Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH TEKNOLOGI SENSOR

Disusun Oleh :

Moehammad Djody Poetra // 23115918

KELAS 4KB05
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKHNOLOGI INFORMASI
Mata Kuliah : Teknologi Sensor
Dosen : Hendri Dwi Putra
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan ilmu dan teknologi terus ikut
berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan waktu.Perkembangan ini terjadi karena
kebutuhan manusia semakin beragam.Ilmu dan teknologi yang dikembangkan untuk memudahkan
pekerjaan mereka, agar lebih lebih mudah dan fisien, semua barang – barang kebutuhan diciptakan
semakin canggih, misalnya dapat bekerja secara otomatis.teknologi yang mendukung
perkembangan alat – alat yang dapat berfungsi secara otomatis adalah sensor.

kebutuhan sensor dalam perkembangan industri sangat berpengaruh. Sensor dan transduser
merupakan peralatan atau komponen yang mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem
pengaturan otomatis. Ketepatan dan kesesuaian dalam memilih sebuah sensor akan sangat
menentukan kinerja dari sistem pengaturan secara otomatis. Besaran masukan pada kebanyakan
sistem kendali adalah bukan besaran listrik, seperti besaran fisika, kimia, mekanis dan
sebagainya.Untuk memakaikan besaran listrik pada sistem pengukuran, atau sistem manipulasi
atau sistem pengontrolan, maka biasanya besaran yang bukan listrik diubah terlebih dahulu
menjadi suatu sinyal listrik melalui sebuah alat yang disebut transducer.

Ada bermacam – macam jenis sensor. Yang akan dibahas disini adalah sensor kecepatan.
Dimana pada perkembangannya sensor kecepatan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.Salah
satu contohnya adalah sebagai alat speedometer pada kendaraan bermotor. Berikut akan dibahas
mengenai sensor kecepatan, jenis – jenisnya, cara kerjanya dan aplikasinya dalam kehidupan
sehari – hari.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2. Dasar Teori

2.1.1 Definisi Sensor

Pengertian Sensor adalah transducer yang berfungsi untuk mengolah variasi gerak, panas,
cahaya atau sinar, magnetis, dan kimia menjadi tegangan serta arus listrik.Sensor sendiri adalah
komponen penting pada berbagai peralatan.Sensor juga berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi
dan juga untuk mengetahui magnitude.

Transduser sendiri memiliki arti mengubah, resapan dari bahasa latin traducere Bentuk
perubahan yang dimaksud adalah kemampuan merubah suatu energi kedalam bentuk energi lain.
Energi yang diolah bertujuan untuk menunjang daripada kinerja piranti yang menggunakan sensor
itu sendiri. Sensor sendiri sering digunakan dalam proses pendeteksi untuk proses pengukuran.

Dari pengertian sensor yang telah dijabarkan diatas wajar jika alat tersebut menjadi alat yang
banyak diminati oleh berbagai pabrikan elektronik.Dapat diambil kesimpulan bahwa sensor
memiliki banyak andil pada berbagai teknologi. Sensor dalam teknik pengukuran dan pengaturan
ini harus memenuhi persyaratan-persyaratan kualitas yakni:

1. Linieritas
Konversi harus benar-benar proposional, jadi karakteristik konversi harus linier.

2. Tidak tergantung temperatur


Keluaran inverter tidak boleh tergantung pada temperatur disekelilingnya, kecuali sensor
suhu.
3. Kepekaan
Kepekaan sensor harus dipilih sedemikian, sehingga pada nilai-nilai masukan yang ada
dapat diperoleh tegangan listrik keluaran yang cukup besar.

4. Waktu tanggapan
Waktu tanggapan adalah waktu yang diperlukan keluaran sensor untuk mencapai nilai
akhirnya pada nilai masukan yang berubah secara mendadak.Sensor harus dapat berubah
cepat bila nilai masukan pada sistem tempat sensortersebut berubah.

2.2.2 Pembahasan

1. Sensor Cahaya

Sensor cahaya adalah komponen elektronika yang dapat memberikan perubahan besaran
elektrik pada saat terjadi perubahan intensitas cahaya yang diterima oleh sensor cahaya
tersebut.Sensor cahaya dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temui pada penerima remote
televisi dan pada lampu penerangan jalan otomatis.

