Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

ALAT KONTRASEPSI IUD

Permbahasan : Alat Kontrasepsi IUD


Subpembahasan : Alat Kontrasepsi IUD
Sasaran : Ibu hamil trimester 3 dan Ibu Nifas
Hari/tanggal : Jumat, 19 Oktober 2018
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang Tunggu Poli KIA-KB
Pemateri : Vicky Dillina B, Amd. Keb

A. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan ibu mampu memahami tentang alat kontrasepsi IUD.
B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan ibu dapat mengetahui tentang :
1. Pengertian IUD dan Jenis IUD.
2. Prosedur Pemasangan dan pasca pemasangan
3. Indikasi dan kontraindikasi IUD
4. Keuntungan dan kerugian IUD
5. Efek samping IUD
6. Waktu pemasangan IUD
C. Metode
Ceramah dan Tanya Jawab
D. Media
Leaflet
E. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Tahap Kegiatan
Kegiatan Penyuluh Sasaran
5 Menit Pendahuluan  Membuka acara dengan  Menjawab salam
mengucapkan salam kepada  Mendengarkan
peserta penyuluh
 Menyampaikan topic,  Menyetujui
maksud dan tujuan penkes kesepakatan waktu
kepada peserta pelaksanaan penkes
 Kontrak waktu untuk
kesepakatan pelaksanaan
penkes dengan peserta
20 Menit Kegiatan Inti Penyuluh menjelaskan tentang : Mendengarkan penyuluh
1. Pengertian IUD dan Jenis menyampaikan semua
IUD. materi sampai selesai
2. Prosedur Pemasangan dan
pasca pemasangan
3. Indikasi dan kontraindikasi
IUD
4. Keuntungan dan kerugian
IUD
5. Efek samping IUD
6. Waktu pemasangan IUD
15 Menit Evaluasi 1.
/ Tanya Jawab 1. Menanyakan yang
Penutup 2. Memberikan pertanyaan belum jelas
kepada peserta 2. Menjawab pertanyaan
3. Menyimpulkan dan3. Mendengarkan
mengklarifikasi materi
4. Mendengarkan
penyuluhan yang telah penyuluh menutup acara
disampaikan kepada peserta dan menjawab salam
4. Menutup acara dan
mengucapkan salam serta
terimakasih kepada sasaran

F. Evaluasi
1. Apa yang dimaksud dengan IUD ?
2. Apa saja kerugian dan keuntungan IUD?
3. Bagaimana cara pengecekan IUD secara mandiri ?
4. Apa saja efek samping dari IUD ?

