Anda di halaman 1dari 9

Judul Praktikum : Pengenalan Mutan Drosophila

Tanggal Praktikum : 15 Maret 2019

Tujuan Praktikum : Mahasiswa dapat mengidentifikasi tipe – tipe mutan Drosophila


berdasarkan fenotip morfologinya

A. Dasar Teori
Drosophila melanogaster merupakan salah satu spesies dari lalat buah. Lalat buah biasa
digunakan dalam berbagai percobaan didalam laboratorium dikarenakan sangat mudah
berkembang biak dan satu perkawinan bisa menghasilkan ratusan keturunan setiap dua
minggu. Drosophila melanogaster hanya memiliki empat pasang kromosom yang muda
dibedakan dengan mikroskop cahaya (Campbell dkk, 2008: 311).
Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada sekuens DNA di dalam suatu proses (Lewis,
2003: 6). Sebuah Mutasi terjadi ketika gen DNA rusak atau berubah sedemikian rupa untuk
mengubah pesan genetik yang dibawa oleh gen itu. Mutagen mengubah urutan basa dalam gen
DNA di sejumlah cara, yaitu, meniru basa nukleotida yang benar dalam molekul DNA, tetapi
gagal untuk pasangan basa benar selama replikasi DNA. Menghapus bagian dari nukleotida
(seperti kelompok amino pada adenin), kembali menyebabkan pasangan basa yang tidak tepat
selama replikasi DNA. Menambahkan kelompok hidrokarbon ke berbagai nukleotida, juga
menyebabkan pasangan basa yang salah selama replikasi DNA (J.Blamire, 2000). Mutan adalah
suatu variasi dari ekspresi gen yang muncul dari hasil mutase (Lewis, 2003: 79).
Morfologi umum dari Drosophila melanogaster normal adalah, memiliki warna tubuh
coklat muda keabu-abuan, warna mata merah-bata, dan panjang sayap melebihi panjang tubuh.
Selain itu, Drosophila melanogaster memiliki rambut halus pada tubuhnya (Markow & O’Grady, 2006:
67─78).
Ada beberapa cara untuk membedakan antaran Drosophila melogaster jantan dan betina.
Salah satunya adalah metode melihat rambut halus pada kaki depan, Drosophila jantan memiliki
sepetak bulu (bit hitam di atas) pada kaki depan mereka, yang digunakan selama perkawinan
atau perisalangan, dan Drosophila betina tidak. Jika memiliki sisir seks, itu adalah laki-laki.
Metode ini mungkin yang paling akurat, tapi jarang digunakan untuk Drosophila seks dalam
praktek (M. Ashburner. 1989: 30).
Drosophila betina umumnya lebih besar dibandingkan jantan (tapi ini mungkin berbeda
dengan usia, budaya, kondisi, dan latar belakang genetik) Drosophila betina memiliki perut
dengan ujung runcing sedangkan perut Drosophila jantan bulat, tambahan perut Drosophila
jantan cenderung meringkuk ke dalam. Genitalia eksternal jantan (epandrium) lebih besar,
kompleks, dan lebih gelap dari betina (S. Chyb, N. Gompel, 2013). Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam pengamatan Drosophila melanogaster antara lain jenis kelamin, keadaan
mata, keadaan sayap, dan warna tubuh, serta pengmatan bagian tubuh lainnya seperti bristle
(rambut halus) dan haltere (S. Chyb, N. Gompel, 2013). Drosophila melanogaster memiliki
banyak jenis mutan, salah satunya adalah pada warna mata terdapat jenis warna putih
(white), scarlet atau merah tua, atau cokelat kehitaman (sepia). Mutasi yang terjadi pada bentuk
mata antara lain adalah bentuk lonjong dan besar (Roughoid), mata tereduksi (lobe), tidak
memilik mata (eyemissing), dan mata sipit (barr). Mutasi pada warna tubuh terdiri atas
mutan Drosophila melanogaster hitam (black), kuning (yellow) atau cokelat tua
(ebony).Mutasi yang terjadi pada sayap Drosophila melanogaster dibedakan menjadi sayap curly
(melengkung ke atas), taxi (panjangnya terentang menjauhi tubuh), miniature (sayapnya
terbentang sepanjang tubuh), dan dumpy (keadaan sayap terbelah) (Hartwell, 2010: 217─218).
Sifat pada Drosophila melanogaster biasanya dibedakan berdasarkan seks, warna tubuh,
warna mata, bentuk sayap, dan lainnya. Drosophila melanogaster normal/wild ty pedan mutan
biasanya memiliki perbedaan dalam penulisan notasinya. Sebagai contoh, fenotip warna tubuh
suatu Drosophila melanogaster adalah ebony, sedangkan yang normal biasanya berwarna abu
abu. Ebony adalah warna hasil kromosom resesif, maka disimbolkan dengan huruf e
kecil, sedangkan untuk sifat mutan hasil kromosom dominan ditulis dengan huruf capital
(misalnya mata Barr ditulis B). Pada jenis wild type, penulisan notasinya ditandai dengan simbol “+”
yang dikombina sikan dengan alel mutan (sebagai contoh e+), maka penulisan notasinya menjadi
e+ e+ (atau hanya ++). Untuk mutannya dapat ditulis e e. Urutan penulisan notasi, yaitu pertama
jenis seks, kedua keadaan mata, ketiga keadaaan sayap, dan keempat warna tubuh (Hewitt, 2010:
2).
Contoh penulisan notasi pada mutan Drosophila melanogaster, sebagai berikut, ditemukan
lalat buah jantan, mata cokelat, sayap lebih panjang dari ukuran tubuh, dan warna tubuh cokelat
keabu-abuan. Maka penulisan notasi lalat buah tersebut adalah ♂ SeSe m+m+ e+e+ (King dkk ,
2001: 200).
B. Alat dan Bahan
Tabel 1.1 Alat dan Bahan
No Alat Jumlah Bahan Jumlah
1 Mikroskop Stereo 1 Drosophila 4
2 Mikroskop Monokuler 1 Larutan Detergen 1
3 Jarum Serangga 1 Ether 1
4 Botol Eterisasi 1
5 Cawan Petri re-eterisasi 1

