Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN KERJA PRAKTIK

DI
PT. LENTERA BUMI NUSANTARA
7 Januari – 7 Februari 2019

STUDI PERANCANGAN BILAH JENIS TAPERLESS PADA


TURBIN ANGIN TIPE HAWT (HORIZONTAL AXIS WIND
TURBINE) DI PT. LENTERA BUMI NUSANTARA
SITE CIHERAS – TASIKMALAYA

Disusun oleh:
FATAHILLAH ASSHIDIQI
NIM. 15/385227/TK/43889

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2019
DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktik Kerja Lapang
(PKL) dengan judul “Studi Perancangan Bilah Jenis Taperless pada Turbin
Angin Tipe HAWT (Horizontal Axis Wind Turbine) di PT. Lentera Bumi
Nusantara Site Ciheras - Tasikmalaya”. Laporan ini diajukan untuk memenuhi
salah satu syarat kelulusan mata kuliah Kerja Praktik. Kerja Praktik ini berlangsung
selama satu bulan dimulai tanggal 7 Januari 2019 dan berakhir pada 7 Februari 2019
di PT. Lentera Bumi Nusantara Site Ciheras Tasikmalaya.
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih belum sempurna,
dengan segala kekurangan baik dalam metode penulisan maupun dalam
pembahasan materi. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan penulis.
Penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun, agar menjadi
bahan perbaikan di kemudian hari. Dalam penulisan laporan tentu tidak terlepas
dari bantuan banyak pihak, dengan segala kerendahan hati dan penuh rasa hormat
penulis menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang
telah memberikan bantuan moril maupun materil, baik langsung maupun tidak
langsung. Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada:
1. Yth. Bapak Dr. I Made Miasa S.T., M.Sc. sebagai Dosen Pembimbing
Akademik yang membimbing dan memberikan masukan kepada penulis
kegiatan akademik.
2. Yth. Bapak Ricky Elson selaku Founder PT. Lentera Bumi Nusantara yang
telah memberikan arahan dan motivasi yang sangat membangun, serta
kesempatan kepada penulis untuk melakukan kerja praktik.
3. Kak Inay, Bang Gusfi, Bang Shady dan Kak Leny selaku tim pembimbing
lapangan di PT. Lentera Bumi Nusantara yang telah membantu serta berbagi
ilmu mengenai proses pembuatan bilah pada turbin angin.
4. Teman-teman dari berbagai Universitas di tempat kerja praktik yang telah
berbagi pengalaman dan waktu bersama dalam melaksanakan Kerja Praktik.
5. Semua pihak yang tidak sempat penulis sebutkan satu-persatu yang telah
berpartisipasi hingga selesainya laporan akhir Kerja Praktik.
Akhir kata penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh
dari kesempurnaan. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu, serta berharap agar laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi
Penulis sendiri dan umumnya bagi pembaca. Aamiin.

Yogyakarta, 7 Februari 2019

Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam melimpah
serta berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi energi listrik terbarukan. Secara
geografis posisi matahari tepat berada di atas ekuator sehingga udara cenderung
naik ke atas, hal ini menyebabkan angin horizontal cenderung lemah bila
dibandingkan dengan negara lainnya yang memiliki iklim sedang atau empat
musim. Oleh karena itu, salah satu sumber energi terbarukan dapat diperoleh dari
turbin yang memanfaatkan energi angin tersebut dari energi mekanik menjadi
energi listrik. Energi listrik berupa angin umumnya relatif bersih karena tidak
menyebabkan pemanasan global serta limbah berbahaya bagi lingkungan maupun
kehidupan manusia.
PT. Lentera Bumi Nusantara merupakan perusahaan sekaligus pusat
penelitian teknologi pemanfaatan energi terbarukan berupa energi angin yang
berfokus pada turbin angin (wind turbine) skala mikro. Turbin angin yang
digunakan biasa disebut dengan The Sky Dancer (penari langit). Turbin tersebut
pertama kali dibangun di Sumba sebanyak 20 turbin skala mikro dengan daya yang
dihasilkan sebesar 500 Watt, serta 20 unit panel surya dengan daya sebesar 100
Watt untuk 33 rumah. Perusahaan tersebut juga sedang mengembangkan energi
terbarukan lainnya seperti Nano Teknologi, Biomassa, Pembersih Air, dan Mobil
Listrik. Sebagai mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada,
melalui Kerja Praktek akan mempelajari proses perancangan bilah jenis taperless
pada turbin angin tipe HAWT (Horizontal Axis Wind Turbine) di PT. Lentera Bumi
Nusantara yang meliputi kajian keteknikan pertanian seperti mempelajari elemen-
elemen mesin, pengujian serta perancangan suatu mesin. Melalui kegiatan Kerja
Praktek ini mahasiswa diharapkan dapat melakukan improvisasi serta
pengembangan diri dari pengetahuan dasar yang didapatkan di bangku perkuliahan.
Maksud
Kerja Praktik merupakan mata kuliah wajib Program Studi Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa
Teknik Mesin. Pelaksanaan Kerja Praktik dilakukan pada industri minimal 1 bulan
(30 hari kerja) sebagai salah satu syarat kelulusan. Kerja Praktik ini dilakukan agar
mahasiswa dapat mengetahui, mengamati, dan belajar mengenai aplikasi dari teori
yang telah dipelajari selama perkuliahan. Hal ini dapat dicapai melalui kegiatan di
perusahaan atau lembaga yang terlibat dalam industri pertanian maupun sejenisnya
secara nyata.

