Anda di halaman 1dari 71

DAFTAR

ISI

Kelas Dasar III

01. Visi, Misi Family Altar

1

02. Prinsip Dua Belas

10

03. Penggembalaan Family Altar

14

04. Kepemimpinan Dalam Family Altar

20

05. Pujian dan Penyembahan Dalam Family Altar

24

06. Pra Ibadah (Ice Breaker)

30

07. Khotbah Versi Family Altar

34

08. Penginjilan Kontekstual Versi Family Altar

36

09. Doa dalam Family Altar

40

10. Karunia-karunia Dalam Kelompok Family Altar

43

11. Pastoral Konseling I (2 Sesion)

48

12. Pastoral Konseling II (2 Sesion)

59

1

Pelajaran 1 SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

Kelas Dasar III

VISI, MISI FAMILY ALTAR

Ayat hafalan: Ibrani 10:25

Yesaya 54:2-3 Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; Pancangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkan kokoh-kokoh patok-patokmu ! Sebab engkau akan mengembang kekanan kekiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. FA adalah cara yang efektif dalam mensukseskan visi dari Tuhan ini. Melalui FA maka jemaat akan bertumbuh makin dewasa dan menjadi pasukan Kristen yang setia dan militan. Penginjilan yang paling efektif adalah melalui pembukaan gereja yang baru. Pembukaan Gereja yang baru dimulai dengan pembukaan ranting baru di daerah tersebut. Pos PI ini terbentuk dari pergumulan, dorongan kelompok-kelompok FA yang ada di daerah itu. Melalui pertumbuhan demikian maka FA akan menjadi sarana pertumbuhan gereja tanpa batas yang kuat, mencerminkan kemuliaan bagi nama Yesus Kristus dalam kehidupan berjemaat.

PENGERTIAN FAMILY ALTAR Family Altar adalah Sel Group dalam gereja yang berfungsi dalam penggembalaan jemaat. FA adalah suatu komunitas, yaitu suatu bentuk kehidupan dimana pribadi-pribadi yang hidup saling berhubungan satu dengan yang lain. Komunitas adalah bentuk kehidupan yang diciptakan oleh Tuhan.

Tuhan menciptakan manusia agar mereka hidup dalam komunitas. Komunitas mempunyai pengertian keluarga ! Dalam bahasa Yunani disebut OIKOS. Manusia diciptakan hidup dalam keluarga seperti Sang Pencipta yang Agung hidup dalam komunitas, Keluarga yang Agung dan Mulia. Kasih akan Allah dan kasih akan sesama manusia seperti diri sendiri. Ini yang dapat dijalankan bila cara pandang manusia adalah keluarga sendiri. Tuhan Yesus berkata siapakah ibuKu dan siapakah SaudaraKu ? Dia yang melakukan perintah BapaKu itulah ibuKu dan saudaraKu Markus 3:31-35. Ini berbicara tentang keluarga. Kita keluarga di dalam Yesus Kristus. Rasul Paulus mengatakan didalam Kristus

tidak ada orang Yahudi, orang Yunani

itu

“ Yoh. 19:25-27 Dalam

ibumu

Tuhan berkata kepada Yohanes, sambil menunjuk pada Maria IbuNya

I Kor. 9:20 Ini keluarga. Di Kayu salib

!

Dan kepada Maria

!

itulah anakmu

!

kehidupan keluarga terdapat kerukunan, kasih. Inilah dasar pertumbuhan dan penggembalaan jemaat dalam gereja FA. Allah Bapa Allah Anak dan Roh Kudus hidup dalam komunitas dan tidak pernah terpisah dan memisahkan diri. Iblis bertekad untuk merusak kehidupan berkomunitas. Adam dan Hawa digoda dan

jatuh dalam dosa. Akibatnya kehidupan komunitas dengan Tuhan terputus dan mereka diusir dari taman Eden. Anak-anaknya Kain dan Habel juga dirusak hubungannya satu dengan yang lain. Kain berkata kepada Tuhan : “Aku tidak tahu dimana adikku berada, apakah aku penunggu adikku ?” Kej. 4:9 Setiap

2

kehidupan dalam setiap keluarga ada saling tanggung jawab satu dengan yang lain dalam kehidupan yang rukun dan bertangung jawab sesama anggota. Dosalah yang telah merusak citra Tuhan dalam keluarga-keluarga.

OIKOS Kata ini terdapat dalam Alkitab, menggambarkan bahwa kita adalah keluarga

(oikos) Allah

1. Tugas dan sikap oikos adalah oikonomos.

Ef. 2:19; I Tim 3:15

a. Layanilah satu dengan yang lain sebagai pengurus dalam kehidupan beragama kita I Pet. 4:10.

b. Jadi siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana ? Luk. 12:42

c. Demikianlah hendaknya orang memandang kami; sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. I Kor 4:1 Istilah yang digunakan disini ialah oikonomos yaitu sikap dalam tugas para oikos

2. Tanggung jawab para oikos adalah oikodomeo a. Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun Roma 14:19

b.Setiap orang diantara kita harus mencari kesenangan diantara kita demi kebaikannya untuk membangunnya Roma 15:2

c. Hendaklah kamu berusaha menggunakannya untuk membangun jemaat

I Kor. 14:12

d. Jadi bagaimana sekarang saudara-saudara ? Bilamana kamu berkumpul,

hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu; yang seorang Mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah, atau karunia bahasa Roh atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu digunakan untuk membangun (I Kor. 14:26) Apabila ada sikap tugas dan tanggung jawab, akibatnya dalam kondisi kehidupan komunitas, oikos, keluarga seperti ini maka setiap anggota akan sujud menyembah Dia I Kor. 14:24-25. Inilah bentuk kehidupan dalam kelompok- kelompok FA

MOTTO FAMILY ALTAR FA memiliki motto KTM , singkatan dari Kesatuan hati, Tumbuh bersama dan Memenangkan jiwa. Motto ini menggambarkan kehidupan kelompok FA yang dinamis karena adanya pertumbuhan pada kehidupan rohani dalam seluruh anggota. Jenjang kehidupan para anggotanya nyata dimulai dengan : Kesatuan Hati. Mereka belajar untuk saling mengasihi dan menerima keadaan masing- masing, mengenal sesama. Dalam jumlah anggota terbatas yaitu 7-15 orang, hal ini terjadi dan dipraktekkan. Pada awal mula kelompok yang baru, maka kurang lebih dari 3 bulan kesatuan hati harus tercapai. Perlu disadari bahwa setiap pribadi yang hadir masing-masing mempunyai sikap dan motivasi sendiri dalam kehadirannya. Hal ini didorong oleh kepentingannya, ada yang menginginkan kesembuhan, berkat, doa, atau sekedar ikut dalam kelompok FA ! Para gembala (pengurus) kelompok FA disini mulai berperan untuk meluruskan. Tumbuh bersama, setelah periode pertama saling kenal tercapai, maka proses

3

kedua terjadi. Kelompok disini sangat akrab antar anggota, saling menerima dan karena kesatuan hati diantara mereka Tuhan mengaruniakan berkat Karunia Roh pada anggota FA. Peranan pemimpin kelompok besar dengan lebih banyak sharing dan praktek berjalan dalam berbagai bidang rohani. Mereka berdoa bersama, memuji menyembah bersama-sama, makan bersama dari rumah ke rumah dan mujizat banyak terjadi dan mereka disukai orang banyak ! Kis. 2:41-47 Disini terjadi pemuridan. Periode ini terjadi kurang lebih dalam bulan 2 - 6

Periode terakhir adalah memenangkan jiwa. Pada masa ini beberapa yang sudah bertumbuh akan mulai dewasa dan membawa jiwa untuk dipersembahkan kepada Tuhan Yesus. Dorongan yang dilakukan oleh pemimpin Kelompok FA supaya banyak bersaksi dan memenangkan jiwa akan terlihat hasilnya. Secara team diadakan Penginjilan Kontekstualisasi yaitu bentuk penuaian cara FA yang praktis dan efektif. Masing-masing anggota didorong membawa satu jiwa dalam acara tersebut. Mereka yang dibawa sudah lama didoa-puasakan. Masing-masing kemudian akan melihat sendiri jiwa yang bertobat dan dilahirkan oleh kuasa Roh Kudus. Melalui pertumbuhan yang demikian, maka pembelahan FA dapat diperkirakan sebelumnya, yaitu dalam kurun waktu bulan ke 6-12. Artinya kedewasaan seseorang dapat dicapai dalam waktu 12 bulan, dengan demikian FA adalah kelompok yang dinamis dan misioner. Kelompok yang berhasil adalah kelompok yang dinamis, kelompok yang telah merencanakan jadwal penggembalaan dengan baik dan taat pada pimpinan Roh Kudus

KEGIATAN KELOMPOK FAMILY ALTAR Kelompok FA terdiri dari Kelompok FA Umum, kelompok FA Wanita, Kelompok FA Pemuda. Masing-masing kelompok diadakan untuk dapat melakukan penggembalaan secara efektif sesuai keunikan anggotanya. Pembinaan dan bahan pembinaan disediakan oleh Litbang FA. 1. Ibadah Kelompok FA. Pada ibadah mingguan ini terdapat agenda ibadah yang mengandung 4 (W) yaitu:

* Welcome, Selamat Datang ! Bentuk permainan untuk memecah kekacauan,

terutama bila jiwa baru hadir didalam kelompok. disebut juga sebagai Ice Breaker, disini terdapat suatu bentuk pembuka hati untuk saling menerima

- dan sesama.

* Worship, Pujian dan penyembahan kepada Tuhan Yesus ! - Manusia kepada Tuhan

* What, pemberitaan Firman Tuhan ! - Khotbah ciri FA - Tuhan kepada manusia * Work, Pelayanan, setelah pelayanan Firman Tuhan, mereka saling melayani dan melatih karunia-karunia roh. Biasanya dibagi dalam sub kelompok dua atau tiga orang. Wanita dengan wanita, pria dengan pria

4

saling mendoakan dan terbuka satu dengan yang lain. Mereka yang tidak hadir dalam pertemuan kelompok, juga didoakan bersama-sama. Pelayanan In and Out Di dalam pertemuan ibadah, setiap minggu dirumah-rumah jemaat tempat pertemuan saling bergantian agar dapat saling lebih mengenal. Ibadah mingguan kelompok FA ini berlangsung kurang lebih 1.5 jam. Ada kelompok yang melakukan pagi atau siang hari ada yang malam harinya. Hari ibadah rabu atau tergantung kesepakatan masing-masing, namun tidak diperkenankan berganti-ganti hari. Buatlah jadwal acara ibadah kelompok FA dan agenda pelayanan selama sebulan.

2. Kunjungan. Pertemuan-pertemuan dilakukan antar pengurus FA dipantau oleh pengurus Sektor, yaitu * Pertemuan para pengurus Kelompok seminggu sekali untuk membicarakan rencana kerja dan doa bersama-sama pengurus. Pertemuan ini dapat dilakukan satu jam sebelum ibadah mingguan atau dilain tempat yang disepakati bersama. * Pertemuan atau kunjungan para pengurus dengan jemaat - domba - terutama dilakukan untuk jiwa yang baru hadir di kelompok. Tiap minggu upayakan dapat dilakukan kunjungan, dilakukan bersama wakil pemimpin kelompok FA dan sekretaris kelompok FA atau masing-masing berbagi tugas untuk kunjungan ini. Dengan demikian dalam seminggu ada tiga orang anggota kelompok yang dikunjungi. Dalam pertemuan kunjungan ini dilakukan syaring singkat dan doa bersama untuk masalah-masalah mereka. Ingat setiap orang pasti punya pergumulan.

3. Pembinaan. Kedewasaan para anggota FA sangat bergantung pada pembinaan yang dilakukan pada pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama GFA / pengurus. Pembinaan dilakukan karena adanya pengamatan dari pengurus kelompok bersama G.Sektor. FA . Kegiatan pembinaan mengikuti masalah rohani seperti pelajaran berdoa, dengar suara Tuhan, dasar-dasar kekristenan, pelepasan, penginjilan pribadi, pemberkatan rumah dan kunjungan orang sakit.

4. Misi dan Penginjilan. Kegiatan ini paling tidak dilakukan dua kali satu tahun oleh setiap kelompok FA. Dilakukan dengan persiapan paling tidak

tiga bulan sebelumnya. Dibarengi dengan doa puasa para anggota. Persiapan dititik beratkan pada penuaian jiwa, tidak pada acara santai. Ada dua bentuk penginjilan dalam FA :

a. Family Day, dilakukan bersama-sama kelompok FA diwilayah sektor sendiri, yaitu kelompok FA umum, wanita dan pemuda. Masing-masing membawa jiwa dan pergi ke suatu tempat yang berjauhan dengan tempat tinggal, secara santai disana diadakan permainan berhadiah, makan bersama, kegiatan-kegiatan yang menarik lainnya. Tetapi acara intinya adalah ibadah disertai tantangan jiwa yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi. Perlu ada persiapan kartu untuk mem

5

follow up jiwa baru dalam kelompoknya. Keunikan dari Family Day adalah anggota keluarga dapat mengamati kesungguhan dan keberhasilan pembinaan FA bagi anggota keluarga mereka. Hal ini akan membawa dampak keluarga Allah yang bahagia dan yang sungguh menjadi berkat bagi sesama. b. Pengijilan kontekstual. Kegiatan ini dilakukan oleh masing-masing atau beberapa kelompok FA umum saja, atau wanita saja, atau pemuda saja. Acara dan persiapan sama dengan Family Day diatas. Kegiatan-kegiatan lain yang akan mengairahkan kehidupan kelompoknya dapat saja dilakukan kelompok FA dengan bantuan para GFA

ORGANISASI DAN ADMINITRASI FAMILY ALTAR

Struktur Organisasi FA, Struktur organisasi FA mengikuti struktur bani Israel, yaitu yang dikenal dengan struktur Yitro Kel. 18:13-21. * Gembala Wilayah pemimpin ribuan, membawahi empat (minimal tiga, maksimal 6 asisten wilayah / sektor) * Gembala Sektor pemimpin 50 an - membawahi minimal (3 maksimal 6 ) pemimpin kelompok FA (GFA) * Gembala FA , pemimpin sepuluhan, membawahi 7 sampai 15 jemaat

Pemimpin kelompok FA otomatis menjadi pekerja dalam gereja, yang kewajibannya harus menghadiri pertemuan para pekerja dan doa puasa pekerja. Tata tertib dan tanggung jawab sebagai seorang pekerja harus dipahami dan diikuti. Gembala Sektor dapat dipilih untuk menjadi diaken atau diakones yang bertugas dalam kebaktian umum (tidak semua dipilih). Gembala Wilayah potensi untuk diangkat menjadi pejabat nasional GBI yaitu Pdp. Ketua Wilayah berpotensi untuk Pdm. dan calon Full Timer. Dengan keteraturan dan keberhasilan pelayanan dalam gereja diharapkan para pekerja akan semakin baik dan berbobot.

Pengangkatan Pengurus FA Setelah calon pengurus kelompok FA mengikuti pendidikan SOM maka ia harus mengikuti konseling pelepasan dan inner healing bagi dosa atau ikatan yang belum disadari dan dibereskan. Penggunaan Formulir pemberesan tersedia dan bisa dilakukan pelayanan hendaklah mengikuti cara yang sudah disepakati bersama. Calon pengurus sudah dilahirkan kembali. Setelah itu G. Sektor kelompok FA mengisi formulir usulan pengangkatan pengurus kelompok FA yang tersedia yang disampaikan kepada Gembala Sidang (Cq. Litbang FA) untuk ditandatangani sebagai persetujuan. Pengurapan dan pengutusan dari Gembala Sidang.

Persyaratan Pengurus Kelompok FA

6

Keluaran 18:21 “Di samping itu kau carilah dari seluruh bangsa itu orang- orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci pada pengejaran suap, tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.”

Kriteria kunci dari para pemimpin kelompok FA adalah dia bertindak sebagai seorang panutan, model yang berfungsi sebagai Leader, Manager dan Pastor.

1. Pastor - sebagai Gembala, Mempunyai hati yang mengasihi Allah! Hidup

dalam ketaatan dan senang berada dalam hadirat-Nya senantiasa. bertumbuh dalam iman. Mempunyai hati untuk sesama, mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain; Senang bekerja sama dengan pribadi lain. 2. Manager - sebagai Pengurus, yang cakap dan dapat dipercaya dalam keuangan dan keluarga yang baik. Seorang yang beriman dan siap sedia untuk melayani; seorang yang berinovasi, tunduk pada atasan, teachable (mau belajar dan diajar).

3. Leader - Seorang pemimpin, yang menjadi Model dalam berbagai pelayanan, mengerti Visi dan mempunyai Visi dan program untuk dijalankan, sanggup memotivasi dan berhasil dalam pelayanannya. Pengurus dalam kelompok 10 adalah : Pemimpin kelompok, wakil pemimpin kelompok dan sekretaris, bendahara kelompok

Berikut ini adalah persyaratan menjadi pengurus FA

a. Mengerti Visi gereja dan mempunyai Visi

Mengerti bahwa kita sedang dalam masa penuaian, dimana kita harus melakukan peperangan melalui doa puasa yaitu menjadi rumah doa. FA adalah tim inti untuk menjaring jiwa. Mempunyai visi pribadi yang Tuhan berikan untuk memperlengkapi diri dan merupakan panggilan Tuhan untuk terlibat dalam melayani, mensukseskan visi gereja. Calon pengurus FA adalah anggota gereja yang terdaftar sudah lahir baru, telah dibabtis selam dan dipenuhi Roh Kudus. Sudah mengikuti kelas SOM

b. Hati seorang gembala.

