Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

STUDI ISLAM DAN KEMUHAMADIYAAN

DISUSUN :
DAFTAR ISI
kATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrahim,
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Allah swt sebagai pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang ada diantara
keduanya, salah satu ciptaan Allah yaitu adalah manusia, yang diberi keistimewaan berupa
kemampuan berpikir yang melebihi jenis mahluk lain yang sama-sama menjadi penghuni
bumi, kemampuan berfikir itulah yang diperintahkan Allah agar diperlukan untuk mendalami
wujud dan hakikat dirinya dan tidak semata – mata dipergunakan untuk memikirkan segala
sesuatu diluar dirinya, demikianlah kenyataan bahwa manusia tidak pernah berhenti berpikir,
kecuali dalam keadaan tidur atau sedang berada dalam situasi diluar keadaan, manusia
beroikir tentang segala sesuatu yang tampak atau dapat ditangkap oleh pancaindera bahkan
yang abstrak sekalipun ,dari sejarah kehidupan manusia ternyata tidak sedikit usaha manusia
dalam memikirkan wujud atau hakikat dirinya, meskipun sebenarnya masih lebih banyak
yang tidak menaruh perhatian untuk memikirkannya.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana kajian tentang hakikat manusia ?

2. Bagaimana asal usul kejadian manusia ?

3. Apa saja potensi-potensi manusia ?

4. Apa saja kelemahan manusia ?

5. Apa saja sifat-sifat manusia?

6. Apa saja kelebihannya atas mahluk lain ?

C. TUJUAN

1. Menambah wawasan tentang hakikat manusia pandanga islam

2. Menambah keimanan kepada Allah

3. Memahami kelebihan dan kekurangan manusia


BAB II

PEMBAHASAN

A. ASAL USUL KEJADIAN MANUSIA

 Asal usul kejadian manusia menurut teori ilmu pengetahuan


Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari teori tentang spesies
lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi. Evolusi menurut para ahli
paleontology dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu :
Pertama, tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada
tahun 1942 yang dinamakan fosil Australopithecus.

Kedua, tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut
pithecanthropus erectus.

Ketiga, manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah
digolongkan genus yang sama, yaitu Homo walaupun spesiesnya dibedakan.

Fosil jenis ini di neander, ksarena itu disebut Homo Neanderthalesis dan kerabatnya
ditemukan disolo (Homo Soloensis)

Keempat, manusia modern atau Homo sapiens yang telah pandai berpikir, menggunakan otak
dan nalarnya.

 Asal usul kejadian manusia berdasarkan Alquran

Terlepas dari beberapa pendapat diatas, benar atau salah, terbukti atau tidak, mari kita lihat
apa yang ada dalam al qur an.

 Manusia terbuat dari air

Dalam Al qur-an Allah SWT berfirman :


ً۬‫ك ققدديِرررا‬
‫صههررر ‌اً۬ قوقكاَقن قربَب ق‬
‫ق دمقن ٱهلقماَدء بققشررراً۬ فققجقعلقهه ۥ نققسررباَ قو د‬
‫قوههقو ٱللدذىِ قخلق ق‬
Artinya: ”Dan Dia [pula] yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu
[punya] keturunan dan mushaharah, dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.”

 Manusia terbuat dari tanah debu


Qs Ali Imran 59 :
‫إدلن قمثققل دعيقسىى دعنِقد ٱللد قكقمثقدل قءاً۬قد ‌قم قخلقققهه ۥ دمن تهقراً۬ ر ب‬
‫ب ثهلم ققاَقل لقهه ۥ هكن فقيقهكوهن‬
Artinya: “Sesungguhnya misal [penciptaan] ’Isa di sisi Allah, adalah seperti [penciptaan]
Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah"
[seorang manusia], maka jadilah dia”.
 Manusia terbuat dari Tanah liat

Qs Ash-shaaffat 11 :
‫قفٱَهستقهفتددہ هم أقهه هم أققشبَد قخهلرقاَ قأم لمهن قخلقهق ق ‌نِاَ إدلناَ قخلقهقنِقىـههم ممن دطيربن للدز ب د‬
‫ب‬
Artinya: “Maka tanyakanlah kepada mereka [musyrik Mekah]: "Apakah mereka yang lebih
kokoh kejadiannya ataukah apa [2] yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami
telah menciptakan mereka dari tanah liat.”
 Manusia terbuat dari tanah lumpur

Qs Al-Hijr 28 :

‫صىـربل ممهن قحقم رإ ب لمهسهنِوربن‬ ‫ك لدهلقملقىـ ـ ٮٮدقكدة إدمنى قخىـلد ق ه‬


‫ق بققشررراً۬ ممن ق‬
‫صهل ق‬ ‫قوإدهذ ققاَقل قربَب ق‬

Artinya: “Dan [ingatlah], ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya
Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering [yang berasal] dari lumpur
hitam yang diberi bentuk.”

 Manusia terbuat dari tanah tembikar

Qs Ar Rahman 14 :

‫صىـربل قكٱَهلفقلخاَدر‬
‫صهل ق‬
‫ق ٱ ه دلنقسىـقن دمن ق‬
‫قخلق ق‬

Artinya: “Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar”.

 Manusia terbuat dari saripati tanah

Qs Al Mu minun 12-16 :
َ‫ضقغ رةر فققخلقهققنِا‬
‫قولقققهد قخلقهققنِاَ ٱ ه دلنقسىـقن دمن هسلقىـلقربة ممن دطيربن ثهلم قجقعهلنِقىـهه نههطفق رةر دفى قققراً۬ربر لمدكيربن ثهلم قخلقهققنِاَ ٱلبَنِهطفقةق قعلققق رةر فققخلقهققنِاَ ٱهلقعلقققةق هم ه‬
‫ك لققميمهتوقن ثهلم إدنلهك هم يِقهوقم‬ ‫ك ٱلله أقهحقسهن ٱهلقخىـلددقيقن ثهلم إدنلهكم بقهعقد قذٲَلد ق‬ ‫ظىـقم لقهحررماَ ثهلم قأنقشهأنقىـهه قخهلرقاَ قءاً۬قخ ‌قر فقتققباَقر ق‬
‫ظىـررماَ فققكقسهوقناَ ٱهلدع ق‬
‫ضقغةق دع ق‬ ‫ٱهلهم ه‬
‫ٱهلقديقىـقمدة تههبقعهثوقن‬
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal]
dari tanah. (12) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [yang disimpan] dalam tempat
yang kokoh [rahim]. (13) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu
segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan
tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami
jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling
Baik. (14) Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. (15)
Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan [dari kuburmu] di hari kiamat.
(16)”.
 Manusia terbuat dari tanah bumi

Qs An Najm 32 :
‫ض قوإدهذ قأنته هم أقدجنِل رةة دفى‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫ه‬
‫ك قوٲَدسهع ٱلقمهغفدقر ‌دة ههقو أقهعلقهم بدهك هم إدذ قأنقشأ قهكم ممقن ٱلقهر د‬
‫ش إدلل ٱلللقم ‌قم إدلن قربل ق‬ ‫ٱللدذيِقن يِقهجتقنِدهبوقن قكبقىـ ـ ٮٮدقر ٱ ه دلهثدم قوٱهلفققوٲَدح ق‬
‫طودن أهلمهقىـتدهك ‌هم فققل تهقزبَكـوااً۬ قأنفهقسهك ‌هم ههقو أقهعلقهم بدقمدن ٱتلقق ى ـى‬ ‫به ه‬

Artinya: “[Yaitu] orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari
kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia
lebih mengetahui [tentang keadaan]mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika
kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci.
Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”

B. KAJIAN TENTANG HAKIKAT MANUSIA

Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT.
Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas
mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini.

Kedudukan akal dalam Islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah
kepada manusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia
dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia.

Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya
yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan
berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan
membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih
sayang dan cinta,rasa kebapaan dan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan
aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka,
merasa senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan
rasa cinta. Hal itu juga telah menciptakan dorongan dalam diri manusia untuk melakukan
pemuasan rasa cintanya itu dan memenuhi kebutuhannya sebagai akibat dari adanya potensi
kehidupan yang terdapat dalam dirinya. Makhluk hidup lain melakukannya hanya
berdasarkan naluri yang telah Allah ciptakan untuknya sementara manusia melakukannya
berdasarkan akal dan pikiran yang telah Allah karuniakan kepadanya.

Pada hakikat diciptakannya manusia menurut islam yakni sebagai mahluk yang
diperintahkan untuk menjaga dan mengelola bumi. Hal ini tentu harus kita kaitkan dengan
konsekuensi terhadap manusia yang diberikan suatu kesempurnaan berupa akal dan pikiran
yang tidak pernah di miliki oleh mahluk-mahluk hidup yang lainnya. Manusia sebagai
mahluk yang telah diberikan kesempurnaan haruslah mampu menempatkan dirinya sesuai
dengan hakikat diciptakannya yakni sebagai penjaga atau pengelola bumi yang dalam hal ini
disebut dengan khalifah. Status manusia sebagai khalifah , dinyatakan dalam Surat All-
Baqarah ayat 30. Kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan
yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus
ajaran Allah.

Namun kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti,


yang biasanya dihubungkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad
saw wafat , baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa
Muawiyah-‘Abbasiah. Akan tetapi fungsi dari khalifah itu sendiri sesuai dengan yang telah
diuraikan diatas sangatlah luas, yakni selain sebagai pemimpin manusia juga berfungsi
sebagai penerus ajaran agama yang telah dilakukan oleh para pendahulunya,selain itu
khalifah juga merupakan pemelihara ataupun penjaga bumi ini dari kerusakan.

C. HAKIKAT MANUSIA MENURUT ISLAM

Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWt yang memiliki peranan penting
dalam kehidupan di muka bumi. Manusia juga dipandang sebagai makhluk yang paling tinggi
derajatnya dibandingkan makhluk Allah SWT bahkan Allah menyuruh para malaikat untuk
bersujud kepada Adam Alaihi salam. Masyarakat barat memiliki pandangan bahwa manusia
adalah makhluk yang memiliki jiwa dan raga serta dibekali dengan akal dan pikiran. Lalu
bagaimanakah hakikat manusia dalam pandangan islam? Simak penjelasan berikut ini
(baca fungsi iman kepada Allah SWT)

Dalam agama islam, ada enam peranan yang merupakan hakikat diciptakannnya manusia.
Berikut ini adalah dimensi hakikat manusia berdasarkan pandangan agama islam
1. Sebagai Hamba Allah
Hakikat manusia yang utama adalah sebagai hamba atau abdi Allah SWT. Sebagai
seorang hamba maka manusia wajib mengabdi kepada Allah SWT dengan cara menjalani
segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Sebagai seorang hamba, seorang
manusia juga wajib menjalankan ibadah seperti shalat wajib, puasa ramadhan (baca puasa
ramadhan dan fadhilahnya), zakat (baca syarat penerima zakat dan penerima
zakat), haji (syarat wajib haji) dan melakukan ibadah lainnya dengan penuh keikhlasan
dan segenap hati sebagaimana yang disebutkan dalam ayat berikut ini

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan
ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus …,” (QS:98:5).

2. Sebagai al- Nas


Dalam al- Qur’an manusia juga disebut dengan al- nas. Kata al nas dalam Alquran
cenderung mengacu pada hakikat manusia dalam hubungannya dengan manusia lain atau
dalam masyarakat. Manusia sebagaimana disebutkan dalam ilmu pengetahuan, adalah
makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa keberadaan manusia lainnya
(baca keutamaan menyambung tali silaturahmi). Sebagaimana yang dijelaskan dalam
firman Allah SWT berikut

“Hai sekalian manusia, bertaqwalaha kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu
dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istirinya, dan dari pada keduanya
Alah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah
kepada Allah dengan (mempergunakan) namanya kamu saling meminta satu sama lain
dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan
mengawasi kamu.” (QS: An Nisa:1).

Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWt yang memiliki peranan penting
dalam kehidupan di muka bumi. Manusia juga dipandang sebagai makhluk yang paling tinggi
derajatnya dibandingkan makhluk Allah SWT bahkan Allah menyuruh para malaikat untuk
bersujud kepada Adam Alaihi salam. Masyarakat barat memiliki pandangan bahwa manusia
adalah makhluk yang memiliki jiwa dan raga serta dibekali dengan akal dan pikiran. Lalu
bagaimanakah hakikat manusia dalam pandangan islam? Simak penjelasan berikut ini
(baca fungsi iman kepada Allah SWT)
D. POTENSI - POTENSI MANUSIA

Karena manusia adalah satu – satunya makhluk Allah yang diberi tugas sebagai khalifah
di dunia ini. Karena tugasnya sebagai khalifah ini, maka didalam diri manusia pasti meiliki
potensi – potensi yang dapat mendukug tugasnya sebagai khalifah. Karena tidaklah mungkin
Tuhan memberikan tugas kepada manusia tanpa bekal apapun. Ada tiga potensi yang adapada
diri manusia, yaitu potensi akal, potensi jasmani dan potensi rohani.
1. Potensi Akal
Akal adalah karunia yang Allah Swt berikan kepada manusia, yang menjadikan
manusia berbeda dengan makhluk Allah Swt yang lain. Ketinggian derajat manusia
dibandingkan dengan mahkluk yang lain adalah karena manusia memiliki akal. Namun Allah
Swt menghendaki agar akal kita digunakan untuk memikirkan tentang keberadaan dan
keEsaan Allah Swt. Jika akal manusia digunakan untuk memikirkan keberadaan dan keEsaan
Allah maka manusia akan mengenal Allah Swt. Dan akal manusia akan menjadi bernilai di
sisi Allah Swt.
Dengan potensi akal manusia mampu mencari ilmu pengetahuan, penemuan-pene-
muan dan menciptakan segala sesuatunya. Akallah yang bisa kita gunakan untuk menciptakan
ilmu yang bermanfaat dan menciptakan segala sesuatu yang mempunyai kemaslahatan bagi
manusia lainnya, dan begitu pula sebaliknya.
2. Potensi Rohani
Potensi rohani merupakan potensi yang penting bagi manusia. Jiwa atau Ruh
merupakan potensi asasi manusia yang sepenuhnya ditentukan oleh Allah. Dengan potensi
rohani, manusia dapat melihat mana yang haq dan mana yang bathil, mana yang benar dan
mana yang salah, mana yang bersih dan mana yang kotor, maka jika hati manusia bersih
tentunya manusia akan memilih yang haq, benar, dan bersih. Begitu pula sebaliknya. Maka
dari itu sebagai manusia yang memiliki potensi rohani, kita harus memperkuat keyakinan
kita agar potensi ini berjalan dengan baik.
3. Potensi Jasmani
Potensi jasmani manusia sangat didukung oleh kuatnya jasmani. Dan kuatnya jasmani
sangat didukung oleh masukan makanan bergizi yang mengandung zat yang dibutuhkan oleh
tubuh kita dan diikuti pula oleh istirahat yang cukup. Tak lupa olahraga akan membuat
jasmani kita semakin bertambah kuat. Manusia bisa menggunakan potensi ini untuk berbuat
amal kebaikan dan melakukan apa saja yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga,
masyarakat, agama, nusa dan bangsa.
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari uraian diatas adalah bahwa manusia yang
sukses adalah manusia yang mampu mengoptimalkan ketiga potensi yang dimilikinya
semaksimal mungkin secara seimbang. Dan apabila ketiga potensi ini diberi makanan yang
tepat, maka akan terbentuk sosok manusia yang kuat jasmani, kuat akalnya, dan memiliki
kekuatan rohani pula. Ketiga potensi itu harus diisi bersama – sama secara proporsional.

D. KELEMAHAN – KELEMAHAN MANUSIA


Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang mempunyai berbagai kelemahan.
Walaupun manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya dan dalam bentuk yang
sempurna namun tetap memiliki kelemahan yang mendasar sebagai bentuk ujian manusia
ketika hidup di dunia yang fana.

Allah menggambarkan kelemahan-kelemahan manusia dalam al Qur’an. Manusia itu selalu


membantah, bersifat lemah, selalu zalim dan bodoh, senang berbuat maksiat, mencintai
kehidupan dunia, melampaui batas, malas berbuat baik, senang berkeluh

kesah dan gelisah, tergesa-gesa, dan pelit.

Beberapa Bentuk Kelemahan Manusia yang Hidup di Dunia Pada Umumnya :

1. Bodoh

Secara umum kita manusia adalah mahluk yang bodoh karena tuhu kebenaran namun enggan
untuk menjalankan nya, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 72

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan
gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir
akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu
amat zalim dan amat bodoh”.(QS. Al-Ahzab 72)

2. Zalim

Manusia zalim karena cenderung membinasakan diri sendiri serta mencari


kesenangan tanpa mempedulikan nasib orang lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat
Ash-Shuraa[42]:39

Artinya: dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka
membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi
barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka
pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim. Tetapi orang-orang
yang membela diri setelah dizalimi, tidak ada alasan untuk menyalahkan mereka.
Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia
dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksa
yang pedih. Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu
termasuk perbuatan yang mulia.
3. Kikir
Manusia kikir karena suka menimbun harta serta malas untuk menafkahkan hartanya
di jalan Allah SWT.Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra’ ayat 100 Berikut :

Artinya : “Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-


perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut
membelanjakannya". Dan adalah manusia itu sangat kikir”.(QS. Al-Isra 100)

4. Mengeluh

Manusia berkeluh kesah ketika berhadapan dengan kesulitan namun tidak halnya jika
mendapatkan kenikmatan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ma’arij ayat 19 Berikut

Artinya : “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”.(QS. Al-
Ma’arij 19)

5. Lemah

Manusia adalah makhluk yang lemah karena penuh dengan keterbatasan kemampuan
serta mudah meninggal dunia (mati) hanya dengan berbagai hal sepele nan mematikan.
Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 28 Berikut :

Artinya : “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat
lemah”.(QS. An-Nisa 28)

Dari kutipan terjemahan ayat-ayat di atas maka dapat kita simpulkan bahwa manusia
memanglah diberikan kelemahan yang mendasar. Allah SWT memberikan kita kekurangan
agar kita tidak sombong sehingga kita bisa sadar bahwa diri kita lemah dan kecil di hadapan
Allah SWT. Tidak sepantasnya kita menyombongkan diri kita sendiri di hadapan orang lain
karena merasa memiliki berbagai kelebihan strategis yang tidak dimiliki oleh kebanyakan
orang.

E. SIFAT-SIFAT MANUSIA

1. Manusia merupakan makhluk yang lemah

Meski terkadang kita lihat ada manusia yang merasa dirinya kuat dibandingkan
dengan orang lain, namun ternyata semua manusia pada dasarnya sangatlah
lemah. Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 28 Berikut :

Artinya : “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat
lemah”.(QS. An-Nisa 28)

2. Mudah Terpedaya

Diakhir nanti, neraka sesungguhnya akan banyak dihuni oleh manusia dikarenakan
mudahnya manusia terpedaya oleh hasutan setan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al
Infithar Ayat 6 Berikut :

Artinya : “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka)
terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah”.(QS. Al-Infithar 6)

3. Manusia Bersifat Lalai

Banyak ayat yang menjelaskan bahwa manusia merupakan makhluk yang lalai,
terutama dalam ketaatan kepada Allah karena mementingkan kehidupan duniawi.
Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Takasur ayat 1 Berikut :

Artinya : “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu”.(QS. At-Takasur 1)

4. Manusia adalah Penakut

Ketakutan dalam diri manusia bukanlah dalam perkara ghaib saja, namun juga
berbagai perkara yang berhubungan dengan kehidupan yang mereka jalani selama di dunia.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 155 Berikut :
Artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar”.(QS. Al-Baqarah 155)

5. Mudah Bersedih

Manusia diciptakan dengan sifat yang mudah bersedih hati. Karena kesedihan
tersebut, banyak yang akhirnya berputus asa dari pertolongan Allah. Sebagaimana firman
Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 62 Berikut :

6. Tergesa-Gesa

Sifat manusia disebut dalam Al-Qur’an adalah senantiasa tergesa-gesa, baik dalam
amalan untuk dunia ataupun amalan untuk akhirat. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-
Isra ayat 11 Berikut :

Artinya : “Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan.
Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa”.(QS. Al-Isra 11)

7. Suka Membantah

Sifat manusia yang lain adalah suka membantah. Tentu saja hal ini banyak difokuskan
bantahan terhadap keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam
surat An-Nahl ayat 4 Berikut :

Artinya : “Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang
nyata”.(QS. An-Nahl 4)

8. Suka Berlebih-lebihan

Mengapa Allah dalam beberapa ayat senantiasa mengakhiri dengan kalimat ‘Jangan
berlebih-lebihan’? ini karena memang sifat manusia tidak puas dan selalu ingin lebih dalam
segala sesuatu. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Alaq ayat 6 Berikut :

Artinya : “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.”(QS. Al-Alaq


6)

9. Pelupa
Manusia memang seringkali lupa dengan nikmat yang telah Allah berikan. Padahal
nikmat tersebut sangat jelas di hadapannya, namun tertutup karena sifat buruknya.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Az-Zumar ayat 8 Berikut :

Artinya : “Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan)
kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan
nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada
Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi
Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah
dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".
(QS. Az-Zumar 8)

10. Senang Berkeluh Kesah

Tak hanya senang bersedih, namun manusia juga senantiasa berkeluh kesah atas
kehidupan yang Allah berikan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ma’arij ayat 20
Berikut :

Artinya : “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit
mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan”.(QS. Al-
Ma’arij 20)

11. Manusia Makhluk Kikir

Sifat yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan merupakan sifat yang buruk adalah kikir
dimana ia enggan untuk membagi nikmat yang telah didapatnya kepada orang lain.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 100 Berikut :

Artinya : “Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-


perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut
membelanjakannya". Dan adalah manusia itu sangat kikir”.(QS. Al-Isra 100)

12. Kufur Nikmat

Sifat manusia yang sangat buruk dan telah disebut dalam Al-Qur’an adalah kufur
terhadap nikmat Allah. Sebagaimana firman Allah dalam surat Az-Zukhruf ayat 15 Berikut :

Artinya : “Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian


daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap
rahmat Allah)”.(QS. Az-Zukhruf 15)
13. Senang Menuruti Prasangka

Manusia merupakan makhluk yang lebih dahulu mengutamakan prasangka. Tak heran jika
Allah menyebut sifat manusia tersebut dalam Al-Qur’an dengan jelas. Sebagaimana firman Allah
dalam surat Yunus ayat 36 Berikut :

Artinya : “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya
persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan”.(QS. Yunus 36)

F. KELEBIHANNYA ATAS MAKHLUK LAIN

Manusia pada hakikatnya sama saja dengan makhluk hidup lainnya, yaitu memiliki
hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan di dukung oleh pengetahuan
dan kesadaran. Perbedaan di antara keduanya terletak pada dimensi pengtahuan, kesadaran,
dan tingkat tujuan. Di sinilah letak kelebihan dan keunggulan yang di banding dengan
makhluk lain. Di banding makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan. Kelebihan itu
membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-
Isra ayat 70 Berikut :

Artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak adam (manusia) dan Kami
angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami melebihkan mereka atas makhluk-makhluk
yang Kami ciptakan, dengan kelebihan yang menonjol”. ( QS. Al Isra 70)

Pada prinsipnya, malaikat adalah makhluk yang mulia. Namun jika manusia beriman
dan taat kepada Allah SWT ia bisa melebihi kemuliaan para malaikat. Ada beberapa alasan
yang mendukung pernyataan tersebut.

Pertama, Allah SWT memerintahkan kepada malaikat untuk bersyujud (hormat)


kepada Adam as. Allah berfirman saat awal penciptaan manusia dalam surat Al-Baqarah ayat
34 Berikut :

Artinya : “Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada Malaikat, sujudlah kamu kepada
adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur dan ia adalah termasuk
golongan kafir”.( QS. Al Baqarah 34)

Manusia memiliki karakter yang khas, bahkan di bandingkan makhluk lain yang
paling mirip sekalipun. Kekhasan inilah yang menurut Al-Qur’an menyebabkan adanya
konsekuensi kemanusiaan di antaranya kesadaran, tanggung jawab, dan pembalasan. Diantara
karakteristik manusia adalah:

1. Aspek kreasi

Apapun yang ada pada tubuh manusia sudah di rakit dalam suatu tatanan yang terbaik
dan sempurna. Hal ini bisa di bandingkan dengan makhluk lain dalam aspek penciptaannya.
Mungkin banyak kesamaannya, tetapi tangan manusia lebih fungsional dari tangan sinpanse,
demikian pula organ-organ lainnya.

2. Aspek ilmu

Hanya manusia yang punya kesempatan memahami lebih jauh hakekat alam semesta
di sekelilingnya. Pengatahuan hewan hanya berbatas pasa naluri dasar yang tidak bisa di
kembangkan melalui pendidikan dan pengajaran. Manusia menciptakan kebudayaan dan
peradaban yang terus berkembang.

3. Aspek kehendak

Manusia memiliki kehendak yang menyebabkan bisa mengadakan pilihan dalam


hidup. Makhluk lain hidup dalam suatu pola yang telah baku dan tak akan pernah berubah.
Para malaikat yang mulia tak akan pernah menjadi makhluk yang sombong atau maksiat.

4. Pengarahan akhlak

Manusia adalah makhluk yang dapat di bentuk akhlaknya. Ada manusia yang
sebelulmnya baik, tetapi karena pengaruh lingkungan tertentu dapat menjadi penjahat.
Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu lembaga pendidikan diperlukan untuk
mengarahkan kehidupan generasi yang akan datang.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Hakekat manusia adalah kebenaran atas diri manusia itu sendiri sebagai makhluk
yang diciptakan oleh Allah SWT. Tetapi terdapat dua sudut pandang yang dapat digunakan
untuk memahami apa hakekat manusia itu, yaitu dari pandangan umum dan pandangan
agama Islam.

Hakekat manusia menurut pandangan umum mempunyai arti bermacam-macam, karena


tedapat berbagai ilmu dan perspektif yang memaknai hakekat manusia itu sendiri. Seperti
dalam perspektif filsafat menyimpulkan bahwa manusia merupakan hewan yang berpikir
karena memiliki nalar intelektual. Dalam perspektif ekonomi mengatakan bahwa manusia
adalah makhluk ekonomi. Perspektif Sosiologi melihat bahwa manusia adalah makhluk social
yang sejak lahir hingga matinya tidak pernah lepas dari manusia lainnya. Sedangkan,
perspektif antropologi berpendapat manusia adalah makhluk antropologis yang mengalami
perubahan dan evolusi. Dan dalam perspektif psikologi, manusia adalah makhluk yang
memiliki jiwa.

Hakekat manusia menurut pandangan Islam:

1. Sebagai khalifah dimuka bumi

2. Untuk beribadah kepada Allah

B. SARAN
Sebagai civitas akademik yang berpendidikan, sebaikya mahasiswa memahami
pengertian hakikat manusia dan dapat menerapkan hakikat manusia di dunia pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA

- Ari Mardana, 2015., Hakikat Manusia Dalam


Islam. http://arimardana.blog.fisip.uns.ac.id/2015/04/23/hakikat-manusia-menurut-
islam/Diakses pada tanggal 19 Oktober 2016.

- Hj. Khairuddin bin Haiyon, 2016., Asal Usul Kejadian


Manusia. http://www.jais.gov.my/article/asal-usul-kejadian-manusiaDiakses pada tanggal 19
Oktober 2016.

- Tina Aulia, 2010., Potensi-Potensi


Manusial. https://tianista.wordpress.com/2010/10/26/potensi-potensi-manusia/ Diakses pada
tanggal 19 Oktober 2016.

- Agung Sasongko, 2014., Ini Sifat-sifat Manusia Dalam Al-


Qur’an. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/14/11/09/ner00l-
ini-15-sifat-manusia-dalam-alquranDiakses pada tanggal 20 Oktober 2016.

- Islam Wiki, 2012., Kelemahan Manusia Menurut Agama


Islam.http://islamiwiki.blogspot.co.id/2012/06/kelemahan-manusia-menurut-agama-
islam.html Diakses pada tanggal 20 Oktober 2016.

- Ammar Aulia, 2015., Beberapa Kelebihan Manusia Jika di Bandingkan Dengan Makhluk
Yang Lain.http://ammaraulia.blogspot.co.id/2015/09/beberapa-kelebihan-manusia-jika-
di.html Diakses pada tanggal 20 Oktober 2016