Jenis-Jenis Sensor Cahaya

Dilihat dari perubahan output sensor cahaya maka sensor cahaya dapat dibedakan kedalam 2 tipe
yaitu :

 Sensor cahaya tipe fotovoltaik


 Sensor cahaya tipe fotokonduktif

Kemudian apabila dilihat dari cahaya yang diterima sensor cahaya tersebut, maka sensor cahaya
dapat dibagi dalam beberapa tipe sebagai berikut :

 Sensor cahaya infra merah


 Sensor cahaya ultraviolet
A. Sensor Cahaya Tipe Fotovoltaik

Sensor cahaya tipe fotovolataik adalah sensor cahaya yang dapat memberikan perubahan
tegangan pada output sensor cahaya tersebut apabila sensor tersebut menerima intensitas cahaya.
Salah satu contoh sensor cahaya tipe fotovoltaik adalah solar cell atau sel surya.

Sensor cahaya tipe photovoltaic adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung
menjadi energi listrik.Sel solar silikon yang modern pada dasarnya adalah sambungan PN dengan
lapisan P yang transparan. Jika ada cahaya pada lapisan transparan P akan menyebabkan gerakan
elektron antara bagian P dan N, jadi menghasilkan tegangan DC yang kecil sekitar 0,5 volt per sel
pada sinar matahari penuh. Berikut konstruksi dari sensor cahaya tipe fotovoltaik.

Fotovoltaik (PV) adalah sektor teknologi dan penelitian yang berhubungan dengan
aplikasi panel surya untuk energi dengan mengubah sinar Mataharimenjadi listrik. Karena
permintaan yang terus meningkat terhadap sumber energi bersih,
pembuatan panelsurya dan kumpulan fotovoltaik telah meluas secara dramatis dalam beberapa
tahun belakangan ini.

B. Sensor Cahaya Fotokonduktif

Sensor cahaya tipe fotokonduktif akan memberikan perubahan resistansi pada terminal
outputnya sesuai dengan perubahan intensitas cahaya yang diterimanya.Berfungsi untuk
mengubah intensitas cahaya menjadi perubahan konduktivitas.Kebanyakan komponen ini erbuat
dari bahan cadmium selenoide atau cadmium sulfide.Sensor jenis foto konduktif bekerja atas dasar
perubahan nilai resistansi akibat intensitas cahaya matahari.Sel-sel fotokonduktif
(photoconductive cell), juga disebut tahanan cahaya (photo resistor) atau tahanan yang bergantung
cahaya yang bisa dikenal dgn LDR (light dependent resistor), dipakai luas dalam industri dan
penerapan pengontrloan di laboratorium. Energi yang jatuh pada sel fotokonduktif akan
menyebabkan perubahan tahanan sel. Apabila intensitas cahaya yang mengenai permukaan alat ini
kurang (gelap) maka tahanan/nilai resistansi alat menjadi tinggi. Ketika permukaan terkena
intensitas tinggi (terang) maka nilai tahanan turun pada tingkat harga yang rendah.

Tipe-tipe FotoconductivSensor cahaya tipe ini ada beberapa jenis diantaranya adalah :
 LDR (Light Depending Resistor)
 Photo Transistor
 Photo Dioda

C. Sensor Cahaya Infra Merah


Sensor cahaya infra merah adalah sensor cahaya yang hanya akan merespon perubahan cahaya
inframerah. Sensor cahaya infra merah pada umumnya berupa photo ttransistor atau photo dioda.
Dimana apabila sensor cahaya infra merah ini menerima pancaran cahaya infra merah maka pada
terminal outputnya akan memberikan perubahan resistansi. Akan tetapi ada juga sensor cahaya
yang telah dibuat dalam bentuk chip IC penerima sensor infra merah seperti yang digunakan pada
penerima remote televisi. Dimana chip IC sensor infra merah ini akan memberikan perubahan
tegangan output apabila IC sensor infra merah ini menerima pancaran cahaya infra merah. Berikut
adalah bentuk dari IC sensor infra merah tersebut.

