Anda di halaman 1dari 8

Hariyati Tanggahma: Laporan lengkap KADAR AIR TANAH http://hariyatitanggahma.blogspot.com/2013/02/laporan-lengkap-kadar-...

Hariyati Tanggahma
Sabtu, 23 Februari 2013

1 of 8 26/05/2013 9:56
Hariyati Tanggahma: Laporan lengkap KADAR AIR TANAH http://hariyatitanggahma.blogspot.com/2013/02/laporan-lengkap-kadar-...

II. TINJAUAN PUSTAKA

2. 1 Kadar Air dalam Tanah

Kadar air tanah Alfisol merupakan perubahan regim kelembaban manusia atau

bahkan frekuensi yang tidak begitu sering akan mendorong periode jenuh yang
silih berganti mendekati desikasi sedemikian rupa sehingga bahan-bahan

yangdapat larut dalam air bergerak ke daerah jenuh dan mengendap di bagian

yang kering yang tergantung pada tekstur solumnya. Air merupakan unsur

utama dalam proses kimia dalam hubungannya dengan jumlah produk


pelapukan fenomena translokasi. Peranan air dan suhu dalam hidrasi atau

dehidrasi karbonasi dan hidrolisis cukup sulit untuk dimengerti sebagai hasil

disolusi mineral, keragaman produk ion tidak hanya menggambarkan

komposisi spesies yang terlarut (Hanafiah, 2005)


Kadar air juga dapat dinyatakan dalam persen volume, yaitu persentase

volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena

dapat memberikan gambaran mengenai ketersediaan air bagi tumbuhan pada

volume tanah tertentu (Hardjowigeno, 1992).


Cara penetapan kadar air tanah dapat digolongkan ke dalam:

· Gravimetrik

· Tegangan dan hisapan

· Hambatan listrik (blok tahanan)

· Pembauran neutron ( neutron scattering)


(Hakim, dkk 1986).

Cara gravimetrik merupakan cara yang paling umum dipakai. Dengan


cara ini sejumlah tanah basah dikeringkan dalam oven pada suhu tertentu

untuk waktu tertentu. Air yang hilang karena pengeringan tersebut merupakan
sejumlah air yang terdapat dalam tanah basah (Hanafiah, 2005).

Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan


besarnya tegangan air dalam tanah tersebut. Besarnya tegangan air

menunjukkan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk menahan air tersebut

dalam tanah (Hardjowigeno, 1992).

Air terdapat di dalam tanah karena ditahan oleh massa tanah, tertahan
oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik

(Hardjowigeno, 2003).
Kadar air merupakan komponen utama tanaman yang merupakan 70%

2 of 8 26/05/2013 9:56
Hariyati Tanggahma: Laporan lengkap KADAR AIR TANAH http://hariyatitanggahma.blogspot.com/2013/02/laporan-lengkap-kadar-...

- 90% dari berat segar. Kebanyakan spesies tanaman tak berkayu, sebagian
besar air terkandung dalam isi sel (85% - 90%) yang merupakan media yang

baik untuk banyak reaksi biokimia. Tetapi air mempunyai peranan lain dalam
fisiologi tanaman dan keadaannya unik yang cocok dengan sifat kimia dan

fisikanya yang diperankan (Foth, 1995). Cara biasa menyatakan jumlah air
yang terdapat dalam tanah adalah dalam persen tanah kering, bobot tanah

lembab tak dipakai karena bergejolak dengankadar airnya.


Kadar air juga dapat dinyatakan dalam persen volume yaitu persentase

volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena
dapat memberikan gambaran tentang ketersediaan air bagi tumbuhan pada

volume tanah tertentu (Nurhayati, 1986).

2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Air

Kapasitas tanah untuk menahan air dihubungkan baik dengan luas permukaan
maupun volume ruang pori, kapasitas menahan air karenanya berhubungan

dengan struktur dan tekstur. Tanah-tanah dengan tekstur halus mempunyai

maksimum kapasitas menahan air total maksimum, tetapi air tersedia yang

ditahan maksimum,pada tanah dengan tekstur sedang. Penelitian menunjukkan

bahwa air tersedia pada beberapa tanah berhubungan erat dengan kandungan

debu dan pasir yang sangat halus (Foth, 1995)


Tanah bertekstur halus menahan air lebih banyak pada seluruh selang

energy dibandingkan dengan tanah bertekstur kasar. Hal ini dimungkinkan


karena tanah bertekstur halus mempunyai bahan koloidal, ruang pori dan

permukaan adsortif yang lebih banyak (Nurhayati,1986). Hardjowigeno (1987)


menambahkan bahwa tanah yang bertekstur kasar mempunyai kemampuan

menahan air yang kecil dari pada tanah bertekstur halus. Oleh karena itu
tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan

daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat.Selain sifat tanah, faktor


tumbuhan dan iklim sangat mempengaruhi jumlah air yang dapat diabsorsikan

tumbuhan tanah, faktor-faktor tumbuhan antara lain,bentuk perakaran, daya


tahan terhadap kekeringan, tingkat dan stadia pertumbuhan. Faktor iklim

antara lain, temperatur, kelembaban dan kecepatan angin.

