Anda di halaman 1dari 3

TERM OF REFERENCE

PENGAJIAN WAGENINGEN

“ Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan”

Hari/tanggal : Ahad, 17 Maret 2019


Waktu : 13.00-16.00 CET
Tempat : Number 3, Bornsesteeg
Pemateri : Ustadz Al Furqon, M.Th.I

A. Gambaran Umum

Jika tidak di antisipasi, terlebih karena kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai


akidah – menjadi kelompok minoritas di tengah lingkungan yang sulit untuk
menemukan syiar-syiar islam didalamnya terkadang mampu merubah karakter
dan kepribadian seorang muslim. Oleh karena itu, penguatan rohani seorang
muslim di tengah nilai-nilai pergaulan yang jauh dari nilai-nilai luhur islam
menjadi sangat urgen untuk di perhatikan.

Salah satu isu yang berpotensi menimbulkan keraguan bagi seorang muslim disaat
menjadi minoritas adalah kesalahan membedakan nikmat dan istidraj.
Sesungguhnya, banyak pertanyaan – pertanyaan yang muncul dari rekan-rekan
mahasiswa muslim, bagaimana bisa mereka yang tidak pernah Sholat, tidak mau
mengakui eksistensi Tuhan, bergelimang maksiat namun mampu sukses dalam hal
akademik? terkadang persepsi-persepsi seperti ini, jika tidak dipahami dengan
baik justru mampu menggoyahkan keimanan, dan pada akhirnya berpotensi
menjauhkan diri pribadi seorang muslim dari nilai-nilai luhur islam.

Padahal bisa jadi, limpahan kenikmatan tersebut bukanlah suatu tanda kemulian
melainkan sebuah jebakan yang diberikan Allah S.W.T untuk membuat mereka
semakin jauh dari genggaman dan pandangan-Nya. Sebagaimana firman Allah
S.W.T.

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada


mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka;
sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada
mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka
terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)

Namun sangat disayangkan, banyak sekali diantara para pelajar muslim yang
belum mengenal konsep Istidraj ini, sehingga limpahan kenikmatan yang
diperoleh kepada mereka yang non-muslim dianggap sebagai pembenaran untuk
bisa melepaskan diri dari prinsip-prinsip dasar Islam (sukses dalam beribadah
dianggap tidak menjamin sukses dalam kehidupan akademik).

Corresponding Liaison Officer:


Zakiul Fahmi Jailani
Tel: +31 6 21314992
Oleh karena itu, pengajian ini ditujukan untuk memotivasi para peserta yang
mayoritas adalah mahasiswa agar mengenal lebih jauh konsep istidraj sehingga
tidak salah dalam mengambil contoh di rutinitas kehidupan sosial. Mengenal
konsep istidraj ini juga diharapkan juga dapat memotivasi rekan-rekan mahasiswa
untuk terus mensyukuri nikmat dari Allah S.W.T, terkhususnya nikmat menjadi
seorang muslim.

B. Bentuk Acara
Sesi acara pengajian berupa pemaparan materi dan diskusi panel. Fasilitas yang
disediakan panitia berupa:
1. Ruangan
2. Pengeras suara
3. Laptop dan proyektor
4. Makan siang

C. Peserta
Peserta terdiri dari pelajar muslim beserta keluarga yang berasal dari Indonesia di
Wageningen.

D. Arahan dan Garis Besar Materi


Beberapa hal yang akan di bahas dalam pengajian ini adalah:
Topik Isi Materi Output
Definisi dan ciri-ciri Menjabarkan konsep istidraj Menyadarkan peserta
mereka yang terkena sebagai salah satu hal yang bahwa limpahan
istidraj patut di hindari kesuksesan bagi mereka
yang jauh dari nilai-nilai
luhur Islam bukanlah
kenikmatan hakiki dari
Allah S.W.T
Cara menghindari Menjelaskan kiat-kiat Memotivasi perserta
istidraj menghindari istidraj, untuk memprioritaskan
sebagai solusi untuk Allah sebagai solusi
mensyukuri nikmat Allah terbaik agar terhindar
S.W.T dari istidraj
Berprasangka baik Menjelaskan kiat-kiat sesuai Memotivasi perserta
terhadap semua tuntunan Islam agar hati untuk menjadikan Allah
keputusan Allah selalu berprasangka baik sebagai harapan terbaik
S.W.T terhadap semua keputusan saat sedang mengalami
Allah S.W.T permasalahan
Hikmah menjadikan Menjelaskan manfaat yang Memotivasi perserta
islam sebagai solusi mampu diberikan saat untuk semakin cinta
dalam manajemen memanajemen diri sesuai dengan Islam karena
diri untuk sukses ajaran Islam mampu memberikan
dalam setiap aspek solusi dari setiap
kehidupan pemasalahan kehidupan
..
Memotivasi perserta

Corresponding Liaison Officer:


Zakiul Fahmi Jailani
Tel: +31 6 21314992
untuk semakin aktif
dalam kegiatan
keagamaan sebagai
salah satu pendekatan
untuk menghindari
istidraj dan mensyukuri
nikmat.

E. Penutup
Term of Reference ini disusun sebagai kerangka acuan bagi pemateri dalam
menyusun materi pembahasan, juga sebagai gambaran mengenai pelaksanaan
acara secara keseluruhan.

F. Susunan Acara
13.11 – 13.14 Pembukaan dan pembacaan ayat Al-Quran
13.15 – 13.19 Sambutan Ketua Pengajian
13.20 – 13.24 Tilawah jamaah
13.25 – 14.25 Penyampaian materi
14.26 – 14.56 Tanya jawab
14.57 – 15.05 Doa bersama
15.06 – 15.15 Penutupan
15.16 – 16.00 Sholat dan makan bersama

Corresponding Liaison Officer:


Zakiul Fahmi Jailani
Tel: +31 6 21314992