Anda di halaman 1dari 6

Contoh perusahaan yang menerapkan sistem, MTS, MTO, ATO, PTO, dan ETO :

a. Make To Stock (MTS) dan Make To Order (MTO)


Merupakan strategi perusahaan dengan cara mengembangkan tingkat persediaan
produk yang berdasarkan permintaan yang akan datang. Jadi strategi ini sudah ada
persediaan berua produk jadi jika konsumen sewaktu waktu memesan produk tersebut.

PT . S i n a r b u d i I n t r a c o
Perusahaaninimenerapkansistem make to order d a n make to stock. Seiring
dengan meningkatnya permintaaan pasar dan berkembangnya fashion serta
g a ya h i d u p d i m a s ya r a k a t , P T . S i n a r b u d i In t r a c o ya n g d a h u l u n ya h a n ya
m e m p r o d u k s i k e m e j a p r i a , m u l a i m e n ge m b a n gk a n b i s n i s nya
d e n ga n memproduksi kemeja wanita yang merupakan produk sampingan.
Tujuan melakukan Kerja Praktik di PT. SinarbudiIntraco.
a. Menerapkan dan mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah didapat
dibangku kuliah dalam dunia perindustrian secara nyata.
b. Mendapat gambaran yang lebih nyata dan pemahaman yang lebihjelas dari
penerapan Production Processdalampraktik.
c. Mengenal lebih jauh dunia industri yang masih asing bagi penulis yang
akan terjun kedunia industry nantinya. Dari pengalaman kerja
praktikakan dapat memberikan gambaran tentang dunia industry
sesungguhnya.
d. Ikut membantu memecahkan persoalan-persoalan baik yang menyangkut
knik maupun non-teknik dalam penggunaan alat-alat industri.
e. Mendapat masukan masukan tentang berbagai macam masalah yang
sering terjadi pada dunia industri yang dapatdipecahkanbersama-sama.

b. Assemble To Order (ATO)

Strategi perusahaan berdasarkan order produk datang maka industri tersebut akan
cepat merakit komponen menjadi produk jadi dan dari komponen tadi bisa menjadi
beberapa produk jadi. Pada strategi ini persediaan berupa komponen-komponen perakitan
/ produk Merupakan.
Adapunciri-ciri ATO sebagaiberikut :
a) Menginputkomponen-komponen yang akandirakit.
b) Membuatpasokandenganjenis yang beragam.
c) Harganya lebih mahal
d) Lead time ditetapkan oleh konsumen.
e) Biasanya untuk produk automobile, elektronik, computer komersil, restoran fast food
yang menyediakanbeberapapaketmakanan, dan lain-lain.
Contohperusahaan yang memakaiMTO :

 LG Electronics, Incmerupakansuatuperusahaan yang


bergerakdibidangpembuatanproduk-
produkelektroniksertaprodukinformasidankomunikasi
 PT. Hartono Istana Teknologimerupakan perusahaan yang bergerak dibidang
pembuatan produk elektronik polytron
 PT Toyota-Astra Motormerupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang
pembuatan auto mobil
 Astra Nissan Diesel Indonesiamerupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang
pembuatan bus & truk nissan
 Hino Motors Manufacturing Indonesiamerupakan suatu perusahaan yang
bergerak dibidang pembuatan bus & truk hino

c. Engineer To Order (ETO)


Merupakan strategi perusahaan berdasarkan order datang lalu perusahaan akan
mengembangkan desain produk beserta waktu dan biaya. Pada strategi ini tidak ada
persediaan sehingga cocok untuk produk baru dan unik.
Adapunciri-ciri engineer to order adalahsebagaiberikut :
a) Produk memiliki spesifikasi yang detail.
b) Lead time nyapanjang.
c) Harganyamahal.
d) Biasanya untuk produk Kapal, computer untuk militer, proto type mesin baru, dan
lain-lain.
Contoh perusahaan yang memakai MTO :

 PT. PAL Indonesiamerupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang


pembuatan galangan kapal
 PT. Krakatau Shipyard merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan
galangan kapal
 Devonport Dockyard merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang
pembuatan galangan kapal di Plymouth, Inggris
 PT Surya Prima Bahtera Heavy Industriesmerupakan suatu perusahaan yang
bergerak dibidang pembuatan pembuatan ga langan di Batam, Indonesia
 Northrop Grumman Newport Newsmerupakan suatu perusahaan yang bergerak
dibidang pembuatan pembuatan galangan di Amerika Serikat

d. Purchase To Order (PTO)

Purchase Order (PO) adalah dokumen yang dibuat oleh pembeli untuk
menunjukkan barang yang ingin mereka beli dari pihak penjual. Purchase order juga
merupakan sebuah kontrak yang membentuk kesepakatan antara pembeli dan penjual
mengenai barang yang ingin dibeli oleh pihak pembeli.

Contoh perusahaan yang memakai PTO :

PT. Kusumahadi Santosa

Di Surakarta tepatnya di daerah Karanganyar terdapat perusahaan tekstil yang


bernama “PT. Kusumahadi Santosa “. Perusahaan ini memproduksi jenis catton dan
rayon. Untuk bahan baku diperoleh dari dalam negeri dan sebagian kecil di luar negeri.

