Anda di halaman 1dari 2

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

Infeksi pada neonatus dapat terjadi pada saat fase antenatal yaitu infeksi yang berasal dari ibu
melewati plasenta dan umbilikus yang masuk ke janin, disebabkan oleh Streptococcus group B
(SGB). Infeksi disebabkan oleh virus 10 menembus plasenta, antara lain virus rubella, herpes
sitomegalokoksaki, influensa, parotitis. Bakteri yang dapat melewati plasenta antara lain malaria,
sipilis dan toxoplasma. Infeksi pada fase intranatal yaitu infeksi yang berasal dari vagina yang
sering menyebabkan ketuban pecah dini lebih dari 18-24 jam. Hal ini dapat menyebabkan bayi
terkontaminasi kuman melalui saluran pernapasan ataupun saluran cerna (Aminullah, 2014).

Cara lain yaitu saat persalinan, dimana infeksi terjadi pada janin melalui kulit bayi atau port de
entre yaitu saat bayi melewati jalan lahir yang terkontaminasi oleh kuman misalnya herpes
genetalia, candida albicans dan gonorrhea. Infeksi yang didapat saat pascanatal yaitu infeksi
yang terjadi sesudah kelahiran yang disebabkan infeksi nosokomial dari lingkungan di luar rahim
yaitu melalui alat-alat penghisap lendir, selang endotrakea, infus, selang nasogastrik, botol
minuman (dot). Perawat atau tenaga kesehatan yang bertugas memberikan asuhan kepada bayi,
dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Infeksi ini juga dapat melalui luka umbilicus
(Surasmi, 2003)

DAFTAR PUSTAKA
Aminullah, A. 2014. Sepsis Pada Bayi Baru Lahir. Dalam: Kosim,M.S.,
Yunanto,A., Dewi,R., Sarosa,G.I., Usman,A. Edisi keempat: Ikatan Dokter
Anak Indonesia. h.170-187. Jakarta

Surasmi, A. 2003. Perawatan Bayi Resiko Tinggi. EGC, Jakarta