Anda di halaman 1dari 9

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN

DAPUS:
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Kedokteran : dari Sel ke Sistem. Jakarta : EGC
Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: EGC
Mescher, Anthony L. 2011. Histologi Dasar Junqueira. Jakarta: EGC

Kelenjar endokrin tidak memiliki saluran, hasil sekresi dihantarkan tidak melaui saluran, tapi dari selsel
endokrin langsung masuk ke pmbuluh darah. Selanjutnya hormon tersebut dibawa ke sel-sel target (responsive
cells) tempat terjadinya efek hormon. Sedangkan ekresi kelenjar eksokrin keluar dari tubuh kita melalui saluran
khusus, seperti uretra dan saluran kelenjar ludah.
Tubuh kita memiliki beberapa kelenjar endokrin. Diantara kelenjar-kelenjar tersebut, ada yang berfungsi sebagai
organ endokrin murni artinya hormon tersebut hanya menghasilkan hormon misalnya kelenjar pineal, kelenjar
hipofisis / pituitary, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal suprarenalis, dan kelenjar timus. Selain
itu ada beberapa organ endokrin yang menghasilkan zat lain selain hormon yakni:
a. HIPOFISIS SEREBRI
 Ukuran dan lokasi
Kelenjar hipofisis adalah organ berbentuk oval, sebesar kacang dengan berat sekitar 0,5 g.
Organ ini melekatdi bagian dasar hipotalamus otak pada batang yang disebut
infundibulum (batang hipotalamus).
 Jenis kelenjar
 Lobus anterior (adenohipofisis) kelenjar ini terdiri dari pars distalis, pars tuberalis,
dan pars intermedia.
1. Pars distalis merupakan tonjolan lobus anterior
2. Pars tuberalis pada manusia tereduksi menjadi lempeng tipis sel-sel epitelia pada
bagian superior pars distalis.
3. Pars intermedia bersebelahan dengan pars distalis, sangat jelas pada janin tetapi
tereduksi setelah dewasa.
 Lobus posterior pituitari (neurohipofisis) tersusun dari pars nervosa dan
infundibulum.
1. Pars nervosa terhubung dengan hipotalamus otak.
2. Infundibulum (batang saraf) menghubungkan neurohipofisis dengan otak.
 Asal embriologik lobus
a) Adenohipofisis berasal dari pertumbuhan, envaginasi (kantong rathke), epitelium pada
bagian dasar rongga mulut primitif.
b) Neurohipofisis dibentuk dari tonjolan tabung saraf ke arah bawah dibagian dasar
hipotalamus. Bagian ini mempertahankan hubungan langsung saraf dengan otak melalui
infundibulum.

Hipofisis lobus anterior


Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dapat dilihat pada gambar .
Macam-macam fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dan gangguannya.
NO HORMON YANG DIHASILKAN FUNGSINYA
Hormon Somatotropin (STH), merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak, serta
Hormon pertumbuhan (Growth merangsang pertumbuhan tulang (terutama tulang pipa) dan otot.
1
Hormone / GH)

Hormon tirotropin atau Thyroid Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok
2
Stimulating Hormone (TSH) atau tiroid serta merangsang sekresi tiroksin.
Adrenocorticotropic hormone Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit
(ACTH) ginjal dan merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan
3
glukokortikoid (hormon yang dihasilkan untuk metabolisme
karbohidrat)
Prolaktin (PRL) atau Lactogenic Membantu kelahiran dan memelihara sekresi susu oleh kelenjar
4
hormone (LTH) susu
Hormon gonadotropin pada
wanita :
- Merangsang pematangan folikel dalam ovarium dan
5 1. Follicle Stimulating menghasilkan estrogen.
Hormone (FSH)
- Mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan
2. Luteinizing Hormone (LH) menghasilkan progestron.
Hormone gonadotropin
pada pria :
- Merangsang terjadinya spermatogenesis (proses
1. FSH pematangan sperma) .
6

