Anda di halaman 1dari 10

Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.

html

Excellent

1 of 10 26/05/2013 10:04
Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.html

Radioisotop sebagai perunut juga digunakan untuk mencari bagian yang mengalami penyempitan
pada pembuluh darah yang disebut trombosit. Pasien yang akan diperiksa disuntik dengan
radioisotop natrium. Darah akan mengalirkan isolop ini ke selurun bagian tubuh. Bagian yang
mengalami penyempitan darah akan mempunyai jumlah natrium yang berbeda dengan bagian lain
yang sehat. Dengan menggunakan detektor radioaktif dapat diketahui bagian yang terkena
penyempitan.
Radioisotop juga dapat digunakan untuk mempelajari kecepatan penyerapan suatu unsur oleh
kelenjar misalnya kelenjar gondok yang ada dalam tubuh. Unsur yang digunakan adalah iodium yang
bersifat radioaktif sebagai radioisotop.
B. Di bidang Industri
Di bidang industri, radioisotop sebagai pencari jejak dimanfaatkan di berbagai pengujian. Kebocoran
dan dinamika fluida di dalam pipa pengiriman gas maupun cairan dapat dideteksi menggunakan
radioisotop. Zat yang sama atau memiliki sifat yang sama dengan zat yang dikirim diikutsertakan
dalam pengiriman setelah ditandai dengan radioisotop. Keberadaan radioisotop di luar jalur
menunjukkan terjadinya kebocoran. Keberadaan radioisotop ini dapat dicari jejaknya sambil bergerak
dengan cepat, sehingga pipa transmisi minyak atau gas bumi dengan panjang ratusan bahkan ribuan
km dapat dideteksi kebocorannya dalam waktu relatif singkat. Radioisotop dapat digunakan pula
untuk menguji kebocoran tangki penyimpanan ataupun tangki reaksi. Pada pengujian ini biasanya
digunakan radioisotop dari jenis gas mulia yang inert (sulit bereaksi), misalnya Xenon-133 (Xe-133)
atau Argon-41 (Ar-41), agar tidak mempengaruhi zat atau proses kimia yang terjadi di dalamnya. Di
Pusat Radioisotop darn Radiofarmka BATAN telah berhasil dibuat Argon-41 untuk perunut gas,
Brom-82 dalam bentuk KBr untuk perunut cairan berbasis air dan brom-82 dalam bentuk dibromo
benzena untuk perunut cairan organik.
Radioisotop dapat juga dimanfaatkan untuk menemukan bagian pipa-pipa air yang bocor. Cara yang
digunakan adalah dengan memasukkan unsur radioaktif ke dalam aliran air. Di daerah yang bocor, air
akan mengumpul, begitu juga dengan unsur radioaktif yang dilewatkan air.
C. Di bidang Pertanian
Aplikasi radioisotop “si pencari jejak” ini di bidang pertanian tidak kalah menariknya. Radioisotop
dapat digunakan untuk merunut gerakan pupuk di sekitar tanaman setelah ditabur. Gerakan pupuk
jenis fosfat, dari tanah sampai ke dalam tumbuhan dapat ditelusuri dengan mencampurkan
radioisotop fosfor-32 (P-32) ke dalam senyawa fosfat di dalam pupuk. Dengan cara ini dapat
diketahui pola penyebaran pupuk dan efektifitas pemupukan.
Radioisotop dapat juga digunakan untuk membuat benih tumbuhan dengan sifat yang lebih unggul
dari induknya. Penyinaran radioaktif ke tanaman induk akan menyebabkan ionisasi pada berbagai sel
tumbuhan. lonisasi ini menyebabkan turunan berikutnya mempunyai sifat yang berbeda dengan
induknya. Kekuatan radiasi diatur sedemikian rupa agar diperoleh sifat turunan yang unggul.
D. Di bidang Arkeologi
Di bidang arkeologi, radioisotop memiliki peran yang masih sulit digantikan oleh metode lain.
Radioisotop berperan dalam menentukan usia sebuah fosil. Usia sebuah fosil dapat diketahui dari
jejak radioisotop karbon-14. Ketika makhluk hidup masih hidup, kandungan radioisotop karbon-14
dalam keadaan konstan, sama dengan kandungan di atmosfer bumi yang terjaga konstan karena
pengaruh sinar kosmis pada sekitar 14 dpm ( disintegrations per minute) dalam 1 gram karbon. Hal
ini dikarenakan makhluk hidup tersebut masih terlibat dalam siklus karbon di alam. Namun, sejak
makhluk hidup itu mati, dia tidak terlibat lagi ke dalam siklus karbon di alam. Sebagai akibatnya,
radioisotop karbon-14 yang memiliki waktu paro 5730 tahun mengalami peluruhan terus menerus.
Usia sebuah fosil dapat diketahui dari kandungan karbon-14 di dalamnya. Jika kandungan tinggal
separonya, maka dapat diketahui dia telah berusia 5730 tahun.
E. Di bidang Pertambangan
Radioisotop memberikan manfaat besar pula di bidang pertambangan. Pada pertambangan minyak
bumi, radioisotop membantu mencari jejak air di dalam lapisan batuan. Pada pengeboran minyak
bumi biasanya hanya sebagian dari minyak bumi yang dapat diambil dengan memanfaatkan tekanan
dari dalam bumi. Jika tekanan telah habis atau tidak cukup, diperlukan tekanan tambahan untuk
mempermudah pengambilannya. Penambahan tekanan ini dapat dilakukan dencan cara membanjiri
cekungan minyak dengan air yang dikenal dengan flooding. Air disuntikkan ke dalamnya melalui
pengeboran sumur baru. Pada proses penyuntikan air ini perlu kepastian bahwa air yang dimasukkan
ke dalam lapisan batuan benar-benar masuk ke cekungan minyak yang dikehendaki. Di sini lah
radioisotop memainkan peran. Radioisotop kobal-57, kobal-58 dan kobal-60 dalam bentuk ion
komplek hexacyanocobaltate merupakan solusinya. Ion ini akan bergerak bersama-sama dengan air
suntikan sehingga arah gerakan air tersebut dapat diketahui dengan mendeteksi keberadaan
radioisotop kobal tersebut. Radiosotop kobal-60 dalam bentuk hexacyanocobaltate telah berhasil
dibuat di Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang dan siap untuk didayagunakan.
F. Di bidang Kimia
Radioisotop telah memberikan kontribusi pula di bidang penelitian kimia, utamanya dalam menelusuri
mekanisme reaksi. Radioisotop-radioisotop dari unsur hidrogen, karbon, nitrogen dan sebagainya
telah memainkan peran dalam menjelaskan berbagai mekanisme reaksi pada reaksi-reaksi senyawa
organik.
G. Di bidang Kesenian
Radioisotop dapat juga digunakan untuk mengetahui pemalsuan lukisan. Seorang pemalsu akan
menggunakan cat yang dibuat pada abad sekarang. Dengan mengetahui banyaknya unsur radioaktif
pada cat akan diketahui umur lukisan tersebut sebenarnya.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bagi sebagian orang, radioisotop masih memberikan kesan menyeramkan dan bahkan menakutkan.
Namun, sesungguhnya radioisotop telah memberikan kontribusi yang berarti dalam kehidupan
manusia. Mereka memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam
menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh umat manusia. Oleh sebab itu mulai dari sekarang kita
tidak boleh takut terhadap radioisotop.