C. Langkah Kerja

Disediakan Drosophila Dibius sebagian mutan, Dimasukan ke cawan


tipe mutan dari botol Hindari terlepasnya petri untuk di amati
stock mutan ke luar morfologinya

DI tabulasikan hasil
Diamati dengan cermat pengamatan dan Mutan yang telah
dan bandingkan dengan dideskripsikan setiap diamati dimasukan
tipe liar tipe mutan berdasarkan kedalam detergen
pengamatan
D. Hasil Pengamatan

Tabel 2.1 Hasil Pengamatan Praktikum Pengenalan Mutan Drosophila

Sex Warna Warna Mata Kondisi Tipe Mutan Dokumentasi


Tubuh Sayap
Jantan Hitam Hitam Normal Sepia (se) dan
black (bb)

Pembesaran : 10 x 4
Jantan Cokelat Merah Normal Sepia (se)
kecoklatan

Pembesaran : 10 x 10
Jantan Kuning Cokelat tua Keriting dan Sepia (se) dan
kehitaman melengkung ke Curly (cu cu)
atas

Pembesaran : 10 x 10
Jantan Cokelat Merah Pendek, 2/3 Dumpy (dp)
dari ukuran
sayap normal,
bentuk sayap
tumpul
Pembesaran : 10 x 10
E. Pembahasan
Pada praktikum pengenalan mutan Drosophila yang telah dilakukan, berdasarkan hasil
pengamatan dapat diperoleh hasil yaitu beberapa jenis mutan yang ditemukan pada lalat buah
(Drosophila melanogaster) diantaranya yaitu mutan tipe Sephia (se), mutan tipe Black (bb),
mutan tipe curly (cu cu), dan mutan tipe Dumpy (dp).
Pada pengamatan Drosophila melanogaster pertama dengan perbesaran 10x10 dapat
dilihat warna tubuhnya cokelat, memiliki warna mata yang merah kecokelatan, memiliki kondisi
sayap yang normal, dan jika dilihat jenis Drosophila melanogaster tersebut memiliki sex jantan.
Perbedaan yang menonjol dari Drosophila melanogaster yang normal serta Drosophila
melanogaster yang mutan yaitu dari segi warna matanya pada Drosophila yang normal memiliki
warna mata merah, sedangkan yang mutan disini matanya berwarna merah keciklatan. Dan dari
ciri-ciri yang terlihat, kelompok kami menyimpulkan bahwa Drosophila melanogaster tersebut
memiliki tipe mutan sephia (se). Menurut Russel (1994:113), pada Drosophila yang mengalami
jenis mutan sephia (se), warna mata menjadi coklat hingga kehitaman. Hal ini dapat terjadi
karena mutan kelebihan pigmen sepiapterin. Jenis mutan sephia (se) terjadi karena adanya mutasi
pada kromosom ketiga dan lokasi pautan berjarak 26 unit dari salah satu ujung kromosom.
Pada pengamatan Drosophila melanogaster selanjutnya dengan perbesaran 10x10 dapat
dilihat warnawarna tubuhnya hitam, memiliki warna mata yang hitam, dengan konsisi sayap
yang normal, dan memiliki sex jantan. Pada saat mengamati Drosophila melanogaster ini, yang
terlihat adalah terdapatnya perbedaan antara Drosophila melanogaster yang normal dengan yang
mutan. Drosophila melanogaster yang normal memiliki warna tubuh tidak hitam, sehingga
kelompok kami menyimpilkan bahwa Drosophila melanogaster pada pengamatan ini yaitu
termasuk kedalam Drosophila melanogaster jenis mutan black (bb) karena memiliki warna
tubuh yang hitam. Menurut Borror (1992:126), secara keseluruhan lalat yang memiliki tipe