- Merangsang sel-sel interstitial testis untuk


2. Interstitial Cell Stimulating memproduksi testosteron dan androgen
Hormone (ICSH)

Hipofisis lobus posterior


Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya dapat dilihat pada gambar dan tabel
dibawah ini.
Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya :
HORMON YANG
NO FUNGSINYA
DIHASILKAN
Oksitosin Menstimulasi kontraksi otot polos pada uterus wanita selama proses
1
melahirkan.
Hormon ADH Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan darah dengan cara
2
menyempitkan pembuluh darah.
Regulasi hormon ADH
Banyak sedikitnya cairan yang masuk dalam sel akan di deteksi oleh hipotalamus. Jika cairan (plasma) dalam
darah sedikit, maka hipofisis akan mensekresikan ADH untuk melakukan reabsorpsi (penyerapan kembali)
sehingga darah mendapatkan asupan cairan dari hasil reabsorpsi tersebut. Dengan demikian kadar cairan
(plasma) dalam darah dapat kembali seimbang. Selain itu, karena cairan pada ginjal sudah diserap, maka
urinenya kini bersifat pekat. Jika seseorang buang air kecil terus menerus, diperkirakan hipofisis posteriornya
mengalami gangguan sebab ADH tidak berfungsi dengan baik. Nama penyakit ini disebut diabetes insipidus.
a. GLANDULA TIROID
Glandula tiroid terdiri dari 2 lobus lateral dihubungkan melalui sebuah ismus yang sempit. Organ ini
terletak di atas permukaan anterior kartilago tiroid trakea, tepat dibawah laring. Glandula tiroid
menghasilkan dua macam hormon yaitu tiroksin (T4) dan Triiodontironin (T3).

HORMON YANG
NO FUNGSINYA
DIHASILKAN
Tiroksin Mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, dan kegiatan
1
sistem saraf.
Triiodontironin Mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan dan kegiatan
2
sistem saraf.
Kalsitonin Menurunkan kadar kalsium dalam darah dengan cara mempercepat
3
absorpsi kalsium oleh tulang.
Regulasi hormon Tiroid
Jenis penyakit tiroid yang utama:
 Hipertiroidisme / Tirotoksikosis

 Hipotiroidisme

Hyperthyroidism / thyrotoxicosis, hormon tiroid T3 dan T4 didapati lebih tinggi daripada orang biasa.

b. GLANDULA PARATIROID
Biasanya terdapat empat buah dan berhubungan erat dengan pinggir posterior glandula thyroidea, terletak
didalam bungkus fascianya. Kedua glandula parathyroidea superior mempunyai posisi yang lebih kostan dan
terletak setinggi pertengahan pinggir posterior glandula thyroidea. Kedua glandula parathyroidea inferior
biasanya terletak dekat kutub inferior glandula thyroidea.
 Berjumlah empat buah terletak di belakang glandula tiroid.
 Glandula ini menghasilkan parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion kalsium
dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur : absorpsi kalsium dari usus, ekskresi kalsium oleh
ginjal, dan pelepasan kalsium dari tulang.
 Hormon paratiroid meningkatkan kalsium darah dengan cara merangsang reabsorpsi kalsium di ginjal
dan dengan cara penginduksian sel–sel tulang osteoklas untuk merombak matriks bermineral pada
osteoklas untuk merombak matriks bermineral pada tulang sejati dan melepaskan kalsium ke dalam
darah
 Jika kelebihan hormon ini akan berakibat berakibat kadar kalsium dalam darah meningkat, hal ini akan
mengakibatkan terjadinya endapan kapur pada ginjal.
 Jika kekurangan hormon menyebabkan kekejangan disebut tetanus.
 Kalsitonin mempunyai fungsi yang berlawanan dengan PTH, sehingga fungsinya menurunkan kalsium
darah.
Fungsi umum glandula paratiroid adalah:
1) Mengatur metabilisme fosfor
2) Mengatur kadar kalsium darah.
c. GLANDULA ADRENAL (SUPRARENAL)
Kedua glandula adrenal (suprarenal) merupakan organ retroperitoneal yang berwarna kekuningan pada polus
superior ren. Glandula adrenal dextra terletak di belakang lobus hepatica dextra dan terbentang ke medial di
belakang vena cava inferior. Glandula adrenal sinistra terletak dibelakang pancreas, omentum minus, dan
terletak posterior terhadap diaphragma.
HORMON YANG
NO FUNGSINYA
DIHASILKAN
Bagian korteks adrenal
: - Mengontol metabolisme ion anorganik.

