Anda di halaman 1dari 13

Nama : Rimbi Rodiyana Sova

Kelas : Kimia B 2017


NIM : 17030234047
TUGAS BAB VII
PENERBITAN LEMBAGA DAN PERHIMPUNAN ILMIAH

1. Dua buah terbitan LIPI


a. - nama terbitan : Jurnal Teknologi Lingkungan
- judul : Karakterisasi Ekstrak Tapioka dan Tapioka Ionik sebagai Biokoagulan
dalam Proses Pengolahan Air
- nomor, jilid, tahun : nomor 2, volume 19 , tahun 2018
- sejak kapan mulai terbit : juli 2018 , harga : tidak tertera/gratis.
- ruang lingkup isi : pengolahan air limbah, pelestarian lingkungan berbasis
biokoagulen, pengendalian cemaran air,pembuatan dan pemanfaatan tapioka
ionik sebagai alternatif biokoagulen yang murah.
- kutipan satu ringkasan tulisan/artikelnya: Proses koagulasi dengan
menggunakan tapioka ionik akan memberikan nilai efisisensi penurunan
kekeruhan yang lebih tinggi daripada ekstrak tapioka.
- Diperoleh dari perpustakaan/web : http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL

b. - nama terbitan : Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara


- judul : Pengaruh Zeolit Sebagai Agregat Kasar Dan Abu Batubara Sebagai
Bahan Campuran Semen Terhadap Kuat Tekan Paving Block
- nomor, jilid, tahun : Nomor 3, Volume 14, tahun 2018
- sejak kapan mulai terbit : september 2018
- ruang lingkup isi : pemanfaatan limbah abu batu bara dari PLTU, uji pavling
block sesuai standar, uji penggunaan zeolit.
- kutipan satu ringkasan tulisan/artikelnya: Penggunaan abu batubara dalam
campuran dapat mengurangi ketergantungan terhadap semen karena
kandungan kimianya yang mirip dengan semen, terlihat dari pengaruh
penggunaannya terhadap kenaikan nilai kuat tekan sebesar 13,85% dengan
penambahan 100% abu batubara terhadap volume semen.
- Diperoleh dari perpustakaan/web : https://jurnal.tekmira.esdm.go.id
2. cari informasi tentang LIPI, bandingkan informasi yang anda peroleh (sebutkan
sumbernya) dengan yang tertulis dalam buku ini?
jawab :
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah Lembaga Pemerintah Non
Kementerian (LPNK) yang berada dalam koordinasi Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang bertanggung jawab langsung kepada
Presiden. LIPI memiliki tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian
ilmu pengetahuan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Adapun bidang penelitian unggulan yang ada di LIPI, antara lain:

1. Keanekaragaman Hayati, Lingkungan dan Maritim

2. Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan

3. Kesehatan dan Farmasi

4. Material Maju

5. Energi dan Transportasi

6. Teknologi, Informasi dan Komunikasi serta Pertahanan dan Keamanan

7. Dinamika Sosial, Kemanusiaan dan Kebudayaan

8. Inovasi Teknologi dan Pendayagunaan Iptek

Sejarah LIPI

Pembentukan LIPI memiliki sejarah yang panjang. Setelah melewati beberapa fase
kegiatan ilmiah sejak abad ke-16 hingga tahun 1956, pemerintah Indonesia
membentuk Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) melalui Undang-Undang
(UU) No.6 Tahun 1956. Tugasnya adalah membimbing perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta memberi pertimbangan kepada pemerintah dalam hal
kebijaksanaan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1962, pemerintah membentuk
Departemen Urusan Riset Nasional (DURENAS) dan menempatkan MIPI di
dalamnya dengan tugas tambahan membangun dan mengasuh beberapa lembaga riset
nasional. Hingga pada tahun 1966, status DURENAS menjadi Lembaga Riset
Nasional (LEMRENAS). Sejak Agustus 1967, pemerintah membubarkan
LEMRENAS dan MIPI dengan SK Presiden RI No. 128 Tahun 1967. Setelah itu,
pemerintah berdasarkan Keputusan MPRS No. 18/B/1967 membentuk LIPI dan
menampung seluruh tugas LEMRENAS dan MIPI ke dalam lembaga tersebut. Tugas
pokoknya adalah (1) membimbing perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang berakar di Indonesia agar dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat
Indonesia pada khususnya dan umat manusia pada umumnya; (2) mencari kebenaran
ilmiah di mana kebebasan ilmiah, kebebasan penelitian serta kebebasan mimbar
diakui dan dijamin, sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945;
(3) mempersiapkan pembentukan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (sejak 1991,
tugas pokok ini selanjutnya ditangani oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi
dengan Keputusan Presiden (Keppres) No. 179 tahun 1991).
Seiring perkembangan kemampuan nasional dalam bidang iptek, lembaga ilmiah di
Indonesia pun mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Menyikapi hal tersebut,
peninjuan dan penyesuaian tugas pokok dan fungsi serta susunan organisasi LIPI terus
dilakukan. Di antaranya, penetapan Keppres No.128 Tahun 1967 tanggal 23 Agustus
1967 diubah dengan Keppres No.43 Tahun 1985. Hal tersebut masih disempurnakan
lebih lanjut dengan Keppres No. 1 Tahun 1986 tanggal 13 Januari 1986 tentang
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Terakhir, penyempurnaan dilakukan dengan
penetapan Keppres No. 103 Tahun 2001

Tugas :
Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang ilmu pengetahuan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi :

1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang penelitian ilmu


pengetahuan.

2. Penyelenggaraan riset keilmuan yang bersifat mendasar.

3. Penyelenggaraan riset inter dan multi disiplin terfokus.


4. Pemantauan, evaluasi kemajuan, dan penelaahan kecenderungan ilmu
pengetahuan dan teknologi.

5. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas LIPI.

6. Pelancaran dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang ilmu


pengetahuan.

7. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang


perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian,
keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

Indikator Kinerja Umum (IKU) :

1. Kualitas pengetahuan para peneliti : mengukur upaya yang dilakukan organisasi


dalam memperkuat kompetensi inti (melalui penelitian dan pengembangan) untuk
menciptakan dan menemukan pengetahuan baru yang berdampak luas.

2. Hasil dan kapasitas penelitian : sda.

3. Potensi kekayaan alam dan budaya Indonesia : mengukur kemampuan organisasi


dalam meningkatkan nilai invensi (penciptaan) dan penemuan yang diintegrasikan
dengan faktor-faktor yang mendukung terjadinya inovasi bernilai ekonomi.

4. Kreativitas dalam menciptakan iptek yang bernilai ekonomis : sda.

5. Jaringan antara LIPI dengan industri dan pihak terkait lainnya dalam
meningkatkan adopsi inovasi : sda.

6. Timbangan ilmiah dan rekomendasi untuk menjawab isu nasional : mengukur


dukungan organisasi dalam mendorong terciptanya kebijakan strategis dalam
upaya penegakan good governance.

7. Hasil kajian kebijakan LIPI dipakai sebagai rujukan : sda.

8. Akses terhadap pengetahuan : mengukur upaya yang dilakukan organisasi untuk


turut meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam berperilaku
rasional (ilmiah) dan humanis melalui peningkatan akses masyarakat terhadap
pengetahuan.

9. Perilaku “rasional” dalam masyarakat : sda.

10. Peran LIPI dalam pergaulan dunia internasional : mengukur upaya yang dilakukan
organisasi untuk turut memperjuangkan kepentingan nasional dan posisi tawar
Indonesia di dunia internasional. Mengukur kemampuan organisasi dalam
meningkatkan kontribusi dan keterlibatan ilmiah Indonesia pada aras
internasional.

11. Sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi kebutuhan : mengukur


kemampuan organisasi dalam meningkatkan, memelihara dan memanfaatkan
sarana atau prasarana penelitian, infrastruktur dan standar ilmiah, dokumentasi
dan pemanfaatan informasi ilmiah.

12. Tata kelola organisasi yang baik (good corporate governance) : mengukur kinerja
organisasi untuk memantapkan sistem manajemen kelembagaan.

13. Sumber daya manusia (SDM) yang kompeten : sda.

Kewenangan

1. Institusi pemegang otoritas keilmuan dalam berbagai aspek, seperti pemberian


data dan timbangan ilmiah dalam rangka konservasi keanekaragaman hayati,
termasuk juga dalam pelaksanaan konvensi internasional, seperti Convention on
International Trade in Endangered Species of Wild Fauna (CITES) dan Flora
dan Convention on Biological Diversity(CBD).

2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis


Tumbuhan dan Satwa, PP No. 8/1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan
Satwa Liar, serta PP No. 60/2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan, LIPI
ditetapkan sebagai otoritas keilmuan dengan wewenang:
o Memberikan rekomendasi kepada otoritas pengelola tentang penetapan
daftar klasifikasi, kuota penangkapan dan perdagangan, termasuk ekspor,
re-ekspor, impor, introduksi dari laut semua spesimen tumbuhan dan satwa

o Memonitor ijin perdagangan, dan realisasi perdagangan serta memberikan


rekomendasi kepada otoritas pengelola tentang pembatasan pemberian ijin
perdagangan tumbuhan dan satwa liar karena berdasarkan evaluasi secara
biologis pembatasan seperti itu perlu dilakukan

o Bertindak sebagai pihak yang independen memberikan rekomendasi


terhadap konvensi internasional di bidang konservasi tumbuhan dan satwa
liar

o Memberikan rekomendasi pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar untuk


keperluan penelitian yang akan dibawa ke luar negeri.

3. Berperan dalam memberikan data dan timbangan ilmiah dalam Rencana Tata
Ruang dan Wilayah (RTRW) serta dalam penetapan kawasan konservasi in-situ
dengan menggunakan konsep Cagar Biosfer sebagai Model Pengelolaan Kawasan
untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

4. Berdasarkan Perpres No. 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, LIPI diberikan
mandat untuk menetapkan rencana pengembangan Kebun Raya di Indonesia serta
memberikan pendampingan, pembinaan, dan pengawasan teknis perkebunrayaan.

5. Sesuai dengan Keppres No. 13 Tahun 1997 tentang Badan Standardisasi Nasional
dan Keppres No. 79 Tahun 2001 tentang Komite Standar Nasional Satuan Ukuran
(KSNSU), LIPI mendapat amanat untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi
KSNSU sebagai pengelola teknis ilmiah standar nasional untuk satuan ukuran.

6. Berdasarkan Permen PAN-RB No. KEP/128/M.PAN/2004 tentang jabatan


fungsional peneliti dan angka kreditnya, LIPI memiliki kewenangan sebagai
pembina jabatan fungsional peneliti nasional dan bertanggung jawab menilai
akreditasi peneliti dan mengawasi kualitas termasuk etika peneliti, baik peneliti
LIPI maupun kementerian dan lembaga lain non LIPI.
7. Berwenang untuk membina dan melaksanakan proses pengukuhan profesor riset
untuk seluruh peneliti dari institusi riset di Indonesia.

8. National Center of International Standard Serial Number (ISSN) dengan


kewenangan untuk menerbitkan ISSN dan melakukan pemantauan atas seluruh
publikasi terbitan berkala yang diterbitkan di Indonesia.

9. Mengelola National Science and Technology Park di Cibinong Science Center dan
7 Techno Park di Samosir, Sumatera Utara; Tasikmalaya, Jawa Barat;
Banyumulek, Nusa Tenggara Barat; Enrekang, Sulawesi Selatan; Mataram;
Ternate, Maluku Utara; dan Tual Maluku

10. Di tingkat internasional, LIPI menjadi anggota berbagai lembaga ilmiah


internasional dan berperan sebagai focal point nasional untuk:

 Organisasi Internasional: Association of Asian Social Science Research Councils


(AASSREC); Asia Pacific Metrology Program (APMP); Asia and Pacific Centre
for Transfer Technology (APCTT); Flora Malesiana Foundation
(Rijksherbarium); International Council of Scinetific Union (ICSU); Committee
on Data for Science and Technology (CODATA-ICSU); International Federation
of Social Science Organizations (IFSSO); Pacific Science Association (PSA);
World Association of Industrial and Technological Research Organizations
(WAITRO); Botanic Gardens Conservation International (BGCI); Global
Biodiversity Information Facility (GBIF)

