Anda di halaman 1dari 9

Rahmah Gaffar , Et al/ Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol.

3 (2017) : S117-S125 S117

PENGARUH KONSENTRASI GULA TERHADAP MUTU SELAI KULIT JERUK BALI


(Citrus maxima)

EFFECT SUGAR CONCENTRATION OF THE QUALITY ALBEDO PUMMELO JAM


(Citrus maxima)

Rahmah Gaffar1), Lahming2), Muh. Rais3)


1Alumni Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian
2 dan 3 Dosen PTP FT UNM

Rahmahgaffar1@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula terhadap mutu selai
kulit jeruk bali. Penelitian ini meggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air,
kadar gula, kadar pektin, padatan tak terlarut, dan organoleptik meliputi rasa, warna, daya
oles, dan aroma. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam Anova dan dilanjutkan
dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada
selai kulit jeruk bali dengan konsentrasi gula 80%.
Kata Kunci : Konsentrasi Gula, Kulit Jeruk, Selai.

ABSTRACT
This research aimed to determine the effect sugar concentration of the quality albedo
pummelo jam. This research used method completely randomized design with 3
treatments and 3 repetitions. The parameters observed were water content, sugar content,
pectin content, total undissolved solids, and organoleptic include taste, colour,smear,and
aroma.The data were analyzed with analysis of variance Anova and continued by Duncan
test. The results showed that the best treatment was albedo pummelo jam with sugar
concentration 80%.
Key words: Sugar concentration, Albedo pummelo, Jam.

PENDAHULUAN Salah satu sentra produksi jeruk


bali di Sulawesi Selatan adalah
Indonesia merupakan negara Kabupaten Pangkep. Pada awalnya
agraris yang memiliki potensi kekayaan tanaman ini dibudidayakan masyarakat
alam yang melimpah, salah satunya Kabupaten Pangkep sebagai tanaman
adalah tanaman jeruk. Buah jeruk pekarangan, namun setelah buah
merupakan tanaman hortikultura yang dengan rasa asam manis ini laris manis
memiliki nilai pasar yang tinggi dan di pasaran, petani kemudian
merupakan komoditas yang mengembangkannya menjadi usaha tani
menguntungkan. Salah satu daerah komersial (Nurjanani, 2010). Luas lahan
penghasil jeruk yaitu Sulawesi Selatan. untuk untuk jeruk bali di Pangkep
Berbagai jenis jeruk dapat ditemukan di mencapai 50.787 ha dengan produksi
daerah ini, di antaranya yaitu jeruk bali 4.240,1 ton per tahunnya. Jeruk ini
atau jeruk pamelo. hanya tersebar di delapan kecamatan
Rahmah Gaffar , Et al/ Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : S117-S125 S118

