Anda di halaman 1dari 15

DECISION

MAKING
TREGOE & KEPNER
01 ANALISIS
SITUASI
Bertujuan untuk
menentukan masalah
apa yang dihadapi di
perusahaan
Daftar pertanyaan dalam analisa

ANALISA persoalan

PERSOALAN a. Apakah hal ini merupakan


penyimpangan?
b. Seberapa besar akibatnya?
c. Informasi apa yang diperlukan

02
Bertujuan untuk memecahkan dalam merinci persoalan?
persoalan/ penyimpangan. d. Dari perincian ini sebab-sebab
Dilakukan dengan cara merinci apa saja yang dapat
rumusan penyimpangan, dikempangkan?
mencari sebab yang paling e. Untuk menguji kebenaran
mendekati permasalahan sebab, apa yang perlu
dengan melihat perubahan dilakukan?
dalam perbedaan dan
persamaan, mencari penyebab
dengan melihat fakta dan non
fakta serta menguji
kebenarannya
ANALISA
KEPUTUSAN
Daftar pertanyaan dalam
Bertujuan untuk memutuskan dan memilih
diantara beberapa alternative. Dilakukan
analisa keputusan
dengan cara menentukan sasaran-sasaran
yang meninjau sumber dan hasil, sasaran a. Apakah sasaran/syarat yang
mutlak serta batasannya, sasaran dipenuhi oleh alternatif-
keinginan dan bobotnya, dilanjutkan alternatif?

03
dengan mencari atau mengembangkan b. Manakah sasaran mutlak
alternatif, membandingkan dengan yang dan mana yang keinginan?
mutlak berjalan sesuai kehendak atau c. Alternatif-alternatif mana
tidak serta keinginan dengan menilai yang
yang memenuhi sasaran
selanjutnya menilai konsekuensi yang
mutlak?
merugikan bila dilihat dari kemungkinan
dan urgensinya
d. Sejauh mana masing-
masing alternative ini dapat
memenuhi sasaran
keinginan?
e. Konsekuensi apa yang
mungkin merugikan dari
alternatif-alternatif tersebut?
ANALISA
POTENSI MASALAH
Bertujuan untuk merencanakan dan menjamin
berhaslnya pelaksanaan. Dilakukan dengan cara Daftar pertanyaan dalam analis
menentukan daerah kritis dengan prioritas . apotensi masalah
selanjutnya menentukan persoalan-persoalan a. Persoalan-persoalan potensial apa
potensial yang memiliki prioritas dan tingkat yang memungkinkan mengganggu
urgensi tinggi. Lalu meramalkan sebab-sebab keberhasilan pelaksanaan?
yang mungkin menjadi prioritas. Selanjutbnya b. Apa penyebab yang paling
adalah memilih rindakan pencegahan terhadap memungkinkan?
sebab dan proteksi terhadap persoalan. Diakhiri c. Apa tindakan pencegahan yang
dengan memangun sisem informasi mengenai dapat mengurangi timbulnya
kapan, siapa dan bagaimana tindakan penjagaan penyebab tersebut?
dilaksanakan. Design thinking is not the answer to d. Tindakan penanggulangan apa yang
every problem. For some questions you will need dapat mengurangi akibat dari
rational thinking. persoalan?
e. Informasi apa yang diperlukan agar
tindakan penanggulangan yang sudah
disiapkan dapat mulai dilakukan?
CONTOH
KASUS
01
Perusahaan ASD merupakan produsen mobil. Untuk mendukung
kelancaran produksi mobil, secara umum perusahaan
menerapkan system produksi terpadu yang mana setia[ tahunnya
perusahaan menerbitkan sales forecast berisi perkiraan  jumlah
permintaan masyarakat akan mobil. Karena perusahaan
menerapkan pull strategy sebagai strategi manufakturnya, maka
data permintaan ini tentu saja menjadi pemicu perusahaan untuk
menggerakkan seluruh kegiatan produksi. Perusahaan juga tentu
harus mengatur jumlah overtime untuk memastikan sales forecast
ini terpebuhi sehingga kemungkinan unit yang indent dapat
dikirangi sehingga oada gilirannya dapat turut menekan
kemungkinan konsumen berpindah ke competitor. 
02
Hasil dari perhitungan tersebut kemudian dituangkan dalam dokumen
master production
schedule yang berisi tentang kapan dan berapa jumlah unit motor yang
harus diproduksi oleh
perusahaan. Selanjutnya dari master production schedule, dilakukan
marterial requirement planning
terhadap material dan barang consumable agar kebutuhan produksi dapat
terpenuhi secara tepat waktu
dan tepat jumlah. Begitu juga dengan material plastik, jumlah ini
dicocokan dengan standar using
material tersebut dan diatur plus dan minus-nya dengan kondisi quantity
purchase order yang open
atau kondisi stok material yang dimiliki perusahaan. Jumlah yang
dimaksud disebut dengan quantity
purchase order yang dikelola dengan sistem ordering material plastik
sebagaimana tertuang dalam
purchase request (PR) yang nantinya akan dijadikan dasar dalam
membuat purchase order (PO) ke
subcontractor.
03
Permasalahan yang timbul dalam perhitungan quantity purchase
order dengan sistem tersebut
adalah bahwa hasilnya berbeda dengan hasil perhitungan manual
yang bilamana tidak dikoreksi oleh
petugas logistik material maka akan berpotensi pada kelebihan
order ke subcontractor. Mengingat
nilai material plastik ini tergolong mahal dan besar, tentu saja
kesalahan ini tidak dapat ditolelir.
Selain akan mengganggu kegiatan produksi perusahaan, tentu
saja pada gilirannya akan membebani
perusahaan akibat jumlah uang yang besar dan terikat dalam
bentuk persediaan.
04
Oleh karena itu, perusahaan membentuk tim perbaikan dalam
rangka mencari akar penyebab,
merumuskan solusi dan menerapkannya. Tim yang terbentuk pun
kemudian menerapkan tujuan dari
perbaikan ini dan menggunakan Kepner-Tregoe problem solving
sebagai metode yang akan digunakan
dalam melakukan perbaikan. Metode ini sendiri memang telah
banyak digunakan untuk
menyelesaikan berbagai macam persoalan yang dihadapi
perusahaan.
ANALISA 
SITUASI
Karena adanya perbedaan dimana system material disorder padahal secara
hitungan excel material tersbeut tidak perlu di order karena masih open PO.
Apabila permasalahan ini tidak segera diatasi maka perusahaan daoat
dirugikan karena material akan dipesan dan perusahaan harus membayar
material yang sebetulnya tidak diperlukan oleh perusahaan. Tentu saja
kondisi ini tidak menguntungkan bagi perusahaan karena akan membenbani
perusahaan karena kelebihan order. Meskipun kelebihan ini dapat dicegah
dengan cross check petugas namun apabila masalah intinya tidak
diselesaikan maka tentu lama kelamaan akan mengganggu secara psikis
maupun fisik yang akan membuang buang waktu dan tenaga. 
ANALISA PERSOALAN
ANALISA  KEPUTUSAN
ANALISA  POTENSI MASALAH
THANKS
A LOT
BY ELYA INDRIANI
111611133008