Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KERJA

PENGADAAN JASA KONSULTANSI

PEKERJAAN

Konsultansi Perencanaan Tambatan Perahu di Kabupaten Bengkalis

TAHUN ANGGARAN 2019

DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN


KABUPATEN BENGKALIS
1. LATAR BELAKANG

Sebagaimana diamanatkan di dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan


Republik Indonesia Nomor 45/Permen -KP/2015 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor
25/Permen-KP/2015 Tentang Rencana Strategis Kementrian Kelautan dan
Perikanan Tahun 2015-2019, Bahwa dalam rangka Penyusunan program
pembangunan kelautan dan Perikanan serta untuk melaksanakan ketentuan
pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional.

Saat ini begitu banyak permasalahan lingkungan yang terjadi, diantaranya


adalah Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana untuk menghasilkan jumlah
tangkapan dan produktivitas nelayan. Kekurangan ini sudah umum terjadi di
kawasan Pesisir. Persoalan ini diakibatkan karena berbagai hal, salah satu
penyebabnya adalah kurangnya system Pengembangan Sarana dan Prasarana
Produktivitas untuk meningkatkan jumlah hasil tangkapan para nelayan.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


2.1 MAKSUD
Layanan konsultansi ini dimaksudkan untuk membantu Dinas Kelautan
dan Perikanan Kabupaten Bengkalis dalam kegiatan Pengembangan
Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap.
2.2 TUJUAN
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data yang akurat mengenai
Struktur Tambatan Perahu melalui kegiatan survey dan pendataan
sekaligus perencanaan teknis/ desain yang akan dijadikan rekomendasi
dan dasar pelaksanaan Pembangunan Tambatan Perahu di Kabupaten
Bengkalis serta pengelolaan fisik tambatan perahu tersebut.

3. SASARAN
Tersedianya dokumen jasa konsultansi Perencanaan Tambatan Perahu di
Kabupaten Bengkalis.

4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis melalui Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk
Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap.

5. SUMBER DANA
Untuk pelaksanaan kegiatan ini dibiayai APBD Kabupaten Bengkalis Tahun
Anggaran 2019.

6. TAHAPAN PELAKSANAAN

6.1 Survey Pendahuluan


Survey Pendahuluan atau Reconnaissance Survey adalah survey yang
dilakukan pada awal pekerjaan dilokasi pekerjaan, yang bertujuan untuk
memperoleh data awal sebagai bagian penting bahan kajian kelayakan teknis
untuk bahan pekerjaan selanjutnya Survey ini diharapkan mampu
memberikan saran dan bahan pertimbangan terhadap survey detail lanjutan
(jika ada). Pada tahapan ini Tim harus mengumpulkan data pendukung
perencanaan baik data sekunder atau laporan-laporan lainnya yang berkaitan
dengan jumlah sarana dan prasarana perikanan tangkap yang akan
dibangun/dibuat .
Tim melaksanakan koordinasi dan konfirmasi dengan instansi / unsur –
unsur terkait di daerah sehubungan dengan dilaksanakannya survey
pendahuluan. Tim bersama-sama melaksanakan survey dan
mendiskusikannya serta membuat usulan perencanaan di lapangan bagian
demi bagian sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing serta membuat
sketsa dilengkapi catatan-catatan dan kalau perlu membuat tanda di lapangan
berupa patok serta dilengkapi foto – foto penting dan identitasnya masing-
masing yang akan dioptimalkan di kantor sebagai bahan penyusunan laporan
setelah kembali. Adapun survey pendahuluan untuk masing – masing bagian
adalah sebagai berikut :
1. Survey Pendahuluan untuk kondisi lokasi adalah :
a. Menentukan areal pengukuran serta pemasangan patok yang diikaitkan
pada patok Bench Mark yang ada.
b. Mengamati kondisi topografi.
c. Membuat rencana kerja untuk survey detail pengukuran.
d. Menyarankan posisi patok Bench Mark pada lokasi/titik yang akan
dijadikan Referensi.
2. Survey Pendahuluan untuk mengamati kondisi tanah adalah :
a. Mengamati secara visual kondisi lapangan yang berkaitan dengan
karakteristik dan sifat tanah dan batuan.
b. Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi khusus yang direncanakan
Sanitasinya.
c. Mencatat lokasi yang akan dilakukan tes tanah (jika perlu).
d. Membuat rencana kerja untuk tim survey detail.
3. Survey Pendahuluan untuk mengamati kondisi hidraulik/ hiodrologi adalah:
a. Mengumpulkan data curah hujan.
b. Mengamati tata guna lahan.
c. Menginventarisasi bangunan Sanitasi existing.
d. Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi penting.
e. Membuat rencana kerja untuk survey detail.
f. Mengamati karakter aliran sungai / morfologi yang mungkin
berpengaruh terhadap konstruksi dan saran-saran yang diperlukan
untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaan berikut.
4. Survey Pendahuluan untuk mengamati kondisi harga material dan upah
adalah :
a. Mengumpulkan data upah, harga satuan material dan data peralatan
yang akan digunakan.
b. Mengumpulkan data analisa harga satuan yang akan digunakan sesuai
dengan peraturan daerah setempat. di lokasi dimaksud.