Hati yang mencerminkan hati Bapa di sorga yang sedih melihat banyak dombanya berkeliaran tanpa gembala. Hati yang mengasihi dan terbeban untuk berkorban bagi sesama keluarga Allah.

c. Bersemangat dan dinamis

Ini penting untuk pertumbuhan dan pendewasaan kelompoknya. Seorang yang berkobar-kobar dalam pelayanan banyak ide baru, berani

dalam kasih dan tertib dalam melayani. II Tim 1:7.

d. Kesaksian hidup

Mempunyai kesaksian hidup yang membawa damai sejahtera dan memuliakan nama Tuhan. Terutama dalam pertobatan dan proses kelahiran

baru. Hal ini akan memberikan dampak positip dalam ruang untuk saling membagi pengalaman.

e. Mempunyai Waktu.

7

Ada orang yang mau melayani dan sudah dipersiapkan dengan perangkat untuk maju melayani, tetapi mereka mundur oleh karena alasan ini. Sadarilah bahwa waktu itu bukan milik kita tetapi milik Tuhan. Minta dari Tuhan dan taatilah pimpinanNya saudara akan lihat betapa luar biasanya Tuhan bekerja. Pelayanan saudara dan bisnis saudara akan berhasil. Ijinkan Tuhan menggunakan waktu yang dipercayakan kepada saudara, supaya saudara dapat melayani Dia. Jangan absen dan melarikan diri dari pelayanan. f. Taat kepada pemimpin Renungkan ini mungkinkah kita sungguh taat pada yang tidak kelihatan apabila pada yang kelihatan saja kita tidak taat ? Disini diperlukan pengabdian mengenai struktur organisasi dan adminitrasi serta hubungan kerjasama dengan anggota keluarga Konsekwensi tidak memenuhi syarat-syarat ini jabatan akan ditinjau ulang

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN FA (Job Description)

a. Berdoa setiap hari sesama pengurus kelompok, anggota kelompok,

terutama jiwa baru yang sedang dalam kebingungan, bersama dengan

anggota kelurga mereka - minta tutup bungkus dengan Kuasa Darah Yesus. Renungkan Firman Tuhan setiap hari dalam saat teduh dan dapatkan tuntunanNya supaya saudara dapat menggembalakan dengan baik hari itu. Penggembalaan itu dilakukan setiap hari !

b. Kunjungi anggota yang bermasalah atau yang mundur rohaninya dengan

anggota FA yang lain.

Latihlah mereka untuk melayani !

c. Milikilah jiwa misi dengan antusias dan menangkan jiwa bagi Kristus. Jalankan prinsip KTM dan CGF dalam memimpin kelompok. CGF (Cari, Gembalakan, Fungsikan).

d. Memiliki sikap keterbukaan dan menjadi model dalam ketaatan Firman

Tuhan. Merencanakan penginjilan kontekstual yang melibatkan anggota kelompok.

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB WAKIL PEMIMPIN FA (Job Description)

a. Mencari dan mendoakan calon pengurus baru dari para anggota, bersiap untuk mengirimkan dia ke kelas SOM

b. Aktif dalam mencari jiwa baru bersama para anggota yaitu untuk mengembangan kelompok FA, menemukan dan mengundang mereka untuk menjadi anggota gereja dengan mengisi daftar KKJ

c. Mendukung pemimpin FA dalam tugas penggembalaan dan tugas kepemimpinan.

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB SEKRETARIS FA

a. Menangani urusan adminitrasi dan keuangan kelompok FA. Membuat catatan jadwal pelayanan untuk bulan berikut , menyampaikan kepada masing-masing yang bertugas

b. Membuat laporan kehadiran ibadah FA mingguan dan mengirimkan

8

masing-masing copy bagian bersangkutan.

c. Menghitung uang persembahan bersama seorang anggota lain, secara bergilir memasukkan ke dalam amplop persembahan yang tersedia bersama laporan yang tersedia

d. Bertanggung jawab agar amplop persembahan sudah diserah terimakan dimeja Litbang FA pada Ibadah raya hari minggu. Dan menyimpan tanda bukti

e. Bila sekretaris berhalangan untuk menyampaikan amplop persembahan,

maka wakil atau ketua kelompok yang mengambil alih tanggung jawab itu. f. Mengikuti administrasi pendataan jemaat gereja dilingkungan kelompok FA dengan berhubungan dengan petugas kantor sekretariat gereja untuk informasi-informasi yang lain. Contoh: Pengurus FA yang terdiri dari ketua wakil ketua, dan sekretaris harus bekerja dalam bentuk Tim yang kompak. Dimana tidak ada yang merasa lebih dari yang lain. Tetapi sama-sama saling terkait dan peduli tetap bertanggung jawab.

ADMINISTRASI FA Setiap kegiatan kelompok apapun harus disertai laporan yang diadministrasikan dan dilaporkan kepada Litbang (dengan tembusan Sektor atau Wilayah) Administrasi antara lain mengikuti kehadiran, dalam ibadah mingguan kelompok FA, penerimaan persembahan dalam kelompok FA, jiwa baru yang hadir dan yang telah dimenangkan dan dibabtis di gereja. Pelaksanaan penginjilan kontekstual, Family day, diakonia, struktur organisasi FA dan pengangkatan para pemimpin FA Administrasi ini mengikuti keseragaman dari Litbang Keberhasilan penggembalaan ada kaitannya dengan tertib adminitrasi. Administrasi kelompok menggunakan formulir yang seragam dari Litbang. Contoh Form

TANDA TERIMA Sampul Persembahan Family Altar

Tgl. Kebaktian

:

Kode F.A.

:

Nama F.A.

:

Jumlah uang Rp. :

( Diserahkan Tgl :

)

Yang Menerima

Yang menyerahkan

Sekretariat FA

(

)

(

)

Nama Terang

Nama Terang

Nama FA

:……………………………. Kelurahan

:……………………

Nomor FA

: …………………………

Gembala FA

: …………………………… Paraf

: ……………………

Sekretaris

: …………………………… Paraf

: ……………………

Dirumah Keluarga : …………………………… Alamat

: ……………………

Tanggal

: …………………………… Hari : ………… Jam : ……………

No: Nama Alamat Kode 1 15 Posisi dimana kelompok dipersiapkan u/ berganda Jumlah Anggota Pengunjung
No:
Nama
Alamat
Kode
1
15
Posisi dimana kelompok dipersiapkan u/ berganda
Jumlah
Anggota
Pengunjung
Jiwa
Rp.
Hadir
Baru
Pers.

Pujian Penyembahan Doa Pembukaan Doa Firman Pembawa Firman

:

Isi Firman

:

:

Doa Pers./Penutup :

:

Doa Syafaat

:

:

Doa Berkat Jasmani:

Kesaksian

:

Pertemuan 1 minggu berikutnya :

Catatan Khusus :

SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

Kelas Dasar III

PRINSIP DUA BELAS

Ayat hafalan: II Timotius 2:2

Usaha kita terhadap pengembangan kepemimpinan yang berhasil mungkin akan mencapai puncaknya dengan cara yang sama Yesus lakukan: mengembangkan “dua belas” asisten yang dipilih dimana kita menghabiskan kebanyakan waktu kita bersama mereka dengan tujuan untuk menolong kita membagikan visi. Prinsip dua belas diteguhkan lagi dan lagi di Alkitab: 12 suku Israel (Kej. 49:28), 12 rasul (Luk. 6:13), 12 batu dasar di Yerusalem Surgawi (Wah 21:14,12) dan banyak ayat-ayat yang lain menekankan pentingnya angka ini sebagai angka pemerintahan. Gereja di seluruh dunia menemukan bahwa dengan kelompok dua belas Amanat Agung bisa dengan mudah diselesaikan. Sebagai contoh , Maiwa’azi Dan Daura dari kota Jos, Nigeria. Pelayanannya mulai dengan 7 orang yang dia muridkan. Sasaran dari 7 orang tersebut adalah untuk mendapatkan 12 orang yang lain untuk dimuridkan. Setelah 20 tahun , kelompok kecil mereka tersebut telah berkembang menjadi sebuah “jaringan dua belas” kepemimpinan yang telah melahirkan lebih dari 1200 gereja di Nigeria. Setiap minggu, para murid bertemu dengan pemurid mereka dan orang-orang yang mereka muridkan Secar dan Claudia Castellanos memulai kelompok kecil mereka, Mission Carismatica International, di Bogota, Kolombia, pada tahun 1983. Setelah beberapa tahun, gembala departemen kaum muda mereka, Cesar Fajardo, memulai sebuah proses yang mirip dengan Maiwa’azi Dan Daura dengan memuridkan 12 remaja di depatermennya. 12 anak remaja ini pada gilirannya juga diberi tugas untuk menemukan 12 anak muda yang lain (berumur 16-25 tahun) untuk dimuridkan dan dilepaskan dalam pelayanan sebagai asisten mereka. Struktur piramida yang besar dari hubungan pelayanan ini sekarang telah mencapai tiga generasi dari “dua belas” yang beberapa dari mereka sedang memulai generasi keempatnya. Sekarang ada sekitar 6.600 kelompok sel dalam departemen anak muda mereka di Mission Carismatica International dengan sasaran mempunyai 10. 000 kelompok sel anak muda! Setiap Sabtu lebih dari 600 anak muda baru ditobatkan pada Kebaktian kaum muda Sabtu pagi. Bukankah tidak wajar untuk melihat seorang anak muda 25 tahun mengawasi sebanyak 800 kelompok sel. menggunakan “Prinsip Dua Belas”. Gereja ini telah memiliki 14.000 kelompok sel dan semua pemimpin diatur di bawah satu dengan yang lain dalam “Prinsip Dua Belas”. Keuntungan Prinsip Dua Belas dibandingkan Kelompok Sel I. Menjaga Hubungan Melalui “Prinsip Dua Belas” Cara multiplikasi kelompok sel secara tradisional melewati fase-fase: lahir dan bertumbuh, kanak-kanak, remaja, dewasa, tua dan mati. Kelompok-kelompok sel ini bisa bermultiplikasi beberapa kali, tetapi tiap kali multiplikasi terjadi akan melukai hubungan yang telah mereka bangun dalam kelompok sel itu. Setelah beberapa kali bermultiplikasi anggota kelompok sel akan cenderung untuk kehilangan motivasi untuk bermultiplikasi karena tidak seorangpun senang

11

bermultiplikasi hanya untuk mengulangi semuanya dari awal lagi, mereka harus membangun hubungan yang baru dan segera setelah itu mengalami perpecahan/luka lagi. “Prinsip Dua Belas” telah merubah prinsip tradisonal mengenai multiplikasi kelompok sel dengan memberikan kemungkinan hubungan yang terus berlanjut setelah multiplikasi. Pemimpin kelompok sel berkembang, tidak hanya menjadi “dua kelompok sel”, tetapi pemimpin kelompok sel bisa mengembangkan seluruh anggota kelompok sel yang ada di bawah kepemimpinannya menjadi pemimpin. Kemampuan untuk memelihara hubungan dengan anggota sel mula- mula sementara bermultiplikasi akan memberikan dorongan/ semangat yang kuat. Perkembangan atau produktivitas pemimpin kelompok sel ini tidak terbatas, mereka bisa berkembang sesuai dengan kasih karunia dan kemampuan yang Tuhan berikan pada mereka.

II. Dasar “Prinsip Dua Belas”

“Prinsip Dua Belas” sangat dinamis dan dahsyat tetapi mudah untuk dipahami

dan dipraktekkan. Kita bisa mengikuti prinsip ini dengan mudah jika kita mengerti tujuh prinsip dasar ini:

1. Setiap orang adalah pemimpin yang berpotensi. Pernyataan ini menentang hikmat dunia yang lazim mengenai kepemimpinan dan siapa yang bisa (berpotensi) menjadi pemimpin. Jika kita hanya melihat sepintas orang-orang yang hadir dalam kelompok sel (beberapa orang malu, beberapa malas, beberapa masih terus bergumul), kita akan mempertanyakan kebenaran pendapat ini. Tetapi kita harus ingat, orang- orang yang Allah kirimkan kepada Daud di gua Adulam, mereka adalah orang-orang yang dalam kesukaran, dikejar-kejar tukang piutang, atau sakit hati (1 Sam 22:2), tetapi akhirnya orang-orang ini berubah menjadi pemimpin yang luar biasa, mereka menjadi orang-orang perkasanya Daud. Kelompok sel adalah seperti keluarga secara rohani. Setelah setiap anak dalam keluarga dididik dengan baik sampai dewasa, mereka siap membangun keluarganya sendiri. Demikian pula dalam kelompok sel. Mengetahui bahwa tiap orang adalah pemimpin yang berpotensi akan merubah segalanya. Sasaran anda sebagai pemimpin kelompok sel adalah untuk melatih, menantang dan mempercayai orang-orang yang Allah telah kirimkan sehingga mereka bisa mengambil langkah yang tepat untuk menjadi pemimpin kelompok sel. Dengan mengasihi mereka , mendengarkan mereka, dan menguatkan mereka, dan dengan semangat menanamkan visi dan kepercayaaan Allah pada mereka yaitu bahwa mereka siap untuk melangkah maju menjadi pemimpin kelompok sel. Sewaktu mereka mulai melangkah maju, satu demi satu, halangan demi halangan akan mereka lewati dan mereka akan mulai mampu memenangkan jiwa dan memuridkan

orang lain (Kej. 1:28; Ul. 28”13; Mat 5:13;

Mat 28:19).

2. Setiap orang bisa memuridkan “dua belas” orang Jika setiap orang mempunyai potensi menjadi pemimpin, berarti usaha kita untuk memuridkan mereka sangatlah penting dan berharga. Yesus

12

mempunyai 12 murid yaitu orang-orang yang Yesus menginvestasikan kebanyakan dari waktunya selama tiga setengah tahun. Dengan jelas Yesus memilih 12 karena itu adalah angka yang sempurna untuk memuridkan. Paulus mengerti mengenai pemuridan, oleh karena itu dia mempunyai kelompok orang-orang (contoh:Timotius, Titus) yang sering bepergian bersamanya. Mereka terus menerus belajar dan menyelidiki “ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku, dan ketekunanku” (II Tim.3:10). Sasaran seumur hidup untuk mengembangkan “dua belasmu”

menjadi tantangan yang luar biasa untuk pengembangan kepemimpinan. Melalui proses waktu, keadaan, dan pemuridan muka dengan muka, seseorang yang mungkin belum pernah melakukan sesuatu yang berarti, tiba-tiba menjadi seorang yang mempunyai potensi, tujuan hidup, kemampuan dan integritas yang luar biasa. Kerja kerasmu dan usaha untuk memuridkan orang-orang ini akan terlunasi sewaktu mereka mulai mencari dan mulai memuridkan “dua belas mereka.”

3. Setiap orang dimuridkan dan memuridkan “Menerima dan memberi” adalah prinsip kehidupan. Tanaman yang sehat menyerap sari-sari makanan dan mengeluarkan buah. Ini juga adalah alasan utama dari “prinsip dua belas”. Sebagai contoh, gembala senior memberikan pelajaran sel dan prinsip kepemimpinan yang dia ajarkan kepada 12 muridnya. Mereka mengambil informasi yang mereka terima dan kemudian membagikan sewaktu mereka mengajar “dua belas” mereka pada minggu yang sama. “Ajarkan apa yang diajarkan kepadamu” dimulai dari sekelompok “dua belas” ke kelompok “dua belas” selanjutnya sepanjang minggu. Baik tertulis maupun lisan, prinsip dan pengajaran diturunkan dari “generasi ke generasi” dan kemudian “ke generasi yang paling bawah” sebagai ujung tombak penginjilan. Pelajaran turun dari atas melalui pertemuan “dua belas”. “Ajarkan apa yang diajarkan kepadamu” (II Tim. 2:2) dengan cara ini, pengajaran tidak akan berhenti di suatu tempat, tapi pengajaran itu segera diimpartasikan/ diteruskan kepada mereka yang ada di bawah kepemimpinan kita.

4. Seorang termasuk dalam “dua belasmu” hanya jika orang tersebut telah membuka kelompok sel. Seorang bisa masuk dalam kelompok sel (menjadi anggota kelompok sel) tanpa termasuk dalam “dua belasmu”. Sasaran memuridkan dan pelatihan kepemimpinan adalah supaya pemimpin yang berpotensi (anggota sel) membuka kelompok selnya sendiri. Ini bisa dilakukan setelah anda membawa orang tersebut melalui proses “Memultiplikasikan Pemimpin“ Proses 8 - 12 bulan ini bertujuan untuk menyiapkan individu menjadi pemimpin sel yang efektif.

