Anda di halaman 1dari 3

Metode Saldo Menurun Ganda

Metode saldo menurun ganda (double declining balance method) menghasilkan beban
periodik yang semakin menurun selama estimasi masa manfaat aset. Metode menurun
dapat diaplikasikan dalam 3 tahap.
Tahap 1 : Menentukan persentase garis lurus, menggunakan masa manfaat yang
diharapkan.
Tahap 2 : Menentukan saldo menurun ganda dengan mengalikan tarif garis lurus dari
tahap 1 dan 2.
Tahap 3 : Menghitung beban penyusutan dengan mengalikan tarif saldo menurun
ganda dari tahap 2 dengan nilai buku aset.

Membandingkan Metode Penyusutan


Ketiga metode penyusutan dapat dirangkum seperti berikut :
Masa Biaya yang Dapat Disusutkan Tarif Beban
Metode Manfaat Penyusutan Penyusutan
Garis Lurus Tahun Biaya dikurangi nilai sisa Tarif garis lurus* Konstan
Unit Produksi Jumlah unit Biaya dikurangi nilai sisa Variabel
Biaya – Nilai sisa
produksi
Jumlah unit produksi
Saldo Menurun Tahun Nilai buku menurun, tetapi Tarif garis lurus* x 2 Menurun
Ganda tidak dibawah nilai sisa
*Tarif garis lurus = (100%/Masa manfaat)
Metode garis lurus menghasilkan jumlah beban penyusutan yang sama selama masa
manfaat asset. Metode aset produksi menghasilkan jumlah beban penyusutan yang berbeda
tergantung jumlah aset yang digunakan. Metode saldo menurun ganda menghasilkan
jumlah penyusutan yang tinggi pada tahun pertama penggunaan aset, diikuti dengan jumlah
yang menurun secara bertahap.

Penyusutan Untuk Pajak Penghasilan Pemerintah


Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 138/KMK.03/2002, aset tetap
bukan properti dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu :
Tingkat
Masa Tingkat
Kelompok Aset Penyusutan
Manfaat Penyusutan Contoh Aset Tetap
Tetap Saldo
Ekonomis Garis Lurus
Menurun
Non-Real Estate
Kelompok 1 4 Tahun 25% 50% Peralatan kantor terbuat dari kayu atau
rotan, computer, televisi, motor, sepeda,
taksi, kendaraan angkutan umum, peralatan
dapur.
Kelompok 2 8 Tahun 12,50% 25% Peralatan kantor terbuat dari besi, pendingin
udara, kipas angina, kendaraan, bus truk,
kapal speedboat, mesin jahit, pompa air, dan
lain-lain.
Kelompok 3 16 Tahun 6,25% 12,50% Kapal penumpang, peralatan navigasi, mesin
berat untuk memproduksi tekstil, bahan
kimia,mdan lain-lain.
Kelompok 4 20 Tahun 5% 10% Peralatan konstruksi, mesin uap, jalan rel,
lokomotif, dan lain-lain.
Properti
*Gedung Permanen 20 Tahun 5%
*Gedung tidak 10 Tahun 10%
Permanen

Mengubah Estimasi Penyusutan


Estimasi nilai sisa dan masa manfaat asset tetap dapat berubah dikarenakan penggunaan
abnormal dan perbaikan atau using. Estimasi tersebut dapat direvisi untuk menentukan
beban penyusutan periode mendatang, namun tidak akan merubah jumlah beban
penyusutan tercatat pada tahun-tahun sebelumnya (PSAK NO 25). Secara konseptual, untuk
mengubah estimasi penyusutan di perlukan langkah sebagai berikut :
1. Biaya awal aset xxx
2. (dikurangi) akumulasi penyusutan xxx
3. Nilai buku yang belum di susutkan xxx
Kemudian
4. Nilai buku yang belum di susutkan xxx
5. (dikurangi) estimasi nilai residu yang di revisi (baru) xxx
6. Biaya yang dapat di susutkan (hasil revisi) xxx
7. Beban penyusutan setelah di revisi (poin 6/umur ekonomis yang di revisi) xxx
(angka dari poin 3 di pindahkan pada poin 4, yang telah di beri tanda warna biru)

