Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI BETON

BERAT ISI LEPAS AGREGAT ASTM C 29/ C 29 M

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknologi Beton

Disusun Oleh:

Albert Thedyono NIM: 01021180016

Andreas Jiady Budiarto NIM: 01021180023

Angelica Gusanto NIM: 01021180002

Valencio Stephen Widjaja NIM: 01021180031

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS PELITA HARAPAN

TANGERANG

2019
Kelompok 1 Laporan Praktikum Teknologi Beton

MODUL III

BERAT ISI LEPAS AGREGAT ASTM C 29 / 29 M

3.1 Ruang Lingkup

Metode ini mencakup penentuan berat isi lepas agregat halus, agregat kasar atau
agregat campuran. Metode pengujian ini berlaku untuk agregat dengan ukuran
maksimum 150 mm.

3.2 Tujuan

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan berat isi lepas agregat.

3.3 Peralatan

Alat – alat yang digunakan adalah:


1. Timbangan dengan ketelitian 50 gram.
2. Silinder baja
3. Sekop kecil
4. Pelat kaca

3.4 Kalibrasi Silinder Baja

1. Timbang berat silinder kosong (W1)


2. Isi silinder dengan air pada suhu kamar dan tutup dengan pelat kaca untuk
menghilangkan gelembung udara dan membuang kelebihan air
3. Timbang berat air + silinder (W2)
4. Ukur suhu air dan tentukan berat jenisnya (γw) berdasarkan tabel 3.1

Berat Isi Lepas Agregat ASTM C 29/ C 29 M 2


Kelompok 1 Laporan Praktikum Teknologi Beton

5. Hitung volume silinder (V) dengan membagi berat air dalam silinder (W2 – W1)
dengan berat jenis air (γw)

Tabel 3.1 Berat jenis air


Suhu (˚C) Berat jenis air, (γw) (kg/m3)
15.6 999.01
18.3 998.54
21.1 997.97
23.0 997.54
23.0 997.32
26.7 996.59
29.4 995.83

3.5 Pemilihan Sampel

Pilih sampel dengan cara quartering sesuai dengan ASTM C 702

3.6 Prosedur Uji

1. Ambil sampel agregat dalam kondisi kering oven (melalui pemanasan 110 ±
5˚C selama 24 jam)
2. Isi silinder baja dengan sekop kecil sampai agregat tumpah dengan ketinggian
tumpahan tidak lebih dari 50 mm di atas ujung silinder baja
3. Ratakan permukaan agregat dengan mistar
4. Timbang berat silinder + agregat (W3)
5. Lakukan pengujian sebanyak 3 kali

3.7 Perhitungan

Hitung kadar air dengan rumus:

(𝑊3 − 𝑊1 )
𝑀=
𝑉

di mana:

Berat Isi Lepas Agregat ASTM C 29/ C 29 M 3


Kelompok 1 Laporan Praktikum Teknologi Beton

M = berat isi lepas agregat


W3 = berat silinder + agregat
W1= berat silinder
V = volume silinder

Tabel 3.2 Hasil perhitungan


No. Parameter Notasi I II III Satuan
1 Berat silinder
W1 251,7 247,3 253,9 gr
kosong
2 Berat air +
W2 2183,1 2238,1 2186 gr
silinder
3 Suhu air 27 27 27 ˚C
4 Berat jenis air γw 0,9966 0,9966 0,99 gr/cm3
5 Volume silinder V = (W2 –
1938,009 1997,612 1938,711 cm3
W1)/ γw
6 Berat silinder +
agregat halus W3 3186,5 3153,7 3305,6 gr
(pasir)
7 Berat silinder +
agregat kasar W3 2607,6 2648,5 2592,7 gr
(kerikil)
8 Berat isi lepas
M = (W3 –
agregat halus 1,514 1,455 1,574 gr/cm3
W1)/V
(pasir)
9 Berat isi lepas
M = (W3 –
agregat kasar 1,216 1,202 1,206 gr/cm3
W1)/V
(kerikil)
10 Berat isi lepas
agregat halus 1,514 gr/cm3
rata – rata
11 Berat isi lepas
agregat kasar 1,208 gr/cm3
rata - rata