1
a. Mineralokortikoid - Mengontrol metabolisme glukosa

b. Glukokortikoid
Bagian medula adrenal Kedua hormon tersebut bekerja sama dalam hal berikut :
: a. dilatasi bronkiolus.
Adrenalin (epinefrin) dan b. vasokonstriksi pada arteri.
noradrenalin c. vasodilatasi pembuluh darah otak dan otot.
2
d. mengubah glikogen menjadi glukosa dalam
e. hati.
f. gerak peristaltik.
g. bersama insulin mengatur kadar gula darah.

d. PANKREAS ENDOKRIN
Sel endokrin pankreas dapat ditemukan dalam pulau-pulau langerhans, yaitu kumpulan kecil sel yang tersebar di
seluruh organ. Ada empat jenis sel penghasil hormon yang terindentifikasi dalam pulau-pulau tersebut.
1. Sel alfa mensekresi glukagon, yang meningkatkan kadar gula darah.
2. Sel beta mensekresi insulin, yang menurunkan kadar gula darah.
3. Sel delta mensekresi somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan, yang
menghambat sekresi glukagon dan insulin.
4. Sel F mensekresi polipeptida pankreas, sejenis hormon pencernaan untuk fungsi yang tidak jelas,
yang dilepaskan setelah makan.

e. GLANDULA PINEAL
Glandula pineal terbentuk dari jaringan saraf dan terletak di langit-langit ventrikel ketiga otak.
Glandula ini terdiri dari pinealosit dan sel neuroglia penopang. Seiring pertambahan usia , glandula
mengakumulasi cadangan kalsium yang disebut “brain sand” (acervulus).
Hormon yang disekresi glandula pineal adalah hormon melatonin yang memiliki efek inhibisi terhadap
pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melanin oleh melanosit di kulit.
f. GLANDULA TIMUS
Glandula timus terletak dibagian posterior thoraks terhadap sternum dan melapisi bagian atas jantung.
Glandula ini ukurannya besar di masa kanak-kanak dan mengecil seiring pertambahan usia.
Hormon atau faktor yang diproduksi glandula ini meliputi 6 peptida yang secara kolektif disebut
timosin. Timosin mengendalikan perkembangan sistem imun dependen timus dengan menstimulasi
diferensiasi dan proliferasi sel limfosit-T.
g. GONAD (TESTIS DAN OVARIUM)
OVARIUM
Terletak di rongga pelvis bagian lateral, posterior dari tuba uterina, inferior dari atas panggul. Ovarium ini
terletak pada dinding lateralis panggul di dalam sebuah lekuk yang disebut fossa ovarica Waldeyeri. Kutub
medial dari ovarium akan berhubungan dengan uterus melalui ligamentum ovarii proprium, sedangkan kutub
lateral dari ovarium akan berhubungan dengan dinding pelvis melalui ligamentum suspensorium (tempat
keluarnya a.v. ovarii)

 Merupakan kelenjar kelamin wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur, hormone estrogen dan
hormone progesterone.

 Sekresi estrogen dihasilkan oleh folikel de Graaf dan dirangsang oleh FSH.

 Estrogen berfungsi menimbulkan dan mempertahankan tanda – tanda kelamin sekunder pada wanita,
misalnya perkembangan pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus.

 Progesteron dihasilkan oleh korpus luteum dan dirangsang oleh LH.

 Progesteron berfungsi mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima sel telur yang sudah
dibuahi.
Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:

 FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk
merangsang hipofisis mengeluarkan FSH.

 LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang
hipofisis mengeluarkan LH.
 PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin.

Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikel-
folikel di dalam ovarium (indung telur).Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat
perkembangan dapat menjadi lebih dari 1, dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang
membuat estrogen.Estrogen ini menekan produksi FSH, sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang
kedua yaitu LH. Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormones yang
disalurkan hipotalamus ke hipofisis. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen
terhadap hipotalamus.Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan
pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen. Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari
endometrium.Di bawah pengaruh LH, folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Setelah
ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum, di bawah pengaruh hormon
LH dan LTH (luteotrophic hormones, suatu hormon gonadotropik).Korpus luteum menghasilkan
progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium. Bila tidak ada pembuahan
maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron.
Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi, perdarahan, dan pelepasan dari endometrium. Proses
ini disebut haid atau menstruasi. Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi, maka korpus luteum
tersebut dipertahankan.
Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim)
dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling
rendah.

2. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir,
dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan
rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai
14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi).

3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan
dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi
(perlekatan janin ke rahim).
TESTIS
Memiliki fungsi yang hampir sama seperti ovarium pada feminina. Testis tergantung didalam scrotum oleh
funniculus spermaticus. Tetis terdiri dari 200-300 lobuli. Lapisan pada testis yaitu: tunika vaginalis, tunika
albuginea, dan tunika vasculosa.

1. Testis mensekresikan hormon testosterone yang berfungsi merangsang pematangan sperma


(spermatogenesisi) dan pembentukan tanda – tanda kelamin pria, misalnya pertumbuhan kumis,
janggut, bulu dada, jakun, dan membesarnya suara.

2. Sekresi hormon tersebut dirangsang oleh ICTH yang dihasilkan oleh hipofisis bagian anterior.
3. Sewaktu pubertas, hipofisis anterior memproduksi gonadotrofin, yaitu hormone FSH dan LH. Sekresi
kedua hormone ini dipengaruhi oleh GnRF (Gonadotropin Releasing Factor) yang berasal dari
hipotalamus.
HISTOLOGI SISTEM ENDOKRIN
a. HIPOFISIS SEREBRI
Terdiri dari 2 lobus :
 Lobus Anterior (Adenohipofisis)
1. Terdiri dari 3 pars yaitu, pars distalis, pars tuberalis, dan pars intermedia.
2. Pada pars distalis terdapat fibroblas yang menghasikan serat-serat retikular.
3. Terdiri dari 2 kelompokan sel yaitu, kromofil dan kromofob. Kromofil juga disebut
basofil dan asidofil.
4. Pars tuberalis merupakan daerah berbentuk corong yang mengelilingi infundibulum
neurohipofisis.
5. Sel pars tuberalis berupa sel gonadotropik basofilik yang menyekresi hormon FSH
dan LH.
6. Pars intermedia biasanya mengandung kista yang menggambarkan sisa lumen
struktur.
 Lobus Posterior (Neurohipofisis)
1. Terdiri atas pars nervosa dan infundibulum (batang saraf).
2. Terdiri atas jaringan saraf yang mengandung akson tidak bermielin.
3. Pars nervosa tidak mengandung sel-sel sekretoris.
4. Terdapat sel-sel glia yang sangat bercabang dan menyerupai astrosit yang disebut
pituisit.

b. GLANDULA TIROID
1. Dilapisi oleh suatu kapsula fibrosa.
2. Glandula ini banyak memiliki folikel yang bentuk, ukuran, dan gambarnya bervariasi.
3. Setiap folikel terdiri atas selapis epitel dengan lumen sentral yang terisi dengan suatu substansi
gelatinosa yang disebut koloid.
4. Kelenjar yang aktif memiliki lebih banyak folikel yang terdiri atas epitel kolumnar rendah,
kelenjar dengan sebagian besar sel folikular skuamosa dianggap hipoaktif.