H. Materi
METODE ALAT KONTRASEPSI IUD

1. Pengertian Kontrasepsi IUD


IUD (Intra Uterine device) adalah alat kontrasepsi yang disisipkan kedalam rahim, terbuat
dari bahan semacam plastik, ada pula yang dililit tembaga, dan bentuknya bermacam-macam.
(Subrata, 2012).
2. Jenis-jenis IUD
Alat Masa Penggunaan Bentuk
Multiload 3 tahun Batang tegak lurus dengan panjang 3,6 cm ;
250mm2 lilitan tembaga mengelilingi batang.
Multiload CU250 3 tahun Batang tegak lurus dengan panjang 2,5 cm; 250
Pendek mm2 lilitan tembaga mengelilingi batang.
Multiload CU375 5 tahun 375mm2 lilitan tembaga mengelilingi batang.
Flexi-T300 5 tahun 300 mm2 lilitan tempat mengelilingi batang.
Nova T 300 5 tahun 380mm2 lilitan kawat tembaga dengan inti perak
mengelilingi batang.
T safe 380 A 8 tahun 380mm2 lilitan mengelilingi batang dan cincin
tembaga mengelilingi tiap ujung masing-masing
lengan.
GyneFix 5 tahun IUD tanpa bingkai dengan 6 tabung tembaga
dengan panjang masing-masing 5mm dan
diameter 2,2mm dengan total 330 mm2 lilitan
tembaga mengelilingi batang dan lengan.
3. Penjelasan Metode
Sebuah IUD dimasukan melalui saluran serviks dan dipasang dalam uterus. IUD memiliki
benang yang menggantung turun kedalam vagina. Yang dapat diperiksa oleh wanita guna
memastikan alat tersebut pada posisi yang benar. IUD mencegah kehamilan dengan merusak
kemampuan hidup sperma dan ovum melalui perubahan tuba falopi dan cairan uterus, ada
reaksi terhadap benda asing disertai peningkatan leukosit. Kondisi ini mngurangi kesempatan
ovum dan sperma bertemu dan menghambat pembuahan. Tembaga pada IUD bersifat toksik
terhadap sperma dan ovum.( Saefuddin, 2009).
CARA KERJA
 Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi
 Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
 AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun AKDR
membuat sperma sulit masuk kedalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi
kemampuan sperma untuk fertilisasi.
 Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.
4. Prosedur Pemasangan
Sebelum pemasangan, masa menstruasi terakhir diambil untuk menyingkirkan kehamilan
yang telah ada, dan test kehamilan bila dibutuhkan. Wanita harus mengosongkan kandung
kemih karena akan membuat pemasangan lebih mudah meraba uterus pada abdomen dan
lebih nyaman bagi wanita. (Notoatmodjo, 2010).
Selama pemasangan IUD/AKDR, klien anda mungkin menggenggam tangannya dan
membuat dirinya merasa nyaman. Sebelum dipasang pemeriksaan bimanual sangat diperlukan
untuk memastikan ukuran, posisi dan arah uterus dan huna memeriksa bahwa tidak ada nyeri
tekan. (Notoatmodjo, 2010).
Keterampilan dan pengalaman pemasangan akan membantu mengurangi masalah efek
samping. Namun bila wanita ingin mendapat anestesi lokal guna mengurangi nyeri atau pernah
mengalami pengalaman masa lalui, amak AKDR dapat dipasang dengan memberikan gel
lidokain atau blok paraservikal. (Notoatmodjo, 2010).
Pemasangan AKDR dilakukan dengan suatu “tehnik tanpa sentuhan” sehingga harus
menggunakan sepasang sarung tangan bersih setelah pemeriksaan bimanual. Spekulum steril
dimasukan kedalam vagina dan letak serviks dicari, spekulum ini dibersihkan dengan bol kapan
steril dan larutan antiseptik. Sonde uterus dimasukan kedalam uterus melalui saluran serviks
untuk mengukur panjang, arah, dan potensi uterus. Tindakan ini dapat menyebabkan kram
seperti nyeri menstruasi yang seharusnya berkurang saat sonde uterus dikeluarkan. Serviks
dapat distabilkan dengan korsep allis atau tenakulum sehingga AKDR dapat dipasang lebih
mudah, hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman karena serviks sangta peka. Selanjutnya
AKDR dimasukan melalui canalis secvikasli kedalam uiterus. Benang AKDR dipendekan saat
telah berada diposisinya dan dilipat keatas kebelakang serviks. Apabila ada masalah dengan
pemasangan, klienharus dirujuk ke spesialis AKDR. (Notoatmodjo, 2010).
Setelah pemasangan, anda harus menganjurkan klien berbaring terlentang dan
beristirahat. Analgetik dibutuhkan selama nyeri menstruasi. Handuk santasi harus digunakan
sejak awal guna mengurangi resiko infeksi. Klien dapat mengalami pendarahan, ini adalah
waktu yang baik untuk mengingatkan tentang masalah awal dan kapan harus kembali. Anda
harus mengajariklien anda cara memeriksa benang AKDR dan menganjurkan klien untuk
melakukan hal ini setiap menstruasi. (Notoarmodjo, 2010).
5. Pasca Pemasangan
Setelah pemasangan AKDR, wanita harus dianjurkan datang kembali lebih awal dari janji
pertemuan 4-6 minggu bila mereka mengalami tanda-tanda infeksi, karena 20 hari pertama
setelah pemasangan adalah masa infeksi paling tinggi. Apabila klien menderita neyri abdomen
bawah atau pireksia, ia harus kembali lebih awal. Menganjurkan wanita pantang koitus selama
48 jam merupakan tindakan yang tepat sehingga lendir serviks dapat kembali normal, yang
membantu memberi perlindungan dari infeksi yang lebih berat.
6. Efektifitas
IUD sangat efektif,(efektifitasnya 92-94%) dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya
pil. Tipe multiload dapat dipakai sampai 3 tahun, Nova T dan Copper T 200 (CuT-200) dapat
dipakai 3-5 tahun, Cu T380 A dapat dipakai 8 tahun. Kegagalan rata-rata 0,8 kehamilan per 100
pemakai wanita pada tahun pertama pemakaian.
7. Keuntungan
 Efektif dengan proteksi jangka panjang
 AKDR dapat epektif segera setelah pemasangan
 Dapat di gunakan setelah menopouse (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)
 Tidak ada interakdi dengan obat-obat
 Tidak mengganggu hubungan suami istri
 Tidak berpengaruh terhadap ASI
 Kesuburan kembali setelah IUD di angkat
 Epek sampingnya sangat kecil
 Memiliki epek sistemik yang sangat kecil
8. Kerugian
 Menoragie
 Dismenorea
 Peningkatan resiko infeksi radang panggul
 IUD terlepas keluar
 Perforasi uteru, usus dan kandung kemih
 Malposisi IUD
 Kehamilan yang di sebabkan oleh pengeluaran perforasi atau malposisi
9. Efek samping dan komplikasi
Efek samping umum terjadi:
 Perubahan siklus haid (umum pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3
bulan )
 Haid lebih lama dan banyak
 Perdarahan (spotting) antar menstruasi
 Saat haid lebih sakit
Komplikasi lain: merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan,
perdarahan berat pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia,
perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar)