Anda di halaman 1dari 19

TUGAS SOSIOLOGI

MAKALAH TENTANG INTERAKSI SOSIAL


YANG ADA DI INDONESIA

KELOMPOK 3
Anggota :
1. Heri Irawansyah
2. M.Ramzy
3. M.Hendry
4. Ramlah
5. Siti Nurlaely Rahmawati
6. Syarifuddin
7. Yayuk Sundari
KATA PENGANTAR

Rasa Syukur saya panjatkan atas bimbingan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga
saya dapat menyusun makalah ini yang berjudul “Interaksi Sosial yang ada di Indonesia”

Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada Ibu Nurmawan, S.Pd selaku guru mata
pelajaran Sosiologi kelas X.1 serta kepada teman – teman yang telah membantu saya
sehingga tugas ini dapat terselesaikan.
Saya selaku penulis makalah menyadari masih banyak kesalahan dalam hal
penulisan maupun dalam tata bahasa. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan
sarannya demi perbaikan dalam pengerjaan tugas yang akan datang.

Saya berharap dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi yang
membacanya.

Terima kasih.

Seteluk, 8 November 2012

PENYUSUN

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………….. i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………… ii


BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang …………………………………………………………...1

1.2. Rumusan masalah…….. ……………………..……………………….….2

1.3. Tujuan…………..……………………………………………………… ..2

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………. ..…..… 4

A. Proses Sosial………………………………………………………………

B. Interaksi Sosial……………………………………………………………

C. Perubahan Sosial…………………………………………………………

D. Kaitannya dengan study masyarakat di Indonesia……………………….

BAB III PENUTUP

a. Kesimpulan ………………………………………………………………19

b. Saran ……………………………………………………………………..19

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH


Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi
dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu dan individu. Individu dan kelompok.
Kelompok dan kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara
individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan
Komunikasi Sosial.

Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan
komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi sosial secara
langsung apabila tanpa melalui perantara. Misalnya A dan B bercakap-cakap termasuk contoh
Interaksi sosial secara langsung. Sedangkan kalau A titip salam ke C lewat B dan B
meneruskan kembali ke A, ini termasuk contoh interaksi sosial tidak langsung.

Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi, sugesti,


identifikasi, indenifikasi, simpati dan empati Imitasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh
faktor meniru orang lain.

Sesuai dengan kenyataan yang ada dalam masyarakat saat ini proses sosial
berlangsung sangat pesat. Baik proses social yang bersifat asosiatif maupun yang bersifat
disosiatif. Hal itu dapat dibuktikan dengan maraknya pertikaian baik yang nyata dengan fisik,
maupun yang hanya bersifat kontravensi seperti pertikaian antara agama yang sampai pada
level saling serang. Sehingga banyak teroris-teroris yang melakukan pengeboman atas nama
agamanya. Selain itu kontravensi sesama umat beragama yang berbeda aliran juga marak
terjadi seperti contohnya aliran dalam Islam yaitu NU dan Muhammaddiah yang sering
memperdebatkan pandangan mereka dan saling mengolok-ngolok satu sama lain.

Selain maraknya proses sosialisasi yang bersifat disosiatif, proses sosial yang bersifat
asosiatif juga banyak terjadi pada masyarakat kita. Seperti contohnya koalisi partai politik
yang bertujuan untuk memperkuat kekuasaan mereka. Proses sosial yang terjadi pada
masyarakat tersebut mempunyai dampak positif maupun negative sehingga untuk
memperbesar dampak positif menekan dampak negatif maka kita harus memahami proses
sosial proses-proses sosial tersebut, sehingga pada kesempatan kali ini kami akan
mempelajari lebih jauh mengenai proses sosial yang terjadi pada mayarakat

1.2 MASALAH

Pembahasan kami akan merujuk pada masalah masalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian proses social?


2. Apa penyebab terjadinya proses social?
3. Apakah pengertian interaksi sosial?
4. Apakah ciri-ciri interaksi social ?
5. Apakah syarat terjadinya suatu interaksi social?
6. Apa sajakah bentuk dari interaksi sosial?
7. Apakah pengertian dari perubahan sosial?
8. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial?
9. Bentuk-bentuk perubahan sosial?

1.3 TUJUAN

Makalah ini dibuat dengan maksud untuk menyelesaikan tugas sosiologi dan
sebagai bahan bacaan untuk memperluas ilmu pengetahuan.

Tujuan lainnya :

 Untuk mengetahui pengertian dari interaksi sosial


 Untuk mengetahuai ciri – ciri interaksi sosial
 Untuk mengetahui syarat-syarat terjadinya interaksi sosial
 Untuk mengetahui bentuk dari sosial
 Untuk mengetahui pengertian dari perubahan social
 Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi perubahan social
 Dan untuk mengetahui bentuk – bentuk dari perubahan social

BAB II

PEMBAHASAN

A. PROSES SOSIAL
A. Pengertian Proses Sosial

Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu jangka
waktu yang sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan perilaku
dalam kehidupan masyarakat. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial,
karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama.

B. Penyebab Terjadinya Proses Sosial

Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial. Selain itu interaksi
sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan
antara orang perorangan, kelompok dengan kelompok atau orang perorangan dengan
kelompok. Interaksi sosial telah terjadi karena masing-masing sadar akan adanya pihak lain
yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam perasaan maupun syaraf orang-orang yang
bersangkutan.

Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan
sebagai proses sosial) karena interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-
aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang
menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia,
maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara
kelompok-kelompok manusia terjadi anatara kelompo tersebut sebagai suatu kesatuan dan
biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya.

Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat.


Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan
dengan kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila
terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila
manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak
berpengaruh terhadap sistem interaksinya.

B. INTERAKSI SOSIAL

1. Pengertian interaksi sosial

 Maryati dan Suryawati (2003)


Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan
respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok

 Murdiyatmoko dan Handayani (2004)

Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses
pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya
memungkinkan pembentukan struktur sosial.

 Young dan Raymond W. Mack

Interaksi Sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut


hubungan-hubungan antar individu, baik antara individu dengan kelompok,
maupun antara kelompok dengan kelompok.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah interaksi sosial
adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik
itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.

2. Ciri-Ciri Interaksi Sosial

 Proses interaksi sosial dalam masyarakat memiliki ciri sebagai berikut :

a. Adanya dua orang pelaku atau lebih

b. Adanya hubungan timbale balik antar pelaku

c. Diawali dengan adanya kontak sosial, baik secara langsung.

d. Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas.

3. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial dalam masyarakat terjadi apabila terpenuhi dua syarat sebagai
berikut:

a. Kontak sosial, yaitu hubungan sosial antara individu satu dengan individu lain yang
bersifat langsung, seperti dengan sentuhan, percakapn, maupun tatap muka sebagai
wujud aksi dan reaksi.
b. Komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain yang
dilakukan secara langsung maupun dengan alat bantu agar orang lain memberikan
tanggapan atau tindakan tertentu.

4. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu asosiatif dan disosiatif.
a. Asosiatif
Interaksi sosial bersifat asosiatif akan mengarah pada bentuk penyatuan. Interaksi
sosial ini terdiri atas beberapa hal berikut.

 Kerja sama (cooperation)

Kerjasama terbentuk karena masyarakat menyadari bahwa mereka


mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama sehingga sepakat untuk
bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Berdasarkan
pelaksanaannya terdapat empat bentuk kerjasama, yaitu bargaining (tawar-
menawar), cooptation (kooptasi), koalisi dan joint-venture (usaha
patungan)

 Akomodasi

Akomodasi merupakan suatu proses penyesuaian antara individu dengan


individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok
guna mengurangi, mencegah, atau mengatasi ketegangan dan kekacauan.
Proses akomodasi dibedakan menjadi bebrapa bentuk antara lain :

1) Coercion yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya


dilaksanakan karena adanya paksaan

Contohnya: perbudakan.

2) Kompromi yaitu, suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang


terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar dicapai suatu
penyelesaian terhadap suatu konflik yang ada.

Contohnya: kompromi antara sejumlah partai politik untuk berbagi


kekuasaan sesuai dengan suara yang diperoleh masing-masing.

3) Mediasi yaitu, cara menyelesaikan konflik dengan jalan meminta


bantuan pihak ketiga yang netral.

Contoh : Seorang ayah melerai anak-anaknya yg sedang berkelahi.

4) Arbitration yaitu, cara mencapai compromise dengan cara meminta


bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh
badan yang berkedudukannya lebih dari pihak-pihak yang bertikai.

Contoh : konflik antara buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu


badan penyelesaian perburuan Depnaker sebagai pihak ketiga.
5) Adjudication (peradilan)yaitu, suatu bentuk penyelesaian konflik
melalui pengadilan.

Contoh: pembelian tanah atau rumah,tetapi mempunyai masalah.


Maka harus diselesaikan di pengadilan.

6) Stalemate yaitu, Suatu keadaan dimana pihak-pihak yang


bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang dan berhenti
melakukan pertentangan pada suatu titik karena kedua belah pihak
sudah tidak mungkin lagi maju atau mundur.

Contoh : Gencatan senjata antara kedua belah pihak yang terjadi


konflik.

7) Toleransi yaitu, suatu bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan


formal.

Contoh : Toleransi untuk saling menghormati antar satu ras dengan


ras yang lainnya.

8) Consiliation yaitu, usaha untuk mempertemukan keinginan-


keinginan pihak-pihak yang berselisih bagi tercapainya suatu
persetujuan bersama.

Contohnya: pertemuan beberapa partai politik di dalam lembaga


legislatif (DPR) untuk duduk bersama menyelesaikan perbedaan-
perbedaan sehingga dicapai kesepakatan bersama.

 Asimilasi

Proses asimilasi menunjuk pada proses yang ditandai adanya usaha


mengurangi perbedaan yang terdapat diantara beberapa orang atau
kelompok dalam masyarakat serta usaha menyamakan sikap, mental, dan
tindakan demi tercapainya tujuan bersama. Asimilasi timbul bila ada
kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda,
saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat
laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk
kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.

 ·Akulturasi

proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia


dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari
suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur -
unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan
sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu
sendiri.

b. Disosiatif

Interaksi sosial ini mengarah pada bentuk pemisahan dan terbagi dalam tiga
bentuk sebagai berikut:

 Persaingan/kompetisi

Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial


tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa
menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.

 Kontravensi

Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan


pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak
senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan seperti
perbuatan menghalangi, menghasut, memfitnah, berkhianat, provokasi,
dan intimidasi yang ditunjukan terhadap perorangan atau kelompok atau
terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat
berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan
atau konflik.

 Konflik

Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu,


akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar,
sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang
mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.

5. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

a) Sugesti yaitu, proses pemberian pandangan atau pengaruh kepada orang lain dengan
cara tertentu sehingga pendangan atau pengaruh tersebut diikuti tanpa berfikir
panjang.
Contoh : Seorang remaja putus sekolah akan dengan mudah ikut-ikutan terlibat
kenalan remaja. Tanpa memikirkan akibatnya kelak .

b) Imitasi yaitu, pembentukan nilai melalui dengan meniru cara- cara orang lain.
Contoh: Seorang anak sering kali meniru kebiasan – kebiasan orang tuanya .
c) Identifikasi yaitu, menirukan dirinya menjadi sama dengan orang yang ditirunya
Contoh: Seorang anak laki – laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya suka
mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayah nya .

d) Simpati yaitu, perasaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang yang membuatnya
merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain.
Contoh: mengucapkan ulang tahun pada hari ulang tahun merupakan wujud simpati
pada seseorang.

e) Empati yaitu, rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang
menarik perhatian. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan
nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya.
Contoh: apabila kita melihat seseorang yang kecelakaan kita berempati untuk ikut
membantu korban kecelakaan itu.

f) Motivasi yaitu, dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan


berdasarkan pertimbangan rasionalistis. Motivasi dalam diri seorang muncul
disebabkan faktor atau pengaruh dari orang lain sehingga individu melakukan kontak
dengan orang lain.
Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan salah satu
bentuk motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung
jawab

C. PERUBAHAN SOSIAL

1) Definisi Perubahan Sosial

Selo Soemardjan mengatakan perubahan sosial merupakan segala perubahan pada


lembaga-lembaga kemasyarakatan, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk
didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku diantara kelompok-
kelompok dalam masyarakat.

Kingsley Davis mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang


terjadi dalam struktur dalam struktur dan fungsi masyarakat.

Mac lver mengatakan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan


sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.

Gillin mengatakan perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang
telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan
materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi atau penemuan
baru dalam masyarakat.
Ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang
material maupun immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur
kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.

2) Teori-teori Perubahan Sosial

· Para ahli banyak yang berpendapat bahwa kecenderungan terjadinya perubahan sosial
merupakan gejala wajar yang timbul dari pergaulan hidup manusia.

· Ahli lain berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam
unsur-unsur geografis, biologis, ekonomis, atau kebudayaan. Pendapat-pendapat pada
umumnya menyatakan bahwa perubahan merupakan lingkaran kejadian-kejadian.

· Pitirim A. Sorokin berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan adanya


suatu kecenderungan yang tertentu dan tetap dalam perubahan-perubahan sosial tidak
akan berhasil baik.

· Beberapa sosiolog berpendapat bahwa ada kondisi-kondisi sosial primer yang


menyebabkan terjadinya perubahan. Misalnya kondisi ekonomis, teknologis,
geografis, atau biologis menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada aspek-
aspek kehidupan sosial lainnya. Sebaliknya ada pula yang mengatakan bahwa semua
kondisi tersebut sama pentingnya, satu atau semua akan menelorkan perubahan-
perubahan sosial.

 Proses-proses pada perubahan sosial dapat diketahui dari adanya ciri-ciri tertentu,
yaitu sebagai berikut :

a. Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya karena setiap


masyarakat mengalami perubahan yang terjadi secara lambat atau cepat.
b. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu, akan diikuti
dengan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
c. Perubahan-perubahan sosial yang cepat biasanya mengakibatkan disorganisasi
yang bersifat sementara karena berada didalam proses penyesuaian diri.
d. Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang
spiritual saja karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan timbal balik
yang sangat kuat.

3) Beberapa Bentuk Perubahan Sosial

A. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat


Perubahan yang memerlukan waktu lama dan disertai perubahan kecil yang
saling mengikuti dengan lambat dinamakan evolusi.

Ada bermacam-macam teori tentang evolusi, yaitu :

 Unilinear theories of evolution


Berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaan)
mengalami perkembangan sesuai tahap-tahap tertentu, bermula dari bentuk
yang sederhana, kemudian bentuk kompleks, sampai pada tahap sempurna.

 Universal theory of evolution


Menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap
tertentu yang tetap. Kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi
yang tertentu.

 Multilinied theories of evolution


Menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan
tertentu dalam evolusi masyarakat.

Perubahan sosial yang berlangsung cepat dinamakan revolusi. Syarat-syarat


terjadi revolusi :

a. Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.


b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap
mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Adanya pemimpin yang dapat menampung keinginan masyarakat lalu
menjadikan program dan arah gerakan.
d. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada
masyarakat.

B. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Perubahan kecil merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-


unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung terhadap
masyarakat. Perubahan besar merupakan perubahan-perubahan yang dapat
membawa pengaruh besar pada masyarakat.

C. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki


Perubahan yang dikehendaki merupakan perubahan yang direncanakan
terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan didalam
masyarakat.

Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yangterjadi


tanpa dikehendaki, berlangsung diluara jangkauan pengawasan masyarakat dan
dapat menimbulkan akibat-akibat sosial yang yang tidak diharapkan masyarakat.

4) Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial

a. Bertambah atau berkurangnya penduduk


Pertambahan penduduk menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur
masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Berkurangnya
penduduk mungkin disebabkan karena adanya migrasi. Perpindahan penduduk
menyebabkan kekosongan, misalnya dalam bidang pembagian kerja dan
stratifikasi sosial yang mempengaruhi lembaga-lembaga masyarakat.
b. Penemuan-penemuan baru
Penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru tersebar ke lain-lain bagian
masyarakat dan cara-cara kebudayaan baru tersebut diterima, dipelajari, dan
akhirnya dalam masyarakat yang bersangkutan.
c. Pertentangan masyarakat
Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan
sosial. Pertentangan bisa terjadi antara individu dengan kelompok, bisa antara
kelompok dengan kelompok.
d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi
Pemberontakan atau revolusi dapat menyebabkan perubahan mendasar pada
segenap lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk negara sampai keluarga
batih.

