Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK PEMBUATAN FATLIQUOR

DARI MINYAK KELAPA SAWIT DAN MINYAK JARAK

Fatimah
Kelompok Dua
Jurusan Teknologi Pengolahan Kulit, Politeknik Negeri ATK Yogyakarta
Jl. Ateka, Ngoto, Bangunharji, Sewon, Bantul, Yogyakarta 55187
*email: fatimahimah201100@gmail.com

Abstract
Fat and oil are triglycerides, which means they are triesters of glycerol.
Palm oil is obtained from the processing of oil palm fruit (Elaeis Guineensis Jacq)
(Pasaribu, 2004). Castor oil is produced from castor seeds (Ricinus Communis)
which is easily one of them grows in the tropics and sub-tropics such as in
Indonesia. Fatliquor is a chemical that can be emulsified with water that functions
as a lubricant, and has the use of relaxing and smoothing the skin and reducing
friction between fibers. from glycerol. Fatliquoring is the most commonly used
lubrication method, where the skin is treated with lubricating oil emulsions in
aqueous media. A special fatliquoring oil deposit in the skin, and this is absorbed
in fiber. When the water is removed, the oil remains lubricated and improves
physical appearance of the skin, such as cracks, stretches , tear stitches, tensile
strength and comfort. Fatliquoring is an important step in the process of making
skin. This results in softness and flexibility and at the same time improves the
mechanical properties of the skin (Khurriyatul, 2012). Sulfation is the process of
making oil fatliquor by reacting both vegetable oils and oils from animals with
sulfuric acid.

Keyword: Oil, Fatliquor, Fatliquoring, Sulfatation

Page | 1
Abstrak
Lemak dan minyak adalah trigliserida yang berarti merupakan triester dari
gliserol. Minyak kelapa sawit diperoleh dari pengolahan buah kelapa sawit (Elaeis
Guineensis Jacq) (Pasaribu, 2004). Minyak Jarak (castor oil) dihasilkan dari biji
tanaman jarak (Ricinus Communis) yang dengan mudah tumbuh di daerah tropis
dan sub tropis salah satunya seperti di Indonesia. Fatliquor merupakan bahan
kimia yang dapat diemulsikan dengan air yang berfungsi sebagai pelumas, serta
mempunyai kegunaan untuk melemaskan danmenghaluskan kulit serta
mengurangi gaya gesek antar serat.Lemak dan minyak adalah trigliserida yang
berarti merpakan triester dari gliserol. Fatliquoring adalah metode pelumasan
yang paling umum digunakan, dimana kulit diperlakukan dengan emulsi minyak
pelumas dalam media air. Sebuah simpanan emulsi fatliquoring khusus minyak
dalam kulit, dan ini diserap dalam serat. Ketika air kemudian dihilangkan, minyak
tetap dilumasi dan memperbaiki sifat fisik dari kulit, seperti keretakan,
peregangan, jahitan sobek,kekuatan tarik dan kenyamanan. Fatliquoring
merupakan langkah penting dalam proses pembuatan kulit. Hal ini menghasilkan
kelembutan dan kelenturan serta pada saat yang sama meningkatkan sifat mekanik
kulit (Khurriyatul, 2012) . Sulfatasi merupakan proses pemmbuatan minyak
fatliquor dengan cara mereaksikan minyak baik minyak nabati maupun minyak
yang berasal dari hewan dengan asam sulfat.

Kata Kunci: minyak, fatliquor, fatliquoring, sulfatasi

PENDAHULUAN karakteristik unik dan unggul


Tanaman Kelapa Sawit dibandingkan dengan minyak dari
(Elaeis Guineensis Jacq) merupakan tanaman lainnya (Hariyadi, 2014).
tanaman yang berasal dari Afrika Minyak jarak adalah minyak nabati
Barat, terutama sekitar Angola yang diperoleh dari ekstraksi biji
sampai Senegal. Minyak yang tanaman jarak (Ricinus communis).
diproduksi dari buah kelapa sawit Dalam bidang farmasi dikenal pula
telah terbukti mempunyai sebagai minyak kastroli.

