Anda di halaman 1dari 8

tirto.

id - PT Pertamina (Persero) mengklaim kelangkaan elpiji 3 kg bersubsidi yang


berlangsung selama sepekan terakhir diakibatkan lonjakan permintaan oleh masyarakat
menjelang libur akhir tahun. Pertamina mengaku kaget lantaran lonjakan biasanya terjadi
pada pertengahan hingga periode libur Natal dan Tahun Baru, bukan di awal Desember.

Namun, alasan Pertamina dinilai tak rasional oleh Sekretaris Pengurus Harian Yayasan
Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno. Menurut Agus perlu ada perhatian
serius terkait sejumlah hal lantaran kelangkaan elpiji 3 kg yang merupakan barang subsidi
sering terjadi.

Faktor pertama, yang harus diperhatikan adalah harga. Agus menilai, ada disparitas yang
terlalu jauh antara harga elpiji 3 kg dengan 12 kg yang dijual Pertamina. Disparitas ini
membikin konsumen beralih ke gas elpiji 3 kg.

“Selain murah, banyak konsumen menganggap praktis, mudah ditenteng. Konsumen kaya
pun tak malu-malu menggunakan gas elpiji 3 kg karena alasan ini,” ujar Agus
kepada Tirto Jumat (8/12/2017)

Faktor kedua, terkait dengan persoalan distribusi. Terkait pola distribusi ini, Pertamina dan
pemerintah berencana mengubah pola distribusi dari sistem terbuka menjadi sistem tertutup.
1. Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas
Dalam menjalani kehidupannya, manusia dihadapkan pada berbagai permasalahan ekonomi.
Permasalahan tersebut timbul akibat keinginan manusia mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Kelangsungan hidup dapat dipertahankan jika kebutuhan hidupnya terpenuhi.
Selain itu, adanya keinginan untuk hidup layak menyebabkan kebutuhan hidup manusia
beraneka ragam dan selalu bertambah. Akibatnya, kebutuhan hidup manusia menjadi tidak
terbatas.

1.1. Pengertian Kebutuhan


Kelangkaan berkaitan dengan kebutuhan. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan
manusia dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup guna mencapai taraf hidup
sejahtera. Pada prinsipnya, kebutuhan setiap orang berbeda-beda dan terus berkembang
sejalan bertambahnya usia. Kebutuhan manusia terhadap benda atau jasa dapat memberikan
kepuasaan kepada manusia itu sendiri, baik kepuasaan jasmani maupun kepuasaan rohani.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia membutuhkan alat pemenuhan kebutuhan.
Alat tersebut disediakan alam ataupun manusia melalui proses produksi. Upaya manusia
dalam memenuhi kebutuhannya tidak pernah berakhir. Oleh karena itu, manusia perlu
bertindak rasional agar tercapai pemenuhan kebutuhan hidup secara memuaskan.

1.2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Manusia


Mengapa kebutuhan timbul dan terus berkembang? Kebutuhan timbul karena adanya tuntutan
fisik dan/atau psikis agar hidup layak. Kebutuhan terus berkembang karena manusia memiliki
sifat tidak puas atas pemenuhan kebutuhan hidup. Keadaan ini mengakibatkan kebutuhan
manusia menjadi tidak terbatas. Keberadaan manusia dalam hidup bermasyarakat membuat
manusia satu dengan yang lain berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Mengapa kebutuhan
manusia berbeda-beda? Kebutuhan manusia berbeda-beda karena dipengaruhi oleh faktor-
faktor berikut ini.
Dari keseluruhan air yang berada di Planet Bumi , baik yang berada di dalam maupun
diluar permukaan bumi, ternyata tidak lebih dari 0,5% saja yang dapat
dimanfaatkan secara langsung oleh manusia. Sisanya 97 % air laut , dan 2,5%
sisanya adalah Es dan salju yang hanya ketika mencair saja dapat dipergunakan
oleh manusia sendiri.