Perubahan sosial juga dapat disebabkan oleh faktor yang berasal dari luar masyarakat
itu sendiri, yaitu :

a. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar
manusia
b. Peperangan
c. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.

5) Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan :


a. Kontak dengan kebudayaan lain
b. Sistem pendidikan yang maju
c. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginannya untuk maju
d. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan menyimpang
e. Sistem lapisan masyarakat yang terbuka
f. Penduduk yang heterogen
g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
h. Orientasi ke muka
i. Nilai meningkatkan taraf hidup

6) Faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan :


a. Kurangnya hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain
b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
c. Sikap masyarakat yang tradisionalis
d. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat
e. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
f. Prasangka terhadap hal-hal baru
g. Hambatan ideologis
h. Kebiasaan
i. Nilai pasrah

D. KAITANNYA DENGAN STUDI MASYARAKAT DI INDONESIA

Masyarakat merupakan bagian yang penting dalam suatu negara. Tanpa masyarakat,
tidak akan terbentuk suatu negara, karena masyarakat merupakan komponen penting dalam
negara.

Seperti halnya di Indonesia, masyarakat di Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa,
maupun agama. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang saling berinteraksi
untuk dapat menjalin hubungan yang baik termasuk dalam pemenuhan kebutuhan. Seperti
yang dikatakan banyak ahli mengenai pengertian masyarakat, masyarakat di Indonesia
memiliki adat istiadat, norma maupun peraturan yang perlu dipatuhi agar tercapai keteraturan
dalam masyarakat. Sesuai hakikatnya, seorang individu adalah makhluk sosial yang tidak
dapat berdiri sendiri dan memerlukan orang lain, begitu pula masyarakat di Indonesia
memiliki sifat ketergantungan dan saling membutuhkan sehingga terjalin kerjasama untuk
dapat memenuhi kebutuhan.

Pada masyarakat yang majemuk, seperi di Indonesia memiliki banyak kebudayaan


dengan standar perilaku yang berbeda dan kadangkala bertentangan. Perkembangan
kepribadian individu pada masyarakat ini sering dihadapkan pada model-model perilaku yang
suatu saat disetujui oleh beberapa kelompok namun dicela kelompok lainnya.
Masyarakat Indonesia sebagai salah satu negara berkembang mempunyai ciri , adanya
perubahan yang sangat pesat dalam berbagai aspek kehidupan, baik perubahan sistem
ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Dalam kenyataannya, tidak ada perubahan sosial
yang tidak menimbulkan akibat terhadap kebudayaan setempat. Kebudayaan dianggap
sebagai sumber perilaku individu pada sekelompok masyarakat, karena setiap anak lahir
dalam suatu lingkungan alam tertentu dan dalam satu lingkungan kebudayaan tertentu yang
keduanya merupakan lingkungan yang berkaitan dalam menentukan proses
perkembangannya. Dalam kenyataannya, kebudayaan cenderung mengulang-ulang perilaku
tertentu melalui pola asuh dan proses belajar yang kemudian memunculkan adanya
kepribadian atau perilaku yang merupakan ciri khas dan masyarakat tertentu yang
mencerminkan kepribadian masyarakat dalam lingkungan tersebut sebagaimana terjadi di
Indonesia

Kemajemukan masyarakat Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa memicu
munculnya masalah - masalah kesuku bangsaan yang memiliki potensi pemecah belah dan
penghancuran sesama bangsa Indonesia. Konflik-konflik yang sering terjadi adalah konflik
antar etnik dan antar agama. Ini merupakan konflik yang sering terjadi akibat kemajemukan
masyarakat Indonesia yang mungkin masih belum bisa diterima oleh sebagian masyarakat di
Indonesia.

Keanekaragaman Indonesia tidak hanya dilihat dari kemajemukan masyarakatnya saja.


