Anda di halaman 1dari 13

Resume Jurnal Geoteknik

Kelompok 5

Integrated GPR and ERT data interpretation for bedrock identification:

Cléricy, Québec, Canada

Mamadou Cherif Diallo, Li Zhen Cheng, Eric Rosa, Christiaan Gunther, Michel Chouteau

Pendahuluan

Pada proyek infrastruktur dibutuhkan penggalian untuk penguburan pipa dan pekerjaan lain yang
berhubungan dengan bawah permukaan. Pada lapisan tanah penggalian bisa dilakukan secara langsung,
namun kasus ini tidak berlaku pada lapisan bedrock sehingga dibutuhkan bahan peledak. Biaya yang
diperlukan pada berbagai metode juga berbeda, sehingga informasi mengenai bawah permukaan sangat
penting dalam proses perencanaannya. Metode geofisika bisa membantu dalam penghematan biaya
karena pengerjaannya tidak merusak lingkungan, sehingga menghindari biaya yang muncul dikarenakan
kerusakan lingkungan atau mitigasi. Metode seperti borehole dan trench merupakan metode yang
destruktif dan memakan biaya, walaupun dapat memberikan gambaran bawah permukaan yang lebih
baik.

Metode GPR yang menggunakan transmisi pulsa elektromagnetik pendek dapat digunakan untuk
mendeteksi struktur berdasarkan impedansi listriknya. Selain itu, metode ini aman terhadap lingkungan.
Metode ini sering digunakan pada pemetaan rongga bawah permukaan, rekahan, dan presentase lapisan
lempung. Sedangkan, metode ERT (Electrical Resistance Tomography) yang mengukur potensial listrik
biasa digunakan pada hidrogeologi, arkeologi, dan eksplorasi mineral, bahkan pemetaan rongga, patahan,
dan rekahan bawah permukaan. Kedua metode tersebut sering digunakan secara bersamaan karena
aman terhadap lingkungan, belakangan ini kedua metode tersebut sering digunakan pada eksplorasi
mineral, studi geologi tentang karst dan pada deteksi bedrock. Tujuan dari studi ini adalah memberikan
Analisa bawah permukaan tentang ketebalan bedrock dengan menggunakan GPR-ERT survey.

Lokasi Penelitian Cléricy , Quebec province


Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Gambar 1. Lokasi penelitian(a) dan peta geologi permukaan di daerah penelitian yang didominasi oleh
clay dan silts serta fluvio-lacustrine deposit (sand dan gravel) (b) peta geologi bedrock didominasi oleh
rhyolite(kuning) dan andesite(hijau) (c)

Metodologi
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Gambar 2. Alat GPR PulseEKKO Pro system dengan integrated GNSS (a) Alat MALA Ground Explorer
system dengan shielded antennas (b) Akuisisi data resistivitas dan konfigurasi yang digunakan dengan
posisi elektroda ABMN(c) “O” lokasi pengukuran (d)

1. Pengambilan data
Akuisisi metode GPR dilakukan pada 3 line (GPR ,b, dan c) yang masing masing berada pada jalan
Clericy, Rivage, dan Souvenir (Gambar 1). Pengukuran ERT menggunakan alat Syscal Pro Switch dari
IRIS Instrument. Elektroda yang digunakan 36 sampai 72 elektroda dengan spasi tiap elektroda 5
meter. Konfigurasi yang digunakan yaitu konfigurasi Schlumberger dengan resolusi lateral dan
vertikal baik. Bedrock outcrop membantu dalam identifikasi bedrock area pengukuran. Selain itu,
terdapat manual drilling untuk identifikasi bedrock dangkal. Manual drilling memberikan informasi
litologi sampai kedalaman 4 meter.
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Gambar 3. Informasi stratigrafi dari manual drilling pada jalan Clericy, didominasi oleh material
Clay dan Silt, juga Sand dan Gravel di dekat permukaan.