Tujuan
Tujuan Umum
Tujuan umum dilakukannya praktik kerja lapang yaitu:
1. Memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di Program Studi
Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
2. Mendapatkan pengalaman kerja di institusi yang berhubungan dengan bidang
keteknikan.
3. Mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dalam perkuliahan.
4. Mendapatkan gambaran yang nyata dan pemahaman yang lebih luas dari
penerapan prinsip-prinsip keteknikan dalam dunia nyata.
5. Berpartisipasi membantu memecahkan persoalan-persoalan baik yang
menyangkut masalah teknik maupun non-teknik dalam persoalan yang sering
terjadi.
Tujuan Khusus
Tujuan khusus dilakukannya praktik kerja lapang yaitu:
1. Mempelajari proses perancangan bilah jenis taperless pada turbin angin tipe
HAWT (Horizontal Axis Wind Turbine) di PT. Lentera Bumi Nusantara.
2. Memperoleh pengalaman dan pengetahuan praktis di lapangan khususnya di
bidang teknik mengenai perancangan bilah turbin angin di PT. Lentera Bumi
Nusantara.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan Kerja Praktik ini dilaksanakan selama 30 hari kerja, terhitung mulai
dari tanggal 7 Januari 2019 sampai dengan 5 Februari 2019, bertempat di Jalan
Raya Ciheras RT/RW 02/02, Kampung Sindang Asih, Dusun Lembur Tengah,
Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Jadwal Kegiatan
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Sejarah PT. Lentera Bumi Nusantara


Lentera Angin Nusantara (LAN) merupakan sebuah perusahaan
pengembangan energi terbarukan hasil karya anak bangsa yang didirikan oleh
Ricky Elson. Perusahaan tersebut mulai dirilis pada tahun 2011 dengan melakukan
survei kondisi lingkungan di daerah Ciheras, Cipatujah, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Nama LAN mulai berdiri pada tahun 2012 dengan pusat penelitiannya di Jl. Raya
Ciheras RT/RW 02/02 Kampung Sindang Asih, Dusun Lembur Tengah, Desa
Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada tahun
2013, LAN telah mendirikan turbin angin skala mikro di daerah Sumba Timur,
Nusa Tenggara Timur. Turbin angin skala mikro yang digunakan di perusahaan
LAN biasa disebut dengan The Sky Dancer (penari langit). Turbin yang pertama
kali dibangun di Sumba sebanyak 20 unit turbin skala mikro dengan daya yang
dihasilkan sebesar 500 Watt, dan 20 unit panel surya dengan daya yang dihasilkan
sebesar 100 Watt untuk 33 rumah.
Pada tahun 2015, LAN telah diresmikan sebagai badan perusahaan berbadan
hukum PT (Perseroan Terbatas). PT. LAN sebenarnya berada di bawah perusahaan
Lentera Bumi Nusantara (LBM) yang bergerak dalam pengembangan teknologi
terbarukan yang memanfaatkan potensi alam. Saat ini, LBM sedang
mengembangkan teknologi energi terbarukan bertenaga matahari dan angin. Bukan
sekadar itu, tapi LBM telah memiliki anggota atau cabang diluar Ciheras, yang
mana mereka sedang mengembangkan teknologi terbarukan seperti Nano
Teknologi, Biomassa, Pembersih Air, dan Mobil Listrik. Sebelumnya tim LAN
mempunyai bidang keahlian masing-masing dalam pemanfaatan potensi alam di
daerah Ciheras, Jawa Barat. Pendiri utamanya Ricky Elson, dibantu oleh Piala
Ameldam Simanjuntak yang ahli dalam bidang meteorologi untuk pengukuran
cuaca dan iklim yang cocok dalam pembangunan energi terbarukan, selain itu ahli
dalam bidang generator. Inayah N. Zahrah yang ahli dalam bidang desain bilah
untuk turbin pembangkit listrik. Ada juga Herson, Nur Sabbaha, dan Gusviadi yang
ahli dalam bidang kelistrikan seperti kontroller, data logger, baterai maupun
inverter serta konversi energi listrik.
Berikut ini adalah bagan sejarah singkat berdirinya PT. Lentera Angin
Nusantara yang kini bertransformasi menjadi PT. Lentera Bumi Nusantara:

• Mengajak para mahasiswa untuk bergabung sebagai tim


• Melakukan survei lokasi penelitian di pesisir selatan Jawa
2011 Barat

• Mengusai teknologi dasar


• Mendirikan Lentera Angin Nusantara (LAN)
2012 • Survei ke pulau Sumba

• Meningkatkan performa sistem


• Transfer teknologi bilah (blade)
• Mengimplementasikan teknologi untuk satu desa di Sumba
2013 Timur (20 wind turbine dan 20 photovoltaic)

• Melakukan penelitian, seminar, workshop untuk universitas


dan sekolah-sekolah
• Mengimplementasikan teknologi untuk tiga desa di Sumba
2014 Timur (80 wind turbine dan 60 photovoltaic)

Gambar x. Sejarah Singkat PT. Lentera Bumi Nusantara


(Sumber: )
Visi PT. Lentera Bumi Nusantara yaitu memberikan solusi teknologi
pemanfaatan potensi energi, pangan, dan air untuk bersama membangun Nusantara.
Sedangkan misi PT. Lentera Bumi Nusantara diantaranya:
1. Melakukan penelitian dan pengembangan untuk penguasaan teknologi.
2. Mengembangkan teknologi agar lebih efisien, ramah lingkungan, berdampak,
dan berkelanjutan.
3. Mengimplementasikan teknologi untuk membantu menyelesaikan
permasalahan energi, pangan, dan air.
4. Melakukan proses transfer teknologi untuk pengembangan sumber daya
manusia.
Kegiatan PT. Lentera Bumi Nusantara
PT. Lentera Bumi Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
pengembangan energi terbarukan, pangan, dan air.