5. Setiap orang harus memenangkan jiwa-jiwa dan mengembangkan pemimpin yang berpotensi. Setiap gembala, pemimpin dan orang-orang Kristen seharusnya memenangkan jiwa-jiwa - kitapun telah diperintahkan oleh Tuhan melakukan

hal yang sama!

nyata adalah dengan doa, paling tidak kita membawa “dua belas” orang pada

Dengan menggunakan “Prinsip Dua belas” sasarannya

13

Tuhan tiap tahun melalui penginjilan pribadi. Para petobat baru masuk dalam kelompok sel dan kemudian membuka kelompok sel menjadi pemimpin tetap di dalam “dua belasmu”. Pertemuan sel anda menjadi “pertemuan pemimpin” dimana seluruh pemimpinmu berkumpul bersama untuk dikuatkan dan dilatih.

6. Kelompok sel berkembang paling cepat jika mereka berkembang dengan cara homogen. Kata “homogen” definisinya “macam atau sifat dasar yang sama atau mirip”. Penyelidikan telah menunjukan bahwa kebanyakan orang menemukan hubungan/ teman di tempat kerja mereka, lebih daripada di lingkungan mereka. Oleh karena itu, banyak kelompok sel yang bisa dibuka dengan cepat di tempat kerja atau dengan kelompok sel yang anggota- anggotanya mempunyai hubungan kekerabatan. Jika mereka diberi keluasan untuk mengembangkan kelompok sel homogen (misalnya: kelompok wanita, laki-laki, pekerjaan, hobi, sekolah, dll) dan menerima pelajaran sel/ pengarahan yang teratur, maka mereka akan mempunyai rasa percaya diri untuk membangun kelompok sel mereka sendiri.

7. “Dua belasmu” adalah asistenmu Anda tidak hanya memuridkan “dua belasmu” tetapi mereka menjadi asistenmu. Di Bogota, setiap anggota “dua belasmu” mengambil peran utama untuk memfollow-up petobat baru selama sebulan dalam satu tahun. Kebangunan rohani di Efesus menggoncangkan seluruh benua Asia Minor, dan itu semua dimulai dengan “dua belas orang”.

Pelajaran 3

14

SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

Kelas Dasar III

PENGGEMBALAAN FAMILY ALTAR

Ayat hafalan: I Samuel 2:35

PRINSIP DASAR PENGGEMBALAAN FA Yeh. 34:16 “yang hilang akan engkau cari, yang tersesat akan engkau bawa pulang, yang luka akan kubalut yang sakit akan kukuatkan, serta yang gemuk dan kuat akan kulindungi, aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.”

Seorang gembala adalah orang yang pekerjaannya menggembalakan ternak piaraannya di ladang. Ternak piaraan adalah milik tuannya yang punya ternak. Yang memilih dan memberi upah kepada gembala-gembala itu. Dan tuan itu menginginkan hasil dari penggembalaan dari sang gembala, antara lainnya makin banyak ternaknya Tuhan melihat umat manusia banyak berkeliaran seperti domba yang tidak ada gembalanya (I Raj. 22:17 Mat. 9:36-39). Tuhan selalu menginginkan supaya domba-dombanya digembalakan. Tuhan sendiri yang memberi contoh bagaimana menggembalakan domba-dombanya. Ia memberikan perumpamaan dalam Yoh. 10 dan Mazmur 23 tentang gembala yang baik. Tuhan memilih sendiri gembala-gembala seperti Dia memilih Yosua (Bil 27: 18) dan Daud (Maz. 78:70-72; Yer. 23:4). Kepada gembala dipilihnya ada perintah gembalakanlah domba-dombaKu (Yoh. 21:15 ; I Pet. 5:2) jangan dengan paksa. Bagaimana cara menggembalakan domba-dombanya ? Memelihara (Yeh. 34:16) melindungi (Kis. 20:28-32) dan mempersiapkan mereka agar menjadi dewasa sebagai Imamat yang Rajani (I Pet. 2:2-5, 9, 12). Dengan kasih. Siapakah domba-dombaNya itu dan bagaimana kondisi mereka ? Mereka adalah anggota keluargaNya, karena mereka dipilih dan dipisahkan dari dunia ini ke dalam kerajaanNya yang ajaib. Ada yang besar ada yang kecil. Selengkapnya mereka terdiri dari: anak-anak (bayi); orang muda dan bapa-bapa (dewasa) (1 Yohanes 2:12-14). Mereka adalah satu keluarga besar, komunitas, itulah oikos. Keadaan jemaat di dalam Gereja Tuhan memberikan gambaran di atas, di tambah dengan calon keluarga. Hal ini dapat saudara dapatkan dalam kelompok FA saudara. Seorang gembala harus mengenal domba-dombanya dan senatiasa berada di antara dombanya. Dia bukan seorang upahan dan dia bersedia bahkan memberikan nyawanya bagi keselamatan domba-dombanya. Pengembalaan dalam kelompok FA bukanlah sekedar mengunjungi yang sakit dan menghibur yang sedih namun lebih dari pada itu, yaitu dalam kasih menjadi contoh, model atau panutan bagi mereka dan mendoakan mereka setiap hari. Mengajar, membimbing, bersehati dengan mereka, bertumbuh bersama dan menjadi pelaku Firman sampai memenangkan jiwa bagi Tuhan.

FA ADALAH PENGGEMBALAAN

15

Arti penggembalaan dalam FA adalah :

1. Jemaat dikenal secara pribadi oleh Gembala FA dan wakilnya, karena mereka rajin melakukan kunjungan sehingga dapat bergaul dengan mereka. “Akulah gembala yang baik dan aku mengenal domba-dombaKu (Yoh 10:14).

2. Gembala FA dan wakilnya menjadi figur orang tua (Bapa/ Ibu) rohani bagi

jemaatnya. “Kamu (Jemaat) tahu, betapa kami (Gembala), seperti bapa terhadap anak-anaknya” (1 Tes. 2:11-12) “kami (gembala) berlaku di antara kamu (jemaat), sama “seperti seorang ibu mengasihi dan merawat anaknya” (! Tes. 2:7) 3. Gembala FA dan wakilnya menjadi figur pelindung dan penjaga rohani bagi jemaatnya. “Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba- dombaNya” (Yoh 10:11b)

Keberhasilan

sebuah

kelompok

FA,

80%

ditunjang

oleh

pelayanan

lapangan contoh kegiatan lapangan dalam penggembalaan FA:

Perkunjungan ke rumah-rumah keluarga jemaat dan calon jemaat untuk bergaul dengan mereka agar mengenal secara pribadi dan terjalin ikatan batin.

Mengunjungi dan mendoakan jemaat FA yang sakit ataupun yang mengalami kematian, baik yang di rumah sakit atau di rumah.

Mengunjungi secara teratur jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus dan memberikan pengajaran Firman, sehingga dari pendengaran akan Firman tersebut, timbul iman dari orang tersebut untuk percaya kepada Tuhan dan bertobat.

Memberikan konseling dan penghiburan kepada jemaat.

Berdoa syafaat untuk setiap jiwa jemaat secara pribadi, bila perlu disertai puasa.

Mengelilingi kawasan FA untuk mengenal seluk beluk kawasan sambil mencari jiwa-jiwa baru dan melakukan doa mengikat kuasa kegelapan di kawasan tersebut.

Apabila terjadi kondisi seperti ini, maka bagi seorang gembala di kelompok FA diharuskan agar ia mengerti bahwa peranannya di dalam kelompok adalah sebagai:

1.

Gembala

Dia harus mempunyai hati yang mengasihi dan taat pada Tuannya; hati untuk Tuannya; selalu berada dalam hadirat-Nya dan bertumbuh di dalam Dia.

Dia harus mempunyai hati untuk domba-dombanya yang diberikan oleh tuannya, supaya dia menggembalakan mereka. Dia tidak memeras tetapi mengasihi mereka. Dia senang bekerjasama dengan mereka. Dia mengenal para dombanya !

Mengerti akan panggilan sebagai gembala, dan menyadari dalam dia Tuhan memperlengkapi pelayanannya dengan “karunia gembala dan melihat Tuhan Yesus sebagai panutannya. Upahnya besar di sorga

2.

Manajer

16

Cakap dan mampu untuk mengelola, dan hidup baik sebagai panutan para domba.

Mampu mengatur, siap sedia untuk melayani baik siang atau malam, bukan karena jabatan, tetapi untuk dapat berfungsi dengan baik dalam kasih.

Mengerti bahwa ia berada dalam keluarga sendiri. Ia harus bertindak untuk mengajar mereka (memuridkan), mendewasakan, memberi peluang dan cara-cara untuk pertumbuhan dalam iman dan karunia-karunia roh. Taat kepada atasan dan mempunyai iman yang hidup

3. Pemimpin

Sebagai leader harus berjalan didepan barisan; tidak takut, tahu pasti jalan yang diambil seorang yang peka terhadap pimpinan Tuhan, mengerti akan visi gereja.

Berkemampuan sebagai pemimpin, penuh urapan, menjadi model dalam berbagai segi kepemimpinan, mampu memotivasi, mendorong dan mengarahkan domba-domba dalam kasih supaya mereka dapat bertumbuh dan menikmati hasil pertumbuhan itu.

Mau belajar dan diajar oleh Tuhan dan manusia.

Seorang yang berani, menyala-nyata rohani dalam melayani

PENGGEMBALAAN FAMILY ALTAR

A. Arti panggilan gembala adalah

1. Menunggu - Orang yang menjaga pintu Yoh. 10:3

2. Mengenal domba-dombanya

- Mengetahui kondisinya, mengenal domba-dombanya Yoh. 10:3,14 / Amsal 27:23

- Yang sakit dirumah atau dirumah sakit dikunjungi dan didoakan.

- Yang mundur dihibur dan dikuatkan

3. Pemimpin

- Memimpin domba-dombanya, Maz. 23:1

- Menjadi teladan bagi domba-dombanya I Pet. 5:2-3

- Dan rela berkorban bagi Tuhan dan dombanya Yoh. 10:11

- Paulus rela mengorbankan miliknya bahkan dirinya bagi orang kristen yang Tuhan percayakan kepadanya II Kor. 12:15

4. Pemeliharaan

- Yang sakit disembuhkan Yeh. 34:4 oleh nama Yesus dan Firman Allah. Yang luka dirawat dan yang lapar diberi makan Yoh. 10:9; 21:15-17; Yeh. 34:16. Yang hilang dicari dan dibawa pulang, walaupun yang hilang itu jelek menurut pandangan manusia, tetapi semua berharga dimata Tuhan, ingat 100 domba, 1 hilang dicari. Kwantitas (jumlah) adalah orientasi Yesus dalam menyelamatkan dombanya. setelah itu Kwalitas (mutu) dijaga dan dipertunjukkan.

5. Penasihat

17

- Yeh. 34:17-19 Gembala tidak boleh memihak kepada yang satu dan mencelakakan yang lain. Harus netral berdiri atas kebenaran Firman Tuhan. Tujuannya supaya kedua belah pihak yang mempunyai persoalan berbaik kembali dengan sepenuh hati menasihati mereka supaya hidup rukun (Rom. 12:18)

B. Hal yang menjadikan seorang gembala gagal

1.

Pandangan yang kurang luas dan berhati sempit

-

Hanya mencari keuntungan sendiri dan menyingkirkan orang-orang berbakat

2.

Kurang bertanggung jawab

- Tidak mempunyai rasa tanggung jawab yang aktif, asal menjalankan kewajibannya saja

3. Kurang bergairah dalam bekerja

- Tidak dengan setia menjalankan tugas, mudah tertarik kepada pekerjaan baru, tetapi mudah pula kehilangan gairah terhadap pekerjaan tersebut.

Ada awal tetapi tidak bisa mengakhiri dengan baik.

Sibuk sana-sini, tetapi

tidak menghasilkan jiwa bagi Tuhan. 4. Kurang bertekun dan sabar - Ketika menghadapi kesukaran tidak dengan sekuat tenaga menghadapinya. Mudah putus asa dan tidak mengandalkan pertolongan Tuhan

5. Kurang memiliki kemampuan untuk bersatu, sulit bekerja sama dengan

orang lain.

C. Penyebabnya adalah

1. Menganggap diri sendiri lebih tinggi dan meremehkan orang lain.

2. Melihat diri sendiri tidak semampu orang lain (rendah diri) dan iri terhadap semua orang.

3. Tidak mau menerima kritikan orang lain.

4. Kurang mempunyai kemampuan untuk taat. Mudah melakukan hal-hal yang melanggar atau tidak sesuai dengan peraturan umum yang telah diterapkan.

5. Kurang memiliki kemampuan untuk memperhatikan kesejahteraan sesama pelayan atau egois.

6. Kurang memiliki kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, dan bersikeras untuk mempertahankan kehendaknya sendiri.

7. Kurang memiliki kemampuan untuk menahan diri. Sering kali melakukan secara berlebihan atau sebaliknya (Over acting atau sebaliknya ngambek). Seorang gembala yang cakap tidak didapatkan dalam waktu satu hari. Saudara tidak akan menjadi gembala yang berkenan hanya duduk saja. Saudara harus bertindak dan melakukan tugas dari Tuhan. Jangan takut gagal. Abraham pernah gagal (Kej. 12:10-13; 16:1-6) Musa pernah gagal (Kel. 2:11-12; Bil 11:10-23). Petrus pernah gagal (Mat. 26:69-75). Tanda gembala yang berhasil itu bukan karena pernah gagal, tetapi bagaimana dia menangani atau mengatasi kegagalan itu, belajar dari kegagalan itu dan tetap tekun dan setia, sehingga Allah terus memakai dia menjadi alat yang luar biasa untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.

18

Penggembalaan dalam FA memerlukan otoritas dari atas, tetapi juga tunduk kepada otoritas diatas, dalam pengertian dengan oikos, keluarga kerajaan, yang akan menghasilkan anak-anak atau anggota kerajaan yang bertumbuh. Dengan penggembalaan ini Tuhan menyertai senantiasa, Dia memantau dan mengarahkan aliran karunia rohNya yang mengakibatkan domba-dombaNya bertumbuh dewasa dan bersih, Kudus dan multiplikasi (berkembang biak) Tuhan Yesus memberi contoh dalam pelayananNya sebagai gembala yang baik di dunia selama 3.5 tahun “Akulah gembala yang baik” Dia melakukannya dengan ajaib, Dia mengajar, membetulkan, memotivasi mereka, memperlengkapi, dan mengutus mereka. Dia mengingatkan supaya mereka pergi, pergi sampai ke ujung bumi dan Dia menyertai mereka sampai selama-lamanya. Dari hasil penggembalaanNya lahir para nabi, rasul, penginjil, gembala, guru dan anggota lain yang penuh roh untuk mendewasakan anggota keluarga yang lain (Ef. 4:11-16). Dalam penggembalaan di FA semakin nyata perkembangan para anggota keluarga kerajaan yang dipantau para gembalanya. Terjadi perubahan hidup tiap anggota, dan hal ini dirasakan setiap anggota lain. Pertobatan yang sejati dipantau oleh gembala, terjadi pemuridan yang efektif dan penginjilan yang efefktif. Perubahan hidup yang individualis ke arah komunitas keluarga kerajaan. Karunia roh bekerja dengan ajaib dalam pertemuan kelompok dilatih dan dikembangkan. Jemaat langsung akan melihat dan merasakannya. Tujuan akhir adalah gereja yang penuh kemuliaan Tuhan karena semua jemaat hidup baru, penuh Firman dan pelaku Firman yang dewasa dan misioner.

PRINSIP DASAR PENGEMBALAAN DI FA

Perubahan cara hidup jemaat dimulai di dalam Komunitas FA

Pemuridan sejati dalam konteks “Tubuh Kristus” (Yoh 13:34) Komunitas FA

FA mendorong jemaat agar bertumbuh dewasa dengan memenangkan jiwa bagi Kristus Yesus.

Memberi ruang waktu untuk manifestasi layanan dan karunia Roh Kudus dan buahNya dalam komunitas FA.

Fungsi-fungsi karunia Roh semakin nyata dalam komunitas FA ini

OBJEKTIVE FA Cari - Gembalakan - Fungsikan Agenda Pertemuan Kelompok FA Welcome Ice Breaker, Manusia dengan Manusia Worship Pujian Penyembahan, Manusia kepada Tuhan Word Firman Tuhan, Tuhan kepada Manusia Work Pelayanan, Manusia dengan Manusia

Penyembahan, Manusia kepada Tuhan Word Firman Tuhan, Tuhan kepada Manusia Work Pelayanan, Manusia dengan Manusia
Penyembahan, Manusia kepada Tuhan Word Firman Tuhan, Tuhan kepada Manusia Work Pelayanan, Manusia dengan Manusia
Penyembahan, Manusia kepada Tuhan Word Firman Tuhan, Tuhan kepada Manusia Work Pelayanan, Manusia dengan Manusia

10 menit

20 menit

30 menit

30 menit

19

Persembahan

Kesaksian

Administrasi dan keuangan

Pembukaan rencana, kegiatan

Selesai

Pelajaran 4

SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

20

Kelas : Dasar III

KEPEMIMPINAN DALAM FA

Ayat hafalan: I Petrus 5:6

KEPEMIMPINAN KRISTIANI

Kemampuan seorang/pemimpin untuk menunjukkan jalan kepada anggota kelompok dan mempengaruhi kelompok untuk bekerjasama dengan keyakinan penuh, dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh atasan dengan berorientasi kepada pola Tuhan Yesus.

