Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL TERAPI BERMAIN “BALLOON FOOTBALL”

DI RUANG MELATI 2 RSUD Dr. MOEWARDI

SURAKARTA

Disusun Oleh:
1. Mulyadi
2. Wahyu Budiaji

PROGRAM PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2016
TERAPI AKTIFITAS BERMAIN

A. Judul
Balloon Football

B. Latar Belakang
Bermain merupakan setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan
yang ditimbulkannya dan dilakukan secara suka rela dan tidak ada paksaan
atau tekanan dari luar atau kewajiban serta tidak tergantung kepada usia tetapi
tergantung kepada kesehatan dan kesenangan yang diperoleh. Menurut
Hughes, bermain merupakan hal yang berbeda dengan belajar dan bekerja.
Selain itu bermain juga dapat bermakna sebagai kegiatan anak yang
menyenangkan dan dinikmati. Dengan demikian, pada dasarnya setiap
aktivitas bermain selalu didasarkan pada perolehan kesenangan dan kepuasan,
sebab fungsi utama bermain adalah untuk relaksasi dan menyegarkan kembali
kondisi fisik dan mental yang berada pada ambang ketegangan (Nursalam,
2008).
Terapi bermain adalah salah satu terapi yang menggunakan segala
kemampuan bermain dan alat permainan, anak bebas memilih permainan yang
ia sukai dan perawat ikut serta dalam permainan tersebut. Dan berusaha agar
anak bebas mengungkapkan perasaannya sehingga ia merasa aman, puas dan
dihargai. Terapi bermaian ini bertujuan untuk mempromosikan, memahami
pengembangan paru-paru, peningkatan volume pernafasan (Andriana, 2011).
Bangsal Melati 2 merupakan bangsal perawatan anak. Ruangan atau
bangsal ini memiliki satu ruangan khusus sebagai tempat bermain bagi pasien
anak yang di rawat di bangsal ini. Sasaran terapi bermain ini adalah anak-anak
yang di rawat di bangsal tersebut yang berumur 6-8 tahun. Sedangkan jumlah
pasien anak di bangsal ini berjumlah 50 pasien anak terhitung mulai tanggal
18 November 2015 dengan kasus dan umur yang berbeda-beda. Terdapat anak
yang menderita penyakit ISK, kejang, sindrom nefrotik, TB Paru, Asma dan
lain sebagainya.
Melihat pentingnya bermain bagi seorang anak terutama anak yang
mengalami hospitalisasi, maka kelompok akan mengadakan terapi bermain
dengan sasaran anak usia pre-school, yaitu usia 6 tahun sampai 8 tahun yang
berada diruang rawat inap anak RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kelompok
berharap dengan diadakannya terapi bermain ini, dapat mengurangi sesak
nafas dan membantu memaksimalkan pernafasan pasien.

C. Karakteristik Peserta
1. Kriteri Inklusi
a. Usia 6 - 8 tahun
b. Suhu tubuh 36ºC -37ºC
c. Tidak terpasang alat-alat invasive seperti NGT, kateter, inhalasi, dll.
d. Tidak bedrest
e. Tidak sedang dalam program isolasi

2. Kriteria Eksklusi
a. Anak yang tidak bersedia ikut bermain
b. Anak yang dalam kondisi kegawatan
3. Daftar anak yang akan mengikuti terapi bermain
No. Nama Umur Keadaan umum Diagnosa

1. An. tahun Baik, kesadaran CM

2. An. tahun Baik, kesadaran CM

3. An. tahun Baik, kesadaran CM

4 An. tahun Baik, kesadaran CM


D. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Meminimalkan dampak hospitalisasi pada anak
b. Mengembangkan daya perkembangan anak
2. Tujuan Khusus
a. Anak dapat menikmati permainan yang diberikan
b. Mempromosikan dan memahami pengembangan paru-paru
c. Mampu meningkatkan volume pernafasan
d. Membantu membersihkan jalan nafas dan sekret

E. Media
Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam terapi bermain adalah :
1. Bola tenis meja
2. Meja
3. Gawang dari kertas