Kelangkaan air bersih sendiri merupakan ancaman yang nyata bagi seluruh dunia ,
di Indonesia saja krisis air bersih bagi penduduk di negara ini merupakan masalah
yang kerap terjadi hampir setiap kali pergantian musim di musim kemarau.
Kenyataan ini jelas bukan pernyataan biasa yang mudah saja diterima begitu saja.
Pengelolaan air yang baik harus segera diwujudkan sebelum masalah krisis air
bersih ini agar tidak menjadi lebih buruk.

Menurut data Bank Dunia pada tahun 2006 , dari 230.000.000 penduduk di
Indonesia, terdapat 108.000.000 penduduk Indonesia atau hanya sekitar 47%
penduduk yang mendapatkan akses bersih yang aman dan layak untuk dikonsumsi ,
Artinya sekitar 53% penduduk di Indonesia belum mendapatkan air yang layak.
Padahal data menunjukan bahwa 6% potensi air di dunia atau 21% potensi air Asia
terdapat di Indonesia. Ironis bila mendengar negeri yang kaya akan potensi air
ternyata belum dapat dinikmati kekayaan airnya oleh mayoritas penduduk tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi bahwa pada tahun 2015 jumlah penduduk
Indonesia melonjak menjadi 247,5 juta jiwa. Jumlah tersebut mengakibatkan
pemenuhan kebutuhan air meningkat menjadi 9.391 Milliar meter³ atau naik 47%
dari tahun 2000. Padahal ketersediaan air cenderung menurun setiap tahunnya.
Fenomena ini memerlukan penanganan yang akurat, Solusi krisis air bersih mutlak
dan diimplementasikan dari sekarang.
Harga pasar adalah harga yang disepakati oleh penjual
dan pembeli pada saat terjadinya transaksi. Harga pasar
sering disebut juga harga keseimbangan sebab harga
tersebut terjadi setelah ada keseimbangan antara
permintaan dan penawaran barang.
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi untuk melangsungkan kehidupan.
Sedangkan kelangkaan adalah suatu kejadian dimana jumlah barang pemuas kebutuhan tidak
sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, hubungan kelangkaan dengan kebutuhan itu
sangatlah erat.

Kelangkaan disebabkan oleh jumlah kebutuhan yang semakin banyak dan beragam. Faktor
utamanya adalah jumlah penduduk, jumlah alat pemuas kebutuhan, dan sifat alami manusia
yang tidak pernah puas.

Kelangkaan tidak selalu terjadi saat kebutuhan meningkat. Bisa saja saat kebutuhan
meningkat, alat pemuas kebutuhan juga meningkat. Seperti saat permintaan buku dan alat
tulis meningkat pada jelang tahun ajaran baru, maka produsen akan meningkatkan produksi
buku dan alat tulis untuk mengejar keuntungan.

Kelangkaan juga bisa terjadi apabila kualitas suatu alat pemuas kebutuhan tidak layak
padahal jumlahnya banyak. Seperti air bersih di daerah sekitar sungai di perkotaan sangatlah
langka walaupun terdapat sungai tetapi airnya sangat kotor dan tidak layak untuk digunakan.

Bedakan kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus kita penuhi
seperti sandang, pangan, papan. Sementara keinginan adalah sesuatu yang seharusnya kita
penuhi setelah semua kebutuhan kita terpenuhi seperti kendaraan, rumah mewah, perhiasan,
dll.

Kelangkaan terjadi apabila manusia hanya melakukan kegiatan konsumsi dan jarang
berproduksi. Dengan begitu, kebutuhan akan menjadi semakin meningkat sementara jumlah
alat pemuas kebutuhan semakin menurun.
JAKARTA, GRESNEWS.COM - Kelangkaan sembilan bahan pokok yang berujung pada
kenaikan harga diduga merupakan permainan para spekulan. Anggota Komisi VI Bambang Haryo
Soekartono mengatakan, kenaikan harga sembako menjelang puasa dan lebaran sebenarnya wajar
karena memang ada peningkatan permintaan.
Hanya saja, jika sampai harga sembako melonjak tinggi dan barang di pasaran langka, selain faktor
distribusi pasokan yang terlambat juga patut diduga ada permainan spekulan.

Bambang berpendapat untuk mengatasi masalah ini harus dilakukan koordinasi antara Kementerian
Perdagangan dengan Kementerian Pertanian terkait kelangkaan tersebut agar jangan sampai
kelangkaan sembako hanya dibebankan pada Kementerian Perdagangan.

"Saya kurang yakin bahwa terjadi kelangkaan sembako di Indonesia, padahal puasa kan masih
lama, saya melihat permintaan masyarakat akan sembako masih belum meningkat tinggi
dibandingkan permintaan saat puasa nanti," ujarnya seperti dikutip dpr.go.id, Rabu (3/6).
Politisi Gerindra ini juga berpendapat bahwa kelangkaan ini kemungkinan memang merupakan ulah
spekulan. "Belum puasa saja sudah terjadi kelangkaan sembako, tentu ini ada spekulan yang
menginginkan untuk mencari keuntungan di saat-saat permintaan sembako meningkat terutama di
saat puasa dan lebaran," katanya menegaskan.

Karena itu langkah cepat harus dilakukan Kementerian Perdagangan dengan melakukan operasi
pasar dan menyelidiki penyebab kelangkaan tersebut. "Operasi pasar diharapkan dapat
menstabilkan dan menekan harga-harga sembako di pasar," ungkap Bambang Haryo.

Sejauh ini, kenaikan dan kelangkaan sembako belum terjadi di seluruh wilayah Indonesia, namun
dalam hal ini pemerintah perlu melakukan antisipasi agar tidak tidak meresahkan dan memberatkan
masyarakat. Selain itu Komisi VI juga berencana memanggil Menteri Perdagangan terkait dengan
permintaan bahan pangan yang tinggi pada bulan puasa dan lebaran.
Sebelumnya, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) juga mengeluhkan kenaikan
terhadap beberapa jenis kebutuhan pokok seperti telur, ayam, cabai dan bawang merah. Kenaikan
tersebut diduga, akibat tingginya permintaan akan kebutuhan pokok belakangan ini.

Keterbatasan Sumber Daya


Kelangkaan dapat terjadi jika sumber daya yang ada terbatas sedangkan kebutuhan jumlahnya tidak terbatas.
Kebutuhan manusia akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Meskipun manusia berusaha memperbanyak alat atau barang untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi sumber
daya dan alat produksi yang ada terbatas jumlahnya.

Keterbatasan sumber daya yang ada dapat dibuktikan dari contoh berikut ini.

a. Sumber Daya Alam


Sumber daya alam adalah sumber daya yang ada di alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
manusia.

Keberadaan sumber daya alam juga terbatas. Keterbatasannya dapat dilihat dari beberapa contoh sumber daya
berikut ini.

1 ) Air
Manusia memanfaatkan air terutama air bersih untuk minum, mandi, cuci pakaian, cuci piring, dan sebagainya.
Di kota-kota besar untuk mendapatkan air bersih sangat sulit.Mereka harus membeli air bersih dari PAM
(perusahaan air minum). Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan air sangat terbatas.

2 ) Hutan
Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting keberadaannya. Dahulu hutan di Indonesia menjadi
paru-paru dunia. Selain itu hasil dari hutan seperti rotan, damar, dan kayu dapat dimanfaatkan manusia untuk
memenuhi kebutuhan.

Hutan dapat juga dijadikan sebagai tempat resapan air sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Namun
sekarang keberadaannya sudah sangat mengkhawatirkan.
Hal itu disebabkan banyak orang yang menebangi pohon-pohon di hutan tanpa memerhatikan pelestariannya
sehingga sekarang ini banyak hutanhutan yang gundul.

Kalian tentunya tahu apakah akibat dari hutan gundul? Ya, salah satunya dapat menyebabkan banjir. Di samping
itu, sumber daya hutan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan semakin berkurang
jumlahnya.