 Organisasi di bawah UNESCO, yakni: Intergovernmental Oceanographic


Commission (IOC); International Hydrology Program (IHP); Man and Biosphere
(MAB); Memorial of the World (MOW); Management of Social Transformations
(MOST) dan

 ASEAN COST yang terbagi atas Sub Committee on Microelectronics and


Information Technology (SCMIT); Sub Committee on Convention Energy
Research (SCNCER); Sub Committee on Materials Science and
Technology (SCMST); Sub Committee on Food Science
&Technology (SCFST); Sub Committee on Biotechnology (SCB); Sub Committee
on Marine Science & Technology (SCMST)

 Terkait CBD, LIPI ditunjuk sebagai national focal point Global Taxonomic
Initiatif (GTI), Subsidiary Body on Scientific, Technical and Technological
Advices(SBSTTA) dan Global Strategy for Plant Conservation (GSPC).
Sumber :
http://satulayanan.id/layanan/index/85/lembaga-ilmu-pengetahuan-indonesia-lipi/lipi
http://lipi.go.id/tentang
Perbandingan sumber diatas dengan buku :
Penjelasan kewenangan yang dimiliki LIPI pada sumber diatas lebh rinci daripada
yang ada di buku.

3. Tuliskan layanan publik yang dilakukan oleh LIPI.


Jawab :
o Berkas Digital : berkas-berkas LIPI yang tersedia secara digital
o Akreditasi Jurnal : adanya sistem informasi akreditasi jurnal ilmiah (SITASI)
o Indikator Iptek : Kajian Indikator (KI) LIPI merupakan wadah online untuk
menampung beragam hasil kajian terkait indikator yang telah atau sedang
dilakukan di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Indikator berperan penting sebagai alat kuantitatif untuk melihat kondisi aktual dari
suatu fenomena sosial, serta menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan
untuk mengambil kebijakan yang tepat dan obyektif. Di LIPI kajian mendalam
terkait indikator dimotori oleh Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (Pappiptek). Selain itu beberapa satuan kerja terkait juga
melaksanakan kegiatan indikator terkait dengan tugas dan fungsinya. KI disini
meliputi indikator pasar yang menggambarkan status terkini dari suatu fenomena,
serta indikator teknis yang mencakup pemodelan dan pembuatan indeks.
o Layanan :
o Sarana penelitian
 Pengujian
 Analisis
 Pengukuran
 Kalibrasi
 Produksi
 Peralatan dan mesin
o Umum
 Kunjungan
 Pelatihan
 Workshop
o Konsultasi ilmiah
o Bimtek
 Magang
 Pkl
 Tugas akhir
 Lkir
o Akreditasi dan sertifikasi
o Sarana non penelitian
 Gedung
 Ruangan
o Kerjasama
 Kerjasama nasional
 Kerjasama internasional
o Contoh produk
 Contoh produk penelitian
o Registrasi ISSN :
Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI memiliki tugas dan
wewenang untuk melakukan pemantauan atas seluruh publikasi terbitan berkala
yang diterbitkan di Indonesia. Sebagai bagian dari tanggung-jawab tersebut, PDII
menerbitkan ISSN (International Standard of Serial Number) yang merupakan
tanda pengenal unik setiap terbitan berkala yang berlaku global.
o Registrasi PB3N :
Standar Waktu Sesuai dengan Keppres No. 61/1981 tentang Tim Penilai Penemuan
Baru yang Bermanfaat Bagi Negara, kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS)
RI (kecuali PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu) yang
menghasilkan Penemuan Baru yang Bermanfaat bagi Negara (PB3N) dapat
diberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat istimewa. Kenaikan pangkat ini
berupa percepatan kenaikan pangkat berkala yang normalnya membutuhkan waktu
4 tahun menjadi 1, 2 atau 3 tahun tergantung pada hasil penilaian tingkat
kemanfaatan penemuan. Sesuai dengan Keppres, Tim Penilai dan surat penetapan
sebagai PB3N diketuai dan dikeluarkan oleh Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI).
o LPSE :
Pusat Penelitian Metrologi (Puslit Metrologi - LIPI)
Waktu Standar Nasional
Laboratorium Waktu & Frekuensi
Penjaga Pengukuran Standar Fisik Waktu & Frekuensi untuk Indonesia
o Penerbit LIPI :
LIPI Press mengundang penulis potensial dari dalam dan luar LIPI untuk
menerbitkan karyanya. Penulis LIPI dapat mengirimkan karyanya melalui
TERBITAN-KU di INTRA LIPI, sedangkan penulis luar LIPI dapat mengirimkan
karyanya melalui halaman FORMULIR TERBITAN BARU.
o Kegiatan : kegiatan-kegiatan yang dilakukan LIPI misalnya sosialisasi, monitoring,
peningkatan mutu, evaluasi, dsb.
o Kerjasama : informasi kerjasama yang dilakukan LIPI baik yang akan dimulai ,
sedang berjalan, dan yang baru saja terakhir. Kerja sama yang dilakukan dengan
pihak dalam negeri maupun luar negeri