Gambar x. Fokus Lentera Bumi Nusantara


(Sumber: )
Site Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan
Lentera Bumi Nusantara didirikan
atas cita-cita menyediakan listrik bagi
daerah-daerah pelosok Nusantara yang
tidak tersentuh oleh listrik dari negara.
Dengan menggunakan energi baru
terbarukan maka masyarakat dapat
merasakan manfaat listrik yang diperoleh
bebas dari anugrah alamnya sendiri.
Gambar x. Phototipe Turbin
Berbekal tujuan tersebut maka didirikanlah
Angin 500 Watt
site pem-bangkit listrik tenaga angin
(Sumber: )
maupun surya yang ber-fungsi sebagai
wadah penelitian dan pengembangan teknologi pemanfaatan energi
terbarukan di Indonesia.
Beberapa kegiatan yang dilakukan di site sistem pem-bangkit listrik
energi terbarukan Ciheras ialah:
a) Pengamatan kondisi dan pengolahan data cuaca;
b) Pengamatan performa tubin angin dan panel surya pengolahan data
perolehan listrik turbin angin dan panel surya;
c) Pengecekan kondisi baterai dan komponen sistem pembangkit
pemeliharaan turbin angin dan panel surya;
d) Penelitian dan pengembangan bilah, generator, controller, dan data
logger;
e) Pelatihan atau workshop instalasi turbin angin.
Site Peternakan, Perikanan, dan Pengolahan Hasil Tani
Berdirinya Lentera Bumi Nusantara antara lain didedikasikan untuk
berkontribusi dalam bidang Pangan. Guna menunjang hal tersebut, pada
tahun 2015 dibangunlah area pertanian, perikanan, peternakan domba, dan
pengolahan hasil tani di Site Ciheras, yang kami sebut Site Agri. Kegiatan-
kegiatan yang dilaksanakan di Site Agri antara lain:
a) Beternak domba, ikan lele, dan ikan nila;
b) Pemrosesan jahe dan kapulaga untuk diolah menjadi minyak atsiri;
c) Pembuatan produk olahan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), sari
mengkudu, dan teh daun kelor;
d) Pengemasan dan pemasaran produk asli dari petani lokal seperti
madu.

Gambar x. Menggembala Kambing


(Sumber: )
Gambar x. Area Budidaya Lele
(Sumber: )

Gambar x. Penjemuran Kapulaga (atas) dan Panen Lele (bawah)


(Sumber: )

Konsep Site Agri ialah pertanian, perikanan, peternakan, dan pengolahan


hasil tani modern yang berkelanjutan dan saling terintegrasi. Tujuannya
sebagai media penelitian dan pembelajaran bagi tim Lentera Bumi Nusantara
maupun mahasiswa dan pengunjung dalam memahami permasalahan dan
potensi hasil bumi agar kelak dapat menerapkan solusi terbaik di masyarakat.
Konsep berupa ‘Melihat, Mendengar, dan Merasakan’, diharapkan dapat
memunculkan solusi dan inovasi dalam ranah pengembangan pertanian,
peternakan, dan perikanan untuk bersama membangun Nusantara.

Struktur Organisasi PT. Lentera Bumi Nusantara

Pemegang Saham

Komisaris

Direktur

Sekretaris &
Bendahara Umum

Divisi Penelitian Divisi Divisi Manajemen Divisi Sumber


& Pengembangan Proyek & Pemasaran Daya
Umum
Gambar x. Struktur Organisasi PT. Lentera Bumi Nusantara
(Sumber: )

Pemegang Saham
Pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan, yaitu Bapak Ricky Elson.
Saham yang dimiliki ada dua, diantaranya:
a) Lentera Angin Nusantara (LAN);
b) Lentera Bumi Nusantara (LBN).
Komisaris
Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan
secara umum dan sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada
Direksi. Tugas komisaris meliputi:
a) Pelaksanaan rapat secara berkala satu bulan sekali;
b) Pemberian nasihat, tanggapan dan persetujuan secara tepat waktu
berdasarkan pertimbangan yang memadai.
Direktur
Direktur adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpin PT (Perseoroan
Terbatas). Adapun fungsi dan tugas dari seorang direktur adalah sebagai berikut:
a) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan di bidang
administrasi keuangan, kepegawaian dan kesekretariatan;
b) Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta
pembelanjaan dan kekayaan perusahaan;
c) Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannya dengan
dunia luar;
d) Memimpin seluruh divisi yang ada.
Sekretaris
Sekretaris adalah pegawai ataupun karyawan yang diberikan tugas dan
pekerjaan yang berhubungan dengan rahasia suatu negara atau perusahaan. Adapun
tugas dari seorang sekretaris di PT. Lentera Bumi Nusantara adalah sebagai berikut:
a) Memfilter informasi dan sebagai sumber informasi bagi pimpinan dan
menjelaskan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya;
b) Mengatur aktifitas perusahaan, mulai dari administrasi hingga Human
Relations (HR);
c) Menjadi perantara pihak-pihak yang ingin berhubungan dengan
pimpinan;
d) Memberikan ide-ide sebagai alternatif pemikiran pimpinan;
e) Pemegang rahasia penting perusahaan yang berkaitan dengan
perusahaan.
Bendahara Umum
Bendahara adalah orang yang bertugas untuk membuat pembukuan dan
mengatur keuangan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Tugas seorang
bendahara yaitu:
a) Membuat peramalan kas;
b) Melakukan tata kelola modal kerja;
c) Melakukan tata kelola kas;
d) Melakukan tata kelola investasi;
e) Melakukan tata kelola resiko;
f) Penggalangan dana;
g) Memonitor kondisi pasar.
Divisi Penelitian dan Pengembangan
Divisi ini berfokus kepada penelitian dan pengembangan untuk energi
terbarukan, memiliki tugas sebagai berikut:
a) Melakukan maintenance terhadap semua peralatan energi terbarukan;
b) Melakukan pengolahan data untuk angin dan cuaca tiap harinya;
c) Bertanggung jawab terhadap kerusakan bahkan perbaikan alat-alat yang
ada di lingkungan LBN.
Divisi Proyek
Divisi ini bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan proyek-proyek
milik perusahaan, proyek yang melakukan kerja sama dengan perusahaan lain atau
melakukan kerja sama dengan pemerintah. Adapun beberapa tugas divisi proyek
adalah:
a) Menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk mendukung kemajuan
teknologi di daerah terpencil yang belum terpasoki listrik;
b) Bertanggung jawab menyelesaikan rancangan proyek sampai masyarakat
dapat merasakan hasilnya.
Divisi Manajemen dan Pemasaran
Divisi manajemen dan pemasaran adalah merencanakan, pengarahan, dan
pengawasan seluruh kegiatan serta pengenalan kepada seluruh penjuru nusantara
bahwa PT. LBN bekerja untuk memajukan negeri.
Divisi Sumber Daya
Divisi sumber daya memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut:
a) Memberikan pelatihan kepada masyarakat agar dapat mengoperasikan,
mengendalikan serta merawat semua peralatan yang telah dititipkan di
lingkungan masyarakat;
b) Menanamkan jiwa bertanggung jawab dan rasa cinta kepada masyarakat
agar semua peralatan dan teknologi energi terbarukan tidak di rusak atau
di jual oleh masyarakat sendiri;
c) Melakukan program transfer ilmu kepada masyarakat, mahasiswa kerja
praktek dan mahasiswa tugas akhir.
Tujuan dan Fungsi Perusahaan Terkait dengan Bidang Kajian
Lentera Bumi Nusantara merupakan salah satu perusahaan sekaligus pusat
penelitian teknologi pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. PT. LBN
memiliki visi yaitu memberikan solusi teknologi pemanfaatan potensi energi,
pangan, dan air untuk membangun Nusantara. Misi LBN yaitu melakukan
penelitian dan pengembangan untuk penguasaan teknologi, mengembangkan
teknologi agar lebih efisien, ramah lingkungan, berdampak, dan berkelanjutan, lalu
mengimplementasikan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan energi,
pangan, dan air, serta melakukan transfer teknologi untuk pengembangan sumber
daya manusia.
Sistem Kerja
Adapun sistem kerja yang terdapat di PT. Lentera Bumi Nusantara adalah
sebagai berikut:
a) Tim HRD LBN akan mengalokasikan jadwal kerja praktik dan
mengirimkan surat konfirmasi apabila diterima kerja praktik di
perusahaan tersebut.
b) Peserta kerja praktik datang ke Ciheras paling lambat 1 hari sebelum
tanggal kerja praktik dimulai.
c) Peserta kerja praktik dapat memilih kelompok (team) peminatnya untuk
topik kerja praktik (boleh lebih dari 1).
d) Kegiatan kerja praktik dilakukan setelah breafing pagi dimulai pukul
08.00 WIB dan berakhir dengan kegiatan evaluasi pukul 20.00 WIB,
sedangkan waktu istirahat menyesuaikan.
e) Kerja praktik dilakukan setiap hari mulai dari Senin hingga Minggu
sesuai dengan masa kerja yang diajukan peserta.
f) Peserta kerja praktik wajib membuat jadwal kegiatan selama masa kerja
(30 hari) sesuai dengan topik kerja praktik yang dipilih bersama tim.
g) Peserta kerja praktik wajib menyampaikan rencana kegiatan harian saat
breafing di pagi hari dan evaluasi kegiatan harian saat malam hari.
h) Peserta kerja praktik wajib berperan aktif, kreatif, dan inovatif selama
kegiatan kerja praktik berlangsung sesuai dengan arahan pembimbing
lapangan.
i) Peserta kerja praktik wajib mempresentasikan progress serta capaian-
capaiannya selama seminggu kepada pembimbing lapangan dalam
bentuk powerpoint.
j) Peserta kerja praktik dilarang merokok dan membawa senjata tajam
selama kegiatan berlangsung.
k) Pada akhir masa kerja praktik, peserta wajib menyerahkan 4 buah file
untuk memperoleh sertifikat, yaitu:
1. File slide presentasi akhir;
2. Laporan kerja praktik minimal BAB III (metodologi) dan BAB IV
(pembahasan) beserta halaman judul;
3. Cerita Ciheras;
4. Kuesioner kerja praktik (www.bit.ly/kuesionercihuy).
BAB III PROSES KERJA PERUSAHAAN/INSTANSI