2. Pengolahan data
Pengolahan data Reflexw GPR dilakukan beberapa langkah yaitu:
- Static correction untuk menyesuaikan time zero pada permukaan tanah.
- Substract mean (Dewow) untuk menghilangkan signal drift yang diakibatkan oleh very low
frequency. Frekuensi tersebut karena adanya kandungan tersaturasi pada first arrival signal
atau dikarenakan adannya instrumental drift.
- Bandpass frequency untuk memilah frekuensi yang diinginkan.
- Background removal untuk menguatkan sinyal agar reflector berbentuk lengkungan atau
miring lebih terlihat tetapi beresiko menghilangkan reflektor horizontal.
- Fungsi Gain untuk menguatkan sinyal dengan amplitudo kecil, dengan menggunakan AGC
Gain dan Energy decay.

Pengolahan data ERT menggunakan software RES2DINV. Inversi yag dilakukan menggunakan
logaritma smooth and robust.

3. Parameter fisis
Interpretasi akhir dari model bawah permukaan sangat bergantung pada pengetahuan parameter
fisis. Pada kasus metode GPR-ERT parameter fisis yang sangat penting adalah dielectric
permittivity dan electric resistivity.
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Table 1: Parameter fisis pada material yang sering ditemukan lingkungan perkotaan (Chlaib et
al., 2014; Di Prinzio et al., 2010; Reynolds, 2011; Telford and Sheriff, 1990).

4. Perkiraan kecepatan
Untuk menduga elevasi dari reflektor GPR, koreksi topografi membutuhkan kecepatan rata-rata
GPR. Kalkulasi kecepatan rata-rata bisa dilakukan dengan perhitungan CMP (Common Mid Point),
perhitungan time-domain radiometry, perhitungan travel time antar borehole. Pada studi ini
pendugaan dilakukan dengan perhitungan objek tertimbun (pipa dan gorong-gorong). Lokasi pipa
dan gorong-gorong ditentukan dengan GPS.
Kemudian dilakukan perhitungan kecepatan rata-rata GPR dengan membandingkan elevasi pipa
dengan objek lain yang sudah diketahui.
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Table 2: Perbandingan elevasi pipa yang didapatkan dari GNSS dan objek lain yang ditemukan
pada GPR berdasarkan kecepatan gelombang GPR 0.14 m / ns.

Nilai kecepatan rata-rata GPR juga dihitung berdasarkan data borehole. Two-way travel-time
(TWTT) untuk bedrock juga didapatkan dari refleksi radar.
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Table 3: perhitungan TWTT dan kedalaman dari data borehole

Interpretasi

4.1 Pola Reflektor

Gambar 4. Hasil pengukuran GPR a) pada Rivage Street (160MHz) b) pada Cléricy Street (450
MHz).
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5
Pada gambar 4a garis merah menunjukkan batas bedrock kemudian sinyal yang teratenuasi menunjukkan
lapisan sedimen yang didominasi clay. Sedangkan, pada gambar 4b menunjukkan adanya batuan keras
yang menghasilkan pola reflektor hiperbolik.

Gambar 5. Identifikasi stratigrafi berdasarkan korelasi borehole dan penampang GPR

Analisa profil GPR pada jalan Souvenir (Gambar 6) mudah dalam mengestimasi kedalaman
bedrock. dilihat dari pola reflektornya, refleksi GPR menunjukkan beberapa refleksi dipping dan bending
yang diinterpretasikan sebagai batas antara unconsolidated materials dan bedrock. Kedalaman bedrock
diperkirakan berdasarkan posisi bentuk hyperbolic (garis hitam tebal pada gambar 6b). dua borehole S1
dan S2 di jalan ini menunjukkan kedalaman bedrock pada 1.5 m dan 0.6 m, dimana pada model GPR
menunjukkan 1.9 m dan 0.7 m. (Tabel 4)

Tabel 4. Kedalaman bedrock diperkirakan dari interpretasi data GPR dan ERT dan dari drilling.
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Gambar 6. Profile on Jalan Souvenir a) profile GPR yang telah diproses, b) interpretasi geologi profil GPR.