Infra red (IR) detektor atau sensor infra merah adalah komponen elektronika yang dapat
mengidentifikasi cahaya infra merah (infra red, IR). Sensor infra merah atau detektor infra merah
saat ini ada yang dibuat khusus dalam satu modul dan dinamakan sebagai IR Detector
Photomodules. IR Detector Photomodules merupakan sebuah chip detektor inframerah digital
yang di dalamnya terdapat fotodiode dan penguat (amplifier).

D. Sensor Cahaya Ultraviolet

Sensor cahaya ultraviolet merupakan sensor cahaya yang hanya merespon perubahan
intensitas cahaya ultraviolet yang mengenainya. Seonsor cahaya ultraviolet ini akan memberikan
perubahan besaran listrik pada terminal outputnya pada saat menerima perubahan intensitas
pancaran cahaya ultraviolet. Sensor cahaya yang populer salah satunya UVtron. Modul sensor
cahaya UVtron akan memberikan perubahan tegangan output pada saat sensor UVtron menerima
perubahan intensitas cahaya ultraviolet. Berikut adalah bentuk modul sensor cahaya UVtron.

Sensor UVTron Flame Detector memberikan sinyal aktif apabila mendeteksi adannya sinyal
ultraviolet. UVTron dapat menemukan nyala api dalam jarak 5 meter dari sumber dan alat ini
beroprasi dalam jangkauan spektruml 185 sampai dengan 160 nm. Alat ini terdiri dari 2 paket yaitu
:

 Hamamatsu R2868 Flame (UV) Sensor


 UVTron C3704 Rangkaian driver

UVTron adalah suatu device yang sangat sederhana. Ketika katoda diarahkan pada sinar
ultraviolet, photoelektron dipancarkan dari katode secara efek photoelectric dan kemudian
dipercepat ke arah anoda dengan medan elektrik. Ketika tegangan yang diterapkan menjadi lebih
tinggi dan medan elektrik bertambah kuat, energi kinetik dari elektron menjadi cukup besar untuk
mengionisasikan molekul-molekul gas yang terdapat pada tabung dengan cara dibenturkan.

Elektron-elektron yang dihasilkan dari ionisasi dipercepat, sehingga memungkinkannya


untuk mengionisasi molekul-molekul lain sebelum mencapai anoda. Pada sisi lain, ion positive
dipercepat ke arah katode dan menabrak sehingga membangkitkan elektron-elektron kedua. Proses
ini menyebabkan arus yang besar antara elektroda-elektroda dan saat proses pelepasan
berlangsung. Pelepasan yang pertama terjadi, tabung terisi dengan electron-elektron dan ion-
ion.Tegangan turun atau jatuh antara katoda dan anoda dengan cepat. Status ini akan terjadi tanpa
menurunkan tegangan anode sampai di bawah titik jenuh.

2. Sensor Suhu

Pengertian Sensor Suhu Temperature Sensors adalah suatu komponen yang dapat
mengubah besaran panas menjadi besaran istrik sehingga dapat mendeteksi gejala perubahan suhu
pada obyek tertentu. Sensor suhu melakukan pengukuran terhadap jumlah energi panas/dingin
yang dihasilkan oleh suatu obyek sehingga memungkinkan kita untuk mengetahui atau mendeteksi
gejala perubahan-perubahan suhu tersebut dalam bentuk output Analog maupun Digital. Sensor
Suhu juga merupakan dari keluarga Transduser.
Contoh peralatan-peralatan listrik maupun elektronik yang menggunakan Sensor Suhu
diantaranya seperti Thermometer Suhu Ruangan, Thermometer Suhu Badan, Rice Cooker, Kulkas,
Air Conditioner (Pendingin Ruangan) dan masih banyak lagi.