mutan black (bb) memiliki warna tubuh yang hitam pekat, dengan bentuk sayap yang normal.
Hal tersebut diakibatkan oleh kerusakan pada kromoson nomer 2 lokus 48,5 yang menyebabkan
keabnormalan warna badan, kaki, dan urat sayap yang menghitam namun tidak mengkilap.
Mutasi pada Drosophila melanogaster terdapat 4 jenis, yaitu bentuk mata, warna mata,
warna tubuh, dan bentuk sayap. Mutasi pada bentuk sayap antara lain cut wings, miniature,
dumpy, vestigial, curly, dan taxi. Mutasi pada warna tubuh antara lain yellow, black, dan ebony.
Mutasi pada warna mata antara lain white, sepia, scarlet, clot, dan claret, Sedangkan pada mutasi
bentuk mata adalah eyemissing (Russel, 1994 dalam Ulhaq 2018).
Menurut tempat terjadinya, mutasi dapat dibedakan menjadi mutasi gen (kecil) dan mutasi
kromosom (besar). Mutasi gen adalah perubahan yang terjadi pada susunan molekul DNA
sedangkan mutasi kromosom adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan susunan
kromosom baik penambahan dan pengurangan kromosom. Berdasarkan faktor penyebab, mutasi
dibagi menjadi mutasi spontan (alamiah) dan mutasi induksi (buatan). Mutasi spontan adalah
peristiwa perubahan genetis yang terjadi karena perbuatan manusia. Apabila dilihat dari daerah
tubuh yang mengalami perubahan, mutasi dapat dibedakan menjadi mutasi somatik dan mutasi
germinal (gametis). Mutasi somatik terjadi pada jaringan-jaringan tubuh seperti epitel, otot
pengikat dan saraf sedangkan mutasi germinal terjadi pada sel-sel kelamin (gonad) (Yatim,
2003).
1. Dumpy
Pada hasil yang didapatkan, terdapat jenis lalat mutan Dumpy (keadaan sayap terbelah).
Hasil yang didapatkan yakni Lalat Drosophila melanogaster jenis betina. Umumnya lalat mutan
dumpy memiliki ciri Sayap pendek, dua pertiga ukuran sayap normal, bentuk sayap tumpul dan
berlekuk. Menurut Borror et al (1993) bahwa Mutasi yang terjadi pada kromosom nomor 2,
lokus 13,0 memunculkan fenotipe lalat dumpy (dp) yang terlahir dengan sayap pendek (2/3 dari
ukuran sayap normal) mutan ini adalah mutasi yang resesif yang dibawa oleh kedua lalat
parental. Mutasi-mutasi yang terjadi dapat menyebabkan lalat tidak bisa terbang dengan
sempurna, bahkan beberapa tipe mutan miniatur tidak dapat terbang.
Selain itu, menurut Russel (1994) lalat mutan dumpy memiliki sayap yang terbelah
sehingga panjang sayap terlihat hanya dua per tiga dari panjang sayap Drosophila melanogaster
normal. Dari segi morfologi yang tampak Ungkapan tersebut sesuai dengan apa yang ditemukan
dari hasil pengamatan. Drosophila Dumpy (dp) merupakan mutan dengan bentuk sayap yang
terbelah sehingga panjang sayap tampak hanya dua per tiga dari panjang sayap normal. Pada
pengamatan Drosophila melanogaster normal dan mutan-mutannya terlihat secara morfologi,
Drosophila melanogaster normal mudah dibedakan dengan mutan-mutannya. Ciri-ciri
normalnya, yaitu warna mata merah, panjang sayap lebih panjang dari panjang tubuh dan warna
tubuh yang kecokelatan.
Hasil Pengamatan Literatur (Sumber: Otto, 2000)