4.2 Integrasi Interpretasi GPR dan ERT


Jalan Rapides
Kedalaman yang didapat dari survei ERT yaitu kurang lebih 20 – 30 meter. Kombinasi dari GPR
mendeteksi struktur dangkal dengan survey resitivitas mendapat kedalaman yang lebih dalam menjadi
efisien dalam identifikasi bedrock. Gambar 8 menunjukkan model 2D resistivitas dari data ERT jalan
Rapides. Lapisan resistivitas rendah (150-350 Ωm) terdiri dari lapisan sedimen, didominasi sand dengann
tipe wet sands (table 1). Lapisan dibawahnya, menunjukkan resitivitas tinggi (>700 Ωm) mengidentifikasi
bedrock dengan batuan non-altered igneous rocks (Tabel 1). Dari interpretasi dapat dilihat bahwa
kedalaman bedrock kira-kira berada pada 5 m dari WSW dan kurang dari 1 dari ENE (Gambar 7). Outcrop
bedrock juga terlihat pada posisi meter ke 125 (outcrop BR4 pada gambar 1a). Logs dari borehole RAP1
(1.2 m) dan RAP2 (1.2) memperkuat interpretasi data (Tabel 4).
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Gambar 7. Interpretasi resitivitas dari data ERT Jalan Rapides. Garis putus-putus hitam menunjukkan
batas antara lapisan sedimen (150-700 Ωm) dan bedrock (>700 Ωm). Bedrock yang dekat permukan
berada pada sisi dekat ENE.

Jalan Clericy

Interpretasi data GPR dan manual logs pada jalan Clericy (Gambar 5) menunjukkan lapisan clay.
Pada model ERT, resistivitas rendah (<150 Ωm) merupakan lapisan clay (Gambar 8), dengan ketebalan 5
sampai 10 meter pada sisi NW pada profil, kemudian menipis kearah SE. Lapisan clay tidak terlihat lagi
pada sekitar drill hole C1 pada meter ke 150 dari model. Menurut data drill holes C1 dan C2 (Tabel 4),
ketebalan dari unconsolidated materials antara 150 m dan 185 m dari profil. Dan bedrock dekat dengan
permukaan (gambar 8a dan 8b). Outcrop BR1 (gambar 1a) terletak disamping line dan menunjukkan textur
refleksi GPR mirip dengan outcrop BR1. (Gambar 4b). bedrock diinterpretasikan berbentuk block pada
resistivitas tinggi (>500 Ωm).
Data F1, F2, dan F3 (gambar 9a) juga dikorelasikan dengan data GPRc. Dari dari GPR, ERT dan
borelhole) menunjukkan bahwa zona tersebut terdiri dari fine-grained sediments (clay, silt), dimana
lapisan unconsolidated materials pada model GPR sinyal yang ditunjukkan teratenuasi. Resistivitas
rendah (<100 Ωm) pada profil ERT menunjukkan clay pada kedalaman sekitar 5 meter.
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Gambar 8. Model GPR dan ERT pada jalan Clericy, a) Profil GPR dengan 450 Mhz, b) model resistivitas
dari inversi smooth 2D.

Jalan Rivage

Gambar 9. Model GPR dan ERT pada jalan Rivage, model resistivitas dari inversi smooth 2D.

Model resistivitas pada jalan Rivage dengan bentangan barat ke timur sepanjang 180m,
menunjukkan lapisan bedrock di 5m – 10m, lalu lapisan bedrock menipis pada bentangan 190m. Selain
bentuk penampang dari GPR bedrock dibuktikan dengan perubahan nilai resistivitas pada kedalaman
0.9m. Perubahan nilai secara lateral (<200 Ωm). Adapun, pembuktian lainnya berdasarkan sinyal GPR
yang teratenuasi karena adanya clay.
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5

Gambar 10. Model GPR dan ERT pada jalan Rivage, model reflektor GPR dengan 450MHz

Berdasarkan model GPR dan ERT maka lapisan bedrock dapat diperkirakan berada pada
kedalaman > 5m, yang ditutupi oleh lapisan clay. Sehingga bisa dijadikan referensi untuk penggalian pada
bedrock.