Amsal 11:14 Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah suatu bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak keselamatan ada.

KEPEMIMPINAN DALAM FA Kepemimpinan dalam FA adalah keteladanan yang ditunjukkan. Pemimpin yang mempengaruhi dan mendorong anggota-anggota FA agar mereka bergerak maju di dalam Tuhan Yesus sampai kepada kebaikan Allah dan rencanakan Allah bagi mereka. Kepemimpinan dalam FA memberikan arah pertumbuhan menuju kedewasaan dalam Kristus dan dorongan untuk terbentuknya kesatuan hati di dalam kelompok FA. Kepemimpinan dalam FA berfokus kepada keteladanan Kristus yang mengajak orang dan berkata “Ikutlah Aku.” (Matius 4:19)

Yesus memberi diriNYa menjadi contoh untuk diikuti, Ia berkata “Akulah terang

dunia, barangsiapa mengikut Aku,

Rasul Paulus memimpin orang lain untuk mengikuti teladannya, “Jadilah pengikutku, sama seperti aku menjadi pengikut Kristus” (I Korintus 11:1) Karena itu seorang pemimpin kelompok FA harus memacu dirinya untuk mengejar pertumbuhan dalam mengikuti teladan Kristus di dalam seluruh aspek kehidupannya, sehingga ia juga dapat memimpin jemaat anggota FA sebagaimana Yesus telah memimpin hidupnya. Sebagaimana Tuhan Yesus dalam hidupnya telah menghasilkan para pemimpin rohani (para rasul), maka kepemimpinan Gembala FA harus diarahkan untuk melahirkan lagi para calon gembala FA, yang nantinya akan memimpin kelompok-kelompok FA yang akan dilahirkan melalui kelompok yang sekarang. Pemimpin FA harus mengarahkan dan mendorong jemaat anggota FA agar mereka memiliki gaya hidup bereproduksi rohani. Sehingga terjadi, pemimpin melahirkan pemimpin, gembala melahirkan gembala, dan domba melahirkan domba. Pola kepemimpinan dalam kelompok FA adalah kepemimpinan menurut Alkitab, yaitu:

.(Yohanes 8:12)

1. Pemimpin sebagai Gembala Yesus berkata:”Akulah Gembala yang baik

.” (Yoh. 10:14-15)

Pemimpin harus mengenal dombanya (anggota FA), bukan hanya mengenal nama, alamat dan pekerjaannya, tetapi harus mengenal kehidupannya. Termasuk keadaan keluarganya, rohaninya dan segala sesuatu yang bersangkutan dengan kehidupannya.

21

Juga pemimpin harus dapat mengasihi dombanya.

2. Pemimpin sebagai Pelayan Pemimpin harus juga menjadi pelayan/melayani dan bukan untuk dilayani (Yoh. 20:28), sama seperti Yesus ketika membasuh kaki murid-muridNya (Yoh. 13:16). Jadi sebagai pemimpin di kelompok FA hendaknya dapat melayani anggotanya sebagaimana Tuhan Yesus

3. Pemimpin sebagai Manajer Tuhan Yesus sebagai manajer yang agung telah merencanakan dan mengatur gerejaNya melalui orang-orang yang telah Ia didik dan latih dan hasilnya hingga kini masih kita rasakan. Sebagai pemimpin dalam kelompok FA, haruslah dapat mengatur kelompok FA yang dipercayakan kepadanya dan anggota FA tersebut. Pemimpin FA mengatur jadwal pemimpin pujian, pemusik, tempat pertemuan FA dan lain- lain. Dia juga harus dapat mengatur jalannya ibadah FA agar ibadah tersebut berjalan dengan baik

PRINSIP-PRINSIP KEPEMIMPINAN ROHANI Dalam kepemimpinan rohani, Gembala Agungnya adalah Tuhan Yesus

TUHAN YESUS

GEMBALA

DOMBA

= Gembala Agung

= Murid-murid Yesus yang melayani

= Jemaat

A. Gembala Agung = Tuhan Yesus Lukas 10:27 : Bagi mereka yang mengasihi Yesus - Gembalakan domba- dombaKu

B. Gembala = murid Yesus yang melayani, pengurus kelompok FA

Seorang pemimpin kelompok FA yang dipilih oleh Tuhan Yesus (Yoh. 15:16), dan mengasihi Tuhan Yesus (Yoh. 21:15-19) mempunyai tanggungjawab untuk menggembalakan domba-domba yang dipercayakan padanya. C. Domba = jemaat Keadaan yang dihadapi oleh domba-domba : Lapar, haus, luka, tersesat, terancam, tidak tahu jalan, tak berdaya dll. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat berupa kelaparan, sakit penyakit, sakit hati, masalah ekonomi, masalah keluarga dan lain-lain

KARAKTER PEMIMPIN - I Petrus 5:2-4 Seorang pemimpin terkadang dipengaruhi oleh karakternya sendiri. Untuk itu seorang pemimpin harus mempunyai karakter yang dapat diteladani oleh

22

dombanya. Bila tidak maka akan mengakibatkan hal yang tidak baik, karakter seorang pemimpin cepat sekali mempengaruhi dombanya. Untuk itu dibawah ini ada beberapa karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin:

1. Yang ada padamu, tidak dengan iri.

2. Jangan dengan paksa, tetapi sukarela sesuai dengan kehendak Allah. (Kol. 3:23)

3. Tidak mencari keuntungan sendiri, tetapi dengan pengabdian diri. (Mat. 23:11-

(Yoh. 3:27)

12)

4. Jangan seolah-olah mau memerintah, tetapi menjadi teladan bagi kawanan

domba. Fil.3:17-19 Daud memiliki karakter seorang pemimpin walaupun ketika itu ia belum menjadi pemimpin (I Sam. 17:10, 11, 22, 23, 26, 31, 37) Nehemia (Neh. 1:1-4) adalah hamba Tuhan yang berhasil membangun tembok Yerusalem yang roboh, dan membawa pulang bangsa Israel dari tawanan Nebukadnezar raja Babel.

Pemimpin kelompok FA harus dapat menjadi contoh bagi anggota FA yang dipimpinnya, baik dalam kehidupan rohani maupun kehidupan sehari-hari. Seorang pemimpin kelompok FA bukanlah seorang yang hanya memerintah atas anggotanya, tetapi menjadi teladan bagi anggotanya (I Pet. 3:5), sehingga mereka akan mengikuti apa yang dilakukan dan diminta oleh pemimpinnya. Karakter pemimpin FA harus seperti Kristus, penuh kasih dan dapat mencontoh seorang figur pemimpin rohani yang disegani dalam sejarah yaitu Nehemia. Nehemia telah menunjukkan karakter kepemimpinannya dengan bersedia untuk membayar harga bagi penyelesaian masalah yang dihadapi bangsanya termasuk meninggalkan kedudukannya yang “enak”.

Dibawah ini ada beberapa penjelasan tentang ciri dan keteladanan seorang pemimpin 1. Ciri-ciri Pemimpin

Seperti Yesus yaitu melayani bukan untuk dilayani (Mat. 20:26-28)

Tahan uji, berdiri tegap sebagai laki-laki (Ikor. 16:13)

Memiliki “mata” yang melihat seperti Elia, Petrus

Menerima karunia Roh Kudus

Ada “pengurapan dari Tuhan”

- Yang meninggikan tanduk kekuatan ( I Sam. 2:10)

- Memberi kemenangan (Maz. 20:7)

Memiliki kasih, belas kasihan dan mengasihi Yesus ( I Kor. 13:1-2) - Inilah yang perlu dimiliki oleh pemimpin

Memiliki keyakinan yang kokoh dalam Injil (Rom. 1:16) - Tidak ada satupun yang dapat mengoyahkan kita dalam melayani Yesus, karena apa yang kita imani itu ada di dalam Injil. 2. Keteladanan Pemimpin

Seperti prajurit yang menyenangkan hati komandan, tidak memusingkan diri dengan soal kehidupan ( II Tim. 2:4)

Menjadi surat Kristus yang terbuka dan dibaca semua orang ( II Kor. 3:2-3)

Tidak terpaksa, sukarela, tidak mencari keuntungan, tetapi pengabdian,

23

bukan memerintah tetapi menjadi teladan (1 Petrus 5:3)

Hamba mendengar suara Allah sebagai pemimpin tertinggi (Kis 5:29)

Hamba Tuhan tidak boleh bertengkar (2 Tim 2:23-26)

Penundukan diri pada otoritas di atasnya (1 Tim 6:1-2a; Ibr 13:17)

Cepat mendengar, lambat bicara (Yak 1:19)

Tidak menghakimi (mat 7)

Lidah yang menjadi berkat (Yak 3)

Setia pada perkara yang kecil (Mat 25:21)

Seorang pemimpin selain harus mempunyai ketentuan di atas seperti karakter

Kristus, menjadi teladan dan ciri-ciri seorang pemimpin, juga harus dapat membina anggotanya untuk menjadi pemimpin yang cakap. Tanda-tanda seorang pemimpin yang cakap:

1. Mengenali masalah yang jelas (Neh 1:2 “Aku menanyakan”)

2. Memiliki perhatian terhadap masalah (Neh.1:4) “Duduklah aku menangis dan berkabung”)

3. Membawa persoalan pertama-tama kepada Allah (Neh 1:4 Aku berpuasa dan berdoa)

4. Menyediakan diri untuk terlibat dalam suatu masalah (Neh 1:11 dan biarlah hambamu berhasil)

Pelajaran 5 SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

24

Kelas : Dasar III

PUJIAN PENYEMBAHAN

Ayat hafalan: Mazmur 108:2

PENDAHULUAN Peranan pujian-penyembahan di dalam suatu ibadah adalah sangat penting demikian juga dalam ibadah FA, sebab dapat mengundang kuasa dan hadirat Allah. Firman Tuhan dalam Mazmur 22:4 mengatakan bahwa “Tuhan bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” (Bersemayam artinya tinggal, berdiam, bertahta). Pada saat umat Tuhan mulai memuji dan menyembah Tuhan, maka pada saat itu Allah hadir dan kita dapat merasakan hadiratNya I. Pengertian 1. Pujian Memuji Tuhan artinya: Cara/tindakan untuk mengagungkan membesarkan, memuliakan Tuhan. Bisa berupa lagu/pernyataan sambil membuat gerakan/tanda/sikap misalnya:

- Menyanyikan lagu: Tuhan kami agungkan namaMu

- Mengatakan: Tuhan Engkau luar biasa! sambil mengangkat tangan sorak sorai, melompat. Jadi dalam pujian itu harus diucapkan/vokal/mengeluarkan suara. Pujian / praise banyak didapatkan di PL, yaitu di kitab Mazmur. Kitab ini terpanjang didalam Alkitab, justru membicarakan tentang pujian. Pujian ini tidak boleh dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan, tetapi oleh kehendak. Sebab kalau dipengaruhi pikiran, tidak masuk akal bila sedang ditipu, sedang susah harus memuji Tuhan oleh kehendak “I will”, aku mau memuji Tuhan. Justru dalam keadaan yang tidak baik, kita harus memuji

nanti

Tuhan. Kita harus katakan “Aku mau memuji Tuhan”

Tuhan yang bertindak. Jadi pujian adalah kata-kata/tindakan yang mengagungkan/meninggikan Tuhan pada saat senang maupun susah. Terutama di waktu susah.

Selanjutnya

Pujian ada dua macam : I Kor. 14:15 Caranya : a. Menyanyi/memuji Tuhan dengan pengertian/akal budi b. Menyanyi/memuji Tuhan dengan Roh Jadi kita harus penuh dengan Roh Kudus supaya sempurna sebab kalau hanya dengan akal budi berarti kurang sempurna (tidak seratus persen). Roma 12:1 mempersembahkan seluruh tubuh (seutuhnya : roh, jiwa dan tubuh)

2. Penyembahan. Arti kata penyembahan:

1. : Bersujud, bertekuk lutut, menyembah, bertiarap Artinya : merendahkan diri (budak belian-hamba/taat)

2. : Melayani, berbakti Artinya : selalu tanya Tuhan, apa yang Engkau mau dariku

Shahach

Latreuo

25

3. Proskuneo

(aku

mau menyenangkan Engkau)

: Mencium Artinya : Seperti anjing yang mencium tangan majikannya

Seperti wanita yang mencium kaki Yesus

Ucapan syukur dan Pujian berbicara tentang apa yang telah Tuhan perbuat dalam hidup kita. Dalam penyembahan, tidak melihat apa yang Tuhan perbuat, tetapi melihat keagungan/kebesaran Tuhan.

Apa berbedaan antara Pujian dan Penyembahan ? Memisahkan antara pujian dan penyembahan hampir sama sulitnya memisahkan jiwa dan roh. Jelas bahwa jiwa dan roh adalah 2 aspek yang berbeda dari manusia, namun sulit sekali kita mendefinisikan perbedaan-perbedaan keduanya. Begitu juga pujian-pujian dan penyembahan adalah 2 hal yang berbeda, namun mereka seringkali tidak mungkin terpisahkan.

Cara terbaik untuk membedakan kedua hal ini adalah dengan mempelajari latar belakang dari kata-kata yang dipakai dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian

Baru.

Secara garis besar yaitu:

a. Penyembahan Arti penyembahan ada dua macam

1. Penyembahan yang bersifat umum, yaitu sesuatu yang kita lakukan didalam melayani Allah. Segala sesuatu yang kita kerjakan dalam nama Tuhan. Semua hal yang kita lakukan karena kesetiaan kepadaNya.

2. Penyembahan yang bersifat spesifik yaitu dimana kita merendahkan diri dihadapan Allah. Kita sujud dengan sikap yang penuh hormat dan kagum, terpesona akan kebesaranNya (merasakan hadiratNya). Penyembahan ini dimulai dari dalam hati seorang yang benar-benar takut

akan Allah. Kedua segi penyembahan itu sama-sama penting. Disatu sisi diminta agar seluruh kehidupan kita harus menjadi suatu ekspresi dari penyembahan kita.

b. Pujian

Pujian secara spesifik memiliki arti “Act of Worship” (tindakan pemujaan) dimana dengan suara yang jelas kita mengucapkan syukur kepada Allah sambil mengangkat tangan.

Tujuan Pujian dan Penyembahan dalam Family Altar adalah:

1. Untuk memberikan pengertian yang jelas kepada setiap anggota atau

pengurus FA tentang tanggung jawab sebagai Imam dihadapan Allah untuk

mempersembahkan korban-korban rohani dalam pujian, penyembahan dan ucapan syukur (setiap orang percaya adalah penyembah Allah)

2. Mendorong setiap anggota/pengurus FA untuk lebih giat dalam hal

mengekpresikan penyembahan dalam hidup sehari-hari (pola hidup)

3. Belajar bagaimana memimpin pujian penyembahan (dlm konteks ibadah FA)

4. Belajar untuk masuk dalam pelayanan prophetik (nubuatan) melalui pelayanan

pujian dan penyembahan di Ibadah FA

26

Sasaran praktis:

1. Menjadikan setiap anggota atau pengurus FA sedikitnya mampu memimpin

pujian penyembahan di ibadah FA

2. Membentuk tentara Allah yang dapat mengunakan pujian penyembahan

sebagai senjata yang efektif untuk peperangan rohani diibadah FA

3. Menjadikan setiap anggota atau pengurus FA seorang worshiper.

II. MENGAPA KITA HARUS MEMUJI DAN MENYEMBAH TUHAN

A.

Dari sudut pandang Allah

1.

Perintah Allah (I Taw.16:29; Mzm.150)

2.

Allah layak menerima pujian (Mzm.48:2; Mzm.63:3-4)

3.

Manusia diciptakan untuk memuji dan menyembah Tuhan (Yes.43:21; Yer.13:11; I Ptr.2:9)

4.

Allah sendiri yang menetapkan puji-pujian sebagai cara untuk masuk hadirat Tuhan (Yes.60:18; 62:10; Mzm.22:4)

B.

Dari sudut pandang manusia:

1.

Melalui pujian dan penyembahan perhatian kita tertuju sepenuhnya kepada Allah

2.

Pujian dan penyembahan merupakan hubungan kasih kita kepada Allah

3.

Jika kita memberi diri kita kepada Allah, Ia akan memberkati kita (Gal.6:8; Ayub 36:26-29)

4.

Pujian dan penyembahan adalah bagian manifestasi iman kita kepada Allah

5.

Pujian dan penyembahan menunjukkan keadaan hati yang penuh syukur

(Mzm.100:4)

6.

Pujian dan penyembahan menyatakan kuasa & hadirat Allah (II Taw.5:13-14; II Taw.20; Mzm.22:4)

Tujuan Pujian dan Penyembahan Aspek Vertikal adalah:

1. Melayani Tuhan

2. Membesarkan dan memuliakan Tuhan

3. Untuk mengoperasikan karunia Roh Kudus dan berbagai pelayanan rohani.

4. Untuk membuka saluran komunikasi antara kita dengan Allah sebagai pribadi yang kita sembah

Aspek horisontal adalah:

1. Memperkuat rasa persatuan didalam Tubuh Kristus (Mzm.13:3)

2. Saling melayani (I Yoh.4:21)

3. Mengajarkan dan memperkuat kebenaran rohani (Kol.3:16)

4. Menyediakan kesempatan bagi orang percaya untuk mengakui iman mereka didalam Tuhan dihadapan orang lain. Karena sesungguhnya pujian adalah memberikan pernyataan dengan vokal/suara mengenai kasih dan iman di dalam Tuhan Yesus.