Jenis-jenis Sensor Suhu (Temperature Sensors)

Saat ini, terdapat banyak jenis Sensor Suhu dengan karakteristik yang berbeda-beda sesuai
dengan aplikasinya. Berikut ini beberapa jenis Sensor Suhu yang sering ditemukan dalam
rangkaian elektronika ataupun peralatan listrik beserta penjelasan singkatnya :

a. Thermostat

Thermostat adalah jenis Sensor suhu Kontak (Contact Temperature Sensor) yang
menggunakan prinsip Electro-Mechanical.Thermostat pada dasarnya terdiri dari dua jenis logam
yang berbeda seperti Nikel, Tembaga, Tungsten atau aluminium.Dua Jenis Logam tersebut
kemudian ditempel sehingga membentuk Bi-Metallic strip. Bi-Metallic Strip tersebut akan
bengkok jika mendapatkan suhu tertentu sehingga bergerak memutuskan atau menyambungkan
sirkuit (ON/OFF).

Sebuah Sensor Suhu Thermostat yang bisa kita dapatkan dipasaran saat ini.Seperti
rangkaian Sensor pada umumnya, rangkaian sensor suhu sederhana diatas menggunakan Prinsip
Rangkaian Pembagi Tegangan Thevenin.

Thermostat Kita gunakan sebagai Saklar Otomatis dan juga sebagai Penguat.Pada
rangkaian sensor suhu diatas, Kondisi Normal ditunjukan dengan Kondisi LED yang menyala.
Namun ketika Thermostat mendeteksi Suhu meningkat, maka nyala LED akan meredup seiring
Peningkatan Suhu.

b. Thermistor

Nama termistor berasal dari Thermally Sensitive Resistor.Termistor ini merupakan


gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan). Termistor (Inggris:
thermistor) adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu.
Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan mendapat hak paten di Amerika
Serikat dengan nomor #2.021.491.

Prinsipnya adalah memberikan perubahan resistansi yang sebanding dengan perubahan


suhu. Perubahan resistansi yang besar terhadap perubahan suhu yang relatif kecil menjadikan
termistor banyak dipakai sebagai sensor suhu yang memiliki ketelitian dan ketepatan yang
tinggi.Termistor yang dibentuk dari bahan oksida logam campuran (sintering mixture), kromium,
kobalt, tembaga, besi, atau nikel, berpengaruh terhadap karakteristik termistor, sehingga pemilihan
bahan oksida tersebut harus dengan perbandingan tertentu. Dimana termistor merupakan salah satu
jenis sensor suhu yang mempunyai koefisien temperatur yang tinggi.

c. Resistive Temperature Detector (RTD)

RTD yang merupakan singkatan dari Resistance Temperature Detector adalah sensor suhu
yang pengukurannya menggunakan prinsip perubahan resistansi atau hambatan listrik logam yang
dipengaruhi oleh perubahan suhu. RTD adalah salah satu sensor suhu yang paling banyak
digunakan dalam otomatisasi dan proses kontrol.

Pada tipe elemen wire-wound atau tipe standar, RTD terbuat dari kawat yang tahan korosi, yang
dililitkan pada bahan keramik atau kaca, yang kemudian ditutup dengan selubung probe sebagai
pelindung. Selubung probe ini biasanya terbuat dari logam inconel (logam dari paduan besi,
chrom, dan nikel). Inconel dipilih sebagai selubung dari RTD karena tahan korosi dan Ketika
ditempatkan dalam medium cair atau gas, selubung inconel cepat dalam mencapai suhu medium
tersebut.Antara kawat RTD dan selubung juga terdapat keramik (porselen isolator) sebagai
pencegah hubung pendek antara kawat platina dan selubung pelindung.

d. Thermocouple (Termokopel)

Termokopel (Thermocouple) adalah jenis sensor suhu yang digunakan untuk mendeteksi
atau mengukur suhu melalui dua jenis logam konduktor berbeda yang digabung pada ujungnya
sehingga menimbulkan efek “Thermo-electric”. Efek Thermo-electric pada Termokopel ini
ditemukan oleh seorang fisikawan Estonia bernama Thomas Johann Seebeck pada Tahun 1821,
dimana sebuah logam konduktor yang diberi perbedaan panas secara gradient akan menghasilkan
tegangan listrik. Perbedaan Tegangan listrik diantara dua persimpangan (junction) ini dinamakan
dengan Efek “Seeback”.

