
1. Definisi Kepemimpinan Perubahan
Pesatnya kemajuan kehidupan masyarakat kita sekarang ini, di segala bidang
dan sendi kehidupan, berdampak luas terhadap pendidikan. Sekolah sebagai satuan
pendidikan terkecil yang menjadi ujung tombak pendidikan nasional, termasuk
organisasi yang harus juga mengalami perubahan.Perubahan organisasi di sekolah
misalnya perubahan dalam hal teknologi, struktur organisasi, kebijakan, sumber daya
manusia, dan fisik membutuhkan pengetahuan dan keterampilan serta budaya baru.
Kepemimpinan perubahan adalah sebuah upaya untuk menciptakan sebuah revolusi
dalam perubahan organisasi, sehingga membawa perubahan yang menjadikan semua
komponen dalam organisasi itu menyatu dan saling berempati untuk membawa
perubahan yang dibuatnya agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai positif terhadap
organisasi. Demikian juga, kepemimpinan kepala sekolah menghadapi perubahan fase
demi fase. Perubahan sistem kepemimpinan di sekolah juga seharusnya dapat
menjadikan mutu sekolah dalam melayani pendidikan masyarakat lebih baik dari waktu
ke waktu. Kepemimpinan perubahan, secara umum dalam bidang organisasi
adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini menuju ke
kondisi masa yang akan datang menurut yang diinginkan guna meningkatkan
efektivitasnya (Winardi: 2005:2)
Sebagian siswa mengeluh sekolah seperti neraka dan guru-guru itu sebagai
penjaga neraka yang terus mengawasi mereka apakah sudah tersiksa atau belum.
Sekolah bagi mereka membuat frustrasi, terpinggirkan dan tidak menginspirasi. Guru
mengeluh ketidaksetaraan kualitas dan fasilitas antara sekolah terpencil dan perkotaan
sehingga membuat mereka malas mengajar dan mengajar dengan apa adanya.
Sekolah mengeluh karena kekurangan guru sehingga harus bekerja keras
mengupayakan adanya guru honorer. Orang tua siswa mengeluh kerepotan dengan
sistem online dan merugikan mereka. Kepala sekolah mengeluh karena dana BOS telat
cair sehingga harus beke rja keras mengendalikan keterlaksanaan dan ketercapaian
program kerja mereka. Pak Wakil Gubernur pun mengeluh karena banyak guru yang
tidak kompeten berambisi jadi kepala sekolah sehingga jabatan kepala sekolah akan
diberikan ke pejabat lain. Semua kondisi tersebut mengisyaratkan betapa pentingnya
kepemimpinan perubahan. Kepemimpinan perubahan, secara khusus dalam bidang
pendidikan, bisa dimaknai sebagai upaya untuk menciptakan kondisi-kondisi baru agar
hubungan antara guru dan siswa berkembang (Ken Robinson: 2015: 72). Fokus
kepemimpinan perubahan adalah untuk menciptakan kondisi agar: 1) siswa mau belajar
dan bisa belajar; 2) guru bisa memfasilitasi pembelajaran siswa; 3) kepala sekolah bisa
membuat guru mampu memenuhi perannya; dan 4) pengambil kebijakan/birokrat
pendidikan, baik daerah, provinsi, nasional bisa membuat kepala sekolah dan sekolah
bisa memenuhi peran dan tanggungjawabnya.
3
2. Penugasan:
Lembar Kerja: 01
Karakter yang dinilai:
a. Mandiri (kreatif/inovatif, teguh prinsip/professional, berani berpendapat
b. Gotong royong (aktif, kerjasama, musyawarah mufakat, solidaritas)
Petunjuk Penugasan:
a. Kerjakan penugasan LK: 01 ini secara kelompok (5-6 orang)
b. Bacalah kutipan berita dari website itu dengan cermat (5 menit)
c. Diskusikan dan tuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut, di Lembar
Kerja (LK:01) (10 Menit)
1) Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan perubahan?
2) Mengapa diperlukan kepemimpinan perubahan?
3) Untuk apa melakukan kepemimpinan perubahan?
d. Diskusikan dan berikan komentar dengan menukarkan hasil diskusi kelompok
dengan kelompok lain (10 menit)
e. MT memberikan refleksi, konfimasi dan penguatan secara klasikal (15 Menit)
f. Hasil kerja LK: 01 dikumpulkan kepada MT.