2 of 10 26/05/2013 10:04
Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.html

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat di rumuskan sebagai berikut :
1. Apa pengertian dari radioisotop ?
2. Sifat-sifat apa saja yang di miliki radioisotop ?
3. Radioisotop dapat diterapkan dalam bidang apa saja ?
BAB III
PENUTUP
1. Simpulan
Sebenarnya Radioisotop bukanlah ssesuatu yang menyeramkan bagi kehidupan manusia melainkan
sesuatu yang dapat dimanfaatkan dan berguna bagi kehidupan manusia. Selain di bidang kesehatan,
Radioisotop juga dapat dimanfaatkan dalam bidang industri, pertanian, arkeologi, pertambangan,
kimia dan kesenian.
2. Saran
Sebaiknya Radioisotop digunakan dalam hal positif yang dapat di manfaatkan oleh manusia bukan
hal yang negative yang mungkin bisa menimbulkan masalah bahkan bencana bagi kehidupan
manusia.
http://joko1234.wordpress.com/2010/03/11/radioisotop/

Radioisotop adalah produk reaksi nuklir yang memiliki kemampuan memancarkan sinar radiasi
pengion, baik yang terbentuk secara alami maupun secara buatan. radioisotop mempunyai peranan
penting dalam melengkapi kebutuhan manusia di berbagai bidang seperti kesehatan, industri,
pertanian dan hidrologi. Beberapa radioisotop yang telah dihasilkan oleh fasilitas instalasi nuklir di
PTNBR antara lain radioisotop dan senyawa bertanda seperti isotop Re-186, Lu-177, Ho-166, I-131,
Mo-99, Rh-105, Yb-175, Br-82, Er-169 dan Tm-170 sebagai senyawa precursor untuk sintesis
senyawa bertanda maupun aplikasi lainnya.
Radioisotop buatan adalah radioisotop hasil rekayasa isotop stabil yang ditembak dengan partikel-
partikel inti sehingga menghasilkan inti yang tidak stabil dalam radioisotop tersebut. Pada penelitian
di kelompok TPR, radioisotop dibuat dengan reaksi (n,gamma) pada reaktor TRIGA 2000 atau RSG
GAS serpong.

http://www.batan-bdg.go.id/penelitian/kelompok-riset/82-kelompok-teknologi-proses-radioisotop.html

Jadi tujuan utama pembuatan radioisotop adalah menyediakan unsur atau senyawa tertentu yang
memenuhi persyaratan sesuai dengan maksud pemanfaatannya.
Radioisotop ada yang terdapat di alam yang disebut radioisotop alami dan ada juga yang tidak ada di
alam. Beberapa radioisotop tidak ada di alam disebabkan waktu paro yang dimiliki terlalu singkat.
Isotop ini dapat dibuat di dalam laboratorium (reaktor) dengan reaksi inti, yang disebut isotop buatan.
Radioisotop yang dipergunakan di berbagai bidang seperti pertanian, kedokteran dan industri, tidak
terdapat di alam. Oleh karena itu harus dibuat darinuklida stabil dalam reaktor. Banyak isotop buatan
yang bisa dimanfaatkan, antara lain Na-24, P-32, Cr-51, Tc-99 dan I-131.
Radioisotop dapat digunakan sebagai perunut (untuk mengikuti unsur dalam suatu proses yang
menyangkut senyawa atau sekelompok senyawa), sebagai sumber radiasi atau sumber sinar dan
sebagai sumber tenaga. Pengunaan radioisotop sebagai perunut didasarkan pada ikatan bahwa
isotop radioaktif mempunyai sifat kimia yang sama dengan isotop stabil. Oleh karena radioisotop
mempunyai sifat kimia yang sama seperti isotop stabilnya, maka radioisotop dapat digunakan untuk
menandai suatu senyawa sehingga perpindahan perubahan senyawa itu dapat dipantau.
Peran radioisotop sebagai pencari jejak tidak terlepas dari sifat-sifat khas yang dimilikinya, antara
lain:
1. Radioisotop senantiasa memancarkan radiasi di manapun dia berada dan mudah dideteksi.
2. Laju peluruhan tiap satuan waktu (radioaktivitas) hanya merupakan fungsi jumlah atom radioisotop
yang ada, tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan baik temperatur, tekanan, pH dan sebagainya.
3. Intensitas radiasi ini tidak bergantung pada bentuk kimia atau senyawa yang disusunnya.
4. Radioisotop memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan isotop lain sehingga sifat kimia yang
dimiliki radioisotop sama dengan isotop-isotop lain dari unsur yang sama.
5. Radiasi yang dipancarkan, utamanya radiasi gamma, memiliki daya tembus yang besar.
Lempengan logam setebal beberapa sentimeter pun dapat ditembus oleh radiasi gamma, utamanya
gamma dengan energi tinggi. Sifat ini mempermudah dalam pendeteksian.
Contoh penggunaan radioisotop antara lain digunakan dalam bidang : Kimia, Biologi Kedokteran,
Pertanian, Industri, Pangan, Arkeologi, Hidrologi, geologi dan energi.

KEGUNAAN RADIOISOTOP DALAM BIDANG KIMIA

A. RADIOISOTOP SEBAGAI PERUNUT

Salah satu peran radioisotop adalah sebagai perunut. Teknik perunut dapat dipakai untuk
mempelajari mekanisme berbagai reaksi kimia esterifikasi, fotosintesis dan kesetimbangan dinamis.
Radiotracer (radionuklida perunut) adalah spesi kimia yang mengandung radionuklida dan
aktivitasnya dimonitor untuk mengikuti proses kimia atau proses fisika, atau untuk menunjukkan
posisi atau lokasi suatu zat kimia
Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan radionuklida perunut :
1. Harus memiliki sifat kimia dan fisika yang sama dengan sistem yang dipelajari.

2. Radionuklida perunut harus memiliki waktu hidup yang cukup panjang sehingga aktivitasnya dapat
dideteksi dengan baik.
3. Jenis radiasi yang dipancarkan harus menjadi pertimbangan terutama kemampuan penetrasi dan

3 of 10 26/05/2013 10:04
Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.html

kemudahannya untuk diukur.