c. GLANDULA PARATIROID
a. Setiap kelenjar paratiroid terdapat dalam simpai yang menjulurkan septa kedalam kelenjar.
b. Terdiri dari 2 jenis sel, yaitu: sel prinsipal atau utama, dan sel oksifil.
c. Sitoplasma tampak terisi dengan granula yang berbentuk tidak teratur.
d. Sel oksifil lebih besar daripada sel utama dan ditandai dengan sitoplasma asidofilik yang terisi
dengan mitokondria yang berbentuk abnormal.

d. GLANDULA ADRENAL (SUPRARENAL)


1. Dibungkus oleh simpai jaringan ikat fibrosa yang disebut simpai fibrosa.
2. Kelenjar ini terdiri atas bagian korteks dan bagian medulla.
3. Pada bagian korteks terdiri atas zona glomerulosa, zona fasikulata, dan zona retikularis.
a) Zona Glomerulosa
- Terletak tepat dibawah simpai fibrosa.
- Sel-selnya membentuk kelompokan mirip glomerulus.
- Bentuk sel bulat atau poligonal.
- Diantara kelompokan sel terdapat sinusoid.
b) Zona Fasikulata
- Terletak dibawah zona glomerulosa.
- Sel-selnya berbentuk poligonal tersusun berderet-deret mengarah ke
medulla.
- Didalam sitoplasma terdapat banyak vakuol.
- Diantara deretan sel terdapat sinusoid darah.
c) Zona Retikularis
- Bagian ini berbatasan dengan medulla.
- Sel-selnya tersusun berderet-deret dan deretan itu saling silang menyilang
berjalinan satu sama lain membentuk anyaman mirip jala.
- Diantara deretan sel terdapat sinusoid.

e. PANKREAS ENDOKRIN
1. Bagian endokrin berupa sel pulau langerhans.
2. Setiap pulau terdiri atas sel-sel bulat atau poligonal pucat.

f. GLANDULA PINEAL
1. Kelenjar ini dibungkus oleh jaringan ikat pia meter.
2. Dari jaringan ikat pia meter terjulur septa yang mengandung pembuluh darah kecil dan membagi
berbagai kelompok sel sekretoris berupa lobulus.
3. Sel sekretoris yang mencolok dan berjumlah banyak adalah pinealosit.
4. Pinealosit memiliki sitoplasma dengan sedikit basofilik serta nukelus dan nukleolus eukromatik
besar yang iregular.

g. GLANDULA TIMUS
1. Simpai fibrosa yang meliputinya tipis dan bercabang ke dalam organ membentuk sekat-sekat
sehingga membagi lobus menjadi lobulus.
2. Terdiri dari bagian korteks yang lebih gelap dengan susunan selnya lebih padat dan bagian medulla
yang lebih terang.
3. Didalam medulla terdapat badan Hassal yang merupakan bangunan bulat berwarna merah dengan
bagian tengahnya mengalami degenerasi hialin (hialinisasi) sehingga terlihat merah homogen.
4. Dikelilingi oleh sel epiteloid yang tersusun kosentris.
GONAD (TESTIS DAN OVARIUM)

OVARIUM
1. Dibawah epitel terdapat jaringan ikat fibrosa yang membentuk tunika albuginea ovarium.
2. Jaringan korteks ovarium berada dibawah tunika albuginea.
3. Stroma korteks terlihat berupa jaringan yang banyak mengandung sel berbentuk gelendong mirip
serat otot polos.
4. Jaringan medulla tampak lebih longgar banyak mengandung serat elastin, serat otot polos
pembuluh darah arteri dan vena, serta pembuluh limf.
TESTIS
1. Dibungkus oleh tunika albuginea testis yang merupakan jaringan ikat padat fibrosa.
2. Di dalam mediastinum testis terdapat rete testis Halleri.
3. Dari mediastinum tunika albuginea bercabang ke dalam parenkim membentuk septula testis yang
membagi testis menjadi sejumlah lobulus testis berbentuk piramid.
4. Di dalam lobulus testis terdapat tubulus seminiferus yang terdapat sel sertoli dan sel germinal.