Page | 2
Minyak ini serba guna dan memiliki mengering secara perlahan. Pada
karakter yang khas secara fisik. Pada kondisi tersebut air yang berada di
suhu ruang minyak jarak berfasa cair antara serat-serat kulit secara perlahan
dan tetap stabil pada suhu rendah menghilang. Hilangnya air
maupun suhu sangat tinggi. Minyak menyebabkan struktur jaringan serat
jarak diproduksi secara alami dan perlahan berdekatan, kemudian saling
merupakan trigliserida yang berikatan. Seiring berjalannya waktu,
mengadung 90% asam rinoleat. ikatan tersebut akan semakin kuat.
Minyak jarak juga merupakan sumber Hal ini dapat menyebabkan kulit
utama asam sebasat, suatu asam sama menjadi keras dan kaku. Hal
dikarboksilat. (Minyak Jarak, 2017). tersebut menyebabkan nilai mutu
Fatliquor adalah bahan kimia yang kulit samak yang tidak sesuai dengan
dapat diemulsikan dalam air yang standar sehingga perlu dilakukan
berfungsi sebagai pelumas, yang pencegahan dengan cara melakukan
mempunyai kemampuan untuk proses peminyakan. Emulsi adalah
menghaluskan kulit dengan dispersi dari suatu cairan dalam
mereduksikan gaya gesek antar serat. cairan lainnya dimana kedua cairan
Fatliquoring adalah metode dibawah keadaan normal cukup
pembuatan pelumasan yang paling bercampur (Saputra, 2017).
umum digunakan, dimana kulit Pengemulsi adalah senyawa anion
diperlukan dengan emulsi minyak yang sama aktif, mengorientasikan
pelumas dalam media air. Covington dirinya di dalam lapisan antarmuka
(2009) menjelaskan bahwa tujuan tipis sekitar gelembung-gelembung
utama dari proses peminyakan lemak terdispersi larut dalam air.
bukanlah membuat kulit menjadi Fatliquor bisa diperoleh dari bahan
lebih lunak, liat, mulur dan lemas. baku mentah yang berasal dari bahan
Tujuan utama dari proses peminyakan alami dan bahan tambang (petrokimia
adalah mencegah struktur serat kulit berbasis). Fatliquoring yang bahan
saling berikatan kembali pada saat dasarnya dari alam, dibuat dari
proses pengeringan. Ketika proses triglysserida unsaturated dengan asam
pengeringan berlangsung, kulit samak lemak bebas tak jenuh satu sampai

Page | 3
tiga ikatan rangkap, atau asam l emak liter, 600 liter, tabung reaksi, botol
jenuh. Sumber utama dari semprot, plastik dan karet.
triglysserida unsaturated adalah
minyak ikan, minyak neatfoot, METODE
minyak hewani, dan lilin/malam. Ditimbang 100 gr minyak
(lemak alkohol + ester asam lemak). kelapa sawit dan 100 gr minyak jarak,
Lanolin, alkohol berlemak dan tallow, kemudian disulfatasi dengan asam
dll. Bisa juga di hidrolisa sulfat pekat 15% selama ±2 jam
(Indrawatilusi, 2013). Asam sulfat (perlahan mengunkan pipet tetes
mempunyai rumus kimia H2SO4, dengan suhu <25°C sambil diaduk
merupakan asam mineral (anorganik) agar tidak menggumpal),setelah itu
yang kuat. Zat ini larut dalam air pada masukkan ke dalam botol dan
semua perbandingan. Asam sulfat didiamkan selama satu malam.
mempunyai banyak kegunaan, Minyak sulfat dipisahkan dari hasil
termasuk dalam kebanyakan reaksi sampingnya dengan cara minyak
kimia. Kegunaan utama termasuk sulfat dicuci dengan larutan garam
pemrosesan bijih mineral, sintesis jenuh sebanyak tiga kali 250 ml
kimia, pemrosesan air limbah dan selama 20 menit. kemudian botol
pengilangan minyak. dibalik agar terpisah air dengan
minyak. Dalam keadaan terbalik,
BAHAN DAN ALAT plastik penutup dilubangi agar airnya
Bahan yang digunakan untuk keluar. Kemudian pH awal dicek,
praktikum ini adalah minyak kelapa setelah pH dicek, menetralkan
sawit 100 gr, minyak jarak 100 gr, minyak sulfat dengan larutan NaOH
asam sulfat (H2SO4), NaCl 750 ml, hingga pH 5 - 5,5. Setelah itu
NaOH 10 ml, aquadest, alat yang dilakukan uji pecah dengan
digunakan adalah beker glass (100 meneteskan 20 tetes aquades ke
ml, 500 ml), kompor, thermometer, tabung reaksi ditambah dengan 20
batang pengaduk,indikator universal, tetes minyak, kemudian tabung reaksi
statif, pipet tetes, gelas ukur, botol 1,5 dipanaskan hingga minyak terpisah
dengan air.