Potensi Angin untuk Turbin Angin di Indonesia


Berdasarkan data kecepatan angin rata-rata pada ketinggian 10 meter terdapat
daerah-daerah di Indonesia yang berpotensi memiliki energi angin. Daerah pesisir
selatan Jawa, Sumatera, dan pulau bagian timur lebih mudah memproduksi angin
dengan kriteria turbin angin TSD-500 berkecapatan rata-rata 3 m/s (LAN, 2012).
3.2 Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pada Turbin Angin
3.3 Sistem Pembangkit Listrik pada Turbin Angin
3.4 Komponen Turbin Angin
Dalam proses praktik kerja lapang di PT. Lentera Bumi Nusantara, dibantu
dengan pembimbing lapangan yang ahli dalam bidang perancangan bilah turbin
angin yaitu kak Inayah N. Zahrah dan bang Gusfi. Secara garis besar pekerjaan
yang dilakukan dalam perancangan bilah untuk turbin angin adalah sebagai berikut:
Melakukan persiapan awal yaitu mempelajari modul pendahuluan mengenai
dasar-dasar perancangan dan pembuatan bilah dan teori Hugh Piggot.
Melakukan diskusi dengan tim, kemudian konsultasi dengan pembimbing
lapangan untuk menentukan jenis bilah yang akan dibuat.
Mengumpulkan data perancangan bilah berupa parameter
Menentukan parameter yang akan ditetapkan
Metodologi
Secara umum metode yang digunakan dalam melakukan praktik kerja lapang
di PT. Lentera Bumi Nusantara adalah sebagai berikut:
Ikut Bekerja
Dengan metode ini peserta PKL akan ikut bekerja bersama dengan karyawan
perusahaan sesuai dengan arahan pembimbing lapangan. Metode ini diharapkan
peserta PKL lebih memahami proses atau kegiatan yang dilaksanakan.
Metode Wawancara
Metode pengumpulan data dengan cara wawancara langsung kepada
narasumber. Wawancara dilakukan dengan pembimbing lapangan dan teknisi
ataupun orang yang langsung terlibat dalam proses pembuatan turbin angin (wind
turbine). Adapun langkah-langkah dalam metode wawancara adalah sebagai
berikut:
1. Menyusun dan menyiapkan pertanyaan.
2. Melakukan wawancara dengan narasumber.
3. Mencatat jawaban.
4. Merangkum jawaban dalam laporan akhir.
Metode Observasi
Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung di
lapangan. Metode observasi dilakukan dengan mengunjungi dan mengamati proses
pembuatan turbin angin (wind turbine) dan mencatat data-data hasil pengamatan
tersebut. Langkah-langkah yang dilakukan dalam metode ini yaitu:
1. Mengunjungi, mengamati, dan membantu dalam pengerjaan proses
pembuatan turbin angin (wind turbine).
2. Mencatat data-data hasil pengamatan selama proses pembuatan turbin
angin (wind turbine).
Metode Studi Pustaka
Suatu cara pengumpulan data dari buku-buku dan sumber yang menunjang
lainnya untuk mendapatkan data sesuai yang dikehendaki khususnya mengenai
proses pembuatan turbin angin (wind turbine).
Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada metode studi pustaka ini yaitu:
1. Mencari pustaka berupa jurnal maupun hasil penelitian dari buku-buku dan
internet.
2. Mencatat data-data pada proses pembuatan turbin angin (wind turbine)
selama PKL di PT. Lentera Bumi Nusantara.