1. Contoh Perusahaan yang menerapkan sistem Flow Shop, Batch Production, Mass
Customization, Cell Manufacturing, Job Shop dan Project
a. Job Shop
Job Shop adalah jenis aliran proses produksi yang digunakan untuk produk-produk
dengan jumlah produksi yang sedikit tetapi banyak model atau variannya. Produk-produk
“custom-made” yang harus mengikuti desain unik dan spesifikasi khusus dari pelanggan
dengan waktu dan biaya yang ditentukan biasanya menggunakan jenis aliran proses
produksi ini. Tujuan dari Job Shop production ini adalah untuk memenuhi kebutuhan
khusus pelanggan.
Contoh perusahaan Job Shop :

PT. Prima Graphia Digital

PT. Prima Graphia Digital adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan
jasa cetak offset dan digital printing dengan didukung oleh mesin-mesin tercanggih dan
terbaruh di dunia.
b. Flow Shop
Flow Shop Production adalah jenis proses produksi yang digunakan untuk produk-
produk yang dirakit atau diproduksi dalam jumlah banyak dan berturut-turut (continuous).
Sistem produksi Flow Shop ini menggunakan jalur produksi (production line) untuk
memproduksi produk-produknya. Semua produk diproduksi dengan standar dan proses
yang sama. Flow Shop Production ini sering disebut juga dengan Mass Production atau
Produksi Massal.
Contoh perusahaan Flow shop :
LG Electronics, Inc
Merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan produk-produk
elektronik serta produk informasi dan komunikasi.
c. Project
Project (Proyek) merupakan sistem produksi yang biasanya diaplikasikan pada
produk-produk yang agak rumit dan dibatasi oleh waktu penyelesaiannya. Fungsi-fungsi
pada organisasi seperti perencanaan, pembelian, desain, produksi dan pemasaran harus
diintegrasikan dengan baik sesuai dengan urutan tahap dan waktu penyelesaian sehingga
proyek yang bersangkutan dapat diselesaikan tepat pada waktunya dengan biaya produksi
yang telah ditetapkan.
Contoh perusahaan Project:
PT. PAL Indonesia
PT. PAL Indonesia (Persero), Merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang
pembuatan galangan kapal.
d. Batch Production
Batch Production adalah sistem produksi yang termasuk repetitive production
(produksi berulang) yang berada diantara sistem produksi Job Shop dan Flow Shop.
Standarisasi produk pada Batch Production lebih baik dan Volume produksi lebih tinggi
jika dibandingkan dengan Job shop namun volume lebih rendah dan tidak selalu
terstandarisasi seperti flow shop (mass production). Metode produksinya mirip dengan
proses produksi dengan sistem Job Shop, perbedaannya terletak pada jumlah atau volume
yang akan diproduksinya yang lebih banyak dan berulang-ulang.
Contoh perusahaan Batch Production :
PT. Buatama Indojaya
PT. Buatama Indojaya adalah sebuah perusahaan yang beralamat di Kmp Rawa
Hingkik Ds Limus Nunggal, tepatnya di Kota atau Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi dan pengelolaan Buah Buahan Dalam
Kaleng.
e. Mass customization
Kustomisasi Massal (mass customization) adalah kemampuan untuk menawarkan
produk atau jasa yang disesuaikan secara individu dengan menggunakan sumber daya
produksi yang sama seperti mass production.Kustomisasi Massal (Mass
Customization) dapat menyesuaikan produk dengan cepat bagi nasabah maupun untuk
pasar ceruk (niche), produksi efisiensi dari produksi massal dan waktu produksi lebih
cepat.

Contoh perusahaan Mass customization:


PT. Indofood
Merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan makanan. Dalam
beberapa dekade ini Indofood telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan total food
solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi
makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir.
Contoh produk : Indomie
f. Cell Manufacturing
Cellular Manufacturing (CM) adalah sebuah model perancangan dan pengaturan area
kerja, dimana peralatan, mesin dan workstation diatur dalam urutan yang efisien, sehingga
pergerakan orang, inventori dan material dapat berlangsung mulus dan lancar dari awal
hingga akhir satu aliran proses kerja (single process flow). Dengan keteraturan semacam
ini, waste-waste semacam transportasi, waktu tunggu, atau delay bisa lebih diminimalisir.
Contoh perusahaan Cellular Manufacturing:
PT. Malang Indah
PT. Malang Indah merupakan Perusahaan yang bergerak di industri pembuatan
material bangunan seperti Genteng, Batako, dan Paving. PT. Malang Indah memiliki
mesin-mesin khusus dalam proses produksi material-material tersebut. Dalam pengamatan
yang dilakukan di bagian produksi PT. Malang Indah, terdapat fasilitas berupa mesin-
mesin produksi yang dikelompokkan berdasarkan tipe proses produksi dan jenis produk
yang dihasilkan.