3. Karakteristik kepemimpinan perubahan


Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita melakukan perubahan di sekolah?
Siapa yang akan melakukan perubahan di sekolah? Dan kapan kita melakukan
perubahan? Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut maka kita perlu membahas
strategi implementasi perubahan di sekolah. Setelah memahami berbagai
permasalahan di sekolah dan mendapatkan solusi-solusinya, maka kita bisa segera
melaksanakannya. Solusi-solusi tersebut diperlukan untuk menciptakan perubahan di
sekolah. Itulah makanya jika seorang kepala sekolah tidak memahami permasalahan di
sekolah maka dia tidak akan pernah bisa membuat perubahan di sekolah. Hal ini karena
untuk melakukan perubahan-perubahan di sekolah dituntut adanya solusi-solusi yang
tepat untuk memperbaiki kondisi sekolah yang ada. Dengan demikian bisa disimpulkan
bahwa kepala sekolah harus memahami permasalahan di sekolah karena hal itu adalah
langkah awal untuk bisa melakukan perubahan di sekolah.
Pertama, untuk menetapkan permasalahan di sekolah maka kepala sekolah perlu
memahami berbagai bentuk perwujudan permasalahan, yakni: permasalahan yang
berupa kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi nyata yang terjadi di
sekolah;Permasalahan yang disebabkan oleh ketidak-berhasilan sekolah dalam
mencapai standar yang sudah ditetapkan;Permasalahan yang disebabkan karena
sekolah memandang perlu untuk melebihi standar yang ditetapkan; danPermasalahan
4
yang disebabkan karena ketidak-konsistenan terhadap hasil atau kinerjasekolah.
Kedua, menetapkan solusi perbaikan atas sebuah permasalahan yang sudah
ditetapkan, juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh kepala sekolah.
Namun demikian ada banyak alasan mengapa menetapkan solusi perbaikan menjadi
menyulitkan. Berikut ini beberapa situasi dan bagaimana kepala sekolah bisa
menetapkan solusinya.
a. Jika permasalahan di sekolah itu terlalu besar untuk diatasi, dengan gejala
permasalahan di banyak faktor/aspek/bidang, maka pecahlah menjadi beberapa
bagian yang lebih kecil, lalu diseleseikan mana yang paling mudah untuk
dilaksanakan. Selanjutnya nanti permasalahan yang terlalu besar menjadi lebih
mudah untuk diatasi.
b. Jika permasalahan di sekolah tidak begitu jelas sebabnya maka berhati-hatilah dalam
menetapkan solusi perbaikan. Lakukan penelitian di sekolah terlebih dahulu. Sebab
bisa jadi setelah dilaksanakan ternyata tetap ditemukan permasalahan yang samadi
sekolah atau solusi perbaikan yang sudah dilakukan di sekolah ternyata untuk
permasalahan yang berbeda.
c. Jika permasalahan di sekolah disebabkan karena cara berpikir yang sama dilakukan
di sekolah selama ini oleh kebanyakan orang di sekolah, dan itu menyebabkan
terjadinya permasalahan di sekolah, maka gunakan metode atau pendekatan baru
yang membuat semua pihak di sekolah tidak lagi menggunakan cara berpikir yang
lama.
Ketiga, melaksanakan perubahan. Melaksanakan perubahan sebenarnya adalah
melaksanakan solusi perbaikan yang sudah ditetapkan. Solusi perbaikan akan
menciptakan sesuatu untuk perlu diubah, antara lain:
a. perubahan terhadap sistem di sekolah,
b. perubahan terhadap proses di sekolah ,
c. perubahan terhadap metode untuk melakukan sesuatu di sekolah,
d. perubahan terhadap cara berpikir kebanyakan warga di sekolah,
e. perubahan terhadap struktur tim atau organisasi di sekolah.
Melaksanakan perubahan bisa menjadi sebuah masalah besar bagi kepala
sekolah oleh karena itu kepala sekolah perlu memahami berbagai cara dalam
melaksanakan perubahan di sekolah sehingga perubahan itu bisa berjalan dengan baik.
Elizabeth Kubler Ross (1965) menggambarkan bagaimana perubahan bisa terjadi
melalui kurva perubahan. Kurva perubahan ini lebih dikenal sebagai kurva S (Sigmol S).
Ada 5 tahap perubahan emosional yang disingkat menjadi DABDA, yakni
a. tahap penolakan (denial)
b. tahap kemarahan (anger)
c. tahap tawar menawar (bargaining)
5
d. tahap depresi (depression)
e. tahap penerimaan (acceptance)