Diantara sifat-sifat tanah yang berpengaruh terhadap jumlah air yang


tersedia adalah daya hisap (matrik dan osmotik), kedalaman tanah dan

pelapisan tanah (Nurhayati, 1986). Adapun pengaruhnya bahan organik


terhadap sifat-sifat tanah dan akibatnya juga bagi pertumbuhan tanaman

adalah sebagai emulgator (memperbaiki strukturtanah), sumber hara N, P, S,


menambah kemampuan tanah untuk menahan air, menambah kemampuan

tanah untuk menahan unsur-unsur hara dan sumber energy bagi


mikroorganisme (Hardjowigeno, 2003). Hal ini penting untuk tumbuhan

berakar dalam. Pelapisan tanah berpengaruh terhadap jumlah air tersedia dan
pergerakannya dalam tanah.

Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur


tanah. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya manahan air lebih kecil

3 of 8 26/05/2013 9:56
Hariyati Tanggahma: Laporan lengkap KADAR AIR TANAH http://hariyatitanggahma.blogspot.com/2013/02/laporan-lengkap-kadar-...

dari pada tanah bertekstur halus. Oleh karena itu, tanaman yang ditanam pada
tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan dari pada tanah-tanah bertekstur

lempung atau liat. Air tanah selalu aktif semenjak permulaan dalam membantu
proses pembentukan horizon-horizon tanah. Air penting untuk pertumbuhan

tanaman dan reaksi-reaksi kimia dalam pelapukan mineral. Air perkolasi


membantu siklus unsur hara dan pemindahan liat, oksidasi besi dan

aluminium, garam-garam dan lain-lain. Di daerah kering gerakan air ke atas,


menyebabkan terjadinya akumulasi garam di permukaan tanah (Hardjowigeno,

2003).

III. METODOLOGI
3. 1 Tempat dan Waktu

Praktikum kadar air tanah dilaksanakan di belakang Laboratorium Kimia

Tanah Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin,

Makassar. Praktikum ini dilaksanakan pada Rabu, 14 November 2012


berlangsung dari pukul 15.00 WITA sampai dengan selesai.

3. 2 Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cangkul, plastik, ember,

cawan petridish, timbangan dan oven, sedangkan bahan yang digunakan pada
praktikum ini adalah sampel tanah Alfisol dan air.

3. 3 Prosedur Kerja

Ø Gravimetrik

1. Timbang cawan Petris, kemudian tambahkan 20 gram tanah kering

udara. Keringkan di dalam oven suhu 105o C selama 2 x 24 jam


2. Keluarkan cawan Petridis dan tanah dari oven, keringkan dalam

desikator, kemudian timbang cawan Petridis bersama tanah.


3. Hitunglah dengan rumus :

Berat cawan Petridis = a gram


Berat cawan Petridis + tanah kering udara = b gram

Berat cawan Petridis + tanah kering oven = c gram


Berat tanah kering udara = (b-a)

Berat tanah kering oven = (c-a)


Berat air yang hilang = (b-c)

Kandungan kadar air = x 100 %


Ø Kapasitas Lapang

1. Menentukan tempat/lokasi yang datar dan dekat dengan sumber air.

2. Membersihkan tempat tersebut dari rerumputan.

3. Membuat bedengan dengan ukuran 1 x 1 meter.


4. Setelah bedengan dibuat cukup tinggi, padatkan bedengan tersebut

untuk mencegah air merembes.


5. Menyiapkan air + 200 liter dan menumpahkan pada bedengan secara

4 of 8 26/05/2013 9:56
Hariyati Tanggahma: Laporan lengkap KADAR AIR TANAH http://hariyatitanggahma.blogspot.com/2013/02/laporan-lengkap-kadar-...

bersamaan sampai tanah tersebut jenuh air.


6. Menutup bedengan dengan menggunakan plastik. Memastikan bahwa

seluruh bedengan tertutup rapat, kemudian diamkan selama 1 x 24


jam.

7. Setelah didiamkan selama 1 x 24 jam, membuka plastik yang


menutupi bedengan kemudian menyungkil tanahnya.

8. Menimbang tanah yang telah dicungkil (nilai tersebut sebagai berat


basah) kemudian mengovenkan selama 1 x 24 jam.

9. Setelah di ovenkan, menimbang tanahnya (nilai tersebut sebagai berat


kering).

10. Menghitung kadar air kapasitas lapang dengan menggunakan rumus :

Kadar air kapasitas lapang : berat tanah basah – berat tanah kering

oven
berat tanah kering oven

11. Melakukan analisis ukuran partikel untuk mengetahui persen liat pada

tanah lalu menghitung kadar air pada titik layu permanen dengan

menggunakan rumus .