Page | 4
DATA HASIL
 Limbah air yang dikeluarkan
pada saat proses penggojokan
garam.
Penggojokan Limbah
1 50 ml
2 410 ml
3 284 ml
Total 694 ml  Suhu pecah fatliquor dari
minyak kelapa sawit dan
Air garam awal yang digunakan minyak jarak adalah 75°C.
adalah 750 ml (250 ml + 250 ml +
250 ml), dan air yang dikeluarkan
adalah 694, air yang hilang 6 ml.
 pH awal minyak 1 dan pH
akhir minyak 5,5.
 Warna minyak kelapa sawit
dan minyak jarak awanya
adalah kuning bening, namun
 Volume akhir dari minyak
setelah disulfatasi warnanya
kelapa sawit dan minyak jarak
berubah menjadi coklat
adalah 240 ml.
kehitaman dan teksturnya
menjadi kental.
 Warna minyak setelah
dilakukan netralisasi berubah
menjadi coklat muda dan
teksurnya kental

Page | 5
PEMBAHASAN dikehendaki akan menentukan jenis
Praktikum kimia organik kali minyak yang dipakai, jumlah
ini kelompok kami membuat fatliquor pemakian dan cara yang lebih
untuk proses fatliquoring dari minyak memungkinkan penyerapan yang
kelapa sawit dan minyak jarak. merata. Setelah menimbang minyak
Minyak sawit termasuk minyak yang kelapa sawit dan minyak jarak
memiliki kadar lemak jenuh yang dilakukan sulfatasi, asam sulfat
tinggi. Minyak sawit berwujud berfungsi sebagai emulgator untuk
setengah padat pada temperatur mengkatalis minyak kelapa sawit dan
ruangan. Komponen utama minyak minyak jarak dan menstabilkan proses
jarak adalah risinoleat yang dapat emulsi. Minyak tersulfatasi atau
mencapai 90%, sehingga minyak minyak tersulfitasi (biasa disebut
jarak dikenal dengan nama minyak dengan bahan peminyak atau
risinoleat. Proses fatliquoring bisa fatliquor) merupakan minyak yang
dilakukan setelah dan atau sebelum secara umum digunakan pada proses
proses dyeing dilakukan. Apabila peminyakan karena mampu
dilakukan setelah proses dyeing memberikan kemampuan mendispersi
biasanya digunakan untuk minyak secara baik dan kurang
mendapatkan hasil jadi kulit krust sensitif terhadap asam. Pada proses
mempunyai warna yang lebih terang ini suhunya dijaga jangan sampai
(light). Sedangkan apabila dilakukan diatas 20°C agar campuran minyak
sebelum proses dyeing, digunakan dan asam sulfat tidak hangus karena
untuk mendapatkan hasil kulit jadi reaksi asam sulfat bersifat eksotermis
krus yang mempunyai warna lebih (menghasilkan panas). Untuk
dalam (deep) atau pekat. Adapun menjaga suhu campuran minyak dan
tujuan dari peminyakan ini adalah asam sulfat pada saat penambahan
untuk memberikan pelicin pada asam sulfat maka disekeliling gelas
jaringan kulit sehingga serat-seratnya beker diberi es batu. Apabila suhu
lebih bebas untuk digerakkan, dengan terlalu tinggi, maka proses
demikian kulit menjadi lebih awet penambahan asam sulfat pekat
dan lemas. Jenis kulit jadi yang dihentikan sampai suhunya turun