Perhatikan kurva berikut ini:

Pada saat awal perubahan terjadi Status Quo dimana semua atau sebagian
oarnga terkejut dan menolak perubahan. Bagaimana seorang kepala sekolah
mengatasinya? Pada tahap berikutnya, Disruption, semua atau sebagian orang marah
dan ketakutan. Bagaimana seorang kepala sekolah mengatasinya? Pada tahap
berikutnya Exploration, semua atau sebagian orang bisa menerima. Apa yang harus
dilakukan oleh seorang kepala sekolah? Dan pada tahap akhir, yakni Rebuilding, semua
atau sebagian orang berkomitmen. Apa yang harus dilakukan oleh seorang kepala
sekolah? Dari kurva tersebut bisa kita simpulkan bahwa jika kepala sekolah adalah
seorang pemimpin dan manager yang baik, maka jarang sekali terjadi adanya sebuah
perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, kepala sekolah sebagai pemimpin dan manager
yang baik harus pandai berkomunikasi dengan semua staff, sehingga bisa memahami
apa yang terjadi di sekolahnya dan melakukan tindak kepemimpinan yang relevan
dengan perkembangan situasi dan kondisi yang dihadapi oleh sekolah.

Perhatikan kurva lintasan perubahan berikut ini:

6
Ada beberapa hal yang bisa menimbulkan kegagalan dalam melaksanakan
perubahan di sekolah, yakni:
a. Implementasi perubahan di sekolah memerlukan waktu lebih lama dari yang
diperkirakan
b. Banyak permasalahandi sekolah yang tidak teridentifikasi sebelumnya
c. Aktivitas perubahan di sekolah tidak cukup terorganisir dengan baik
d. Persaingan diantara pribadi dan kelompokdi sekolah memecahkan perhatian kepala
sekolah
e. Kepala sekolah kurang memiliki kapabilitas untuk melakukan perubahan di sekolah
f. Instruksi dan pelatihan yang diberikan kepada kepala sekolah tidak cukup untuk
melakukan perubahan di sekolah
g. Faktor eksternal yang tidak bisa dikendalikan oleh kepala sekolah
h. Kepala sekolahlemah dalam kepemimpinan sehingga tidak cukup efektif dalam
memberikan arahan kepada staff
i. Sistem informasi tidak cukup untuk memonitor implementasi perubahan
Untuk bisa melakukan perubahan secara efektif sehingga beberapa hal yang
menimbulkan kegagalan itu bisa dihindari maka kepala sekolah harus mampu
melakukan perubahan secara terencana, sistematis dan terukur. Untuk itu kepala
sekolah harus mampu membuat tindak perubahan yang bermanfaat, berbeda secara
signifikan dan otentik. Untuk membuat tindak perubahan yang bermanfaat, berbeda
secara signifikan dan otentik maka kepala sekolah bisa menerapkan beberapa mantra
berikut ini:

7
a. Experiencial Learning (EL) dengan prosedur Design-Conduct-Evaluation-Feedback;
yang kemudian dimodifikasi oleh LPPKS menjadi persiapan-Pelaksanaan-Monev-
Refleksi;
b. Shewhart Cycle dengan prosedur PDCA, yakni Planning-Do-Check-Action;
c. Edwards Deming Cycle dengan prosedur PDSA, yakni Plan-Do-Study-Act