B. Mempelajari Reaksi Esterifikasi.

Reaksi esterifikasi yaitu reaksi pembentukan suatu ester yang dapat dibentuk dengan reaksi
langsung antara suatu asam karboksilat dan suatu alkohol. Esterifikasi berkataliskan asam dan
merupakan reaksi yang reversibel. Asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester dan
air.
C. Mempelajari Kesetimbangan Dinamis.

Kesetimbangan dinamis kimia bersifat dinamis artinya bahwa dalam keadaan setimbang reaksi tetap
berlangsung dengan laju yang sama pada kedua arah. Hal itu dapat dibuktikan sebagai berikut.
Perhatikan kesetimbangan PbI2 (timbal (II) klorida) padat dan
larutan jenuhnya yang mengandung Pb2+(aq) dan I-(aq) persamaannya:

D. Analisis/Titrasi Radiometri

Analisis radiometri adalah cara analisis kimia untuk unsur atau zat tak radioaktif dengan jalan
penambahan zat radioaktif dan Analisis radiometri ini digunakan untuk menentukan kadar zat yang
sangat rendah dalam suatu campuran. Penentuan kadar Ag+ ataupun Cl- dapat menggunakan
radioisotop. Jika yang ingin ditentukan kadar Cl- maka yang digunakan adalah Ag dalam bentuk
radioisotop (110Ag+) dan jika yang ingin ditentukan kadar Ag maka yang digunakan ion radioklor.
E. Analisis pengenceran isotop

Analisis pengenceran isotop untuk menentukan kadar suatu zat dengan cara menambahkan zat
radioaktif yang sudah diencerkan ke dalam zat yang akan ditentukan kadarnya.
F. Analisis Aktivasi Netron (AAN)

Analisis aktivasi neutron adalah adalah analisis unsur-unsur dalam sampel yang didasarkan pada
pengubahan isotop stabil oleh isotop radioaktif melalui pemboman sampel oleh neutron atau proses
pengaktifan neutron dapat diartikan juga sebagai proses reaksi inti dimana unsur-unsur yang semula
tidak radioaktif berubah sifat fisikanya menjadi radioaktif sehingga dapat memancarkan radiasi.
Analisis pengaktifan neutron dilakukan untuk menentukan zat yang berkadar rendah dengan cara
menembak unsur yang dimaksud agar menghasilkan radioisotop dan memancarakan sinar.

KEGUNAAN RADIOISOTOP DALAM BIDANG BIOLOGI

1. Mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis

Di bidang biologi, radioisotop digunakan untuk mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.


Radioisotop berupa C-14 atau O-18 atau keduanya dapat mengetahui asal usul atom oksigen ( dari
CO2 atau dari H2O) yang membentuk senyawa glukosa atau oksigen yang terbentuk pada proses
fotosintesis.
2. Mempelajari proses penyerapan air dan sirkulasinya di dalam batang tumbuhan.
3. Mempelajari pengaruh unsur-unsur hara selain unsure N, P dan K terhadap perkembangan
tumbuhan.
4. Memacu mutasi gen tumbuhan dalam upaya mendapatkan bibit unggul.

5. Isotop radioaktif seperti 3H, 14C, 32P, 35S, 86Rb, 125I dapat digunakan untuk mengetahui aspek
metabolik dalam sel, bakteri, yeast, tanaman, binatang, dan manusia dalam mengurai sifat dasar
pada materi genetik.

KEGUNAAN RADIOISOTOP DALAM BIDANG KEDOKTERAN

Alat penatah ginjal yang lebih dikenal dengan nama Renograf.


1. Teknik Pengaktifan Neutron

Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama untuk
unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil (Co, Cr, F, Fe, Mn, Se, Si,
V, Zn, dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda konvensional. Kelebihan teknik ini terletak pada
siftanya yang tidak merusak dan kepekaannya yang sangat tinggi. Disini contoh bahan biologic yang
akan diperiksa ditembaki dengan neutron

2. Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer

Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma atau
sinar-X.
3. Three Dimensional Conformal Radiotherapy (3d-Crt)

Terapi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit radiasi telah lama
dikenal untuk pengobatan penyakit kanker.
4. Sterilisasi radiasi.

Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat digunakan untuk
sterilisasi alat-alat kedokteran. Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai beberapa keunggulan jika
dibandingkan dengan sterilisasi konvensional a) Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan

4 of 10 26/05/2013 10:04
Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.html

mikroorganisme. b) Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia. c) Karena dikemas dulu
baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka.
Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu baru dikemas, maka dalam proses
pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit.
5. Metode Terapi

Saat ini, telah ada beberapa terapi menggunakan radioisotop yang dapat dikatagorikan ke dalam
nanomedicine.
6. Drug delivery

Di bidang drug delivery system, saat radioisotop belum terlihat memiliki peran secara signifikan.
Namun, radioisotop menyimpan peluang besar untuk berperan dalam mendukung penelitian drug
delivery system. Radioisotop dapat digunakan sebagai tracer untuk meneliti biodinamika senyawa
tertentu di dalam tubuh. Radioisotop radioisotop pemancar radiasi gamma memiliki peluang yang
besar untuk memberikan kontribusinya.
7. Medical Imaging

Medical imaging menggunakan sinar-X didasarkan pada perbedaan daya tembus sinar-X pada materi
yang berbeda. Sedangkan pada nuclear medicine, medical imaging lebih didasarkan pada interaksi
level molekul antara senyawa atau gugus atom tertentu dengan sel atau jaringan. Misalnya senyawa
2- methoxy-isobutyl-isonitrile (MIBI) untuk jantung, diethylene tetramine penta acetate (DTPA) dan
hexamethylpropylene amine oxime (HMPAO) untuk otak, DTPA untuk ginjal, hepatoiminodiacetic acid
(HIDA) untuk hati dan hydroxy methylene diphosphonate (HMDP) untuk tulang [11].

KEGUNAAN RADIOISOTOP DALAM BIDANG INDUSTRI


1. Untuk mendeteksi kebocoran pipa.
Radioisotop digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau dalam
beton dengan memasukannya ke dalam aliran pipa kebocoran pipa sehingga dapat dideteksi tanpa
penggalian tanah atau pembongkaran beton.
2. Untuk menentukan kehausan atau keroposan yang terjadi pada bagian pengelasan atau logam.
Jika bagian pengelasan atau logam ini disinari dengan sinar gamma dan dibalik
bahan itu diletakkan film foto maka pada bagian yang terdapat kehausan atau kekeroposan akan
memberikan gambar yang tidak merata.