Termokopel merupakan salah satu jenis sensor suhu yang paling populer dan sering
digunakan dalam berbagai rangkaian ataupun peralatan listrik dan Elektronika yang berkaitan
dengan Suhu (Temperature). Beberapa kelebihan Termokopel yang membuatnya menjadi populer
adalah responnya yang cepat terhadap perubahaan suhu dan juga rentang suhu operasionalnya
yang luas yaitu berkisar diantara -200˚C hingga 2000˚C.Selain respon yang cepat dan rentang suhu
yang luas, Termokopel juga tahan terhadap goncangan/getaran dan mudah digunakan.

Prinsip kerja Termokopel cukup mudah dan sederhana.Pada dasarnya Termokopel hanya
terdiri dari dua kawat logam konduktor yang berbeda jenis dan digabungkan ujungnya. Satu jenis
logam konduktor yang terdapat pada Termokopel akan berfungsi sebagai referensi dengan suhu
konstan (tetap) sedangkan yang satunya lagi sebagai logam konduktor yang mendeteksi suhu
panas.

3. Sensor Mekanik

Sensor Mekanik (Mechanics Sensor) merupakan sensor atau transduser yang digunakan
untuk mengetahui, mengukur atau mendeteksi nilai perubahan atau gerakan mekanis dari suatu
objek. Pada artikel “Pengertian Dan Jenis Sensor Mekanik (Mechanics Sensor)” ini akan diuraikan
tentang pengertian dari jenis-jenis Sensor Mekanik (Mechanics Sensor) yang dapat ditemui dalam
dunia industri dan kegiatan sehari-hari.

Pergerakkan mekanis adalah tindakan yang paling banyak dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari, seperti perpindahan suatu benda dari suatu posisi ke posisi lain, kecepatan mobil di
jalan raya, dongrak mobil yang dapat mengangkat mobil seberat 10 ton, debit air didalam pipa
pesat, tinggi permukaan air dalam tanki.Semua gerak mekanis tersebut pada intinya hanya terdiri
dari tiga macam, yaitu gerak lurus, gerak melingkar dan gerak memuntir. Gerak mekanis
disebabkan oleh adanya gaya aksi yang dapat menimbulkan gaya reaksi. Banyak cara dilakukan
untuk mengetahui atau mengukur gerak mekanis misalnya mengukur jarak atau posisi dengan 30
meter, mengukur kecepatan dengan tachometer, mengukur debit air dengan rotameter dsb.

a. Sensor Posisi

Sensor Posisi Pengukuran posisi dapat dilakukan dengan cara analog dan digital. Untuk
pergeseran yang tidak terlalu jauh pengukuran dapat dilakukan menggunakan cara-cara analog,
sedangkan untuk jarak pergeseran yang lebih panjang lebih baik digunakan cara digital. Hasil
sensor posisi atau perpindahan dapat digunakan untuk mengukur perpindahan linier atau angular.
Teknis perlakuan sensor dapat dilakukan dengan cara terhubung langsung ( kontak ) dan tidak
terhubung langsung ( tanpa kontak ).

b. Sensor Kecepatan

Sensor Kecepatan (Motion Sensor) Pengukuran kecepatan dapat dilakukan dengan cara
analog dan cara digital. Secara umum pengukuran kecepatan terbagi dua cara yaitu: cara angular
dan cara translasi. Untuk mengukur kecepatan translasi dapat diturunkan dari cara pengukuran
angular. Yang dimaksud dengan pengukuran angular adalah pengukuran kecepatan rotasi
(berputar), sedangkan pengukuran kecepatan translasi adalah kecepatan gerak lurus beraturan dan
kecepatan gerak lurus tidak beraturan.

Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu motor,
dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suatu tegangan
yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan
menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis
terjadi. Lalu tegangan ini di kirim ke ECM.

c. Sensor aliran

Sensor aliran adalah alat untuk merasakan laju aliran fluida.Biasanya sensor aliran adalah
elemen penginderaan yang digunakan dalam flow meter, atau aliran logger, untuk merekam aliran
cairan.Seperti yang terjadi untuk semua sensor, akurasi mutlak pengukuran memerlukan fungsi
untuk kalibrasi.