Page | 6
kembali, baru setelah itu asam sulfat Setalah melakukan netralisasi,
dapat ditambahkan kembali ketika selanjutnya dilakukan uji pecah
suhu campuran telah turun. Pada dengan cara mencampurkan 20 ml air
proses ini suhu tertinggi campuran ditambah dengan 20 ml minyak
adalah 18°C, suhu terendah 16°C. kedalam tabung reaksi kemudian
Waktu yang dibutuhkan pada saat dipanaskan. Setelah dipanaskan
penambahan asam sulfat adalah beberapa saat terjadi perpisahan
±2jam. Warna minyak setelah antara minyak dan air kemudian
ditambahkan asam sulfat yg mengukur suhu dengan termometer
sebelumnya bewarna kuning bening dan didapat suhu pecahnya emulsi
sekarang menjadi coklat kehitaman yaitu 75°C. pengujian ini di lakukan
dan teksturnya kental. Setelah sebagai parameter untuk menentukan
terbentuk minyak sulfat, campuran suhu pecah emulsi ini yang paling
dari minyak dengan asam sulfat efektif dari proses fatliquoring,
tersebut di cuci dengan larutan garam semakin tinggi temperatur pecahnya
jenuh yang bertujuan agar minyak minyak, maka semakin bagus pula
dan larutan garam jenuh dapat minyak sulfat tersebut dalam
tercampur sempurna, tujuan lain yaitu pengujian suhu pecah emulsi ini.
untuk menetralkan sisa – sisa asam Minyak sulfat yang cocok untuk
pada minyak. Setelah di lakukan fatliquoring yaitu apabila pecah
proses pencucian, minyak sulfat emulsinya diatas suhu 60°C.
dinetralkan pH – nya hingga pH
mencapai 5 – 5,5. Setelah itu KESIMPULAN
dilakukan proses netralisasi, minyak Kesimpulan dari praktikum
sulfat ditambahkan dengan NaOH 10 pembuatan fatliquor dari minyak
ml maka akan menghasilkan minyak kelapa sawit dan minyak jarak adalah
sulfat netral dan air. Fungsi dari minyak kelapa sawit dan minyak
NaOH pada proses ini adalah untuk jarak dapat digunakan untuk fatliquor
menetralkan minyak sulfat, karena karena mempunyai suhu pecah emulsi
minyak sulfat yang digunakan pada 75°C yang memenuhi syarat untuk
pengaplikasi ke kulit tidak sempurna. dijadikan sebagai fatliquor.

Page | 7
DAFTAR PUSTAKA Saputra, A. (2017, Mei 22). Proses
Minyak Jarak. (2017, November 28). Peminyakan (Fatliquoring)
Dipetik Maret 31, 2019, dari pada proses Penyamakan
Wikipedia Ensiklopedia Kulit Ikan Tuna (Thunnus sp)
Bebas: untuk Bahan Bagian Atas
https://id.wikipedia.org/wiki/ Sepatu . Dipetik Maret 2019,
Minyak_jarak 2019, dari 123dok:
https://id.123dok.com/docume
Hariyadi, P. D. (2014, Januari). nt/dy4pjg9y-proses-
Mengenal Minyak Sawit peminyakan-fatliquoring-
dengan Beberapa Karakter pada-penyamakan-kulit-ikan-
Unggulnya. Dipetik Maret 30, tuna-thunnus-sp-untuk-bahan-
2019, dari Gabungan bagian-atas-sepatu.html
Pengusaha Kelapa Sawit
Indonesia:
http://phariyadi.staff.ipb.ac.id/
files/2015/01/2014-Buku-
Mengenal-Minyak-Sawit-
dengan-Beberapa-Karakter-
Unggulnya.pdf

Indrawatilusi. (2013, Maret 2).


Pembuatan Fatliquor dari
Minyak Kelapa. Dipetik Maret
31, 2019, dari Learn to Life:
https://indrawatilusi.wordpres
s.com/2013/03/02/pembuatan-
fatliquor-dari-minyak-kelapa/

Khurriyatul. (2012, Maret 23).


Pembuatan Fatliquor dari
Minyak Kedelai beserta
Aplikasinya. Dipetik Maret
30, 2019, dari Khurry:
http://khurriyatul.blogspot.co
m/2012/03/pembuatan-
fatliquor-dari-minyak-
kedelai.html

Pasaribu, N. (2004). Minyak Buah


Kelapa Sawit. 1.

Page | 8
LAMPIRAN

pH awal minyak sulfat sebelum Limbah air pada saat penggojokan


dinetralisasi adalah 1 yang ke 2

Page | 9