3. Untuk mengetahui adanya cacad pada material


Pada bidang industri aplikasi baja perlu dianggap bahwa semua bahan selalu mengandung cacad.
Cacad dapat berupa cacad bawaan dan cacad yang terjadi akibat penanganan yang tidak benar.
Cacad pada material merupakan sumber kegagalan dalam industri baja.
4. Digunakan dalam pengujian kualitas las pada waktu pemasangan pipa minyak/gas serta instalasi
kilang minyak.
5. Pemeriksaan tanpa merusak.
6. Mengontrol ketebalan bahan
7. Pengawetan bahan.

KEGUNAAN RADIOISOTOP DALAM BIDANG PERTANIAN

1. Radioisotope dalam Pemupukan

2. Radioisotop Dalam Pembasmian Hama

3. Radioisotop untuk meningkatkan persediaan makanan dan energi

4. Radioisotope dalam menentukan unsure – unsure

KEGUNAAN RADIOISOTOP DALAM BIDANG PANGAN

Untuk mengatasinya perlu dilakukan pengawetan bahan makanan yang diantaranya menggunakan
radiasi sinar gamma dari isotop Co-60 dan pembekuan.
a. Pengawetan menggunakan radiasi sinar gamma

Memperpanjang daya simpan,


Desinfestasi serangga dan bakteri patogen,
Menghilangkan bakteri salmonela,
Menghambat pertunasan dan proses pematangan buah
Pengawetan makanan banyak digunakan dengan tujuan untuk menunda pertunasan pada
umbi-umbian, membunuh serangga pada biji-bijian, pengawetan hasil laut dan hasil peternakan, serta
rempah-rempah.
b. Pengawetan dengan Pembekuan
Pada umumnya pembekuan produk pangan menggunakan teknologi pembekuan (refrigerant)
konvensional berbahan pendingin amonia atau di masa lalu menggunakan freon-CFC
(chloroflurocarbon) yang ternyata terbukti menjadi gas-gas penyebab kerusakan ozon.

KEGUNAAN RADIOISOTOP DALAM BIDANG HIDROLOGI

5 of 10 26/05/2013 10:04
Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.html

Penggunaan radioisotop sebagai perunut untuk suatu penyelidikan bertujuan untuk mendapatkan
suatu informasi atau jawaban suatu permasalahan hidrologi tertentu. Data atau informasi yang
diperoleh akan menjadi masukan untuk tindak lanjut perbaikan (problem solving) dari masalah yang
dihadapi. Prinsip dasar dari teknik perunut adalah penandaan (pelabelan) terhadap suatu sistem
(hidrologi) atau bagian dari sistem yang akan diselidiki, segala kelakuan dan peristiwa yang dialami
oleh sistem tersebut diketahui dari hasil pemonitoran perunut yang memberikan informasi tentang
kelakuan dari sistem secara keseluruhan. Untuk dapat dipakai sebagai perunut, suatu bahan harus
memenuhi kriteria tertentu dimana bahan perunut tersebut harus dapat menyatu atau menjadi bagian
dari sistemnya, dan kehadirannya dalam sistem tidak boleh mengganggu, mengubah atau
mempengaruhi sistem yang diselidiki.

1. Penentuan Gerakan Sedimen di Pelabuhan dan Daerah Pantai

2. Mendeteksi Zat Pencemar dalam Air

3. Menentukan Kebocoran Dam atau Bendungan

4. Mengetahui Gerakan Air Tanah

5. Mengetahui Karakteristik Aliran Cairan di Sumur Minyak

6. Pengukuran Debit Air Sungai

7. Melakukan Studi Geothermal

8. Teknik Gauging

Selain dengan teknik perunut radioisotop, dikenal pula teknik gauging. Dalam teknik ini radioisotop
digunakan sebagai sumber tertutup. Efek radiasi terhadap system dapat mengetahui keadaan system
tersebut. Penggunaan teknik gauging ini antara lain untuk mengukur kandungan air dalam tanah,
kepadatan tanah, aspal dan beton. Teknik ini sangat luas pemakaianya dalam teknik sipil antara lain
pondasi bangunan, jalan raya, pembuatan tanggul dan lain-lain.

KEGUNAAN RADIOISOTOP BIDANG ARKEOLOGI

Teknik penentuan umur suatu benda yang menggunakan radioisotop disebut Carbon Dating. Prinsip
kerja teknik ini adalah membandingkan konsentrasi unsur karbon yang tidak stabil pada suatu benda
dengan benda lainnya. Teknik ini banyak digunakan oleh para ahli geologi, antropologi dan arkeologi
untuk menentukan umur benda yang mereka temukan.
Cara penentuan umur dengan radiokarbon pertamakali dikembangkan oleh W.F. Libby. Radiokarbon
yang dimaksudkan di sini adalah atom karbon C-14 yang dihasilkan di atmosfer melalui reaksi yang
diinduksi neutron berenergi. Pada mulanya sinar kosmik sebagian besar terdiri dari proton
berenenrgi, hasil reaksinya dengan gas di atmosfer, dapat menghasilkan bernmacam-macam
frragmen inti seperti neutron cepat yang bereaksi dengan isotop N-14.
Selain untuk menentukan umur benda-benda purbakala, radioisotop bisa dihgunakan di bidang seni.
Dalam bidang ini, radioisotop dapat juga digunakan untuk mengetahui pemalsuan lukisan. Seorang
pemalsu akan menggunakan cat yang dibuat pada abad sekarang. Dengan mengetahui banyaknya
unsur radioaktif pada cat akan diketahui umur lukisan tersebut sebenarnya.

KEGUNAAN RADIOISOTOP DI BIDANG GEOLOGI

Radioisotop memberikan manfaat besar pula di bidang pertambangan. Pada pertambangan minyak
bumi, radioisotop membantu mencari jejak air di dalam lapisan batuan. Pada pengeboran minyak
bumi biasanya hanya sebagian dari minyak bumi yang dapat diambil dengan memanfaatkan tekanan
dari dalam bumi. Jika tekanan telah habis atau tidak cukup, diperlukan tekanan tambahan untuk
mempermudah pengambilannya. Penambahan tekanan ini dapat dilakukan dencan cara membanjiri
cekungan minyak dengan air yang dikenal dengan flooding. Air disuntikkan ke dalamnya melalui
pengeboran sumur baru. Pada proses penyuntikan air ini perlu kepastian bahwa air yang dimasukkan
ke dalam lapisan batuan benar-benar masuk ke cekungan minyak yang dikehendaki. Di sini lah
radioisotop memainkan peran. Radioisotop kobal-57, kobal-58 dan kobal-60 dalam bentuk ion
komplek hexacyanocobaltate merupakan solusinya.

