Anda di halaman 1dari 7

Tugas Makalah Agama Islam

“Menganalisis Q.S Al Maidah ayat 32”

Kelompok I

Disusun oleh :
1. Adisty Nabila
2. Alfath Dhafin
3. Amanda Zulianti Eka Putri
4. Annisa Rahma Rafidah
5. Beby Alfilia
6. Daffa Azzana
7. Fifi Awallia G
8. Fiola Berliana
9. Ghazy Muhammad
10.Rivia Ramadatun Nisa
11.Srinata Salsabila
12.Sulbi Yaffirul Huda
13.Syifa Azzahra
14.Zubaida Azhari

XI IPS 2
SMAN 65 JAKARTA
Surat Al-Ma'idah Ayat 322

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa
yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain,
atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah
membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan
seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia
semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan
(membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka
sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka
bumi. (QS. Al- Maidah: 32)
Tajwid Surat Al Maidah ayat 32

1. Yang telah diberikan tanda garis berwarna ungu tajwidnya adalah idhar
2. Yang telah diberikan tanda garis berwarna biru tajwidnya adalah qolqolah sugro
3. Yang telah diberikan tanda garis berwarna hijau tajwidnya adalah mad thobi'i
4. Yang telah diberikan tanda garis berwarna kuning tajwidnya adalah mad wajib
muttasil
5. Yang telah diberikan tanda garis berwarna merah tajwidnya adalah ikhfa
6. Yang telah diberikan tanda garis berwarna coklat tajwidnya adalah madlin
7. Yang telah diberikan tanda garis berwarna merah muda tajwidnya adalah gunnah
8. Yang telah diberikan tanda garis berwarna abu - abu tajwidnya adalah alif lam
qomariah
9. Yang telah diberikan tanda garis berwarna hitam tajwidnya adalah alif lam
syamsiah
10. Yang telah diberikan tanda garis berwarna hijau muda tajwidnya adalah idghom
bigunah
11. Yang diberikan tanda lingkaran warna kuning tajwidnya adalah mad jaij
mungfasil
12. Yang diberikan tanda lingkaran warna merah tajwidnya adalah iklab
13. Yang diberikan tanda lingkaran warna merah mudah tajwidnya adalah mad iwad
14. Yang diberikan tanda lingkaran warna Hitam tajwidnya adalah ikhfa safawi
Tentang Ikfa safawi lihat di sini Tajwid nun sukun
15. Yang diberikan tanda lingkaran warna hjau muda tajwidnya adalah mad
aridlisukun.

Isi Kandungan Surat Al Maidah ayat 32


Dalam ayat ini Allah menegaskan laranganNya terhadap berbagai tindakan
kekerasan seperti pemerasan, pemaksaan, tawuran, pertengkaran, perkelahian dll, yang
bisa berakibat kepada pembunuhan.
Meskipun dalam ayat ini disebutkan bahwa larangan membunuh tersebut
ditujukan kepada Bani Israil, tetapi pada hakikatnya larangan ini berlaku untuk seluruh
manusia di dunia. Segala tindakan yang dapat menghilangkan nyawa orang lain sangat
berat dosanya di sisi Allah Swt. Bahkan ditegaskan bahwa membunuh seseorang
adalah seperti membunuh semua manusia. Sebaliknya, pahala memelihara kehidupan
seseorang seperti pahala memelihara kehidupan semua manusia.
Perlu disadari, mereka yang terlibat dalam pertikaian, pertengkaran,
perkelahian, tawuran, dan sejenisnya pada umumnya hanya dipicu oleh permasalahan
yang sepele seperti saling mengejek atau karena cemburu. Sungguh sayang jika
masalah yang sepele itu berujung pada pertikaian yang nantinya ada yang cidera,
dirawat di rumah sakit, bahkan sampai ada yang meninggal dunia. Untuk itu jauhilah
perbuatan keji ini mulai dari diri kita masing-masing dan mulai dari sekarang.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita bagaimana kita dapat memelihara
lingkungan dengan baik. Berdasarkan ayat ini kita dapat mengambil hikmah, bahwa
hukum qishas sebenarnya bukan hanya untuk orang-orang yang membunuh atau
menghilangkan nyawa orang lain saja, akan tetapi seharusnya hukum qishas juga dapat
dilakukan bagi orang-orang yang membuat kerusakan ekosistem/lingkungan
(misalnya, illegal logging tanpa replanting, membuang limbah B3 tanpa menyaring
sehingga membuat kerusakan di ekosistem, atau perbuatan-perbuatan yang merusak
ekosistem).
Sungguh orang-orang yang bertindak bijak pada lingkungan, senantiasa
melindungi dan menanam pohon untuk penghijauan atau bahkan melakukan perbuatan
sekecil apapun dengan tujuan menjaga lingkungan seperti tidak membuang sampah
secara sembarangan Allah mengibaratkan orang-orang tersebut sebagai orang-orang
yang menjaga keselamatan atau bahkan nyawa manusia seluruhnnya di muka bumi ini.
Kesimpulan :
 larangan membunuh manusia tanpa sebab yang dapat dibolehkannya dibunuh,
 manusia boleh dibunuh dengan sebab qishosh (pembunuh boleh dibunuh)
 membunuh 1 orang tanpa sebab sama seperti membunuh banyak orang, karena
sejarah kemanusiaan merupakan mata rantai yang saling keterkaitan.
 membunuh 1 orang pembunuh karena hukum qhishos berarti menyelamatkan
banyak kehidupan
 orang yang pekerjaannya menyelamatkan jiwa manusia, seperti dokter harus
memahami tugas sucinya, karena menyelamatkan 1 jiwa berarti menyelamatkan
jiwa" yang lain juga.