Pelepasan Aset Tetap


Aset tetap yang tidak lagi berguna dapat dibuang, dijual, atau ditukarkan dengan aset
tetap lainnya. Aset tetap tidak boleh di hapus dari akun hanya karena aset tersebut sudah
habis disusutkan. Jika aset masih digunakan oleh perusahaan biaya dan akumulasi
penyusutannya tetap dicatat dalam buku besar untuk menjaga akuntanbilitas aset dalam
buku besar. Jika nilai buku aset dipindahkan dan buku besar tidak akan menyimpan bukti
keberadaan aset yang masih berlangsung. Selain itu data biaya dan akumulasi penyusutan
untuk aset tersebut sering kali masih dibutuhkan untuk keperluan menghitung pajak
bangunan dan pajak penghasilan.
a. Membuang Aset Tetap
Saat aset tetap tidak lagi berguna bagi perusahaan dan tidak memiliki nilai residu atau
nilai pasar, aset tersebut dapat dibuang. Jika aset belum habis disusutkan penyusutan
harus dicatat sebelum pemindahan aset tersebut dan penyediaan jasa dan catatan
akuntansi. Rugi atas pelepasan aset tetap termasuk dalam pos non-operasi dan
biasanya dilaporkan dibagian beban lainnya di laporan laba rugi.
b. Menjual Aset Tetap
Ayat jurnal untuk mencatat penjualan aset tetap sama, kecuali kas atau aset lainnya
yang diterima juga harus dicatat. Jika harga jual lebih besar dari nilai buku aset,
transaksi tersebut menghasilkan laba. Jika harga jual lebih kecil dari nilai buku aset,
berarti mendapatkan rugi.
Sumber Daya Alam
Aset tetap milik perushaan meliputi kayu, bijih besi, mineral dan sumber daya alam
lainnya. Karena sumber daya ini dipanen atau ditambang kemudian dijual, sebagian biaya
didebit ke akun beban. Proses memndah biaya sumber daya alam ke akun beban disebut
deplesi (depletion). Deplesi ditentukan sebagai berikut :
Tahap 1. Menetukan tarif deplesi :
Tarif Deplesi = Biaya Sumber Daya
Estimasi Total Unit Sumber daya
Tahap 2. Mengalikan tarif deplesi dengan kuantitas yang diambil dari sumber daya
selama periode berjalan.
Beban deplesi = Tarif Deplesi x Kuantitas Diambil

Aset Tak Berwujud


Aset tak berwujud (intangible assets) merupaka aset jangka Panjang yang tidak memiliki
bentuk secara fisik dan berguna dalam kegiatan operasi perusahaan dan tidak ditujukan untuk
dijual. Isu utama akuntansi aset tak berwujud adalah sbb :
1. Menentukan biaya awal.
2. Menentukan amortisasi (amortization), yang mana jumlah biaya dipindahkan ke
beban.
*amortisasi dihasilkan dari berjalannya waktu/penurunan manfaat aset tak berwujud.H
1) Hak Paten
Adalah hak yang diberikan kepada pihak yang menemukan hal baru untuk
memproduksi, menjual atau mengawasi penemuannya dalam jangka waktu tertentu.
Hak ini berlaku dengan masa manfaat 20 tahun. Hukum hak paten No. 14/2001 juga
membedakan hak paten untuk penemuan sederhana dan penemuan yang lebih
canggih.
2) Hak Cipta dan Merek Dagang
Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah untuk menerbitkan dan menjual karya
tulis, materi artistic atau komposisi musical. Hak ini dapat diperpanjang sampai 50
tahun setelah kematian pengarangnya (UU Hak Cipta No19/2002).
Merek dagang (trademark) adalah nama, istilah atau symbol yang digunakan untuk
mengenali suatu perusahaan dan produknya. Dalam UU Merek dagang No. 15/2001,
perusahaan dapat melindungi merek dagangnya agar tidak digunakan perusahaan lain
dengan mendaftarkannya untuk masa penggunaan 10 tahun dan memperpanjang
untuk periode 10 tahun berikutnya.
3) Goodwill
Adalah aset tak berwujud milik perusahaan yang dihasilkan oleh faktor-faktor yang
menguntungkan seperti lokasi, mutu produk, reputasi dan keahlian manajerial.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Indonesia memperbolehkan goodwill dicatat
dalam akun jika dapat ditentukan secara objektif oleh suatu transaksi.