Disamping untuk menentukan keberadaan air dan minyak dalam bumi, adanya unsur radioisotop juga
bisa dimanfaatkan untuk menentukan umur fosil dalam batuan berdasarkan keberadaan batuan
disekitar fosil yang mengandung unsur radioaktif. Cara yang dilakukan adalah melakukan
penghitungan radioisotop dari batuan beku disekitar fosil. Batuan2 beku ini memiliki sedikit unsur
radioaktif (sangat sedikit tapi mampu dideteksi oleh alat yang sangat peka). Dan unsur radioaktif
selalu meluruh seiring waktu. Ambil contoh uranium-235 yang meluruh menjadi separuhnya dalam
700 juta tahun. Ia meluruh menjadi Timbal-207. Dengan membandingkan jumlah unsur uranium-235
dan Timbal-207 dalam batuan tersebut, kita dapat menentukan usia batuan beku tersebut.
Potasium-40 yang meluruh menjadi argon-40 juga dapat dipakai untuk menentukan usia fosil. Kadang
juga ditemukan carbon-14. Ia meluruh jadi separuhnya hanya dalam 5.568 tahun. Ini terlalu pendek
untuk dinosaurus, tapi bermanfaat untuk menentukan usia fosil yang terentang dari 50 ribu hungga 60
ribu tahun lalu, seperti manusia purba dan hewan
zaman es. Penentuan usia dengan radioisotop tidak dapat dipakai langsung pada fosil karena mahluk
hidup tidak memuat unsur radioaktif.

KEGUNAAN RADIOISOTOP SEBAGAI SUMBER ENERGI

6 of 10 26/05/2013 10:04
Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.html

a. Reaktor Fissi

Reaktor daya fissi membangkitkan panas melalui reaksi fissi nuklir dari isotop fissil uranium-235 dan
plutonium-239. Selanjutnya reaktor daya fissi dikelompokkan lagi menjadi:
Reaktor thermal menggunakan moderator neutron untuk melambatkan atau me- moderate neutron
sehingga mereka dapat menghasilkan reaksi fissi selanjutnya. Neutron yang dihasilkan dari reaksi
fissi mempunyai energi yang tinggi atau dalam keadaan cepat, dan harus diturunkan energinya atau
dilambatkan (dibuat thermal) oleh moderator sehingga dapat menjamin kelangsungan reaksi berantai.
Reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron.
Karena reaktor cepat menggunakan jenis bahan bakar yang berbeda dengan reaktor thermal, neutron
yang dihasilkan di reaktor cepat tidak perlu dilambatkan guna menjamin reaksi fissi tetap
berlangsung.
Reaktor subkritis menggunakan sumber neutron luar ketimbang menggunakan reaksi berantai untuk
menghasilkan reaksi fissi.
b. Reaktor Fusi

Fusi nuklir menawarkan kemungkinan pelepasan energi yang besar dengan hanya sedikit limbah
radioaktif yang dihasilkan serta dengan tingkat keamanan yang lebih baik.
4. Sistem Pengamanan

Dalam mengontrol terjadinya reaksi ini, neutron yang mempunyai kecepatan tinggi harus diperlambat,
hal ini dapat dilakukan dengan bahan yang disebut moderator. Beberapa contoh moderator adalah
H2O (light water), D2O (heavy water), graphite dan lain-lain. Selain itu ada pula yang dinamakan
absorber yang berfungsi untuk menyerap neutron seperti Boron, Xenon dan sebagainya. Dengan
mengontrol kadar moderator kita dapat mengontrol reaksi nuklir.
kriteria-kriteria ini. Kegagalan dapat saja terjadi, namun dengan bantuan komputer tiap kesalahan
dapat dideteksi dengan cepat dan langkah-langkah yang perlu dapat diambil sedini mungkin untuk
menghindari kegagalan total.
5. Keuntungan dan Kerugian Sistem Pembangkit Tenaga Nuklir

• Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) , gas rumah kaca hanya
dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas).
• Tidak mencemari udara , tidak menghasilkan gas-gas berbahaya seperti karbon
monoksida,sulfurdioksida,aerosol,mercury (raksa),nitrogen oksida,partikulate atau asap fotokimia.
• Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal).

• Biaya bahan bakar rendah , hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan.

• Ketersedian bahan bakar yang melimpah,karena sangat sedikit bahan bakar yang diperlukan.
Berikut ini berberapa hal yang menjadi kekurangan PLTN:

• Resiko kecelakaan nuklir,kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl

(yang tidak mempunyai containment building).

• Limbah nuklir , limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun.

Produksi Radioisotop
Radioisotop yang sering digunakan dalam berbagai bidang kebutuhan manusia seperti bidang
kesehatan, pertanian, hidrologi dan industri, pada umumnya tidak terdapat di alam, karena
kebanyakan umur paronya relatif pendek. Radioisotop dibuat di dalam suatu reaktor nuklir yang
mempunyai kerapatan (fluks) neutron tinggi dengan mereaksikan antara inti atom tertentu dengan
neutron. Selain itu, radioisotop dapat juga diproduksi menggunakan akselerator melalui proses reaksi
antara inti atom tertentu dengan suatu partikel, misalnya alpha, neutron, proton atau partikel lainnya.
Secara sistematis proses produksi radioisotop di PTNBR dapat digambarkan pada skema berikut :
Fasilitas Produksi
Di PTNBR untuk memproduksi radioisotop digunakan reaktor TRIGA Mark II dengan daya maksimum
sebesar 2000 kW yang mempunyai kerapatan (fluks) neutron mencapai orde 1012n.cm-2.s-1 di
daerah tempat iradiasi isotop. Penempatan target ke dalam reaktor serta pengambilannya dilakukan
dengan cara mekanis menggunakan alat pancing. Fasilitas lain untuk menunjang produksi radioisotop
adalah processing box yang terbuat dari timbal, beton atau bahan lain yang dapat
menahan/mengurangi paparan radiasi dari radioisotop yang dibuat. Selain itu remote handling tong,
digunakan untuk menggantikan fungsi tangan.
Penggunaan Radioisotop
1. Bidang Kesehatan

Radioisotop dapat digunakan untuk radioterapi, seperti larutan iodium-131 (Na131l) untuk terapi
kelainan tiroid dan fosfor-32 (Na2H32PO4) yang merupakan radioisotop andalan dalam terapi
polisitemia vera dan leukemia. Selain, itu radioisotop juga dapat digunakan untuk radiodiagnosis
seperti teknesium-99m (Na99mTcO4) untuk diagnosis fungsi dan anatomis organ tubuh, sedangkan
studi sirkulasi dan kehilangan darah dapat dilakukan dengan radioisotop krom-51 (Na2 51CrO4).
2. Bidang Pertanian

7 of 10 26/05/2013 10:04
Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.html