yaitu Pangkajene, Bungoro, Minasa rasa terlalu kenyang jika dibandingkan


Te’ne, Labakkang, Ma’rang, Segeri, dengan makan nasi.
Mandalle dan Tondong Tallasa (Takar, Buah yang sering digunakan
2008). untuk pembuatan selai atau jeli antara
Jeruk bali merupakan tanaman lain : anggur, apel, murbei, pepaya,
buah yang mengandung banyak nenas, jambu biji, jeruk, pala, dan lain-
komponen nutrisi yang terkandung di lain. Sedangkan kulit buah yang biasa
dalamnya. Sebagian besar komponen digunakan untuk membuat selai atau jeli
jeruk bali terletak pada kulitnya, di antara lain : kulit durian, kulit nenas, kulit
antaranya terdapat senyawa alkaloid, jeruk, dan lain-lain (Anonim, 2010).
flavonoid, likopen, vitamin C, serta yang Pemanfaatan kulit jeruk bali
paling dominan adalah pektin dan tanin menjadi selai ini diharapkan dapat
(Rahmawati, 2013). memberikan manfaat bagi semua pihak
Produksi jeruk bali di berbagai seperti konsumen dan produsen selai.
daerah di Indonesia mencapai 110.000 Dapat menambah sumber daya pangan
ton pertahunnya dan hampir 50% kulit lokal baru, serta dapat mengurangi
jeruk bali belum sepenuhnya limbah kulit jeruk bali.
termanfaatkan, padahal kulit jeruk bali Masalah yang dihadapi dalam
yang memiliki tebal 1,5–2 cm tersebut pengolahan selai kulit jeruk bali adalah
dapat digunakan sebagai sumber pektin adanya rasa pahit. Rasa pahit tersebut
yang cukup potensial. Kulit jeruk bali disebabkan oleh kandungan minyak
terdiri atas 3 lapisan yaitu kulit luar, kulit atsiri pada kulit buah. Oleh karena itu,
bagian tengah dan dalam. Albedo kulit perlu diberikan perlakuan berbagai
jeruk bali terdapat pada kulit bagian konsentrasi gula untuk mengurangi rasa
tengah dan dalam yang berwarna putih pahitnya.
dan merah muda. Di berbagai daerah, Berdasarkan latar belakang
albedo ini biasanya dibuang begitu saja. masalah yang dikemukakan maka perlu
Padahal di dalam albedo ini terkandung dilakukan penelitian tentang
zat yang sangat bermanfaat yaitu pektin pemanfaatan kulit jeruk bali sebagai
(Diah, 2015). bahan baku pembuatan selai dengan
Salah satu produk yang dapat mengambil judul pengaruh konsentrasi
dibuat dengan memanfaatkan gula terhadap mutu selai kulit jeruk bali
kandungan pektin pada albedo jeruk bali (Citrus maxima ).
ialah selai. Selai adalah produk makanan
yang kental atau semi padat dibuat dari TUJUAN PENELITIAN
campuran 45 bagian berat buah (cacah
buah) dan 55 bagian berat gula. Penelitian ini bertujuan untuk:
Penggunaan selai sebagai bahan 1. Mengetahui pengaruh konsentrasi
pelengkap roti semakin meningkat gula terhadap mutu selai kulit jeruk
dikarenakan terjadinya perubahan bali yang dihasilkan.
kebiasaan masyarakat terutama dengan 2. Mengetahui pengaruh konsentrasi
pilihan makanan untuk sarapan. Banyak gula terhadap organoleptik selai kulit
masyarakat memilih roti dengan selai jeruk bali yang dihasilkan.
sebagai pengganti nasi, alasannya
antara lain kepraktisan dan menghindari
Rahmah Gaffar , Et al/ Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : S117-S125 S119

METODE PENELITIAN untuk mengurangi rasa pahit pada bahan


baku. 5) Penghancuran bahan baku
Jenis penelitian yang menggunakan blender. 6) Pemasakan.
dilaksanakan adalah kuantitatif berbasis Siapkan wajan dan masak bubur albedo
eksperimen dengan menggunakan sebanyak 500 gram dengan api sedang,
Rancangan Acak Lengkap (RAL). aduk perlahan beberapa saat kemudian
Banyaknya perlakuan yang dicobakan tambahkan gula pasir. Aduk kembali
ada sebanyak 3 perlakuan. Setiap hingga mendidih, kemudian masukkan 1
perlakuan diulang sebanyak 3 kali sendok asam sitrat dan aduk kembali
sehingga diperoleh 9 satuan percobaan. sampai campuran mengental
Adapun perlakuan dalam penelitian ini membentuk gel.
adalah sebagai berikut : Data pada penelitian ini diperoleh
1. Perlakuan I = Penambahan gula pasir dari hasil uji organoleptik dan uji standar
60 % mutu yang meliputi kadar air, kadar gula,
2. Perlakuan II = Penambahan gula kadar pektin, dan padatan tak terlarut.
pasir 70 % Data yang diperoleh dianalisis
3. Perlakuan III = Penambahan gula menggunakan analisis statistik sidik
pasir 80 %. ragam ANOVA yang dilanjutkan dengan
Penelitian ini dilaksanakan pada uji lanjut Duncan.
bulan November 2016 di Laboratorium
Program Studi Pendidikan Teknologi HASIL DAN PEMBAHASAN
Pertanian, Fakultas Teknik, Universitas
Negeri Makassar dan diuji di Kadar Air
Laboratorium Kimia Makanan Ternak Kadar air merupakan banyaknya
Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, air yang terkandung dalam bahan
Fakultas Peternakan, Universitas pangan yang dinyatakan dalam persen.
Hasanuddin. Kadar air dalam bahan pangan ikut
Alat yang digunakan dalam menentukan kesegaran dan daya awet
penelitian ini yaitu baskom, timbangan, bahan pangan tersebut. Kadar air dalam
kompor, wajan, pisau, blender, sendok bahan pangan seperti selai sangat
kayu, dan toples. Bahan yang digunakan berperan untuk menjaga konsistensi
yaitu jeruk bali, gula pasir, dan jeruk tekstur. Hasil analisis sidik ragam
nipis. menunjukkan bahwa setiap perlakuan
Prosedur pembuatan selai yaitu memberikan pengaruh yang sangat
1) Pengupasan bahan baku yang nyata terhadap kadar air selai kulit jeruk
bertujuan untuk memisahkan bagian bali.
aledo dari flavedo dan daging buah. 2) Semakin tinggi konsentrasi gula
Pencucian bahan baku yang bertujuan yang ditambahkan, maka kadar air selai
untuk menghilangkan getah dan kotoran semakin rendah. Menurut Siregar dkk.,
yang melekat pada bahan baku. 3) (2015), gula memiliki sifat osmosis
Perebusan bahan baku dalam air (menyerap air) sehingga kadar air dalam
mendidih selama 30-40 menit untuk selai semakin menurun seiring
melayukan bahan baku. 4) Perendaman bertambahnya konsentrasi gula. Gula
bahan baku menggunakan air bersih bersifat osmosis sehingga dapat menarik
selama 24 jam dengan 3 kali air dari dalam bahan sehingga kadar air
penggantian air. Perendaman bertujuan bahan menjadi rendah dan tidak tersedia
Rahmah Gaffar , Et al/ Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : S117-S125 S120