Ada berbagai macam sensor aliran dan aliran meter, termasuk beberapa yang memiliki
baling-baling yang didorong oleh cairan, dan dapat mendorong potensiometer putar, atau
perangkat sejenis.

Sensor aliran lain didasarkan pada sensor yang mengukur transfer panas yang disebabkan
oleh media bergerak. Prinsip ini umum untuk MIKROSENSOR untuk mengukur aliran.Arus meter
berhubungan dengan perangkat yang disebut velocimeters yang mengukur kecepatan cairan yang
mengalir melalui mereka. Berbasis laser interferometri sering digunakan untuk pengukuran aliran
udara, tetapi untuk cairan, sering kali lebih mudah untuk mengukur aliran. Pendekatan lain adalah
metode berbasis Doppler untuk pengukuran aliran. Hall sensor efek juga dapat digunakan, pada
katup flapper, atau baling-baling, untuk merasakan posisi baling-baling, seperti pengungsi akibat
aliran fluida.

d. Sensor Level

Sensor Level Pengukuran level dapat dilakukan dengan bermacam cara antara lain dengan:
pelampung atau displacer, gelombang udara, resistansi, kapasitif, ultra sonic, optic, thermal,
tekanan, sensor permukaan dan radiasi. Pemilihan sensor yang tepat tergantung pada situasi dan
kondisi sistem yang akan di sensor.

Seperti namanya, level sensor berfungsi untuk mendeteksi tingkat zat yang mengalir secara
bebas. Zat tersebut diantaranya cairan seperti air,minyak,bubur dll, dan zat padat seperti
butiran/bubuk (zat padat yang dapat mengalir).

Sistem pengukuran level sensor terbagi menjadi dua yaitu point level dan continuous
level, point level merupakan pengukuran secara diskrit/digital yang biasanya menggunakan
metode pensaklaran switching sebagai contoh signal untuk level low-low, low, high, high-
high, continuous level pengukuran ini menggunakan metode analog (4-20 mA) contoh seperti
sensor level yang memakai prinsip kerja gelombang mikro (microwave radar) atau gelombang
suara (ultrasonic).
e. Sensor tekanan

Sensor tekanan diciptakan untuk mengukur tekanan suatu zat yang memiliki tekanan
sangat kecil sehingga sulit untuk diukur apabila menggunakan alat pengukur biasa. Dalam
pelajaran Science, kita mengenal adanya alat pengukur untuk suatu benda.Seperti contoh
thermometer sebagai alat untuk mengukur suhu, anemometer untuk mengukur kecepatan angin
dan speedometer untuk mengukur kecepatan suatu benda. Tekanan yang dilambangkan dalam
huruf (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya, yang dilamabangkan dengan (F) persatuan
luas, yang dilambangkan dengan (A). Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan
atau tekanan dari unsur zat yaitu berupa cairan dan gas. Fungsi dari sensor tekanan sebenarnya
adalah untuk mengubah tekanan menjadi induktasi.
BAB III

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang didapat dari makalah ini adalah :

1. Sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau
sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik, energi
fisika, energi kimia, energi biologi, energi mekanik dan sebagainya.
2. Secara umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat dikelompokan
menjadi 3 bagian yaitu sensor mekanis, sensor cahaya sensor suhu
3. Sensor cahaya adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya,
pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan. Contoh;
photo cell, photo transistor, photo diode, photo voltaic, photo multiplier, pyrometer
optic, dsb.
4. Sensor suhu adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala perubahan
panas/temperature/suhu pada suatu dimensi benda atau dimensi ruang tertentu.
Contohnya; bimetal, termistor, termokopel, RTD, photo transistor, photo dioda,
photovoltaik, infrared dsb.
5. Sensor Mekanik (Mechanics Sensor) merupakan sensor atau transduser yang
digunakan untuk mengetahui, mengukur atau mendeteksi nilai perubahan atau gerakan
mekanis dari suatu objek.