Radioisotop yang digunakan sebagai perunut dalam penelitian efisiensi pemupukan tanaman adalah
fosfor-32 (32P). Teknik perunut dengan radioisotop akan memberikan cara pemupukan yang tepat
dan hemat.
3. Bidang hidrologi
Natrium-24 (24P) merupakan radioisotop yang sering digunakan untuk mengukur kecepatan laju dan
debit air sungai, air dalam tanah dan rembesan. Kebocoran dam serta pipa penyalur yang terbenam
dalam tanah dapat dideteksi menggunakan radioisotop iodium-131 dalam bentuk senyawa CH3131l,
sedangkan lokasi dumping, asal/pola aliran sedimen dan laju pengendapan dapat diukur
menggunakan krom-51 dan brom-82 masing-masing dalam bentuk senyawa K251Cr2P7 dan K82Br.
4. Bidang Industri
Teknik radiografi merupakan teknik yang sering dipakai terutama pada tahap-tahap konstruksi. Pada
sektor industri minyak bumi, teknik ini digunakan dalam pengujian kualitas las pada waktu
pemasangan pipa minyak/gas serta instalasi kilang minyak. Selain bagianbagian konstruksi besi yang
dianggap kritis, teknik ini digunakan juga pada uji kualitas las dari ketel uap tekanan tinggi serta uji
terhadap kekerasan dan keretakan pada konstruksi beton. Radioisotop yang sering digunakan adalah
kobal-60 (60Co). Dalam bidang industri, radioisotop digunakan juga sebagai perunut misalnya untuk
menguji kebocoran cairan/gas dalam pipa serta membersihkan pipa, yang dapat dilakukan dengan
menggunakan radioisotop iodoum- 131 dalam bentuk senyawa CH3131l.
5. Radioisotop seng-65 (65Zn) dan fosfor-32
merupakan perunut yang sering digunakan dalam penentuan efisiensi proses industri, yang meliputi
pengujian homogenitas pencampuran serta residence time distribution (RTD). Sedangkan untuk
kalibrasi alat misalnya flow meter, menentukan volume bejana tak beraturan serta pengukuran tebal
material, rapat jenis dan penangkal petir dapat digunakan radioisotop kobal-60, amerisium-241
(241Am) dan cesium-137 (137Cs).
6. Bidang Peternakan
Pemanfaatan teknik perunut untuk peternakan berdasarkan sifat pengaplikasiannya dibagi menjadi
dua, yaitu pemanfaatan yang bersifat in vivo dan in vitro. Aplikasi perunut secara in vivo bertujuan
untuk menggambarkan proses biologi yang terjadi di lingkungan asalnya atau langsung
menggunakan hewan ternak. Yang perlu diperhatikan adalah waktu paruh biologis, yaitu waktu yang
diperlukan (radio) isotop untuk keluar atau diekskresikan keluar tubuh. Sedangkan aplikasi perunut
secara in vitro bertujuan untuk menggambarkan proses biologi yang terjadi di luar tubuh hewan, tetapi
di laboratorium. Yang perlu diperhatikan adalah waktu paruh fisika, yaitu waktu yang diperlukan oleh
radioisotop untuk meluruh hingga mencapai separuh aktivitasnya.

Analisis secara in vitro menggunakan isotop P-32, S-35, dan C-14 sebagai perunut radioisotop untuk
mengukur sejumlah parameter. Isotop P-32dan S-35 digunakan untuk mengukur sintesa protein
mikroba di dalam rumen, sedangkan C-14 untuk mengukur efisiensi pemanfaatan energi oleh
mikrobarumen. Saat ini teknologi UMMB telah banyak diterapkan di berbagai daerah sebagai hasil
introduksi teknologi melalui kerja sama litbang, koperasi, peternak langsung dan iptekda.
RADIONUKLIDA PERUNUT
Perunut adalah zat kimia yang digunakan sebagai tanda untuk mengikuti berlangsungnya reaksi
kimia atau proses fisika, atau untuk menunjukkan posisi atau lokasi suatu zat kimia.
RADIOTRACER
Radiotracer (radionuklida perunut) adalah spesi kimia yang mengandung radionuklida dan
aktivitasnya dimonitor untuk mengikuti proses yang berlangsung pada suatu objek yang diamati.
ASUMSI PADA STUDI PERUNUT
Anggapan penting yang digunakan pada penggunaan radionuklida sebagai perunut adalah materi
radioaktif akan tercampur secara sempurna dengan sistem yang dipelajari. hal ini berarti bahwa
gejala keradioaktifan yang dipancarkan oleh perunut tidak mempengaruhi komponen sistem, dan
perunut tersebut tidak dapat dibedakan secara kimia dengan materi non radioaktif.
FAKTOR PEMILIHAN RADIONUKLIDA PERUNUT :
Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan radionuklida perunut :
1. Harus memiliki sifat kimia dan fisika yang sama dengan sistem yang dipelajari.
2. Radionuklida perunut harus memiliki waktu hidup yang cukup panjang sehingga aktivitasnya dapat
dideteksi dengan baik.
3. Jenis radiasi yang dipancarkan harus menjadi pertimbangan terutama kemampuan penetrasi dan
kemudahannya untuk diukur.
PRODUKSI RADIONUKLIDA PERUNUT
Hanya terdapat sedikit radionuklida alam yang dapat digunakan sebagai radionuklida perunut seperti
isotop H dan C, dan produk peluruhan U dan Th. sekarang kebanyakan radionuklida perunut
diproduksi secara buatan dalam reaktor atau dalam ekselerator.
PENENTUAN UMUR
Fenomena peluruhan keradioaktifan telah digunakan secara luas untuk penentuan umur makhluk
hidup, sistem batuan, meteorit, dan perkembangan tata surya. peluruhan radioaktif adalah jam alam
yang tidak dipengaruhi oleh bentuk kimia, temperatur, tekanan, dan faktor fisika lainnya.
PENENTUAN UMUR DENGAN RADIOKARBON
Cara penentuan umur dengan radiokarbon pertamakali dikembangkan oleh W.F. Libby. Radiokarbon
yang dimaksudkan di sini adalah atom karbon C-14 yang dihasilkan di atmosfer melalui reaksi yang
diinduksi neutron berenergi. Pada mulanya sinar kosmik sebagian besar terdiri dari proton
berenenrgi, hasil reaksinya dengan gas di atmosfer, dapat menghasilkan bernmacam-macam
frragmen inti seperti neutron cepat yang bereaksi dengan isotop N-14.
Fluks sinar kosmik yang berinteraksi dengan atmosfer diperkirakan konstan selama 70.000 tahun,
sehingga laju C-14 juga konstan. C-14 adalah nuklida pemancar negatron murni dengan waktu paruh
5730 tahun. Karena C-14 senantiasa terbentuk sekaligus mengalami peluruhan maka akan terbentuk
sistem kesetimbangan radioaktif.
Atom C-14 dihasilkan sebagai atom panas dan dengan segeran bereaksi dengan oksigen di atmosfer
menghasilkan CO2-14. Karbondioksida radioaktif dikonsumsi tumbuhan pada saat fotosintesis,
kemudian dikonsumsi binatang pemakan tumbuhan, sehingga C-14 terdapat pada setiap makhluk