5. Untuk menyatakan kemuliaan Tuhan dihadapan orang banyak / tidak percaya,

27

dimana pujian berarti penginjilan untuk menarik jiwa-jiwa datang kepada Tuhan

Aspek ke dalam adalah:

1. Pujian Membajak tanah hati kita sehingga kita siap menerima benih, yaitu

Firman Tuhan.

2. Pujian membebaskan umat Tuhan dari segala hambatan apapun (Maz. 24:7)

3. Merupakan ekspresi verbal perasaan kita.

4. Menambah iman (Mat. 8:17)

5. Bertumbuh dalam kekudusan (Mzm.115; II Kor.3:18; I Yoh. 3:2)

6. Mendorong kita memiliki tekad untuk menerima hal baru yang Allah ingin nyatakan (Yes. 43:19)

III. PETUNJUK DALAM MEMIMPIN PUJIAN & PENYEMBAHAN Pujian dan penyembahan yang dilakukan di FA harus dapat membawa anggota FA siap untuk menyembah dan memuji Tuhan Pola pujian dan penyembahan di FA yang dilakukan di FA adalah:

1. Lagu lembut / lambat

2. Lagu cepat

3. Lagu lembut / lambat

Lagu-lagu nomor 1 dan 2 bersifat lagu pujian, sedangkan lagu-lagu pada

nomor 3 bersifat lagu penyembahan

Pola ini tentunya tidak mutlak, tergantung kepada situasi FA masing-masing

Misalnya ice breaker langsung menyanyikan lagu-lagu

cepat.

lebih baik/cocok.

Hal ini bisa saja bila situasinya memungkinkan dan jika dipandang

pada waktu tertentu.

Pola seperti di atas pada umumnya kita lakukan dengan menyanyikan lagu lembut terlebih dahulu sebelum menyanyikan lagu cepat dengan tujuan untuk mempersiapkan hati jemaat sebelum mereka dapat bersorak-sorai memuji Tuhan, sehingga setelah itu mereka dapat masuk lebih dalam untuk menyembah Tuhan dan mendengarkan FirmanNya

1 1. Persiapan sebelum Memimpin a. Berdoa menyerahkan diri, minta pengurapan Roh Kudus dan tuntunanNya b. Carilah kehendak Allah untuk sebuah tema / tujuan

Cara mendapatkan tema:

- Allah berbicara langsung di dalam hati sang pemimpin pujian dan memberikan suatu beban khusus untuk disampaikan lewat pujian dan penyembahan

- Allah berbicara melalui pengalaman pribadi. Melalui hal-hal yang dialami oleh pemimpin pujian pada saat-saat sebelum memimpin dapat dinaikkan lagu-lagu yang membawa kemenangan dan berkat-berkat bagi jemaat.

28

(Bersukacitalah senantiasa dan mengucap syukurlah dalam segala hal, I Tes.5:16-18) Contoh: Waktu dalam lembah kekelaman, dalam tekanan dan masalah, bisa dinaikkan pujian “Sekalipun aku dalam lembah kekelaman “. Dan terus diarahkan kepada pujian yang menguatkan dan membangun iman. Pada saat mengalami kemenangan, bisa dinaikkan pujian “syukur”, Kitalah umat pemenang “ dan lain-lain yang membawa sukacita.

-

Allah menaruhkan/memberikan sebuah pujian di dalam hati sang pemimpin penyembahan pada waktu-waktu sebelum memimpin. Lagu tersebut bisa saja diberikan dalam beberapa hari sebelumnya dan terus dinyatakan oleh sang pemimpin dalam beberapa hari sampai pada hari FA itu tiba. Ujilah lagu tersebut, karena bisa saja lagu tersebut merupakan tema pujian dan penyembahan pada hari itu.

c.

Latihlah lagu-lagu yang saudara pilih dan renungkan Firman Tuhan yang tersirat di dalam lirik lagu tersebut.

d.

Perhatikan kondisi/tingkat emosi yang akan saudara capai

e.

Mengetahui bagaimana memulai satu lagu dan mengakhirinya, teruslah

berlatih sampai anda mahir

f. Tetaplah berapa kali suatu lagu akan dinyanyikan (dianjurkan jangan terlalu banyak mengulang-ngulang sebuah lagu berhubung waktu pujian penyembahan yang singkat, cukup sebuah lagu dinyanyikan 2 x secara utuh + mengulang refrain 2 x) g. Lagu-lagu dengan nada/kunci dan tempo yang sama dapat dibuat medley, terutama lagu-lagu bertempo cepat.

h. Tulislah lagu-lagu yang saudara pilih dan diskusikan dengan pemain musik sebelum ibadah FA

I. Waktu pujian dan penyembahan kurang lebih 20-25 menit

Beberapa hal dasar mengenai Pemimpin Pujian - kwalitas umum:

a. Kita sudah ada di dalam hadirat Allah - iman Bertemu Allah secara pribadi - lahir dari pelayanan, dari dalam hadirat

Allah. Yesus mau menjadi pusat pandangan kita. Yesaya 42:8; 30:20. Manusia bisa memimpin nyanyian tetapi Allah yang memimpin (memiliki penyembahan)

b. Jangan menarik orang pada diri kita tetapi bawa perhatian mereka pada Yesus. Memimpin mereka dan jangan “manupulasi” (Yohanes 3:27-30). Dia yang harus makin bertambah dan kita semakin berkurang-kurang.

c. Jadilah orang yang bisa dipercaya (Man of Intregity) Memimpin umat Tuhan dengan ketulusan hati, bertindak berdasarkan keyakinan atau antara mulut dan hati sama.

2. Selama memimpin Pujian dan Penyembahan

a. Memimpinlah dengan disertai suatu kepekaan terhadap pekerjaan Roh

29

dan analisa terhadap keadaan, sebab itu jangan terus menutup mata.

b. Bertanggung jawablah untuk saat itu, bahkan ketika saudara merasa gugup, jangan tunjukkan

c. Angkatlah penyembahan dalam roh dengan mantap dan yakin (jangan ragu-ragu)

d. Lagu lembut jangan dinyanyikan terlalu lambat. Terkesan “loyo” !

e. Berilah sedikit komentar diantara lagu dan penyembahan, tetapi jangan

terlalu banyak. Misalnya : Kata-kata “Haleluya, Amin, pujilah Dia dll. Tujuan untuk menambah semangat dan sukacita selama memuji Tuhan. f. Jika tanpa alat musik, ambillah nada yang “sedang dan cocok/pas” bagi

pemimpin pujian. Sedang artinya : tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

g. Bebaskanlah Roh Kudus berkarya, walaupun saudara telah menyiapkan segala sesuatu, ijinkanlah Roh memimpin saudara kapan mengulang suatu lagu, berhenti, atau menyampaikan pujian lisan dan memulai lagu

baru.

h. Jika ada pemain musik, dapat dilakukan saat teduh hanya dengan iringan musik. Bagimana jika tanpa pemusik ? Dapat diiringi dengan penyembahan 1/2 suara oleh sang pemimpin, dengan doa 1/2 didalam roh, atau dengan mengucapkan beberapa kata pujian dengan suara yang lembut (Misalnya: Engkau baik Tuhan, Haleluya, kami

Pada saat seperti ini dapat disampaikan

Firman Tuhan atau kata-kata yang menguatkan dan mendorong jemaat untuk menyembah lebih lagi.

I. Dapat diberikan juga ruang kesaksian + 5 menit ditengah puji-pujian

mengasihiMu Tuhan

)

sebelum lagu persiapan Firman Tuhan

3. Hal-hal yang harus dihindari selama memimpin

a. Hindari persiapan yang mendadak.

b.Hindari pembukaan yang terlalu panjang dan komentar-komentar atau

penjelasan-penjelasan yang tidak perlu diantara lagu

c. Hindari lagu-lagu yang saudara dan jemaat tidak kenal dengan baik. Jika ada lagu baru sebaiknya ditulis dan dibagikan (cukup 1 lagu dalam satu kali ibadah)

d. Dilarang meminta jemaat memilih lagu, sebab bisa kacau

Pelajaran 6 SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

30

Kelas : Dasar III

PRA IBADAH

Ayat hafalan: Efesus 4:2

(Ice Breaker)

Ice Breaker sesuai dengan namanya yaitu pemecah es adalah salah satu sarana FA yang bertujuan untuk memecahkan kecanggungan, serta menciptakan keakrapan saling mengenal, sebelum kelompok masuk dalam acara ibadah. Matius 18:19-20:

Dan lagi Aku berkata kepadamu: “Jika dua orang daripadamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga. Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, disitu Aku ada di tengah-tengah mereka”. Sepakat sehati, berarti memiliki pikiran yang sama, atau semua anggota terfokus pada sesuatu yang sedang berlangsung. Berkumpul, bersekutu dan sepakat karena Tuhan, adalah prasyarat bagi kehadiran Tuhan dalam pertemuan, serta prasyarat bagi doa-doa untuk dijawab.

Tujuan Ice Breaker sendiri tidak secara langsung menyentuh aspek rohani, tetapi pada aspek kejiwaan (pikiran, perasaan dan emosi atau merupakan suatu pra kondisi untuk masuk ke alam roh (tujuan ibadah). Dalam pengamatan kami ada perbedaan antara:

A. Kelompok yang menerapkan

- Ibadah lebih bergairah

- Lebih akrab

- Terbuka untuk pergumulan

- Ikatan kasih lebih baik

Ice Breaker dan hal ini sudah merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan, dengan tujuan kekompakan atau kesatuan dalam team work

B. Kelompok yang tidak menerapkan - Suasana ibadah agak mencekam - Kurang akrab - Lebih tertutup - Ikatan kasih kurang kuat

Kesimpulannya ice breaker bukan suatu permainan belaka yang tanpa arti, tetapi ada dinamika-dinamika yang terjadi antara anggota dengan anggota (manusia dengan manusia) ketika ice breaker sedang berlangsung baik di dalam roh, emosi ataupun di dalam kehidupan kelompok sendiri.

JENIS ICE BREAKER DAN TUJUANNYA 1. Untuk tujuan agar anggota kelompok membaur dan saling berpartisipasi Jenis ice breaker ini pada umumnya tidak menerapkan sangsi. Pesertanya tidak diharuskan mengenal nama-nama peserta lain. Permainan ini biasanya dipakai oleh kelompok dimana anggota tidak saling berhubungan satu dengan yang lain. Hal ini membantu para peserta perasaan terasing atau acuh-tak acuh untuk kemudian saling berinteraksi. Jenis ice breaker ini mengharuskan para peserta untuk membaur satu dengan yang lain, sehingga di dalam waktu yang singkat para anggota sudah

saling menerima.

breaker ini akan lebih

Biasanya suasananya dengan agak ramai.

Setelah ice

efektif lagi bila diikuti dengan jenis “ICE BREAKER

31

UNTUK SALING MENGENAL” sehingga para peserta mendapat informasi data-data peserta lainnya dalam kelompok tersebut (hobby, kebiasaan, nama dll) Pergunaan ice breaker jenis ini kalau kelompok saudara baru terbentuk, dimana kebanyakan anggotanya belum saling mengenal ! Sesudah kelompok berjalan normal dan rutin, kurang lebih 1 atau 2 bulan, jenis ice breaker ini tidak sesuai lagi, kecuali ada anggota-anggota yang baru. Contoh ice Breaker untuk kategori ini yaitu:

Dapatkah saudara menemukan lawan ?

2. Untuk saling mengenal Jenis ice breaker ini membantu para anggotanya untuk saling mengenal dan mengetahui lebih dalam tentang pribadi para peserta yang berbeda-beda (kompleks) Permainan ini menyenangkan dan merupakan sarana yang kreatif untuk mengetahui identitas para anggota, nama pekerjaan, hobi, anggota keluarga, hal-hal yang disukai atau yang tidak disukai dll. Ice breaker ini merupakan langkah awal untuk mengetahui minat para anggota dan untuk pengembangan persahabatan diantara anggota kelompok.

Contoh ice breaker jenis ini : Tebak profesi satu

3. Untuk mengawali komunikasi diantara anggota kelompok Emosi dan pergumulan seseorang biasanya sukar diutarakan. Ice breaker jenis ini menciptakan suasana untuk mengangkat perasaan mereka, sehingga mereka tidak sungkan-sungkan untuk mengutarakannya. Ice breaker ini sangat membantu agar anggota kelompok saudara berani mengutarakan perasaan mereka, bahkan perasaan yang paling dalam sekalipun, Ini bisa terjadi dalam banyak hal tergantung sejauh mana keefektifan saudara sebagai “fasilitator”. Bagaimanapun juga saudara harus dapat mengusahakan agar mereka tetap memelihara timbulnya saling “sharing/tukar pikiran”, tanpa membuat peserta merasa dipaksa untuk mengutarakan perasaan. Ice breaker ini dilakukan, setelah ice breaker “saling mengenal” terlaksana dengan tujuan agar para anggota dapat saling terbuka.

Contoh Ice breaker dalam katagori ini adalah:

Mari kita berbicara tentang

Bagaimana perasaan anda ? dan sebagainya.

4. Untuk Membangun team work (Kerjasama atau komunikasi dalam kelompok) Jenis ice breaker ini dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil (3-4 orang) dimana para anggotanya diminta untuk menyelesaikan permainan dalam waktu tertentu. Ice breaker ini bertujuan membantu para anggota kelompok meningkatkan kerjasama antar para anggota secara maksimal Jenis ice breaker ini akan sangat membantu dalam kelompok dimana para

32

anggotanya sangat individual dan sukar bekerjasama, walaupun sudah lama

bergabung.

Contoh ice breaker dalam kategori ini adalah:

a. Bongkar pasang gambar yang harus selesai dalam waktu 10 menit

b. Partisipasi dalam membangun sebuah obyek yang dibuat dari tangkai korek api dan lem.

c. Sejenis permainan dimana kata-kata digambarkan dalam gerak (pantomim)

yang artinya harus diterka oleh peserta lainnya dengan mempergunakan karakter-karakter yang ada di Alkitab dan sebagainya Kadang-kadang perlu diberi contoh teknis memperagakan, agar tujuan bisa tercapai maksimal Sehingga kadang-kadang memerlukan waktu satu jam atau lebih. Pada waktu mereka datang ke kelompok, masing-masing masih terpusat pada diri sendiri, walaupun mereka sudah lama saling mengenal, apalagi untuk kelompok-kelompok yang baru pertama kali berkumpul. Sebelum masuk Ibadah, mereka perlu Ice Breaker terlebih dulu. Pada saat kelompok FA terbentuk, sampai 2-3 minggu disebut sebagai “Tahap Eksplorasi”. Strategi:

- Membutuhkan sekitar 3 minggu agar persahabatan (relationship) terbentuk.

- Pada pertemuan pertama, tujuan utama yaitu untuk saling mengenal.

- Pertemuan kedua, untuk lebih mengokohkan persahabatan di antara anggota.

- Gunakan 10 menit untuk Ice breaker pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Ice breaker jangan dimulai sebelum anggota-anggota berkumpul seluruhnya. Setiap Ice breaker dimaksudkan agar setiap anggota ikut ambil bagian.

- Ice breaker harus memberi kesempatan untuk para anggota untuk saling menukar riwayat hidupnya, saling meneguhkan, dll.

- Fokuskan untuk tujuan keakraban dengan memanfaatkan kesamaan minat, perhatian yang berlaku umum.

- Tukar-menukar kesaksian. - Share apa-apa saja yang menjadi keuntungan dengan ikut berpartispasi dalam kelompok FA.

KESIMPULAN:

- Ice breaker bukan sekedar permainan tetapi yaitu suatu kegiatan dengan

tujuan agar setiap peserta didalam kelompok tidak terfokus pada diri mereka sendiri, sehingga satu dengan lainnya tidak canggung.

- Ice breaker dapat dilakukan dengan beberapa cara misalnya: Kelompok membicarakan suatu topik yang ditentukan oleh GFA atau membentuk

group-group kecil

pekerjaan tertentu) dengan waktu yang ditentukan.

(2 atau 3 orang) untuk melakukan tugas (permainan atau

- Ice breaker bertujuan membuat setiap anggota yang hadir di kelompok untuk terfokus pada hal-hal yang umum.

33

- Ice breaker meningkatkan keakraban satu dengan yang lain (tetapi tidak sampai pada tingkat yang dalam, hanya pada tingkat permukaan saja).

- Jangan mengharapkan terlalu banyak dari Ice breaker (misalnya perselisihan dapat otomatis selesai pada saat itu juga).

- Sesuai dengan namanya, Ice breaker diperlukan untuk memecahkan sikap bungkam dari seseorang.

- Beberapa pengurus FA sering salah pikir, bahwa Ice breaker adalah sesuatu kegiatan membuang-buang waktu saja. Pemikiran itu adalah salah.