4. Penugasan
Lembar Kerja: 02
Karakter yang dinilai:
a. Mandiri (kreatif/inovatif, teguh prinsip/professional, berani berpendapat
b. Gotong royong (aktif, kerjasama, musyawarah mufakat, solidaritas)
Petunjuk Penugasan:
a. Kerjakan penugasan LK:02 ini secara individu
b. Bagikan LK:02 ke setiap peserta
c. Peserta mencermati tayangan video (15 Menit)
d. Setiap peserta mengisi LK:02 (10 menit)
e. Pindahkan LK;02 yang sudah terisi ke peserta lain untuk mendapatkan masukan;
f. Diskusikan secara klasikal jika ada pernyataan isian LK:02 yang masih memerlukan
penjelasan dari MT.
g. MT memberikan refleksi, konfimasi dan penguatan secara klasikal (15 Menit)

B. Kegiatan Pembelajaran 2
Topik : Konsep Kepemimpinan Pembelajaran
1. Definisi Kepemimpinan Pembelajaran
Landasan yuridis tentang kepemimpinan pembelajaran adalah Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional (Permendiknas) 35/2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya bahwa Efektivitas kepala sekolah dinilai angka
keditnya dalam kompetensi: (1) Kepribadian dan Sosial; (2) Kepemimpinan
pembelajaran;(3) Pengembangan Sekolah dan Madrasah; (4) Manajemen sumber
daya; (5) Kewirausahaan sekolah/madrasah; (6) Supervisi Pembelajaran.
Ada banyak rumusan tentang arti kepemimpinan pembelajaran, tetapi fokus dan
ketajamannya masih berbeda-beda. Maka kita memfokuskan area perubahan
kepemimpinan pembelajaran pada pelaksanaan supervisi akademik yang lebih baik,
pengembangan tenaga kependidikan yang akseleratif dan pengembangan kurikulum
sekolah yang inovatif.
Kualitas kepemimpinan terkait dengan standar nasional pendidikan yang harus
dipenuhi oleh sekolah agar dapat menghasilkan mutu pendidikan yang lebih baik.
Upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, peningkatan kualitas profesional
8
kepala sekolah dan guru, penciptaan iklim yang inovatif di sekolah, penciptaan iklim
yang inovatif dan beberapa upaya yang bisa dilakukan melalui supervisi akademik.
Pengembangan kualitas pembelajaran bisa dilakukan melalui kepemimpinan perubahan
di sekolah melalui penguatan supervisi akademik yang berkelanjutan.
Peningkatan mutu dan produktivitas tenaga kependidikan merupakan bagian
integral dari pengembangan manajemen sumber daya manusia dari sebuah organisasi.
Keberadaan tenaga kependidikan di sekolah merupakan aset yang berharga bagi
pengembangan satuan pendidikan. Keberhasilan sekolah ditentukan dari kualitas orang-
orang yang berada di dalamnya. Tenaga kependidikan akan bekerja secara optimal jika
kepala sekolah mendukung kemajuan karir mereka dengan melihat apa sebenarnya
kompetensi mereka. Biasanya, pengembangan tenaga kependidikan berbasis
kompetensi akan mempertinggi produktivitas kerja sehingga kualitas kerja pun lebih
tinggi pula dan berujung pada kepuasan stakeholder sekolah dan sekolah sebagai
satuan pendidikan diuntungkan. Pengembangan kapasitas tenaga kependidikan bisa
dilakukan melalui kepemimpinan perubahan di sekolah dengan budaya kerja yang baru.
Pengembangan kurikulum sekolah merupakan bagian ketiga yang menjadi fokus
bagi kepemimpinan perubahan. Pengembangan KTSP jenjang pendidikan dasar dan
menengah mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, Kerangka Dasar dan Struktur
Kurikulum, dan pedoman implementasi kurikulum. KTSP dikembangkan oleh satuan
pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah, dan kemudian disahkan oleh
kepala dinas pendidikan atau kantor kementerian agama provinsi dan kabupaten/kota
sesuai dengan kewenangannya. Pengembangan RPP dilakukan sebelum awal
semester atau awal tahun pelajaran dimulai, namun perlu diperbaharui sebelum
pembelajaran dilaksanakan. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara
mandiri dan/atau berkelompok di sekolah/madrasah dikoordinasi, difasilitasi, dan
disupervisi oleh kepala sekolah/madrasah. Pengembangan kurikulum sekolah bisa
dilakukan melalui kepemimpinan perubahan dengan pendekatan dan metode baru.