8 of 10 26/05/2013 10:04
Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.html

hidup. Pada metode penentuan umur dengan radiokarbon ini, dianggap C-14 hanya dihasilkan dari
reaksi sinar kosmik tersebut.
Aktivitas spesifik radiokarbon pada makhluk hidup berdasarkan hasil pengukuran diperoleh sekitar
16,1 dpm. Setelah makhluk hidup itu meninggal maka aktivitasnya akan berkurang. Dengan
menentukan aktivitas dari sampel fosil dsb., maka dengan mudah umur fosil dapat ditentukan.
PENCARIAN SUMBER ALAM
Oleh karena banyaknya unsur yang dapat diaktifkan dengan netron yang dilanjutkan dengan emisi
radiasi dengan energi yang khas, maka penggunaan teknik tersebut untuk penentuan unsur dan
senyawa yang ada pada kerak bumi banyak sekali digunakan.
PENCARIAN AIR DAN MINYAK
Untuk maksud tersebut alat bor dilengkapi dengan sumber netron yang diharapkan mampu
menginduksi keradioaktifan pada unsur-unsur yang ada dalam tanah pada kedalaman tertentu.
Netron penginduksi biasanya bersumber dari (Po + Be). Setelah induksi keradioaktifan oleh netron
tersebut unsur-unsur yang ada di sekitarnya menjadi bersifat radioaktif dan mengemisi radiasi gamma
dengan energi yang karakteristik. Foton-gamma akan menyentuh detektor sintilator, sehingga
unsur-unsur yang ada di dalam tanah pada kedalaman tertentu dapat diketahui. Teknik ini secara luas
digunakan untuk menentukan adanya air dan minyak bumi.
MANFAAT LAIN RADIOISOTOP
Mencari Jejak Menggunakan Radioisotop
Bagi sebagian orang, radioisotop masih memberikan kesan menyeramkan dan bahkan menakutkan.
Namun, sesungguhnya radioisotop telah memberikan kontribusi yang berarti dalam kehidupan
manusia. Mereka memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam
menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh umat manusia. Salah satu bentuk kontribusinya adalah
sebagai “pencari jejak”.
Peran radioisotop sebagai pencari jejak tidak terlepas dari sifat-sifat khas yang dimilikinya. Pertama,
Radioisotop senantiasa memancarkan radiasi di manapun dia berada dan mudah dideteksi.
Radioisotop ibarat lampu yang tidak pernah padam senantiasa memancarkan cahayanya.
Radioisotop dalam jumlah sedikit sekali pun dapat dengan mudah diketahui keberadaannya. Dengan
teknologi pendeteksian radiasi saat ini, radioisotop dalam kisaran pikogram (satu per satu trilyun
gram) pun dapat dikenali dengan mudah. Sebagai ilustrasi, jika radioisotop dalam bentuk carrier free
(murni tidak mengandung isotop lain) sebanyak 0,1 gram saja dibagi rata ke seluruh penduduk bumi
yang jumlahnya lebih dari 5 milyar, jumlah yang diterima oleh masing-masing orang dapat diukur
secara tepat.
Kedua, laju peluruhan tiap satuan waktu (radioaktivitas) hanya merupakan fungsi jumlah atom
radioisotop yang ada, tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan baik temperatur, tekanan, pH dan
sebagainya. Penurunan radioaktivitas ditentukan oleh waktu paro, waktu yang diperlukan agar
intensitas radiasi menjadi setengahnya. Waktu paro ini merupakan bilangan khas untuk tiap-tiap
radioisotop. Misalnya karbon-14 memiliki waktu paro 5.730 tahun, sehingga radioaktivitasnya
berkurang menjadi separonya setelah 5.730 tahun berlalu. Seluruh radioisotop yang telah berhasil
ditemukan telah diketahui pula waktu paronya. Waktu paro radioisotop bervariasi dari kisaran milidetik
sampai ribuan tahun. Waktu paro ini merupakan faktor penting dalam pemilihan jenis radioisotop yang
tepat untuk keperluan tertentu.
Ketiga, intensitas radiasi ini tidak bergantung pada bentuk kimia atau senyawa yang disusunnya. Hal
ini dikarenakan pada reaksi kimia atau ikatan kimia yang berperan adalah elektron, utamanya
elektron pada kulit atom terluar, sedangkan peluruhan radioisotop merupakan hasil dari perubahan
pada inti atom.
Keempat, radioisotop memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan isotop lain sehingga sifat kimia
yang dimiliki radioisotop sama dengan isotop-isotop lain dari unsur yang sama. Radioisotop
karbon-14, misalnya, memiliki karakteristik kimia yang sama dengan karbon-12.
Kelima, radiasi yang dipancarkan, utamanya radiasi gamma, memiliki daya tembus yang besar.
Lempengan logam setebal beberapa sentimeter pun dapat ditembus oleh radiasi gamma, utamanya
gamma dengan energi tinggi. Sifat ini mempermudah dalam pendeteksian.
Bentuk Aplikasi
Di bidang kedokteran teknologi ini telah lama dimanfaatkan. Radioisotop Teknesium-99m (Tc-99m)
merupakan radioisotop primadona yang mendekati ideal untuk mencari jejak di dalam tubuh. Hal ini
dikarenakan radioisotop ini memiliki waktu paro yang pendek sekitar 6 jam sehingga intensitas radiasi
yang dipancarkannya berkurang secara cepat setelah selesai digunakan. Radioisotop ini merupakan
pemancar gamma murni dari jenis peluruhan electron capture dan tidak memancarkan radiasi partikel
bermuatan sehingga dampak terhadap tubuh sangat kecil. Selain itu, radioisotop ini mudah diperoleh
dalam bentuk carrier free (bebas pengemban) dari radioisotop molibdenum-99 (Mo-99) dan dapat
membentuk ikatan dengan senyawa-senyawa organik. Radioisotop ini dimasukkan ke dalam tubuh
setelah diikatkan dengan senyawa tertentu melalui reaksi penandaan (labelling). Di dalam tubuh,
radioisotop ini akan bergerak bersama-sama dengan senyawa yang ditumpanginya sesuai dengan
dinamika senyawa tersebut di dalam tubuh. Dengan demikian, keberadaan dan distribusi senyawa
tersebut di dalam tubuh yang mencerminkan beberapa fungsi organ dan metabolisme tubuh dapat
dengan mudah diketahui dari hasil pencitraan. Pencitraan dapat dilakukan menggunakan kamera
gamma. Radioisotop ini dapat pula digunakan untuk mencari jejak terjadinya infeksi bakteri, misalnya
bakteri tuberkolose, di dalam tubuh dengan memanfaatkan terjadinya reaksi spesifik yang disebabkan
oleh infeksi bakteri. Terjadinya reaksi spesifik tersebut dapat diketahui menggunakan senyawa
tertentu, misalnya antibodi, yang bereaksi secara spesifik di tempat terjadinya infeksi. Beberapa saat
yang lalu di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR) BATAN telah berhasil disintesa radiofarmaka
bertanda teknesium-99m untuk mendeteksi infeksi di dalam tubuh. Produk hasil litbang ini saat ini
sedang direncanakan memasuki tahap uji klinis.
Di bidang industri, radioisotop sebagai pencari jejak dimanfaatkan di berbagai pengujian. Kebocoran
dan dinamika fluida di dalam pipa pengiriman gas maupun cairan dapat dideteksi menggunakan
radioisotop. Zat yang sama atau memiliki sifat yang sama dengan zat yang dikirim diikutsertakan
dalam pengiriman setelah ditandai dengan radioisotop. Keberadaan radioisotop di luar jalur
menunjukkan terjadinya kebocoran. Keberadaan radioisotop ini dapat dicari jejaknya sambil bergerak