Perilaku yang Mencerminkan Surat Al Maidah Ayat 32


1. Tidak melakukan tindak kriminal seperti membunuh orang lain.
2. Menyantuni orang lain agar terjaga kehidupannya.
3. Menanam pohon, membersihkan sampah, serta menjaga lingkungan.
4. Mensedekahkan sebagian harta kita untuk orang lain.
5. Mempercayai dan mengimani seluruh Rasul-Rasul Allah SWT.
6. Hidup sederhana dan tidak berlebihan.
7. Selalu bersyukur atas nikmat yang diperoleh hari ini.
8. Menjaga ketenteraman hidup dengan cara mencintai sesama manusia.
9. Tidak melakukan perilaku-perilaku yang dapat merugikan orang lain, termasuk
menyakitinya dan melakukan tindakan kekerasan.
10. Menerapkan perilaku tolong menolong terhadap sesama manusia
Kisah “Habil dan Qabil”

Kisah Habil dan Qabil diceritakan di dalam


kitab suci Alquran. Qabil adalah salah seorang
anak Nabi Adam as. yang bersaudara kembar
dengan Iqlima. Sementara Habil adalah anak Nabi
Adam as. yang bersaudara kembar dengan Labuda.
Iqlima terlahir dengan paras yang cantik,
sementara Labuda tidak secantik Iqlima. Semua
keturunan Nabi Adam as. hidup damai sampai
mereka dewasa. Kemudian, turun perintah Allah Swt. agar Nabi Adam as. menikahkan
anak-anaknya. Allah Swt. memerintahkan agar anak yang terlahir sebagai saudara
kembar wajib dinikahkan dengan anak kembar yang lain. Dengan ketentuan itu, Qabil
wajib menikah dengan Labuda, dan Habil wajib menikah dengan Iqlima. Ketika Nabi
Adam as. menyampaikan perintah itu, Qabil tidak menyetujuinya. Pasalnya, sudah
lama Qabil menyukai Iqlima. Ia menolak menikahi Labuda, dan tetap akan menikahi
Iqlima. Dengan bijak, Nabi Adam as. mengingatkan Qabil bahwa ketentuan Allah Swt.
wajib ditaati. Namun, Qabil tetap pada kehendaknya untuk menikahi Iqlima, saudara
kembarnya yang lebih cantik. Akhirnya, dengan memohon petunjuk Allah Swt. dengan
bijaksana Nabi Adam as. memerintahkan Qabil dan Habil untuk berkurban.
Siapa pun yang kurbannya diterima oleh Allah Swt., segala kebutuhan dan
keinginannya akan dikabulkan oleh Allah Swt., termasuk harapan Qabil untuk
menikahi Iqlima. Setelah semuanya dirasa siap, Qabil dan Habil pun
mempersembahkan kurbannya masing-masing di atas bukit dengan disaksikan oleh
semua anggota keluarga. Qabil mempersembahkan hasil pertaniannya. Dia sengaja
memilih gandum dari jenis yang jelek. Habil mempersembahkan seekor kambing
terbaik dan yang paling dia sayangi. Kemudian, dengan perasaan berdebar-debar,
mereka menyaksikan dari jauh. Tak lama berselang, tampak api besar menyambar
kambing persembahan Habil, sedangkan gandum persembahan Qabil tetap utuh yang
berarti kurban Habillah yang diterima. Melihat kenyataan itu, Qabil yang berperangai
tidak baik dan terpengaruh hasutan iblis, menaruh dendam kepada Habil. Terpikir
olehnya, agar keinginannya menikahi Iqlima, tidak ada cara lain kecuali membunuh
Habil. Maka saat terdapat kesempatan untuk melakukan niat jahatnya itu, Qabil pun
betul-betul melaksanakannya. Ketika Habil sedang seorang diri, Qabil datang
menghampirinya dengan niat untuk membunuh saudaranya itu. Mengetahui hal itu,
Habil mengingatkan Qabil agar senantiasa mengingat Allah Swt. dan hendaklah takut
kepada-Nya. Habil berkata kepada Qabil, “Sungguh jika kamu menggerakkan
tanganmu untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku
untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian
alam.” (Q.S. al-Mā’idah/5:28) Setelah Habil terbunuh, Qabil merasa bingung.
Diguncang-guncangkan tubuh saudaranya itu, namun tetap tidak bergerak. Lalu
jenazah Habil dibawa ke sana kemari dengan perasaan kacau, tidak tahu apa yang wajib
dilakukannya. Dia merasa sangat menyesal sehingga air matanya berlinang membasahi
pipinya. Dalam kebingungannya, Allah Swt. menurunkan ilham melalui dua ekor
burung gagak yang bertarung untuk memperebutkan daging mayat Habil. Salah seekor
dari burung gagak itu tewas dalam pertarungan itu. Kemudian, burung gagak yang
masih hidup menggali tanah, menarik gagak yang sudah menjadi bangkai untuk
dimasukkan ke dalam tanah yang sudah digali dengan cakarnya, lalu menimbunnya
dengan tanah.
Demikianlah, Qabil meniru perbuatan burung gagak itu. Dia menggali tanah
dan menguburkan mayat Habil dan menimbunnya dengan tanah. Menyadari dirinya
sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, Qabil pun merasa ketakutan. Dia
kemudian tidak berani untuk pulang ke rumah, bahkan pergi dengan meninggalkan
kedua orang tua dan saudara-saudaranya. Dia benar-benar tidak kembali lagi, pergi
masuk hutan keluar hutan, menaiki gunung, dan menuruni lembah tidak jelas arah dan
tujuan.