Kesimpulan

Gambar 11. Model integrasi antara GPR dan manual log pada jalan Cléricy

Penggunaan integrase metode GPR dan ERT serta borehole data dapat menghasilkan interpretasi
stratigrafi bawah permukaan yang baik. GPR efisien untuk interpretasi lapisan dangkal <5m dengan
menggunakan frekuensi 450MHz merupakan resolusi yang baik, serta penggunaan ERT yang membantu
pembuatan model pada lapisan yang tidak dapat dimodelkan dengan baik oleh GPR karena adanya
Resume Jurnal Geoteknik
Kelompok 5
atenuasi, serta dapat memodelkan penetrasi yang lebih dalam dari GPR >5m, interpretasi yang bisa
didapatkan dari hasil ERT juga sangat jelas karena kontras nilai resistivitas antara lapisan clay (<100 Ωm)
dengan lapisan bedrock (> 600 Ωm)

Daftar Pustaka

Benedetto, F., Tosti, F., 2013. GPR spectral analysis for clay content evaluation by the frequency
shift method. J. Appl. Geophys. 97, 89–96. doi:10.1016/ j.jappgeo.2013.03.012
Bouchedda, A., 2010. Inversion Conjointe Des Données Électriques Et De Radar En Forage. École
Polytechnique de Montréal.
Carrière, S.D., Chalikakis, K., Sénéchal, G., Danquigny, C., Emblanch, C., 2013. Combining
Electrical Resistivity Tomography and Ground Penetrating Radar to study geological structuring of karst
Unsaturated Zone. J. Appl. Geophys. 94, 31–41. doi:10.1016/ j.jappgeo.2013.03.014
Cassidy, N., Jol, H.M., 2009. Chapitre 5 - Ground Penetrating Radar Data Processing, Modelling
and Analysis. Gr. Penetrating Radar Ground Pen, 141–176. doi:10.1016/B978-0-444-53348-7.00001-6
Chlaib, H.K., Mahdi, H., Al-Shukri, H., Su, M.M., Catakli, A., Abd, N., 2014. Using ground
penetrating
Neal, A., 2004. Ground-penetrating radar and its use in sedimentology: Principles, problems and
progress. Earth-Science Rev. 66, 261–330. doi:10.1016/j.earscirev.2004.01.004
Pearson, V., Daigneault, R., 2009. An Archean megacaldera complex: The Blake River Group,
Abitibi greenstone belt. Precambrian Res. 168, 66–82. doi:10.1016/j.precamres.2008.03.009
Pellicer, X.M., Gibson, P., 2011. Electrical resistivity and Ground Penetrating Radar for the
characterisation of the internal architecture of Quaternary sediments in the Midlands of Ireland. J.
Appl. Geophys. 75, 638–647. doi:10.1016/j.jappgeo.2011.09.019
Reynolds, J.M., 2011. An Introduction to Applied and Environmental Geophysics. Wiley.
Sandmeier, K.J., 2008. Reflexw (version 5.0) program for processing and interpretation of reflection and
transmission data.
Sass, O., 2007. Bedrock detection and talus thickness assessment in the European Alps using
geophysical methods. J. Appl. Geophys. 62, 254–269. doi:10.1016/j.jappgeo.2006.12.003
Sbartaï, Z.M., Laurens, S., Rhazi, J., Balayssac, J.P., Arliguie, G., 2007. Using radar direct wave for
concrete condition assessment: Correlation with electrical resistivity. J. Appl. Geophys. 62, 361–374.
doi:10.1016/ j.jappgeo.2007.02.003
Sheriff, S., 2010. Processing Ramac GPR Data with Reflex 7.
Tatiya, R.R., 2013. Surface and Underground Excavations, 2nd Edition: Methods, Techniques and
Equipment. A.A. Balkema. doi:10.1201/9781439834220
Telford, W., Sheriff, R., 1990. Applied Geophysics, Second. ed.
Tighe, S., Knight, M., Papoutsis, D., Rodriguez, V., Walker, C., 2002. User cost savings in
eliminating pavement excavations through employing trenchless technologies. Can. J. Civ. Eng. 29, 751–
761. doi:10.1139/ l02-071