2. Curly

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, ditemukan lalat Drosophila dengan jenis mutasi

pada sayapnya. Hal ini karena sayapnya berbentuk melengkung ke atas dan berbeda secara

morfologis dengan lalat Wild Type yang lainnya. Sehingga dapat dipastikan merupakan lalat

mutan.

Menurut literatur, yang diungkapkan oleh Otto (200) bahwa Mutasi tipe curled (cu) terjadi

karena adanya kecacatan pada kromosom nomor 3, lokus 50,0. Pada tipe ini gen “curled”

merupakan gen dominan yang memunculkan bentuk sayap melengkung ke atas. Mutasi terjadi

akibat inversi, Sayap pada mutan curly melengkung ke atas dalam keadaan homozigot letal.

Pada tipe ini gen “curled” merupakan gen dominan sehingga muncullah bentuk sayap yang

melengkung ke atas dan agak lentik.

Menurut Mas’ud (2013) dalam Amelia (2016) juga menjelaskan morfologi dari lalat mutan

curly bahwa Sayap pada lalat mutan curly berbentuk keriting. Terjadi mutasi gen pada

kromosom kedua. Sayap-sayap ini menjadi keriting karena adanya suatu mutasi dominan, yang

berarti bahwa satu salinan gen diubah dan menghasilkan adanya kelainan tersebut
Literatur (Sumber: Otto, 2000)

F. Pertanyaan
1. Apakah setiap mutan dapat diamati fenotipnya secara morfologis?
Jawab : Ya, setiap jenis mutan dapat diamati secara langsung fenotip morfologisnya
2. Mutan manakah menurut saudara yang fenotipnya sangat mudah dibedakan dengan
fenotip liar?
Jawab: mutan yang sangat mudah dibedakan adalah pada warna, yakni tipe white dan
black, serta ebony. Karena tampak secara kasat mata ketika dilakukan identifikasi.
Daftar Pustaka

Amelia, Rumi. Pengaruh Persilangan Strain Wild Type (N) dengan White (W) terhadap Jumlah
Turunan F2 Lalat Buah (Drosophila Sp). Skripsi. Palangkaraya: Prodi Tadris Biologi IAIN
Palangkaraya.

Ashburner, M.1989. Drosophila : A Laboratory Handbook . ed. United State of America:


America.
Borror. J. D. 1992. Pengenalan Pengajaran Serangga. Yogyakarta: UGM Press

Campbell, dkk.2008. Biologi. ed. Pearson Benjamin Cummings: San Fracisco


Hartwell, L.H., dkk.2010. Genetics : From Genes To Genomes. 4th ed. McGraw-Hill Companies,
Inc: New York.
King, T. J, M.Reiss & M.B.V. Roberts. 2001. Practical Advanced Biology. Nelson Thornes:
United Kingdom.
Lewis, R.2003. Human genetics : concept and applications. McGraw-Hill Companies, Inc: New
York
Markow, T. A. & P. M. O’Grady. 2006. Drosophila Aguide to Species Identification and Use.
Elsecier inc, Oxford: UK
Otto, P.A. 2000. Genetic and Molecular Biology. Sao Paulo. Brazil’s Sociaty of Genetics

Russel P. J. 1994. Fundamentals of Genetics. New York: Harper


Yatim,Wildan. 2003.Genetika.Bandung:Tarsito