Kadar air TLP = (0,649 + 0,3538 x % liat)

100
12. Menghitung air tersedia dengan menggunakan rumus :

Air Tersedia = Kadar air kapasitas lapang – kadar air TLP

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Berdasarkan hasil pengamatan, maka diperoleh hasil sebagai berikut :


Tabel 9. Hasil Perhitungan Kadar pada Tanah alfisols dan Tanah Vertisol

Jenis Tanah Kadar Air (%)

Alfisols 66,28%

Vertisol 2,70%

Sumber : Data Primer, 2012.

4.2 Pembahasan

5 of 8 26/05/2013 9:56
Hariyati Tanggahma: Laporan lengkap KADAR AIR TANAH http://hariyatitanggahma.blogspot.com/2013/02/laporan-lengkap-kadar-...

Pada profil tanah Alfisols memiliki nilai kadar air sebesar 66,28%.
Nilai kadar air yang dimiliki oleh tanah ini adalah tinggi, karena tanah tersebut

memiliki tekstur yang halus, dimana tekstur tanah halus akan banyak
menampung air atau daya menahan airnya tinggi. Hal ini sesuai dengan

pendapat Hakim, dkk. (1986), yang menyatakan bahwa tanah bertekstur halus
menahan air lebih banyak dibandingkan dengan bertekstur kasar.

Pada tanah Vertisol memiliki nilai kadar air sebesar 2,70 %. Kadar air
pada Vertisol lebih rendah dibandingkan Alfisol. Tanah-tanah bertekstur liat,

karena lebih halus maka setiap satuan berat mempunyai luas permukaan yang
lebih besar sehingga kemampuan menahan air tinggi. Hal ini sesuai dengan

pendapat Pairunan, dkk.(1985), yang menyatakan bahwa liat dapat menyimpan

air lebih banyak dari pasir,karena liat mempunyai luas permukaan yang luas

yang dapat diseliputi air.


V. PENUTUP

5. 1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Kandungan kadar air pada tanah Alfisol dengan menggunakan metode

gravimetric adalah 66,28% dan pada tanah Vertisol 2,70%.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah/kadar air dalam tanah adalah

hubungan tegangan dengan kelembapan, kadar garam, kedalaman tanah,


dan strata atau lapisan tanah.

5. 2. Saran
Sebaiknya dalam memilih tanah pertanian, perlu diperhatikan kandungan air

tanah untuk suatu jenis tanah. Karena kadar air tanah cukup berperan setelah
bahan organik tanah yang turut mempengaruhi kandungan unsur hara yang

diperlukan tanaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

DAFTAR PUSTAKA

Hakim, dkk, 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung, Lampung


Hanafiah MS, Ali, Kemas. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT Praja Grafindo

Persada: Jakarta.
Hardjowigeno, H, Sarwono. 1992. Ilmu Tanah. PT Melton Putra: Jakarta

, 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta


Persada: Jakarta.

Pairunan, dkk, 1985. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Badan Kerjasama Perguruan


Tinggi

Negeri Indonesia Timur

6 of 8 26/05/2013 9:56
Hariyati Tanggahma: Laporan lengkap KADAR AIR TANAH http://hariyatitanggahma.blogspot.com/2013/02/laporan-lengkap-kadar-...

LAMPIRAN
Hasil Perhitungan Kandungan Kadar Air Tanah (%) Tanah Alfisol Lapisan I,

II, III

A. Gravimetric

Lapisan I
- Berat cawan petridish = 44,2 gram…………(a)

- Berat cawan petridish + tanah kering udara = 94,2 gram…………(b)


- Berat cawan petridish + tanah kering oven = 83,6 gram…………(c)

- Berat tanah kering udara = 50


gram……………(b-a)

- Berat tanah kering oven = 39,4

gram………….(c-a)

- Berat air yang hilang = 10,8


gram………….(b-c)

Ditanyakan : kandungan air tanah =………………..%?


Penyelesaian :

Kandungan Air tanah = x 100


= x 100 %

= 26,903 %
B. Kapasitas Lapang

Diketahui :
Berat tanah basah = 50 gram

Berat tanah kering oven = 39,4


Kadar air kapasitas lapang = berat tanah basah – berat tanah kering

oven

berat tanah kering oven

=
= 0,269

Kadar air TLP = (0,649 + 0,3538 X % liat)

100

7 of 8 26/05/2013 9:56
Hariyati Tanggahma: Laporan lengkap KADAR AIR TANAH http://hariyatitanggahma.blogspot.com/2013/02/laporan-lengkap-kadar-...

Diposkan oleh Hariyati Tanggahma di 03.12

Rekomendasikan ini di Google

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Beri komentar sebagai:

Posting Lebih Baru Beranda Posting Lama

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Template Awesome Inc.. Diberdayakan oleh Blogger.

8 of 8 26/05/2013 9:56