2. Karakteristik Kepemimpinan Pembelajaran


Pertanyaan pembukanya adalah apa peran kepala sekolah dalam kepemimpinan
pembelajaran?
Untuk menjawab pertanyaan ini perhatikan tabel 1 berikut ini:

9
Tabel 1. Perbedaan tugas dan fungsi manajer dan pemimpin.

Karakteristik kepemimpinan pembelajaran menurut Hellinger dan Murphy (1985),


serta menurut Weber (1996) sebagaimana yang dikutip dalam Pusat Pengembangan
Tenaga Kependidikan (2011: 13-14), antara lain: mengembangkan misi dan tujuan,
mengelola program pembelajaran, mendorong iklim pembelajaran akademis,
mengembangkan fungsi produksi pendidikan, dan mengembangkan lingkungan kerja
yang kondusif.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Materi Diklat Implementasi Kurikulum 2013 untuk Kepala Sekolah
menyebutkan tugas kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran adalah
mengembangkan sekolah dengan berbasis data, menyelaraskan hubungan kerja,
meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, dan meningkatkan
motivasi warga sekolah.
Pengambilan keputusan untuk menentukan misi sekolah harus berdasarkan data.
Sedangkan dalam mengelola pembelajaran tentu harus disertai dengan menyelaraskan
hubungan kerja. Hubungan kerja antara pendidik dan tenaga kependidikan yang selaras
dan memiliki peluang untuk meningkatkan kompetensi, akan menjadi modal tumbuhnya
iklim belajar yang positif di sekolah. Jika iklim belajar di sekolah positif tentu akan
meningkatkan motivasi warga sekolah untuk semakin mengembangkan sekolah.
Dampaknya hasil belajar siswa akan meningkat. Senge (2000) menyebutkan bahwa
seorang pemimpin memfasilitasi dan mendorong suasana untuk kebebasan bertindak.
Keyakinan, ide, pendapat dan perilaku pemimpin adalah penanda budaya belajar yang
harus dilakukan dalam lingkungan sekolah.

Dalam dunia olah raga misalnya, Alex Ferguson adalah seorang pelatih dan
mantan pemain sepak bola, yang pernah menangani Manchester United, di mana dia

10
telah bertugas lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih
terbaik dalam sejarah, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih
manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah menangani Manchester
United sejak tanggal 6 November 1986 hingga 2013. Apabila ditarik dalam konteks
pendidikan di sekolah, praktik kepemimpinan yang diterapkan oleh Alex Ferguson
antara lain:

a. Kepala sekolah yang hebat adalah pemimpin dan manager yang hebat, dan
sebaliknya

b. Semua pemimpin adalah guru


c. Situasi yang berbeda membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda
d. Tugas kepala sekolah adalah membangun komunitas diantara siswa, guru, orang tua
dan staff untuk berbagi tujuan.
e. Kepala sekolah harus membangun konteks dan kapasitas komunitas untuk
menjalankan ide-ide dan mengamati apa yang terjadi sampai mereka percaya diri
untuk menyelaminya sendiri.