Rencana Pokok Kegiatan


Secara garis besar rencana pokok kegiatan yang dapat dilakukan ketika
praktik kerja lapang berlangsung yaitu:
1. Mengenali profil instansi dan struktur organisasi kerja di PT. Lentera Bumi
Nusantara.
2. Melakukan persiapan awal yaitu mempelajari tentang turbin angin (wind
turbine) dari modul yang telah diberikan oleh tim pembimbing.
3. Melakukan diskusi kelompok dengan tim pembimbing mengenai turbin angin
(wind turbine).
4. Mempelajari mekanisasi proses pembuatan turbin angin (wind turbine)
dengan cara ikut bekerja serta workshop dalam proses pembuatan dan
perancangan, serta proses instalasi di lapangan.
5. Mengumpulkan data perancangan dan pembuatan turbin angin (wind
turbine).
6. Menyusun laporan harian, laporan mingguan dan laporan akhir sebagai bahan
evaluasi dan bahan pembelajaran selama kerja praktik di PT. Lentera Bumi
Nusantara.
Jadwal Kegiatan

Mi
No Rencana Kerja Uraian Aktivitas Kerja
1 2
31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1
Penyerahan hardcopy/print out data diri
mahasiswa kerja praktik yang telah diunduh
1 Penyelesaian administrasi sebelumnya
Penempatan mahasiswa kerja praktik di
asrama yang telah disediakan PT. LBN
Pengenalan diri bersama teman-teman kerja
praktik dari kampus lainnya
Pengenalan profil instansi dan
Kunjungan ke seluruh ruangan dan kantor di
2 struktur organisasi di PT.
PT. LBN
LBN
Kunjungan dan pengenalan laboratorium di
PT. LBN
Mempelajari materi tentang turbin angin
(wind turbine ) dari modul yang diberikan
tim pembimbing
Diskusi mengenai pengenalan komponen-
Mempelajari modul dan komponen turbin angin (wind turbine )
3 diskusi mengenai turbin angin Diskusi mengenai cuaca dan iklim terkait
(wind turbine ) angin
Diskusi mengenai sistem instalasi dan
konversi energi turbin angin (wind turbine )
Diskusi mengenai bilah turbin dan generator
Jan-19
Minggu ke -
No Rencana Kerja Uraian Aktivitas Kerja
4 1
21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3
Workshop mengenai cara pembuatan
komponen turbin angin (wind turbine )
tahap 1
Mempelajari mekanisasi
Workshop mengenai cara pembuatan
proses pembuatan dan
4 komponen turbin angin (wind turbine )
perancangan turbin angin
tahap 2
(wind turbine )
Workshop mengenai cara pemasangan
komponen turbin angin (wind turbine )
Simulasi kerja turbin angin (wind turbine )
Mengumpulkan data Mengumpulkan data-data yang berkaitan
5 perancangan dan pembuatan dengan proses pembuatan turbin angin
turbin angin (wind turbine ) (wind turbine )
Presentasi akhir kerja praktik kepada tim
Menyusun laporan akhir serta PT. LBN
slide powerpoint untuk Penyerahan draft laporan kerja praktik
6
presentasi akhir kepada tim kepada tim PT. LBN
pembimbing Penyerahan file mengenai Cerita Ciheras
Penyerahan kuesioner kerja praktik
Hasil yang Diharapkan
Adapun hasil yang diharapkan setelah menyelesaikan praktik kerja lapang ini
diantaranya:
1. Mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang proses
pembuatan turbin angin (wind turbine) di PT. Lentera Bumi Nusantara.
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengikuti kegiatan di PT. Lentera Bumi
Nusantara.
3. Mahasiswa mampu bekerja secara efektif dalam bidang teknologi, industri,
dan pertanian khususnya alat dan mesin pertanian.
4. Mahasiswa dapat mengaplikasikan dan menerapkan ilmu Keteknikan yang
diperoleh dari perkuliahan dalam dunia kerja.
5. Mahasiswa mendapatkan pembelajaran dan pengalaman terhadap sistem
kerja di dalam dunia kerja secara nyata.
BAB IV TUGAS KHUSUS