untuk digunakan mikroorganisme. Selain tersebut menghasilkan bahan berwarna


itu menurut Desrosier (2008),kadar air cokelat, yang dikehendaki atau kadang-
produk pangan dipengaruhi oleh proses kadang malahan menjadi pertanda
pemasakan karena kadar air selai akan penurunan mutu (Arsa, 2016).
mengalami penurunan selama proses Hasil analisis sidik ragam
pemasakan. Proses yang terjadi yaitu menunjukkan bahwa setiap perlakuan
panas yang ditimbulkan oleh pemasakan memberikan pengaruh yang sangat
masuk ke dalam bahan yang kemudian nyata terhadap kadar gula selai kulit
menggantikan kandungan air yang jeruk bali.Hasil kadar gula dalam
keluar menjadi uap. penelitian ini masing-masing 42,64%,
52,56% dan 65,72%. Ini menunjukkan
bahwa semakin tinggi konsentrasi gula
Nilai Rata-Rata Kadar

50
37.97 35.97 33.59 yang ditambahkan, maka semakin tinggi
40 pula kadar gula selai kulit jeruk bali yang
Air (%)

30 dihasilkan.
20 Berdasarkan penelitian Sidauruk
10 (2010), kadar gula total dipengaruhi oleh
0 jumlah gula yang ditambahkan pada
Konsentrasi Gula (%) sutau produk. Semakin banyak gula
Gambar 1. yang ditambahkan, semakin tinggi pula
Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap kadar gula total suatu produk.
Kadar Air Selai Kulit Jeruk Bali
100
Ket: 90 65.72
▪ Penambahan 60% gula pasir
Kadar Gula (%)

80
70 52.56
▪ Penambahan 70% gula pasir 60
42.64
▪ Penambahan 80% gula pasir 50
40
30
Kadar gula 20
10
Gula mempunyai sifat yang 0
dapat menyebabkan reaksi pencoklatan Konsentrasi Gula (%)
yaitu karamelisasi (Yunita, 2013).Bila
suatu larutan sukrosa diuapkan maka Gambar 2.
konsentrasinya akan meningkat, Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap
demikian juga titik didihnya. Keadaan ini Kadar Gula Selai Kulit Jeruk Bali
akan terus berlangsung sehingga Ket:
seluruh air menguap semua. Bila ▪ Penambahan 60% gula pasir
keadaan tersebut telah tercapai dan ▪ Penambahan 70% gula pasir
pemanasan diteruskan, maka cairan ▪ Penambahan 80% gula pasir
yang ada bukan lagi terdiri dari air tetapi
Kadar pektin
cairan sukrosa yang lebur. Titik lebur
Pektin adalah senyawa polimer
sukrosa adalah 160oC. Bila gula yang
yang dapat mengikat air, membentuk gel
telah mencair tersebut dipanaskan terus
atau mengentalkan cairan. Hasil analisis
sehingga suhunya melampaui titik
sidik ragam menunjukkan bahwa setiap
leburnya, maka mulailah terjadi
perlakuan memberikan pengaruh yang
karamelisasi sukrosa. Hasil reaksi
sangat nyata terhadap kadar pektin selai
Rahmah Gaffar , Et al/ Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : S117-S125 S121