Pelajaran 7

34

SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

Kelas : Dasar III

KHOTBAH VERSI FA

Ayat hafalan: Mazmur 119:18

PENDAHULUAN Di dalam Kelas Menengah, diberikan materi bagaimana berkhotbah. Dalam

materi kita disini bersifat praktis sehingga setiap siswa harus tarus

memanfaatkan kesempatan yang ada.

ibadah FA bertujuan agar kelompok ini mendapat makanan rohani yang menumbuhkan iman mereka bersama dalam hidup, untuk menjadi saksi yang dewasa. Pengkhotbah diharapkan agar menyampaikan khotbah dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti, sehingga memacu anggota kelompok FA untuk dapat melakukan Firman Tuhan. Seseorang yang hanya membaca Firman Tuhan, tetapi tidak menerangkannya, tidak membangun iman jemaat, dan belum dapat berkhotbah.

Ciri khotbah dalam FA adalah khotbah penggembalaan. Waktu yang dibutuhkan dalam pemberitaan Firman Tuhan kurang lebih 25 menit, dengan menggunakan metode penyuluhan. Keberadaan pengkhotbah adalah

seperti seorang fasilitator, penyuluh atau seorang model.

berkhotbah maka pengkhotbah melakukan evaluasi dengan melontarkan pertanyaan-pertanayaan; Mengapa, Bagaimana, menurut saudara ? kepada jemaat. Oleh karena itu kita harus dapat mengajar dengan cakap, menanamkan

Firman Tuhan dalam hati jemaat, menjalankan Firman, dan melaksanakan jabatan Ilahi yang dikaruniakan kepada kita, oleh karena itu kita perlu mempelajari dasar-dasar pengkhotbah yang baik. Tuhan Yesus adalah model bagi setiap pengkhotbah yang baik

Pemberitaan Firman Allah di dalam

Pada waktu

PENGERTIAN Berkhotbah merupakan suatu hak istimewa dan juga tanggung jawab yang

besar terhadap Allah, karena Allah mempercayakan perkataanNya / FirmanNya

kepada sang pengkhotbah itu.

disampaikan dalam urapan. Khotbah seperti ini diperoleh terlebih dahulu dari hubungan dan persekutuan yang erat antara pengkhotbah dengan Tuhan. Itulah sebabnya perlu belajar mempersiapkan diri sebelum berkhotbah, didalam hadirat Tuhan untuk mendapat urapan dan hikmat Tuhan supaya apa yang kita sampaikan bukan berasal dari kita tetapi dari Tuhan

Khotbah yang baik adalah khotbah yang

PERSIAPAN KHOTBAH FA Khotbah yang berhasil adalah khotbah yang dipersiapkan dengan baik. Setiap orang yang akan berkhotbah, diwajibkan untuk mempersiapkan diri

didalam hadirat Tuhan.

ini berasal dari Allah. Jika kita ingin menyampaikan dengan tepat isinya, kita

hasrus mengerti lebih dahulu kehendakNya dan untuk itu harus lebih banyak mempunyai waktu dengan Dia. Untuk hal demikian kita harus membuat

Hal penting yang harus selalu diingat bahwa khotbah

35

persiapan, misalnya:

1. Menunggu dalam hadirat Allah

2. Mempelajari Firman Allah

3. Mempersiapkan buku catatan dan catatan inspirasi-insirasi yang diberikan

Tuhan.

4. Mau dibersihkan oleh FirmanNya.

CARA PENYAMPAIAN KHOTBAH Konteks penyampaian khotbah ini adalah untuk pengkhotbah Family Altar. Berikut ini uraian secara rinci isi khotbah tersebut disertai keterangan mengenai cara terbaik untuk menyampaikan sekaligus alokasi waktunya:

1. Pra Pendahuluan ( + 3 menit)

a. Ayat Teks (emas)

b. Ayat Bacaan

: Dibaca oleh Pengkhotbah Family Altar dengan mantap (kalau perlu diulang dengan dibaca bersama- sama : Dibaca bergantian oleh anggota Family Altar secara

bergantian (agar melibatkan anggota)

2. Pendahuluan ( + 2 menit) Pendahuluan dapat diibaratkan seperti pintu bagi sebuah rumah. Dimana

melalui pintu itu seseorang dapat masuk kedalam rumah tersebut, sehingga

kalau pintu tersebut tidak terbuka, maka sukar untuk masuk. pendahuluan:

a. Untuk mengarahkan anggota ke arah thema

b. Sebagai penyuluh thema khotbah

Maksud

3. Isi Khotbah ( + 10-15 menit) Biasanya dalam isi khotbah terdiri dari berbagai pokok yang saling terkait, misalnya: Apa, Bagaimana, Mengapa, akibatnya. Isi khotbah yang baik harus diuraikan berupa rincian yang berurutan dengan point-point yang jelas. Agar isi khotbah hidup dan bervariasi, penting diberi lukisan / ilustrasi

4. Diskusi ( + 5 menit) Dalam diskusi ini bertujuan agar ada variasi dalam penyampaian khotbah, tidak monolog, bahkan kadang-kadang monoton, tetapi juga dialog supaya ada komunikasi timbal balik serta ada komunikasi akrab (saling memberi dan menerima)

5. Kesimpulan (Kesimpulan / penerapan / tantangan) Penutup atau kesimpulan ialah ikatan dari segala isi dan bagian yang telah diuraikan, supaya terikat dan terkunci menjadi satu yang merupakan maksud dari khotbah. Kesimpulan khotbah akan menyempurnakan khotbah yang disertai tantangan

Pelajaran 8

36

SOM GBI Denpasar Lembah Pujian Kelas : Dasar III

PENGINJILAN KONTEKSTUAL VERSI FAMILY ALTAR

Ayat hafalan: Matius 28:19-20

I. PENDAHULUAN Penginjilan kontekstual (PK, bukan merupakan suatu metode baru dalam memenangkan mereka yang belum terjangkau oleh Injil). Pelaksanaan PK mengacu pada model Penginjilan Alkitabiah yang menekankan unsur “Relationship” dengan orang-orang yang belum

terjangkau oleh Injil.

jiwa yaitu terletak pada keterlibatan dan pembauran para jemaat dengan lingkungan yang belum terjangkau Injil, kemudian memenangkan mereka. Unsur “Relationship” dengan orang-orang yang belum terjangkau oleh Injil adalah kata kunci dalam strategi Penginjilan Kontekstual

Keberhasilan Gereja Family Altar dalam memenangkan

Misi Penginjilan Tuhan Yesus

Lukas 4:18-19

Yoh. 13:15

Mat. 20:28

Yoh. 18:37

I Tim. 1:15

Menyampaikan kabar baik.

Memberikan teladan (I Pet. 2:21)

Melayani dan berkorban / menebus

Memberi kesaksian tentang kebenaran

Menyelamatkan orang berdosa

Mengapa Misi Penginjilan ?

1. Fakta dan kebenaran iman Kristen

a. Semua orang berdosa

b. Upah dosa maut

c. Yesus satu-satunya Jalan dan Kebenaran

d. Menerima Yesus untuk kepastian penebusan dan pengampunan

2. Kita mengasihi orang lain

3. Tujuan kita dipanggil, dipilih, dibentuk untuk memberitakan kabar kesukaan,

untuk menjadi serupa Yesus (melakukan pekerjaan Yesus)

4. Perintah / Amanat Agung

II. AMANAT AGUNG (Mar. 16:15-20; Mat. 28:18-20) Mencari dan menyelamatkan yang hilang adalah fokus utama mengapa

Tuhan Yesus datang ke dunia ini (Luk. 19:10), dan ini juga yang Tuhan perintahkan sebelum naik Sorga. Ini juga yang menjadi fokus mengapa Tuhan :

a. Menempatkan GerejaNya di bumi ini.

b. Menyelamatkan, memberkati dan mengurapi kita (Kis. 1:8)

c. Memberi visi (Yes. 54:2-3),

Allah tidak pernah gagal dalam rencanaNya (Yes. 14:27), kita sebagai anak Allah adalah mitra kerjaNya untuk melaksanakan misi itu, pengurapan / kuasa

sudah diberikan.

banyak dan itu akan tetap melekat dipohonnya selama kita hanya berencana

Allah akan bertindak jika kita bertindak. Tuaian itu sangat

37

dan menunggu. Dibutuhkan seseorang untuk memberitahukan kepada mereka (Rom. 10:13-15). Tanah perjanjian sudah diberikan kepada Yosua dan umat Israel, tahun itu tidak akan pernah mereka miliki, kecuali mereka bertindak : menyeberangi sungai Yordan berperang dan mengalahkan musuh mereka. Kita sebagai umat Allah yang sudah mengecap anugerah/kebaikan Tuhan serta memegang Amanat Agung itu, mari kita berbuat semaksimal mungkin untuk memenangkan mereka yang belum terjangkau oleh Injil. Family Altar berada di garis depan dalam penuaian ini. Segala sesuatu yang kita lakukan untuk memenangkan mereka pasti direstui oleh Tuhan, kecuali dengan cara-cara yang melawan Firman Tuhan.

5 Faktor Utama Dalam Penuaian

a. Doa Faktor doa sangat berperan dalam proses penuaian. Lahan sudah

menguning dan siap untuk dituai (Yoh. 4:35)

b. Pekerja terlatih dengan jumlah yang cukup (Luk. 10:2) Penuai-penuai yang cukup dan terlatih serta berkualitas sangat dibutuhkan dalam proses penuaian. Jemaat dimungkinkan untuk dilibatkan setelah terlebih dahulu digembalakan dan difungsikan melalui penggembalaan FA

c. Gudang / lumbung yang memadai Hasil tuaian yang terdiri atas jiwa-jiwa baru dan “terhilang” harus ditampung dan digembalakan dalam kandang-kandang (Kelompok FA). Untuk menampung hasil tuaian yang melimpah, harus disediakan kandang yang memadai dan jika konsisten dengan visi Yes. 54:2-3, maka dalam waktu singkat, kandang-kandang ini akan siap tersedia.

d. Pengurapan dan Doa Kuasa dan otoritas adalah sesuatu yang sangat diperlukan untuk tugas- tugas dalam pelayanan ( II Raja. 9:3). Pengurapan dan pengutusan sudah diberikan, sekarang waktunya untuk pergi dan menghasilkan buah (Yoh. 15:16)

e. Strategi

Visi Allah akan berhasil bila menggunakan strategi Allah.

dengan orang yang belum terjangkau oleh Injil, adalah jawaban Tuhan untuk Pola Penginjilan Kontekstual (Family Altar). Pola ini yang Tuhan lakukan ketika Dia mengutus AnakNya yang tunggal ke bumi ini, untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Dalam Definisi: Penginjilan Kontekstual ialah penyesuaian atau pengadaptasian seseorang ke dalam suatu lingkungan untuk tujuan penginjilan. Note: Yang menyesuaikan diri adalah manusianya, Injilnya tidak boleh dikompromikan

Dimana melakukan Misi Penginjilan ? a. Dirumah-rumah

“Relationship”

Tuhan Yesus melayani di rumah Simon (Mat. 8:14-17)

Paulus

dirumah

memberitakan

Kerajaan Allah (Kis. 28:30)

38

b.

Dirumah ibadah (Mat. 4:23)

c. Di kota-kota dan desa-desa juga (Mat. 9:35)

d. Ke Bangsa-bangsa lainnya ( Mat. 28:19)

Bagaimana melakukan Misi Penginjilan ?

a. Mengajak / kontekstual (Yoh. 1:35-45)

b. PI Pribadi (Yoh. 4:1-42)

c. Memberitakan Injil (Mat. 7:29)

d. Menjadi teladan (Fil. 3:17)

e. Mengajar dirumah ibadat (Mat. 4:23)

f. Mengajar di rumah orang yang mengundang

III. CARA MEMBENTUK RELATIONSHIP Sebelum kita dapat melakukan penginjilan kontekstual, kita harus membentuk suatu relationship terlebih dahulu. Berikut ini beberapa contoh untuk membentuk relatiopnship:

1. Jalin persahabatan dengan mereka yang belum terjangkau Injil. Jangan membentuk kelompok-kelompok eksklusif Ikuti kegiatan yang diadakan dilingkungan saudara, misalnya PKK, Karang Taruna, Siskamling, dll dan membentuk “Relationship dengan para tetangga. Saudara dapat juga mengajak mereka untuk melakukan kegiatan seperti: belajar bermain gitar, belajar memasak, berolahraga, dll

2. Kunjungan kepada mereka yang bermasalah (90% orang bermasalah bersedia untuk didoakan).

- Setelah kunjungan pertama, jaga agar hubungan tidak terputus, untuk kunjungan-kunjungan selanjutnya.

- Setelah pulih, undang mereka pada acara-acara pertemuan FA atau acara PK untuk memberikan kesaksian.

3. Follow up

a. Jika mereka dari kalangan Kristen tradisi, mereka dapat diundang

langsung pada acara-acara PK (Pagelaran Musik, Film, drama,

melodrama, rekreasi, dll) selanjutnya diundang pada pertemuan- pertemuan FA

b. Jika mereka dari kalangan orang-orang yang belum percaya, mereka

dapat diundang pada acara-acara yang berwarna Kristen misalnya: Ulang Tahun, ucapan syukur, Natal, dll, jangan langsung “to the pont” Perlakuan khusus dan ekstra hati-hati sangat dibutuhkan untuk kalangan ini. Mereka selanjutnya dapat diundang pada acara PK, setelah ada tanda-tanda bahwa mereka menaruh minat untuk keselamatan jiwanya.

IV. MERENCANAKAN PENGINJILAN KONTEKSTUAL (PENUAIAN) Persiapkan jadwal untuk PK secara teratur, disarankan tiga atau empat kali

setahun dengan memanfaatkan hari libur nasional atau “weekend”.

agar semua anggota mengetahui rencana ini, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dan berdoa jauh-jauh hari untuk sahabat-sahabat yang akan menjadi target untuk dimenangkan.

Pastikan

39

Langkah-langkah melakukan penginjilan kontekstual:

1.Tentukan acara yang akan dilakukan sebagai kegiatan penginjilan

kontekstual

2. Ajak para anggota FA untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mengajak keluarga, famili, teman dan kenalan

3. Disetiap pertemuan FA, adakan doa untuk kegiatan ini dan jiwa-jiwa yang akan diajak / diundang mengikuti kegiatan tersebut.

4. Pada saat penginjilan kontekstual dilakukan, adakan saat tertentu dimana mereka diundang untuk menerima Yesus. Jawaban mereka bisa YA dan TIDAK Bila YA, harus dilakukan follow up lagi agar mereka mau dibabtis. Bila tidak, tanyakan apakah yang bersangkutan bersedia didoakan. (Doakan dan katakan padanya bahwa Tuhan Yesus tetap mengasihinya)

5. Jangan lupa untuk terus mem-follow up jiwa yang menerima Tuhan Yesus untuk dibabtis dan gembalakan mereka di FA-FA yang terdekat dengan tempat tinggalnya.

V. MULTIPLIKASI (PELIPATGANDAAN) Cara pelipatgandaan:

1. Peran doa dan saat teduh sangat dominan

2. Berdoa bagi anggota-anggota yang Tuhan percayakan setiap waktu.

3. Gembala FA harus memperhatikan domba bukan sebaliknya atau domba jangan dijadikan saingan, tapi orbitkan.

4. Domba cepat-cepat difungsikan, agar segera membelah, didorong untuk mengikuti SOM untuk segera difungsikan

5. Banyak mempersiapkan diri dan punya visi kelompok.

6. Gembala FA harus memperhatikan pertumbuhan rohani domba, misalnya yang belum penuh Roh Kudus

7. Gembala FA harus mempercayakan tugas-tugas tapi lihat talentanya, ini namanya dilatih dan dididik, ajarkan mereka segala sesuatu di FA (misalnya cara berdoa)

8. Gembala FA harus mengajak domba-domba/ anggota untuk kunjungan- kunjungan dan ajak serta mereka berdoa bagi orang sakit, dll

9. Perbanyak hubungan / pendekatan dengan masyarakat setempat, karena

FA harus memasyarakat. 10. Perbanyak membaur dengan orang-orang yang belum terjangkau Injil.

Pelajaran 9

40

SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

Kelas : Dasar III

DOA DALAM FAMILY ALTAR

Ayat hafalan: Markus 11:24

PENDAHULUAN Sesuai dengan visi GBI Denpasar harus menjadi “ Rumah Doa bagi segala bangsa”, sebagai sarana utama maka jemaat-jemaat di setiap FA pun harus menjadi “Rumah Doa bagi segala bangsa”. Karena itu gembala FA beserta dengan seluruh anggotanya harus tahu dan mengerti tentang doa dan dapat menjadikan FA-nya “Rumah Doa” . Sasaran dalam materi ini ialah agar setiap siswa memahami arti doa dan dapat melakukannya dengan benar dalam pelayanan pribadi di FA.

PENERAPAN KEGIATAN DOA DALAM FA

I. Doa Syafaat Dilakukan secara bersama antara Gembala FA dengan anggota secara teratur, misalnya:

1.

Doa syafaat sebelum Ibadah FA diselenggarakan

2.