6.2. Perencanaan Teknis


1. Analisa Data Lapangan
Data – data yang diperoleh dari peninjauan lapangan maupun survey
detail di lapangan harus di analisa untuk mendapatkan data yang dapat
digunakan guna menunjang kegiatan perencanaan.
2. Penggambaran Topografi
Hasil survey pengukuran yang dilakukan harus dituangkan dalam bentuk
gambar peta, termasuk coltour tanah dan potongan – potongan yang
diperlukan dalam perencanaan.
3. Kegiatan Perencanaan
Setelah melakukan Pengukuran dan Data Lapangan, maka Konsultan
harus segera menuangkan dalam bentuk perencanaan detail termasuk
gambar – gambar yang bisa digunakan dalam pelaksanaan.
4. Pembuatan Spesifikasi Teknik.
Untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan kualitas yang baik, maka
Konsultan harus membuat Spesifikasi Teknik yang memuat tentang
syarat – syarat pelaksanaan dan kualitas material yang harus digunakan.
5. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya Fisik
Setelah dilakukan perencanaan detail, maka Konsultan harus membuat
Rencana Anggaran Biaya Fisik dari pekerjaan yang direncanakan. Adapun
dalam membuat Rencana Anggaran biaya tersebut, Konsultan harus
melakukan beberapa hal sebagai berikut :
a. Konsultan harus mengumpulkan harga satuan dasar upah bahan
dan peralatan yang akan digunakan di lokasi pekerjaan.
b. Konsultan harus menyiapkan laporan analisa harga satuan
pekerjaan untuk semua mata pembayaran yang mengacu pada
Daftar Standarisasi Penyusunan Rencana Anggaran Biaya untuk
Jasa Konstruksi yang berlaku. dan membuat Rencana Anggaran
Biaya Operasional Biaya Fisik yang di rencanakan .

6.3. Program Kerja


1. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal
meliputi :
a. Jadwal kegiatan secara detail.
b. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Tenaga-tenaga
yang diusulkan konsultan perencana harus dilampiri curiculum vitae
dan Surat Pernyataan Kesediaan untuk ditugaskan.
c. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan.

2. Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari


Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, setelah
sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan
masukan teknis dari Pengelola Teknis Kegiatan.

3. Laporan-laporan yang meliputi :


a. Rencana Kerja dan Syarat
b. Rencana Anggaran Biaya ( RAB )
c. Gambar Perencanaan dalam ukuran kertas A3
d. Laporan Akhir
e. Shoft Copy
7. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegitatan ini diperkirakan 30 (Tiga puluh) hari
kalender.

8. TENAGA AHLI
Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan ini adalah :
1. Team Leader
Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Sipil Strata 1 (S.1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang
telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi
luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam
melaksanakan pekerjaan sejenis. mempunyai sertifikat keahlian Ahli Muda
Jembatan yang dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh
Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi (LPJK), Diutamakan yang telah
mempunyai pengalaman sebagai ketua tim minimal selama 5 tahun.
Sebagai ketua tim, tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir
seluruh kegiatan anggota tim kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai
dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

2. Tenaga Ahli
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil Strata. 1. (S.1)
lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta
yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan
tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. Mempunyai sertifikat keahlian
Ahli Muda Jembatan, yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan
sejenis lebih dari 4 Tahun diutamakan perencanaan sungai dan Sanitasi.
Tenaga ahli tersebut tugas utamanya membantu Tim Leader/Ketua Tim
dalam Proses penyusunan studi kelayakan dari mulai persiapan sampai
pada proses akhir.

Selain itu diperlukan tenaga-tenaga pendukung untuk membantu


kelancaran kegiatan yang terdiri dari:
1. Drafter/Operator CAD
2. Surveyor
3. Administrasi/Op. Komputer

9. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
Tersusunnya dokumen Perencanaan Tambatan Perahu di Kabupaten
Bengkalis yang baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan
yang berlaku.

10.PELAPORAN
a) Jenis laporan yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini:
1. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan yang berisikan: Pemahaman terhadap KAK,
Metodologi dan Rencana Kerja, Menyampaikan Kriteria Desain secara
detail, Pengenalan Lokasi Awal, Organisasi Pelaksanaan kegiatan, dan
Jadwal pelaksanaan termasuk persiapan survey untuk mengambil data
primer dan sekunder. Laporan diserahkan 15 (lima belas) hari setelah
dimulainya jasa konsultan dan dibuat sebanyak 5 (lima) rangkap/buku.

2. Laporan Akhir
Laporan ini merupakan laporan akhir detail perencanaan teknis
infrastruktur Sanitasi dengan mengakomodir semua masukan - masukan
hasil diskusi dari konsep laporan akhir yang sudah disetujui tim teknis.
Masing-masing jenis laporan dibuat rangkap 5 (Lima) serta diserahkan
selambat-lambatnya 30 (Tiga puluh) hari kalender setelah diterbitkan
SPMK. Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah merupakan
produk yang jelas dan konsisten serta disajikan dalam sistematika yang
baik. Adapun bentuk keluaran laporan yang harus diserahkan oleh
Konsultan adalah sebagai berikut :

a. Laporan Akhir
b. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat.
c. Rencana Anggaran Biaya ( RAB )
d. Gambar Perencanaan
e. Soft Copy

Ketentuan tambahan:
1. Semua laporan dibuat dalam kertas HVS ukuran A4 kecuali ditentukan lain
dan dicetak serta dijilid dengan spiral atau laminasi.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Selaku


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Dinas Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Bengkalis

S O F Y A N, S. Pi
NIP. 19710605 200003 1 004