kulit jeruk bali. Semakin menurunnya semakin tinggi konsentrasi gula yang
kadar pektin disebabkan karena pektin ditambahkan maka total padatan tak
bersifat larut dalam air, sedangkan terlarut semakin menurun. Hal ini
semakin tinggi konsentrasi gula semakin disebabkan karena terhidrolisisnya gula
rendah kadar air, sehingga diduga pektin (sukrosa) menjadi glukosa dan fruktosa.
ikut menguap bersama air. Menurut Glukosa dan fruktosa mempunyai
Syah (2011) pektin dapat bersifat koloid kelarutan yang sangat besar, dengan
reversibel, yaitu dapat dilarutkan dalam semakin tingginya konsentrasi gula maka
air, diendapkan, dikeringkan dan glukosa dan fruktosa yang terbentuk
dilarutkan kembali tanpa perubahan sifat semakin tinggi, sehingga jumlah gula
fisiknya. Pada penambahan air pada yang terlarut semakin banyak. Hal ini
pektin kering akan terbentuk gumpalan menyebabkan total padatan tak terlarut
seperti pasta yang kemudian menjadi yang ada dalam selai semakin menurun.
larutan. Proses tersebut dapat

Padatan tak Terlarut (%)


dipercepat dengan ekstraksi dan 10
penambahan gula. 9
8
7 4.97 4.86 4.42
6
3 5
4
Kadar Pektin (%)

3
2 2
1
0.68 0.62 0.55 0
1 Konsentrasi Gula (%)

0 Gambar 4.
Konsentrasi Gula (%) Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap
Padatan tak Terlarut Selai Kulit Jeruk
Gambar 3. Bali
Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap
Kadar Pektin Selai Kulit Jeruk Bali Ket:
▪ Penambahan 60% gula pasir
Ket: ▪ Penambahan 70% gula pasir
▪ Penambahan 60% gula pasir ▪ Penambahan 80% gula pasir
▪ Penambahan 70% gula pasir
▪ Penambahan 80% gula pasir Warna
Warna merupakan salah satu
faktor penting dalam penentuan kualitas
Padatan tak Terlarut
Total padatan terlarut (TPT) makanan. Warna yang dihasilkan pada
merupakan suatu ukuran kandungan selai kulit jeruk bali adalah kuning jernih,
kombinasi dari semua zat-zat anorganik kuning kecoklatan, hingga coklat. Hal ini
dan organik yang terdapat dalam suatu dipengaruhi oleh proses pemasakan dan
bahan makanan (Fahrizal, 2014). penambahan gula, dimana semakin
Hasil analisis sidik ragam tinggi konsentrasi gula akan
menunjukkan bahwa setiap perlakuan
menghasilkan warna yang semakin
memberikan pengaruh yang sangat
nyata terhadap padatan tak terlarut selai gelap. Menurut Apandi (1984), warna
kulit jeruk bali. Menurut Sinaga (2012), coklat merupakan suatu proses reaksi
Rahmah Gaffar , Et al/ Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : S117-S125 S122

browning melalui karamelisasi. Rasa


Karamelisasi terjadi jika gula dipanaskan Rasa adalah perasaan yang
di atas titik lelehnya dan berubah warna dihasilkan oleh barang atau sesuatu
yang dimasukkan ke dalam mulut yang
menjadi coklat disertai dengan
dirasakan oleh indera rasa yaitu lidah.
penambahan cita rasa. Secara umum ada empat rasa dasar
Hasil analisis sidik ragam yaitu manis, pahit, masam, dan asin.
menunjukkan bahwa setiap perlakuan Hasil analisis sidik ragam
memberikan pengaruh yang sangat menunjukkan bahwa setiap perlakuan
nyata terhadap warna selai kulit jeruk memberikan pengaruh yang nyata
bali yang dihasilkan. Berdasarkan hasil terhadap rasa selai kulit jeruk bali yang
uji hedonik warna, selai kulit jeruk bali dihasilkan.Hasil uji hedonik rasa selai
yang memiliki nilai tertinggi adalah selai kulit jeruk bali pada gambar 4.6
dengan konsentrasi gula 70%. Hal ini memperlihatkan bahwa ketiga produk
disebabkan karena selai dengan disukai panelis, namun yang paling
konsentrasi gula 60% menghasilkan disukai adalah selai dengan konsentrasi
selai dengan warna kuning jernih, gula 70%. Hal ini diduga karena selai
sedangkan selai dengan konsentrasi dengan konsentrasi gula 60%
gula 80% menghasilkan selai dengan menghasilkan rasa yang kurang manis,
warna yang coklat. Adapun selai dengan sedangkan selai dengan konsentrasi
konsentrasi gula 70% menghasilkan gula 80% menghasilkan selai dengan
selai kulit jeruk bali dengan warna kuning rasa yang terlalu manis. Semakin tinggi
kecoklatan, warna ini disukai karena konsentrasi gula, maka rasa selai yang
tidak jernih dan tidak terlalu gelap, dihasilkan akan semakin manis.
sesuai dengan warna selai di pasaran.
Nilai Rata-Rata Hedonik