4. Mengapa perlu ada paten dan standar?


 Paten sangat diperlukan guna :
1. Memberikan Perlindungan Hukum atas setiap karya intelektual di bidang teknologi,
sehingga terjamin hak kepemilikan pemegang paten.
2. Mewujudkan iklim yang lebih baik bagi kegiatan invensi di bidang teknologi, sebab
teknologi memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional secara
umum dan khususnya di sektor industri,
3. Memberikan insentif bagi para inventor dalam melakukan inovasi baru melalui hak
eksklusif atas invensi yang dihasilkannya.
4. Sarana pengungkapan terbuka mengenai informasi teknologi terkini yang
dipatenkan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk penyempurnaan dan
pengembangan teknologi lebih lanjut.
- selain itu pemerintah memberikan garansi kepada yang menemukan sesuatu hal
yang bersifat baru dan berguna, baik penemuan itu berupa mesin, susunan suatu zat.
Paten dapat mendorong seseorang untuk turut memajukan ilmu pengetahuan. Tiap
tahun kira-kira terdaftar 250.000 paten diseluruh dunia.
Manfaat paten:
1. Hak ekslusif
2. Kepastian hukum
3. Insentif terhadap suatu kreasi teknologi
4. Posisi pasar yang kuat
5. Meningkatkan daya saing
6. Kesempatan lisensi
7. Mendorong investasi (FDI)
8. Katalis transfer teknologi
9. Strategi perencanaan perdagangan dan industry

 Standar sangat penting karena memberikan patokan-patoka untuk kualitas,


susunan, ukuran, nama, cara pengujian dan sebagainya. Standar akan memberikan
kriteria untuk penilaian, mengenai apa yang harus dinilai, bagaimana cara sesuatu
harus dinilai. Suatu standar merupakan contoh/model, sehingga sesuatu barang
atau sesuatu metode kegiatan dapat dibandingkan. Standar memberikan
kepercayaan atas terjaminnya suatu barang mempunyai mutu yang tetap dan baik.
Pada bidang kimia, bila tidak ada standar analis kimia sukar untuk meneliti dan
memastikan kualitas benda-benda.
5. Sebutkan penerbitan ilmiah dalam dan luar negeri (masing-masing minimal 5
penerbitan)
Jawab :
 Penerbitan ilmiah dalam negeri :
1. LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

2. KNAPI (Komite Nasional Akreditasi Penerbit Ilmiah).

3. IPI (Institut Penulis Indonesia).


4. LPB (Lembaga Penerbitan Balitbangkes).

5. IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia).

 Penerbitan ilmiah luar negeri :

NAMA
NO PENERBI ALAMAT URL
T

Cambridge
1 http://www.cambridge.org
Univ Press

Cabi
2 http://www.cabi.org
Publishing

Edward
3 http://www.e-elgar.co.uk/
Elgar

4 CRC Press http://www.crcpress.com

Sage
5 http://www.uk.sagepub.com
Publication

Prentice
6 http://www.pearsoned.co.uk
Hall

Blackwell
7 http://www.blackwellpublishing.com
Publ

8 Routledge http://www.routledge.com

9 Elsevier http://www.elsevier.com
Woodhead
10 http://www.woodheadpublishing.com
Publ

11 Amazon http://www.amazon.com