3. Penugasan
Lembar Kerja 03
Karakter yang dinilai:
Gotong royong (aktif, kerjasama, musyawarah mufakat, solidaritas)
Petunjuk Penugasan:
a. Bentuk kelompok yang terdiri dari 5 atau 6 orang peserta menjadi satu kelompok
jigsaw yang bersifat heterogen.
b. Tetapkan salah satu peserta dalam kelompok menjadi pemimpin
c. Master Trainer (MT) membagi bahan diskusi menjadi 5 atau 6 bagian
d. Setiap peserta dalam kelompok mempelajari satu bahan diskusi
e. MT memberi waktu pada peserta untuk membaca bagian bahan pembelajaran yang
telah ditugaskan kepadanya.
f. Peserta dari kelompok jigsaw bergabung dalam kelompok ahli yang mempunyai
materi yang sama, dan berdiskusi
g. Peserta kembali ke kelompok jigsaw
h. Peserta mempresentasikan bagian yang dipelajari pada kelompoknya.
i. Kelompok jigsaw mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

Bahan yang didiskusikan


a. Supervisi sebagai upaya perbaikan pembelajaran
b. Pengembangan sumber daya manusia sekolah

11
c. Pengelolaan Kurikulum untuk peningkatan kualitas pendidikan
d. Perbedaan pemimpin dan manajer
e. Tugas kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran

C. Kegiatan Pembelajaran 3
Topik : Implementasi Kepemimpinan Perubahan
1. Materi
Setelah memahami konsep dan karakteristik kepemimpinan perubahan dan
kepemimpinan pembelajaran, kepala sekolah harus mampu melakukan tindak
perubahan untuk menciptakan sebuah revolusi perubahan organisasi, sehingga
membawa perubahan yang menjadikan semua komponen sekolah menyatu dan saling
berempati untuk membawa perubahan yang dibuatnya agar lebih bermanfaat dan
memiliki nilai positif terhadap organisasi. Tahapan revolusi perubahan yangdilakukan
kepala sekolah mulai dari menetapkan permasalahan di sekolah, menetukan solusi
perbaikan atas sebuah permasalahan yang sudah ditetapkan, dan melaksanakan
perubahan.
Oleh karena implementasi kepemimpinan perubahan mengacu pada revolusi
perubahan organisasi tentunya permasalahan yang ditetapkan bukan permasalahan
yang sifatnya sederhana atau dangkal yang terjadi di sekolah. Permasalahan yang
dipilih adalah permasalahan yang sifatnya kompleks dan dibutuhkan tindakan kepala
sekolah secara komprehensif. Permasalahan tersebut dapat diangkat dari hasil potret
mutu pendidikan, hasil akreditasi sekolah atau kajian kepala sekolah berupa data
empiris 8 standar nasional yang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya: 80% guru di
sekolah tidak pernah menulis karya ilmiah sebagai kegiatan pengembangan diri
sehingga kenaikan pangkatnya terhambat.
Setelah ditemukan masalah seperti di atas (contoh: guru tidak melakukan kegiatan
pengembangan diri), kepala sekolah harus mampu menemukan alternatif solusi untuk
mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan hendaknyabersifat inovatif,
aplikatif, berorientasi jauh ke depan dan tidak menimbulkan konflik di
sekolah.Selanjutnya laksanakan tindakan kepemimpinan perubahan di sekolah sesuai
solusi yang sudah ditetapkan.

2. Penugasan
Lembar Kerja 04
Karakter yang dinilai:
Mandiri (kreatif/inovatif, teguh prinsip/professional, berani berpendapat
Petunjuk Penugasan
Lakukan secara individu penugasan berikut ini:
12
a. Tentukan satu masalah yang ada di sekolah saudara berdasarkan data peta mutu
pendidikan atau hasil akreditasi sekolah!
b. Tetapkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut pada point a!
c. Deskripsikan langkah-langkah dalam melaksanakan perubahan atas solusi yang
saudara pilih. (Dalam deskripsi hendaknya memuat unsur apa, siapa, kapan, di mana
dan bagaimana tindak perubahan saudara lakukan).
d. Tulislah deskripsi tindakan kepemimpinan perubahan di sekolah pada lembar kertas
yang sudah disiapkan admin!
e. Paparkan hasil kerja saudara lewat presentasi di kelas secara pleno!