Doa syafaat dilakukan sesudah penyampaian Firman Tuhan dengan ketentuan sbb:

a.

Dipimpin sebanyak-banyaknya 3 orang secara bergantian

b.

Seorang berdoa untuk beban seluruh jemaat FA dikelompoknya, orang sakit, study, mendoakan kubu-kubu doa dilingkungan FA dan Pos PI dll

c.

Salah seorang berdoa untuk topik umum, yaitu gereja, Gembala sidang, Staf Gembala, Visi Gereja, lingkungan, Pejabat disetiap banjar dimana FA berada, jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan diwilayah FA, dan pemilik rumah tempat ibadah FA

3.

Doa syafaat sub group. Setelah khotbah, anggota FA dibagi menjadi

beberapa kelompok (2-3 orang).

mendoakan pergumulannya. Ingat apa yang didoakannya bukan untuk disiarkan di luar.

Masing-masing mereka saling

II. Kubu Doa FA Kubu doa adalah suatu tempat untuk berdoa. Setiap Gembala FA dan

anggota harus berupaya mengikuti visi “Rumah Doa” yang telah Tuhan

berikan.

banyak jiwa di daerah sekitarnya dan lebih mendorong agar semua jemaat menjadi “Rumah Doa”. Kubu doa juga akan berfungsi sebagai tempat untuk mempraktekan semua karunia Roh didalam setiap pertemuan FA, agar I Kor 14:26 menjadi nyata. Disini para pendoa akan berkumpul bersama jemaat untuk bersyafaat, berperang, dalam doa dan melihat kuasa doa.

Kubu Doa FA dipimpin oleh seorang pemimpin Kubu. Kubu Doa bukan Persekutuan Doa. Kubu Doa berfungsi sebagai pertahanan yang paling

mendasar dalam strategi peperangan rohani kita.

FA. Satu FA dapat mempunyai 2-4 Kubu Doa. Namun dapat terjadi pula FA

Kubu Doa akan menjadi sarana dasar untuk memenangkan

Kubu Doa diadakan diarea

41

tersebut mengirimkan anggota-anggotanya yaitu para pendoa untuk membuka Kubu Doa ditempat lain yang belum ada kelompok FA. Kubu Doa berada di rumah jemaat dan dapat beroperasi 1 minggu sekali atau seminggu 5 kali tergantung kesepakatan dengan pengurus Kubu Doa dan tuan rumah.

Waktu pertemuan di Kubu Doa bisa diadakan 1- 2 jam.

bersama pendoa syafaat mencari dan menetapkan tempat lain yang dijadikan Kubu Doa.

Pengurus FA

Berikut adalah tugas koordinator pemimpin Kubu Doa:

1. Mencari dan mengumpulkan beban-beban doa yang ada di setiap FA-nya.

Untuk itu sangat diperlukan pemetaan rohani di area FA tersebut.

2. Memberi arahan dan petunjuk ibadah doa yang benar dan berkuasa kepada anggota-anggota FA yang terpanggil

3. Memimpin ibadah kubu doa FA

4. Membuat laporan Kubu Doa FA

Waktu, Tempat dan Peserta di Kubu Doa:

Waktu

: Minimum seminggu sekali dengan waktu ibadah antara 1-2 jam

Tempat

: Kubu Doa dirikan di rumah-rumah jemaat dingkungan FA dan

Peserta

ditempat, yaitu di rumah jemaat yang bersedia rumahnya dipakai Kubu Doa, meskipun belum ada FA didaerah itu. : Pendoa, pengurus FA dan anggota FA yang terpanggil dan ingin berdoa. Minimum 2-3 orang satu Kubu Doa. Maksimal 10 orang. Kalau sudah melebihi sebaiknya dijadikan dua kelompok.

Tata Cara Ibadah Kubu Doa

1. Masuk hadirat Tuhan dengan Pujian dan Penyembahan sampai hadirat

dan kemuliaan Allah melingkupi Kubu doa.

2. Menaikan doa syafaat FA:

a. Pengakuan dosa, meratapi jiwa-jiwa yang tersesat dan terhilang yang

ada di area FA tersebut.

b. Peperangan melawan kuasa-kuasa kegelapan dan merampas jiwa-jiwa dari iblis dan dari cengkeraman kuasa kegelapan.

c. Puji dan sorak-sorai kemenangan

3. Menaikkan doa syafaat bagi Gereja (Umum)

a. Pemerintah dan bangsa Indonesia

b. Gembala, wakil gembala, Gembala Wilayah, Gembala Sektor, Gembala FA

c. Gereja-gereja lain, dll.

III. Doa Keliling Doa keliling adalah doa yang dilakukan sambil mengelilingi suatu kota,

wilayah, desa dll.

dilaksanakan dalam keadaan mata terbuka ! Di dalam doa keliling dilakukan; Doa Peperangan, Doa syafaat, Doa Memberkati. Doa Keliling FA mencakup berdoa, pemetaan daerah teritorial

Doa keliling adalah suatu bentuk doa yang seluruhnya

42

rohani yang dikelilingi dengan mengharapkan Roh Kudus bekerja

mewahyukan penyataan penglihatan.

dibawa ke Kubu Doa untuk didoakan lebih lanjut. Agar jiwa-jiwa

dilingkungan tersebut dapat diselamatkan, penguasa udara diketahui dan

dikalahkan.

kelompok FA untuk digembalakan.

kakimu, kuberikan kepada kamu (Yos. 1:3)

Hasil pemetaan ini selanjutnya

Kemudian jiwa-jiwa dapat dituai dan dibawa ke kelompok-

Setiap tempat yang diinjak oleh telapak

Tata Cara Doa Keliling

1. Berkumpul.

2. Nyanyikan pujian dan penyembahan (1 - 2 lagu)

3. Kenakan selengkap senjata Allah

4. Peperangan untuk wilayah yang akan dilalui dan dirampas jiwa-jiwa

5. Pelaksanaan Doa Keliling:

- Dengan jalan kaki

- Dengan bersepeda

- Dengan mengendarai Mobil atau kendaraan bermotor lainnya

6. Kembali ke Kubu Doa dan bersyukur dalam doa kemenangan

7. Selama doa keliling peserta harus menjaga kekudusan, kesatuan, kesatuan hati dan ketertipan

8. Jumlah peserta antara 3 - 6 orang / team

9. Memperhatikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama doa keliling

Catatan: Setiap anggota yang akan mengikuti doa keliling di mohon untuk menyiapkan diri secara pribadi untuk menghindari serangan balik.

IV. Doa Rantai : Doa yang tidak berkeputusan dan berkesinambungan dalam waktu tertentu dengan materi doa yang sudah disepakati tetapi berlainan pendoa (bisa 1 atau 2 jam secara bergilir/bergantian)

Pelajaran 10

43

SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

Kelas Dasar III

KARUNIA-KARUNIA DALAM KELOMPOK FA

Ayat hafalan : I Korintus 12:4

Karunia Roh tidak diberikan karena seseorang telah memperoleh pengetahuan

Alkitab.

Jadi setiap orang

percaya yang baru harus dibantu mengerti dan menggunakan karunia rohani.

Karunia-karunia rohani itu disediakan supaya Tubuh Kristus dapat dipakai olehNya untuk melakukan pekerjaanNya. Gereja kelompok FA harus

bergantung sepenuhnya kepada Roh Kudus untuk melayani.

yang diperlukan supaya kehidupan rohani dapat berfungsi.

Tetapi karunia Roh diberikan kepada semua orang pada saat bertobat,

Karunia-karunia

Roh mengalirkan kuasa untuk melakukan tugas pelayanan dan untuk membuang segala kenajisan, dosa dari Tubuh Kristus.

KARUNIA-KARUNIA UNTUK MELAYANI

Semua karunia diberikan untuk melengkapi pekerjaan Kristus.

I.

KARUNIA-KARUNIA DASAR

Karunia yang paling dasar ini menyatakan kesiapan orang kristen untuk mentaati dan masuk dalam pelayanan.

1.

Karunia untuk melayani (Rom. 12:7; I Kor. 16:15; Kis. 9:36)

2.

Karunia membagi-bagikan (Rom. 12:8; Kis. 4:32-35; I Kor 16:2)

* Melayani, berhubungan dengan hidup seseorang yang dipakai untuk

mencukupi kebutuhan orang lain.

Kata ini secara Harafiah berarti “menunggu

meja”.

Dalam bahasa Gerika, digunakan kata diakonia dari kata “deacon”.

Dalam I Kor 16:15, seluruh keluarga Stefanus digambarkan sebagai orang-

orang yang “telah mengabaikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus”

* Memberi, berarti juga memakai milik seseorang untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Kata ini menggambarkan seseorang yang sengaja melepaskan sesuatu dari miliknya, sehingga terjadi peralihan kepemilikan. Juga berarti penyerahan, seperti persembahan khusus pada Perjanjian Lama.

II.

KARUNIA PELAYANAN

Ketiga karunia ini diberikan dalam kekuatan yang berbeda kepada berbagai anggota Tubuh Kristus. dan memungkinkan kita untuk berfungsi secara bersama-sama untuk menggenapi panggilanNya.

3. Karunia untuk membantu orang lain dalam kesusahan (karunia

menunjukkan kemurahan) Roma 12:8

4. Karunia iman ( I Kor. 12:9; Rom. 12:3; Ibr, 11:1)

5. Karunia untuk membeda-bedakan roh yang benar dan palsu

44

( I Kor. 12:10; Ibr. 5:14; I Yoh. 2:14; 4:1-3)

* Membantu orang dalam kesusahan, menunjukan kemurahan adalah

suatu kata yang berarti “merasa simpati terhadap kesusahan orang lain,

khususnya simpati yang dinyatakan dalam suatu tindakan, bukan hanya perkataan. Menolong orang lain yang dalam kesusahan dengan gembira merupakan karunia yang penuh kuasa !

* Iman, adalah karunia menurut Roma 12:3, yang diberikan dalam ukuran

yang berbeda kepada setiap orang percaya.

diberikan ukuran iman yang lebih daripada yang lain.

pengetahuan dalam penggunaan karunia ini. Iman adalah percaya akan segala sesuatu bahwa Allah akan melakukannya untuk kita.

* Membedakan roh yang benar dan palsu, menyediakan perlindungan Roh Kudus bagi Tubuh Kristus, merasakan dan memisahkan sumber penyerangan

asing oleh roh-roh asing.

roh manusia yang tidak percaya kepada Yesus.

dalam ayat 12 tentang orang-orang yang adalah “noda dalam perjamuan kasihmu, dimana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri”. Orang-orang percaya yang dewasa akan mempunyai karunia untuk membeda-bedakan roh seperti ini digunakan dalam keluarga Allah.

Kepada beberapa orang

Ada semacam pra

Mungkin itu serangan roh-roh jahat atau mengenali

Yudas mengingatkan kita

III. KARUNIA-KARUNIA UNTUK MEMPERLENGKAPI

6. Karunia untuk memimpin (Rom. 12:8; Kis.13; Yoh. 17:18-19)

7. Karunia untuk bernubuat ( Rom. 12:6;

I Kor. 12:10)

8. Karunia untuk mengajar ( (Rom. 12:7;

Mat. 28:18-20)

9. Karunia untuk berkata-kata dalam hikmat ( Mat. 12:42;

Kis. 6:3;

7:10; I Kor. 1:26; 2:6-12;

Wah. 5:12.

Kol. 1:24-27;

2:3;

3:16; Yak. 1:5;

10. Karunia untuk berkata-kata dengan pengetahuan ( I Kor. 12:8).

11. Karunia untuk menasihati (Rom. 12:8;

Yoh. 14:16

* Karunia untuk memimpin, bukanlah suatu jabatan, tetapi suatu karunia

rohani. Mereka yang diurapi Allah untuk memberi pimpinan, melakukannya

dengan penuh urapan yang jelas.

Kristus, memilih dan menetapkan mereka untuk membimbing orang lain. Dalam Perjanjian Lama, Daud adalah contoh seorang anak muda yang diurapi minyak untuk menjadi raja Israel. Ini merupakan ilustrasi bagaimana Allah memilih orang-orang tertentu untuk dialiri karunia ini.

Ini bukan talenta, tetapi aliran Ilahi dari

* Karunia untuk bernubuat, sangat dianjurkan oleh Paulus.

Dalam

bahasa Gerika diterjemahkan “ucapan yang diilhami” dari kata prophetia.

Kata ini dipakai “untuk beberapa tujuan yang berguna”.

* Karunia untuk Mengajar, Mengharuskan seseorang untuk tetap diajar

oleh Roh Kudus.

Dalam Bilangan 3:1 keturunan Harun juga dinyatakan

45

sebagai keturunan Musa. Alasannya adalah karena Musa guru mereka, dianggap telah melahirkan mereka dengan memperkenalkan mereka

kepada hukum.

perintah dan kehendak Allah, yang mengatur hubungan antara Kristus dengan anggota TubuhNya.

* Karunia untuk berkata-kata dengan Hikmat dan karunia untuk berkata-

kata dengan pengetahuan.

menyediakan bimbingan bagi orang-orang percaya yang masih muda. Karunia yang satu menyediakan kebenaran karunia yang lain dan pandangan bagaimana menerapkan dalam situasi kehidupan.

Seseorang yang dikaruniai karunia ini, menyampaikan

Saling berdekatan.

Gabungan keduanya

* Karunia untuk Menasihati. Juga disebut “karunia menghibur” (paraclete) artinya, “orang yang dipanggil mendampingi untuk menolong”. Kata ini memakai akar kata yang sama yang dipakai untuk Roh Kudus. Orang ini adalah seorang yang mengerti penderitaan dalam kehidupan orang lain secara mendalam, menderita dengan orang lain dan berdoa kepada Tuhan tentang setiap masalah.

Semua karunia-karunia ini harus digunakan dalam kehidupan FA. Karunia- karunia dasar dapat dipakai oleh orang kristen baru, segera setelah

pertobatannya.

kepada karunia pelayanan dan akan membangun orang-orang percaya untuk melatih karunia melengkapi.

Supaya karunia-karunia ini bermanfaat untuk membangun orang lain, maka

diperlukan kedewasaan rohani.

yang baru untuk menggunakan karunia-karunia rohani. Sebab apabila karunia-

karunia tersebut tidak digunakan, maka karunia-karunia itu tidak akan dimanifestasikan dan pekerjaan Kristus tidak dapat dilakukan.

TANDA-TANDA KARUNIA.

Ada 4 tanda karunia yang mungkin berguna dalam pelayanan.

Bila karunia-karunia tersebut digunakan, maka akan bertumbuh

Perlu ditekankan kepada orang-orang kristen

1. Berbahas lidah ( I Kor. 14)

2. Menafsirkan bahasa lidah (I Kor. 14)

3. Menyembuhkan (I Kor. 12:10)

4. Mujizat ( I Kor. 12:10)

Bahasa lidah dibagi Paulus dalam I Korintus 14 menjadi 2 kategori (I Kor. 14:24-25)

a. Penggunaan bahasa lidah dengan penafsirannya merupakan tanda didepan

Tanda itu bisa negatif, memandang penghakiman bagi orang-

orang yang tidak beriman yang menghadiri kebaktian, atau tanda-tanda

positif bagi orang-orang percaya.

umum.

b. Bahasa itu menjadi bahasa doa yang bersifat pribadi.

Paulus mencegah pemakaian bahasa lidah di depan umum sebagai suatu

46

kegiatan yang tidak membangun Tubuh Kristus seperti nubuatan.

berkata bahwa ia berbahasa lidah lebih dari siapapun didalam gereja di Korintus. Jelas ia menggunakannya dalam doa pribadinya, bukan didepan umum.

Penafsiran Bahasa Lidah ialah untuk menyertai setiap kesempatan pemakaian

bahasa lidah di depan umum. yang menafsirkannya”

Pemakaian semua karunia di depan umum harus tetap digunakan untuk membangun Tubuh Kristus dan harus relevan dengan kebutuhan jemaat pada saat itu.

Penyembuhan dan mujizat merupakan saat-saat khusus dimana Allah menunjukkan kasih karunia dan kuasaNya untuk memberkati kita. Ada persyaratan khusus bagi kesembuhan yang ditekankan dalam Yakobus 5:14, 16

yaitu melibatkan para penatua sebagai peserta.

untuk kesembuhan dapat dilayani oleh sel atau perorangan.

Pemakaian karunia-karunia ini selain digunakan untuk membangun Tubuh Kristus juga dipakai untuk mendemontrasikan kuasa Allah kepada orang-orang yang tidak beriman.

TUJUAN KARUNIA-KARUNIA

Karunia rohani diberikan untuk maksud pelayanan, bukan untuk pemakaian

pribadi.

I Korintus 14:26

Dalam I Korintus 14:27 dikatakan “harus ada lain

Paulus

Dalam kesempatan lain doa

Tujuan karunia-karunia tersebut dinyatakan dengan jelas dalam

“Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara ?

Bilamana

kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu; yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun”.

