Anda di halaman 1dari 3

3.

1 Batuan Nomor Peraga ML7

Warna : Biru – biru tua


Kilap : Kaca
Kekerasan : 3,5 – 4 Skala mohs
Gores : biru
Belahan / Pecahan : 2,1 ; 3,2 / Conchoidal or splintery
Tenasity : Brittle
Berat Jenis : 3,7 – 3,9
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparansi : opak
Sifat Khas : Karbonatan
Nama Mineral/Rumus Kimia : Azurit (Cu3(CO3)2(OH)2)
Batuan dengan nomor peraga ML7 ini memiliki kenampakan berwarna biru,
dan pada saat dikenai cahaya memantulkan cahay tersebut sehingga mineral ini
memiliki kilap kaca. Mineral ini memiliki tingkat ketahanan terhadap sutu goresan atau
disebut kekerasan mencapai 3,5-4 Skala Mohs, mineral ini memiliki gores atau cerat
yang berwarna biru. Pada mineral ini memiliki belahan 2,1:3,2 dan pecahan yang
konkoidal. Kemudian mineral ini memiliki daya tahan mineral atau tenacity yang
brittle.. Selanjutnya yaitu berat jenis mineral, dimana berdasarkan literature, mineral
ini memiliki berat jenis 3,7-3,9 g/cm3. Lalu sifat kemagnetan pada mineral ini yaitu
mineral ini tidak dapat ditarik oleh magnet, sehingga mineral ini memiliki sifat
kemagnetan diamagnetic. Kemudian kemampuan mineral ini dalam meneruskan sinar
atau transparansi mineralnya tidak dapat ditembus cahaya atau disebut opaq. Sifat khas
pada mineral ini adalah karbonatan, karena setelah ditetesi cairan HCL menghasilkan
buih. Kemudian saat dilakukan pengukuran, batuan ini memiliki panjang 6cm, lebar
4cm, dan tingginya 7cm. Berdasarkan deskripsi secara megaskopis terkait sifat fisik
mineral yang dilakukan terhadap peraga batuan ML-7, maka dapat disimpulkan
mineral logam yang terkandung pada peraga ML-7 adalah mineral Azurit
(Cu3(CO3)2(OH)2)
Batuan yang disusun oleh mineral yang dideskripsikan berupa azurit tersebut
merupakan batuan yang memiliki kenampakan Berwarna abu abu kebiruan, dengan

struktur yang masif, diinterpretasikan merupakan batuan beku non fragmental yang
berasal dari pembekuan magma, tetapi mineral mineral primer sudah tidak terlihat
secara jelas, batuan ini pada saat proses pembekuan mengalami kontak dengan batuan
yang mengandung Karbonatan yang tinggi seperti batugamping, sehingga terbentuk
mineral azurit yang memiliki sifat khas karbonatan.
Gambar 3.1 Perawakan Mineral Azurit pada Batuan
Mineral Azurit pada peraga ML-7 terbentuk di bagian atas zona oksidasi
deposit tembaga, dimana dari terjadinya reaksi antara air karbonat dengan mineral-
mineral tembaga, atau antara pelarutan tembaga dan mineral sulfat dan batugamping.
Mineral ini selalu ditemukan bersama malachite, meskipun kehadirannya hanya
sedikit, juga berasosiasi dengan limonite, kalsit, kalkosit, dimana mineral ini termasuk
kedalam tipe endapan hydrothermal tipe Skarn, dimana pada saat proses pembekuan
batuan peraga ML-8 mengalami kontak dengan batugamping sehingga mineral tersebut
bersifat karbonatan.