9 of 10 26/05/2013 10:04
Excellent: RADIOKIMIA http://dodychemist.blogspot.com/2011/03/radiokimia_06.html

dengan cepat, sehingga pipa transmisi minyak atau gas bumi dengan panjang ratusan bahkan ribuan
km dapat dideteksi kebocorannya dalam waktu relatif singkat. Radioisotop dapat digunakan pula
untuk menguji kebocoran tangki penyimpanan ataupun tangki reaksi. Pada pengujian ini biasanya
digunakan radioisotop dari jenis gas mulia yang inert (sulit bereaksi), misalnya Xenon-133 (Xe-133)
atau Argon-41 (Ar-41), agar tidak mempengaruhi zat atau proses kimia yang terjadi di dalamnya. Di
Pusat Radioisotop darn Radiofarmka BATAN telah berhasil dibuat Argon-41 untuk perunut gas,
Brom-82 dalam bentuk KBr untuk perunut cairan berbasis air dan brom-82 dalam bentuk dibromo
benzena untuk perunut cairan organik.
Aplikasi radioisotop “si pencari jejak” ini di bidang pertanian tidak kalah menariknya. Radioisotop
dapat digunakan untuk merunut gerakan pupuk di sekitar tanaman setelah ditabur. Gerakan pupuk
jenis fosfat, dari tanah sampai ke dalam tumbuhan dapat ditelusuri dengan mencampurkan
radioisotop fosfor-32 (P-32) ke dalam senyawa fosfat di dalam pupuk. Dengan cara ini dapat
diketahui pola penyebaran pupuk dan efektifitas pemupukan.
Di bidang arkeologi, radioisotop memiliki peran yang masih sulit digantikan oleh metode lain.
Radioisotop berperan dalam menentukan usia sebuah fosil. Usia sebuah fosil dapat diketahui dari
jejak radioisotop karbon-14. Ketika makhluk hidup masih hidup, kandungan radioisotop karbon-14
dalam keadaan konstan, sama dengan kandungan di atmosfer bumi yang terjaga konstan karena
pengaruh sinar kosmis pada sekitar 14 dpm ( disintegrations per minute) dalam 1 gram karbon. Hal
ini dikarenakan makhluk hidup tersebut masih terlibat dalam siklus karbon di alam. Namun, sejak
makhluk hidup itu mati, dia tidak terlibat lagi ke dalam siklus karbon di alam. Sebagai akibatnya,
radioisotop karbon-14 yang memiliki waktu paro 5730 tahun mengalami peluruhan terus menerus.
Usia sebuah fosil dapat diketahui dari kandungan karbon-14 di dalamnya. Jika kandungan tinggal
separonya, maka dapat diketahui dia telah berusia 5730 tahun.
Radioisotop memberikan manfaat besar pula di bidang pertambangan. Pada pertambangan minyak
bumi, radioisotop membantu mencari jejak air di dalam lapisan batuan. Pada pengeboran minyak
bumi biasanya hanya sebagian dari minyak bumi yang dapat diambil dengan memanfaatkan tekanan
dari dalam bumi. Jika tekanan telah habis atau tidak cukup, diperlukan tekanan tambahan untuk
mempermudah pengambilannya. Penambahan tekanan ini dapat dilakukan dencan cara membanjiri
cekungan minyak dengan air yang dikenal dengan flooding. Air disuntikkan ke dalamnya melalui
pengeboran sumur baru. Pada proses penyuntikan air ini perlu kepastian bahwa air yang dimasukkan
ke dalam lapisan batuan benar-benar masuk ke cekungan minyak yang dikehendaki. Di sini lah
radioisotop memainkan peran. Radioisotop kobal-57, kobal-58 dan kobal-60 dalam bentuk ion
komplek hexacyanocobaltate merupakan solusinya. Ion ini akan bergerak bersama-sama dengan air
suntikan sehingga arah gerakan air tersebut dapat diketahui dengan mendeteksi keberadaan
radioisotop kobal tersebut. Radiosotop kobal-60 dalam bentuk hexacyanocobaltate telah berhasil
dibuat di Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang dan siap untuk didayagunakan.
Radioisotop telah memberikan kontribusi pula di bidang penelitian kimia, utamanya dalam menelusuri
mekanisme reaksi. Radioisotop-radioisotop dari unsur hidrogen, karbon, nitrogen dan sebagainya
telah memainkan peran dalam menjelaskan berbagai mekanisme reaksi pada reaksi-reaksi senyawa
organik.
Radioisotop telah menemukan peran yang luas sebagai pencari jejak. Sampai saat ini, ketangguhan
radioisiotop belum tertandingi oleh pemain lain di bidang ini. Di masa yang akan datang, kiprah
radioisotop si pencari jejak ini tampaknya akan semakin luas. Mudah mudahan manfaat-manfaat
nyata tersebut akan membantu mengikis citranya yang menyeramkan dan bahkan menakutkan.
Kapsul aluminium kemurnian tinggi yang digunakan untuk pembuatan radioisotop melalui aktivasi
neutron di dalam reaktor nuklir G.A. Siwabessy di Serpong.
Gambar. Kapsul aluminium kemurnian tinggi yang digunakan untuk pembuatan radioisotop melalui
aktivasi neutron di dalam reaktor nuklir G.A. Siwabessy di Serpong.
http://sunspezia.blogspot.com/2010/01/radioisotop.html

Diposkan oleh dody.chemistry di 23.46

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar

Link ke posting ini


Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru Beranda Posting Lama

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Template Awesome Inc.. Diberdayakan oleh Blogger.

10 of 10 26/05/2013 10:04