Simpulan
Kepemimpinan perubahan adalah upaya untuk menciptakan kondisi-kondisi baru
agar hubungan antara guru dan siswa berkembang. Fokus kepemimpinan perubahan
adalah untuk menciptakan kondisi agar: 1) siswa mau belajar dan bisa belajar; 2) guru bisa
memfasilitasi pembelajaran siswa; 3) kepala sekolah bisa membuat guru mampu
memenuhi perannya; dan 4) pengambil kebijakan/birokrat pendidikan, baik daerah,
provinsi, nasional bisa membuat kepala sekolah dan sekolah bisa memenuhi peran dan
tanggungjawabnya
Kepemimpinan pembelajaran adalah tindakan yang dilakukan kepala sekolah dengan
maksud mengembangkan lingkungan kerja yang produktif dan memuaskan bagi guru, serta pada
akhirnya mampu menciptakan kondisi belajar siswa meningkat. Kepemimpinan pembelajaran
adalah kepemimpinan yang memfokuskan/menekankan pada pembelajaran yang unsur-unsurnya
meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, penilaian hasil belajar, penilaian serta pengembangan
guru, layanan prima dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah. Sebagai
pemimpin pembelajaran, kepala sekolah harus mengelola baik sumber daya manusia juga sarana
prasarana disamping harus membangun iklim belajar yang positif. Pembelajaran dan pencapaian
keberhasilan siswa hendaknya selalu dianalisis secara berkelanjutan dan direfleksikan serta
dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kehidupan sekolah. Kegiatan semacam ini
harus dibudayakan di sekolah sehingga menjadi iklim belajar yang positif.
Refleksi
Peserta diminta untuk:
1. Introspeksi diri dan menilai diri sendiri terhadap penguasaan materi kepempinan
perubahan
2. Membuat rencana tindak perubahan meningkatkan penguasaan materi kepempinan
perubahan
GLOSARIUM

13
Masalah pembelajaran : kesenjangan antara harapan dan kenyataan terkait pembelajaran
Solusi : jawaban atas masalah dalam hubungan sebab akibat
Tindakan kreatif : Tindakan yang kaya akan alternatif, dan terus menerus mencari
alternatif baru, sehingga dapat membawa unit kerja menjadi lebih baik
Tindakan Komprehensif: Tindakan yang dapat menyelesaikan masalah secara utuh
Tindakan Sistematis : Tindakan yang terorganisir dan procedural
Integritas :mengatakan apa yang saya lakukan dan melakukan apa yang saya
katakan
Membangun konteks: mendeskripsikan tugas dan pekerjaan dengan jelas
Membangun kapasitas: memfasilitasi tenaga kependidikan agar kompeten dalam tugas dan
pekerjaannya
Focus : yang dipentingkan dan menjadi esensi untuk dilakukan perubahan
Focus kepemimpinan perubahan: perubahan kondisi siswa, guru, kepala sekolah, pengambil
kebijakan menjadi lebih baik
Focus kepemimpinan pembelajaran: elemen yang dipentingkan dalam kepemimpinan
pembelajaran, yakni supervisi akademik di sekolah, pengembangan
tenaga kependidikan di sekolah dan pengembangan kurikulum di
sekolah.
Perubahan: perbedaan antara apa yang telah terjadi dengan apa yang kemudian terjadi
Elemen perubahan: area perubahan yang prioritas untuk diubah, yakni 8 SNP
Tindakan perubahan: tindakan yang dilakukan pemimpin untuk mengubah kondisi menjadi lebih
baik

DAFTAR PUSTAKA
Ken Robinson and Lou Aronica, 2015, Creative Schools, Allen Lane: Penguin Random House:
UK

Dirjen PMPTK. 2007. Kepemimpinan Pembelajaran Yang efektif.

Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan


Kependidikan Kemendiknas. 2010. Kewirausahaan. Materi Pelatihan Penguatan Kepala
Sekolah. Jakarta: Dirjen PMPTK.

Peraturan Pendidikan Nasional RI Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala
Sekolah/Madrasah

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 35 Tahun 2010 tentang


Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya

David Cotton, 2016, The Smart Solution Book, Pearson Education Limited: UK

Winardi, 2005, Manajemen perubahan,, Prenada Media, Jakarta

14
DAFTAR BACAAN
Peraturan Pendidikan Nasional RI Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala
Sekolah/Madrasah

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 35 Tahun 2010 tentang


Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya

15