MOTIVASI YANG SALAH UNTUK MENERIMA KARUNIA-KARUNIA ROHANI

Apakah motivasi yang benar bagi orang percaya untuk menerima karunia- karunia rohani ? Jika itu adalah untuk mendapatkan peneguhan atau menerima upah, maka motivasi itu tidak benar dan karunia-karunia itu tidak akan mengalir. Karena karunia-karunia dapat ditiru (dipalsukan), maka motivasi itu mendorong banyak orang untuk memiliki suatu karunia rohani untuk kepentingan pribadi atau untuk kesombongan rohani.

Jika ada orang yang mendesak orang lain untuk menerima karunia rohani, hal itu tidak benar, “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlainan menurut

kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita

istilah bagi karunia-karunia dalam bahasa Gerika ialah “Charisma” yang berasal dari sebuah kata kerja “charizomai” artinya diberikan sebagai suatu

hadiah.

untuk membangun Tubuh ( Rom. 12:4-6).

orang mempunyai karunia yang berlainan dari semua anggota Tubuh

Kristus lainnya”

berbeda-beda, sesuai dengan yang diperlukan pada kesempatan itu.

( Rom. 12:6). Salah satu

Kata ini dipakai Paulus, yang ditempatkan dalam konteks pemakaian

Ayat ini dapat diartikan, “setiap

atau satu orang yang memperlihatkan karunia yang

47

Dalam I Korintus 12:4-6, penekanannya pada perbedaan karunia-karunia yang

disesuaikan dengan kesempatan yang ada.

pada tindakan, bukan pada penerimaan karunia. Petrus menulis dengan jelas tentang penggunaan karunia-karunia: ( I Pet. 4:10). Jadi karunia-karunia rohani digunakan dalam kelompok FA untuk membangun Tubuh, manivestasinya harus selalu dikaitkan dengan situasinya.

Jelas bahwa Allah akan mengalirkan semua karunia rohani kedalam kelompok

FA yang diperlukan untuk membangun Tubuh Kristus. I Kor. 12:8.

semua orang mempunyai karunia yang sama.

mempunyai karunia-karunia ini, hanya mereka yang telah dipilih Roh Kudus untuk menjadi saluran kasih karunia sesuai penggunaannya.

Kemudian Paulus menambahkan dalam I Korintus 14:1, “kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk

bernubuat.

dari kerinduan seseorang untuk membangun orang lain dalam suatu kelompok. Penulis Surat Ibrani meneguhkan bahwa karunia-karunia Roh Kudus dibagikan menurut kehendak Allah (Ibr. 2:4).

MOTIVASI MEMAKAI KARUNIA-KARUNIA KITA IALAH KASIH

Setelah Paulus membahas tentang karunia-karunia rohani dalam I Korintus 12 dan 14, ia mengatakan bahwa motivasi bagi karunia-karunia tersebut ialah kasih

(I Kor. 13).

alasan lain, mereka akan jatuh dalam kesalahan.

Prioritas Alkitabiah dalam kehidupan kita ialah sebagai berikut:

- Gereja

- Keluarga

- Pekerjaan

Gereja adalah Tubuh Kristus.

dibelakang keluarga membuat kesalahan besar. Keluarga tidak mungkin

menjadi kristen sampai keluarga berada di dalam kehidupan FA.

itulah keluarga hidup dalam suatu tempat kasih, pemeliharaan dan dibangun. Ketika gereja menjadi yang utama dari yang lain, maka keluarga dan situasi kerja akan memperoleh manfaat dari kuasa karunia-karunia rohani.

I Korintus 12:11, penekanannya

Dan tidak

I Korintus 12:30 dan tidak semua

Mengejar karunia untuk bernubuat ini merupakan suatu manifestasi

Jika orang-orang Kristen mencari manifestasi karunia-karunia untuk

Orang-orang kristen yang menempatkan gereja

Hanya saat

Pelajaran 11

48

SOM GBI Denpasar Lembah Pujian

Kelas Dasar III

Pastoral Konseling I

Ayat hafalan: Galatia 6:2

Pengertian Konseling. Konseling adalah hubungan timbal balik antara dua individu, yaitu konselor yang berusaha menolong atau membimbing dan konseli yang membutuhkan pengertian untuk mengatasi persoalan yang dihadapinya. Dalam hal ini seorang konselor kristen akan berusaha mengaplikasikan kebenaran Firman Tuhan atas persoalan-persoalan hidup ini. Konseling dapat mempunyai arah yang bervariasi, meskipun tidak semuanya dapat diaplikasikan dalam setiap situasi konseling.

Mengubah sikap/tingkah laku yang merugikan, menolong mengerti akan nilai- nilai kehidupan yang ada

Belajar bagaimana bergaul dan berkomunikasi dengan sesama

Menolong untuk dapat mengekspresikan perasaan kuatir, gelisah, takut, kesepian atau kemarahan secara sehat

Menolong mengerti sebab-sebab dari persoalan yang timbul

Menyadari akan dosa, mengakuinya dihadapan Allah, mengalami pengampunan, dan mulai suatu kehidupan yang baru

Menciptakan kesediaan untuk mendengar nasehat, teguran dan menolong orang lain yang mempunyai problem yang sama

Belajar tumbuh dalam iman dan pengenalan akan Tuhan, dalam doa dan perenungan Firman Tuhan secara teratur. Konseling yang terdapat dalam Alkitab:

- Elihu memberi nasehat kepada Ayub

- Allah memberi konseling kepada Elia yang putus asa di gunung Horeb

- Daniel memberi nasehat kepada raja Nebukadnesar

- Daud memainkan kecapi untuk menghibur Saul yang murung dan gelisah

- Tuhan Yesus sebagai penasehat yang ajaib dalam Yesaya 5 (Nikodemus, perempuan Samaria Dalam PB)

- Yitro memberi nasehat tentang pendelegasian kepada Musa

Setiap orang kristen mempunyai tanggung jawab untuk saling menolong, menasehati satu dengan yang lain. Keunikan konseling kristen karena mempunyai misi khusus. Memang banyak persamaan antara konseling kristen dan non kristen dalam hal menolong konseli menghadapi persoalan, bergaul dengan orang lain, mengatasi krisis, mengubah kebiasaan dan sikap hidup yang merugikan, meningkatkan gairah hidup dll, namun disamping itu konseling kristen mempunyai arah yang lebih konkrit, yaitu memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi dan Penebus dosa.

Yang ditekankan dalam konseling:

- Listening (mendengar)

- Empaty ( Memposisikan kalau saya diposisi dia bagaimana)

- Tanya jawab yang terarah

49

- Pemberi dorongan

- Mengkonfrontasikan konseli/klien dengan kelemahan atau kesalahan

Mungkin seseorang menghadapi persoalan dan membutuhkan pertolongan kita, tetapi belum tentu mereka tertarik pada hal-hal rohani, tetapi dalam konseling kristen jangan lupa kita memperkenalkan siapakah Yesus Kristus yang mampu menolong kita.

Dunia konseling dibagi dalam tiga golongan:

- Directive approaches(Pendekatan petunjuk, instruksi, perintah) : Disini konselor dipandang sebagai seorang ahli yang dapat menganalisis persoalan, mengerti akan pemecahannya dan mampu mengkomunikasikan jalan keluar tersebut kepada konseli. Jadi konseli hanya datang untuk menerima petunjuk apa yang harus dilakukannya. Tentu saja ini berarti, bahwa tanggung jawab dan beban terbesar terletak pada bahu konselor.

- Permissive approaches (pendekatan membolehkan, mengizinkan) Suatu metode konseling dimana konseli diberi kesempatan untuk mengatasi persoalannya sendiri, yaitu dengan memberi kebebasan pada mereka untuk mengumulinya. Konselor disini tidak memberikan diagnosis, menganjurkan jalan keluar, atau memberikan terapi, tetapi ia lebih banyak mendengar, kadang-kadang menyimpulkan apa yang sudah didengar dan memberikan suasana konseling yang hangat, sehingga konseli bebas mengeluarkan isi hatinya, menyatakan perasaannya, dan tanpa disadari akhirnya ia menemukan jawab atas persoalannya.

- Interactional approaches (pendekatan saling interaksi) : Disini konselor dan konseli mendiskusikan persoalan, dalam hubungan mereka yang equal (seimbang, sejajar), sehingga keduanya dapat mengambil keputusan bagaimana sebaiknya persoalan tersebut diatas. Ketika metode/pendekatan ini sebenarnya mencerminkan kepribadian atau kebudayaan suatu bangsa. Dalam masyarakat dimana orang sangat menghormati orang yang lebih tua, ataupun pemimpin-pemimpin mereka biasanya konseling lebih cenderung memilih pendekatan directive approaches. Sedangkan dalam masyarakat yang lebih demokratis, pendekatan yang kedua dan ketigalah yang sering kita jumpai. Mana yang lebih praktis dan lebih menyakinkan? Tentu saja bergantung kepada persoalannya, kepada apa yang diharapkan konseli maupun kepada pribadi konselor sendiri. Tuhan Yesus memakai direct approach (pendekatan langsung) dan sangat autoritative (penuh kuasa dan kewibawaan) dalam menghadapi para imam besar dan orang farisi. Tetapi Ia menegur dengan lebih lunak ketika bersama dua orang dalam perjalanan menuju Emaus setelah kebangkitanNya. Ia membiarkan mereka untuk bebas berbicara kemudian mengarahkannya. Dalam percakapanNya dengan Nikodemus, Ia mengunakan pendekatan yang lebih dari hati kehati, dan kepada perempuan yang sakit (yang menjamah jubahNya) Tuhan menghardik dengan lembut. Sedangkan kepada anak-anak Ia memeluk dan membawa mereka dekat kepadaNya; dan dengan tiap-tiap muridNya ia memberikan pendekatan yang berbeda. Sebagai orang kristen kita harus sadar, bahwa Tuhan menciptakan setiap

50

individu sangat unik, dan berbeda dengan individu yang lain, sehingga kitapun mengadakan pendekatan yang berbeda pula dalam menolong tiap-tiap individu. Melalui konseling kita harus mengunakan cara dimana Kristus dipermuliakan dan sesuai dengan kebenaran Alkitab, namun kita juga jangan gegabah menuduh pendekatan yang dilakukan konselor atau teori lain sebagai yang hal yang sesat, seolah-olah hanya teori kita saja yang sesuai dengan Firman Tuhan. Pemikiran yang kurang sensitif dan membanggakan teorinya sendiri, seringkali juga merupakan hambatan dalam konseling kristen, merugikan konseli, dan tidak memuliakan Allah. FT dalam Roma 12:8 – Karunia menasehati “paraklesis” = datang untuk menolong, memberi penghiburan, mendukung, memberi semangat, dan menasehati. Ada orang beranggapan konseling adalah karunia, tetapi sebenarnya ini adalah tanggung jawab setiap orang kristen (I Tes.5:11,14; Gal.6:1-2,10; Kol.3:12-14) Ciri-ciri Konselor kristen ditinjau dari Kitab Galatia:

- Pertama, seorang konselor kristen yang efektif tentu harus memiliki kerohanian yang baik (Gal.5:22-26)

- Kedua, seorang konselor kristen harus lemah lembut (Gal.6:1) Roh yang lemah lembut tidak berarti bahwa kita tidak boleh mengatakan apa yang tidak disukai untuk didengar dan dilakukan oleh konselor. Kadang-kadang kita harus tegas, namun juga lembut, sensitif, kepada mereka yang datang dengan berbagai persoalan

- Ketiga, seorang konselor kristen harus bersedia menolong meringankan beban (Gal.6:2)

- Keempat, seorang konselor kristen harus bersifat rendah hati (Gal.6:6)

- Kelima, seorang konselor kristen harus bersifat sabar (Gal.6:7-8)

- Keenam, seorang konselor kristen harus rajin berbuat baik (Gal.6:10)

Hal-hal yang harus dihindari, supaya tidak menghambat keefektifan kerja konselor:

a. Memihak/menitik beratkan pada informasi sepihak Problema yang kita dengar dari konseli biasanya hanya merupakan salah satu aspek dari persoalan yang dilihat melalui kacamata konselor itu sendiri. Misalkan saja, dalam konseling pernikahan, suami istri bisa mempunyai pandangan yang sangat berbeda mengenai satu persoalan. Jika konselor hanya melihat atau mendengar dari satu pihak saja, tentunya ia tidak akan mampu menyelesaikan persoalan itu dengan baik, apalagi kalau berpihak kepada salah satu konseli.

b. Mengambil kesimpulan yang prematur/tergesa-gesa/ceroboh

Seorang konselor harus dapat mendengar dengan baik, cermat, dan tidak mengambil kesimpulan terlalu pagi, atau langsung memberi jalan keluar. Karena apa yang dikemukakan oleh konseli belum tentu persoalan yang sebenarnya, seringkali hanya merupakan gejala tambahan dari inti persoalannya, sehingga konselor akan membuang banyak waktu dan tenaga karena persoalan seolah-olah tidak pernah habisnya.

c. Menekankan konfrontasi

51

Ada beberapa orang menekankan, bahwa satu-satunya jalan bagi orang kristen untuk mengatasi persoalan adalah dengan mengkonfrontasikan konseli dengan kebenaran Firman Tuhan. Padahal jika kita perhatikan Alkitab menerangkan dengan mengunakan banyak cara, kadang-kadang melalui konfrontasi (Roma 15:14), kadang-kadang mengajar (Kol.3:16), menghibur (I Tes.4:18), memperhatikan (I Kor.12:25), menguatkan (I Tes.5:11), menerima (Roma 15:7), bahkan kadang dengan kasih menolong konseli menanggung beban atau pergumulan mereka (Gal.6:2), Jadi jelas tidak mungkin hanya melalui satu cara saja kita dapat menolong konseli.

d. Terlalu banyak ikut campur Seringkali kita sebagai konselor kita banyak hal, sehingga kita tidak lagi obyektif terhadap inti persoalan. Tentunya hal ini akan menguras banyak waktu dan tenaga yang seharusnya dapat kita gunakan untuk hal lain. Kita sangat membutuhkan kebijaksanaan dari Tuhan untuk tetap memperhatikan konseli, tanpa menjadikan persoalan konseli menjadi pergumulan dan beban yang menghancurkan hidup kita sendiri sebagai pengorbanan yang sia-sia. Mungkin kita mengalami, betapa ada konseli-konseli yang menyita banyak waktu kita tanpa mempedulikan, bahwa konselor juga mempunyai tanggung jawab kepada keluarga dan konseli yang lain. Mereka biasanya menuntut perhatian yang penuh, kapan saja ia mau. Untuk menghindari hal ini, kita harus dapat menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya tanpa merusak hubungan baik yang mungkin sudah terbina.

e. Akrab dengan konseli lawan jenis Jangan kita mengira, karena kita adalah konselor-konselor kristen, ada jaminan, bahwa tidak akan terjadi skandal dalam hubungan kita dengan konseli. Konseling membutuhkan pendekatan yang kadang-kadang sampai pada kebutuhan pribadi yang sangat mendalam, seperti misalnya kebutuhan seksual. Konselor harus tegas, dan tidak membiarkan perasaannya terlibat lebih jauh, jika ia melihat kebutuhan-kebutuhan ini mulai muncul dalam hubungan mereka berdua. Banyak konselor profesional dan hamba-hamba Tuhan yang terlibat dalam persoalan ini dan pelayanan mereka gagal karena mengabaikan standar kesucian dan kehidupan kristen dengan membiarkan hawa nafsu dan perasaannya terikat dengan konseli. Konseling memang pelayanan yang sensitif dan godaan seringkali timbul karena diri kita sendiri lemah dan membiarkan timbulnya pikiran-pikiran yang kotor. Jangan kita menyombongkan diri, bahwa kita tidak akan jatuh (I Kor.10:12-13) Kita harus selalu merendahkan diri pada pimpinan Roh Kudus, Ia yang menghendaki kita melayani, Ia juga akan melindungi kita dalam pelayanan yang baik ini. Kadang-kadang setelah bertemu dengan konselor, konseli dapat menyebarkan tuduhan, bahwa konselor telah mencoba berbuat serong. Tuduhan ini sulit untuk dibuktikan, karena orang akan cenderung berpihak pada konseli. Karena itu penting sekali kita menjaga dan berhati-hati dalam membangun reputasi dalam pelayanan dan kehidupan pribadi kita, sehingga seorang konselor kristen kita dapat dihargai dan dipercaya (I Tes.5:22) Untuk menjaga hal ini, konselor dianjurkan untuk tidak mengadakan pertemuan-pertemuan ditempat-tempat tertutup, tersembunyi, ataupun

52

tempat-tempat yang sunyi, kecuali jikalau konselor ditemani diaken atau pekerja gereja yang lain.

f. Kegagalan menyimpan rahasia Jika seorang datang kepada konselor dan mengutarakan segala persoalan dan isi hatinya tentu mereka berharap, bahwa apa yang mereka ceritakan

kepada konselor tidak akan bocor. Tapi seringkali tanpa disadari oleh konselor sendiri, hal-hal yang peka tersebut terungkap dalam diskusi-diskusi yang tidak formal atau sebagai contoh ilustrasi kotbah. Untuk menghindari hal ini, dengan kuasa dan pertolongan Tuhan kita harus mematikan kebiasaan untuk membicarakan orang lain (Yak.3:1-10; I Ptr.3:10) *Punya telinga tetapi tidak punya mulut*

g.