F. Metode Permainan
1. Demontrasi
2. Redemontrasi
3. Simulasi
G. Rencana Kegiatan Terapi Bermain

No. Kegiatan Waktu Subyek Terapi


1. Pembukaan
- Membuka proses terapi bermain 5 menit Menjawab salam
dengan mengucap salam, Memperkenalkan diri
memperkenalkan diri Memperhatikan
- Menjelaskan kepada anak dan
keluarga tentang tujuan dan
manfaat bermain
- Menjelaskan dan
mendesmontrasikan cara bermain
- Memberikan kotrak waktu
2. Inti
- Kedua tim berbaris di sisi meja 20 menit Mengajak anak bermain
secara berhadapan bersamadengan antusias
- Meletakkan bola tenis meja yang dan mengungkapkan
di atas meja. perasaannya
- Setiap tim mencoba meniup ke
arah lawannya
- Tim yang menang yang mampu
mencetak gol
3. Penutup
- Mengevaluasi respon anak dan 5 menit Memperhatikan dan
menyimpulkan menjawab salam
- Mengucapkan salam
H. Susunan Pelaksanaan Terapi Beramain
Tugas :

 Leader : Wahyu Budiaji


Tugas :

 Membuka acara
 Menjelaskan peraturan bermain
 Memimpin jalannya permainan
 Memberi semangat kepada peserta
 Menciptakan suasana menjadi meriah
 Mengambil keputusan
 Fasilitator : Mulyadi
Tugas:
 Memfasilitasi peserta selama permainan berlangsung
 Mendampingi anak selama bermain
 Memberikan semangat dan motivasi

Setting Tempat
Keterangan
: Meja

: Leader

: Fasilitator

: Pasien
I. Evaluasi
1. Evaluasi struktur yang diharapkan
 Alat-alat yang digunakan lengkap
 Kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana
2. Evaluasi proses yang diharapkan
 Terapi dapat berjalan dengan lancar
 Anak dapat mengikuti terapi bermain dengan baik
 Tidak adanya hambatan saat melakukan terapi
 Semua anggota kelompok dapat bekerja sama dan bekerja sesuai tugasnya
3. Evaluasi hasil yang diharapkan
 Anak dapat mengembangkan motorik halus dengan mencetak angka/skor
ke dalam gawang
 Anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik
 Anak merasa senang
 Anak tidak takut lagi dengan perawat
 Orang tua dapat mendampingi kegiatan anak sampai selesai
 Orang tua mengungkapkan manfaat yang dirasakan dengan aktifitas
bermain
DAFTAR PUSTAKA

Andria, D. (2011). Tumbuh kembang dan terapi bermain pada anak. Jakarta :
Salemba Medika.

Donna L. W. (2009). Pedoman klinis keperawatan pediatrik. Jakarta : EGC

Nursalam, R.S, & Utami. (2008). Asuhan keperawatan bayi dan anak (untuk perawat
dan bidan). Jakarta : Salemba Medika.
LAMPIRAN PERMAINAN

A. BERMAIN BALLOON FOOTBALL

1. Definisi

Balloon football merupakan permainan bola dengan cara meniup bola di atas

lapangan dengan skala kecil dengan peraturan seperti bermain sepakbola

umumnya. Permaianan ini dilakukan oleh 2 tim yang dibagi menjadi tim 1

dan tim 2 yang saling berlawanan.

2. Manfaat

a. Memberikan kesempatan pada anak untuk bebas berekspresi dan sangat

terapeutik (sebagai permainan penyembuh/”therapeutic play”).

b. Dengan bereksplorasi keinginan untuk mencetak skor, anak dapat

membentuk dan memahami pengembangan pernafasan

c. Anak dapat mengeskpresikan perasaannya atau memberikan pada anak

suatu cara untuk berkomunikasi, bekerjasama, tanpa menggunakan kata.

d. Sebagai terapi kognitif, pada anak menghadapi kecemasan karena proses

hospitalisasi, karena pada keadaan cemas dan stress, kognitifnya tidak

akurat dan negative.

e. Dengan meniup akan berpengaruh terhadap status oksigen yaitu

menurunkan frekuensi RR meningkatkan frekuensi HR dan

meningkatkan saturasi oksigen serta jalan nafas menjadi lebih efektif.

(Nurarif,2013)
3. Media

Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam terapi bermain adalah :

1. Bola tenis meja

2. Meja

3. Gawang dari kertas

4. Langkah-langkah

Langkah-langkah bermain Ballon Football adalah sebagai berikut :

a. Siapkan alat
b. Siapkan pasien dan kontrak waktu
c. Menjelaskan manfaat dan tujuan
d. Menayakan nama panggilan anak
e. Memberikan demontrasi
f. Membagi anak dalam 2 tim
g. Menjalaskan aturan dan waktu bermain
h. Saat bermain anak tidak boleh memasukan tanggan ke area dalam meja
i. Bola hanya boleh ditup
j. Hentikan permaian jika waktu sudah habis
k. Memberi pujian pada anak
l. Permainan selesai
LAMPIRAN
TERAPI BERMAIN