3.8 Pembahasan

Berat isi lepas agregat (M) dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara berat
agregat dengan volume agregat. Berat isi lepas ini sangat dibutuhkan dalam
perhitungan bahan campuran beton, apabila jumlah bahan ditakar dengan jumlah
volume. Percobaan ini dilakukan sesuai dengan standar ASTM C 29/ C 29 M.
Untuk menghitung berat isi lepas maka dalam percobaan ini kita perlu mengukur

Berat Isi Lepas Agregat ASTM C 29/ C 29 M 4


Kelompok 1 Laporan Praktikum Teknologi Beton

berat silinder kosong, berat air + silinder, suhu air, serta berat silinder + berat
agregat. Percobaan ini dilakukan untuk 2 jenis agregat yaitu agregat halus (pasir)
dan agregat kasar (kerikil). Untuk agregat halus, diperoleh rata – rata berat isi lepas
sebesar 1,514 gr/cm3. Rata – rata ini diperoleh dari 3 percobaan dimana pada
percobaan pertama diperoleh berat isi lepas 1,514 gr/cm3, pada percobaan kedua
diperoleh berat isi lepas 1,455 gr/cm3, dan pada percobaan ketiga diperoleh berat
isi lepas 1,574 gr/cm3. Sedangkan untuk agregat kasar, diperoleh rata – rata berat
isi lepas 1,208 gr/cm3. Rata - rata ini diperoleh dari 3 percobaan dimana pada
percobaan pertama diperoleh berat isi lepas 1,216 gr/cm3, pada percobaan kedua
diperoleh 1,202 gr/cm3, dan pada percobaan ketiga diperoleh 1,206 gr/cm3. Dari
hasil ini, kita dapat melihat bahwa berat isi lepas agregat halus lebih besar
dibandingkan berat isi lepas agregat kasar.

3.9 Kesimpulan

Dari hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa agregat halus memiliki berat isi
lepas yang lebih besar dibandingkan agregat kasar. Hal ini dikarenakan ukuran
partikel agregat halus lebih kecil sehingga void yang ada pada silinder yang berisi
agregat halus lebih sedikit dibandingkan silinder yang berisi agregat kasar. Akibatnya
berat isi lepas agregat halus juga menjadi lebih besar karena untuk setiap 1 cm 3
volumenya, lebih banyak partikel agregat halus yang dapat terisi di dalamnya di
bandingkan dengan agregat kasar.

Berat Isi Lepas Agregat ASTM C 29/ C 29 M 5


Kelompok 1 Laporan Praktikum Teknologi Beton

3.10 Dokumentasi

Gambar 3.1 Penimbangan silinder kosong

Gambar 3.2 Pengisian silinder kosong dengan agregat kasar (kerikil)

Gambar 3.3 Meratakan agregat kasar dengan mistar

Berat Isi Lepas Agregat ASTM C 29/ C 29 M 6


Kelompok 1 Laporan Praktikum Teknologi Beton

Gambar 3.4 Penimbangan silinder berisi agregat kasar

Gambar 3.5 Pengisian silinder kosong dengan agregat halus (pasir)

Gambar 3.6 Meratakan silinder yang berisi agregat halus dengan mistar

Berat Isi Lepas Agregat ASTM C 29/ C 29 M 7


Kelompok 1 Laporan Praktikum Teknologi Beton

Gambar 3.7 Penimbangan silinder yang berisi agregat halus

Gambar 3.8 Silinder dikosongkan kemudian diisi dengan air

Gambar 3.9 Penimbangan silinder yang berisi air

Berat Isi Lepas Agregat ASTM C 29/ C 29 M 8


Kelompok 1 Laporan Praktikum Teknologi Beton

Gambar 3.10 Pengukuran suhu air

Berat Isi Lepas Agregat ASTM C 29/ C 29 M 9