5
5
Nilai Rata-Rata Hedonik

3,01 3.28 3.08


4
3.11 3.17
Rasa

4 3.08
3
Warna

3
2
2 1
1 0
Konsentrasi Gula (%)
0 Konsentrasi Gula (%)

Gambar 5. Gambar 6.
Hasil Uji Hedonik Warna Selai Kulit Jeruk Hasil Uji Hedonik Rasa Selai Kulit Jeruk
Bali Bali

Ket: Ket:
▪ Penambahan 60% gula pasir ▪ Penambahan 60% gula pasir
▪ Penambahan 70% gula pasir ▪ Penambahan 70% gula pasir
▪ Penambahan 80% gula pasir ▪ Penambahan 80% gula pasir
Rahmah Gaffar , Et al/ Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : S117-S125 S123

Daya Oles bahan pangan. Selain bentuk dan warna,


Daya oles merupakan salah satu bau atau aroma akan berpengaruh dan
uji fisik yang bertujuan untuk mengukur menjadi perhatian utama pada
konsistensi dan tekstur selai pada saat konsumen.
dioleskan pada roti. Selai yang Hasil analisis sidik ragam
berkualitas baik yaitu selai dengan menunjukkan bahwa setiap perlakuan
konsistensi dan tekstur yang tinggi, hal memberikan pengaruh yang nyata
tersebut bisa ditunjukkan dengan nilai terhadap aroma selai kulit jeruk bali yang
persentase daya oles. dihasilkan. Berdasarkan hasil penilaian
Hasil analisis sidik ragam uji hedonik aroma diperoleh nilai rata-
menunjukkan bahwa setiap perlakuan rata 2,63 2,75 dan 3,00. Nilai tertinggi
memberikan pengaruh yang nyata diperoleh oleh selai dengan konsentrasi
terhadap daya oles selai kulit jeruk bali gula 80% dengan kriteria suka. Hal ini
yang dihasilkan. Pada gambar 7 diduga karena terjadinya reaksi
menunjukkan bahwa panelis lebih karamelisasi yang disebabkan oleh
menyukai selai dengan penambahan penambahan gula. Menurut Iqbal dkk.,
gula 80% karena memliki daya oles yang (2012), semakin tinggi konsentrasi gula,
baik dan tidak terlalu cair. Fitrianto dan maka aroma yang dihasilkan semakin
Yudha (2011), menyatakan gula pasir di tinggi.
samping sebagai pemberi cita rasa juga
berpengaruh terhadap kekentalan gel.
Nilai Rata-Rata Hedonik

5
Nilai Rata-Rata Hedonik

4 2.75 3
5 2.63
Aroma

3.39 3
Daya Oles

4 3.07 3.23
2
3
1
2
0
1 Konsentrasi Gula (%)
0
Konsentrasi Gula (%) Gambar 8.
Hasil Uji Hedonik Aroma Selai Kulit Jeruk
Gambar 7. Bali
Hasil Uji Hedonik Daya Oles Selai Kulit
Jeruk Bali Ket:
Ket: ▪ Penambahan 60% gula pasir
▪ Penambahan 60% gula pasir ▪ Penambahan 70% gula pasir
▪ Penambahan 70% gula pasir ▪ Penambahan 80% gula pasir
▪ Penambahan 80% gula pasir
KESIMPULAN
Aroma
Aroma selai kulit jeruk diuji Adapun kesimpulan yang dapat
dengan indera penciuman. Aroma ditarik berdasarkan hasil penelitian,
umumnya diperoleh dengan antara lain:
menganalisa hasil penciuman pada 1. Konsentrasi gula memberikan
produk pangan. Aroma mempunyai pengaruh nyata terhadap kadar air,
peranan yang sangat penting dalam kadar gula, kadar pektin, dan padatan
penentuan derajat penilaian dan kualitas tak terlarut selai kulit jeruk bali yang
Rahmah Gaffar , Et al/ Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : S117-S125 S124

