Anda di halaman 1dari 3

Hari CTPS yang ke 11 tahun 2019

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia adalah sebuah kampanye global
yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi
lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan
perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya
untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap
penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Pengumuman penunjukkan Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia


pada 15 Oktober dilakukan pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual
World Water Week) yang berlangsung pada 17-23 Agustus, 2008 di
Stockholm seiring dengan penunjukkan tahun 2008 sebagai Tahun
Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum PBB. Hari Mencuci Tangan
Dengan Sabun Sedunia diharapkan akan memperbaiki praktik-praktik
kesehatan pada umumnya dan perilaku sehat pada khususnya.

Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia adalah upaya memobilisasi


jutaan orang diseluruh dunia untuk mencuci tangan mereka dengan sabun.
Inisiatif ini dikumandangkan oleh PPWH, Kemitraan Swasta dan Publik
untuk Cuci Tangan (Public Private Partnership for Handwshing) dan
didukung oleh PBB.

Salah satu tujuan dari kampanye ini adalah penurunan angka kematian
untuk anak-anak dimana lebih dari 5.000 anak balita penderita diare
meninggal setiap harinya diseluruh dunia sebagai akibat dari kurangnya
akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan.
Penderitaan dan biaya-biaya yang harus ditanggung karena sakit dapat
dikurangin dengan melakukan perubahan perilaku sederhana seperti
mencuci tangan dengan sabun, yang menurut penelitian dapat mengurangi
angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hingga hampir 50
persen.
BIASAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA 5 WAKTU KRITIS

Biasakan mencuci tangan pakai sabun (CTPS) pada 5 waktu kritis, yaitu
sebelum makan; sehabis buang air besar; sebelum menyusui; sebelum
menyiapkan makan; setelah menceboki bayi; dan setelah kontak dengan
hewan. Demikian pesan Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu
Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, pada puncak peringatan Hari Cuci Tangan
Pakai Sabun (HCTPS) di Jakarta, Sabtu (15/10) pagi.

“Membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun berarti mengajarkan


anak-anak dan seluruh keluarga hidup sehat sejak dini. Cuci tangan pakai
sabun dapat dengan mudah dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya
yang banyak”.

Mengutip hasil studi WHO, perilaku CTPS yang merupakan pilar ke-2
Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM), mampu mengurangi angka
diare sebanyak 45% dan mampu menurunkan kasus ISPA serta flu
Burung hingga 50%. Saat ini angka morbiditas Diare turun dari 423 per
seribu penduduk (2006) menjadi 411 per seribu penduduk (2010).
Sementara itu, berdasarkan laporan kajian Morbiditas Diare (2010)
Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung (Dit. P2ML)
Kemenkes RI, menyatakan berbagai kampanye, sosialisasi dan advokasi
melalui HCTPS selama beberapa tahun terakhir, mampu meningkatkan
kebiasaan cara mencuci tangan dengan benar (dengan air mengalir dan
sabun) pada lima waktu kritis, yaitu sebelum makan sebesar 35,6%;
sebelum menyusui 52,12%; sebelum menyiapkan makan 52,88%; setelah
buang air besar 65,15%; dan setelah menceboki bayi 62,26%. “Walaupun
sudah menunjukan peningkatan, namun kebiasaan CTPS masyarakat
Indonesia perlu ditingkatkan lagi”, .

HCTPS yang diperingati oleh banyak negara di dunia, merupakan upaya


untuk meningkatkan budaya CTPS secara global, sehingga penyebaran
penyakit yang disebabkan oleh lingkungan dan perilaku manusia seperti
penyakit diare dan pneumonia, yang dapat berakibat fatal, dapat dikurangi.

Perayaan HCTPS Sedunia ke-11 tahun ini bertema “TANGAN BERSIH


PANGKAL SEHAT”. Untuk mewujudkan Indonesia bersih, sehat dan
berkualitas, perlu dimulai dengan hal-hal yang sederhana dan konkrit
dilingkungan dan rumah tangga, seperti edukasi kepada anak-anak dan
keluarga akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, baik
kebersihan diri pribadi serta peduli akan kondisi lingkungan sekitar.

Melalui kesempatan ini kami mengharapkan partisipasi aktif masyarakat di


sekitar untuk ikut membiasakan perilaku sederhana yaitu cuci tangan pakai
sabun sekaligus menjadikannya sebagai perilaku hidup yang harus
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejalan dengan hal tersebut maka kami harapkan peran pemangku


kepentingan terkait untuk :

1. Menyelenggarakan HCTPS secara serentak pada tanggal 15 okt setiap


tahun.

2. Menyelenggarakan kegiatan lanjutan dalam rangka sosialisasi dan


kampanye CTPS melalui kegian nyata di masyarakat.

3.Penyediaan sarana CTPS yang disertai dengan kampanye perilaku


higienis lainnya di masyarakat, sekolah dan tempat umum.

Demikian yangdapat kami sampaikan dan dengan mengucapkan Biss.....


Saya buka peringatan HCTPS yang ke 11 di kecamatan Rancah.