4.1 Latar Belakang Masalah


Bilah turbin angin merupakan komponen dari turbin angin yang berfungsi
untuk menangkap energi kinetic dari fluida udara yang bergerak ke arah bidang
putar turbin kemudian mengubahnya menjadi energi gerak putaran poros sehingga
kemudian dapat dihasilkan energi listrik.
Dalam perancangannya bilah turbin angin harus dirancang dengan
memperhatikan beberapa aspek seperti spesifikasi dari generator, efisiensi sistem,
dan kecepatan angin. Sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Mesin melalui
kerja praktek ini akan mendesain bilah Horizontal Axis Wind Turbine (HAWT)
dengan Jenis airfoil NACA 63215. Adapun jenis bilah yang dirancang adalah,
Taperless yaitu bilah dengan panjang cordline tetap dari pangkal hingga ujung
bilah.
4.2 Rumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang diangkat selama kerja praktek di PT.
Lentera Angin Nusantara adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara mendesain perancangan bilah Horizontal Axis Wind
Turbine (HAWT) yang akan digunakan untuk pembangkit listrik
tenaga angin laut di Pantai Ciheras, PT Lentera Bumi Nusantara?
2. Berapa Panjang Jari-jari bilah dan nilai twist sepanjang jari-jari bilah
yang optimum?
3. Bagaimana grafik nilai Cl/Cd terhadap kecepatan putar, Cp terhadap
kecepatan putar dan besar thrust terhadap kecepatan putar dalam
simulasi dalam simulasi?
4. Bagaimana proses pembuatan bilah turbin angin dengan manual?
4.3 Tujuan
Adapun tujuan yang diangkat selama kerja praktek di PT. Lentera Bumi
Nusantara adalah:
1. Mendesain perancangan bilah Horizontal Axis Wind Turbine (HAWT)
yang akan digunakan untuk pembangkit listrik tenaga angin laut di
Pantai Ciheras, PT Lentera Angin Nusantara.
2. Membuat bilah turbin angin dengan manual dengan bahan kayu
manglit.
4.4 Batasan Masalah
Dalam memperjelas permasalahan hasil belajar kerja praktek ini, maka
diperlukan ruang lingkup pembelajaran sebagai berikut;
1. Jenis turbin yang digunakan Horizontal Axis Wind Turbine (HAWT)
dengan tiga bilah.
2. Jenis bilah yang digunakan adalah bilah Taper
3. Jenis air foil yang digunakan adalah NACA 63215
4. Data Spesisfikasi Generator dan efisiensi sistem mengikuti data yang
telah disediakan oleh pembimbing kerja praktek.
4.5 Dasar Teori
Parameter perancangan bilah digunakan untuk perhitungan geometri bilah
sehingga perancang dapat mengetahui perkiraan desain yang akan dirancang. Fokus
perancangan dalam kegiatan Kerja Praktik ini adalah menentukan desain airfoil dari
berbagai tipe airfoil yang akan digunakan, serta desain bilah jenis taperless. Selain
itu diperlukan data-data pendukung lainnya seperti daya yang diinginkan, efisiensi
bilah, efisiensi generator, efisiensi controller, efisiensi transmisi, karakter geografis
wilayah berupa kecepatan angina maksimum, Tip Speed Ratio (TSR), dan jumlah
bilah. Adapun persamaan parameter yang dihitung adalah sebagai berikut:
4.4.1 Efisiensi Sistem (K)

η Sistem (K) = η bilah x η generator x η kontroler x η transmisi

Efisiensi sistem terdiri dari efisiensi bilah, transmisi, generator, dan


kontroler. Data efisiensi yang telah diketahui sebelumnya yaitu efisiensi bilah
sebesar 0.3, transmisi sebesar 0.9, generator sebesar 0.9 dan kontroler sebesar
0.9.
4.4.2 Daya Angin (Wa)

We
Wa =
K
Daya angin (Wa) yang dibutuhkan untuk menghasilkan daya listrik (We)
sebesar 500 Watt dengan efisiensi sistem (K) yang telah dihitung sebelumnya.
4.4.3 Airfoil
Selain parameter diatas, langkah selanjutnya yaitu menentukan jenis
airfoil yang akan digunakan. Airfoil adalah bentuk desain ujung bilah
berdasarkan gaya angkat dan dorong (lift and drag forces) pada bilah terhadap
aliran udara yang melewatinya. Umumnya, standar yang digunakan dalam
perancangan suatu airfoil yaitu standar NACA (National Advisory Committe
for Aeronautics). Pada desain airfoil untuk bilah taperless yang digunakan,
terdapat perbedaan nilai alfa (α), nilai Cl/Cd, nilai Cl, dan nilai Cr. Alfa (α)
merupakan sudut serang fluida (angin) pada airfoil, Cl merupakan koefisien
gaya angkat (lift) pada bilah, Cd merupakan koefisien gaya dorongnya (drag),
sedangkan Cr (Chord) merupakan lebar bilah yang akan digunakan. Dalam
hal ini, perancang menggunakan airfoil NACA tipe 63215. Berikut ini akan
ditampilkan tabel airfoil NACA 63215 yang digunakan dalam desain bilah
taperless.
Tabel x. Airfoil NACA 63215 pada bilah jenis taperless.

Jenis Airfoil Cl/Cd Cl Cr Alfa

NACA 63215 75.4 1.12 0.11 7.5

Nilai Cl/Cd, Cl, dan alfa (α) diperoleh dari simulasi Q-Blade berdasarkan
input airfoil yang berbeda. Sedangkan nilai Cr (Chord) atau lebar bilah
ditentukan berdasarkan kebutuhan kayu yang digunakan dalam perancangan
bilah taperless. Nilai yang digunakan dalam perancangan yaitu nilai
maksimum pada grafik antara Cl/Cd dengan alfa (α) dan grafik Cl dengan alfa
(α).
Berikut ini grafik yang ditampilkan berdasarkan input airfoil NACA
63215 pada simulasi Q-Blade.
4.4.4 Luas Sapuan Bilah (A)

1 2 . Wa
Wa = ρ . A . v max3 sehingga A=
2 ρ . v max3

Dalam hal ini, nilai yang telah diketahui yaitu densitas udara (ρ) sebesar
1.225 kg/m3 dan kecepatan angin maksimum (v max) sebesar 12 m/s,
sedangkan nilai daya angin (Wa) diperoleh berdasarkan perhitungan
sebelumnya.
4.4.5 Jari-jari Bilah (R)

A
R=√
π

Jari-jari bilah (R) diperoleh berdasarkan perhitungan akar antara luas


sapuan bilah (A) dengan pi sebesar 3.14 .
4.4.6 Tip Speed Ratio (TSR)

vtip ω. R
TSR (λ) = =
vwind vwind

TSR merupakan perbandingan antara kecepatan linear ujung bilah


terhadap kecepatan angin. Dalam hal ini, nilai TSR akan diestimasi. Estimasi
TSR dapat dilakukan dengan melihat referensi bahwa TSR untuk turbin angin
dengan 3 bilah berkisar pada rentang 6-8. Selain itu, TSR juga dapat
menggunakan input dari generator. Jadi, nilai TSR yang digunakan sebesar 7
untuk 3 bilah.
4.4.7 Jari-jari Parsial (r)
Nilai jari-jari parsial (r) menggunakan rumus:

R - 0.13
r = 0.13 + [( ) x elemen]
n

dimana: R = jari-jari bilah yang digunakan, yaitu 0.8 m


n = jumlah elemen, yaitu 10 elemen.
Dalam hal ini, pada elemen ke-10 nilai jari-jari parsial (r) harus
dipastikan sama dengan jari-jari bilah (R).
4.4.8 TSR Parsial (λr)
TSR parsial untuk tiap elemen bilah menggunakan rumus:

r
λr = x λR
R
dimana: r = jari-jari parsial
R = jari-jari bilah yang digunakan, yaitu 0.8 m
λR = TSR awal yang digunakan, yaitu 7.
Dalam hal ini, pada elemen ke-10 nilai TSR parsial (λr) harus dipastikan
sama dengan TSR bilah (λR).
4.4.9 Coefficient Lift (Cl)
Coefficient lift atau nilai koefisien gaya angkat (Cl) tiap elemen bilah
menggunakan rumus:

R
16π x R x r
Cl = 2
9λ x B x Cr
dimana: r = jari-jari parsial
R = jari-jari bilah yang digunakan, yaitu 0.8 m
λ = TSR awal yang digunakan, yaitu 7
B = jumlah bilah yang digunakan, yaitu 3 buah
Cr = lebar chord yang digunakan yaitu 0.105 m.
4.4.10 Alpha (α)
Nilai alpha untuk masing-masing nilai Cl menggunakan grafik Cl
terhadap alpha pada Q-Blade. Apabila nilai Cl tidak berasosiasi dengan nilai
alpha, maka digunakan nilai alpha tertinggi.
4.4.11 Flow Angle (ϕ)
Flow angle atau sudut alir untuk tiap elemen bilah taperless
menggunakan rumus:

2 1
ϕ= tan-1
3 λr

dimana: λr = TSR parsial tiap elemen bilah.


4.4.12 Twist (β)
Twist atau sudut puntir untuk tiap elemen bilah taperless menggunakan
rumus:
β=ϕ-α

dimana: ϕ = flow angle atau sudut puntir tiap elemen bilah


α = alpha tiap elemen bilah.
4.4.13 Twist Linier 75%
Twist atau sudut puntir mempengaruhi proses pembuatan bilah. Sudut
puntir yang tidak linear, maka perlu dilinearisasi dan dimodifikasi untuk
memudahkan pembuatan bilah kayu. Linearisasi dilakukan dengan
menentukan berapa persen jumlah linear tersebut. Sebagai contoh linearisasi
75%, maka diambil titik elemen twist ke 7 dan 8. Kedua titik elemen tersebut
akan didapatkan persamaan garis yang linear dengan menambahkan trendline
pada display equation grafik r terhadap Cr. Pada kolom twist linearisasi,
dimasukkan persamaan yang muncul pada grafik. Persamaan tersebut adalah
(y = -6,1169x + 7,5653). Dalam hal ini, y adalah twist terlinearisasi dan x
adalah nilai jari-jari parsial (r) tiap elemen yang diperoleh sebelumnya.
4.6 Hasil Perancangan Bilah
Parameter perancangan bilah digunakan untuk perhitungan geometri bilah sehingga dapat memperkirakan bentuk bilah yang akan
dirancang. Hal yang pertama kali perlu dilakukan adalah menentukan jari-jari dari bilah. Jari-jari dari bilah ditentukan berdasarkan
kapasitas daya dari generator yang digunakan, efisiensi dari sistem turbin angin, dan kecepatan angin. Dalam perancangan yang penulis
lakukan ini, penulis menggunakan dua nilai efisiensi pada efisiensi mekanis bilah yaitu 0.3 dan 0.4, nilai efisiensi ini digunakan untuk
mencari kisaran jari-jari optimal untuk bilah. Dari hasil perhitungan, dihasilkan bahwa kisaran jari-jari yang optimal untuk efisiensi
mekanis bilah antara 0.3 hingga 0.4 adalah antara 0,82941 m hingga 0.71829. Sehingga kemudian penulis menentukan jari-jari yang
digunakan untuk perancangan bilah adalah 0.8 m, dengan alasan masih dalam kisaran nilai jari-jari yang optimal dan untuk tujuan
mempermudah perhitungan serta pembuatan bilah.
Tabel x. Perhitungan jari-jari bilah.
Kapasitas Efisiensi V Luas
Daya Jari-jari Jari-Jari
daya listrik max Sapuan
Bilah Transmisi Generator Controller Sistem (K) Angin optimal digunakan
(We) (Watt) (m/s) (A)
0.3 0.2187 2286.23685 2.16 0.82941
500 0.9 0.9 0.9 12 0.8
0.4 0.2916 1714.67764 1.62 0.71829

Parameter yang ditetapkan Parameter yang dihitung

Setelah dilakukan penentuan jari-jari bilah kemudian penulis menentukan jumlah elemen pada bilah. Umumnya, pembagian
elemen pada perancangan bilah berkisar antara 10-20 elemen. Pada perancangan bilah kali ini, jumlah elemen yang digunakan dibagi
menjadi 10 elemen. Berikut ini akan ditampilkan tabel hasil geometri bilah menggunakan beberapa persamaan dari desain airfoil NACA
63215, serta grafik perkiraan bentuk bilah.
Tabel x. Geometri Bilah Taperless pada airfoil NACA 63215.

Twist Twist
Flow Angle Chord/
Elemen r TSR Parsial Cl Alfa Twist (β) Linier Linier
(ϕ) Cr (m)
75% 75%
0 0.13 1.1375 1.8695 12 27.5463 15.5463 7 0.11
1 0.197 1.72375 1.2337 12 20.0796 8.0796 6 0.11
2 0.264 2.31 0.9206 8 15.6052 7.6052 6 0.11
3 0.331 2.89625 0.7342 5.5 12.6990 7.1990 6 0.11
4 0.398 3.4825 0.6106 4.8 10.6809 5.8809 5 0.11
5 0.465 4.06875 0.5227 4 9.2055 5.2055 5 0.11
6 0.532 4.655 0.4568 3.5 8.0828 4.5828 4 0.11
7 0.599 5.24125 0.4057 3.3 7.2013 3.9013 3.9013 4 0.11
8 0.666 5.8275 0.3649 3 6.4914 3.4914 3.4914 3 0.11
9 0.733 6.41375 0.3316 2.8 5.9079 3.1079 3 0.11
10 0.8 7 0.3038 2.5 5.4201 2.9201 3 0.11
00,018
twist asli
00,016
75%
00,014
Linear (75%)
00,012
Cr

00,010

00,008

00,006

00,004
y = -6.1169x + 7.5653
00,002

00,000
0 0.2 0.4 r 0.6 0.8 1

Gambar x. Grafik r terhadap Cr pada airfoil NACA 63215.