Indonesia adalah negara kaya baik hasil bumi maupun adat dan budaya nya. Bahkan terdapat
semangat perubahan sosial yang mencakup semua aspek yang ada di Indonesia, yang lebih
difokuskan pada keinginan untuk melakukan perubahan sosial yang berdampak positif dan
menghasilkan kemajuan dalam setiap aspek. Meskipun begitu, banyak sekali kendala dalam
melakukan perubahan baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain
sebagainya.

Perwujudan konkrit dari perubahan itu adalah berupa upaya pembangunan yang
terencana, termasuk di dalamnya sumber daya manusia. Tetapi tidak jarang, perubahan yang
akan terjadi itu justru menimbulkan konflik yang panjang. Seperti yang terjadi ketika masa
penjajahan, masyarakat Indonesia memaksa Soekarno untuk menjadi presiden dan Bung
Hatta sebagai wakil presiden. Masyrakat Indonesia memilih atas dasar kepercayaan dan
keinginan untuk terbebas dari penjajahan dengan cara mengangkat seorang presiden dan
wakil presiden untuk memproklamirkan kemerdekaan.
Disinilah terjadi revolusi yang besar yang mampu mengubah seluruh masyarakat
Indonesia. Masyarakat Indonesia menjadi merasa lebih tenang karen terlepas dari jajahan
Jepang maupun Belanda. Ini menjadi perubahan yang sangat cepat yang memberikan dampak
yang cukup kuat bagi masyarakat di Indonesia. Ini merupakan perubahan besar dan
dikehendaki karena membawa pengaruh dalam perubahan alam aspek ekonomi, sosial,
budaya, maupun politik.

Seiring berkembangnya zaman, bangsa Indonesia semakin modern dan mulai


menggunakan teknologi yang dipercaya dapat mempermudah pekerjaan manusia. Namun
tidak semua lapisan masyarakat mau menerima perubahan ini. Ada beberapa kelompok
masyarakat yang menolak perubahan secara terang – terangan. Seperti di beberapa suku
terpencil di Indonesia, jangankan menggunakan teknologi yang baru, mereka pun tidak mau
menggunakan sabun mandi yang jelas – jelas sangat bermanfaat bagi kesehatan mereka
sendiri, dengan alasan agar nenek moyang tidak marah karena keturunannya menggunakan
benda – benda asing. Padahal jika dipikir secara logika, perilaku mereka ini justru merupakan
upaya pemeliharaan lingkungan dari bahan – bahan kimia. Kelompok – kelompok yang
cenderung tertutup dan lebih memilih untuk menjunjung tinggi budayanya inilah yang akan
mengalami proses yang sangat lambat dalam menerima perubahan yang terjadi di Indonesia.

Namun lebih banyak masyarakat Indonesia memilih untuk melakukan perubahan sosial
dengan keinginan agar lebih maju, meskipun hal itu dilakukan dengan mempelajari atau
bahkan menyerap kebudayaan lain.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu jangka
waktu yang sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola pengulangan hubungan perilaku
dalam kehidupan masyarakat. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial,
karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama.Bentuk umum
proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena
interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.

Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor yaitu:Imitasi,


Sugesti, Identifikasi, Proses simpati.Syarat terjadinya interaksi sosial yaitu adanya kontak
sosial dan komunikasi.Proses sosial ada yang bersifat asosiatif (kerjasama) dan desosiatif
(perpecahan).

B. Saran

Kami menyarankan bahwa dalam proses sosial terjadi banyak perubahan dalam
kehidupan kita. Perubahan tersebut bisa bersifat mendasar meliputi sandi-sandi kehidupan
dasar masyarakat maupun yang hanya bersifat ringan. Dan perubahan sosial tersebut ada
yang berdampak positif maupun negatif. Maka dari itu kita harus benar-benar selaktif
memfilter hal-hal baru yang masuk pada kehidupan kita sebagai hasil dari adanya proses
sosial. Agar kita tidak terjerumus pada hal-hal yang salah dan tidak sesuai dengan moral dan
kebudayaan asli bangsa kita.
DAFTAR PUSTAKA

 Subakti, A. Ramlan 2011 Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana

Prenada Media Group

 http://jurusankomunikasi.blogspot.com/2009/04/proses-sosial-dan-interaksi-

sosial.html

 http://www.ips.web.id/2011/08/pengertian-proses-sosial.html