dihasilkan. Selai kulit jeruk bali Limbah Kulit Kakao.Jurnal


dengan penambahan gula 80% Teknologi dan Industri Pertanian
merupakan perlakuan terbaik. Indonesia Vol. 06 No 03.
2. Konsentrasi gula memberikan Jurusan Teknologi Hasil
pengaruh nyata terhadap Pertanian, Universitas Syiah
organoleptik selai kulit jeruk bali yang Kuala.
dihasilkan. Selai kulit jeruk bali
dengan penambahan gula 80% Fitrianto dan Yudha Lutfi. 2011.
merupakan perlakuan terbaik. Formulasi Selai Berbahan Baku
Daging dan Kulit Buah Jeruk
DAFTAR PUSTAKA Pamelo (Citrus maxima) Kultivar
Nambangan.
Anonim. 2010. Selai dan Jeli Buah.
Artikel TTG pengolahan Pangan. Iqbal Muhammad, Misril Fuadi dan
Kantor Deputi Menegristek Winda Astari Putri Pulungan.
Bidang Pendayagunaan dan 2012. Studi Pembuatan Dodol
Pemasyarakatan Ilmu Pisang (Musa Paradisiaca L.).
Pengetahuan dan Teknologi. Jurnal Agrium Oktober 2012
Volume 17 No. 3. Program Studi
Apandi, M. 1984. Teknologi Buah dan Ilmu dan Teknologi Pangan.
Sayur. Alumni. Bandung. Fakultas Pertanian. Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara.
Arsa, Made. 2016. Proses Pencoklatan
(Browning Process) Pada Bahan Nurjanani. 2010. Sistem Agribisnis Jeruk
Pangan.Universitas Udayana Besar Pangkep Mendukung
Denpasar. Pengembangan Kawasan
Hortikultura di Sulawesi
Desrosier. N. W. 2008. Teknologi Selatan.www.sulsel.litbang.depta
Pengawetan Bahan Pangan. ng.go.id.
Penerjemah M. Muljohardjo. UI-
Pres. Jakarta. Rahmawati, Ani. Widya Dwi Rukmi Putri.
2013. Karakteristik Ekstrak Kulit
Diah, Restu Widiastuti. 2015. Ekstraksi Jeruk Bali Menggunakan Metode
Pektin Kulit Jeruk Bali dengan Ekstraksi Ultrasonik (Kajian
Microwave Assisted Extraction Perbandingan Lama Blansing
dan Aplikasinya sebagai Edible dan Ekstraksi). Jurnal Pangan
Film.Program Studi Teknik Kimia dan Agroindustri Vol. 1 No.1
Fakultas Teknik Universitas
Negeri Semarang. Sidauruk, Mutiara Y. 2010. Studi
Pembuatan Selai Campuran
Fahrizal, Rahmat Fadhil.2014. Kajian Dami Nangka (Artocarpus
Praktek Industri. Universitas heterophyllus) dengan Belimbing
Sebelas Maret Surakarta.Fisiko Wuluh (Averrhoa bilimbí L.).
Kimia dan Daya Terima
Organoleptik Selai Nenas yang Sinaga, Bonar Cius. 2012. Pengaruh
Menggunakan Pektin dari Konsentrasi Asam Sitrat dan
Rahmah Gaffar , Et al/ Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : S117-S125 S125

Gula Terhadap Karakteristik Jeli


Terung Belanda. Jurusan Ilmu
dan Teknologi Pangan, Fakultas
Teknologi Pertanian UNUD.

Siregar, Erin Alawiyah., Herla


Rusmarilin., Lasma Nora
Limbong. 2015. Pengaruh Lama
Blansing dan Jumlah Gula
Terhadap Mutu Manisan Basah
Sawi Pahit. Jurnal Rekayasa
Pangan dan Pertanian. Vol.3, No
02. Program Studi Ilmu dan
Teknologi Pangan Fakultas
Pertanian Universitas Sumatera
Utara Medan.

Syah MN. 2011. Daya serap Pektin.


Universitas Sumatera Utara.

Takar, Yuali. 2008. Laporan Tugas Akhir.


digilib.itb.ac.id.

Yunita, Seila. 2013. Pengaruh Jumlah


Pektin Dan Gula Terhadap Sifat
Organoleptik Jam Buah Naga
Merah (Hylocereus Polyrhizus).
Universitas Negeri Surabaya.