(Sumber: dokumentasi pribadi)

Setelah ditentukan rancangan bilah yang akan dibuat maka kemudian


dilakukan simulasi desain airfoil NACA 63215 untuk mendesain bilah jenis
taperless yang akan dirancang. Adapun data yang dibutuhkan adalah nilai jari-jari
parsial (r), nilai twist linearisasi, dan nilai chord (Cr) linearisasi. Berikut grafik hasil
simulasi.

Grafik perbandingan Koefisien performa terhadap kecepatan putar.


Grafik perbandingan Power terhadap kecepatan putar poros.
4.7 Proses Pembuatan Bilah
Pembuatan bilah terdiri dari beberapa proses yang harus dijalankan. Proses -
proses dalam pembuatan bilah yaitu :

a. Membuat garis bantu pada bahan kayu


Bilah yang dibuat merupakan bilah dengan bahan dasar kayu manglit.
Kayu ini memiliki karakteristik ringan dan mudah dipahat. Bahan kayu dasar
kayu yang akan digunakan memiliki bentuk balok dengan dimensi panjang
1.5m, lebar 0.12m dan tebal 0.03m. Pada tiap sisi balok kayu dibuat garis-
garis bantu yang merepresentasikan bentuk bilah untuk memudahkan
proses pembentukan bilah. Garis bantu ini dibuat dengan berdasarkan hasil
perhitungan dan permodelan menggunakan software CAD.
b. Membentuk bilah dengan pahat
Balok kayu yang telah diberikan garis bantu kemudian dipahat. Pahat
yang digunakan adalah pahat kayu lurus dengan ukuran mata pahat 3cm.
Proses memahat ini bertujuan untuk mengurangi ukuran balok kayu
sehingga mendekati bentuk bilah turbin.
c. Pembentukan bilah dengan amplas
Setelah bentuk bahan kayu sudah mendekati bentuk bilah maka proses
selanjutnya adalah mengamplas bahan kayu sehingga membentuk bilah.
Proses mengaplas kayu dilakukan secara bertahap yaitu dengan diawali
menggunakan amplas kasar yaitu P80 kemudian menggunakan amplas
yang lebih halus yaitu P120 dan P220.
d. Penyetimbangan
Bilah turbin angin yang telah terbentuk kemudian akan melalui proses
penyetimbangan. Bilah yang tidak setimbang dapat menyebabkan
kerusakan pada poros dan generator turbin.
4.8 Pembahasan
Berdasarkan hasil perancangan dan simulasi rancangan bilah turbin angin
dengan air foil NACA 63215 dapat dihasilkan kesimpulan :

a. Rancangan bilah taperless dengan air foil NACA 63215 akan bekerja optimal
untuk turbin dengan generator 500W dengan kecepatan angin maksimal
10m/s karena dapat menghasilkan Daya yang stabil dengan variasi
kecepatan putaran poros antara 600rpm hingga 1200rpm.
b. Turbin dengan rancangan bilah taperless dengan air foil NACA 63215
memiliki performa yang kurang baik pada kecepatan putaran rendah yaitu
pada kecepatan putar di bawah 300rpm koefisien performanya berada
dibawah 0.3. Hal ini menunjukkan bahwa rancangan bilah ini lebih cocok
untuk kecepatan angin sedang hingga tinggi.
c. Bilah taperless dengan airfoil NACA 63215 telah berhasil dirancang dan
dibuat dengan bahan kayu manglit. Bilah yang dibuat berjumlah tiga dengan
berat masing-masing 0.82kg, 0.83kg dan 0.82kg. Namun ketiga bilah ini
belum melalui proses penyetimbangan sehingga belum dapat dipasang pada
turbin.

BAB V KESIMPULAN
Berdasarkan hasil perancangan dan simulasi rancangan bilah turbin angin
dengan air foil NACA 63215 dapat diambil kesimpulan yaitu :

a. Panjang jari-jari bilah turbin angin akan mempengaruhi jumlah energi angin
yang terserap oleh bilah turbin angin.
b. Perancangan bilah turbin angin perlu memperhitungkan kapasitas
generator yang digunakan, karena apabila energi angin yang diserap oleh
turbin angin melebihi jumlah energi yang mampu dikonversi oleh generator
maka akan terjadi kerusakan pada generator.
c. Penentuan bentuk air foil dan geometri bilah perlu memperhatikan rerata
kecepatan angin di daerah yang akan dibangun turbin angin apakah
termasuk daerah dengan kecepatan angin rendah, sedang atau tinggi.
d. Perbandingan koefisien lift dan koefien drag pada bilah turbin merupakan
karakteristik dari bilah yang dipengaruhi oleh bentuk air foil, twist, dan
variasi cord line sepanjang bilah.
e. Bilah turbin angin dapat dibuat dengan cara manual dengan bahan dasar
kayu.

Yogyakarta, 7 Februari 2019


Penulis

Fatahillah Asshidiqi
NIM. 15/385227/TK/43889
LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Pelaksana Kegiatan Praktik Kerja Lapang

Nama Lengkap Winda Mariana

NPM 240110150006

Jenis Kelamin Perempuan

Tempat/Tanggal Lahir Jakarta, 15 Maret 1997

Agama Islam

Perumahan Puri Fajar Blok A4, No.2 RT/RW 04/09,


Alamat Rumah Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota
Cimahi, Jawa Barat 40531

Email windamariana15@gmail.com

Nomor Hp. 082295068791

Mahasiswa semester tujuh (7), Program Studi Teknik


Pertanian, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem,
Status
Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas
Padjadjaran